Iridium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304682; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Iridium-2.jpg|thumb|right|280px|Iridium-2]] | |||
'''Iridium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ir''' dan [[nomor atom]] 77. Sebuah [[logam transisi]] yang sangat keras, rapuh, dan berwarna putih keperakan dari [[golongan platina]], ia dianggap sebagai logam alami terpadat kedua (setelah [[osmium]]) dengan kepadatan seperti yang didefinisikan melalui [[kristalografi sinar-X]] eksperimental. Ia adalah salah satu logam yang paling tahan [[korosi]], bahkan pada suhu setinggi . Namun, ketahanan korosi tidak dapat diukur secara mutlak; meskipun hanya beberapa garam cair dan [[halogen]] tertentu yang bersifat korosif terhadap iridium padat, debu iridium yang terbelah halus jauh lebih reaktif dan mudah terbakar, sedangkan debu emas tidak mudah terbakar tetapi dapat diserang oleh zat yang dapat ditahan oleh iridium, seperti [[air raja]]. | '''Iridium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ir''' dan [[nomor atom]] 77. Sebuah [[logam transisi]] yang sangat keras, rapuh, dan berwarna putih keperakan dari [[golongan platina]], ia dianggap sebagai logam alami terpadat kedua (setelah [[osmium]]) dengan kepadatan seperti yang didefinisikan melalui [[kristalografi sinar-X]] eksperimental. Ia adalah salah satu logam yang paling tahan [[korosi]], bahkan pada suhu setinggi . Namun, ketahanan korosi tidak dapat diukur secara mutlak; meskipun hanya beberapa garam cair dan [[halogen]] tertentu yang bersifat korosif terhadap iridium padat, debu iridium yang terbelah halus jauh lebih reaktif dan mudah terbakar, sedangkan debu emas tidak mudah terbakar tetapi dapat diserang oleh zat yang dapat ditahan oleh iridium, seperti [[air raja]]. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
Penggunaan iridium yang dominan adalah logam itu sendiri dan paduannya, seperti pada [[busi]] berperforma tinggi, [[krus]] untuk rekristalisasi semikonduktor pada suhu tinggi, dan elektrode untuk produksi klorin dalam [[proses kloralkali]]. Senyawa iridium yang penting adalah klorida dan iodida dalam [[katalisis]] industri. Iridium adalah salah satu komponen dari beberapa [[OLED]]. | Penggunaan iridium yang dominan adalah logam itu sendiri dan paduannya, seperti pada [[busi]] berperforma tinggi, [[krus]] untuk rekristalisasi semikonduktor pada suhu tinggi, dan elektrode untuk produksi klorin dalam [[proses kloralkali]]. Senyawa iridium yang penting adalah klorida dan iodida dalam [[katalisis]] industri. Iridium adalah salah satu komponen dari beberapa [[OLED]]. | ||
Iridium ditemukan di [[meteorit]] dalam kelimpahan yang jauh lebih tinggi daripada di kerak Bumi. Karena alasan ini, kelimpahan iridium yang luar biasa tinggi di lapisan tanah liat di [[batas Kapur–Paleogen]] memunculkan [[hipotesis Alvarez]] bahwa dampak dari sebuah benda luar angkasa besar telah menyebabkan [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen|kepunahan dinosaurus dan banyak spesies lainnya 66 juta tahun yang lalu]], sekarang diketahui dihasilkan oleh tumbukan yang membentuk [[kawah Chicxulub]]. Demikian pula, anomali iridium dalam sampel inti dari [[Samudra Pasifik]] memperkirakan adanya [[tumbukan Eltanin]] sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. | Iridium ditemukan di [[meteorit]] dalam kelimpahan yang jauh lebih tinggi daripada di kerak Bumi.<ref>Luann Becker. [http://www.miracosta.edu/home/kmeldahl/articles/blows.pdf Repeated Blows]. ''Scientific American''. 2002. Vol. 286 (3). hlm. 77–83. doi:10.1038/scientificamerican0302-76.</ref> Karena alasan ini, kelimpahan iridium yang luar biasa tinggi di lapisan tanah liat di [[batas Kapur–Paleogen]] memunculkan [[hipotesis Alvarez]] bahwa dampak dari sebuah benda luar angkasa besar telah menyebabkan [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen|kepunahan dinosaurus dan banyak spesies lainnya 66 juta tahun yang lalu]], sekarang diketahui dihasilkan oleh tumbukan yang membentuk [[kawah Chicxulub]]. Demikian pula, anomali iridium dalam sampel inti dari [[Samudra Pasifik]] memperkirakan adanya [[tumbukan Eltanin]] sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.<ref>Frank T. Kyte. ''High noble metal concentrations in a late Pliocene sediment''. ''Nature''. 1981. Vol. 292 (5822). hlm. 417–420. doi:10.1038/292417a0.</ref> | ||
Diperkirakan bahwa jumlah total iridium di tanah jauh lebih tinggi daripada yang diamati pada batuan kerak Bumi, tetapi seperti logam golongan platina lainnya, kepadatan tinggi dan [[Klasifikasi Goldschmidt#Unsur siderofil|kecenderungan]] iridium untuk berikatan dengan besi menyebabkan sebagian besar iridium turun di bawah kerak saat planet ini masih muda dan masih cair. | Diperkirakan bahwa jumlah total iridium di tanah jauh lebih tinggi daripada yang diamati pada batuan kerak Bumi, tetapi seperti logam golongan platina lainnya, kepadatan tinggi dan [[Klasifikasi Goldschmidt#Unsur siderofil|kecenderungan]] iridium untuk berikatan dengan besi menyebabkan sebagian besar iridium turun di bawah kerak saat planet ini masih muda dan masih cair. | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Merupakan salah satu anggota [[logam]] [[golongan platina]], iridium memiliki warna putih, menyerupai [[platina]], tetapi dengan semburat agak kekuningan. Karena [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]]nya, [[rapuh|kerapuhan]]nya, dan [[titik lebur]]nya yang sangat tinggi, iridium padat sulit dibentuk, dikerjakan, atau dikerjakan dengan mesin; dengan demikian [[metalurgi bubuk]] umumnya digunakan sebagai gantinya.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Ia adalah satu-satunya logam yang dapat mempertahankan sifat mekanik yang baik di udara pada suhu di atas .<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Ia memiliki [[Daftar unsur menurut nomor atom|titik didih tertinggi ke-10]] di antara semua unsur dan menjadi [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] pada suhu di bawah .<ref>C. Kittel. ''Introduction to Solid State Physics''. Wiley-India. 2004. ISBN 978-81-265-1045-0.</ref> | |||
[[Modulus elastisitas]] iridium adalah yang tertinggi kedua di antara semua logam, hanya dilampaui oleh [[osmium]].<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Hal ini, bersama dengan [[modulus geser]] yang tinggi dan angka yang sangat rendah untuk [[rasio Poisson]] (hubungan [[terikan (kimia)|terikan]] longitudinal dengan terikan lateral), menunjukkan tingkat [[kekakuan]] dan ketahanan yang tinggi terhadap deformasi yang membuat fabrikasinya menjadi komponen yang berguna menjadi masalah yang sangat sulit. Terlepas dari keterbatasan ini dan biaya iridium yang tinggi, sejumlah aplikasi telah dikembangkan di mana kekuatan mekanik merupakan faktor penting dalam beberapa kondisi yang sangat parah yang dihadapi dalam teknologi modern.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | |||
[[Modulus elastisitas]] iridium adalah yang tertinggi kedua di antara semua logam, hanya dilampaui oleh [[osmium]]. Hal ini, bersama dengan [[modulus geser]] yang tinggi dan angka yang sangat rendah untuk [[rasio Poisson]] (hubungan [[terikan (kimia)|terikan]] longitudinal dengan terikan lateral), menunjukkan tingkat [[kekakuan]] dan ketahanan yang tinggi terhadap deformasi yang membuat fabrikasinya menjadi komponen yang berguna menjadi masalah yang sangat sulit. Terlepas dari keterbatasan ini dan biaya iridium yang tinggi, sejumlah aplikasi telah dikembangkan di mana kekuatan mekanik merupakan faktor penting dalam beberapa kondisi yang sangat parah yang dihadapi dalam teknologi modern. | |||
[[Massa jenis|Kepadatan]] iridium terukur hanya sedikit lebih rendah (sekitar 0,12%) daripada osmium, [[Daftar unsur menurut nomor atom|logam terpadat]] yang diketahui. Beberapa ketidakjelasan terjadi mengenai unsur mana yang lebih padat, karena kecilnya perbedaan kepadatan dan kesulitan dalam mengukurnya secara akurat, tetapi, dengan peningkatan akurasi pada faktor yang digunakan untuk menghitung kepadatan, data [[kristalografi sinar-X]] menghasilkan kepadatan sebesar untuk iridium dan untuk osmium. | [[Massa jenis|Kepadatan]] iridium terukur hanya sedikit lebih rendah (sekitar 0,12%) daripada osmium, [[Daftar unsur menurut nomor atom|logam terpadat]] yang diketahui.<ref>Arblaster, J. W. [http://www.platinummetalsreview.com/dynamic/article/view/pmr-v39-i4-164-164 Osmium, the Densest Metal Known]. ''Platinum Metals Review''. 1995. Vol. 39 (4). hlm. 164.</ref><ref>Simon Cotton. ''Chemistry of Precious Metals''. Springer-Verlag New York, LLC. 1997. hlm. 78. ISBN 978-0-7514-0413-5.</ref> Beberapa ketidakjelasan terjadi mengenai unsur mana yang lebih padat, karena kecilnya perbedaan kepadatan dan kesulitan dalam mengukurnya secara akurat,<ref>Lide, D. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche00lide CRC Handbook of Chemistry and Physics]. Boca Raton (FL):CRC Press. 1990. ISBN 9780849304712.</ref> tetapi, dengan peningkatan akurasi pada faktor yang digunakan untuk menghitung kepadatan, data [[kristalografi sinar-X]] menghasilkan kepadatan sebesar untuk iridium dan untuk osmium.<ref>Arblaster, J. W. [https://technology.matthey.com/article/33/1/14-16/ Densities of osmium and iridium: recalculations based upon a review of the latest crystallographic data]. ''Platinum Metals Review''. 1989. Vol. 33 (1). hlm. 14–16.</ref> | ||
Iridium sangatlah rapuh, hingga pada titik di mana ia sulit untuk dilas karena zona yang terkena panas akan retak, tetapi dapat dibuat lebih ulet dengan menambahkan sejumlah kecil [[titanium]] dan [[zirkonium]] (0,2% dari masing-masing tampaknya bekerja dengan baik). | Iridium sangatlah rapuh, hingga pada titik di mana ia sulit untuk dilas karena zona yang terkena panas akan retak, tetapi dapat dibuat lebih ulet dengan menambahkan sejumlah kecil [[titanium]] dan [[zirkonium]] (0,2% dari masing-masing tampaknya bekerja dengan baik).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Uji kekerasan Vickers|Kekerasan Vickers]] platina murni adalah 56 HV, sedangkan platina dengan 50% iridium dapat mencapai lebih dari 500 HV. | [[Uji kekerasan Vickers|Kekerasan Vickers]] platina murni adalah 56 HV, sedangkan platina dengan 50% iridium dapat mencapai lebih dari 500 HV.<ref>A. S. Darling. [https://technology.matthey.com/article/4/1/18-26/ Iridium Platinum Alloys - A Critical Review Of Their Constitution And Properties]. ''Platinum Metals Review''. 1960. Vol. 4 (1). hlm. 18–26. Reviewed in ''Iridium–Platinum Alloys''. ''Nature''. 1960. Vol. 186 (4720). hlm. 211. doi:10.1038/186211a0.</ref><ref>T. Biggs. ''The Hardening of Platinum Alloys for Potential Jewellery Application''. ''Platinum Metals Review''. 2005. Vol. 49 (1). hlm. 2–15. doi:10.1595/147106705X24409.</ref> | ||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Iridium adalah logam paling [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|tahan korosi]] yang diketahui: ia tidak dapat diserang oleh berbagai [[asam]], termasuk [[air raja]]. Dengan adanya oksigen, ia bereaksi dengan garam [[sianida]]. Oksidan tradisional juga bereaksi, termasuk [[halogen]] dan oksigen pada suhu yang lebih tinggi. Iridium juga bereaksi langsung dengan [[belerang]] pada tekanan atmosfer untuk menghasilkan [[iridium disulfida]]. | Iridium adalah logam paling [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|tahan korosi]] yang diketahui:<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> ia tidak dapat diserang oleh berbagai [[asam]], termasuk [[air raja]]. Dengan adanya oksigen, ia bereaksi dengan garam [[sianida]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Oksidan tradisional juga bereaksi, termasuk [[halogen]] dan oksigen<ref>Perry, D. L. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000perr Handbook of Inorganic Compounds]. CRC Press. 1995. hlm. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000perr/page/203 203]–204. ISBN 978-1439814611.</ref> pada suhu yang lebih tinggi.<ref>[https://archive.org/details/chemistryfoundat0000unse/page/250 Chemistry Foundations and Applications]. Thomson Gale. 2004. Vol. 2. hlm. [https://archive.org/details/chemistryfoundat0000unse/page/250 250–251]. ISBN 978-0028657233.</ref> Iridium juga bereaksi langsung dengan [[belerang]] pada tekanan atmosfer untuk menghasilkan [[iridium disulfida]].<ref>[https://htracyhall.org/ocr/HTH-Archives/Cabinet%208/Drawer%203%20(MATI%20-%20MOZ)/(Munson,%20R.A.)%20(Muntoni,%20C.)%20(Murase,%20K.)%20(linked)/(Munson,%20R.A.)%20(Muntoni,%20C.)%20(Murase,%20K.)-237_OCR.pdf The Synthesis of Iridium Disulfide and Nickel diarsenide having the Pyrite Structure]. ''Inorganic Chemistry''. Februari 1968. Vol. 7. hlm. 389–390. doi:10.1021/ic50060a047.</ref> | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Iridium memiliki dua [[isotop]] stabil alami, <sup>191</sup>Ir dan <sup>193</sup>Ir, dengan [[kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] masing-masing 37,3% dan 62,7%.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Setidaknya 37 [[radionuklida|radioisotop]] juga telah disintesis, dengan [[nomor massa]] mulai dari 164 hingga 202. [[Iridium-192|<sup>192</sup>Ir]], yang berada di antara dua isotop stabil, adalah radioisotop yang paling stabil, dengan [[waktu paruh]] 73,827 hari, dan memiliki aplikasi dalam [[brakiterapi]]<ref>J. Mager Stellman. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 Encyclopaedia of Occupational Health and Safety]. International Labour Organization. 1998. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 63.19]. ISBN 978-92-2-109816-4.</ref> dan dalam [[radiografi]] industri, khususnya untuk pengujian nondestruktif las baja dalam industri minyak dan gas; sumber iridium-192 telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan radiologis. Tiga isotop lainnya memiliki waktu paruh setidaknya satu hari—<sup>188</sup>Ir, <sup>189</sup>Ir, dan <sup>190</sup>Ir.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop dengan massa di bawah 191 meluruh melalui beberapa kombinasi [[Emisi positron|peluruhan β<sup>+</sup>]], [[peluruhan alfa|peluruhan α]], dan [[emisi proton]] (langka), dengan pengecualian <sup>189</sup>Ir, yang meluruh melalui [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]]. Isotop sintetis yang lebih berat dari 191 meluruh melalui [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan β<sup>−</sup>]], meskipun <sup>192</sup>Ir juga memiliki jalur peluruhan penangkapan elektron minor.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Semua isotop iridium yang telah diketahui ditemukan antara tahun 1934 dan 2008, dengan penemuan terbaru adalah <sup>200–202</sup>Ir.<ref>R. Robinson. ''Discovery of tantalum, rhenium, osmium, and iridium isotopes''. ''Atomic Data and Nuclear Data Tables''. 2012. Vol. 98 (5). hlm. 911–932. doi:10.1016/j.adt.2011.09.003.</ref> | |||
Setidaknya 32 [[Isomer nuklir|isomer metastabil]] telah dikarakterisasi, mulai dari nomor massa 164 hingga 197. Yang paling stabil di antaranya adalah <sup>192m2</sup>Ir, yang meluruh melalui [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]] dengan waktu paruh 241 tahun,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> membuatnya lebih stabil daripada isotop sintetis iridium mana pun dalam [[keadaan dasar]]nya. Isomer yang paling tidak stabil adalah <sup>190m3</sup>Ir dengan waktu paruh hanya 2 μs.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop <sup>191</sup>Ir adalah yang pertama dari unsur apa pun yang diketahui memiliki [[efek Mössbauer]]. Ini membuatnya berguna untuk [[spektroskopi Mössbauer]] untuk penelitian di bidang fisika, kimia, biokimia, metalurgi, dan mineralogi.<ref>Chereminisoff, N. P. ''Handbook of Ceramics and Composites''. CRC Press. 1990. hlm. 424. ISBN 978-0-8247-8006-7.</ref> | |||
Setidaknya 32 [[Isomer nuklir|isomer metastabil]] telah dikarakterisasi, mulai dari nomor massa 164 hingga 197. Yang paling stabil di antaranya adalah <sup>192m2</sup>Ir, yang meluruh melalui [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]] dengan waktu paruh 241 tahun, membuatnya lebih stabil daripada isotop sintetis iridium mana pun dalam [[keadaan dasar]]nya. Isomer yang paling tidak stabil adalah <sup>190m3</sup>Ir dengan waktu paruh hanya 2 μs. Isotop <sup>191</sup>Ir adalah yang pertama dari unsur apa pun yang diketahui memiliki [[efek Mössbauer]]. Ini membuatnya berguna untuk [[spektroskopi Mössbauer]] untuk penelitian di bidang fisika, kimia, biokimia, metalurgi, dan mineralogi. | |||
==Kimia== | ==Kimia== | ||
{|class="wikitable" style="float:right;margin:1em" | |||
|- | |||
! colspan=2| Keadaan oksidasi | |||
|- | |||
| −3|| | |||
|- | |||
| −1|| | |||
|- | |||
| 0|| | |||
|- | |||
| '''+1'''|| | |||
|- | |||
| +2|| | |||
|- | |||
| '''+3'''|| | |||
|- | |||
| '''+4'''|| | |||
|- | |||
| +5|| | |||
|- | |||
| +6|| | |||
|- | |||
| +7|| | |||
|- | |||
| +8|| | |||
|- | |||
| +9||<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
|} | |||
===Keadaan oksidasi=== | ===Keadaan oksidasi=== | ||
