Lompat ke isi

Kenyamanan termal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28649637; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kenyamanan termal''' adalah suatu kepuasan [[pikiran]] yang dialami [[manusia]] terhadap kondisi [[temperatur]] di [[lingkungan]] sekitarnya. Tolok ukur kenyamanan termal mencakup keseimbangan antara [[suhu]] [[udara]] dan suhu [[tubuh manusia]]. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh faktor [[fisiologi]] dan [[psikologi]]. Faktor-faktor yang utama antara lain mekanisme fisiologi, kegiatan fisik manusia, dan jenis [[pakaian]] yang digunakan serta [[interaksi]] antarmanusia. Selain itu, terdapat faktor [[iklim]] yang meliputi suhu udara, [[kelembapan relatif]], [[kecepatan]] aliran udara, dan [[perpindahan panas]]. Kondisi kenyamanan termal yang seimbang atau netral memperhitungkan faktor [[makanan]], [[Usaha (fisika)|kerja]], jenis pakaian, dan perpindahan panas.
[[File:Human-Infrared.jpg|thumb|right|280px|Gambar termal manusia]]
 
'''Kenyamanan termal''' adalah suatu kepuasan [[pikiran]] yang dialami [[manusia]] terhadap kondisi [[temperatur]] di [[lingkungan]] sekitarnya. Tolok ukur kenyamanan termal mencakup keseimbangan antara [[suhu]] [[udara]] dan suhu [[tubuh manusia]]. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh faktor [[fisiologi]] dan [[psikologi]]. Faktor-faktor yang utama antara lain mekanisme fisiologi, kegiatan fisik manusia, dan jenis [[pakaian]] yang digunakan serta [[interaksi]] antarmanusia. Selain itu, terdapat faktor [[iklim]] yang meliputi suhu udara, [[kelembapan relatif]], [[kecepatan]] aliran udara, dan [[perpindahan panas]]. Kondisi kenyamanan termal yang seimbang atau netral memperhitungkan faktor [[makanan]], [[Usaha (fisika)|kerja]], jenis pakaian, dan perpindahan panas.<ref>Jefrey I. Kindangen. ''Pendinginan Pasif untuk Arsitektur Tropis Lembab''. Deepublish. 2017. hlm. 5. ISBN 978-602-401-925-9.</ref>


== Sudut pandang ==
== Sudut pandang ==
Penentuan kenyamanan termal pada suatu ruangan atau bangunan dapat diketahui melalui sudut pandang psikologi maupun fisiologi. Pada sudut padang psikologi, manusia memperoleh kenyamanan termal ketika suhu ruangan berada di antara suhu panas dan suhu dingin. Kenyamanan termal secara psikologi diurutkan menjadi beberapa [[sensasi]] yang dialami oleh tubuh manusia. Urutan kenyamanan termal secara psikologi yaitu panas, hangat, sedikit hangat, netral, sedikit sejuk, sejuk, dan [[dingin]]. Sementara itu, kenyamanan termal secara fisiologi diperoleh ketika tubuh manusia tidak mengeluarkan [[keringat]] akibat interaksi perpindahan panas antara tubuh dan lingkungan. Kenyamanan termal secara fisiologi dapat diukur melalui [[pengamatan]] dari segi lingkungan dan [[individu]]. Pengamatan lingkungan meliputi nilai suhu lingkungan, kelembapan relatif, suhu [[transmitansi]] panas rata-rata selama radiasi matahari serta melalui pergerakan udara. Sementara itu, pengamatan individu meliputi bahan [[Insulasi termal|isolasi panas]] yang dijadikan sebagai bahan pakaian serta aktivitas fisik dari individu.
Penentuan kenyamanan termal pada suatu ruangan atau bangunan dapat diketahui melalui sudut pandang psikologi maupun fisiologi. Pada sudut padang psikologi, manusia memperoleh kenyamanan termal ketika suhu ruangan berada di antara suhu panas dan suhu dingin. Kenyamanan termal secara psikologi diurutkan menjadi beberapa [[sensasi]] yang dialami oleh tubuh manusia. Urutan kenyamanan termal secara psikologi yaitu panas, hangat, sedikit hangat, netral, sedikit sejuk, sejuk, dan [[dingin]]. Sementara itu, kenyamanan termal secara fisiologi diperoleh ketika tubuh manusia tidak mengeluarkan [[keringat]] akibat interaksi perpindahan panas antara tubuh dan lingkungan. Kenyamanan termal secara fisiologi dapat diukur melalui [[pengamatan]] dari segi lingkungan dan [[individu]]. Pengamatan lingkungan meliputi nilai suhu lingkungan, kelembapan relatif, suhu [[transmitansi]] panas rata-rata selama radiasi matahari serta melalui pergerakan udara. Sementara itu, pengamatan individu meliputi bahan [[Insulasi termal|isolasi panas]] yang dijadikan sebagai bahan pakaian serta aktivitas fisik dari individu.<ref>Gunawan, B., dkk. [https://simebtke.esdm.go.id/sinergi/assets/content/20210705200020_EEG2INFOR_WEB.pdf Buku Pedoman Energi Efisiensi untuk Desain Bangunan Gedung di Indonesia Jilid 2: Pedoman Teknis Desain]. Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia. 2012. hlm. 25-26. ISBN 978-602-17264-2-6.</ref>


