Kalor peleburan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28026102; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Enthalpies_of_melting_and_boiling_for_pure_elements_versus_temperatures_of_transition.svg|thumb|right|280px|Enthalpies of melting and boiling for pure elements versus temperatures of transition]] | |||
'''Kalor peleburan''' atau '''entalpi peleburan''' adalah perubahan [[entalpi]] yang dihasilkan dari penyediaan [[energi]], biasanya bahang, kepada kuantitas tertentu suatu zat untuk mengubah keadaannya dari padat menjadi cair pada tekanan konstan. Energi ini meliputi kontribusi yang diperlukan untuk membuat ruang untuk perubahan volume terkait dengan mengganti lingkunannya dengan tekanan ambien. Suhu ketika terjadi [[transisi fasa]] disebut [[titik lebur]] atau [[titik leleh]]. Berdasarkan konvensi, tekanan diasumsikan sebagai kecuali bila disebut lain. | '''Kalor peleburan''' atau '''entalpi peleburan''' adalah perubahan [[entalpi]] yang dihasilkan dari penyediaan [[energi]], biasanya bahang, kepada kuantitas tertentu suatu zat untuk mengubah keadaannya dari padat menjadi cair pada tekanan konstan. Energi ini meliputi kontribusi yang diperlukan untuk membuat ruang untuk perubahan volume terkait dengan mengganti lingkunannya dengan tekanan ambien. Suhu ketika terjadi [[transisi fasa]] disebut [[titik lebur]] atau [[titik leleh]]. Berdasarkan konvensi, tekanan diasumsikan sebagai kecuali bila disebut lain. | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
Jika cairan air didinginkan, suhunya jatuh sedemikian rupa sampai jatuh tetap di bawah titik bekunya 0 °C. Suhu kemudian tetap konstan pada titik poin sementara air mengkristal. Ketika air sudah membeku sempurna, suhunya terus turu. | Jika cairan air didinginkan, suhunya jatuh sedemikian rupa sampai jatuh tetap di bawah titik bekunya 0 °C. Suhu kemudian tetap konstan pada titik poin sementara air mengkristal. Ketika air sudah membeku sempurna, suhunya terus turu. | ||
Entalpi peleburan hampir selalu bertanda positif; [[helium]] adalah satu-satunya perkecualian. [[Helium-3]] mempunyai entalpi peleburan negatif pada suhu di bawah 0,3 K. [[Helium-4]] juga memiliki sedikit entalpi peleburan negatif di suhu bawah . Artinya, pada tekanan konstan yang sesuai, zat ini membeku dengan adanya penambahan panas. Dalam kasus He, tekanan ini berkisar antara dan . | Entalpi peleburan hampir selalu bertanda positif; [[helium]] adalah satu-satunya perkecualian. [[Helium-3]] mempunyai entalpi peleburan negatif pada suhu di bawah 0,3 K. [[Helium-4]] juga memiliki sedikit entalpi peleburan negatif di suhu bawah . Artinya, pada tekanan konstan yang sesuai, zat ini membeku dengan adanya penambahan panas. Dalam kasus He, tekanan ini berkisar antara dan .<ref>J. K. Hoffer. ''Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K''. ''Journal of Low Temperature Physics''. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63-102. doi:10.1007/BF00117245.</ref> | ||
{| class="wikitable sortable" | |||
|- | |||
! Zat | |||
! Kalor peleburan<br> (cal/g) | |||
! Kalor peleburan<br> (J/g) | |||
|- | |||
| [[air]] | |||
| 79,72 | |||
| 333,55 | |||
|- | |||
| [[metana]] | |||
| 13,96 | |||
| 58,99 | |||
|- | |||
| [[propana]] | |||
| 19,11 | |||
| 79,96 | |||
|- | |||
| [[gliserol]] | |||
| 47,95 | |||
| 200,62 | |||
|- | |||
| [[asam format]] | |||
| 66,05 | |||
| 276,35 | |||
|- | |||
| [[asam asetat]] | |||
| 45,90 | |||
| 192,09 | |||
|- | |||
| [[aseton]] | |||
| 23,42 | |||
| 97,99 | |||
|- | |||
| [[benzena]] | |||
| 30,45 | |||
| 127,40 | |||
|- | |||
| [[asam miristat]] | |||
| 47,49 | |||
| 198,70 | |||
|- | |||
| [[asam palmitat]] | |||
| 39,18 | |||
| 163,93 | |||
|- | |||
| [[natrium asetat]] | |||
| | |||