Iridium membentuk berbagai senyawa dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] antara −3 dan +9, tetapi keadaan oksidasi yang paling umum adalah +1, +3, dan +4. Senyawa yang telah dikarakterisasi dengan baik yang mengandung iridium dalam keadaan oksidasi +6 meliputi [[Iridium heksafluorida|Iridium heksafluorida]] serta oksida dan . [[Iridium tetroksida|Iridium(VIII) oksida]] () dihasilkan dalam kondisi isolasi matriks pada suhu 6 K dalam [[argon]]. Keadaan oksidasi tertinggi (+9), yang juga merupakan keadaan oksidasi tercatat tertinggi untuk ''setiap'' unsur, ditemukan dalam kation yang berwujud gas. | Iridium membentuk berbagai senyawa dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] antara −3 dan +9, tetapi keadaan oksidasi yang paling umum adalah +1, +3, dan +4.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Senyawa yang telah dikarakterisasi dengan baik yang mengandung iridium dalam keadaan oksidasi +6 meliputi [[Iridium heksafluorida|Iridium heksafluorida]] serta oksida dan .<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref><ref>D. Jung. ''High Oxygen Pressure and the Preparation of New Iridium (VI) Oxides with Perovskite Structure: (M = Ca, Mg)''. ''Journal of Solid State Chemistry''. 1995. Vol. 115 (2). hlm. 447–455. doi:10.1006/jssc.1995.1158.</ref> [[Iridium tetroksida|Iridium(VIII) oksida]] () dihasilkan dalam kondisi isolasi matriks pada suhu 6 K dalam [[argon]].<ref>Gong, Y. ''Formation and Characterization of the Iridium Tetroxide Molecule with Iridium in the Oxidation State +VIII''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2009. Vol. 48 (42). hlm. 7879–7883. doi:10.1002/anie.200902733.</ref> Keadaan oksidasi tertinggi (+9), yang juga merupakan keadaan oksidasi tercatat tertinggi untuk ''setiap'' unsur, ditemukan dalam kation yang berwujud gas.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
===Senyawa biner=== | ===Senyawa biner=== | ||
Iridium tidak membentuk [[hidrida]] [[senyawa biner|biner]]. Hanya satu [[senyawa biner|oksida biner]] yang terkarakterisasi dengan baik: [[Iridium(IV) oksida|iridium dioksida]], . Ia adalah padatan hitam biru yang mengadopsi [[struktur fluorit]]. Sebuah [[sesquioksida]], , digambarkan sebagai bubuk biru kehitaman, yang dioksidasi menjadi oleh . Disulfida, diselenida, sesquisulfida, dan sesquiselenida yang sesuai juga diketahui, serta . | Iridium tidak membentuk [[hidrida]] [[senyawa biner|biner]]. Hanya satu [[senyawa biner|oksida biner]] yang terkarakterisasi dengan baik: [[Iridium(IV) oksida|iridium dioksida]], . Ia adalah padatan hitam biru yang mengadopsi [[struktur fluorit]].<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Sebuah [[sesquioksida]], , digambarkan sebagai bubuk biru kehitaman, yang dioksidasi menjadi oleh .<ref>Perry, D. L. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000perr Handbook of Inorganic Compounds]. CRC Press. 1995. hlm. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000perr/page/203 203]–204. ISBN 978-1439814611.</ref> Disulfida, diselenida, sesquisulfida, dan sesquiselenida yang sesuai juga diketahui, serta .<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> | ||
Trihalida biner, , dikenal untuk semua halogen. Untuk keadaan oksidasi +4 ke atas, hanya [[Iridium tetrafluorida|tetrafluorida]], [[Iridium(V) fluorida|pentafluorida]], dan [[Iridium heksafluorida|heksafluorida]] yang diketahui. Iridium heksafluorida, , adalah padatan kuning yang volatil, terdiri dari molekul oktahedron. Ia akan terurai dalam air dan tereduksi menjadi . Iridium pentafluorida juga merupakan oksidan yang kuat, tetapi ia merupakan sebuah [[tetramer]], , yang dibentuk oleh empat oktahedra yang berbagi sudut. | Trihalida biner, , dikenal untuk semua halogen.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Untuk keadaan oksidasi +4 ke atas, hanya [[Iridium tetrafluorida|tetrafluorida]], [[Iridium(V) fluorida|pentafluorida]], dan [[Iridium heksafluorida|heksafluorida]] yang diketahui.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Iridium heksafluorida, , adalah padatan kuning yang volatil, terdiri dari molekul oktahedron. Ia akan terurai dalam air dan tereduksi menjadi .<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Iridium pentafluorida juga merupakan oksidan yang kuat, tetapi ia merupakan sebuah [[tetramer]], , yang dibentuk oleh empat oktahedra yang berbagi sudut.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> | ||
===Kompleks=== | ===Kompleks=== | ||
Iridium memiliki [[kompleks koordinasi|kimia koordinasi]] yang luas. | Iridium memiliki [[kompleks koordinasi|kimia koordinasi]] yang luas. | ||
Iridium dalam kompleksnya selalu memiliki [[Keadaan spin (elektron d)|spin rendah]]. Ir(III) dan Ir(IV) umumnya membentuk [[Geometri molekul oktahedral|kompleks oktahedron]]. Kompleks polihidrida dikenal dengan keadaan oksidasi +5 dan +3. Salah satu contohnya adalah . Hidrida terner diyakini mengandung anion dan 18-elektron . | Iridium dalam kompleksnya selalu memiliki [[Keadaan spin (elektron d)|spin rendah]]. Ir(III) dan Ir(IV) umumnya membentuk [[Geometri molekul oktahedral|kompleks oktahedron]].<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Kompleks polihidrida dikenal dengan keadaan oksidasi +5 dan +3.<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> Salah satu contohnya adalah .<ref>Miguel A. Esteruelas. ''Polyhydrides of Platinum Group Metals: Nonclassical Interactions and σ-Bond Activation Reactions''. ''Chemical Reviews''. 2016. Vol. 116 (15). hlm. 8770–8847. doi:10.1021/acs.chemrev.6b00080.</ref> Hidrida terner diyakini mengandung anion dan 18-elektron .<ref>R. Černý. '', a new metal hydride containing saddle-like and square-pyramidal hydrido complexes''. ''Journal of Alloys and Compounds''. 2002. Vol. 340 (1–2). hlm. 180–188. doi:10.1016/S0925-8388(02)00050-6.</ref> | ||
Iridium juga membentuk berbagai [[oksianion]] dengan keadaan oksidasi +4 dan +5. dan dapat dibuat dari reaksi [[kalium oksida]] atau [[kalium superoksida]] dengan iridium pada suhu tinggi. Padatan tersebut tidak larut dalam pelarut konvensional. | Iridium juga membentuk berbagai [[oksianion]] dengan keadaan oksidasi +4 dan +5. dan dapat dibuat dari reaksi [[kalium oksida]] atau [[kalium superoksida]] dengan iridium pada suhu tinggi. Padatan tersebut tidak larut dalam pelarut konvensional.<ref>Gulliver, D. J. ''The chemistry of ruthenium, osmium, rhodium, iridium, palladium and platinum in the higher oxidation states''. ''Coordination Chemistry Reviews''. 1982. Vol. 46. hlm. 1–127. doi:10.1016/0010-8545(82)85001-7.</ref> | ||
Sama seperti banyak unsur, iridium membentuk berbagai kompleks klorida yang penting. Asam heksakloroiridat(IV), , dan garam amoniumnya adalah senyawa iridium yang paling umum dari perspektif industri dan preparatif. Mereka adalah zat antara dalam pemurnian iridium dan digunakan sebagai prekursor untuk sebagian besar senyawa iridium lainnya, serta dalam pembuatan pelapis [[anode|anoda]]. Ion memiliki warna cokelat gelap pekat, dan dapat dengan mudah direduksi menjadi yang berwarna lebih terang, dan sebaliknya. [[Iridium(III) klorida|Iridium triklorida]], , yang dapat diperoleh dalam bentuk anhidrat dari oksidasi langsung bubuk iridium oleh [[klorin]] pada suhu 650 °C, atau dalam bentuk terhidrasi dengan melarutkan dalam [[asam klorida]], sering digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis senyawa Ir(III) lainnya. Senyawa lain yang digunakan sebagai bahan awal adalah amonium heksakloroiridat(III), . | Sama seperti banyak unsur, iridium membentuk berbagai kompleks klorida yang penting. Asam heksakloroiridat(IV), , dan garam amoniumnya adalah senyawa iridium yang paling umum dari perspektif industri dan preparatif.<ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref> Mereka adalah zat antara dalam pemurnian iridium dan digunakan sebagai prekursor untuk sebagian besar senyawa iridium lainnya, serta dalam pembuatan pelapis [[anode|anoda]]. Ion memiliki warna cokelat gelap pekat, dan dapat dengan mudah direduksi menjadi yang berwarna lebih terang, dan sebaliknya.<ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref> [[Iridium(III) klorida|Iridium triklorida]], , yang dapat diperoleh dalam bentuk anhidrat dari oksidasi langsung bubuk iridium oleh [[klorin]] pada suhu 650 °C,<ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref> atau dalam bentuk terhidrasi dengan melarutkan dalam [[asam klorida]], sering digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis senyawa Ir(III) lainnya.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Senyawa lain yang digunakan sebagai bahan awal adalah amonium heksakloroiridat(III), . | ||
Di hadapan udara, logam iridium akan larut dalam sianida logam alkali cair untuk menghasilkan ion (heksasianoiridat). | Di hadapan udara, logam iridium akan larut dalam sianida logam alkali cair untuk menghasilkan ion (heksasianoiridat). | ||
===Kimia organoiridium=== | ===Kimia organoiridium=== | ||
[[Kimia organoiridium|Senyawa organoiridium]] mengandung ikatan iridium–[[karbon]]. Beberapa penelitian awal telah mengidentifikasi [[tetrairidium dodekakarbonil]] () yang sangat stabil.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Dalam senyawa ini, masing-masing atom iridium terikat pada tiga lainnya, membentuk sebuah gugus tetrahedron. Penemuan [[kompleks Vaska]] () membuka pintu untuk reaksi [[adisi oksidatif]], sebuah proses fundamental untuk berbagai reaksi yang berguna. Misalnya, [[katalis Crabtree]], sebuah [[katalisis homogen|katalis homogen]] untuk reaksi [[hidrogenasi]].<ref>R. H. Crabtree. ''Iridium compounds in catalysis''. ''Accounts of Chemical Research''. 1979. Vol. 12 (9). hlm. 331–337. doi:10.1021/ar50141a005.</ref><ref>Crabtree, R. H. [http://chimicibicocca.altervista.org/data/chimica_lucidi.pdf The Organometallic Chemistry of the Transition Metals]. Wiley. 2005. ISBN 978-0471662563.</ref> | |||
Kompleks Iridium memainkan peran penting dalam pengembangan [[pengaktifan ikatan karbon–hidrogen]] (pengaktifan C–H), yang memungkinkan fungsionalisasi hidrokarbon, yang secara tradisional dianggap tidak reaktif.<ref>John F. Hartwig. ''Regioselectivity of the Borylation of Alkanes and Arenes''. ''Chemical Society Reviews''. 2011. Vol. 40 (4). hlm. 1992–2002. doi:10.1039/c0cs00156b.</ref> | |||
Kompleks Iridium memainkan peran penting dalam pengembangan [[pengaktifan ikatan karbon–hidrogen]] (pengaktifan C–H), yang memungkinkan fungsionalisasi hidrokarbon, yang secara tradisional dianggap tidak reaktif. | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
===Golongan platina=== | ===Golongan platina=== | ||
Penemuan iridium memiliki kaitan dengan penemuan platina dan logam lain dari golongan platina. Referensi Eropa pertama untuk platina muncul pada tahun 1557 dalam tulisan-tulisan karya humanis [[Italia]] [[Julius Caesar Scaliger|Julius C. Scaliger]] sebagai deskripsi dari sebuah logam mulia yang tidak diketahui yang ditemukan antara [[Provinsi Darién|Darién]] dan Meksiko, "yang belum dapat dicairkan oleh api atau kecerdasan Spanyol mana pun".<ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. VIII. The platinum metals''. ''Journal of Chemical Education''. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse/page/385 385]–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.</ref> Dari pertemuan pertama mereka dengan platina, orang Spanyol umumnya melihat logam itu sebagai semacam pengotor emas, dan diperlakukan seperti itu. Ia sering dibuang begitu saja, dan ada keputusan resmi yang melarang [[cemaran|adulterasi]] emas dengan platina.<ref>Donald McDonald, Leslie B. Hunt. [https://archive.org/details/historyofplatinu0000mcdo A History of Platinum and its Allied Metals]. Johnson Matthey Plc. 1982. hlm. [https://archive.org/details/historyofplatinu0000mcdo/page/7 7]–8. ISBN 978-0-905118-83-3.</ref> | |||
Pada tahun 1735, [[Antonio de Ulloa]] dan [[Jorge Juan y Santacilia]] melihat penduduk asli Amerika menambang platina saat orang Spanyol melakukan perjalanan melalui Kolombia dan Peru selama delapan tahun. Ulloa dan Juan menemukan beberapa tambang dengan bongkahan logam keputihan dan membawanya pulang ke Spanyol. Antonio de Ulloa kembali ke Spanyol dan mendirikan laboratorium mineralogi pertama di Spanyol dan merupakan orang pertama yang mempelajari platina secara sistematis, yaitu pada tahun 1748. Catatan sejarahnya mengenai ekspedisi tersebut mencakup deskripsi mengenai platina yang tidak dapat dipisahkan atau di[[kalsinasi]]. Ulloa juga mengantisipasi penemuan tambang platina. Setelah menerbitkan laporan tersebut pada tahun 1748, Ulloa tidak melanjutkan penyelidikan logam baru tersebut. Pada 1758, dia dikirim untuk mengawasi operasi penambangan raksa di [[Huancavelica]].<ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. VIII. The platinum metals''. ''Journal of Chemical Education''. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse/page/385 385]–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.</ref> | |||
Pada tahun 1741, Charles Wood,<ref>Joshua Dixon. [https://books.google.com/books?id=525bAAAAQAAJ&pg=PP7 The literary life of William Brownrigg. To which are added an account of the coal mines near Whitehaven: And Observations on the means of preventing epidemic fevers]. 1801. hlm. 52.</ref> seorang [[metalurgi|ahli metalurgi]] Britania Raya, menemukan berbagai sampel platina Kolombia di Jamaika, yang dikirimnya ke [[William Brownrigg]] untuk penyelidikan lebih lanjut. | |||
Pada tahun 1750, setelah mempelajari platina yang dikirim kepadanya oleh Wood, Brownrigg memberikan penjelasan rinci mengenai logam tersebut kepada [[Royal Society]], menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat penyebutannya dalam catatan sebelumnya mengenai berbagai mineral yang diketahui.<ref>Wm Watson. ''Several Papers concerning a New Semi-Metal, Called Platina; Communicated to the Royal Society by Mr. Wm. Watson F. R. S''. ''Philosophical Transactions''. 1749. Vol. 46 (491–496). hlm. 584–596. doi:10.1098/rstl.1749.0110.</ref> Brownrigg juga mencatat titik lebur platina yang sangat tinggi dan perilakunya seperti logam tahan api terhadap [[boraks]]. Kimiawan lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platina, termasuk [[Andreas Sigismund Marggraf|Andreas S. Marggraf]],<ref>Andreas Sigismund Marggraf. [https://books.google.com/books?id=GWNQAAAAcAAJ Versuche mit dem neuen mineralischen Körper Platina del pinto genannt]. 1760.</ref> [[Torbern Bergman|Torbern O. Bergman]], [[Jöns Jakob Berzelius|Jöns J. Berzelius]], [[William Lewis (ilmuwan)|William Lewis]], dan [[Pierre Macquer]]. Pada tahun 1752, [[Henrik Teofilus Scheffer|Henrik T. Scheffer]] menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah mendetail mengenai logam tersebut, yang dia sebut sebagai "emas putih", termasuk penjelasan tentang bagaimana dia berhasil menggabungkan bijih platina dengan bantuan [[arsen]]. Scheffer menggambarkan platina sebagai kurang lentur dibandingkan emas, tetapi memiliki ketahanan yang sama terhadap korosi.<ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. VIII. The platinum metals''. ''Journal of Chemical Education''. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse/page/385 385]–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.</ref> | |||
Pada tahun 1750, setelah mempelajari platina yang dikirim kepadanya oleh Wood, Brownrigg memberikan penjelasan rinci mengenai logam tersebut kepada [[Royal Society]], menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat penyebutannya dalam catatan sebelumnya mengenai berbagai mineral yang diketahui. Brownrigg juga mencatat titik lebur platina yang sangat tinggi dan perilakunya seperti logam tahan api terhadap [[boraks]]. Kimiawan lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platina, termasuk [[Andreas Sigismund Marggraf|Andreas S. Marggraf]], [[Torbern Bergman|Torbern O. Bergman]], [[Jöns Jakob Berzelius|Jöns J. Berzelius]], [[William Lewis (ilmuwan)|William Lewis]], dan [[Pierre Macquer]]. Pada tahun 1752, [[Henrik Teofilus Scheffer|Henrik T. Scheffer]] menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah mendetail mengenai logam tersebut, yang dia sebut sebagai "emas putih", termasuk penjelasan tentang bagaimana dia berhasil menggabungkan bijih platina dengan bantuan [[arsen]]. Scheffer menggambarkan platina sebagai kurang lentur dibandingkan emas, tetapi memiliki ketahanan yang sama terhadap korosi. | |||
===Penemuan=== | ===Penemuan=== | ||
Para kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam [[air raja]] (sebuah campuran [[asam klorida]] dan [[asam nitrat|nitrat]]) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut. [[Joseph Louis Proust|Joseph L. Proust]] berpikir bahwa residu tersebut adalah [[grafit]]. Kimiawan Prancis [[Hippolyte-Victor Collet-Descotils|Victor Collet-Descotils]], [[Antoine François, comte de Fourcroy]], dan [[Louis Nicolas Vauquelin|Louis N. Vauquelin]] juga mengamati residu hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh cukup untuk melakukan eksperimen lebih lanjut. | Para kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam [[air raja]] (sebuah campuran [[asam klorida]] dan [[asam nitrat|nitrat]]) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> [[Joseph Louis Proust|Joseph L. Proust]] berpikir bahwa residu tersebut adalah [[grafit]].<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Kimiawan Prancis [[Hippolyte-Victor Collet-Descotils|Victor Collet-Descotils]], [[Antoine François, comte de Fourcroy]], dan [[Louis Nicolas Vauquelin|Louis N. Vauquelin]] juga mengamati residu hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh cukup untuk melakukan eksperimen lebih lanjut.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | ||
