Lompat ke isi

Unsur periode 1: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29342601; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Tren periodik ==
== Tren periodik ==
Semua periode lain dalam tabel periode mengandung sekurang-kurangnya 8 unsur, dan sering kali membantu menjelaskan [[tren periodik]] sepanjang periode. Namun, periode 1 hanya beranggotakan dua unsur, sehingga konsep ini tidak berlaku di sini.
Semua periode lain dalam tabel periode mengandung sekurang-kurangnya 8 unsur, dan sering kali membantu menjelaskan [[tren periodik]] sepanjang periode. Namun, periode 1 hanya beranggotakan dua unsur, sehingga konsep ini tidak berlaku di sini.


Baris 13: Baris 11:
Meskipun baik hidrogen dan helium berada dalam [[blok-s]], mereka berdua tidak berperilaku yang sama dengan unsur-unsur blok-s lainnya. Perilaku keduanya sangat berbeda dibandingkan unsur-unsur blok-s lainnya hingga memunculkan semacam polemik tentang peletakan kedua unsur ini dalam tabel periodik.
Meskipun baik hidrogen dan helium berada dalam [[blok-s]], mereka berdua tidak berperilaku yang sama dengan unsur-unsur blok-s lainnya. Perilaku keduanya sangat berbeda dibandingkan unsur-unsur blok-s lainnya hingga memunculkan semacam polemik tentang peletakan kedua unsur ini dalam tabel periodik.


[[Hidrogen]] kadang-kadang diletakkan di atas [[litium]], di atas [[karbon]], di atas [[fluor]], di atas litium dan fluor sekaligus (muncul dua kali), atau di kiri mengambang di atas unsur-unsur lainnya dan tidak dimasukkan ke dalam golongan manapun dalam [[tabel periodik]].
[[Hidrogen]] kadang-kadang diletakkan di atas [[litium]],<ref>[http://old.iupac.org/reports/periodic_table/ International Union of Pure and Applied Chemistry > Periodic Table of the Elements]. IUPAC.</ref> di atas [[karbon]],<ref>Marshall W. Cronyn. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2003-08_80_8/page/947 The Proper Place for Hydrogen in the Periodic Table]. ''Journal of Chemical Education''. August 2003. Vol. 80 (8). hlm. 947–951. doi:10.1021/ed080p947.</ref> di atas [[fluor]],<ref>Marshall W. Cronyn. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2003-08_80_8/page/947 The Proper Place for Hydrogen in the Periodic Table]. ''Journal of Chemical Education''. August 2003. Vol. 80 (8). hlm. 947–951. doi:10.1021/ed080p947.</ref><ref>Vinson, Greg. [http://hydrogentwo.com/hydrogen-halogen.html Hydrogen is a Halogen]. ''HydrogenTwo.com''. 2008.</ref> di atas litium dan fluor sekaligus (muncul dua kali),<ref>Herb Kaesz. [http://www.iupac.org/publications/ci/2003/2506/ud.html A Central Position for Hydrogen in the Periodic Table]. ''Chemistry International''. International Union of Pure and Applied Chemistry. November–December 2003. Vol. 25 (6). hlm. 14.</ref> atau di kiri mengambang di atas unsur-unsur lainnya dan tidak dimasukkan ke dalam golongan manapun<ref>Herb Kaesz. [http://www.iupac.org/publications/ci/2003/2506/ud.html A Central Position for Hydrogen in the Periodic Table]. ''Chemistry International''. International Union of Pure and Applied Chemistry. November–December 2003. Vol. 25 (6). hlm. 14.</ref> dalam [[tabel periodik]].


[[Helium]] hampir selalu diletakkan di atas [[neon]] (yang merupakan anggota [[blok-p]]) dalam tabel periodik sebagai [[gas mulia]], meskipun ia kadang-kadang diletakkan di atas [[berilium]] karena kesamaan konfigurasi elektronnya.
[[Helium]] hampir selalu diletakkan di atas [[neon]] (yang merupakan anggota [[blok-p]]) dalam tabel periodik sebagai [[gas mulia]],<ref>[http://old.iupac.org/reports/periodic_table/ International Union of Pure and Applied Chemistry > Periodic Table of the Elements]. IUPAC.</ref> meskipun ia kadang-kadang diletakkan di atas [[berilium]] karena kesamaan konfigurasi elektronnya.<ref>Winter, Mark. [http://www.webelements.com/nexus/Janet_Periodic_Table Janet periodic table]. ''WebElements''. 1993–2011.</ref>
== Unsur ==
== Unsur ==
{| class="wikitable"
! colspan="3" href="periode tabel periodik" | [[Unsur kimia]]
! href="Hidrogenasi" | [[Deret kimia]]
! href="struktur atom" | [[Konfigurasi elektron]]


|- style="background-color: " href="atom"
| href="Blok-s" | 1 
| href="elektron" | '''H''' 
| [[Hidrogen]] 
| [[Nonlogam diatomik]]             
| 1s<sup href="gas mulia">1</sup>


