Suhu transisi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25370638; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kristalografi]], '''suhu transisi''' adalah [[suhu]] di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi [[kristal]] ([[Alotropi|alotrop]]) ke kondisi kristal lainnya. Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua [[Sistem kristal|bentuk kristalin]] dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam [[kesetimbangan kimia|kesetimbangan]]. Sebagai contoh, ketika belerang [[Sistem kristal ortorombik|rombik]] dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang [[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]]; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah [[timah]], yang bertransisi dari kristal [[Sistem kristal kubik|kubik]] di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal [[Sistem kristal tetragonal|tetragonal]] di atas suhu tersebut. | Dalam [[kristalografi]], '''suhu transisi''' adalah [[suhu]] di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi [[kristal]] ([[Alotropi|alotrop]]) ke kondisi kristal lainnya.<ref>John Daintith. [https://www.oxfordreference.com/display/10.1093/oi/authority.20110803095404490 A Dictionary of Chemistry]. Oxford University Press. 2008. ISBN 9780199204632.</ref> Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua [[Sistem kristal|bentuk kristalin]] dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam [[kesetimbangan kimia|kesetimbangan]]. Sebagai contoh, ketika belerang [[Sistem kristal ortorombik|rombik]] dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang [[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]]; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah [[timah]], yang bertransisi dari kristal [[Sistem kristal kubik|kubik]] di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal [[Sistem kristal tetragonal|tetragonal]] di atas suhu tersebut. | ||
Dalam kasus kristal [[feroelektrik]] atau [[Feromagnetisme|feromagnetik]], suhu transisi dapat dikenal sebagai [[suhu Curie]]. | Dalam kasus kristal [[feroelektrik]] atau [[Feromagnetisme|feromagnetik]], suhu transisi dapat dikenal sebagai [[suhu Curie]]. | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Sistem kristal]] | * [[Sistem kristal]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suhu+transisi&oldid=25370638 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25370638 (2024-02-26T16:28:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suhu+transisi&oldid=25370638 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25370638 (2024-02-26T16:28:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.11
Dalam kristalografi, suhu transisi adalah suhu di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi kristal (alotrop) ke kondisi kristal lainnya.[1] Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua bentuk kristalin dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam kesetimbangan. Sebagai contoh, ketika belerang rombik dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang monoklinik; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah timah, yang bertransisi dari kristal kubik di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal tetragonal di atas suhu tersebut.
Dalam kasus kristal feroelektrik atau feromagnetik, suhu transisi dapat dikenal sebagai suhu Curie.
Lihat pula
Referensi
- ↑ John Daintith. A Dictionary of Chemistry. Oxford University Press. 2008. ISBN 9780199204632.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25370638 (2024-02-26T16:28:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.