Aneka Tambang: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29615674; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''PT Aneka Tambang Tbk''', atau biasa disingkat menjadi '''Antam''', adalah perusahaan pertambangan Indonesia. Perusahaan ini terutama memproduksi emas dan nikel, dan merupakan produsen [[Pertambangan nikel di Indonesia|nikel terbesar di Indonesia]]. Hingga tahun 2017, Antam merupakan [[badan usaha milik negara]] secara langsung, sebelum kepemilikannya dialihkan ke PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau [[MIND ID]], sebuah perusahaan holding milik pemerintah. | [[File:PT_Antam_Tbk,_TB_Simatupang,_Jakarta_Selatan_-_panoramio.jpg|thumb|right|280px|PT Antam Tbk, TB Simatupang, Jakarta Selatan - panoramio]] | ||
'''PT Aneka Tambang Tbk''', atau biasa disingkat menjadi '''Antam''', adalah perusahaan pertambangan Indonesia. Perusahaan ini terutama memproduksi emas dan nikel, dan merupakan produsen [[Pertambangan nikel di Indonesia|nikel terbesar di Indonesia]]. Hingga tahun 2017, Antam merupakan [[badan usaha milik negara]] secara langsung, sebelum kepemilikannya dialihkan ke PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau [[MIND ID]], sebuah perusahaan holding milik pemerintah.<ref>[https://www.antam.com/id/company-history Sejarah Perusahaan]. PT Aneka Tambang Tbk.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1968 sebagai sebuah [[perusahaan negara]] (PN) dengan nama '''PN Aneka Tambang''' yang didirikan oleh pemerintah Indonesia sebagai hasil penggabungan dari PN [[Tambang Bauksit Indonesia]],<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/2060/pp0891961.pdf Peraturan Pemerintah nomor 89 tahun 1961]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> PN [[Tambang Emas Tjikotok]],<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/2062/pp0911961.pdf Peraturan Pemerintah nomor 91 tahun 1961]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> PN [[Logam Mulia]],<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/2361/pp2181961.pdf Peraturan Pemerintah nomor 218 tahun 1961]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> PT [[Nikel Indonesia]], [[Proyek Tambang Intan Kalimantan Selatan]], dan proyek-proyek eks-[[Bappetamb]].<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/2651/PP0221968.pdf Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 1968]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> Pada tahun 1974, status perusahaan ini diubah menjadi [[persero]].<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/2944/pp0261974.pdf Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 1974]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> Pada tahun 1976, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi I di [[Pomalaa]] secara komersial, dan tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di [[Pulau Gebe]]. Pada tahun 1994, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang emas di [[Pongkor]], dan setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Pabrik FeNi II di Pomalaa secara komersial. Pada bulan November 1997, perusahaan ini resmi melantai di [[Bursa Efek Jakarta]] dan [[Bursa Efek Surabaya]]. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di [[Pulau Gee]]. | |||
Pada tahun 1999, perusahaan ini mencatatkan sahamnya dalam bentuk [[CHESS Depositary Interest]] (CDI) di [[Australian Securities Exchange]], dan pada tahun 2002, perusahaan ini meningkatkan status pencatatannya di ASX menjadi pencatatan penuh. Pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang nikel di [[Tanjung Buli]]. Pada tahun 2007, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi III di Pomalaa secara komersial. Pada tahun 2009, perusahaan ini mengakuisisi PT [[Cibaliung Sumberdaya]] yang memiliki sebuah tambang emas di [[Cibaliung, Pandeglang|Cibaliung]] dengan harga US$8 juta.<ref>[https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-1161780/antam-jadi-pemilik-tunggal-tambang-emas-cibaliung Antam Jadi Pemilik Tunggal Tambang Emas Cibaliung]. Detikcom. 9 Juli 2009.</ref> Pada tahun 2010, perusahaan ini meneken kontrak [[EPC]] untuk pembangunan pabrik ''Chemical Grade Alumina'' (CGA) di [[Tayan Hilir, Sanggau|Tayan]], serta mulai mengoperasikan tambang emas di Cibaliung dan tambang nikel di [[Tapunopaka]]. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi sebuah tambang batu bara di [[Sarolangun]] dan membuka tambang nikel di [[Pulau Pakal]]. | |||
Pada tahun 1999, perusahaan ini mencatatkan sahamnya dalam bentuk [[CHESS Depositary Interest]] (CDI) di [[Australian Securities Exchange]], dan pada tahun 2002, perusahaan ini meningkatkan status pencatatannya di ASX menjadi pencatatan penuh. Pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang nikel di [[Tanjung Buli]]. Pada tahun 2007, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi III di Pomalaa secara komersial. Pada tahun 2009, perusahaan ini mengakuisisi PT [[Cibaliung Sumberdaya]] yang memiliki sebuah tambang emas di [[Cibaliung, Pandeglang|Cibaliung]] dengan harga US$8 juta. Pada tahun 2010, perusahaan ini meneken kontrak [[EPC]] untuk pembangunan pabrik ''Chemical Grade Alumina'' (CGA) di [[Tayan Hilir, Sanggau|Tayan]], serta mulai mengoperasikan tambang emas di Cibaliung dan tambang nikel di [[Tapunopaka]]. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi sebuah tambang batu bara di [[Sarolangun]] dan membuka tambang nikel di [[Pulau Pakal]] | |||
