Nasib akhir alam semesta: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27531851; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Nasib akhir alam semesta''' adalah sebuah topik dalam [[kosmologi fisik]] yang batasan teoretisnya menjelaskan dan mengevaluasi skenario evolusi dan nasib akhir [[alam semesta]]. Berdasarkan bukti pengamatan yang tersedia, memprediksi nasib dan evolusi alam semesta telah menjadi pertanyaan kosmologis yang valid, berada di luar batasan kepercayaan mitologis atau teologis yang sebagian besar tidak dapat diuji. Beberapa kemungkinan masa depan telah diprediksi oleh hipotesis ilmiah yang berbeda. Misalnya hipotesis untuk menentukan apakah alam semesta mungkin telah ada untuk durasi yang terbatas dan tak terbatas, atau untuk menjelaskan cara dan keadaan permulaannya. | '''Nasib akhir alam semesta''' adalah sebuah topik dalam [[kosmologi fisik]] yang batasan teoretisnya menjelaskan dan mengevaluasi skenario evolusi dan nasib akhir [[alam semesta]]. Berdasarkan bukti pengamatan yang tersedia, memprediksi nasib dan evolusi alam semesta telah menjadi pertanyaan kosmologis yang valid, berada di luar batasan kepercayaan mitologis atau teologis yang sebagian besar tidak dapat diuji. Beberapa kemungkinan masa depan telah diprediksi oleh hipotesis ilmiah yang berbeda. Misalnya hipotesis untuk menentukan apakah alam semesta mungkin telah ada untuk durasi yang terbatas dan tak terbatas, atau untuk menjelaskan cara dan keadaan permulaannya. | ||
Pengamatan yang dilakukan oleh [[Edwin Hubble]] selama tahun 1930-an-1950-an menemukan bahwa galaksi tampak bergerak menjauh satu sama lain, yang mengarah ke teori [[Dentuman Besar]] yang diterima saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa awal alam semesta sangat padat, sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, dan telah berkembang dan (rata-rata) menjadi kurang padat sejak saat itu. Konfirmasi Dentuman Besar sebagian besar tergantung pada tingkat laju ekspansi, kepadatan rata-rata materi, dan sifat fisik massa-energi di alam semesta. | Pengamatan yang dilakukan oleh [[Edwin Hubble]] selama tahun 1930-an-1950-an menemukan bahwa galaksi tampak bergerak menjauh satu sama lain, yang mengarah ke teori [[Dentuman Besar]] yang diterima saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa awal alam semesta sangat padat, sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, dan telah berkembang dan (rata-rata) menjadi kurang padat sejak saat itu.<ref>Edward J. Wollack. [http://map.gsfc.nasa.gov/universe/ Cosmology: The Study of the Universe]. ''Universe 101: Big Bang Theory''. NASA. 10 December 2010.</ref> Konfirmasi Dentuman Besar sebagian besar tergantung pada tingkat laju ekspansi, kepadatan rata-rata materi, dan sifat fisik massa-energi di alam semesta. | ||
Ada konsensus kuat di antara para kosmolog bahwa bentuk alam semesta dianggap "datar" (garis paralel tetap akan paralel) dan akan terus mengembang selamanya. | Ada konsensus kuat di antara para kosmolog bahwa bentuk alam semesta dianggap "datar" (garis paralel tetap akan paralel) dan akan terus mengembang selamanya.<ref>[http://map.gsfc.nasa.gov/universe/uni_shape.html WMAP- Shape of the Universe]. ''map.gsfc.nasa.gov''.</ref><ref>[http://map.gsfc.nasa.gov/universe/uni_fate.html WMAP- Fate of the Universe]. ''map.gsfc.nasa.gov''.</ref> | ||
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan asal-usul dan nasib akhir alam semesta meliputi [[Perluasan alam semesta|pergerakan rata-rata galaksi]], [[bentuk alam semesta|bentuk dan struktur alam semesta]], serta jumlah [[materi gelap]] dan [[energi gelap]] yang dikandung dalam alam semesta. | Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan asal-usul dan nasib akhir alam semesta meliputi [[Perluasan alam semesta|pergerakan rata-rata galaksi]], [[bentuk alam semesta|bentuk dan struktur alam semesta]], serta jumlah [[materi gelap]] dan [[energi gelap]] yang dikandung dalam alam semesta. | ||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
*Morris, Richard (1982). ''The Fate of the Universe''. Playboy Press, New York. ISBN 978-0-87223-748-6 | *Morris, Richard (1982). ''The Fate of the Universe''. Playboy Press, New York. ISBN 978-0-87223-748-6 | ||
*Islam, Jamal N. (1983). ''The Ultimate Fate of the Universe'', Cambridge University Press, Cambridge. ISBN 978-0521-24814-3 | *Islam, Jamal N. (1983). ''The Ultimate Fate of the Universe'', Cambridge University Press, Cambridge. ISBN 978-0521-24814-3 | ||