Pada tahun 1803, ilmuwan Britania Raya [[Smithson Tennant]] (1761–1815) menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk tersebut secara bergantian dengan alkali dan asam dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ''ptene'', dari kata Yunani ''ptēnós'', "bersayap". Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium. Dia memperoleh kristal merah tua (kemungkinan ]·''n'') melalui serangkaian reaksi dengan [[natrium hidroksida]] dan [[asam klorida]]. Dia menamainya iridium dari [[Iris (mitologi)|Iris]] (), dewi pelangi bersayap Yunani dan utusan dewa Olimpus, karena banyak [[garam (kimia)|garam]] yang dia peroleh memiliki warna kuat. Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada [[Royal Society]] pada 21 Juni 1804. | Pada tahun 1803, ilmuwan Britania Raya [[Smithson Tennant]] (1761–1815) menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk tersebut secara bergantian dengan alkali dan asam<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ''ptene'', dari kata Yunani ''ptēnós'', "bersayap".<ref>Thomson, T. [https://archive.org/details/asystemchemistr07thomgoog A System of Chemistry of Inorganic Bodies]. Baldwin & Cradock, London; and William Blackwood, Edinburgh. 1831. Vol. 1. hlm. [https://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.32266/page/n721/mode/2up 693].</ref><ref>Griffith, W. P. [http://www.technology.matthey.com/article/48/4/182-189/ Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries]. ''Platinum Metals Review''. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704x4844.</ref> Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref><ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Dia memperoleh kristal merah tua (kemungkinan ]·''n'') melalui serangkaian reaksi dengan [[natrium hidroksida]] dan [[asam klorida]].<ref>Griffith, W. P. [http://www.technology.matthey.com/article/48/4/182-189/ Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries]. ''Platinum Metals Review''. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704x4844.</ref> Dia menamainya iridium dari [[Iris (mitologi)|Iris]] (), dewi pelangi bersayap Yunani dan utusan dewa Olimpus, karena banyak [[garam (kimia)|garam]] yang dia peroleh memiliki warna kuat.<ref>Weeks, M. E. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse/page/414 414]–418. ISBN 978-0-8486-8579-9.</ref> Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada [[Royal Society]] pada 21 Juni 1804.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref><ref>S. Tennant. [https://zenodo.org/record/1432312 On Two Metals, Found in the Black Powder Remaining after the Solution of Platina]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1804. Vol. 94. hlm. 411–418. doi:10.1098/rstl.1804.0018.</ref> | ||
===Pengerjaan logam dan aplikasi=== | ===Pengerjaan logam dan aplikasi=== | ||
Ilmuwan Britania Raya [[John George Children|John G. Children]] adalah orang pertama yang meleburkan sampel iridium pada tahun 1813 dengan bantuan "baterai galvanik terbesar yang pernah dibuat" (pada waktu itu). Orang pertama yang memperoleh iridium dengan kemurnian tinggi adalah [[Robert Hare (kimiawan)|Robert Hare]] pada tahun 1842. Dia menemukan bahwa iridium memiliki kepadatan sekitar dan mencatat bahwa logam tersebut hampir tidak dapat dibentuk dan sangat keras. Peleburan pertama dalam jumlah yang cukup besar dilakukan oleh [[Henri Étienne Sainte-Claire Deville|Henri Sainte-Claire Deville]] dan [[Jules Henri Debray|Jules H. Debray]] pada tahun 1860. Mereka membutuhkan pembakaran lebih dari gas dan murni untuk setiap iridium. | Ilmuwan Britania Raya [[John George Children|John G. Children]] adalah orang pertama yang meleburkan sampel iridium pada tahun 1813 dengan bantuan "baterai galvanik terbesar yang pernah dibuat" (pada waktu itu).<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Orang pertama yang memperoleh iridium dengan kemurnian tinggi adalah [[Robert Hare (kimiawan)|Robert Hare]] pada tahun 1842. Dia menemukan bahwa iridium memiliki kepadatan sekitar dan mencatat bahwa logam tersebut hampir tidak dapat dibentuk dan sangat keras. Peleburan pertama dalam jumlah yang cukup besar dilakukan oleh [[Henri Étienne Sainte-Claire Deville|Henri Sainte-Claire Deville]] dan [[Jules Henri Debray|Jules H. Debray]] pada tahun 1860. Mereka membutuhkan pembakaran lebih dari gas dan murni untuk setiap iridium.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | ||
Kesulitan ekstrem dalam peleburan logam ini membatasi kemungkinan penanganan iridium. [[John Isaac Hawkins|John I. Hawkins]] sedang mencari titik halus dan keras untuk ujung pulpen, dan pada tahun 1834 dia berhasil membuat pena emas dengan ujung iridium. Pada tahun 1880, [[John Holland (pembuat pena)|John Holland]] dan [[William Lofland Dudley|William L. Dudley]] mampu meleburkan iridium dengan menambahkan [[fosforus]] dan mematenkan prosesnya di Amerika Serikat; perusahaan Britania Raya [[Johnson Matthey]] kemudian menyatakan bahwa mereka telah menggunakan proses serupa sejak 1837 dan telah menyajikan iridium yang menyatu di sejumlah [[Pameran Dunia]]. Penggunaan pertama paduan iridium dengan rutenium dalam [[termokopel]] dilakukan oleh Otto Feussner pada tahun 1933. Ini memungkinkan pengukuran suhu tinggi di udara hingga . | Kesulitan ekstrem dalam peleburan logam ini membatasi kemungkinan penanganan iridium. [[John Isaac Hawkins|John I. Hawkins]] sedang mencari titik halus dan keras untuk ujung pulpen, dan pada tahun 1834 dia berhasil membuat pena emas dengan ujung iridium. Pada tahun 1880, [[John Holland (pembuat pena)|John Holland]] dan [[William Lofland Dudley|William L. Dudley]] mampu meleburkan iridium dengan menambahkan [[fosforus]] dan mematenkan prosesnya di Amerika Serikat; perusahaan Britania Raya [[Johnson Matthey]] kemudian menyatakan bahwa mereka telah menggunakan proses serupa sejak 1837 dan telah menyajikan iridium yang menyatu di sejumlah [[Pameran Dunia]].<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Penggunaan pertama paduan iridium dengan rutenium dalam [[termokopel]] dilakukan oleh Otto Feussner pada tahun 1933. Ini memungkinkan pengukuran suhu tinggi di udara hingga .<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | ||
Di Munich, Jerman pada tahun 1957 [[Rudolf Ludwig Mössbauer|Rudolf L. Mössbauer]], dalam apa yang disebut sebagai salah satu "percobaan penting dalam fisika abad ke-20", menemukan emisi dan penyerapan [[sinar gama]] yang beresonansi dan bebas-[[Rekoil atom|rekoil]] oleh beberapa atom dalam sebuah sampel logam padat yang hanya mengandung <sup>191</sup>Ir. Fenomena ini, yang dikenal sebagai [[efek Mössbauer]] mengantarnya pada [[Penghargaan Nobel Fisika]] pada tahun 1961, di usianya yang ke-32 tahun, hanya tiga tahun setelah dia menerbitkan penemuannya. | Di Munich, Jerman pada tahun 1957 [[Rudolf Ludwig Mössbauer|Rudolf L. Mössbauer]], dalam apa yang disebut sebagai salah satu "percobaan penting dalam fisika abad ke-20",<ref>Trigg, G. L. [https://books.google.com/books?id=YOQ9fi5yQ4sC Landmark Experiments in Twentieth Century Physics]. Courier Dover Publications. 1995. hlm. 179–190. ISBN 978-0-486-28526-9.</ref> menemukan emisi dan penyerapan [[sinar gama]] yang beresonansi dan bebas-[[Rekoil atom|rekoil]] oleh beberapa atom dalam sebuah sampel logam padat yang hanya mengandung <sup>191</sup>Ir.<ref>R. L. Mössbauer. ''Gammastrahlung in Ir 191''. ''Zeitschrift für Physik A''. 1958. Vol. 151 (2). hlm. 124–143. doi:10.1007/BF01344210.</ref> Fenomena ini, yang dikenal sebagai [[efek Mössbauer]] mengantarnya pada [[Penghargaan Nobel Fisika]] pada tahun 1961, di usianya yang ke-32 tahun, hanya tiga tahun setelah dia menerbitkan penemuannya.<ref>I. Waller. [http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1961/press.html Nobel Lectures, Physics 1942–1962]. Elsevier. 1964.</ref> | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Bersama dengan semua unsur yang memiliki [[massa atom relatif|berat atom]] lebih tinggi dari [[besi]], iridium hanya terbentuk secara alami melalui [[proses r|proses-r]] (penangkapan neutron cepat) dalam [[supernova]] dan [[tabrakan bintang neutron]]. | Bersama dengan semua unsur yang memiliki [[massa atom relatif|berat atom]] lebih tinggi dari [[besi]], iridium hanya terbentuk secara alami melalui [[proses r|proses-r]] (penangkapan neutron cepat) dalam [[supernova]] dan [[tabrakan bintang neutron]].<ref>[http://herschel.jpl.nasa.gov/chemicalOrigins.shtml History/Origin of Chemicals]. NASA.</ref><ref>Hsin-Yu Chen. ''The Relative Contribution to Heavy Metals Production from Binary Neutron Star Mergers and Neutron Star–Black Hole Mergers''. ''The Astrophysical Journal Letters''. American Astronomical Society. 1 Oktober 2021. Vol. 920 (1). hlm. L3. doi:10.3847/2041-8213/ac26c6.</ref> | ||
Iridium adalah salah satu dari sembilan unsur stabil paling tidak melimpah di kerak Bumi, memiliki fraksi massa rata-rata 0,001 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] di batuan kerak; [[platina]] 10 kali lebih melimpah, [[emas]] 40 kali lebih melimpah, serta [[perak]] dan [[raksa]] 80 kali lebih melimpah.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> [[Telurium]] kira-kira sama melimpahnya dengan iridium.<ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Berbeda dengan kelimpahannya yang rendah di batuan kerak, iridium relatif umum ditemukan di [[meteorit]], dengan konsentrasi 0,5 ppm atau lebih.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/Iridium.pdf Iridium]. ''Human Health Fact Sheet''. Argonne National Laboratory. 2005.</ref> Konsentrasi keseluruhan iridium di tanah dianggap jauh lebih tinggi daripada yang diamati pada batuan kerak, tetapi karena kepadatan dan sifat [[Klasifikasi Goldschmidt#Unsur siderofil|siderofil]] ("mencintai besi") iridium, ia turun di bawah kerak dan masuk ke [[Struktur Bumi#Inti Bumi|inti Bumi]] ketika planet ini masih cair.<ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref> | |||
Iridium ditemukan di alam sebagai unsur yang tidak digabungkan atau dalam [[logam paduan|paduan]] alami; terutama paduan iridium–osmium, [[osmiridium]] (kaya osmium), dan [[osmiridium|iridosmium]] (kaya iridium).<ref>J. Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/201 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/201 201–204]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Dalam endapan [[nikel]] dan [[tembaga]], logam golongan platina terjadi sebagai [[sulfida]] (yakni (), [[telurida]] (yakni PtBiTe), [[antimonida]] (PdSb), dan [[arsenida]] (yakni ). Dalam semua senyawa ini, platina ditukar dengan sejumlah kecil iridium dan osmium. Seperti semua logam golongan platina, iridium dapat ditemukan secara alami dalam paduan dengan nikel mentah atau [[tembaga asli|tembaga mentah]].<ref>Z. Xiao. ''Characterizing and recovering the platinum group minerals—a review''. ''Minerals Engineering''. 2004. Vol. 17 (9–10). hlm. 961–979. doi:10.1016/j.mineng.2004.04.001.</ref> Sejumlah mineral dominan iridium, dengan iridium sebagai unsur pembentuk spesies, telah diketahui. Mereka sangatlah langka dan sering mewakili analog iridium dari yang diberikan di atas. Contohnya adalah irasit dan kuproiridsit, untuk menyebutkan beberapa.<ref>[http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/cuproiridsite.pdf Cuproiridsite CuIr 2 S 4]. ''Hanbook of mineralogy.org''.</ref><ref>Vitaly A. Stepanov. [https://www.fmm.ru/images/8/89/NDM_2010_45_Stepanov_eng.pdf Irasite Discovery in Copper-Nickel Ores of Shanuch Deposit (KAMCHATKA)]. ''New Data on Minerals''. 2010. Vol. 45. hlm. 23.</ref><ref>Giorgio Garuti. [https://rruff.info/uploads/CM33_509.pdf Iridium, Rhodium, and Platinum Sulfides in Chromitites from the Ultramafic Massifs of Finero, Italy, and Ojen, Spain]. ''The Canadian Mineralogist''. 1995. Vol. 33. hlm. 509–520.</ref> Di dalam kerak Bumi, iridium ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologi: kawah tumbukan, endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari salah satu endapan beku. Cadangan primer terbesar yang diketahui berada di [[Kompleks Batuan Beku Bushveld|kompleks batuan beku Bushveld]] di [[Afrika Selatan]],<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.</ref> (dekat struktur tumbukan terbesar yang diketahui, [[Kawah Vredefort|struktur tumbukan Vredefort]]) meskipun endapan tembaga–nikel besar dekat [[Norilsk#Endapan nikel Norilsk-Talnakh|Norilsk]] di [[Rusia]], dan [[Cekungan Sudbury]] (juga sebuah kawah tumbukan) di [[Kanada]] juga merupakan sumber iridium yang signifikan. Beberapa cadangan yang lebih kecil ditemukan di Amerika Serikat.<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.</ref> Iridium juga ditemukan dalam endapan sekunder, dikombinasikan dengan platina dan logam golongan platina lainnya dalam endapan [[aluvium|aluvial]]. Endapan aluvial yang digunakan oleh orang-orang [[Amerika Pra-Kolumbus|pra-Kolumbus]] di [[Departemen Chocó]], [[Kolombia]] masih menjadi sumber logam golongan platina. Hingga tahun 2003, cadangan dunia belum diperkirakan.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> | |||
Iridium ditemukan di alam sebagai unsur yang tidak digabungkan atau dalam [[logam paduan|paduan]] alami; terutama paduan iridium–osmium, [[osmiridium]] (kaya osmium), dan [[osmiridium|iridosmium]] (kaya iridium). Dalam endapan [[nikel]] dan [[tembaga]], logam golongan platina terjadi sebagai [[sulfida]] (yakni (), [[telurida]] (yakni PtBiTe), [[antimonida]] (PdSb), dan [[arsenida]] (yakni ). Dalam semua senyawa ini, platina ditukar dengan sejumlah kecil iridium dan osmium. Seperti semua logam golongan platina, iridium dapat ditemukan secara alami dalam paduan dengan nikel mentah atau [[tembaga asli|tembaga mentah]]. Sejumlah mineral dominan iridium, dengan iridium sebagai unsur pembentuk spesies, telah diketahui. Mereka sangatlah langka dan sering mewakili analog iridium dari yang diberikan di atas. Contohnya adalah irasit dan kuproiridsit, untuk menyebutkan beberapa. Di dalam kerak Bumi, iridium ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologi: kawah tumbukan, endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari salah satu endapan beku. Cadangan primer terbesar yang diketahui berada di [[Kompleks Batuan Beku Bushveld|kompleks batuan beku Bushveld]] di [[Afrika Selatan]], (dekat struktur tumbukan terbesar yang diketahui, [[Kawah Vredefort|struktur tumbukan Vredefort]]) meskipun endapan tembaga–nikel besar dekat [[Norilsk#Endapan nikel Norilsk-Talnakh|Norilsk]] di [[Rusia]], dan [[Cekungan Sudbury]] (juga sebuah kawah tumbukan) di [[Kanada]] juga merupakan sumber iridium yang signifikan. Beberapa cadangan yang lebih kecil ditemukan di Amerika Serikat. Iridium juga ditemukan dalam endapan sekunder, dikombinasikan dengan platina dan logam golongan platina lainnya dalam endapan [[aluvium|aluvial]]. Endapan aluvial yang digunakan oleh orang-orang [[Amerika Pra-Kolumbus|pra-Kolumbus]] di [[Departemen Chocó]], [[Kolombia]] masih menjadi sumber logam golongan platina. Hingga tahun 2003, cadangan dunia belum diperkirakan. | |||
===Oseanografi laut=== | ===Oseanografi laut=== | ||
Iridium ditemukan dalam organisme laut, [[sedimen]], dan kolom air. Kelimpahan iridium dalam air laut dan organisme relatif rendah, karena ia tidak mudah membentuk [[Kompleks klorida logam transisi|kompleks klorida]]. Kelimpahannya dalam organisme adalah sekitar 20 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]], atau sekitar lima [[tingkat besaran]] lebih kecil daripada di [[batuan sedimen]] pada [[batas Kapur–Paleogen|batas Kapur–Paleogen (K–T)]]. Konsentrasi iridium dalam air laut dan sedimen laut peka terhadap [[Oksigenasi (lingkungan)|oksigenasi laut]], suhu air laut, serta berbagai proses geologis dan biologis. | Iridium ditemukan dalam organisme laut, [[sedimen]], dan kolom air. Kelimpahan iridium dalam air laut<ref>Hodge Goldberg. ''Some comparative marine chemistries of platinum and iridium''. ''Applied Geochemistry''. 1986. Vol. 1 (2). hlm. 227–232. doi:10.1016/0883-2927(86)90006-5.</ref> dan organisme<ref>Boothe Wells. ''Iridium in marine organisms''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.</ref> relatif rendah, karena ia tidak mudah membentuk [[Kompleks klorida logam transisi|kompleks klorida]].<ref>Boothe Wells. ''Iridium in marine organisms''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.</ref> Kelimpahannya dalam organisme adalah sekitar 20 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]], atau sekitar lima [[tingkat besaran]] lebih kecil daripada di [[batuan sedimen]] pada [[batas Kapur–Paleogen|batas Kapur–Paleogen (K–T)]].<ref>Boothe Wells. ''Iridium in marine organisms''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.</ref> Konsentrasi iridium dalam air laut dan sedimen laut peka terhadap [[Oksigenasi (lingkungan)|oksigenasi laut]], suhu air laut, serta berbagai proses geologis dan biologis.<ref>Z Sawlowicz. ''Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments''. ''Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology''. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.</ref> | ||