=== Hidrogen ===
|- style="background-color: #c0ffff" href="Unsur golongan 18"
| 2 
| '''He'''
| [[Helium]]     
| href="litium" | [[Gas mulia]]             
| href="fluor" | 1s<sup href="tabel periodik">2</sup>


|}


  Pada [[temperatur dan tekanan standar]], hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, [[nonlogam]], tidak berasa, merupakan [[gas]] [[diatomik]] yang sangat [[Pembakaran|mudah terbakar]] dengan [[rumus molekul]] H<sub>2</sub>. Dengan [[massa atom]] 1,00794 [[Satuan massa atom|amu]], hidrogen adalah unsur paling ringan.
=== Hidrogen ===
  Pada [[temperatur dan tekanan standar]], hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, [[nonlogam]], tidak berasa, merupakan [[gas]] [[diatomik]] yang sangat [[Pembakaran|mudah terbakar]] dengan [[rumus molekul]] H<sub>2</sub>. Dengan [[massa atom]] 1,00794 [[Satuan massa atom|amu]], hidrogen adalah unsur paling ringan.<ref>[http://www.eia.doe.gov/kids/energyfacts/sources/IntermediateHydrogen.html Hydrogen – Energy]. Energy Information Administration.</ref>


Hidrogen adalah unsur kimia paling [[Kelimpahan alami unsur|melimpah]], menyusun sekitar 75% massa unsur alam semesta. [[Bintang]] dalam [[deret utama]] memiliki komponen utama hidrogen dalam kondisi [[Plasma (wujud zat)|plasmanya]]. Unsur hidrogen relatif langka di [[Bumi]], dan secara industri diproduksi dari [[hidrokarbon]] seperti metana, tetapi setelahnya sebagian besar unsur hidrogen yang dihasilkan digunakan "sendiri" (artinya hanya berputar-putar di tempat produksinya), dengan pasar terbesar hampir terbagi rata antara peningkatan [[bahan bakar fosil]], seperti hydrocracking dan produksi [[amonia]], yang sebagian besar untuk pasar pupuk. Hidrogen dapat diproduksi dari air menggunakan proses [[elektrolisis]], tetapi proses ini secara komersial jauh lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.
Hidrogen adalah unsur kimia paling [[Kelimpahan alami unsur|melimpah]], menyusun sekitar 75% massa unsur alam semesta.<ref>David Palmer. [http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/ask_astro/answers/971113i.html Hydrogen in the Universe]. NASA. November 13, 1997.</ref> [[Bintang]] dalam [[deret utama]] memiliki komponen utama hidrogen dalam kondisi [[Plasma (wujud zat)|plasmanya]]. Unsur hidrogen relatif langka di [[Bumi]], dan secara industri diproduksi dari [[hidrokarbon]] seperti metana, tetapi setelahnya sebagian besar unsur hidrogen yang dihasilkan digunakan "sendiri" (artinya hanya berputar-putar di tempat produksinya), dengan pasar terbesar hampir terbagi rata antara peningkatan [[bahan bakar fosil]], seperti hydrocracking dan produksi [[amonia]], yang sebagian besar untuk pasar pupuk. Hidrogen dapat diproduksi dari air menggunakan proses [[elektrolisis]], tetapi proses ini secara komersial jauh lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.<ref>Staff. [http://www.fsec.ucf.edu/en/consumer/hydrogen/basics/production.htm Hydrogen Basics — Production]. Florida Solar Energy Center. 2007.</ref>