Pada | Pada tahun 2012, perusahaan ini meletakkan batu pertama pembangunan [[PLTU]] dan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2013, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik CGA Tayan.<ref>Teguh Imam Wibowo. [https://kalbar.antaranews.com/berita/317416/antam-commissioning-pabrik-cga-di-tayan Antam 'Commissioning' Pabrik CGA di Tayan]. LKBN Antara. 28 Oktober 2013.</ref> Pada tahun 2014, perusahaan ini mulai mengoperasikan fasilitas dermaga, konveyor, dan Pemurnian-3 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif [[batik]] dan mulai mengoperasikan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan layanan penyimpanan emas BRANKAS, produk perhiasan, dan produk ''[[Green Fine Aggregate]]'' (GFA). Perusahaan ini kemudian juga menjalin aliansi strategis dengan [[Newcrest]] dalam hal eksplorasi emas. | ||
Pada tahun 2017, untuk pertama kalinya, perusahaan ini mengekspor produk emas ke [[Jepang]]. Perusahaan ini kemudian juga mendapat izin untuk mengekspor bijih nikel kadar rendah dan bijih bauksit tercuci. Pada tahun 2017 juga, perusahaan ini mulai membangun pabrik feronikel di [[Halmahera Timur]]. Pada tahun yang sama, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke [[Indonesia Asahan Aluminium]] (Inalum) sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang industri pertambangan.<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/175344/PP%20Nomor%2047%20Tahun%202017.pdf Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2017]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif tematik dan bermotif batik seri II. Pada tahun 2018 juga, perusahaan ini resmi memegang seluruh saham PT [[Indonesia Chemical Alumina]].<ref>[https://www.antam.com/id/company-history Sejarah Perusahaan]. PT Aneka Tambang Tbk.</ref> Pada tahun 2019, perusahaan ini meluncurkan emas batangan seri hadiah dan bezel emas seri II.<ref>Akhmad Suryahadi. [https://kalbar.antaranews.com/berita/317416/antam-commissioning-pabrik-cga-di-tayan Aneka Tambang (ANTM) luncurkan produk emas batik Bezel seri II]. Kontan. 28 November 2019.</ref> | |||
Pada bulan Desember 2022, agar Inalum dapat fokus berbisnis di bidang produksi aluminium, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan ini ke [[Mining Industry Indonesia|Mineral Industri Indonesia]] (MIND ID) yang sengaja didirikan sebagai induk holding BUMN industri pertambangan.<ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/176860/Salinan_PP_Nomor_45_Tahun_2022.pdf Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2022]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref><ref>[https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/176862/Salinan_PP_Nomor_46_Tahun_2022.pdf Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2022]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref> Pada bulan Juli 2023, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik feronikel di Halmahera Timur.<ref>Aprianus Doni Tolok. [https://ekonomi.bisnis.com/read/20230709/44/1672989/antam-antm-mulai-operasikan-pabrik-feronikel-haltim-di-maluku-utara Antam (ANTM) Mulai Operasikan Pabrik Feronikel Haltim di Maluku Utara]. Bisnis Indonesia. 9 Juli 2023.</ref> Pada bulan Oktober 2024, perusahaan ini mengakuisisi 30% saham PT [[Jiu Long Metal Industry]] yang memiliki sebuah smelter nikel di [[Pulau Gag]].<ref>Nyoman Ary Wahyudi. [https://market.bisnis.com/read/20241008/192/1805698/aneka-tambang-antm-caplok-30-saham-smelter-tsingshan-rp16-triliun Aneka Tambang (ANTM) Caplok 30% Saham Smelter Tsingshan Rp1,6 Triliun]. Bisnis Indonesia. 8 Oktober 2024.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.antam.com/ Situs web resmi] | * [http://www.antam.com/ Situs web resmi] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aneka+Tambang&oldid=29615674 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29615674 (2026-08-22T11:20:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.21

PT Aneka Tambang Tbk, atau biasa disingkat menjadi Antam, adalah perusahaan pertambangan Indonesia. Perusahaan ini terutama memproduksi emas dan nikel, dan merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia. Hingga tahun 2017, Antam merupakan badan usaha milik negara secara langsung, sebelum kepemilikannya dialihkan ke PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, sebuah perusahaan holding milik pemerintah.[1]
Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1968 sebagai sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Aneka Tambang yang didirikan oleh pemerintah Indonesia sebagai hasil penggabungan dari PN Tambang Bauksit Indonesia,[2] PN Tambang Emas Tjikotok,[3] PN Logam Mulia,[4] PT Nikel Indonesia, Proyek Tambang Intan Kalimantan Selatan, dan proyek-proyek eks-Bappetamb.[5] Pada tahun 1974, status perusahaan ini diubah menjadi persero.[6] Pada tahun 1976, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi I di Pomalaa secara komersial, dan tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di Pulau Gebe. Pada tahun 1994, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang emas di Pongkor, dan setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Pabrik FeNi II di Pomalaa secara komersial. Pada bulan November 1997, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di Pulau Gee.
