Lompat ke isi

Fenomena roti bakar mentega: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29153357; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fenomena roti bakar mentega''' adalah kecenderungan [[roti bakar]] [[mentega]] untuk mendarat dengan sisi bermentega berada di bawah setelah jatuh. Ini telah dianggap sebagai representasi gagasan pesimistis. [[Hukum Murphy]] dianggap sebagai penjelasan fenomena ini, tetapi sains dan fisika membuktikan hal itu terjadi di lingkungan yang tepat.
[[File:LA_LEY_DE_MURPHY.jpg|thumb|right|280px|LA LEY DE MURPHY]]
 
'''Fenomena roti bakar mentega''' adalah kecenderungan [[roti bakar]] [[mentega]] untuk mendarat dengan sisi bermentega berada di bawah setelah jatuh. Ini telah dianggap sebagai representasi gagasan pesimistis.<ref>Gary Martin. [http://www.phrases.org.uk/meanings/butter-side-down.html 'Why does bread always fall buttered side down?' - the meaning and origin of this phrase]. ''Phrasefinder''.</ref> [[Hukum Murphy]] dianggap sebagai penjelasan fenomena ini, tetapi sains dan fisika membuktikan hal itu terjadi di lingkungan yang tepat.


== Asal mula ==
== Asal mula ==
Fenomena ini sering dikatakan merupakan pepatah lama dari "negara bagian utara" (Amerika Serikat). Catatan tertulis dapat ditelusuri sampai pertengahan abad ke-19. Fenomena ini sering dikaitkan dengan sebuah puisi parodi karya James Payn dari tahun 1884:<ref>George Latimer Apperson. [https://books.google.co.uk/books?id=7PMZJqSR4sAC&dq=I%27ve+never+had+a+piece+of+toast+Particularly+long+and+wide%2C+But+fell+upon+the+sanded+floor%2C+And+always+on+the+buttered+side.&q=buttered+toast#v=onepage&q=buttered&f=false Dictionary of Proverbs]. Wordsworth Editions Ltd. 2005. hlm. 69–70. ISBN 1840223111.</ref><ref>Martin H. Manser. [https://books.google.com/books?id=fgaUQc8NbTYC&pg=PA32&lpg=PA32&dq=%C2%A0James+Payn+from+1884+butter+side+down&source=bl&ots=eUG4bkloJ2&sig=SAta2G677ttPbqmzrWIsGij9iIs&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiE6L-pw7vUAhUR92MKHQOHAhcQ6AEIKjAB#v=onepage&q=%C2%A0James%20Payn%20from%201884%20butter%20side%20down&f=false The Facts on File Dictionary of Proverbs]. Infobase Publishing. 2007. ISBN 9780816066735.</ref>


Fenomena ini sering dikatakan merupakan pepatah lama dari "negara bagian utara" (Amerika Serikat). Catatan tertulis dapat ditelusuri sampai pertengahan abad ke-19. Fenomena ini sering dikaitkan dengan sebuah puisi parodi karya James Payn dari tahun 1884:
Dahulu, hal ini sering kali hanya dianggap sebagai suatu kepercayaan pesimis. Sebuah studi yang ditampilkan oleh serial televisi [[BBC]] [[Q.E.D. (seri TV BBC)|Q.E.D.]] menemukan bahwa saat roti bakar dilemparkan keudara, roti akan mendarat dengan sisi bermentega dibawah hanya satu setengah dari keseluruhan percobaan (sebagaimana yang terjadi sebagai sebuah kebetulan).<ref>Ian Stewart. [http://www.whydomath.org/Reading_Room_Material/ian_stewart/anthro/anthro.html The Anthropomurphic Principle]. ''Why Do Math?''. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.</ref> Namun, beberapa penelitian ilmiah telah menemukan bahwa saat roti panggang dijatuhkan dari meja (berlawanan dengan dilempar ke udara), roti itu akan jatuh dengan sisi mentega dibawah.<ref>Robert Matthews. [http://www.telegraph.co.uk/news/uknews/1331810/Breakfast-at-Murphys-or-why-the-toast-lands-butter-side-down.html Breakfast at Murphy's (or why the toast lands butter-side down)]. ''The Telegraph''. 27 May 2001.</ref><ref>R. A. J. Matthews. [http://stacks.iop.org/0143-0807/16/i=4/a=005 Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants]. ''European Journal of Physics''. 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.</ref><ref>Bacon. [https://space.umd.edu/dch/p405s04/AJP00038.pdf A closer look at tumbling toast]. ''American Journal of Physics''. 2001.</ref> Sebuah studi oleh Robert A J Matthews<ref>[https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Robert_Matthews_(scientist)&oldid=740884970 Robert Matthews (scientist)]. ''Wikipedia''. 2016-09-23.</ref> memenangkan [[Hadiah Nobel Ig]] pada tahun 1996.<ref>R A J Matthews. [http://iopscience.iop.org/0143-0807/16/4/005 Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants]. ''European Journal of Physics''. 18 July 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172–176. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.</ref>
 