Iridium dalam sedimen dapat berasal dari [[debu kosmik]], gunung berapi, [[reaksi pengendapan|presipitasi]] dari air laut, proses mikroba, atau [[ventilasi hidrotermal|lubang hidrotermal]], dan kelimpahannya dapat menjadi indikasi kuat dari sumbernya. Ia cenderung berasosiasi dengan logam fero lainnya dalam [[nodul mangan]]. Iridium adalah salah satu unsur karakteristik batuan ekstraterestrial, dan, bersama dengan osmium, dapat digunakan sebagai unsur pelacak untuk material meteoritik dalam sedimen. Misalnya, sampel inti dari [[Samudra Pasifik]] dengan tingkat iridium yang tinggi memperkirakan adanya [[tumbukan Eltanin]] sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. | Iridium dalam sedimen dapat berasal dari [[debu kosmik]], gunung berapi, [[reaksi pengendapan|presipitasi]] dari air laut, proses mikroba, atau [[ventilasi hidrotermal|lubang hidrotermal]],<ref>Z Sawlowicz. ''Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments''. ''Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology''. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.</ref> dan kelimpahannya dapat menjadi indikasi kuat dari sumbernya.<ref>Z Sawlowicz. ''Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments''. ''Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology''. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.</ref><ref>Macdougall Crocket. ''Gold, palladium and iridium in marine sediments''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1973. Vol. 37 (12). hlm. 2547–2556. doi:10.1016/0016-7037(73)90264-0.</ref> Ia cenderung berasosiasi dengan logam fero lainnya dalam [[nodul mangan]].<ref>Hodge Goldberg. ''Some comparative marine chemistries of platinum and iridium''. ''Applied Geochemistry''. 1986. Vol. 1 (2). hlm. 227–232. doi:10.1016/0883-2927(86)90006-5.</ref> Iridium adalah salah satu unsur karakteristik batuan ekstraterestrial, dan, bersama dengan osmium, dapat digunakan sebagai unsur pelacak untuk material meteoritik dalam sedimen.<ref>B Peucker-Ehrenbrink. ''Accretion of Extraterrestrial Matter Throughout Earth's History''. 2001. hlm. 163–178. doi:10.1007/978-1-4419-8694-8_10. ISBN 978-1-4613-4668-5.</ref><ref>J Barker. ''Accretion rate of cosmic matter from iridium and osmium contents of deep-sea sediments''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1968. Vol. 32 (6). hlm. 627–645. doi:10.1016/0016-7037(68)90053-7.</ref> Misalnya, sampel inti dari [[Samudra Pasifik]] dengan tingkat iridium yang tinggi memperkirakan adanya [[tumbukan Eltanin]] sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.<ref>Frank T. Kyte. ''High noble metal concentrations in a late Pliocene sediment''. ''Nature''. 1981. Vol. 292 (5822). hlm. 417–420. doi:10.1038/292417a0.</ref> | ||
Beberapa [[kepunahan massal]], seperti [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen|kepunahan Kapur]], dapat diidentifikasi dengan konsentrasi iridium yang sangat tinggi dalam sedimen, dan ini dapat dikaitkan dengan [[peristiwa tumbukan|tumbukan asteroid]] besar. | Beberapa [[kepunahan massal]], seperti [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen|kepunahan Kapur]], dapat diidentifikasi dengan konsentrasi iridium yang sangat tinggi dalam sedimen, dan ini dapat dikaitkan dengan [[peristiwa tumbukan|tumbukan asteroid]] besar.<ref>D Colodner. ''Post-depositional mobility of platinum, iridium and rhenium in marine sediments''. ''Nature''. 1992. Vol. 358 (6385). hlm. 402–404. doi:10.1038/358402a0.</ref> | ||
===Kehadiran batas Kapur–Paleogen=== | ===Kehadiran batas Kapur–Paleogen=== | ||
[[Batas Kapur–Paleogen]] 66 juta tahun yang lalu, menandai batas temporal antara periode [[Kapur (zaman)|Kapur]] dan [[Paleogen]] dalam [[Skala waktu geologi|waktu geologis]], diidentifikasi oleh adanya [[stratum]] tipis [[anomali iridium|lempung kaya iridium]].<ref>Alvarez, L. W. [http://chaos.swarthmore.edu/courses/soc26/bak-sneppan/13_alverez.pdf Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction]. ''Science''. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.</ref> Pada tahun 1980, sebuah tim yang dipimpin oleh [[Luis Walter Alvarez|Luis W. Alvarez]] mengusulkan bahwa iridium ini berasal dari luar angkasa, menghubungkannya dengan sebuah tumbuhkan [[asteroid]] atau [[komet]].<ref>Alvarez, L. W. [http://chaos.swarthmore.edu/courses/soc26/bak-sneppan/13_alverez.pdf Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction]. ''Science''. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.</ref> Teori mereka, yang dikenal sebagai [[hipotesis Alvarez]], kini diterima secara luas untuk menjelaskan kepunahan [[dinosaurus]] non-unggas. Struktur kawah tumbukan besar yang terkubur dengan perkiraan usia sekitar 66 juta tahun kemudian diidentifikasi di tempat yang sekarang disebut [[Semenanjung Yukatan|Semenanjung Yucatán]] ([[kawah Chicxulub]]).<ref>A. R. Hildebrand. ''Chicxulub Crater; a possible Cretaceous/Tertiary boundary impact crater on the Yucatan Peninsula, Mexico''. ''Geology''. 1991. Vol. 19 (9). hlm. 867–871. doi:10.1130/0091-7613(1991)019 2.3.CO;2.</ref><ref>Frankel, C. [https://archive.org/details/endofdinosaursch00fran The End of the Dinosaurs: Chicxulub Crater and Mass Extinctions]. Cambridge University Press. 1999. ISBN 978-0-521-47447-4.</ref> Dewey M. McLean dan yang lainnya berpendapat bahwa iridium mungkin berasal dari [[gunung berapi]], karena inti [[Bumi]] kaya akan iridium, dan beberapa gunung berapi aktif seperti [[Piton de la Fournaise]], di pulau [[Réunion]], masih melepaskan iridium.<ref>Ryder, G. [https://archive.org/details/cretaceoustertia0000unse_z5p2 The Cretaceous-Tertiary Event and Other Catastrophes in Earth History]. Geological Society of America. 1996. hlm. [https://archive.org/details/cretaceoustertia0000unse_z5p2/page/47 47]. ISBN 978-0-8137-2307-5.</ref><ref>Toutain, J.-P. ''Iridium-Bearing Sublimates at a Hot-Spot Volcano (Piton De La Fournaise, Indian Ocean)''. ''Geophysical Research Letters''. 1989. Vol. 16 (12). hlm. 1391–1394. doi:10.1029/GL016i012p01391.</ref> | |||
[[Batas Kapur–Paleogen]] 66 juta tahun yang lalu, menandai batas temporal antara periode [[Kapur (zaman)|Kapur]] dan [[Paleogen]] dalam [[Skala waktu geologi|waktu geologis]], diidentifikasi oleh adanya [[stratum]] tipis [[anomali iridium|lempung kaya iridium]]. Pada tahun 1980, sebuah tim yang dipimpin oleh [[Luis Walter Alvarez|Luis W. Alvarez]] mengusulkan bahwa iridium ini berasal dari luar angkasa, menghubungkannya dengan sebuah tumbuhkan [[asteroid]] atau [[komet]]. Teori mereka, yang dikenal sebagai [[hipotesis Alvarez]], kini diterima secara luas untuk menjelaskan kepunahan [[dinosaurus]] non-unggas. Struktur kawah tumbukan besar yang terkubur dengan perkiraan usia sekitar 66 juta tahun kemudian diidentifikasi di tempat yang sekarang disebut [[Semenanjung Yukatan|Semenanjung Yucatán]] ([[kawah Chicxulub]]). Dewey M. McLean dan yang lainnya berpendapat bahwa iridium mungkin berasal dari [[gunung berapi]], karena inti [[Bumi]] kaya akan iridium, dan beberapa gunung berapi aktif seperti [[Piton de la Fournaise]], di pulau [[Réunion]], masih melepaskan iridium. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
{|class="wikitable" style="text-align:center; float:right; margin-left:0.5em" | |||
!Tahun!!Konsumsi<br />(ton)!!Harga ([[Dolar Amerika Serikat|USD]])<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/ Platinum-Group Metals]. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries</ref> | |||
|- | |||
|2001|| 2,6|| | |||
|- | |||
|2002||2,5 || | |||
|- | |||
|2003|| 3,3|| | |||
|- | |||
|2004||3,60 || | |||
|- | |||
|2005||3,86 || | |||
|- | |||
|2006||4,08 || | |||
|- | |||
|2007||3,70 || | |||
|- | |||
|2008||3,10 || | |||
|- | |||
|2009||2,52|| | |||
|- | |||
|2010||10,40|| | |||
|- | |||
|2011||9,36|| | |||
|- | |||
|2012||5,54|| | |||
|- | |||
|2013||6,16|| | |||
|- | |||
|2014||6,1|| | |||
|- | |||
|2015||7,81|| | |||
|- | |||
|2016||7,71|| | |||
|- | |||
|2017||n.d.|| | |||
|- | |||
|2018||n.d.|| | |||
|- | |||
|2019||n.d.|| | |||
|- | |||
|2020||n.d.|| | |||
|- | |||
|2021||n.d.|| | |||
|} | |||
Produksi iridium di seluruh dunia adalah sekitar .<ref>Sheryl A. Singerling. [https://d9-wret.s3.us-west-2.amazonaws.com/assets/palladium/production/atoms/files/myb1-2018-plati.pdf 2018 Minerals Yearbook]. USGS. Agustus 2021. hlm. 57.11.</ref> Harganya tinggi dan bervariasi (lihat tabel). Faktor-faktor ilustrasi yang dapat memengaruhi harganya meliputi kelebihan pasokan krus Ir<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/ Platinum-Group Metals]. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries</ref><ref>Hagelüken, C. [http://www.preciousmetals.umicore.com/publications/articles_by_umicore/general/show_Metal_PGMmarkets_200602.pdf Markets for the catalysts metals platinum, palladium, and rhodium]. ''Metall''. 2006. Vol. 60 (1–2). hlm. 31–42.</ref> | |||
dan perubahan teknologi [[Dioda pemancar cahaya|LED]].<ref>[http://www.platinum.matthey.com/media/1631250/other_pgm.pdf Platinum 2013 Interim Review]. ''Platinum Today''. Johnson Matthey.</ref> | |||
Logam platina muncul bersamaan sebagai bijih encer. Iridium adalah salah satu logam platina yang lebih langka: untuk setiap 190 ton platina yang diperoleh dari bijih, hanya 7,5 ton iridium yang diisolasi.<ref>Marge Ryan. [https://matthey.com/en/iridium-supply-hydrogen-electrolysers Recycling and thrifting: the answer to the iridium question in electrolyser growth]. 16 November 2022.</ref> Untuk memisahkan logam tersebut, mereka harus terlebih dahulu dibawa ke dalam [[larutan]]. Dua metode untuk melarutkan bijih yang mengandung Ir adalah (i) fusi padatan dengan [[natrium peroksida]] diikuti dengan ekstraksi kaca yang dihasilkan dalam [[air raja]] dan (ii) ekstraksi padatan dengan campuran [[klorin]] dan [[asam klorida]].<ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref><ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.</ref> Dari ekstrak yang larut, iridium dipisahkan dengan mengendapkan [[Amonium heksakloroiridat(IV)|amonium heksakloroiridat]] () padat atau dengan mengekstraksi dengan amina organik.<ref>Raleigh Gilchrist. ''The Platinum Metals''. ''Chemical Reviews''. 1943. Vol. 32 (3). hlm. 277–372. doi:10.1021/cr60103a002.</ref> Metode pertama mirip dengan prosedur yang digunakan Tennant dan Wollaston untuk pemisahan aslinya. Metode kedua dapat direncanakan sebagai [[ekstraksi pelarut|ekstraksi cair–cair]] kontinu sehingga lebih cocok untuk produksi skala industri. Dalam kedua kasus, produk yang dihasilkan, sebuah garam iridium klorida, direduksi dengan hidrogen, menghasilkan logam iridium sebagai bubuk atau ''[[busa logam|spons]]'', yang sesuai dengan teknik [[metalurgi bubuk]].<ref>E. K. Ohriner. ''Processing of Iridium and Iridium Alloys''. ''Platinum Metals Review''. 2008. Vol. 52 (3). hlm. 186–197. doi:10.1595/147106708X333827.</ref><ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v13-i4-126-138.pdf Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses]. ''Platinum Metals Review''. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.</ref> Iridium juga diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penambangan dan pengolahan [[nikel]] dan [[tembaga]]. Selama [[Ekstraksi tembaga#Pemurnian|pemurnian tembaga]] dan nikel, beberapa logam mulia seperti perak, emas, dan [[golongan platina|logam golongan platina]] serta [[selenium]] dan [[telurium]] akan mengendap di dasar sel sebagai ''lumpur anoda'', yang menjadi titik awal untuk ekstraksinya.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/ Platinum-Group Metals]. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries</ref> | |||
Logam platina muncul bersamaan sebagai bijih encer. Iridium adalah salah satu logam platina yang lebih langka: untuk setiap 190 ton platina yang diperoleh dari bijih, hanya 7,5 ton iridium yang diisolasi. Untuk memisahkan logam tersebut, mereka harus terlebih dahulu dibawa ke dalam [[larutan]]. Dua metode untuk melarutkan bijih yang mengandung Ir adalah (i) fusi padatan dengan [[natrium peroksida]] diikuti dengan ekstraksi kaca yang dihasilkan dalam [[air raja]] dan (ii) ekstraksi padatan dengan campuran [[klorin]] dan [[asam klorida]]. Dari ekstrak yang larut, iridium dipisahkan dengan mengendapkan [[Amonium heksakloroiridat(IV)|amonium heksakloroiridat]] () padat atau dengan mengekstraksi dengan amina organik. Metode pertama mirip dengan prosedur yang digunakan Tennant dan Wollaston untuk pemisahan aslinya. Metode kedua dapat direncanakan sebagai [[ekstraksi pelarut|ekstraksi cair–cair]] kontinu sehingga lebih cocok untuk produksi skala industri. Dalam kedua kasus, produk yang dihasilkan, sebuah garam iridium klorida, direduksi dengan hidrogen, menghasilkan logam iridium sebagai bubuk atau ''[[busa logam|spons]]'', yang sesuai dengan teknik [[metalurgi bubuk]]. Iridium juga diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penambangan dan pengolahan [[nikel]] dan [[tembaga]]. Selama [[Ekstraksi tembaga#Pemurnian|pemurnian tembaga]] dan nikel, beberapa logam mulia seperti perak, emas, dan [[golongan platina|logam golongan platina]] serta [[selenium]] dan [[telurium]] akan mengendap di dasar sel sebagai ''lumpur anoda'', yang menjadi titik awal untuk ekstraksinya. | |||
{| | |||
|+Negara penghasil iridium terkemuka (kg)<ref>[https://www.usgs.gov/centers/national-minerals-information-center/platinum-group-metals-statistics-and-information Mineral Yearbook 2020 tables-only release]. ''USGS''.</ref> | |||
|- | |||
! Negara !! 2016 !! 2017 !! 2018 !! 2019 !! 2020 | |||
|- | |||
| || 7.720 || 7.180 || 7.540 || 7.910 || 8.170 | |||
|- | |||
| || 6.624 || 6.057 || 6.357 || 6.464 || 6.786 | |||
|- | |||
| || 598 || 619 || 586 || 845 || 836 | |||
|- | |||
| || 300 || 200 || 400 || 300 || 300 | |||
|- | |||
| || 200 || 300 || 200 || 300 || 250 | |||
|} | |||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Area utama penggunaan iridium adalah elektrode untuk memproduksi klorin dan produk agresif lainnya, [[OLED]], krus, [[Proses Cativa|katalis]] (misalnya [[asam asetat]]), dan ujung pengapian untuk busi. | Area utama penggunaan iridium adalah elektrode untuk memproduksi klorin dan produk agresif lainnya, [[OLED]], krus, [[Proses Cativa|katalis]] (misalnya [[asam asetat]]), dan ujung pengapian untuk busi.<ref>Marge Ryan. [https://matthey.com/en/iridium-supply-hydrogen-electrolysers Recycling and thrifting: the answer to the iridium question in electrolyser growth]. 16 November 2022.</ref> | ||
===Logam dan paduan Ir=== | ===Logam dan paduan Ir=== | ||
Ketahanan terhadap panas dan korosi adalah dasar untuk beberapa penggunaan iridium dan paduannya. | Ketahanan terhadap panas dan korosi adalah dasar untuk beberapa penggunaan iridium dan paduannya. | ||
Karena titik leburnya, kekerasannya, dan [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]]nya yang tinggi, iridium digunakan untuk membuat [[krus]]. Krus semacam itu digunakan dalam [[proses Czochralski]] untuk menghasilkan kristal tunggal oksida (seperti [[safir]]) untuk digunakan dalam perangkat memori komputer dan dalam laser benda padat. Kristal tersebut, seperti [[garnet gadolinium galium]] dan garnet itrium galium, akan tumbuh dengan meleburkan muatan oksida campuran pra-sinter di bawah kondisi pengoksidasi pada suhu hingga . | Karena titik leburnya, kekerasannya, dan [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]]nya yang tinggi, iridium digunakan untuk membuat [[krus]]. Krus semacam itu digunakan dalam [[proses Czochralski]] untuk menghasilkan kristal tunggal oksida (seperti [[safir]]) untuk digunakan dalam perangkat memori komputer dan dalam laser benda padat.<ref>J. R. Handley. [https://technology.matthey.com/article/30/1/12-13/ Increasing Applications for Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1986. Vol. 30 (1). hlm. 12–13.</ref><ref>W. Crookes. ''On the Use of Iridium Crucibles in Chemical Operations''. ''Proceedings of the Royal Society of London. Series A, Containing Papers of a Mathematical and Physical Character''. 1908. Vol. 80 (541). hlm. 535–536. doi:10.1098/rspa.1908.0046.</ref> Kristal tersebut, seperti [[garnet gadolinium galium]] dan garnet itrium galium, akan tumbuh dengan meleburkan muatan oksida campuran pra-sinter di bawah kondisi pengoksidasi pada suhu hingga .<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | ||