[[Isotop]] hidrogen yang paling banyak terdapat di alam, diketahui sebagai [[Hidrogen-1|protium]], memiliki satu [[proton]] tanpa [[neutron]]. Dalam senyawa ionik, ia dapat bermuatan positif, menjadi [[kation]] yang merupakan proton telanjang, atau bermuatan negatif, menjadi [[anion]] yang dikenal sebagai [[hidrida]]. Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan sebagian besar unsur dan terdapat dalam [[air]] serta sebagian besar [[senyawa organik]]. Ia memainkan peran yang sangat penting dalam [[Teori reaksi asam-basa|kimia asam-basa]], di mana banyak reaksi terlibat pertukaran proton antar molekul yang dapat larut. Karena hanya atom netral yang dapat dianalisis menggunakan [[persamaan Schrödinger]], studi energetika dan [[Spektrum atom|spektrum]] atom hidrogen memainkan peran kunci dalam pengembangan [[mekanika kuantum]].
[[Isotop]] hidrogen yang paling banyak terdapat di alam, diketahui sebagai [[Hidrogen-1|protium]], memiliki satu [[proton]] tanpa [[neutron]].<ref>Sullivan, Walter. ''Fusion Power Is Still Facing Formidable Difficulties''. ''The New York Times''. 1971-03-11.</ref> Dalam senyawa ionik, ia dapat bermuatan positif, menjadi [[kation]] yang merupakan proton telanjang, atau bermuatan negatif, menjadi [[anion]] yang dikenal sebagai [[hidrida]]. Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan sebagian besar unsur dan terdapat dalam [[air]] serta sebagian besar [[senyawa organik]].<ref>''hydrogen''. 2008.</ref> Ia memainkan peran yang sangat penting dalam [[Teori reaksi asam-basa|kimia asam-basa]], di mana banyak reaksi terlibat pertukaran proton antar molekul yang dapat larut.<ref>Eustis, S. N. [https://archive.org/details/sim_science_2008-02-15_319_5865/page/936 Electron-Driven Acid-Base Chemistry: Proton Transfer from Hydrogen Chloride to Ammonia]. ''Science''. 2008-02-15. Vol. 319 (5865). hlm. 936–939. doi:10.1126/science.1151614.</ref> Karena hanya atom netral yang dapat dianalisis menggunakan [[persamaan Schrödinger]], studi energetika dan [[Spektrum atom|spektrum]] atom hidrogen memainkan peran kunci dalam pengembangan [[mekanika kuantum]].<ref>''Time-dependent Schrödinger equation''. 2008.</ref>


Interaksi hidrogen dengan berbagai logam sangat penting dalam [[metalurgi]], karena banyak logam dapat mengalami [[perapuhan hidrogen]], dan dalam pengembangan cara aman penyimpanannya sebagai bahan bakar. Hidrogen sangat mudah larut dalam banyak senyawa yang tersusun oleh [[logam tanah jarang]] dan [[logam transisi]] serta dapat larut dalam logam baik [[kristal]] maupun [[Padatan amorf|amorf]]. Kelarutan hidrogen dalam logam memengaruhi distorsi lokal atau ketidakmurnian [[kisi kristal]] logam.
Interaksi hidrogen dengan berbagai logam sangat penting dalam [[metalurgi]], karena banyak logam dapat mengalami [[perapuhan hidrogen]],<ref>H. C. Rogers. ''Hydrogen Embrittlement of Metals''. ''Science''. 1999. Vol. 159 (3819). hlm. 1057–1064. doi:10.1126/science.159.3819.1057.</ref> dan dalam pengembangan cara aman penyimpanannya sebagai bahan bakar.<ref>C. H. Christensen. [http://www.dtu.dk/English/About_DTU/News.aspx?guid=%7BE6FF7D39-1EDD-41A4-BC9A-20455C2CF1A7%7D Making society independent of fossil fuels — Danish researchers reveal new technology]. Technical University of Denmark. July 9, 2005.</ref> Hidrogen sangat mudah larut dalam banyak senyawa yang tersusun oleh [[logam tanah jarang]] dan [[logam transisi]]<ref>T. Takeshita. ''Hydrogen solubility in 1:5 compounds between yttrium or thorium and nickel or cobalt''. ''Inorganic Chemistry''. 1974. Vol. 13 (9). hlm. 2282–2283. doi:10.1021/ic50139a050.</ref> serta dapat larut dalam logam baik [[kristal]] maupun [[Padatan amorf|amorf]].<ref>R. Kirchheim. [https://archive.org/details/sim_materials-science-and-engineering_1988-03_99/page/457 Hydrogen in amorphous and nanocrystalline metals]. ''Materials Science and Engineering''. 1988. Vol. 99. hlm. 457–462. doi:10.1016/0025-5416(88)90377-1.</ref> Kelarutan hidrogen dalam logam memengaruhi distorsi lokal atau ketidakmurnian [[kisi kristal]] logam.<ref>R. Kirchheim. [https://archive.org/details/sim_progress-in-materials-science_1988_32_4/page/262 Hydrogen solubility and diffusivity in defective and amorphous metals]. ''Progress in Materials Science''. 1988. Vol. 32 (4). hlm. 262–325. doi:10.1016/0079-6425(88)90010-2.</ref>