<ref>Esther Inglis-Arkell. [http://io9.com/5867322/an-experiment-that-solves-the-worlds-most-important-question-how-to-keep-toast-from-landing-buttered+side-down An Experiment That Solves The World’s Most Important Question: How to Keep Toast from Landing Buttered-Side Down]. io9. 13 Desember 2011.</ref>
 
Dahulu, hal ini sering kali hanya dianggap sebagai suatu kepercayaan pesimis. Sebuah studi yang ditampilkan oleh serial televisi [[BBC]] [[Q.E.D. (seri TV BBC)|Q.E.D.]] menemukan bahwa saat roti bakar dilemparkan keudara, roti akan mendarat dengan sisi bermentega dibawah hanya satu setengah dari keseluruhan percobaan (sebagaimana yang terjadi sebagai sebuah kebetulan). Namun, beberapa penelitian ilmiah telah menemukan bahwa saat roti panggang dijatuhkan dari meja (berlawanan dengan dilempar ke udara), roti itu akan jatuh dengan sisi mentega dibawah. Sebuah studi oleh Robert A J Matthews memenangkan [[Hadiah Nobel Ig]] pada tahun 1996.
 


== Penjelasan ==
== Penjelasan ==
 
Saat roti panggang terlepas dari tangan, peristiwa kejatuhan tersebut akan terjadi dalam sebuah sudut, secara alami akan tergelincir dari posisi sebelumnya, kemudian roti panggang akan terputar. Mengingat tinggi meja biasanya antara dua hingga enam kaki (0,7 sampai 2 meter), ada cukup waktu bagi roti panggang untuk memutar sekitar satu setengah putaran, dan dengan demikian berada terbalik dengan posisi semula. Karena posisi aslinya biasanya mentega berada diatas, roti panggang akan terjatuh dengan sisi bermentega di bawah.<ref>Keith Devlin. [https://www.maa.org/external_archive/devlin/devlin_july_98.html Buttered Toast and Other Patterns]. ''Mathematical Association of America''. July 1998.</ref> Namun, jika tinggi meja lebih dari 10 kaki (3 meter), roti panggang akan terputar 360 derajat penuh, dan akan mendarat dengan sisi bermentega berada di atas.<ref>Ben Valsler. [http://www.thenakedscientists.com/HTML/content/kitchenscience/exp/butter-side-down/ Butter Side Down]. 16 December 2007.</ref> Jika roti bakar bergerak secara horisontal pada kecepatan lebih dari 3,6 [[mil per jam]] (1,6&nbsp;m/dtk), roti bakar tersebut tidak akan cukup terputar untuk untuk jatuh dengan sisi mentega berada di bawah.<ref>Ian Stewart. [http://www.whydomath.org/Reading_Room_Material/ian_stewart/anthro/anthro.html The Anthropomurphic Principle]. ''Why Do Math?''. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.</ref> Faktanya, fenomena ini disebabkan oleh [[konstanta fisika]] fundamental.<ref>R A J Matthews. [http://iopscience.iop.org/0143-0807/16/4/005 Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants]. ''European Journal of Physics''. 18 July 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172–176. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.</ref>
Saat roti panggang terlepas dari tangan, peristiwa kejatuhan tersebut akan terjadi dalam sebuah sudut, secara alami akan tergelincir dari posisi sebelumnya, kemudian roti panggang akan terputar. Mengingat tinggi meja biasanya antara dua hingga enam kaki (0,7 sampai 2 meter), ada cukup waktu bagi roti panggang untuk memutar sekitar satu setengah putaran, dan dengan demikian berada terbalik dengan posisi semula. Karena posisi aslinya biasanya mentega berada diatas, roti panggang akan terjatuh dengan sisi bermentega di bawah. Namun, jika tinggi meja lebih dari 10 kaki (3 meter), roti panggang akan terputar 360 derajat penuh, dan akan mendarat dengan sisi bermentega berada di atas. Jika roti bakar bergerak secara horisontal pada kecepatan lebih dari 3,6 [[mil per jam]] (1,6&nbsp;m/dtk), roti bakar tersebut tidak akan cukup terputar untuk untuk jatuh dengan sisi mentega berada di bawah. Faktanya, fenomena ini disebabkan oleh [[konstanta fisika]] fundamental.


