Tornado di tempat barang rongsokan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27529768; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tornado tempat barang rongsokan''', juga dikenal sebagai '''''kekeliruan Hoyle''''', adalah argumen yang digunakan untuk mencemooh peluang terjadinya [[abiogenesis]], yang dianggap sebanding dengan "peluang bahwa [[tornado]] yang menyapu tempat barang rongsokan dapat merakit [[Boeing 747]]." Ungkapan ini awalnya digunakan oleh astronom Inggris [[Fred Hoyle]] (1915–2001), yang menerapkan analisis statistik pada asal-usul kehidupan, tetapi ungkapan serupa sudah ada sebelum Hoyle dan telah dikemukakan sejak zaman Darwin, dan tentunya oleh [[Cicero]] pada zaman klasik. Meskipun Hoyle sendiri seorang ateis, argumen tersebut telah menjadi andalan para penganut [[kreasionisme]] untuk mengkritik [[evolusi]]. | '''Tornado tempat barang rongsokan''', juga dikenal sebagai '''''kekeliruan Hoyle''''', adalah argumen yang digunakan untuk mencemooh peluang terjadinya [[abiogenesis]], yang dianggap sebanding dengan "peluang bahwa [[tornado]] yang menyapu tempat barang rongsokan dapat merakit [[Boeing 747]]."<ref>Ian Musgrave. [http://www.talkorigins.org/faqs/abioprob/abioprob.html Lies, Damned Lies, Statistics, and Probability of Abiogenesis Calculations]. ''TalkOrigins Archive''. December 21, 1998.</ref><ref>George Johnson. [https://www.nytimes.com/2007/10/28/weekinreview/28johnson.html Bright Scientists, Dim Notions]. ''NY Times''. October 28, 2007.</ref><ref>Derek Gatherer. ''Finite Universe of Discourse: The Systems Biology of Walter Elsasser (1904-1991)''. ''The Open Biology Journal''. 2008. Vol. 1. hlm. 9–20. doi:10.2174/1874196700801010009.</ref> Ungkapan ini awalnya digunakan oleh astronom Inggris [[Fred Hoyle]] (1915–2001), yang menerapkan analisis statistik pada asal-usul kehidupan, tetapi ungkapan serupa sudah ada sebelum Hoyle dan telah dikemukakan sejak zaman Darwin,<ref>Ian Musgrave. [http://www.talkorigins.org/faqs/abioprob/abioprob.html Lies, Damned Lies, Statistics, and Probability of Abiogenesis Calculations]. ''TalkOrigins Archive''. December 21, 1998.</ref> dan tentunya oleh [[Cicero]] pada zaman klasik.<ref>Cicero. ''De Natura Deorum'' 2.37</ref> Meskipun Hoyle sendiri seorang ateis, argumen tersebut telah menjadi andalan para penganut [[kreasionisme]] untuk mengkritik [[evolusi]]. | ||
Argumen ini ditolak oleh sebagian besar ahli [[biologi]]. Dari sudut pandang evolusioner modern, pembentukan [[kehidupan]] bertaraf tinggi secara tiba-tiba memang sangat kecil kemungkinannya, tetapi evolusi berlangsung dalam banyak tahap kecil, masing-masing didorong oleh [[seleksi alam]], tidak terjadi secara [[kebetulan]], serta terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Transisi semacam ini secara keseluruhan masuk akal, karena setiap langkah meningkatkan kemampuan dan peluang bertahan hidup. Boeing 747 tidak dirancang dalam ledakan kreativitas tunggal yang mustahil, sama halnya seperti bentuk kehidupan modern, tidak dibangun dalam satu peristiwa muskil seperti terjadinya tornado yang dengan kebetulan bisa merakit sebuah pesawat. | Argumen ini ditolak oleh sebagian besar ahli [[biologi]]. Dari sudut pandang evolusioner modern, pembentukan [[kehidupan]] bertaraf tinggi secara tiba-tiba memang sangat kecil kemungkinannya, tetapi evolusi berlangsung dalam banyak tahap kecil, masing-masing didorong oleh [[seleksi alam]], tidak terjadi secara [[kebetulan]], serta terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Transisi semacam ini secara keseluruhan masuk akal, karena setiap langkah meningkatkan kemampuan dan peluang bertahan hidup. Boeing 747 tidak dirancang dalam ledakan kreativitas tunggal yang mustahil, sama halnya seperti bentuk kehidupan modern, tidak dibangun dalam satu peristiwa muskil seperti terjadinya tornado yang dengan kebetulan bisa merakit sebuah pesawat. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