=== Helium ===
=== Helium ===
Helium adalah bahan kimia tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, [[monoatomik]] [[inert]] dan merupakan [[gas mulia]] pertama dalam [[tabel periodik]].<ref>[http://www.webelements.com/helium/ Helium: the essentials]. WebElements.</ref> Titik [[Titik lebur|lebur]] dan [[Titik didih|didihnya]] adalah yang paling rendah dibandingkan unsur-unsur lainnya dan hanya terdapat dalam bentuk [[gas]] kecuali dalam kondisi ekstrem.<ref>[http://www.webelements.com/helium/physics.html Helium: physical properties]. WebElements.</ref>


Helium pertama kali ditemukan pada tahun 1868 oleh astronom Prancis [[Pierre Janssen]], yang [[Penemuan unsur kimia|pertama kali]] mendeteksi zat sebagai tanda [[Spektroskopi|garis spektrum]] kuning tak diketahui dalam cahaya dari [[gerhana matahari]].<ref>[http://encarta.msn.com/encyclopedia_762508746/pierre_janssen.html Pierre Janssen]. MSN Encarta.</ref> Pada tahun 1903, cadangan helium yang besar ditemukan dalam [[ladang gas alam]] di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pemasok gas terbesar.<ref>Theiss, Leslie. [http://www.blm.gov/wo/st/en/info/newsroom/2007/january/NR0701_2.html Where Has All the Helium Gone?]. Bureau of Land Management. 2007-01-18.</ref> Helium digunakan dalam [[kriogenik]],<ref>Timmerhaus, Klaus D. ''Cryogenic Engineering: Fifty Years of Progress''. Springer. 2006-10-06. ISBN 0-387-33324-X.</ref> sistem pernapasan laut-dalam,<ref>Copel, M. ''Helium voice unscrambling''. ''Audio and Electroacoustics''. September 1966. Vol. 14 (3). hlm. 122–126. doi:10.1109/TAU.1966.1161862.</ref> untuk mendinginkan [[Magnet superkonduksi|magnet superkonduktor]], dan dalam [[Penanggalan Helium|penanggalan helium]],<ref>''helium dating''. 2008.</ref> untuk pengisi [[balon]] udara,<ref>Brain, Marshall. [http://www.howstuffworks.com/helium.htm How Helium Balloons Work]. How Stuff Works.</ref> sebagai pengangkat [[kapal udara]],<ref>Jiwatram, Jaya. [http://www.popsci.com/military-aviation-space/article/2008-07/return-blimp The Return of the Blimp]. ''Popular Science''. 2008-07-10.</ref> dan sebagai gas pelindung untuk penggunaan industri seperti [[Arc welding|pengelasan]] dan pengembangan wafer [[silikon]].<ref>''When good GTAW arcs drift; drafty conditions are bad for welders and their GTAW arcs''. ''Welding Design & Fabrication''. 2005-02-01.</ref> Menghirup [[Volume|sedikit]] gas ini akan mengubah sementara timbre dan kualitas suara manusia.<ref>Montgomery, Craig. [http://www.sciam.com/article.cfm?id=why-does-inhaling-helium Why does inhaling helium make one's voice sound strange?]. ''Scientific American''. 2006-09-04.</ref> Perilaku fasa dua fluida helium-4 cair, helium I dan helium II, penting bagi peneliti yang mempelajari [[mekanika kuantum]] dan terutama fenomena [[superfluiditas]],<ref>[http://www.sciencedaily.com/releases/2004/09/040903085531.htm Probable Discovery Of A New, Supersolid, Phase Of Matter]. Science Daily. 2004-09-03.</ref> dan hal tersebut tampak pada efek bahwa pada temperatur hampir [[nol mutlak]], materi mengalami [[superkonduktivitas]].<ref>Browne, Malcolm W. ''Scientists See Peril In Wasting Helium; Scientists See Peril in Waste of Helium''. ''The New York Times''. 1979-08-21.</ref>