Pada tahun 1999, perusahaan ini mencatatkan sahamnya dalam bentuk CHESS Depositary Interest (CDI) di Australian Securities Exchange, dan pada tahun 2002, perusahaan ini meningkatkan status pencatatannya di ASX menjadi pencatatan penuh. Pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang nikel di Tanjung Buli. Pada tahun 2007, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi III di Pomalaa secara komersial. Pada tahun 2009, perusahaan ini mengakuisisi PT Cibaliung Sumberdaya yang memiliki sebuah tambang emas di Cibaliung dengan harga US$8 juta.[7] Pada tahun 2010, perusahaan ini meneken kontrak EPC untuk pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, serta mulai mengoperasikan tambang emas di Cibaliung dan tambang nikel di Tapunopaka. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi sebuah tambang batu bara di Sarolangun dan membuka tambang nikel di Pulau Pakal.
Pada tahun 2012, perusahaan ini meletakkan batu pertama pembangunan PLTU dan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2013, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik CGA Tayan.[8] Pada tahun 2014, perusahaan ini mulai mengoperasikan fasilitas dermaga, konveyor, dan Pemurnian-3 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif batik dan mulai mengoperasikan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan layanan penyimpanan emas BRANKAS, produk perhiasan, dan produk Green Fine Aggregate (GFA). Perusahaan ini kemudian juga menjalin aliansi strategis dengan Newcrest dalam hal eksplorasi emas.
Pada tahun 2017, untuk pertama kalinya, perusahaan ini mengekspor produk emas ke Jepang. Perusahaan ini kemudian juga mendapat izin untuk mengekspor bijih nikel kadar rendah dan bijih bauksit tercuci. Pada tahun 2017 juga, perusahaan ini mulai membangun pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pada tahun yang sama, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang industri pertambangan.[9] Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif tematik dan bermotif batik seri II. Pada tahun 2018 juga, perusahaan ini resmi memegang seluruh saham PT Indonesia Chemical Alumina.[10] Pada tahun 2019, perusahaan ini meluncurkan emas batangan seri hadiah dan bezel emas seri II.[11]
Pada bulan Desember 2022, agar Inalum dapat fokus berbisnis di bidang produksi aluminium, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan ini ke Mineral Industri Indonesia (MIND ID) yang sengaja didirikan sebagai induk holding BUMN industri pertambangan.[12][13] Pada bulan Juli 2023, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik feronikel di Halmahera Timur.[14] Pada bulan Oktober 2024, perusahaan ini mengakuisisi 30% saham PT Jiu Long Metal Industry yang memiliki sebuah smelter nikel di Pulau Gag.[15]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Sejarah Perusahaan. PT Aneka Tambang Tbk.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 89 tahun 1961. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 91 tahun 1961. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 218 tahun 1961. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 1968. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 1974. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Antam Jadi Pemilik Tunggal Tambang Emas Cibaliung. Detikcom. 9 Juli 2009.
- ↑ Teguh Imam Wibowo. Antam 'Commissioning' Pabrik CGA di Tayan. LKBN Antara. 28 Oktober 2013.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2017. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Sejarah Perusahaan. PT Aneka Tambang Tbk.
- ↑ Akhmad Suryahadi. Aneka Tambang (ANTM) luncurkan produk emas batik Bezel seri II. Kontan. 28 November 2019.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2022. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2022. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- ↑ Aprianus Doni Tolok. Antam (ANTM) Mulai Operasikan Pabrik Feronikel Haltim di Maluku Utara. Bisnis Indonesia. 9 Juli 2023.
- ↑ Nyoman Ary Wahyudi. Aneka Tambang (ANTM) Caplok 30% Saham Smelter Tsingshan Rp1,6 Triliun. Bisnis Indonesia. 8 Oktober 2024.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29615674 (2026-08-22T11:20:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.