Kertas bebas-kayu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28450955; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Nominet-2021-egm-members-list-on-paper-575-pages.jpg|thumb|right|280px|Kertas HVS]] | |||
Istilah "bebas-kayu" bukan berarti kertas yang dimaksud tidak terbuat dari pulp kayu, melainkan karena kertas tersebut telah kehilangan zat lignin pada serat kayunya melalui proses kimia. Paradoksnya, lignin adalah [[polimer]] kompleks yang mengandung gugus aromatik yang memberikan sebagian besar kekuatan [[pohon]]. Dalam bentuk aslinya, ia memberikan kekakuan dan ketahanan pada pohon, tetapi kehadirannya menyebabkan kertas melemah dan menguning seiring bertambahnya usia dan akhirnya hancur. Hal itu disebabkan oleh lignin yang melepaskan [[asam]] yang merusak kertas ketika umur kertas sudah menua. Secara teknis, kayu merupakan material yang mengandung [[lignoselulosa]] dan memiliki [[Pembuluh kayu|jaringan xilem]] yang berasal dari semak dan [[kambium]], kulit bagian dalam pohon terdiri dari ekstraktif, lignin, [[hemiselulosa]] dan [[selulosa]]. Pulp terdiri dari kayu dan bahan lignoselulosa lainnya yang telah dipecah secara kimia dan fisik serta disaring dan dicampur dalam air untuk membentuk jaring. Pembuatan pulp dengan cara menguraikan bahan secara kimia disebut pembuatan pulp kimia, sedangkan pembuatan pulp dengan cara menguraikannya secara mekanis disebut pembuatan pulp mekanis. | '''Kertas bebas-kayu''' (, ; HVS) merupakan [[kertas]] yang dibuat dari [[Pulp|pulp kimia]] secara eksklusif, dan tidak menggunakan [[Pulp|pulp mekanis]].<ref>Zhibin He. ''Impact of High-Yield Pulp Substitution on the Brightness Stability of Uncoated Wood-Free Paper''. ''TAPPI Journal''. 2010-04-01. Vol. 9 (3). hlm. 15–20. doi:10.32964/tj9.3.15.</ref> Pulp kimia biasanya dibuat dari [[kayu pulp]], tetapi tidak dianggap sebagai [[kayu]] karena sebagian besar zat [[lignin]] pada kayu pulp telah dihilangkan dan dipisahkan dari [[serat selulosa]] selama pemrosesan, sedangkan pada pulp mekanis sebagian besar komponen kayu masih dipertahan. Oleh karena itu, pulp mekanis masih dapat digambarkan sebagai kayu.<ref>Pratima Bajpai. ''The Control of Microbiological Problems∗∗Some excerpts taken from Bajpai P (2012). Biotechnology for Pulp and Paper Processing with kind permission from Springer Science1Business Media''. ''Pulp and Paper Industry''. Elsevier. 2015. hlm. 103–195. doi:10.1016/b978-0-12-803409-5.00008-2. ISBN 9780128034095.</ref><ref>[https://www.warners.co.uk/blog/woodfree-paper Print lingo explained: Woodfree paper]. ''Warners Midlands Plc''. 2016-05-10.</ref><ref>Peters Papers. [https://www.peterspapers.co.za/know-your-paper-terms-wood-free-paper/ Know your paper terms: Wood-free paper]. ''Peters Papers''. 2020-03-12.</ref> Kertas bebas kayu memiliki sifat tidak mudah menguning dibanding kertas yang mengandung pulp mekanis. Kertas bebas kayu menawarkan beberapa manfaat lingkungan dan ekonomi, termasuk pengurangan [[deforestasi]], penurunan konsumsi energi, dan peningkatan [[Pengelolaan sampah|pengelolaan limbah]].<ref>Ashraf Dewan. [http://dx.doi.org/10.1007/978-94-007-5875-9 Floods in a Megacity]. ''Springer Geography''. 2013. doi:10.1007/978-94-007-5875-9. ISBN 978-94-007-5874-2.