Helium adalah bahan kimia tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, [[monoatomik]] [[inert]] dan merupakan [[gas mulia]] pertama dalam [[tabel periodik]]. Titik [[Titik lebur|lebur]] dan [[Titik didih|didihnya]] adalah yang paling rendah dibandingkan unsur-unsur lainnya dan hanya terdapat dalam bentuk [[gas]] kecuali dalam kondisi ekstrem.
Helium adalah unsur kedua terringan dan merupakan unsur kedua paling melimpah yang teramati di alam semesta.<ref>[http://www.webelements.com/helium/geology.html Helium: geological information]. ''WebElements''.</ref> Sebagian besar helium terbentuk selama Ledakan Dahsyat, tetapi helium baru terbentuk sebagai hasil fusi nuklir hidrogen di dalam bintang.<ref>Cox, Tony. [http://www.newscientist.com/article/mg12517027.000-origin-of-the-chemical-elements.html Origin of the chemical elements]. ''New Scientist''. 1990-02-03.</ref> Di bumi, helium relatif langka dan tercipta dari peluruhan alami beberapa unsur radioaktif<ref>''Helium supply deflated: production shortages mean some industries and partygoers must squeak by''. Houston Chronicle. 2006-11-05.</ref> karena partikel alfa yang dipancarkan mengandung inti helium. Helium radiogenik terperangkap dalam gas alam pada konsentrasi sampai dengan tujuh persen volume,<ref>Brown, David. [http://www.aapg.org/explorer/2008/02feb/helium.cfm Helium a New Target in New Mexico]. American Association of Petroleum Geologists. 2008-02-02.</ref> yang diekstraksi secara komersial dengan cara proses pemisahan temperatur rendah yang disebut distilasi fraksi.<ref>Voth, Greg. ''Where Do We Get the Helium We Use?''. The Science Teacher. 2006-12-01.</ref>
 
Helium pertama kali ditemukan pada tahun 1868 oleh astronom Prancis [[Pierre Janssen]], yang [[Penemuan unsur kimia|pertama kali]] mendeteksi zat sebagai tanda [[Spektroskopi|garis spektrum]] kuning tak diketahui dalam cahaya dari [[gerhana matahari]]. Pada tahun 1903, cadangan helium yang besar ditemukan dalam [[ladang gas alam]] di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pemasok gas terbesar. Helium digunakan dalam [[kriogenik]], sistem pernapasan laut-dalam, untuk mendinginkan [[Magnet superkonduksi|magnet superkonduktor]], dan dalam [[Penanggalan Helium|penanggalan helium]], untuk pengisi [[balon]] udara, sebagai pengangkat [[kapal udara]], dan sebagai gas pelindung untuk penggunaan industri seperti [[Arc welding|pengelasan]] dan pengembangan wafer [[silikon]]. Menghirup [[Volume|sedikit]] gas ini akan mengubah sementara timbre dan kualitas suara manusia. Perilaku fasa dua fluida helium-4 cair, helium I dan helium II, penting bagi peneliti yang mempelajari [[mekanika kuantum]] dan terutama fenomena [[superfluiditas]], dan hal tersebut tampak pada efek bahwa pada temperatur hampir [[nol mutlak]], materi mengalami [[superkonduktivitas]].
 
Helium adalah unsur kedua terringan dan merupakan unsur kedua paling melimpah yang teramati di alam semesta. Sebagian besar helium terbentuk selama Ledakan Dahsyat, tetapi helium baru terbentuk sebagai hasil fusi nuklir hidrogen di dalam bintang. Di bumi, helium relatif langka dan tercipta dari peluruhan alami beberapa unsur radioaktif karena partikel alfa yang dipancarkan mengandung inti helium. Helium radiogenik terperangkap dalam gas alam pada konsentrasi sampai dengan tujuh persen volume, yang diekstraksi secara komersial dengan cara proses pemisahan temperatur rendah yang disebut distilasi fraksi.


== Peran biologis ==
== Peran biologis ==
[[Hidrogen]] adalah unsur esensial bagi kehidupan. Ia ada dalam air dan dalam hampir semua molekul makhluk hidup. Namun, hidrogen sebagai unsur maupun molekul diatomiknya tidak memainkan peran aktif tertentu. Ia berada dalam ikatan dengan atom [[karbon]] dan [[oksigen]], sementara kimia dalam kehidupan lebih menekankan pada lokus-lokus aktif yang melibatkan, misalnya, [[oksigen]], [[nitrogen]], dan [[fosforus]].
[[Hidrogen]] adalah unsur esensial bagi kehidupan. Ia ada dalam air dan dalam hampir semua molekul makhluk hidup. Namun, hidrogen sebagai unsur maupun molekul diatomiknya tidak memainkan peran aktif tertentu. Ia berada dalam ikatan dengan atom [[karbon]] dan [[oksigen]], sementara kimia dalam kehidupan lebih menekankan pada lokus-lokus aktif yang melibatkan, misalnya, [[oksigen]], [[nitrogen]], dan [[fosforus]].<ref>[http://www.rsc.org/periodic-table/element/1/hydrogen Hydrogen]. ''Periodic Table''. Royal Society of Chemistry.</ref>