Suku cadang mesin pesawat terbang tertentu yang berumur panjang terbuat dari paduan iridium, dan paduan iridium–[[titanium]] digunakan untuk pipa air-dalam karena ketahanan korosinya. Iridium digunakan untuk [[Pemintal (polimer)|pemintal]] [[multipori|multi-pori]], di mana leburan polimer plastik diekstrusi untuk membentuk serat, seperti [[rayon]]. Osmium–iridium digunakan untuk keseimbangan dan untuk bantalan [[kompas]]. | Suku cadang mesin pesawat terbang tertentu yang berumur panjang terbuat dari paduan iridium, dan paduan iridium–[[titanium]] digunakan untuk pipa air-dalam karena ketahanan korosinya.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Iridium digunakan untuk [[Pemintal (polimer)|pemintal]] [[multipori|multi-pori]], di mana leburan polimer plastik diekstrusi untuk membentuk serat, seperti [[rayon]].<ref>R. V. Egorova. ''Spinnerets for viscose rayon cord yarn''. ''Fibre Chemistry''. 1979. Vol. 10 (4). hlm. 377–378. doi:10.1007/BF00543390.</ref> Osmium–iridium digunakan untuk keseimbangan dan untuk bantalan [[kompas]].<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> | ||
Karena ketahanannya terhadap erosi busur, paduan iridium digunakan oleh beberapa produsen untuk kontak listrik [[busi]], dan busi berbasis iridium digunakan secara khusus dalam [[penerbangan]]. | Karena ketahanannya terhadap erosi busur, paduan iridium digunakan oleh beberapa produsen untuk kontak listrik [[busi]],<ref>J. R. Handley. [https://technology.matthey.com/article/30/1/12-13/ Increasing Applications for Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1986. Vol. 30 (1). hlm. 12–13.</ref><ref>Muriel Graff. ''Materials for Transportation Technology''. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 23 Desember 2005. hlm. 1–8. doi:10.1002/3527606025.ch1. ISBN 9783527301249.</ref> dan busi berbasis iridium digunakan secara khusus dalam [[penerbangan]]. | ||
===Katalisis=== | ===Katalisis=== | ||
Senyawa iridium digunakan sebagai [[katalisis|katalis]] dalam [[proses Cativa]] untuk [[karbonilasi]] [[metanol]] menghasilkan [[asam asetat]]. | Senyawa iridium digunakan sebagai [[katalisis|katalis]] dalam [[proses Cativa]] untuk [[karbonilasi]] [[metanol]] menghasilkan [[asam asetat]].<ref>H. Cheung. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2000. doi:10.1002/14356007.a01_045. ISBN 978-3527306732.</ref><ref>Jane H. Jones. [https://technology.matthey.com/article/44/3/94-105/ The cativa™ process for the manufacture of acetic acid]. ''Platinum Metals Review''. 2000. Vol. 44 (3). hlm. 94–105.</ref> | ||
Kompleks Iridium sering aktif untuk [[hidrogenasi asimetris]] baik dengan [[hidrogenasi]] tradisional maupun [[hidrogenasi transfer]]. Sifat ini adalah dasar dari rute industri ke [[herbisida]] [[kiralitas|kiral]] [[(S)-metolaklor]]. Seperti yang dilakukan oleh Syngenta pada skala 10.000 ton/tahun, kompleks [Ir(COD)Cl]<sub>2</sub> dengan adanya [[ligan Josiphos]]. | Kompleks Iridium sering aktif untuk [[hidrogenasi asimetris]] baik dengan [[hidrogenasi]] tradisional<ref>Roseblade, S. J. ''Iridium-catalyzed asymmetric hydrogenation of olefins''. ''Accounts of Chemical Research''. 2007. Vol. 40 (12). hlm. 1402–1411. doi:10.1021/ar700113g.</ref> maupun [[hidrogenasi transfer]].<ref>Takao Ikariya. ''Asymmetric Transfer Hydrogenation of Ketones with Bifunctional Transition Metal-Based Molecular Catalysts†''. ''Accounts of Chemical Research''. 2007. Vol. 40 (12). hlm. 1300–1308. doi:10.1021/ar700134q.</ref> Sifat ini adalah dasar dari rute industri ke [[herbisida]] [[kiralitas|kiral]] [[(S)-metolaklor]]. Seperti yang dilakukan oleh Syngenta pada skala 10.000 ton/tahun, kompleks [Ir(COD)Cl]<sub>2</sub> dengan adanya [[ligan Josiphos]].<ref>''Organometallics as Catalysts in the Fine Chemical Industry''. Springer. 2012. Vol. 42. ISBN 978-3-642-32832-9.</ref> | ||
===Pencitraan medis=== | ===Pencitraan medis=== | ||
Radioisotop [[iridium-192]] adalah salah satu dari dua sumber energi terpenting untuk digunakan dalam [[Radiografi industri#Sumber Radioaktif Tertutup|radiografi-γ]] industri untuk [[pengujian nondestruktif]] berbagai [[logam]]. Selain itu, digunakan sebagai sumber [[sinar gama|radiasi gama]] untuk pengobatan kanker menggunakan [[brakiterapi]], suatu bentuk radioterapi di mana sumber radioaktif yang disegel akan ditempatkan di dalam atau di samping area yang membutuhkan perawatan. Perawatan khusus meliputi brakiterapi prostat dosis tinggi, brakiterapi saluran empedu, dan brakiterapi serviks intrakaviter. Iridium-192 biasanya diproduksi melalui aktivasi neutron dari isotop [[Isotop iridium#Daftar isotop|iridium-191]] dalam logam iridium yang melimpah secara alami. | Radioisotop [[iridium-192]] adalah salah satu dari dua sumber energi terpenting untuk digunakan dalam [[Radiografi industri#Sumber Radioaktif Tertutup|radiografi-γ]] industri untuk [[pengujian nondestruktif]] berbagai [[logam]].<ref>R. Halmshaw. ''The use and scope of Iridium 192 for the radiography of steel''. ''British Journal of Applied Physics''. 1954. Vol. 5 (7). hlm. 238–243. doi:10.1088/0508-3443/5/7/302.</ref><ref>Chuck Hellier. [https://archive.org/details/handbookofnondes0000hell Handbook of Nondestructive Evlaluation]. The McGraw-Hill Companies. 2001. ISBN 978-0-07-028121-9.</ref> Selain itu, digunakan sebagai sumber [[sinar gama|radiasi gama]] untuk pengobatan kanker menggunakan [[brakiterapi]], suatu bentuk radioterapi di mana sumber radioaktif yang disegel akan ditempatkan di dalam atau di samping area yang membutuhkan perawatan. Perawatan khusus meliputi brakiterapi prostat dosis tinggi, brakiterapi saluran empedu, dan brakiterapi serviks intrakaviter.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Iridium-192 biasanya diproduksi melalui aktivasi neutron dari isotop [[Isotop iridium#Daftar isotop|iridium-191]] dalam logam iridium yang melimpah secara alami.<ref>Jean Pouliot. [https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/iridium-192 Leibel and Phillips Textbook of Radiation Oncology]. W.B. Saunders. 2010. hlm. 224–244. doi:10.1016/B978-1-4160-5897-7.00013-5. ISBN 9781416058977.</ref> | ||
===Fotokatalisis dan OLED=== | ===Fotokatalisis dan OLED=== | ||
Kompleks Iridium adalah komponen kunci dari [[OLED]] putih. Kompleks serupa digunakan dalam [[fotokatalisis]]. | Kompleks Iridium adalah komponen kunci dari [[OLED]] putih. Kompleks serupa digunakan dalam [[fotokatalisis]].<ref>Christoph Ulbricht. ''Recent Developments in the Application of Phosphorescent Iridium(III) Complex Systems''. ''Advanced Materials''. 2009. Vol. 21 (44). hlm. 4418–4441. doi:10.1002/adma.200803537.</ref> | ||
===Ilmiah=== | ===Ilmiah=== | ||
Sebuah paduan 90% platina dan 10% iridium digunakan pada tahun 1889 untuk membuat massa [[Kilogram#Kilogram prototipe internasional|Kilogram]] dan [[Sejarah meter#Meter prototipe internasional|Meter Prototipe Internasional]], disimpan oleh [[Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan]] di dekat [[Paris]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Batang meter diganti sebagai definisi satuan dasar panjang pada tahun 1960 oleh sebuah garis dalam [[spektrum pancar|spektrum atom]] [[Kripton#Peran metrik|kripton]],<ref>W. B. Penzes. [https://www.nist.gov/document/museum-timelinepdf Time Line for the Definition of the Meter]. National Institute for Standards and Technology. 2001.</ref> tetapi prototipe kilogram tetap menjadi standar massa internasional [[Redefinisi satuan pokok SI 2019|hingga 20 Mei 2019]], ketika kilogram didefinisikan ulang dalam satuan [[konstanta Planck]].<ref>Kutipan bagian umum: ''Recalibration of the U.S. National Prototype Kilogram'', R.S.Davis, Journal of Research of the National Bureau of Standards, '''90''', No. 4, 1985 ([http://nvlpubs.nist.gov/nistpubs/jres/090/jresv90n4p263_A1b.pdf 5.5MB PDF] ); dan ''The Kilogram and Measurements of Mass and Force'', Z.J.Jabbour dkk., J. Res. Natl. Inst. Stand. Technol. '''106''', 2001, ([https://www.nist.gov/sites/default/files/documents/calibrations/j61jab.pdf 3.5MB PDF])</ref> | |||
Sebuah paduan 90% platina dan 10% iridium digunakan pada tahun 1889 untuk membuat massa [[Kilogram#Kilogram prototipe internasional|Kilogram]] dan [[Sejarah meter#Meter prototipe internasional|Meter Prototipe Internasional]], disimpan oleh [[Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan]] di dekat [[Paris]]. Batang meter diganti sebagai definisi satuan dasar panjang pada tahun 1960 oleh sebuah garis dalam [[spektrum pancar|spektrum atom]] [[Kripton#Peran metrik|kripton]], tetapi prototipe kilogram tetap menjadi standar massa internasional [[Redefinisi satuan pokok SI 2019|hingga 20 Mei 2019]], ketika kilogram didefinisikan ulang dalam satuan [[konstanta Planck]]. | |||
===Historis=== | ===Historis=== | ||
Paduan iridium–osmium digunakan pada [[Ujung (pena)#Ujung pena|ujung]] [[pulpen]]. Penggunaan utama iridium yang pertama adalah pada tahun 1834 pada ujung pena yang dipasang pada emas.<ref>L. B. Hunt. [https://technology.matthey.com/documents/496120/626258/pmr-v31-i1-032-041.pdf/ A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Sejak tahun 1944, pulpen [[Parker 51]] yang terkenal dilengkapi dengan ujung pena yang ujungnya terbuat dari paduan rutenium dan iridium (dengan 3,8% iridium). Bahan ujung pulpen modern masih secara konvensional disebut "iridium", meski jarang memiliki iridium di dalamnya; logam lain seperti [[rutenium]], [[osmium]], dan [[wolfram]] telah menggantikannya.<ref>Mottishaw, J. [https://www.nibs.com/blog/nibster-writes/wheres-iridium Notes from the Nib Works—Where's the Iridium?]. ''The PENnant''. 1999. Vol. XIII (2).</ref> | |||
Sebuah paduan iridium–platina digunakan untuk [[lubang meriam|lubang sentuh]] atau potongan ventilasi [[meriam]]. Menurut laporan [[Pameran Universal Paris (1867)|Pameran Paris tahun 1867]], salah satu bagian yang dipamerkan oleh [[Johnson Matthey|Johnson and Matthey]] "telah digunakan dalam senjata Whitworth selama lebih dari 3000 putaran, dan hampir tidak menunjukkan tanda-tanda aus. Mereka yang mengetahui masalah terus-menerus dan biaya ini yang disebabkan oleh pemakaian bagian ventilasi meriam saat dalam dinas aktif, akan menghargai adaptasi penting ini".<ref>[https://en.wikisource.org/w/index.php?title=File:The_chemical_news._Volume_15,_January_-_June_1867._(IA_s713id13683370).pdf&page=188 The Paris Exhibition]. ''The Chemical News and Journal of Physical Science''. 1867. Vol. XV. hlm. 182.</ref> | |||
Pigmen ''hitam iridium'', yang terdiri dari iridium yang sangat halus, digunakan untuk mengecat [[porselen]] dengan warna hitam pekat; dikatakan bahwa "semua warna hitam porselen lainnya akan tampak abu-abu di sampingnya".<ref>Pepper, J. H. [https://archive.org/details/playbookmetalsi00peppgoog The Playbook of Metals: Including Personal Narratives of Visits to Coal, Lead, Copper, and Tin Mines, with a Large Number of Interesting Experiments Relating to Alchemy and the Chemistry of the Fifty Metallic Elements]. Routledge, Warne, and Routledge. 1861. hlm. [https://archive.org/details/playbookmetalsi00peppgoog/page/n469 455].</ref> | |||
Pigmen ''hitam iridium'', yang terdiri dari iridium yang sangat halus, digunakan untuk mengecat [[porselen]] dengan warna hitam pekat; dikatakan bahwa "semua warna hitam porselen lainnya akan tampak abu-abu di sampingnya". | |||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Iridium dalam bentuk logam curah tidak penting secara biologis atau berbahaya bagi kesehatan karena kurangnya reaktivitas dengan jaringan; hanya ada sekitar 20 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] iridium dalam jaringan manusia. Seperti kebanyakan logam, bubuk iridium yang dihaluskan dapat berbahaya untuk ditangani, karena ia bersifat iritan dan dapat menyala di udara. Pada tahun 2015, sangat sedikit yang diketahui mengenai toksisitas senyawa iridium, terutama karena ia sangat jarang digunakan sehingga hanya sedikit orang yang bersentuhan dengannya, dan mereka yang melakukannya hanya dengan jumlah yang sangat kecil. Namun, garam yang larut, seperti iridium halida, dapat berbahaya karena unsur selain iridium atau karena iridium itu sendiri. Pada saat yang sama, sebagian besar senyawa iridium tidak larut, yang membuat penyerapan ke dalam tubuh menjadi sulit. | Iridium dalam bentuk logam curah tidak penting secara biologis atau berbahaya bagi kesehatan karena kurangnya reaktivitas dengan jaringan; hanya ada sekitar 20 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] iridium dalam jaringan manusia.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Seperti kebanyakan logam, bubuk iridium yang dihaluskan dapat berbahaya untuk ditangani, karena ia bersifat iritan dan dapat menyala di udara.<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.</ref> Pada tahun 2015, sangat sedikit yang diketahui mengenai toksisitas senyawa iridium,<ref>Ivo Iavicoli. ''Handbook on the Toxicology of Metals''. 2015. hlm. 855–878. doi:10.1016/B978-0-444-59453-2.00040-8. ISBN 9780444594532.</ref> terutama karena ia sangat jarang digunakan sehingga hanya sedikit orang yang bersentuhan dengannya, dan mereka yang melakukannya hanya dengan jumlah yang sangat kecil. Namun, garam yang larut, seperti iridium halida, dapat berbahaya karena unsur selain iridium atau karena iridium itu sendiri.<ref>J. Mager Stellman. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 Encyclopaedia of Occupational Health and Safety]. International Labour Organization. 1998. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 63.19]. ISBN 978-92-2-109816-4.</ref> Pada saat yang sama, sebagian besar senyawa iridium tidak larut, yang membuat penyerapan ke dalam tubuh menjadi sulit.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> | ||
Salah satu radioisotop iridium, <sup>192</sup>Ir, berbahaya, seperti isotop radioaktif lainnya. Satu-satunya cedera yang dilaporkan terkait dengan iridium menyangkut paparan radiasi yang tidak disengaja dari <sup>192</sup>Ir yang digunakan dalam [[brakiterapi]]. Radiasi gama berenergi tinggi dari <sup>192</sup>Ir dapat meningkatkan risiko kanker. Paparan eksternal dapat menyebabkan luka bakar, [[sindrom radiasi akut|keracunan radiasi]], dan kematian. Menelan <sup>192</sup>Ir dapat membakar lapisan lambung dan usus. <sup>192</sup>Ir, <sup>192m</sup>Ir, dan <sup>194m</sup>Ir cenderung mengendap di [[hati]], dan dapat menimbulkan bahaya kesehatan dari radiasi [[sinar gama|gama]] dan [[partikel beta|beta]]. | Salah satu radioisotop iridium, <sup>192</sup>Ir, berbahaya, seperti isotop radioaktif lainnya. Satu-satunya cedera yang dilaporkan terkait dengan iridium menyangkut paparan radiasi yang tidak disengaja dari <sup>192</sup>Ir yang digunakan dalam [[brakiterapi]].<ref>J. Mager Stellman. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 Encyclopaedia of Occupational Health and Safety]. International Labour Organization. 1998. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 63.19]. ISBN 978-92-2-109816-4.</ref> Radiasi gama berenergi tinggi dari <sup>192</sup>Ir dapat meningkatkan risiko kanker. Paparan eksternal dapat menyebabkan luka bakar, [[sindrom radiasi akut|keracunan radiasi]], dan kematian. Menelan <sup>192</sup>Ir dapat membakar lapisan lambung dan usus.<ref>[http://emergency.cdc.gov/radiation/isotopes/pdf/iridium.pdf Radioisotope Brief: Iridium-192 (Ir-192)]. ''Radiation Emergencies''. Centers for Disease Control and Prevention. 18 Agustus 2004.</ref> <sup>192</sup>Ir, <sup>192m</sup>Ir, dan <sup>194m</sup>Ir cenderung mengendap di [[hati]], dan dapat menimbulkan bahaya kesehatan dari radiasi [[sinar gama|gama]] dan [[partikel beta|beta]].<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/Iridium.pdf Iridium]. ''Human Health Fact Sheet''. Argonne National Laboratory. 2005.</ref> | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/077.htm Iridium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/077.htm Iridium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
* [https://www.britannica.com/EBchecked/topic/293985/iridium-Ir Iridium dalam Encyclopædia Britannica] | * [https://www.britannica.com/EBchecked/topic/293985/iridium-Ir Iridium dalam Encyclopædia Britannica] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iridium&oldid=29304682 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304682 (2026-06-01T16:04:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.56

Iridium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Ir dan nomor atom 77. Sebuah logam transisi yang sangat keras, rapuh, dan berwarna putih keperakan dari golongan platina, ia dianggap sebagai logam alami terpadat kedua (setelah osmium) dengan kepadatan seperti yang didefinisikan melalui kristalografi sinar-X eksperimental. Ia adalah salah satu logam yang paling tahan korosi, bahkan pada suhu setinggi . Namun, ketahanan korosi tidak dapat diukur secara mutlak; meskipun hanya beberapa garam cair dan halogen tertentu yang bersifat korosif terhadap iridium padat, debu iridium yang terbelah halus jauh lebih reaktif dan mudah terbakar, sedangkan debu emas tidak mudah terbakar tetapi dapat diserang oleh zat yang dapat ditahan oleh iridium, seperti air raja.