== Faktor lain ==
== Faktor lain ==
Bobot mentega yang ditambahkan tidak berpengaruh pada proses kejatuhan,<ref>Kathy Wollard. [http://www.how-come.net/2009/08/17/why-does-a-falling-piece-of-toast-always-seem-to-land-on-the-buttered-side/ Why does a falling piece of toast always seem to land on the buttered side?]. How Come?. 2009-08-17.</ref> selama mentega dioleskan merata ke seluruh permukaan irisan roti.<ref>Ian Stewart. [http://www.whydomath.org/Reading_Room_Material/ian_stewart/anthro/anthro.html The Anthropomurphic Principle]. ''Why Do Math?''. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.</ref>


Bobot mentega yang ditambahkan tidak berpengaruh pada proses kejatuhan, selama mentega dioleskan merata ke seluruh permukaan irisan roti.
Temuan berikut berasal dari Mythbusters:<ref>[http://www.mythbusterstheexhibition.com/science-content/butter-side-up/#article Mythbusters Museum]. ''Mythbusters Museum''.</ref>
 
 
Temuan berikut berasal dari Mythbusters:
* '''Periode Rotasi''': Jika Anda menjatuhkan sepotong roti bakar dari meja dapur, roti tersebut akan terputar saat jatuh. Periode rotasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk roti bakar untuk menyelesaikan putaran 360 derajat penuh. Masalahnya adalah lantai menginterupsi jatuh tepat di tengah rotasi roti bakar—ini akan menyebabkan roti bakar terbalik dari sisi bermentega diatas menjadi sisi bermentega di bawah. Semakin tinggi roti bakar dijatuhkan, semakin besar kesempatan untuk menyelesaikan rotasi—dan terjatuh dengan sisi mentega diatas.
* '''Periode Rotasi''': Jika Anda menjatuhkan sepotong roti bakar dari meja dapur, roti tersebut akan terputar saat jatuh. Periode rotasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk roti bakar untuk menyelesaikan putaran 360 derajat penuh. Masalahnya adalah lantai menginterupsi jatuh tepat di tengah rotasi roti bakar—ini akan menyebabkan roti bakar terbalik dari sisi bermentega diatas menjadi sisi bermentega di bawah. Semakin tinggi roti bakar dijatuhkan, semakin besar kesempatan untuk menyelesaikan rotasi—dan terjatuh dengan sisi mentega diatas.
* '''Momen Inersia''': Saat sepotong roti bakar mulai terputar saat jatuh ke lantai dapur, ia memiliki inersia-tak akan terputar jika mendapat gaya yang cukup. Inersia ditentukan oleh kecepatan roti bakar saat terputar, dikombinasikan dengan ukuran dan massa roti bakar. Sebagian besar [[sarapan]] roti bakar memiliki massa dan ukuran yang sama. Namun, bagaimanpun cara mengirisnya, aturan yang sama akan tetap berlaku. Tambahkan sedikit kecepatan ketika roti mulai terputar saat sarapan terjatuh dari piring-berikan sedikit tamparan untuk menambahkan inersia dan lihat bagaimana dia akan mendarat.
* '''Momen Inersia''': Saat sepotong roti bakar mulai terputar saat jatuh ke lantai dapur, ia memiliki inersia-tak akan terputar jika mendapat gaya yang cukup. Inersia ditentukan oleh kecepatan roti bakar saat terputar, dikombinasikan dengan ukuran dan massa roti bakar. Sebagian besar [[sarapan]] roti bakar memiliki massa dan ukuran yang sama. Namun, bagaimanpun cara mengirisnya, aturan yang sama akan tetap berlaku. Tambahkan sedikit kecepatan ketika roti mulai terputar saat sarapan terjatuh dari piring-berikan sedikit tamparan untuk menambahkan inersia dan lihat bagaimana dia akan mendarat.
Baris 28: Baris 25:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fenomena+roti+bakar+mentega&oldid=29153357 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29153357 (2026-04-22T08:38:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fenomena+roti+bakar+mentega&oldid=29153357 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29153357 (2026-04-22T08:38:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.03