[[Helium]] tidak diketahui memiliki peran biologis. Helium tak beracun.
[[Helium]] tidak diketahui memiliki peran biologis. Helium tak beracun.<ref>[http://www.rsc.org/periodic-table/element/2/helium Helium]. ''Periodic Table''. Royal Society of Chemistry.</ref>


== Tabel unsur ==
== Tabel unsur ==
== Referensi ==
== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Periode tabel periodik]]
* [[Periode tabel periodik]]
Baris 63: Baris 72:


== Bacaan tambahan ==
== Bacaan tambahan ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+periode+1&oldid=29342601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29342601 (2026-06-13T19:05:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+periode+1&oldid=29342601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29342601 (2026-06-13T19:05:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.02

Unsur periode 1 adalah unsur-unsur kimia dalam baris (atau periode) pertama dari tabel periodik unsur kimia. Tabel periodik disusun berdasarkan baris untuk menggambarkan keberulangan tren (periodik) perilaku kimia unsur-unsur seiring dengan kenaikan nomor atom. Baris baru dimulai ketika perilaku kimia mulai berulang, artinya unsur-unsur dengan perilaku yang sama akan jatuh pada kolom vertikal yang sama.

Periode 1 mengandung lebih sedikit unsur daripada periode lain dalam tabel, dengan hanya 2 anggota yaitu: hidrogen dan helium. Situasi ini dapat dijelakan menggunakan teori modern struktur atom. Dalam penjelasan mekanika kuantum tentang struktur atom, periode ini berhubungan dengan pengisian orbital 1s. Unsur-unsur periode 1 mematuhi kaidah duet yang menyatakan bahwa mereka memerlukan dua elektron untuk melengkapi kulit valensinya. Jumlah maksimum elektron yang dapat diakomodasi oleh unsur-unsur ini adalah dua, yang keduanya terletak di dalam orbital 1s. Oleh karena itu, periode 1 hanya beranggotakan dua unsur.

Tren periodik

Semua periode lain dalam tabel periode mengandung sekurang-kurangnya 8 unsur, dan sering kali membantu menjelaskan tren periodik sepanjang periode. Namun, periode 1 hanya beranggotakan dua unsur, sehingga konsep ini tidak berlaku di sini.

Dalam hal tren vertikal sepanjang golongan, helium dapat dipandang sebagai gas mulia yang berada di puncak Golongan 18, tetapi sesuai dengan diskusi di bawah, kimia hidrogen bersifat unik dan tidak mudah dimasukkan ke dalam golongan manapun.

Posisi unsur-unsur periode 1 dalam tabel periodik

Meskipun baik hidrogen dan helium berada dalam blok-s, mereka berdua tidak berperilaku yang sama dengan unsur-unsur blok-s lainnya. Perilaku keduanya sangat berbeda dibandingkan unsur-unsur blok-s lainnya hingga memunculkan semacam polemik tentang peletakan kedua unsur ini dalam tabel periodik.

Hidrogen kadang-kadang diletakkan di atas litium,[1] di atas karbon,[2] di atas fluor,[3][4] di atas litium dan fluor sekaligus (muncul dua kali),[5] atau di kiri mengambang di atas unsur-unsur lainnya dan tidak dimasukkan ke dalam golongan manapun[6] dalam tabel periodik.

Helium hampir selalu diletakkan di atas neon (yang merupakan anggota blok-p) dalam tabel periodik sebagai gas mulia,[7] meskipun ia kadang-kadang diletakkan di atas berilium karena kesamaan konfigurasi elektronnya.[8]

Unsur

Unsur kimia Deret kimia Konfigurasi elektron
1 H Hidrogen Nonlogam diatomik 1s1
2 He Helium Gas mulia 1s2

Hidrogen

Pada temperatur dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, nonlogam, tidak berasa, merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar dengan rumus molekul H2. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur paling ringan.[9]

Hidrogen adalah unsur kimia paling melimpah, menyusun sekitar 75% massa unsur alam semesta.[10] Bintang dalam deret utama memiliki komponen utama hidrogen dalam kondisi plasmanya. Unsur hidrogen relatif langka di Bumi, dan secara industri diproduksi dari hidrokarbon seperti metana, tetapi setelahnya sebagian besar unsur hidrogen yang dihasilkan digunakan "sendiri" (artinya hanya berputar-putar di tempat produksinya), dengan pasar terbesar hampir terbagi rata antara peningkatan bahan bakar fosil, seperti hydrocracking dan produksi amonia, yang sebagian besar untuk pasar pupuk. Hidrogen dapat diproduksi dari air menggunakan proses elektrolisis, tetapi proses ini secara komersial jauh lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.[11]

