Lompat ke isi

Polonium-210: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28112212; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Polonium-210''' ('''<sup>210</sup>Po''' atau '''Po-210''', dahulu '''radium F''') adalah sebuah [[isotop]] [[polonium]]. Ia mengalami [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] yang [[Isotop stabil|stabil]] dengan [[waktu paruh]] 138,376 hari (sekitar  bulan), waktu paruh terpanjang dari semua [[isotop polonium]] yang terjadi secara alami. Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1898, dan juga menandai penemuan [[Unsur kimia|unsur]] polonium, <sup>210</sup>Po dihasilkan dalam [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[uranium-238]] dan [[Isotop radium|radium-226]]. <sup>210</sup>Po adalah kontaminan utama di lingkungan, sebagian besar memengaruhi [[makanan laut]] dan [[tembakau]]. [[Toksisitas]] ekstremnya dikaitkan dengan radioaktivitas yang intens, yang mampu membahayakan manusia.
'''Polonium-210''' ('''<sup>210</sup>Po''' atau '''Po-210''', dahulu '''radium F''') adalah sebuah [[isotop]] [[polonium]]. Ia mengalami [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] yang [[Isotop stabil|stabil]] dengan [[waktu paruh]] 138,376 hari (sekitar  bulan), waktu paruh terpanjang dari semua [[isotop polonium]] yang terjadi secara alami.<ref>Nuclear Data Center di KAERI; Table of Nuclides http://atom.kaeri.re.kr/nuchart/?zlv=1</ref> Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1898, dan juga menandai penemuan [[Unsur kimia|unsur]] polonium, <sup>210</sup>Po dihasilkan dalam [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[uranium-238]] dan [[Isotop radium|radium-226]]. <sup>210</sup>Po adalah kontaminan utama di lingkungan, sebagian besar memengaruhi [[makanan laut]] dan [[tembakau]]. [[Toksisitas]] ekstremnya dikaitkan dengan radioaktivitas yang intens, yang mampu membahayakan manusia.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tahun 1898, [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] menemukan zat radioaktif kuat dalam [[Uraninit|bijih uranium]] dan menetapkan bahwa itu adalah unsur baru; itu adalah salah satu unsur radioaktif pertama yang ditemukan. Setelah mengidentifikasinya seperti itu, mereka menamai unsur itu sebagai polonium, dinamai dari negara asal Marie, [[Polandia]]. [[Willy Marckwald]] menemukan aktivitas radioaktif serupa pada tahun 1902 dan menamakannya '''radio-telurium''', dan pada waktu yang hampir bersamaan, [[Ernest Rutherford]] mengidentifikasi aktivitas yang sama dalam analisisnya tentang rantai peluruhan uranium dan menamainya '''radium F''' (aslinya '''radium E'''). Pada tahun 1905, Rutherford menyimpulkan bahwa semua pengamatan ini disebabkan oleh zat yang sama, <sup>210</sup>Po. Penemuan lebih lanjut dan konsep isotop, pertama kali diusulkan pada tahun 1913 oleh [[Frederick Soddy]], dengan tegas menempatkan <sup>210</sup>Po sebagai isotop kedua dari belakang dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium-210&oldid=28112212 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pada tahun 1943, <sup>210</sup>Po dipelajari sebagai kemungkinan [[Inisiator neutron termodulasi|inisiator neutron]] dalam [[senjata nuklir]], sebagai bagian dari [[Proyek Dayton]]. Dalam dekade berikutnya, kekhawatiran akan keselamatan pekerja yang menangani <sup>210</sup>Po menyebabkan penelitian ekstensif tentang efek kesehatannya.<ref>G. Roessler. [https://hps.org/documents/polonium_210_story.pdf Why 210 Po?]. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).</ref>


Pada tahun 1898, [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] menemukan zat radioaktif kuat dalam [[Uraninit|bijih uranium]] dan menetapkan bahwa itu adalah unsur baru; itu adalah salah satu unsur radioaktif pertama yang ditemukan. Setelah mengidentifikasinya seperti itu, mereka menamai unsur itu sebagai polonium, dinamai dari negara asal Marie, [[Polandia]]. [[Willy Marckwald]] menemukan aktivitas radioaktif serupa pada tahun 1902 dan menamakannya '''radio-telurium''', dan pada waktu yang hampir bersamaan, [[Ernest Rutherford]] mengidentifikasi aktivitas yang sama dalam analisisnya tentang rantai peluruhan uranium dan menamainya '''radium F''' (aslinya '''radium E'''). Pada tahun 1905, Rutherford menyimpulkan bahwa semua pengamatan ini disebabkan oleh zat yang sama, <sup>210</sup>Po. Penemuan lebih lanjut dan konsep isotop, pertama kali diusulkan pada tahun 1913 oleh [[Frederick Soddy]], dengan tegas menempatkan <sup>210</sup>Po sebagai isotop kedua dari belakang dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium]].
Pada 1950-an, para ilmuwan dari [[Komisi Energi Atom Amerika Serikat]] di [[Laboratorium Mound]], [[Ohio]] mengeksplorasi kemungkinan penggunaan <sup>210</sup>Po dalam [[generator termoelektrik radioisotop]] (''radioisotope thermoelectric generator'' RTG) sebagai sumber panas untuk menggerakkan satelit. [[Baterai atom]] 2,5 [[watt]] yang menggunakan <sup>210</sup>Po dikembangkan pada tahun 1958. Namun, isotop [[plutonium-238]] dipilih sebagai gantinya, karena memiliki waktu paruh yang lebih lama yaitu 87,7&nbsp;tahun.<ref>Idaho National Laboratory. [https://inl.gov/wp-content/uploads/2014/10/AtomicPowerInSpaceII-AHistory_2015_chapters1-2.pdf Atomic power in space II: a history of space nuclear power and propulsion in the United States]. 2015. hlm. 2–5.</ref>