Iridium ditemukan pada tahun 1803 di antara pengotor yang tidak larut dalam platina alami. Smithson Tennant, penemunya yang utama, menamainya dari nama dewi Yunani Iris, personifikasi pelangi, karena warna garamnya yang mencolok dan beragam. Iridium adalah salah satu unsur paling langka di kerak Bumi, dengan produksi dan konsumsi tahunan hanya . Iridium hanya memiliki dua isotop alami dan stabil, 191Ir dan 193Ir; yang terakhir lebih melimpah.
Penggunaan iridium yang dominan adalah logam itu sendiri dan paduannya, seperti pada busi berperforma tinggi, krus untuk rekristalisasi semikonduktor pada suhu tinggi, dan elektrode untuk produksi klorin dalam proses kloralkali. Senyawa iridium yang penting adalah klorida dan iodida dalam katalisis industri. Iridium adalah salah satu komponen dari beberapa OLED.
Iridium ditemukan di meteorit dalam kelimpahan yang jauh lebih tinggi daripada di kerak Bumi.[1] Karena alasan ini, kelimpahan iridium yang luar biasa tinggi di lapisan tanah liat di batas Kapur–Paleogen memunculkan hipotesis Alvarez bahwa dampak dari sebuah benda luar angkasa besar telah menyebabkan kepunahan dinosaurus dan banyak spesies lainnya 66 juta tahun yang lalu, sekarang diketahui dihasilkan oleh tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub. Demikian pula, anomali iridium dalam sampel inti dari Samudra Pasifik memperkirakan adanya tumbukan Eltanin sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.[2]
Diperkirakan bahwa jumlah total iridium di tanah jauh lebih tinggi daripada yang diamati pada batuan kerak Bumi, tetapi seperti logam golongan platina lainnya, kepadatan tinggi dan kecenderungan iridium untuk berikatan dengan besi menyebabkan sebagian besar iridium turun di bawah kerak saat planet ini masih muda dan masih cair.
Karakteristik
Sifat fisik
Merupakan salah satu anggota logam golongan platina, iridium memiliki warna putih, menyerupai platina, tetapi dengan semburat agak kekuningan. Karena kekerasannya, kerapuhannya, dan titik leburnya yang sangat tinggi, iridium padat sulit dibentuk, dikerjakan, atau dikerjakan dengan mesin; dengan demikian metalurgi bubuk umumnya digunakan sebagai gantinya.[3] Ia adalah satu-satunya logam yang dapat mempertahankan sifat mekanik yang baik di udara pada suhu di atas .[4] Ia memiliki titik didih tertinggi ke-10 di antara semua unsur dan menjadi superkonduktor pada suhu di bawah .[5]
Modulus elastisitas iridium adalah yang tertinggi kedua di antara semua logam, hanya dilampaui oleh osmium.[6] Hal ini, bersama dengan modulus geser yang tinggi dan angka yang sangat rendah untuk rasio Poisson (hubungan terikan longitudinal dengan terikan lateral), menunjukkan tingkat kekakuan dan ketahanan yang tinggi terhadap deformasi yang membuat fabrikasinya menjadi komponen yang berguna menjadi masalah yang sangat sulit. Terlepas dari keterbatasan ini dan biaya iridium yang tinggi, sejumlah aplikasi telah dikembangkan di mana kekuatan mekanik merupakan faktor penting dalam beberapa kondisi yang sangat parah yang dihadapi dalam teknologi modern.[7]
Kepadatan iridium terukur hanya sedikit lebih rendah (sekitar 0,12%) daripada osmium, logam terpadat yang diketahui.[8][9] Beberapa ketidakjelasan terjadi mengenai unsur mana yang lebih padat, karena kecilnya perbedaan kepadatan dan kesulitan dalam mengukurnya secara akurat,[10] tetapi, dengan peningkatan akurasi pada faktor yang digunakan untuk menghitung kepadatan, data kristalografi sinar-X menghasilkan kepadatan sebesar untuk iridium dan untuk osmium.[11]
Iridium sangatlah rapuh, hingga pada titik di mana ia sulit untuk dilas karena zona yang terkena panas akan retak, tetapi dapat dibuat lebih ulet dengan menambahkan sejumlah kecil titanium dan zirkonium (0,2% dari masing-masing tampaknya bekerja dengan baik).[12]
Kekerasan Vickers platina murni adalah 56 HV, sedangkan platina dengan 50% iridium dapat mencapai lebih dari 500 HV.[13][14]
Sifat kimia
Iridium adalah logam paling tahan korosi yang diketahui:[15] ia tidak dapat diserang oleh berbagai asam, termasuk air raja. Dengan adanya oksigen, ia bereaksi dengan garam sianida.[16] Oksidan tradisional juga bereaksi, termasuk halogen dan oksigen[17] pada suhu yang lebih tinggi.[18] Iridium juga bereaksi langsung dengan belerang pada tekanan atmosfer untuk menghasilkan iridium disulfida.[19]
Isotop
Iridium memiliki dua isotop stabil alami, 191Ir dan 193Ir, dengan kelimpahan alami masing-masing 37,3% dan 62,7%.[20] Setidaknya 37 radioisotop juga telah disintesis, dengan nomor massa mulai dari 164 hingga 202. 192Ir, yang berada di antara dua isotop stabil, adalah radioisotop yang paling stabil, dengan waktu paruh 73,827 hari, dan memiliki aplikasi dalam brakiterapi[21] dan dalam radiografi industri, khususnya untuk pengujian nondestruktif las baja dalam industri minyak dan gas; sumber iridium-192 telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan radiologis. Tiga isotop lainnya memiliki waktu paruh setidaknya satu hari—188Ir, 189Ir, dan 190Ir.[22] Isotop dengan massa di bawah 191 meluruh melalui beberapa kombinasi peluruhan β+, peluruhan α, dan emisi proton (langka), dengan pengecualian 189Ir, yang meluruh melalui penangkapan elektron. Isotop sintetis yang lebih berat dari 191 meluruh melalui peluruhan β−, meskipun 192Ir juga memiliki jalur peluruhan penangkapan elektron minor.[23] Semua isotop iridium yang telah diketahui ditemukan antara tahun 1934 dan 2008, dengan penemuan terbaru adalah 200–202Ir.[24]
Setidaknya 32 isomer metastabil telah dikarakterisasi, mulai dari nomor massa 164 hingga 197. Yang paling stabil di antaranya adalah 192m2Ir, yang meluruh melalui transisi isomeris dengan waktu paruh 241 tahun,[25] membuatnya lebih stabil daripada isotop sintetis iridium mana pun dalam keadaan dasarnya. Isomer yang paling tidak stabil adalah 190m3Ir dengan waktu paruh hanya 2 μs.[26] Isotop 191Ir adalah yang pertama dari unsur apa pun yang diketahui memiliki efek Mössbauer. Ini membuatnya berguna untuk spektroskopi Mössbauer untuk penelitian di bidang fisika, kimia, biokimia, metalurgi, dan mineralogi.[27]
Kimia
| Keadaan oksidasi | |
|---|---|
| −3 | |
| −1 | |
| 0 | |
| +1 | |
| +2 | |
| +3 | |
| +4 | |
| +5 | |
| +6 | |
| +7 | |
| +8 | |
| +9 | [28] |
Keadaan oksidasi
Iridium membentuk berbagai senyawa dalam keadaan oksidasi antara −3 dan +9, tetapi keadaan oksidasi yang paling umum adalah +1, +3, dan +4.[29] Senyawa yang telah dikarakterisasi dengan baik yang mengandung iridium dalam keadaan oksidasi +6 meliputi Iridium heksafluorida serta oksida dan .[30][31] Iridium(VIII) oksida () dihasilkan dalam kondisi isolasi matriks pada suhu 6 K dalam argon.[32] Keadaan oksidasi tertinggi (+9), yang juga merupakan keadaan oksidasi tercatat tertinggi untuk setiap unsur, ditemukan dalam kation yang berwujud gas.[33]
Senyawa biner
Iridium tidak membentuk hidrida biner. Hanya satu oksida biner yang terkarakterisasi dengan baik: iridium dioksida, . Ia adalah padatan hitam biru yang mengadopsi struktur fluorit.[34] Sebuah sesquioksida, , digambarkan sebagai bubuk biru kehitaman, yang dioksidasi menjadi oleh .[35] Disulfida, diselenida, sesquisulfida, dan sesquiselenida yang sesuai juga diketahui, serta .[36]
Trihalida biner, , dikenal untuk semua halogen.[37] Untuk keadaan oksidasi +4 ke atas, hanya tetrafluorida, pentafluorida, dan heksafluorida yang diketahui.[38] Iridium heksafluorida, , adalah padatan kuning yang volatil, terdiri dari molekul oktahedron. Ia akan terurai dalam air dan tereduksi menjadi .[39] Iridium pentafluorida juga merupakan oksidan yang kuat, tetapi ia merupakan sebuah tetramer, , yang dibentuk oleh empat oktahedra yang berbagi sudut.[40]
Kompleks
Iridium memiliki kimia koordinasi yang luas.
Iridium dalam kompleksnya selalu memiliki spin rendah. Ir(III) dan Ir(IV) umumnya membentuk kompleks oktahedron.[41] Kompleks polihidrida dikenal dengan keadaan oksidasi +5 dan +3.[42] Salah satu contohnya adalah .[43] Hidrida terner diyakini mengandung anion dan 18-elektron .[44]
Iridium juga membentuk berbagai oksianion dengan keadaan oksidasi +4 dan +5. dan dapat dibuat dari reaksi kalium oksida atau kalium superoksida dengan iridium pada suhu tinggi. Padatan tersebut tidak larut dalam pelarut konvensional.[45]
Sama seperti banyak unsur, iridium membentuk berbagai kompleks klorida yang penting. Asam heksakloroiridat(IV), , dan garam amoniumnya adalah senyawa iridium yang paling umum dari perspektif industri dan preparatif.[46] Mereka adalah zat antara dalam pemurnian iridium dan digunakan sebagai prekursor untuk sebagian besar senyawa iridium lainnya, serta dalam pembuatan pelapis anoda. Ion memiliki warna cokelat gelap pekat, dan dapat dengan mudah direduksi menjadi yang berwarna lebih terang, dan sebaliknya.[47] Iridium triklorida, , yang dapat diperoleh dalam bentuk anhidrat dari oksidasi langsung bubuk iridium oleh klorin pada suhu 650 °C,[48] atau dalam bentuk terhidrasi dengan melarutkan dalam asam klorida, sering digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis senyawa Ir(III) lainnya.[49] Senyawa lain yang digunakan sebagai bahan awal adalah amonium heksakloroiridat(III), .
Di hadapan udara, logam iridium akan larut dalam sianida logam alkali cair untuk menghasilkan ion (heksasianoiridat).