| Baris 10: | Baris 7: | ||
*[http://evolution-facts.org/Appendix/a10b.htm Evolution Encyclopedia Vol. 1 Chapter 10 Appendix Part 2] Contains a number of Hoyle quotations on evolution. | *[http://evolution-facts.org/Appendix/a10b.htm Evolution Encyclopedia Vol. 1 Chapter 10 Appendix Part 2] Contains a number of Hoyle quotations on evolution. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tornado+di+tempat+barang+rongsokan&oldid=27529768 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27529768 (2025-07-12T02:23:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tornado+di+tempat+barang+rongsokan&oldid=27529768 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27529768 (2025-07-12T02:23:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.04
Tornado tempat barang rongsokan, juga dikenal sebagai kekeliruan Hoyle, adalah argumen yang digunakan untuk mencemooh peluang terjadinya abiogenesis, yang dianggap sebanding dengan "peluang bahwa tornado yang menyapu tempat barang rongsokan dapat merakit Boeing 747."[1][2][3] Ungkapan ini awalnya digunakan oleh astronom Inggris Fred Hoyle (1915–2001), yang menerapkan analisis statistik pada asal-usul kehidupan, tetapi ungkapan serupa sudah ada sebelum Hoyle dan telah dikemukakan sejak zaman Darwin,[4] dan tentunya oleh Cicero pada zaman klasik.[5] Meskipun Hoyle sendiri seorang ateis, argumen tersebut telah menjadi andalan para penganut kreasionisme untuk mengkritik evolusi.
Argumen ini ditolak oleh sebagian besar ahli biologi. Dari sudut pandang evolusioner modern, pembentukan kehidupan bertaraf tinggi secara tiba-tiba memang sangat kecil kemungkinannya, tetapi evolusi berlangsung dalam banyak tahap kecil, masing-masing didorong oleh seleksi alam, tidak terjadi secara kebetulan, serta terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Transisi semacam ini secara keseluruhan masuk akal, karena setiap langkah meningkatkan kemampuan dan peluang bertahan hidup. Boeing 747 tidak dirancang dalam ledakan kreativitas tunggal yang mustahil, sama halnya seperti bentuk kehidupan modern, tidak dibangun dalam satu peristiwa muskil seperti terjadinya tornado yang dengan kebetulan bisa merakit sebuah pesawat.
Pranala luar
- "A memorable misunderstanding" Fred Hoyle's Boeing-story in the Evolution/Creation literature by Gert Korthof
- Evolution Encyclopedia Vol. 1 Chapter 10 Appendix Part 2 Contains a number of Hoyle quotations on evolution.
Referensi
- ↑ Ian Musgrave. Lies, Damned Lies, Statistics, and Probability of Abiogenesis Calculations. TalkOrigins Archive. December 21, 1998.
- ↑ George Johnson. Bright Scientists, Dim Notions. NY Times. October 28, 2007.
- ↑ Derek Gatherer. Finite Universe of Discourse: The Systems Biology of Walter Elsasser (1904-1991). The Open Biology Journal. 2008. Vol. 1. hlm. 9–20. doi:10.2174/1874196700801010009.
- ↑ Ian Musgrave. Lies, Damned Lies, Statistics, and Probability of Abiogenesis Calculations. TalkOrigins Archive. December 21, 1998.
- ↑ Cicero. De Natura Deorum 2.37
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27529768 (2025-07-12T02:23:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.