LA LEY DE MURPHY

Fenomena roti bakar mentega adalah kecenderungan roti bakar mentega untuk mendarat dengan sisi bermentega berada di bawah setelah jatuh. Ini telah dianggap sebagai representasi gagasan pesimistis.[1] Hukum Murphy dianggap sebagai penjelasan fenomena ini, tetapi sains dan fisika membuktikan hal itu terjadi di lingkungan yang tepat.

Asal mula

Fenomena ini sering dikatakan merupakan pepatah lama dari "negara bagian utara" (Amerika Serikat). Catatan tertulis dapat ditelusuri sampai pertengahan abad ke-19. Fenomena ini sering dikaitkan dengan sebuah puisi parodi karya James Payn dari tahun 1884:[2][3]

Dahulu, hal ini sering kali hanya dianggap sebagai suatu kepercayaan pesimis. Sebuah studi yang ditampilkan oleh serial televisi BBC Q.E.D. menemukan bahwa saat roti bakar dilemparkan keudara, roti akan mendarat dengan sisi bermentega dibawah hanya satu setengah dari keseluruhan percobaan (sebagaimana yang terjadi sebagai sebuah kebetulan).[4] Namun, beberapa penelitian ilmiah telah menemukan bahwa saat roti panggang dijatuhkan dari meja (berlawanan dengan dilempar ke udara), roti itu akan jatuh dengan sisi mentega dibawah.[5][6][7] Sebuah studi oleh Robert A J Matthews[8] memenangkan Hadiah Nobel Ig pada tahun 1996.[9] [10]

Penjelasan

Saat roti panggang terlepas dari tangan, peristiwa kejatuhan tersebut akan terjadi dalam sebuah sudut, secara alami akan tergelincir dari posisi sebelumnya, kemudian roti panggang akan terputar. Mengingat tinggi meja biasanya antara dua hingga enam kaki (0,7 sampai 2 meter), ada cukup waktu bagi roti panggang untuk memutar sekitar satu setengah putaran, dan dengan demikian berada terbalik dengan posisi semula. Karena posisi aslinya biasanya mentega berada diatas, roti panggang akan terjatuh dengan sisi bermentega di bawah.[11] Namun, jika tinggi meja lebih dari 10 kaki (3 meter), roti panggang akan terputar 360 derajat penuh, dan akan mendarat dengan sisi bermentega berada di atas.[12] Jika roti bakar bergerak secara horisontal pada kecepatan lebih dari 3,6 mil per jam (1,6 m/dtk), roti bakar tersebut tidak akan cukup terputar untuk untuk jatuh dengan sisi mentega berada di bawah.[13] Faktanya, fenomena ini disebabkan oleh konstanta fisika fundamental.[14]

Faktor lain

Bobot mentega yang ditambahkan tidak berpengaruh pada proses kejatuhan,[15] selama mentega dioleskan merata ke seluruh permukaan irisan roti.[16]