Kimia organoiridium
Senyawa organoiridium mengandung ikatan iridium–karbon. Beberapa penelitian awal telah mengidentifikasi tetrairidium dodekakarbonil () yang sangat stabil.[50] Dalam senyawa ini, masing-masing atom iridium terikat pada tiga lainnya, membentuk sebuah gugus tetrahedron. Penemuan kompleks Vaska () membuka pintu untuk reaksi adisi oksidatif, sebuah proses fundamental untuk berbagai reaksi yang berguna. Misalnya, katalis Crabtree, sebuah katalis homogen untuk reaksi hidrogenasi.[51][52]
Kompleks Iridium memainkan peran penting dalam pengembangan pengaktifan ikatan karbon–hidrogen (pengaktifan C–H), yang memungkinkan fungsionalisasi hidrokarbon, yang secara tradisional dianggap tidak reaktif.[53]
Sejarah
Golongan platina
Penemuan iridium memiliki kaitan dengan penemuan platina dan logam lain dari golongan platina. Referensi Eropa pertama untuk platina muncul pada tahun 1557 dalam tulisan-tulisan karya humanis Italia Julius C. Scaliger sebagai deskripsi dari sebuah logam mulia yang tidak diketahui yang ditemukan antara Darién dan Meksiko, "yang belum dapat dicairkan oleh api atau kecerdasan Spanyol mana pun".[54] Dari pertemuan pertama mereka dengan platina, orang Spanyol umumnya melihat logam itu sebagai semacam pengotor emas, dan diperlakukan seperti itu. Ia sering dibuang begitu saja, dan ada keputusan resmi yang melarang adulterasi emas dengan platina.[55]
Pada tahun 1735, Antonio de Ulloa dan Jorge Juan y Santacilia melihat penduduk asli Amerika menambang platina saat orang Spanyol melakukan perjalanan melalui Kolombia dan Peru selama delapan tahun. Ulloa dan Juan menemukan beberapa tambang dengan bongkahan logam keputihan dan membawanya pulang ke Spanyol. Antonio de Ulloa kembali ke Spanyol dan mendirikan laboratorium mineralogi pertama di Spanyol dan merupakan orang pertama yang mempelajari platina secara sistematis, yaitu pada tahun 1748. Catatan sejarahnya mengenai ekspedisi tersebut mencakup deskripsi mengenai platina yang tidak dapat dipisahkan atau dikalsinasi. Ulloa juga mengantisipasi penemuan tambang platina. Setelah menerbitkan laporan tersebut pada tahun 1748, Ulloa tidak melanjutkan penyelidikan logam baru tersebut. Pada 1758, dia dikirim untuk mengawasi operasi penambangan raksa di Huancavelica.[56]
Pada tahun 1741, Charles Wood,[57] seorang ahli metalurgi Britania Raya, menemukan berbagai sampel platina Kolombia di Jamaika, yang dikirimnya ke William Brownrigg untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pada tahun 1750, setelah mempelajari platina yang dikirim kepadanya oleh Wood, Brownrigg memberikan penjelasan rinci mengenai logam tersebut kepada Royal Society, menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat penyebutannya dalam catatan sebelumnya mengenai berbagai mineral yang diketahui.[58] Brownrigg juga mencatat titik lebur platina yang sangat tinggi dan perilakunya seperti logam tahan api terhadap boraks. Kimiawan lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platina, termasuk Andreas S. Marggraf,[59] Torbern O. Bergman, Jöns J. Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik T. Scheffer menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah mendetail mengenai logam tersebut, yang dia sebut sebagai "emas putih", termasuk penjelasan tentang bagaimana dia berhasil menggabungkan bijih platina dengan bantuan arsen. Scheffer menggambarkan platina sebagai kurang lentur dibandingkan emas, tetapi memiliki ketahanan yang sama terhadap korosi.[60]
Penemuan
Para kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam air raja (sebuah campuran asam klorida dan nitrat) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut.[61] Joseph L. Proust berpikir bahwa residu tersebut adalah grafit.[62] Kimiawan Prancis Victor Collet-Descotils, Antoine François, comte de Fourcroy, dan Louis N. Vauquelin juga mengamati residu hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh cukup untuk melakukan eksperimen lebih lanjut.[63]
Pada tahun 1803, ilmuwan Britania Raya Smithson Tennant (1761–1815) menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk tersebut secara bergantian dengan alkali dan asam[64] dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ptene, dari kata Yunani ptēnós, "bersayap".[65][66] Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium.[67][68] Dia memperoleh kristal merah tua (kemungkinan ]·n) melalui serangkaian reaksi dengan natrium hidroksida dan asam klorida.[69] Dia menamainya iridium dari Iris (), dewi pelangi bersayap Yunani dan utusan dewa Olimpus, karena banyak garam yang dia peroleh memiliki warna kuat.[70] Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada Royal Society pada 21 Juni 1804.[71][72]
Pengerjaan logam dan aplikasi
Ilmuwan Britania Raya John G. Children adalah orang pertama yang meleburkan sampel iridium pada tahun 1813 dengan bantuan "baterai galvanik terbesar yang pernah dibuat" (pada waktu itu).[73] Orang pertama yang memperoleh iridium dengan kemurnian tinggi adalah Robert Hare pada tahun 1842. Dia menemukan bahwa iridium memiliki kepadatan sekitar dan mencatat bahwa logam tersebut hampir tidak dapat dibentuk dan sangat keras. Peleburan pertama dalam jumlah yang cukup besar dilakukan oleh Henri Sainte-Claire Deville dan Jules H. Debray pada tahun 1860. Mereka membutuhkan pembakaran lebih dari gas dan murni untuk setiap iridium.[74]
Kesulitan ekstrem dalam peleburan logam ini membatasi kemungkinan penanganan iridium. John I. Hawkins sedang mencari titik halus dan keras untuk ujung pulpen, dan pada tahun 1834 dia berhasil membuat pena emas dengan ujung iridium. Pada tahun 1880, John Holland dan William L. Dudley mampu meleburkan iridium dengan menambahkan fosforus dan mematenkan prosesnya di Amerika Serikat; perusahaan Britania Raya Johnson Matthey kemudian menyatakan bahwa mereka telah menggunakan proses serupa sejak 1837 dan telah menyajikan iridium yang menyatu di sejumlah Pameran Dunia.[75] Penggunaan pertama paduan iridium dengan rutenium dalam termokopel dilakukan oleh Otto Feussner pada tahun 1933. Ini memungkinkan pengukuran suhu tinggi di udara hingga .[76]
Di Munich, Jerman pada tahun 1957 Rudolf L. Mössbauer, dalam apa yang disebut sebagai salah satu "percobaan penting dalam fisika abad ke-20",[77] menemukan emisi dan penyerapan sinar gama yang beresonansi dan bebas-rekoil oleh beberapa atom dalam sebuah sampel logam padat yang hanya mengandung 191Ir.[78] Fenomena ini, yang dikenal sebagai efek Mössbauer mengantarnya pada Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1961, di usianya yang ke-32 tahun, hanya tiga tahun setelah dia menerbitkan penemuannya.[79]
Keterjadian
Bersama dengan semua unsur yang memiliki berat atom lebih tinggi dari besi, iridium hanya terbentuk secara alami melalui proses-r (penangkapan neutron cepat) dalam supernova dan tabrakan bintang neutron.[80][81]
Iridium adalah salah satu dari sembilan unsur stabil paling tidak melimpah di kerak Bumi, memiliki fraksi massa rata-rata 0,001 ppm di batuan kerak; platina 10 kali lebih melimpah, emas 40 kali lebih melimpah, serta perak dan raksa 80 kali lebih melimpah.[82] Telurium kira-kira sama melimpahnya dengan iridium.[83] Berbeda dengan kelimpahannya yang rendah di batuan kerak, iridium relatif umum ditemukan di meteorit, dengan konsentrasi 0,5 ppm atau lebih.[84] Konsentrasi keseluruhan iridium di tanah dianggap jauh lebih tinggi daripada yang diamati pada batuan kerak, tetapi karena kepadatan dan sifat siderofil ("mencintai besi") iridium, ia turun di bawah kerak dan masuk ke inti Bumi ketika planet ini masih cair.[85]
Iridium ditemukan di alam sebagai unsur yang tidak digabungkan atau dalam paduan alami; terutama paduan iridium–osmium, osmiridium (kaya osmium), dan iridosmium (kaya iridium).[86] Dalam endapan nikel dan tembaga, logam golongan platina terjadi sebagai sulfida (yakni (), telurida (yakni PtBiTe), antimonida (PdSb), dan arsenida (yakni ). Dalam semua senyawa ini, platina ditukar dengan sejumlah kecil iridium dan osmium. Seperti semua logam golongan platina, iridium dapat ditemukan secara alami dalam paduan dengan nikel mentah atau tembaga mentah.[87] Sejumlah mineral dominan iridium, dengan iridium sebagai unsur pembentuk spesies, telah diketahui. Mereka sangatlah langka dan sering mewakili analog iridium dari yang diberikan di atas. Contohnya adalah irasit dan kuproiridsit, untuk menyebutkan beberapa.[88][89][90] Di dalam kerak Bumi, iridium ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologi: kawah tumbukan, endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari salah satu endapan beku. Cadangan primer terbesar yang diketahui berada di kompleks batuan beku Bushveld di Afrika Selatan,[91] (dekat struktur tumbukan terbesar yang diketahui, struktur tumbukan Vredefort) meskipun endapan tembaga–nikel besar dekat Norilsk di Rusia, dan Cekungan Sudbury (juga sebuah kawah tumbukan) di Kanada juga merupakan sumber iridium yang signifikan. Beberapa cadangan yang lebih kecil ditemukan di Amerika Serikat.[92] Iridium juga ditemukan dalam endapan sekunder, dikombinasikan dengan platina dan logam golongan platina lainnya dalam endapan aluvial. Endapan aluvial yang digunakan oleh orang-orang pra-Kolumbus di Departemen Chocó, Kolombia masih menjadi sumber logam golongan platina. Hingga tahun 2003, cadangan dunia belum diperkirakan.[93]
Oseanografi laut
Iridium ditemukan dalam organisme laut, sedimen, dan kolom air. Kelimpahan iridium dalam air laut[94] dan organisme[95] relatif rendah, karena ia tidak mudah membentuk kompleks klorida.[96] Kelimpahannya dalam organisme adalah sekitar 20 bagian per triliun, atau sekitar lima tingkat besaran lebih kecil daripada di batuan sedimen pada batas Kapur–Paleogen (K–T).[97] Konsentrasi iridium dalam air laut dan sedimen laut peka terhadap oksigenasi laut, suhu air laut, serta berbagai proses geologis dan biologis.[98]
Iridium dalam sedimen dapat berasal dari debu kosmik, gunung berapi, presipitasi dari air laut, proses mikroba, atau lubang hidrotermal,[99] dan kelimpahannya dapat menjadi indikasi kuat dari sumbernya.[100][101] Ia cenderung berasosiasi dengan logam fero lainnya dalam nodul mangan.[102] Iridium adalah salah satu unsur karakteristik batuan ekstraterestrial, dan, bersama dengan osmium, dapat digunakan sebagai unsur pelacak untuk material meteoritik dalam sedimen.[103][104] Misalnya, sampel inti dari Samudra Pasifik dengan tingkat iridium yang tinggi memperkirakan adanya tumbukan Eltanin sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.[105]
Beberapa kepunahan massal, seperti kepunahan Kapur, dapat diidentifikasi dengan konsentrasi iridium yang sangat tinggi dalam sedimen, dan ini dapat dikaitkan dengan tumbukan asteroid besar.[106]
Kehadiran batas Kapur–Paleogen
Batas Kapur–Paleogen 66 juta tahun yang lalu, menandai batas temporal antara periode Kapur dan Paleogen dalam waktu geologis, diidentifikasi oleh adanya stratum tipis lempung kaya iridium.[107] Pada tahun 1980, sebuah tim yang dipimpin oleh Luis W. Alvarez mengusulkan bahwa iridium ini berasal dari luar angkasa, menghubungkannya dengan sebuah tumbuhkan asteroid atau komet.[108] Teori mereka, yang dikenal sebagai hipotesis Alvarez, kini diterima secara luas untuk menjelaskan kepunahan dinosaurus non-unggas. Struktur kawah tumbukan besar yang terkubur dengan perkiraan usia sekitar 66 juta tahun kemudian diidentifikasi di tempat yang sekarang disebut Semenanjung Yucatán (kawah Chicxulub).[109][110] Dewey M. McLean dan yang lainnya berpendapat bahwa iridium mungkin berasal dari gunung berapi, karena inti Bumi kaya akan iridium, dan beberapa gunung berapi aktif seperti Piton de la Fournaise, di pulau Réunion, masih melepaskan iridium.[111][112]
Produksi
| Tahun | Konsumsi (ton) |
Harga (USD)[113] |
|---|---|---|
| 2001 | 2,6 | |
| 2002 | 2,5 | |
| 2003 | 3,3 | |
| 2004 | 3,60 | |
| 2005 | 3,86 | |
| 2006 | 4,08 | |
| 2007 | 3,70 | |
| 2008 | 3,10 | |
| 2009 | 2,52 | |
| 2010 | 10,40 | |
| 2011 | 9,36 | |
| 2012 | 5,54 | |
| 2013 | 6,16 | |
| 2014 | 6,1 | |
| 2015 | 7,81 | |
| 2016 | 7,71 | |
| 2017 | n.d. | |
| 2018 | n.d. | |
| 2019 | n.d. | |
| 2020 | n.d. | |
| 2021 | n.d. |
Produksi iridium di seluruh dunia adalah sekitar .[114] Harganya tinggi dan bervariasi (lihat tabel). Faktor-faktor ilustrasi yang dapat memengaruhi harganya meliputi kelebihan pasokan krus Ir[115][116] dan perubahan teknologi LED.[117]
Logam platina muncul bersamaan sebagai bijih encer. Iridium adalah salah satu logam platina yang lebih langka: untuk setiap 190 ton platina yang diperoleh dari bijih, hanya 7,5 ton iridium yang diisolasi.[118] Untuk memisahkan logam tersebut, mereka harus terlebih dahulu dibawa ke dalam larutan. Dua metode untuk melarutkan bijih yang mengandung Ir adalah (i) fusi padatan dengan natrium peroksida diikuti dengan ekstraksi kaca yang dihasilkan dalam air raja dan (ii) ekstraksi padatan dengan campuran klorin dan asam klorida.[119][120] Dari ekstrak yang larut, iridium dipisahkan dengan mengendapkan amonium heksakloroiridat () padat atau dengan mengekstraksi dengan amina organik.[121] Metode pertama mirip dengan prosedur yang digunakan Tennant dan Wollaston untuk pemisahan aslinya. Metode kedua dapat direncanakan sebagai ekstraksi cair–cair kontinu sehingga lebih cocok untuk produksi skala industri. Dalam kedua kasus, produk yang dihasilkan, sebuah garam iridium klorida, direduksi dengan hidrogen, menghasilkan logam iridium sebagai bubuk atau spons, yang sesuai dengan teknik metalurgi bubuk.[122][123] Iridium juga diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penambangan dan pengolahan nikel dan tembaga. Selama pemurnian tembaga dan nikel, beberapa logam mulia seperti perak, emas, dan logam golongan platina serta selenium dan telurium akan mengendap di dasar sel sebagai lumpur anoda, yang menjadi titik awal untuk ekstraksinya.[124]
| Negara | 2016 | 2017 | 2018 | 2019 | 2020 |
|---|---|---|---|---|---|
| 7.720 | 7.180 | 7.540 | 7.910 | 8.170 | |
| 6.624 | 6.057 | 6.357 | 6.464 | 6.786 | |
| 598 | 619 | 586 | 845 | 836 | |
| 300 | 200 | 400 | 300 | 300 | |
| 200 | 300 | 200 | 300 | 250 |
Aplikasi
Area utama penggunaan iridium adalah elektrode untuk memproduksi klorin dan produk agresif lainnya, OLED, krus, katalis (misalnya asam asetat), dan ujung pengapian untuk busi.[126]
Logam dan paduan Ir
Ketahanan terhadap panas dan korosi adalah dasar untuk beberapa penggunaan iridium dan paduannya.
Karena titik leburnya, kekerasannya, dan ketahanan korosinya yang tinggi, iridium digunakan untuk membuat krus. Krus semacam itu digunakan dalam proses Czochralski untuk menghasilkan kristal tunggal oksida (seperti safir) untuk digunakan dalam perangkat memori komputer dan dalam laser benda padat.[127][128] Kristal tersebut, seperti garnet gadolinium galium dan garnet itrium galium, akan tumbuh dengan meleburkan muatan oksida campuran pra-sinter di bawah kondisi pengoksidasi pada suhu hingga .[129]
Suku cadang mesin pesawat terbang tertentu yang berumur panjang terbuat dari paduan iridium, dan paduan iridium–titanium digunakan untuk pipa air-dalam karena ketahanan korosinya.[130] Iridium digunakan untuk pemintal multi-pori, di mana leburan polimer plastik diekstrusi untuk membentuk serat, seperti rayon.[131] Osmium–iridium digunakan untuk keseimbangan dan untuk bantalan kompas.[132]
Karena ketahanannya terhadap erosi busur, paduan iridium digunakan oleh beberapa produsen untuk kontak listrik busi,[133][134] dan busi berbasis iridium digunakan secara khusus dalam penerbangan.
Katalisis
Senyawa iridium digunakan sebagai katalis dalam proses Cativa untuk karbonilasi metanol menghasilkan asam asetat.[135][136]
Kompleks Iridium sering aktif untuk hidrogenasi asimetris baik dengan hidrogenasi tradisional[137] maupun hidrogenasi transfer.[138] Sifat ini adalah dasar dari rute industri ke herbisida kiral (S)-metolaklor. Seperti yang dilakukan oleh Syngenta pada skala 10.000 ton/tahun, kompleks [Ir(COD)Cl]2 dengan adanya ligan Josiphos.[139]
Pencitraan medis
Radioisotop iridium-192 adalah salah satu dari dua sumber energi terpenting untuk digunakan dalam radiografi-γ industri untuk pengujian nondestruktif berbagai logam.[140][141] Selain itu, digunakan sebagai sumber radiasi gama untuk pengobatan kanker menggunakan brakiterapi, suatu bentuk radioterapi di mana sumber radioaktif yang disegel akan ditempatkan di dalam atau di samping area yang membutuhkan perawatan. Perawatan khusus meliputi brakiterapi prostat dosis tinggi, brakiterapi saluran empedu, dan brakiterapi serviks intrakaviter.[142] Iridium-192 biasanya diproduksi melalui aktivasi neutron dari isotop iridium-191 dalam logam iridium yang melimpah secara alami.[143]
Fotokatalisis dan OLED
Kompleks Iridium adalah komponen kunci dari OLED putih. Kompleks serupa digunakan dalam fotokatalisis.[144]
Ilmiah
Sebuah paduan 90% platina dan 10% iridium digunakan pada tahun 1889 untuk membuat massa Kilogram dan Meter Prototipe Internasional, disimpan oleh Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan di dekat Paris.[145] Batang meter diganti sebagai definisi satuan dasar panjang pada tahun 1960 oleh sebuah garis dalam spektrum atom kripton,[146] tetapi prototipe kilogram tetap menjadi standar massa internasional hingga 20 Mei 2019, ketika kilogram didefinisikan ulang dalam satuan konstanta Planck.[147]
Historis
Paduan iridium–osmium digunakan pada ujung pulpen. Penggunaan utama iridium yang pertama adalah pada tahun 1834 pada ujung pena yang dipasang pada emas.[148] Sejak tahun 1944, pulpen Parker 51 yang terkenal dilengkapi dengan ujung pena yang ujungnya terbuat dari paduan rutenium dan iridium (dengan 3,8% iridium). Bahan ujung pulpen modern masih secara konvensional disebut "iridium", meski jarang memiliki iridium di dalamnya; logam lain seperti rutenium, osmium, dan wolfram telah menggantikannya.[149]
Sebuah paduan iridium–platina digunakan untuk lubang sentuh atau potongan ventilasi meriam. Menurut laporan Pameran Paris tahun 1867, salah satu bagian yang dipamerkan oleh Johnson and Matthey "telah digunakan dalam senjata Whitworth selama lebih dari 3000 putaran, dan hampir tidak menunjukkan tanda-tanda aus. Mereka yang mengetahui masalah terus-menerus dan biaya ini yang disebabkan oleh pemakaian bagian ventilasi meriam saat dalam dinas aktif, akan menghargai adaptasi penting ini".[150]
Pigmen hitam iridium, yang terdiri dari iridium yang sangat halus, digunakan untuk mengecat porselen dengan warna hitam pekat; dikatakan bahwa "semua warna hitam porselen lainnya akan tampak abu-abu di sampingnya".[151]
Pencegahan
Iridium dalam bentuk logam curah tidak penting secara biologis atau berbahaya bagi kesehatan karena kurangnya reaktivitas dengan jaringan; hanya ada sekitar 20 bagian per triliun iridium dalam jaringan manusia.[152] Seperti kebanyakan logam, bubuk iridium yang dihaluskan dapat berbahaya untuk ditangani, karena ia bersifat iritan dan dapat menyala di udara.[153] Pada tahun 2015, sangat sedikit yang diketahui mengenai toksisitas senyawa iridium,[154] terutama karena ia sangat jarang digunakan sehingga hanya sedikit orang yang bersentuhan dengannya, dan mereka yang melakukannya hanya dengan jumlah yang sangat kecil. Namun, garam yang larut, seperti iridium halida, dapat berbahaya karena unsur selain iridium atau karena iridium itu sendiri.[155] Pada saat yang sama, sebagian besar senyawa iridium tidak larut, yang membuat penyerapan ke dalam tubuh menjadi sulit.[156]
Salah satu radioisotop iridium, 192Ir, berbahaya, seperti isotop radioaktif lainnya. Satu-satunya cedera yang dilaporkan terkait dengan iridium menyangkut paparan radiasi yang tidak disengaja dari 192Ir yang digunakan dalam brakiterapi.[157] Radiasi gama berenergi tinggi dari 192Ir dapat meningkatkan risiko kanker. Paparan eksternal dapat menyebabkan luka bakar, keracunan radiasi, dan kematian. Menelan 192Ir dapat membakar lapisan lambung dan usus.[158] 192Ir, 192mIr, dan 194mIr cenderung mengendap di hati, dan dapat menimbulkan bahaya kesehatan dari radiasi gama dan beta.[159]
Catatan
Pranala luar
- Iridium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- Iridium dalam Encyclopædia Britannica
Referensi
- ↑ Luann Becker. Repeated Blows. Scientific American. 2002. Vol. 286 (3). hlm. 77–83. doi:10.1038/scientificamerican0302-76.