Isotop hidrogen yang paling banyak terdapat di alam, diketahui sebagai protium, memiliki satu proton tanpa neutron.[12] Dalam senyawa ionik, ia dapat bermuatan positif, menjadi kation yang merupakan proton telanjang, atau bermuatan negatif, menjadi anion yang dikenal sebagai hidrida. Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan sebagian besar unsur dan terdapat dalam air serta sebagian besar senyawa organik.[13] Ia memainkan peran yang sangat penting dalam kimia asam-basa, di mana banyak reaksi terlibat pertukaran proton antar molekul yang dapat larut.[14] Karena hanya atom netral yang dapat dianalisis menggunakan persamaan Schrödinger, studi energetika dan spektrum atom hidrogen memainkan peran kunci dalam pengembangan mekanika kuantum.[15]

Interaksi hidrogen dengan berbagai logam sangat penting dalam metalurgi, karena banyak logam dapat mengalami perapuhan hidrogen,[16] dan dalam pengembangan cara aman penyimpanannya sebagai bahan bakar.[17] Hidrogen sangat mudah larut dalam banyak senyawa yang tersusun oleh logam tanah jarang dan logam transisi[18] serta dapat larut dalam logam baik kristal maupun amorf.[19] Kelarutan hidrogen dalam logam memengaruhi distorsi lokal atau ketidakmurnian kisi kristal logam.[20]

Helium

Helium adalah bahan kimia tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, monoatomik inert dan merupakan gas mulia pertama dalam tabel periodik.[21] Titik lebur dan didihnya adalah yang paling rendah dibandingkan unsur-unsur lainnya dan hanya terdapat dalam bentuk gas kecuali dalam kondisi ekstrem.[22]

Helium pertama kali ditemukan pada tahun 1868 oleh astronom Prancis Pierre Janssen, yang pertama kali mendeteksi zat sebagai tanda garis spektrum kuning tak diketahui dalam cahaya dari gerhana matahari.[23] Pada tahun 1903, cadangan helium yang besar ditemukan dalam ladang gas alam di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pemasok gas terbesar.[24] Helium digunakan dalam kriogenik,[25] sistem pernapasan laut-dalam,[26] untuk mendinginkan magnet superkonduktor, dan dalam penanggalan helium,[27] untuk pengisi balon udara,[28] sebagai pengangkat kapal udara,[29] dan sebagai gas pelindung untuk penggunaan industri seperti pengelasan dan pengembangan wafer silikon.[30] Menghirup sedikit gas ini akan mengubah sementara timbre dan kualitas suara manusia.[31] Perilaku fasa dua fluida helium-4 cair, helium I dan helium II, penting bagi peneliti yang mempelajari mekanika kuantum dan terutama fenomena superfluiditas,[32] dan hal tersebut tampak pada efek bahwa pada temperatur hampir nol mutlak, materi mengalami superkonduktivitas.[33]

Helium adalah unsur kedua terringan dan merupakan unsur kedua paling melimpah yang teramati di alam semesta.[34] Sebagian besar helium terbentuk selama Ledakan Dahsyat, tetapi helium baru terbentuk sebagai hasil fusi nuklir hidrogen di dalam bintang.[35] Di bumi, helium relatif langka dan tercipta dari peluruhan alami beberapa unsur radioaktif[36] karena partikel alfa yang dipancarkan mengandung inti helium. Helium radiogenik terperangkap dalam gas alam pada konsentrasi sampai dengan tujuh persen volume,[37] yang diekstraksi secara komersial dengan cara proses pemisahan temperatur rendah yang disebut distilasi fraksi.[38]

Peran biologis

Hidrogen adalah unsur esensial bagi kehidupan. Ia ada dalam air dan dalam hampir semua molekul makhluk hidup. Namun, hidrogen sebagai unsur maupun molekul diatomiknya tidak memainkan peran aktif tertentu. Ia berada dalam ikatan dengan atom karbon dan oksigen, sementara kimia dalam kehidupan lebih menekankan pada lokus-lokus aktif yang melibatkan, misalnya, oksigen, nitrogen, dan fosforus.[39]

Helium tidak diketahui memiliki peran biologis. Helium tak beracun.[40]