| 264–289<ref>Ibrahim Dincer and Marc A. Rosen. [https://books.google.com/books?id=EsfcWE5lX40C&q=latent+heat+of+fusion+sodium+acetate#search Thermal Energy Storage: Systems and Applications], page 155</ref> | |||
|- | |||
| [[asam stearat]] | |||
| 47,54 | |||
| 198,91 | |||
|- | |||
| [[Parafin]] () | |||
| 47,8-52,6 | |||
| 200–220 | |||
|- | |||
|} | |||
Nilai ini sebagian besar diambil dari [[CRC Press|CRC]] ''Handbook of Chemistry and Physics'', 62 edition. Konversi antara cal/g dan J/g pada tabel di atas menggunakan [[kalori]] termokimia (cal) = 4,184 joule dan bukan kalori dari ''International Steam Table'' (cal) = 4,1868 joule | Nilai ini sebagian besar diambil dari [[CRC Press|CRC]] ''Handbook of Chemistry and Physics'', 62 edition. Konversi antara cal/g dan J/g pada tabel di atas menggunakan [[kalori]] termokimia (cal) = 4,184 joule dan bukan kalori dari ''International Steam Table'' (cal) = 4,1868 joule | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
1) Untuk memanaskan 1 kg (1,00 liter) air dari memerlukan 83,6 kJ. Namun, untuk melelehkan es juga diperlukan energi Untuk memanaskan 1 kg es krim dari memerlukan: | 1) Untuk memanaskan 1 kg (1,00 liter) air dari memerlukan 83,6 kJ. Namun, untuk melelehkan es juga diperlukan energi Untuk memanaskan 1 kg es krim dari memerlukan: | ||
:(1) <math>333,55\ \text{J/g (panas peleburan es)} = 333,55\ \text{kJ/kg}\ = 333,55\ \text{kJ untuk melelehkan 1 kg es}</math> | :(1) <math>333,55\ \text{J/g (panas peleburan es)} = 333,55\ \text{kJ/kg}\ = 333,55\ \text{kJ untuk melelehkan 1 kg es}</math> | ||
| Baris 38: | Baris 97: | ||
:<math> \frac{0,0248*\frac{1\ 000 \mbox{ g}}{18,053 \mbox{ mol}^{-1}}}{1-0,0248}*151,17 \mbox{ mol}^{-1} = 213,4</math> | :<math> \frac{0,0248*\frac{1\ 000 \mbox{ g}}{18,053 \mbox{ mol}^{-1}}}{1-0,0248}*151,17 \mbox{ mol}^{-1} = 213,4</math> | ||
yang menghasilkan deviasi dari kelarutan aslinya (240 g/L) sebesar 11%. Galat ini dapat dikurangi bila parameter [[kapasitas panas]] tambahan diperhitungkan. | yang menghasilkan deviasi dari kelarutan aslinya (240 g/L) sebesar 11%. Galat ini dapat dikurangi bila parameter [[kapasitas panas]] tambahan diperhitungkan.<ref>H. Hojjati and S. Rohani. ''Measurement and Prediction of Solubility of Paracetamol in Water-Isopropanol Solution. Part 2. Prediction''. ''Org. Process Res. Dev''. 2006. Vol. 10. hlm. 1110–1118. doi:10.1021/op060074g.</ref> | ||
=== Bukti === | === Bukti === | ||
| Baris 89: | Baris 148: | ||
* [[Metode Joback]] (Estimasi panas peleburan dari struktur molekul) | * [[Metode Joback]] (Estimasi panas peleburan dari struktur molekul) | ||
* [[Kalor laten]] | * [[Kalor laten]] | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalor+peleburan&oldid=28026102 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28026102 (2025-10-16T16:29:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.04

Kalor peleburan atau entalpi peleburan adalah perubahan entalpi yang dihasilkan dari penyediaan energi, biasanya bahang, kepada kuantitas tertentu suatu zat untuk mengubah keadaannya dari padat menjadi cair pada tekanan konstan. Energi ini meliputi kontribusi yang diperlukan untuk membuat ruang untuk perubahan volume terkait dengan mengganti lingkunannya dengan tekanan ambien. Suhu ketika terjadi transisi fasa disebut titik lebur atau titik leleh. Berdasarkan konvensi, tekanan diasumsikan sebagai kecuali bila disebut lain.
'Entalpi' peleburan adalah panas laten, karena, selama pelelehan, masuknya panas tidak dapat diamati sebagai perubahan suhu, oleh karena suhu tetap konstan selama proses tersebut. Panas laten peleburan adalah perubahan entalpi berapapun dari suatu zat ketika ia meleleh. Ketika panas peleburan dirujuk kepada satuan massa, ia biasanya disebut panas peleburan spesifik (), sementara panas peleburan molar () merujuk pada perubahan entalpi per jumlah zat dalam satuan mol.