- ↑ Frank T. Kyte. High noble metal concentrations in a late Pliocene sediment. Nature. 1981. Vol. 292 (5822). hlm. 417–420. doi:10.1038/292417a0.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ C. Kittel. Introduction to Solid State Physics. Wiley-India. 2004. ISBN 978-81-265-1045-0.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ Arblaster, J. W. Osmium, the Densest Metal Known. Platinum Metals Review. 1995. Vol. 39 (4). hlm. 164.
- ↑ Simon Cotton. Chemistry of Precious Metals. Springer-Verlag New York, LLC. 1997. hlm. 78. ISBN 978-0-7514-0413-5.
- ↑ Lide, D. R. CRC Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton (FL):CRC Press. 1990. ISBN 9780849304712.
- ↑ Arblaster, J. W. Densities of osmium and iridium: recalculations based upon a review of the latest crystallographic data. Platinum Metals Review. 1989. Vol. 33 (1). hlm. 14–16.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ A. S. Darling. Iridium Platinum Alloys - A Critical Review Of Their Constitution And Properties. Platinum Metals Review. 1960. Vol. 4 (1). hlm. 18–26. Reviewed in Iridium–Platinum Alloys. Nature. 1960. Vol. 186 (4720). hlm. 211. doi:10.1038/186211a0.
- ↑ T. Biggs. The Hardening of Platinum Alloys for Potential Jewellery Application. Platinum Metals Review. 2005. Vol. 49 (1). hlm. 2–15. doi:10.1595/147106705X24409.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Perry, D. L. Handbook of Inorganic Compounds. CRC Press. 1995. hlm. 203–204. ISBN 978-1439814611.
- ↑ Chemistry Foundations and Applications. Thomson Gale. 2004. Vol. 2. hlm. 250–251. ISBN 978-0028657233.
- ↑ The Synthesis of Iridium Disulfide and Nickel diarsenide having the Pyrite Structure. Inorganic Chemistry. Februari 1968. Vol. 7. hlm. 389–390. doi:10.1021/ic50060a047.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ J. Mager Stellman. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety. International Labour Organization. 1998. hlm. 63.19. ISBN 978-92-2-109816-4.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ R. Robinson. Discovery of tantalum, rhenium, osmium, and iridium isotopes. Atomic Data and Nuclear Data Tables. 2012. Vol. 98 (5). hlm. 911–932. doi:10.1016/j.adt.2011.09.003.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Chereminisoff, N. P. Handbook of Ceramics and Composites. CRC Press. 1990. hlm. 424. ISBN 978-0-8247-8006-7.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ D. Jung. High Oxygen Pressure and the Preparation of New Iridium (VI) Oxides with Perovskite Structure: (M = Ca, Mg). Journal of Solid State Chemistry. 1995. Vol. 115 (2). hlm. 447–455. doi:10.1006/jssc.1995.1158.
- ↑ Gong, Y. Formation and Characterization of the Iridium Tetroxide Molecule with Iridium in the Oxidation State +VIII. Angewandte Chemie International Edition. 2009. Vol. 48 (42). hlm. 7879–7883. doi:10.1002/anie.200902733.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ Perry, D. L. Handbook of Inorganic Compounds. CRC Press. 1995. hlm. 203–204. ISBN 978-1439814611.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ Miguel A. Esteruelas. Polyhydrides of Platinum Group Metals: Nonclassical Interactions and σ-Bond Activation Reactions. Chemical Reviews. 2016. Vol. 116 (15). hlm. 8770–8847. doi:10.1021/acs.chemrev.6b00080.
- ↑ R. Černý. , a new metal hydride containing saddle-like and square-pyramidal hydrido complexes. Journal of Alloys and Compounds. 2002. Vol. 340 (1–2). hlm. 180–188. doi:10.1016/S0925-8388(02)00050-6.
- ↑ Gulliver, D. J. The chemistry of ruthenium, osmium, rhodium, iridium, palladium and platinum in the higher oxidation states. Coordination Chemistry Reviews. 1982. Vol. 46. hlm. 1–127. doi:10.1016/0010-8545(82)85001-7.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ R. H. Crabtree. Iridium compounds in catalysis. Accounts of Chemical Research. 1979. Vol. 12 (9). hlm. 331–337. doi:10.1021/ar50141a005.
- ↑ Crabtree, R. H. The Organometallic Chemistry of the Transition Metals. Wiley. 2005. ISBN 978-0471662563.
- ↑ John F. Hartwig. Regioselectivity of the Borylation of Alkanes and Arenes. Chemical Society Reviews. 2011. Vol. 40 (4). hlm. 1992–2002. doi:10.1039/c0cs00156b.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. VIII. The platinum metals. Journal of Chemical Education. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. 385–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.
- ↑ Donald McDonald, Leslie B. Hunt. A History of Platinum and its Allied Metals. Johnson Matthey Plc. 1982. hlm. 7–8. ISBN 978-0-905118-83-3.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. VIII. The platinum metals. Journal of Chemical Education. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. 385–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.
- ↑ Joshua Dixon. The literary life of William Brownrigg. To which are added an account of the coal mines near Whitehaven: And Observations on the means of preventing epidemic fevers. 1801. hlm. 52.
- ↑ Wm Watson. Several Papers concerning a New Semi-Metal, Called Platina; Communicated to the Royal Society by Mr. Wm. Watson F. R. S. Philosophical Transactions. 1749. Vol. 46 (491–496). hlm. 584–596. doi:10.1098/rstl.1749.0110.
- ↑ Andreas Sigismund Marggraf. Versuche mit dem neuen mineralischen Körper Platina del pinto genannt. 1760.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. VIII. The platinum metals. Journal of Chemical Education. American Chemical Society (ACS). 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1017–1034. doi:10.1021/ed009p1017.Weeks, M. E. Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. 385–407. ISBN 978-0-8486-8579-9.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Thomson, T. A System of Chemistry of Inorganic Bodies. Baldwin & Cradock, London; and William Blackwood, Edinburgh. 1831. Vol. 1. hlm. 693.
- ↑ Griffith, W. P. Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries. Platinum Metals Review. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704x4844.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Griffith, W. P. Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries. Platinum Metals Review. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704x4844.
- ↑ Weeks, M. E. Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. 414–418. ISBN 978-0-8486-8579-9.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ S. Tennant. On Two Metals, Found in the Black Powder Remaining after the Solution of Platina. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1804. Vol. 94. hlm. 411–418. doi:10.1098/rstl.1804.0018.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ Trigg, G. L. Landmark Experiments in Twentieth Century Physics. Courier Dover Publications. 1995. hlm. 179–190. ISBN 978-0-486-28526-9.
- ↑ R. L. Mössbauer. Gammastrahlung in Ir 191. Zeitschrift für Physik A. 1958. Vol. 151 (2). hlm. 124–143. doi:10.1007/BF01344210.
- ↑ I. Waller. Nobel Lectures, Physics 1942–1962. Elsevier. 1964.
- ↑ History/Origin of Chemicals. NASA.
- ↑ Hsin-Yu Chen. The Relative Contribution to Heavy Metals Production from Binary Neutron Star Mergers and Neutron Star–Black Hole Mergers. The Astrophysical Journal Letters. American Astronomical Society. 1 Oktober 2021. Vol. 920 (1). hlm. L3. doi:10.3847/2041-8213/ac26c6.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford: Butterworth–Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ Iridium. Human Health Fact Sheet. Argonne National Laboratory. 2005.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ J. Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 201–204. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Z. Xiao. Characterizing and recovering the platinum group minerals—a review. Minerals Engineering. 2004. Vol. 17 (9–10). hlm. 961–979. doi:10.1016/j.mineng.2004.04.001.
- ↑ Cuproiridsite CuIr 2 S 4. Hanbook of mineralogy.org.
- ↑ Vitaly A. Stepanov. Irasite Discovery in Copper-Nickel Ores of Shanuch Deposit (KAMCHATKA). New Data on Minerals. 2010. Vol. 45. hlm. 23.
- ↑ Giorgio Garuti. Iridium, Rhodium, and Platinum Sulfides in Chromitites from the Ultramafic Massifs of Finero, Italy, and Ojen, Spain. The Canadian Mineralogist. 1995. Vol. 33. hlm. 509–520.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Hodge Goldberg. Some comparative marine chemistries of platinum and iridium. Applied Geochemistry. 1986. Vol. 1 (2). hlm. 227–232. doi:10.1016/0883-2927(86)90006-5.
- ↑ Boothe Wells. Iridium in marine organisms. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.
- ↑ Boothe Wells. Iridium in marine organisms. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.
- ↑ Boothe Wells. Iridium in marine organisms. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1988. Vol. 52 (6). hlm. 1737–1739. doi:10.1016/0016-7037(88)90242-6.
- ↑ Z Sawlowicz. Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.
- ↑ Z Sawlowicz. Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.
- ↑ Z Sawlowicz. Iridium and other platinum-group elements as geochemical markers in sedimentary environments. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 1993. Vol. 104 (4). hlm. 253–270. doi:10.1016/0031-0182(93)90136-7.
- ↑ Macdougall Crocket. Gold, palladium and iridium in marine sediments. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1973. Vol. 37 (12). hlm. 2547–2556. doi:10.1016/0016-7037(73)90264-0.
- ↑ Hodge Goldberg. Some comparative marine chemistries of platinum and iridium. Applied Geochemistry. 1986. Vol. 1 (2). hlm. 227–232. doi:10.1016/0883-2927(86)90006-5.
- ↑ B Peucker-Ehrenbrink. Accretion of Extraterrestrial Matter Throughout Earth's History. 2001. hlm. 163–178. doi:10.1007/978-1-4419-8694-8_10. ISBN 978-1-4613-4668-5.
- ↑ J Barker. Accretion rate of cosmic matter from iridium and osmium contents of deep-sea sediments. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1968. Vol. 32 (6). hlm. 627–645. doi:10.1016/0016-7037(68)90053-7.
- ↑ Frank T. Kyte. High noble metal concentrations in a late Pliocene sediment. Nature. 1981. Vol. 292 (5822). hlm. 417–420. doi:10.1038/292417a0.
- ↑ D Colodner. Post-depositional mobility of platinum, iridium and rhenium in marine sediments. Nature. 1992. Vol. 358 (6385). hlm. 402–404. doi:10.1038/358402a0.
- ↑ Alvarez, L. W. Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction. Science. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.
- ↑ Alvarez, L. W. Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction. Science. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.
- ↑ A. R. Hildebrand. Chicxulub Crater; a possible Cretaceous/Tertiary boundary impact crater on the Yucatan Peninsula, Mexico. Geology. 1991. Vol. 19 (9). hlm. 867–871. doi:10.1130/0091-7613(1991)019 2.3.CO;2.
- ↑ Frankel, C. The End of the Dinosaurs: Chicxulub Crater and Mass Extinctions. Cambridge University Press. 1999. ISBN 978-0-521-47447-4.
- ↑ Ryder, G. The Cretaceous-Tertiary Event and Other Catastrophes in Earth History. Geological Society of America. 1996. hlm. 47. ISBN 978-0-8137-2307-5.
- ↑ Toutain, J.-P. Iridium-Bearing Sublimates at a Hot-Spot Volcano (Piton De La Fournaise, Indian Ocean). Geophysical Research Letters. 1989. Vol. 16 (12). hlm. 1391–1394. doi:10.1029/GL016i012p01391.
- ↑ Platinum-Group Metals. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries
- ↑ Sheryl A. Singerling. 2018 Minerals Yearbook. USGS. Agustus 2021. hlm. 57.11.
- ↑ Platinum-Group Metals. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries
- ↑ Hagelüken, C. Markets for the catalysts metals platinum, palladium, and rhodium. Metall. 2006. Vol. 60 (1–2). hlm. 31–42.
- ↑ Platinum 2013 Interim Review. Platinum Today. Johnson Matthey.
- ↑ Marge Ryan. Recycling and thrifting: the answer to the iridium question in electrolyser growth. 16 November 2022.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.
- ↑ Raleigh Gilchrist. The Platinum Metals. Chemical Reviews. 1943. Vol. 32 (3). hlm. 277–372. doi:10.1021/cr60103a002.
- ↑ E. K. Ohriner. Processing of Iridium and Iridium Alloys. Platinum Metals Review. 2008. Vol. 52 (3). hlm. 186–197. doi:10.1595/147106708X333827.
- ↑ L. B. Hunt. Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses. Platinum Metals Review. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.
- ↑ Platinum-Group Metals. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries
- ↑ Mineral Yearbook 2020 tables-only release. USGS.
- ↑ Marge Ryan. Recycling and thrifting: the answer to the iridium question in electrolyser growth. 16 November 2022.
- ↑ J. R. Handley. Increasing Applications for Iridium. Platinum Metals Review. 1986. Vol. 30 (1). hlm. 12–13.
- ↑ W. Crookes. On the Use of Iridium Crucibles in Chemical Operations. Proceedings of the Royal Society of London. Series A, Containing Papers of a Mathematical and Physical Character. 1908. Vol. 80 (541). hlm. 535–536. doi:10.1098/rspa.1908.0046.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ R. V. Egorova. Spinnerets for viscose rayon cord yarn. Fibre Chemistry. 1979. Vol. 10 (4). hlm. 377–378. doi:10.1007/BF00543390.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ J. R. Handley. Increasing Applications for Iridium. Platinum Metals Review. 1986. Vol. 30 (1). hlm. 12–13.
- ↑ Muriel Graff. Materials for Transportation Technology. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 23 Desember 2005. hlm. 1–8. doi:10.1002/3527606025.ch1. ISBN 9783527301249.
- ↑ H. Cheung. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2000. doi:10.1002/14356007.a01_045. ISBN 978-3527306732.
- ↑ Jane H. Jones. The cativa™ process for the manufacture of acetic acid. Platinum Metals Review. 2000. Vol. 44 (3). hlm. 94–105.
- ↑ Roseblade, S. J. Iridium-catalyzed asymmetric hydrogenation of olefins. Accounts of Chemical Research. 2007. Vol. 40 (12). hlm. 1402–1411. doi:10.1021/ar700113g.
- ↑ Takao Ikariya. Asymmetric Transfer Hydrogenation of Ketones with Bifunctional Transition Metal-Based Molecular Catalysts†. Accounts of Chemical Research. 2007. Vol. 40 (12). hlm. 1300–1308. doi:10.1021/ar700134q.
- ↑ Organometallics as Catalysts in the Fine Chemical Industry. Springer. 2012. Vol. 42. ISBN 978-3-642-32832-9.
- ↑ R. Halmshaw. The use and scope of Iridium 192 for the radiography of steel. British Journal of Applied Physics. 1954. Vol. 5 (7). hlm. 238–243. doi:10.1088/0508-3443/5/7/302.
- ↑ Chuck Hellier. Handbook of Nondestructive Evlaluation. The McGraw-Hill Companies. 2001. ISBN 978-0-07-028121-9.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Jean Pouliot. Leibel and Phillips Textbook of Radiation Oncology. W.B. Saunders. 2010. hlm. 224–244. doi:10.1016/B978-1-4160-5897-7.00013-5. ISBN 9781416058977.
- ↑ Christoph Ulbricht. Recent Developments in the Application of Phosphorescent Iridium(III) Complex Systems. Advanced Materials. 2009. Vol. 21 (44). hlm. 4418–4441. doi:10.1002/adma.200803537.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ W. B. Penzes. Time Line for the Definition of the Meter. National Institute for Standards and Technology. 2001.
- ↑ Kutipan bagian umum: Recalibration of the U.S. National Prototype Kilogram, R.S.Davis, Journal of Research of the National Bureau of Standards, 90, No. 4, 1985 (5.5MB PDF ); dan The Kilogram and Measurements of Mass and Force, Z.J.Jabbour dkk., J. Res. Natl. Inst. Stand. Technol. 106, 2001, (3.5MB PDF)
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ Mottishaw, J. Notes from the Nib Works—Where's the Iridium?. The PENnant. 1999. Vol. XIII (2).
- ↑ The Paris Exhibition. The Chemical News and Journal of Physical Science. 1867. Vol. XV. hlm. 182.
- ↑ Pepper, J. H. The Playbook of Metals: Including Personal Narratives of Visits to Coal, Lead, Copper, and Tin Mines, with a Large Number of Interesting Experiments Relating to Alchemy and the Chemistry of the Fifty Metallic Elements. Routledge, Warne, and Routledge. 1861. hlm. 455.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2012. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub3. ISBN 978-0471238966.
- ↑ Ivo Iavicoli. Handbook on the Toxicology of Metals. 2015. hlm. 855–878. doi:10.1016/B978-0-444-59453-2.00040-8. ISBN 9780444594532.
- ↑ J. Mager Stellman. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety. International Labour Organization. 1998. hlm. 63.19. ISBN 978-92-2-109816-4.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ J. Mager Stellman. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety. International Labour Organization. 1998. hlm. 63.19. ISBN 978-92-2-109816-4.
- ↑ Radioisotope Brief: Iridium-192 (Ir-192). Radiation Emergencies. Centers for Disease Control and Prevention. 18 Agustus 2004.
- ↑ Iridium. Human Health Fact Sheet. Argonne National Laboratory. 2005.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304682 (2026-06-01T16:04:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.