</ref><ref>Pratima Bajpai. [http://dx.doi.org/10.1007/978-981-10-7853-8_2 Brief Description of the Pulp and Papermaking Process]. ''Biotechnology for Pulp and Paper Processing''. Springer Singapore. 2018. hlm. 9–26. doi:10.1007/978-981-10-7853-8_2. ISBN 978-981-10-7852-1.</ref> Istilah kertas bebas-kayu dapat membingungkan bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan proses pembuatan kertas karena kertas biasanya terbuat dari bubur (''pulp'') kayu yang berasal dari pepohonan dan semak belukar. Di Indonesia, kertas bebas-kayu disebut dengan istilah berbahasa Belanda, ''houtvrij schrijfpapier'' atau biasa disingkat dengan HVS.<ref>S. Dian Andryanto. [https://tekno.tempo.co/read/1532641/arti-hvs-pada-jenis-kertas-tahukah-artinya Arti HVS Pada Jenis Kertas, Tahukah Artinya?]. ''Tempo''. 2021-11-25.</ref> | ||
Istilah "bebas-kayu" bukan berarti kertas yang dimaksud tidak terbuat dari pulp kayu, melainkan karena kertas tersebut telah kehilangan zat lignin pada serat kayunya melalui proses kimia. Paradoksnya, lignin adalah [[polimer]] kompleks yang mengandung gugus aromatik yang memberikan sebagian besar kekuatan [[pohon]]. Dalam bentuk aslinya, ia memberikan kekakuan dan ketahanan pada pohon, tetapi kehadirannya menyebabkan kertas melemah dan menguning seiring bertambahnya usia dan akhirnya hancur. Hal itu disebabkan oleh lignin yang melepaskan [[asam]] yang merusak kertas ketika umur kertas sudah menua.<ref>[https://theconiferous.com/ The Coniferous - Leading Paper Trading Company]. ''theconiferous.com''.</ref> Secara teknis, kayu merupakan material yang mengandung [[lignoselulosa]] dan memiliki [[Pembuluh kayu|jaringan xilem]] yang berasal dari semak dan [[kambium]], kulit bagian dalam pohon terdiri dari ekstraktif, lignin, [[hemiselulosa]] dan [[selulosa]].<ref>Biermann, C. J. (1996). ''Handbook of pulping and papermaking''. Elsevier.</ref> Pulp terdiri dari kayu dan bahan lignoselulosa lainnya yang telah dipecah secara kimia dan fisik serta disaring dan dicampur dalam air untuk membentuk jaring.<ref>Biermann, C. J. (1996). ''Handbook of pulping and papermaking''. Elsevier.</ref><ref>J.C. Roberts, The Chemistry of Paper, 1st edn., Cambridge, 1996</ref> Pembuatan pulp dengan cara menguraikan bahan secara kimia disebut pembuatan pulp kimia, sedangkan pembuatan pulp dengan cara menguraikannya secara mekanis disebut pembuatan pulp mekanis. | |||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
* [[Kertas]] | * [[Kertas]] | ||
* [[Industri pulp dan kertas]] | * [[Industri pulp dan kertas]] | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kertas+bebas-kayu&oldid=28450955 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28450955 (2025-11-13T07:16:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.07

Kertas bebas-kayu (, ; HVS) merupakan kertas yang dibuat dari pulp kimia secara eksklusif, dan tidak menggunakan pulp mekanis.[1] Pulp kimia biasanya dibuat dari kayu pulp, tetapi tidak dianggap sebagai kayu karena sebagian besar zat lignin pada kayu pulp telah dihilangkan dan dipisahkan dari serat selulosa selama pemrosesan, sedangkan pada pulp mekanis sebagian besar komponen kayu masih dipertahan. Oleh karena itu, pulp mekanis masih dapat digambarkan sebagai kayu.