Fasa cair memiliki energi internal lebih besar daripada fasa padat. Ini berarti energi harus dipasok ke padatan untuk melelehkannya dan energi dilepaskan dari cairan ketika ia membeku, karena molekul dalam cairan mengalami gaya intermolekuler yang lebih lemah dan sehingga memiliki energi potensial yang lebih tinggi (suatu jenis energi disosiasi ikatan untuk gaya intermolekuler.
Jika cairan air didinginkan, suhunya jatuh sedemikian rupa sampai jatuh tetap di bawah titik bekunya 0 °C. Suhu kemudian tetap konstan pada titik poin sementara air mengkristal. Ketika air sudah membeku sempurna, suhunya terus turu.
Entalpi peleburan hampir selalu bertanda positif; helium adalah satu-satunya perkecualian. Helium-3 mempunyai entalpi peleburan negatif pada suhu di bawah 0,3 K. Helium-4 juga memiliki sedikit entalpi peleburan negatif di suhu bawah . Artinya, pada tekanan konstan yang sesuai, zat ini membeku dengan adanya penambahan panas. Dalam kasus He, tekanan ini berkisar antara dan .[1]
| Zat | Kalor peleburan (cal/g) |
Kalor peleburan (J/g) |
|---|---|---|
| air | 79,72 | 333,55 |
| metana | 13,96 | 58,99 |
| propana | 19,11 | 79,96 |
| gliserol | 47,95 | 200,62 |
| asam format | 66,05 | 276,35 |
| asam asetat | 45,90 | 192,09 |
| aseton | 23,42 | 97,99 |
| benzena | 30,45 | 127,40 |
| asam miristat | 47,49 | 198,70 |
| asam palmitat | 39,18 | 163,93 |
| natrium asetat | 264–289[2] | |
| asam stearat | 47,54 | 198,91 |
| Parafin () | 47,8-52,6 | 200–220 |
Nilai ini sebagian besar diambil dari CRC Handbook of Chemistry and Physics, 62 edition. Konversi antara cal/g dan J/g pada tabel di atas menggunakan kalori termokimia (cal) = 4,184 joule dan bukan kalori dari International Steam Table (cal) = 4,1868 joule
Contoh
1) Untuk memanaskan 1 kg (1,00 liter) air dari memerlukan 83,6 kJ. Namun, untuk melelehkan es juga diperlukan energi Untuk memanaskan 1 kg es krim dari memerlukan:
- (1)
- DITAMBAH
- (2)
- Jadi satu bagian air pada akan mendinginkan hampir tepat 4 bagian air dari menjadi .
2) Silikon mempunyai panas peleburan 50,21 kJ/mol. Sebesar 50 kW daya dapat memasok energiyang dibutuhkan untuk melelehkan sekitar 100 kg silikon dalam satu jam, setelah mencapai suhu titik leburnya:
Prediksi kelarutan
Panas peleburan dapat juga digunakan untuk memperkirakan kelarutan untuk padatan dalam larutan. Melalui larutan ideal yang disediakan, diperoleh fraksi mol solut pada kejenuhan adalah fungsi panas peleburan, titik lebur padatan dan suhu larutan:
Di sini, adalah tetapan gas. Contohnya, kelarutan parasetamol dalam air pada diprediksi adalah:
Ini sama dengan kelarutan dalam gram per liter:
yang menghasilkan deviasi dari kelarutan aslinya (240 g/L) sebesar 11%. Galat ini dapat dikurangi bila parameter kapasitas panas tambahan diperhitungkan.[3]
Bukti
Pada kesetimbangan potensial kimia untuk pelarut murni dan padatan murni adalah sama:
atau
dengan tetapan gas dan suhu.
Penataan ulang menghasilkan:
dan karena
panas peleburan menjadikan potensial kimia berbeda antara cairan murni dan padatan murni, sesuai dengan
Aplikasi persamaan Gibbs–Helmholtz:
akhirnya menghasilkan:
atau:
dan dengan integrasi:
diperoleh hasil akhir:
Lihat juga
- Panas penguapan
- Kapasitas kalor
- Database termodinamika untuk zat murni
- Metode Joback (Estimasi panas peleburan dari struktur molekul)
- Kalor laten
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ J. K. Hoffer. Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K. Journal of Low Temperature Physics. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63-102. doi:10.1007/BF00117245.
- ↑ Ibrahim Dincer and Marc A. Rosen. Thermal Energy Storage: Systems and Applications, page 155
- ↑ H. Hojjati and S. Rohani. Measurement and Prediction of Solubility of Paracetamol in Water-Isopropanol Solution. Part 2. Prediction. Org. Process Res. Dev. 2006. Vol. 10. hlm. 1110–1118. doi:10.1021/op060074g.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28026102 (2025-10-16T16:29:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.