Tabel unsur

Lihat juga

Bacaan tambahan

Referensi

  1. International Union of Pure and Applied Chemistry > Periodic Table of the Elements. IUPAC.
  2. Marshall W. Cronyn. The Proper Place for Hydrogen in the Periodic Table. Journal of Chemical Education. August 2003. Vol. 80 (8). hlm. 947–951. doi:10.1021/ed080p947.
  3. Marshall W. Cronyn. The Proper Place for Hydrogen in the Periodic Table. Journal of Chemical Education. August 2003. Vol. 80 (8). hlm. 947–951. doi:10.1021/ed080p947.
  4. Vinson, Greg. Hydrogen is a Halogen. HydrogenTwo.com. 2008.
  5. Herb Kaesz. A Central Position for Hydrogen in the Periodic Table. Chemistry International. International Union of Pure and Applied Chemistry. November–December 2003. Vol. 25 (6). hlm. 14.
  6. Herb Kaesz. A Central Position for Hydrogen in the Periodic Table. Chemistry International. International Union of Pure and Applied Chemistry. November–December 2003. Vol. 25 (6). hlm. 14.
  7. International Union of Pure and Applied Chemistry > Periodic Table of the Elements. IUPAC.
  8. Winter, Mark. Janet periodic table. WebElements. 1993–2011.
  9. Hydrogen – Energy. Energy Information Administration.
  10. David Palmer. Hydrogen in the Universe. NASA. November 13, 1997.
  11. Staff. Hydrogen Basics — Production. Florida Solar Energy Center. 2007.
  12. Sullivan, Walter. Fusion Power Is Still Facing Formidable Difficulties. The New York Times. 1971-03-11.
  13. hydrogen. 2008.
  14. Eustis, S. N. Electron-Driven Acid-Base Chemistry: Proton Transfer from Hydrogen Chloride to Ammonia. Science. 2008-02-15. Vol. 319 (5865). hlm. 936–939. doi:10.1126/science.1151614.
  15. Time-dependent Schrödinger equation. 2008.
  16. H. C. Rogers. Hydrogen Embrittlement of Metals. Science. 1999. Vol. 159 (3819). hlm. 1057–1064. doi:10.1126/science.159.3819.1057.
  17. C. H. Christensen. Making society independent of fossil fuels — Danish researchers reveal new technology. Technical University of Denmark. July 9, 2005.
  18. T. Takeshita. Hydrogen solubility in 1:5 compounds between yttrium or thorium and nickel or cobalt. Inorganic Chemistry. 1974. Vol. 13 (9). hlm. 2282–2283. doi:10.1021/ic50139a050.
  19. R. Kirchheim. Hydrogen in amorphous and nanocrystalline metals. Materials Science and Engineering. 1988. Vol. 99. hlm. 457–462. doi:10.1016/0025-5416(88)90377-1.
  20. R. Kirchheim. Hydrogen solubility and diffusivity in defective and amorphous metals. Progress in Materials Science. 1988. Vol. 32 (4). hlm. 262–325. doi:10.1016/0079-6425(88)90010-2.
  21. Helium: the essentials. WebElements.
  22. Helium: physical properties. WebElements.
  23. Pierre Janssen. MSN Encarta.
  24. Theiss, Leslie. Where Has All the Helium Gone?. Bureau of Land Management. 2007-01-18.
  25. Timmerhaus, Klaus D. Cryogenic Engineering: Fifty Years of Progress. Springer. 2006-10-06. ISBN 0-387-33324-X.
  26. Copel, M. Helium voice unscrambling. Audio and Electroacoustics. September 1966. Vol. 14 (3). hlm. 122–126. doi:10.1109/TAU.1966.1161862.
  27. helium dating. 2008.
  28. Brain, Marshall. How Helium Balloons Work. How Stuff Works.
  29. Jiwatram, Jaya. The Return of the Blimp. Popular Science. 2008-07-10.
  30. When good GTAW arcs drift; drafty conditions are bad for welders and their GTAW arcs. Welding Design & Fabrication. 2005-02-01.
  31. Montgomery, Craig. Why does inhaling helium make one's voice sound strange?. Scientific American. 2006-09-04.
  32. Probable Discovery Of A New, Supersolid, Phase Of Matter. Science Daily. 2004-09-03.
  33. Browne, Malcolm W. Scientists See Peril In Wasting Helium; Scientists See Peril in Waste of Helium. The New York Times. 1979-08-21.
  34. Helium: geological information. WebElements.
  35. Cox, Tony. Origin of the chemical elements. New Scientist. 1990-02-03.
  36. Helium supply deflated: production shortages mean some industries and partygoers must squeak by. Houston Chronicle. 2006-11-05.
  37. Brown, David. Helium a New Target in New Mexico. American Association of Petroleum Geologists. 2008-02-02.
  38. Voth, Greg. Where Do We Get the Helium We Use?. The Science Teacher. 2006-12-01.
  39. Hydrogen. Periodic Table. Royal Society of Chemistry.
  40. Helium. Periodic Table. Royal Society of Chemistry.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29342601 (2026-06-13T19:05:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.