[2][3][4] Kertas bebas kayu memiliki sifat tidak mudah menguning dibanding kertas yang mengandung pulp mekanis. Kertas bebas kayu menawarkan beberapa manfaat lingkungan dan ekonomi, termasuk pengurangan deforestasi, penurunan konsumsi energi, dan peningkatan pengelolaan limbah.[5][6] Istilah kertas bebas-kayu dapat membingungkan bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan proses pembuatan kertas karena kertas biasanya terbuat dari bubur (pulp) kayu yang berasal dari pepohonan dan semak belukar. Di Indonesia, kertas bebas-kayu disebut dengan istilah berbahasa Belanda, houtvrij schrijfpapier atau biasa disingkat dengan HVS.[7]
Istilah "bebas-kayu" bukan berarti kertas yang dimaksud tidak terbuat dari pulp kayu, melainkan karena kertas tersebut telah kehilangan zat lignin pada serat kayunya melalui proses kimia. Paradoksnya, lignin adalah polimer kompleks yang mengandung gugus aromatik yang memberikan sebagian besar kekuatan pohon. Dalam bentuk aslinya, ia memberikan kekakuan dan ketahanan pada pohon, tetapi kehadirannya menyebabkan kertas melemah dan menguning seiring bertambahnya usia dan akhirnya hancur. Hal itu disebabkan oleh lignin yang melepaskan asam yang merusak kertas ketika umur kertas sudah menua.[8] Secara teknis, kayu merupakan material yang mengandung lignoselulosa dan memiliki jaringan xilem yang berasal dari semak dan kambium, kulit bagian dalam pohon terdiri dari ekstraktif, lignin, hemiselulosa dan selulosa.[9] Pulp terdiri dari kayu dan bahan lignoselulosa lainnya yang telah dipecah secara kimia dan fisik serta disaring dan dicampur dalam air untuk membentuk jaring.[10][11] Pembuatan pulp dengan cara menguraikan bahan secara kimia disebut pembuatan pulp kimia, sedangkan pembuatan pulp dengan cara menguraikannya secara mekanis disebut pembuatan pulp mekanis.
Lihat juga
Referensi
- ↑ Zhibin He. Impact of High-Yield Pulp Substitution on the Brightness Stability of Uncoated Wood-Free Paper. TAPPI Journal. 2010-04-01. Vol. 9 (3). hlm. 15–20. doi:10.32964/tj9.3.15.
- ↑ Pratima Bajpai. The Control of Microbiological Problems∗∗Some excerpts taken from Bajpai P (2012). Biotechnology for Pulp and Paper Processing with kind permission from Springer Science1Business Media. Pulp and Paper Industry. Elsevier. 2015. hlm. 103–195. doi:10.1016/b978-0-12-803409-5.00008-2. ISBN 9780128034095.
- ↑ Print lingo explained: Woodfree paper. Warners Midlands Plc. 2016-05-10.
- ↑ Peters Papers. Know your paper terms: Wood-free paper. Peters Papers. 2020-03-12.
- ↑ Ashraf Dewan. Floods in a Megacity. Springer Geography. 2013. doi:10.1007/978-94-007-5875-9. ISBN 978-94-007-5874-2.
- ↑ Pratima Bajpai. Brief Description of the Pulp and Papermaking Process. Biotechnology for Pulp and Paper Processing. Springer Singapore. 2018. hlm. 9–26. doi:10.1007/978-981-10-7853-8_2. ISBN 978-981-10-7852-1.
- ↑ S. Dian Andryanto. Arti HVS Pada Jenis Kertas, Tahukah Artinya?. Tempo. 2021-11-25.
- ↑ The Coniferous - Leading Paper Trading Company. theconiferous.com.
- ↑ Biermann, C. J. (1996). Handbook of pulping and papermaking. Elsevier.
- ↑ Biermann, C. J. (1996). Handbook of pulping and papermaking. Elsevier.
- ↑ J.C. Roberts, The Chemistry of Paper, 1st edn., Cambridge, 1996
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28450955 (2025-11-13T07:16:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.