== Fungsi ==
== Fungsi ==
=== Produktivitas kerja ===
=== Produktivitas kerja ===
Kenyamanan termal merupakan salah satu bagian dari kenyamanan gerak. Aktivitas para pekerja akan meningkat di dalam ruangan atau bangunan yang dirancang dengan kenyamanan termal yang sesuai. Dalam kaitannya dengan kenyamanan, kenyamanan termal meliputi pula kenyamanan visual dan kenyamanan [[akustika]]l. Manusia akan menghasilkan [[produktivitas]] yang tinggi bila berada dalam kondisi kenyamanan yang tinggi untuk bekerja. Selain itu, kenyamanan termal suatu [[bangunan]] dapat mempertahankan [[kesehatan]] manusia yang berkaitan dengan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kenyamanan termal dapat mengurangi risiko tubuh manusia mengalami [[kelumpuhan]], [[kelelahan]] dan [[kematian]] akibat suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu lembap.
Kenyamanan termal merupakan salah satu bagian dari kenyamanan gerak. Aktivitas para pekerja akan meningkat di dalam ruangan atau bangunan yang dirancang dengan kenyamanan termal yang sesuai. Dalam kaitannya dengan kenyamanan, kenyamanan termal meliputi pula kenyamanan visual dan kenyamanan [[akustika]]l. Manusia akan menghasilkan [[produktivitas]] yang tinggi bila berada dalam kondisi kenyamanan yang tinggi untuk bekerja. Selain itu, kenyamanan termal suatu [[bangunan]] dapat mempertahankan [[kesehatan]] manusia yang berkaitan dengan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kenyamanan termal dapat mengurangi risiko tubuh manusia mengalami [[kelumpuhan]], [[kelelahan]] dan [[kematian]] akibat suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu lembap.<ref>Sugini. [https://fcep.uii.ac.id/karya-ilmiah/SUGINI/Buku%20-%20Kenyamanan%20Termal%20Ruang%20Konsep%20dan%20Penerapan%20pada%20Desain.pdf Kenyamanan Termal Ruang: Konsep dan Penerapan pada Desain]. Graha Ilmu. 2014. hlm. 2. ISBN 978-602-262-175-1.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenyamanan+termal&oldid=28649637 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28649637 (2025-12-01T15:05:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenyamanan+termal&oldid=28649637 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28649637 (2025-12-01T15:05:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.08

Gambar termal manusia

Kenyamanan termal adalah suatu kepuasan pikiran yang dialami manusia terhadap kondisi temperatur di lingkungan sekitarnya. Tolok ukur kenyamanan termal mencakup keseimbangan antara suhu udara dan suhu tubuh manusia. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh faktor fisiologi dan psikologi. Faktor-faktor yang utama antara lain mekanisme fisiologi, kegiatan fisik manusia, dan jenis pakaian yang digunakan serta interaksi antarmanusia. Selain itu, terdapat faktor iklim yang meliputi suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan aliran udara, dan perpindahan panas. Kondisi kenyamanan termal yang seimbang atau netral memperhitungkan faktor makanan, kerja, jenis pakaian, dan perpindahan panas.[1]

Sudut pandang

Penentuan kenyamanan termal pada suatu ruangan atau bangunan dapat diketahui melalui sudut pandang psikologi maupun fisiologi. Pada sudut padang psikologi, manusia memperoleh kenyamanan termal ketika suhu ruangan berada di antara suhu panas dan suhu dingin. Kenyamanan termal secara psikologi diurutkan menjadi beberapa sensasi yang dialami oleh tubuh manusia. Urutan kenyamanan termal secara psikologi yaitu panas, hangat, sedikit hangat, netral, sedikit sejuk, sejuk, dan dingin. Sementara itu, kenyamanan termal secara fisiologi diperoleh ketika tubuh manusia tidak mengeluarkan keringat akibat interaksi perpindahan panas antara tubuh dan lingkungan. Kenyamanan termal secara fisiologi dapat diukur melalui pengamatan dari segi lingkungan dan individu. Pengamatan lingkungan meliputi nilai suhu lingkungan, kelembapan relatif, suhu transmitansi panas rata-rata selama radiasi matahari serta melalui pergerakan udara. Sementara itu, pengamatan individu meliputi bahan isolasi panas yang dijadikan sebagai bahan pakaian serta aktivitas fisik dari individu.[2]

Fungsi

Produktivitas kerja

Kenyamanan termal merupakan salah satu bagian dari kenyamanan gerak. Aktivitas para pekerja akan meningkat di dalam ruangan atau bangunan yang dirancang dengan kenyamanan termal yang sesuai. Dalam kaitannya dengan kenyamanan, kenyamanan termal meliputi pula kenyamanan visual dan kenyamanan akustikal. Manusia akan menghasilkan produktivitas yang tinggi bila berada dalam kondisi kenyamanan yang tinggi untuk bekerja. Selain itu, kenyamanan termal suatu bangunan dapat mempertahankan kesehatan manusia yang berkaitan dengan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kenyamanan termal dapat mengurangi risiko tubuh manusia mengalami kelumpuhan, kelelahan dan kematian akibat suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu lembap.[3]

Referensi

  1. Jefrey I. Kindangen. Pendinginan Pasif untuk Arsitektur Tropis Lembab. Deepublish. 2017. hlm. 5. ISBN 978-602-401-925-9.
  2. Gunawan, B., dkk. Buku Pedoman Energi Efisiensi untuk Desain Bangunan Gedung di Indonesia Jilid 2: Pedoman Teknis Desain. Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia. 2012. hlm. 25-26. ISBN 978-602-17264-2-6.
  3. Sugini. Kenyamanan Termal Ruang: Konsep dan Penerapan pada Desain. Graha Ilmu. 2014. hlm. 2. ISBN 978-602-262-175-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28649637 (2025-12-01T15:05:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.