| Baris 24: | Baris 21: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* Baez, J., 2004, "[http://math.ucr.edu/home/baez/end.html The End of the Universe]". | * Baez, J., 2004, "[http://math.ucr.edu/home/baez/end.html The End of the Universe]". | ||
* | * | ||
* Hjalmarsdotter, Linnea, 2005, "[https://wayback.archive-it.org/all/20070630082123/http://courses.physics.kth.se/5A1381/reports/hjalmarsdotter.pdf Cosmological parameters.]" | * Hjalmarsdotter, Linnea, 2005, "[https://wayback.archive-it.org/all/20070630082123/http://courses.physics.kth.se/5A1381/reports/hjalmarsdotter.pdf Cosmological parameters.]" | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [http://www.bbc.co.uk/radio4/science/briefhistory.shtml A Brief History of the End of Everything], a [[BBC Radio 4]] series. | * [http://www.bbc.co.uk/radio4/science/briefhistory.shtml A Brief History of the End of Everything], a [[BBC Radio 4]] series. | ||
* [https://web.archive.org/web/20051223150316/http://www.pma.caltech.edu/Courses/ph136/yr2002/chap27/0227.1.pdf Cosmology at Caltech]. | * [https://web.archive.org/web/20051223150316/http://www.pma.caltech.edu/Courses/ph136/yr2002/chap27/0227.1.pdf Cosmology at Caltech]. | ||
* [[Jamal Nazrul Islam]] (1983): ''[https://books.google.com/books?id=uJj2M46T5r8C&source=gbs_similarbooks The Ultimate Fate of the Universe]''. [[Cambridge University Press]], [[Cambridge]], [[England]]. . (Digital print version published in 2009). | * [[Jamal Nazrul Islam]] (1983): ''[https://books.google.com/books?id=uJj2M46T5r8C&source=gbs_similarbooks The Ultimate Fate of the Universe]''. [[Cambridge University Press]], [[Cambridge]], [[England]]. . (Digital print version published in 2009). | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasib+akhir+alam+semesta&oldid=27531851 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27531851 (2025-07-12T03:01:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasib+akhir+alam+semesta&oldid=27531851 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27531851 (2025-07-12T03:01:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.06
Nasib akhir alam semesta adalah sebuah topik dalam kosmologi fisik yang batasan teoretisnya menjelaskan dan mengevaluasi skenario evolusi dan nasib akhir alam semesta. Berdasarkan bukti pengamatan yang tersedia, memprediksi nasib dan evolusi alam semesta telah menjadi pertanyaan kosmologis yang valid, berada di luar batasan kepercayaan mitologis atau teologis yang sebagian besar tidak dapat diuji. Beberapa kemungkinan masa depan telah diprediksi oleh hipotesis ilmiah yang berbeda. Misalnya hipotesis untuk menentukan apakah alam semesta mungkin telah ada untuk durasi yang terbatas dan tak terbatas, atau untuk menjelaskan cara dan keadaan permulaannya.
Pengamatan yang dilakukan oleh Edwin Hubble selama tahun 1930-an-1950-an menemukan bahwa galaksi tampak bergerak menjauh satu sama lain, yang mengarah ke teori Dentuman Besar yang diterima saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa awal alam semesta sangat padat, sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, dan telah berkembang dan (rata-rata) menjadi kurang padat sejak saat itu.[1] Konfirmasi Dentuman Besar sebagian besar tergantung pada tingkat laju ekspansi, kepadatan rata-rata materi, dan sifat fisik massa-energi di alam semesta.
Ada konsensus kuat di antara para kosmolog bahwa bentuk alam semesta dianggap "datar" (garis paralel tetap akan paralel) dan akan terus mengembang selamanya.[2][3]
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan asal-usul dan nasib akhir alam semesta meliputi pergerakan rata-rata galaksi, bentuk dan struktur alam semesta, serta jumlah materi gelap dan energi gelap yang dikandung dalam alam semesta.
Bacaan lanjutan
- Morris, Richard (1982). The Fate of the Universe. Playboy Press, New York. ISBN 978-0-87223-748-6
- Islam, Jamal N. (1983). The Ultimate Fate of the Universe, Cambridge University Press, Cambridge. ISBN 978-0521-24814-3
Pranala luar
- Baez, J., 2004, "The End of the Universe".
- Hjalmarsdotter, Linnea, 2005, "Cosmological parameters."
- A Brief History of the End of Everything, a BBC Radio 4 series.
- Cosmology at Caltech.
- Jamal Nazrul Islam (1983): The Ultimate Fate of the Universe. Cambridge University Press, Cambridge, England. . (Digital print version published in 2009).
Referensi
- ↑ Edward J. Wollack. Cosmology: The Study of the Universe. Universe 101: Big Bang Theory. NASA. 10 December 2010.
- ↑ WMAP- Shape of the Universe. map.gsfc.nasa.gov.
- ↑ WMAP- Fate of the Universe. map.gsfc.nasa.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27531851 (2025-07-12T03:01:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.