Temuan berikut berasal dari Mythbusters:[17]

  • Periode Rotasi: Jika Anda menjatuhkan sepotong roti bakar dari meja dapur, roti tersebut akan terputar saat jatuh. Periode rotasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk roti bakar untuk menyelesaikan putaran 360 derajat penuh. Masalahnya adalah lantai menginterupsi jatuh tepat di tengah rotasi roti bakar—ini akan menyebabkan roti bakar terbalik dari sisi bermentega diatas menjadi sisi bermentega di bawah. Semakin tinggi roti bakar dijatuhkan, semakin besar kesempatan untuk menyelesaikan rotasi—dan terjatuh dengan sisi mentega diatas.
  • Momen Inersia: Saat sepotong roti bakar mulai terputar saat jatuh ke lantai dapur, ia memiliki inersia-tak akan terputar jika mendapat gaya yang cukup. Inersia ditentukan oleh kecepatan roti bakar saat terputar, dikombinasikan dengan ukuran dan massa roti bakar. Sebagian besar sarapan roti bakar memiliki massa dan ukuran yang sama. Namun, bagaimanpun cara mengirisnya, aturan yang sama akan tetap berlaku. Tambahkan sedikit kecepatan ketika roti mulai terputar saat sarapan terjatuh dari piring-berikan sedikit tamparan untuk menambahkan inersia dan lihat bagaimana dia akan mendarat.
  • Momentum Sudut: Sama seperti frisbee atau giroskop, roti bakar akan meningkat stabilitasnya saat terputar. Sebenarnya, semakin cepat berputar, semakin stabil pula. Ini adalah momentum sudut, atau massa bergerak di sekitar satu titik, dalam suatu aksi. Newton pernah mengklaim bahwa massa yang bergerak akan tetap bergerak (kelembaman), dan ini berlaku pula untuk roti bakar. Begitu roti bakar terputar, ia akan terus berputar, sampai beberapa gaya lain bekerja di atasnya... seperti lantai yang menghentikannya.

Lihat pula

Referensi

  1. Gary Martin. 'Why does bread always fall buttered side down?' - the meaning and origin of this phrase. Phrasefinder.
  2. George Latimer Apperson. Dictionary of Proverbs. Wordsworth Editions Ltd. 2005. hlm. 69–70. ISBN 1840223111.
  3. Martin H. Manser. The Facts on File Dictionary of Proverbs. Infobase Publishing. 2007. ISBN 9780816066735.
  4. Ian Stewart. The Anthropomurphic Principle. Why Do Math?. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.
  5. Robert Matthews. Breakfast at Murphy's (or why the toast lands butter-side down). The Telegraph. 27 May 2001.
  6. R. A. J. Matthews. Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants. European Journal of Physics. 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.
  7. Bacon. A closer look at tumbling toast. American Journal of Physics. 2001.
  8. Robert Matthews (scientist). Wikipedia. 2016-09-23.
  9. R A J Matthews. Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants. European Journal of Physics. 18 July 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172–176. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.
  10. Esther Inglis-Arkell. An Experiment That Solves The World’s Most Important Question: How to Keep Toast from Landing Buttered-Side Down. io9. 13 Desember 2011.
  11. Keith Devlin. Buttered Toast and Other Patterns. Mathematical Association of America. July 1998.
  12. Ben Valsler. Butter Side Down. 16 December 2007.
  13. Ian Stewart. The Anthropomurphic Principle. Why Do Math?. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.
  14. R A J Matthews. Tumbling toast, Murphy's Law and the fundamental constants. European Journal of Physics. 18 July 1995. Vol. 16 (4). hlm. 172–176. doi:10.1088/0143-0807/16/4/005.
  15. Kathy Wollard. Why does a falling piece of toast always seem to land on the buttered side?. How Come?. 2009-08-17.
  16. Ian Stewart. The Anthropomurphic Principle. Why Do Math?. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1995.
  17. Mythbusters Museum. Mythbusters Museum.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29153357 (2026-04-22T08:38:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.