Lompat ke isi

Nama unsur sistematik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20756904; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Aturan IUPAC ==
== Aturan IUPAC ==
 
{| align="right" class="wikitable" style="margin-left: 0.5em"
!  digit  !!  akar  !!simbol
|- align="center"
|0||nil||n
|- align="center"
|1||un||u
|- align="center"
|2||b(i)||b
|- align="center"
|3||tr(i)||t
|- align="center"
|4||kuad||q
|- align="center"
|5||pent||p
|- align="center"
|6||heks||h
|- align="center"
|7||sept||s
|- align="center"
|8||okt||o
|- align="center"
|9||en(n)||e
|}
Nama sementara diturunkan secara sistematis dari [[bilangan atom]] unsur. Setiap digit diterjemahkan menjadi 'akar numeris' sesuai dengan tabel di samping. Akar-akar ini akan sambung menyambung, dan nama diakhiri dengan akhiran ''-ium''. Beberapa akar berasal dari [[Bahasa Latin]], beberapa lainnya dari [[Bahasa Yunani]]. Hal ini dilakukan untuk menghindari dua digit yang mempunyai simbol dengan alfabet yang sama. Terdapat dua aturan [[sandhi]] yang digunakan untuk menghindari nama-nama yang tidak wajar.
Nama sementara diturunkan secara sistematis dari [[bilangan atom]] unsur. Setiap digit diterjemahkan menjadi 'akar numeris' sesuai dengan tabel di samping. Akar-akar ini akan sambung menyambung, dan nama diakhiri dengan akhiran ''-ium''. Beberapa akar berasal dari [[Bahasa Latin]], beberapa lainnya dari [[Bahasa Yunani]]. Hal ini dilakukan untuk menghindari dua digit yang mempunyai simbol dengan alfabet yang sama. Terdapat dua aturan [[sandhi]] yang digunakan untuk menghindari nama-nama yang tidak wajar.
* Jika ''bi'' atau ''tri'' diikuti dengan akhiran ''ium'' (yakni digit terakhir merupakan 2 atau 3), hasilnya adalah '-bium' atau -'trium', bukannya '-biium' atau '-triium'.
* Jika ''bi'' atau ''tri'' diikuti dengan akhiran ''ium'' (yakni digit terakhir merupakan 2 atau 3), hasilnya adalah '-bium' atau -'trium', bukannya '-biium' atau '-triium'.
Baris 13: Baris 35:
Semua unsur sampai dengan bilangan atom 111 telah mendapatkan nama dan simbol permanen, sehingga penggunaan nama sistematis dan simbol direkomendasikan hanya untuk unsur-unsur 112 ke atas. Oleh karena itu, hanya nama-nama sistematis yang mempunyai simbol berhuruf 3 (atau lebih secara teoretis).
Semua unsur sampai dengan bilangan atom 111 telah mendapatkan nama dan simbol permanen, sehingga penggunaan nama sistematis dan simbol direkomendasikan hanya untuk unsur-unsur 112 ke atas. Oleh karena itu, hanya nama-nama sistematis yang mempunyai simbol berhuruf 3 (atau lebih secara teoretis).


 
{|
|Unsur 119:Unsur 123:Unsur 208:Unsur 457:Unsur 986:
|  un + un + enn + ium =  un + bi + tr + ium =  bi + nil + okt + ium =  kuad + pent + sept + ium =  enn + okt + heks + ium =
|  [[ununennium]] (Uue)  [[unbitrium]] (Ubt)  biniloktium (Bno)  kuadpentseptium (Qps)  ennoktheksium (Eoh)
|}
Mulai 2015, semua unsur sampai dengan nomor atom 112, dan unsur 114 serta 116, masing-masing telah memiliki nama dan simbol resmi yang permanen. Nama dan simbol sistematik hanya digunakan untuk unsur tak bernama yaitu 113, 115, 117, 118 dan seterusnya.
Mulai 2015, semua unsur sampai dengan nomor atom 112, dan unsur 114 serta 116, masing-masing telah memiliki nama dan simbol resmi yang permanen. Nama dan simbol sistematik hanya digunakan untuk unsur tak bernama yaitu 113, 115, 117, 118 dan seterusnya.


Pada 30 Desember 2015, unsur nomor 113, 115, 117, dan 118 diakui secara resmi oleh IUPAC, sehingga melengkapi baris ke-7 tabel periodik. Nama dan simbol resmi untuk masing-masing unsur ini, yang akan menggantikan nama dan simbol sementara seperti ununpentium (Uup) untuk unsur nomor 115, diperkirakan akan diumumkan kemudian pada tahun 2016.
Pada 30 Desember 2015, unsur nomor 113, 115, 117, dan 118 diakui secara resmi oleh IUPAC, sehingga melengkapi baris ke-7 tabel periodik. Nama dan simbol resmi untuk masing-masing unsur ini, yang akan menggantikan nama dan simbol sementara seperti ununpentium (Uup) untuk unsur nomor 115, diperkirakan akan diumumkan kemudian pada tahun 2016.<ref>''[http://www.iupac.org/news/news-detail/article/discovery-and-assignment-of-elements-with-atomic-numbers-113-115-117-and-118.html Discovery and Assignment of Elements with Atomic Numbers 113, 115, 117 and 118] '', IUPAC Press Release, 30 December 2015</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.iupac.org/highlights/periodic-table-of-the-elements.html Periodic table of the elements]
* [http://www.iupac.org/highlights/periodic-table-of-the-elements.html Periodic table of the elements]  
* [http://www.apsidium.com/ext_pt/expertab.htm Extended Periodic Table]
* [http://www.apsidium.com/ext_pt/expertab.htm Extended Periodic Table]
* [http://iupac.chemsoc.org/reports/provisional/abstract04/RB-prs310804/Chap3-3.04.pdf The IUPAC recommendation] . Untitled draft, March 2004. ([[Portable Document Format|PDF]], 143 kB).
* [http://iupac.chemsoc.org/reports/provisional/abstract04/RB-prs310804/Chap3-3.04.pdf The IUPAC recommendation] . Untitled draft, March 2004. ([[Portable Document Format|PDF]], 143 kB).
Baris 28: Baris 51:
* http://media.iupac.org/publications/pac/2002/pdf/7405x0787.pdf
* http://media.iupac.org/publications/pac/2002/pdf/7405x0787.pdf


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nama+unsur+sistematik&oldid=20756904 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 20756904 (2022-02-26T16:32:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nama+unsur+sistematik&oldid=20756904 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 20756904 (2022-02-26T16:32:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.07

Nama unsur sistematik merupakan nama dan simbol sementara yang digunakan untuk unsur-unsur kimia yang baru atau belum disintesis. Dalam kimia, unsur transuranium akan diberikan nama dan simbol permanen hanya setelah ia berhasil disintesis dan dikonfirmasikan. Pada beberapa kasus, ini merupakan sebuah proses yang sangat politis. Agar dapat mendiskusikan sebuah unsur tanpa ambiguitas, International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) menetapkan sejumlah aturan sistematis untuk menamakan unsur tersebut untuk sementara waktu. Pendekatan ini berasal dari perkembangan tatanama senyawa organik IUPAC yang sangat berhasil.

Aturan IUPAC

  digit     akar   simbol
0 nil n
1 un u
2 b(i) b
3 tr(i) t
4 kuad q
5 pent p
6 heks h
7 sept s
8 okt o
9 en(n) e

Nama sementara diturunkan secara sistematis dari bilangan atom unsur. Setiap digit diterjemahkan menjadi 'akar numeris' sesuai dengan tabel di samping. Akar-akar ini akan sambung menyambung, dan nama diakhiri dengan akhiran -ium. Beberapa akar berasal dari Bahasa Latin, beberapa lainnya dari Bahasa Yunani. Hal ini dilakukan untuk menghindari dua digit yang mempunyai simbol dengan alfabet yang sama. Terdapat dua aturan sandhi yang digunakan untuk menghindari nama-nama yang tidak wajar.

  • Jika bi atau tri diikuti dengan akhiran ium (yakni digit terakhir merupakan 2 atau 3), hasilnya adalah '-bium' atau -'trium', bukannya '-biium' atau '-triium'.
  • Jika enn diikuti oleh nil (urutan digit -90-), hasilnya adalah '-ennil-', bukan '-ennnil-'.

Simbol sistematis dibentuk dengan mengambil huruf pertama dari setiap akar dan mengubah huruf pertama menjadi huruf kapital.

Akhiran -ium menggantikan aturan akhiran kimia tradisional, sehingga 117 dan 118 adalah ununseptium dan ununoktium, bukan ununseptin dan ununokton.

Semua unsur sampai dengan bilangan atom 111 telah mendapatkan nama dan simbol permanen, sehingga penggunaan nama sistematis dan simbol direkomendasikan hanya untuk unsur-unsur 112 ke atas. Oleh karena itu, hanya nama-nama sistematis yang mempunyai simbol berhuruf 3 (atau lebih secara teoretis).

Unsur 119:Unsur 123:Unsur 208:Unsur 457:Unsur 986:   un + un + enn + ium =  un + bi + tr + ium =  bi + nil + okt + ium =  kuad + pent + sept + ium =  enn + okt + heks + ium =   ununennium (Uue)  unbitrium (Ubt)  biniloktium (Bno)  kuadpentseptium (Qps)  ennoktheksium (Eoh)

Mulai 2015, semua unsur sampai dengan nomor atom 112, dan unsur 114 serta 116, masing-masing telah memiliki nama dan simbol resmi yang permanen. Nama dan simbol sistematik hanya digunakan untuk unsur tak bernama yaitu 113, 115, 117, 118 dan seterusnya.

Pada 30 Desember 2015, unsur nomor 113, 115, 117, dan 118 diakui secara resmi oleh IUPAC, sehingga melengkapi baris ke-7 tabel periodik. Nama dan simbol resmi untuk masing-masing unsur ini, yang akan menggantikan nama dan simbol sementara seperti ununpentium (Uup) untuk unsur nomor 115, diperkirakan akan diumumkan kemudian pada tahun 2016.[1]

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 20756904 (2022-02-26T16:32:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.