Pada tahun 1943, <sup>210</sup>Po dipelajari sebagai kemungkinan [[Inisiator neutron termodulasi|inisiator neutron]] dalam [[senjata nuklir]], sebagai bagian dari [[Proyek Dayton]]. Dalam dekade berikutnya, kekhawatiran akan keselamatan pekerja yang menangani <sup>210</sup>Po menyebabkan penelitian ekstensif tentang efek kesehatannya.
Polonium-210 [[Peracunan Alexander Litvinenko|digunakan untuk membunuh]] pembangkang Rusia dan mantan perwira [[Dinas Keamanan Federal|FSB]] [[Alexander Litvinenko|Alexander V. Litvinenko]] pada tahun 2006,<ref>R. B. McFee. [https://www.researchgate.net/publication/24206298 Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko]. ''Seminars in Diagnostic Pathology''. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.</ref><ref>A. Cowell. [https://www.nytimes.com/2006/11/24/world/europe/25spycnd.html Radiation Poisoning Killed Ex-Russian Spy]. ''The New York Times''. 24 November 2006.</ref> dan diduga sebagai kemungkinan [[Penyebab kematian Yasser Arafat#Keracunan dengan polonium|penyebab kematian Yasser Arafat]], setelah penggalian dan analisis mayatnya pada 2012–2013.<ref>[http://www.aljazeera.com/video/asia-pacific/2012/07/2012746748407858.html Arafat's death: what is Polonium-210?]. ''Al Jazeera''. 10 Juli 2012.</ref>
 
Pada 1950-an, para ilmuwan dari [[Komisi Energi Atom Amerika Serikat]] di [[Laboratorium Mound]], [[Ohio]] mengeksplorasi kemungkinan penggunaan <sup>210</sup>Po dalam [[generator termoelektrik radioisotop]] (''radioisotope thermoelectric generator'' RTG) sebagai sumber panas untuk menggerakkan satelit. [[Baterai atom]] 2,5 [[watt]] yang menggunakan <sup>210</sup>Po dikembangkan pada tahun 1958. Namun, isotop [[plutonium-238]] dipilih sebagai gantinya, karena memiliki waktu paruh yang lebih lama yaitu 87,7&nbsp;tahun.
 
Polonium-210 [[Peracunan Alexander Litvinenko|digunakan untuk membunuh]] pembangkang Rusia dan mantan perwira [[Dinas Keamanan Federal|FSB]] [[Alexander Litvinenko|Alexander V. Litvinenko]] pada tahun 2006, dan diduga sebagai kemungkinan [[Penyebab kematian Yasser Arafat#Keracunan dengan polonium|penyebab kematian Yasser Arafat]], setelah penggalian dan analisis mayatnya pada 2012–2013.


== Sifat peluruhan ==
== Sifat peluruhan ==
<sup>210</sup>Po adalah [[Peluruhan alfa|pemancar alfa]] yang memiliki waktu paruh 138,376 hari; ia meluruh langsung menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] yang stabil. Sebagian besar dari total waktu, <sup>210</sup>Po meluruh hanya dengan emisi [[partikel alfa]], bukan dengan emisi partikel alfa dan [[sinar gama]]; sekitar satu dari 100.000 peluruhan menghasilkan emisi sinar gama. Tingkat produksi sinar gamma yang rendah ini membuat lebih sulit untuk menemukan dan mengidentifikasi isotop ini. Daripada [[spektroskopi sinar gama]], [[Spektroskopi partikel alfa|spektroskopi alfa]] adalah metode terbaik untuk mengukur isotop ini.
<sup>210</sup>Po adalah [[Peluruhan alfa|pemancar alfa]] yang memiliki waktu paruh 138,376 hari;<ref>Nuclear Data Center di KAERI; Table of Nuclides http://atom.kaeri.re.kr/nuchart/?zlv=1</ref> ia meluruh langsung menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] yang stabil. Sebagian besar dari total waktu, <sup>210</sup>Po meluruh hanya dengan emisi [[partikel alfa]], bukan dengan emisi partikel alfa dan [[sinar gama]]; sekitar satu dari 100.000 peluruhan menghasilkan emisi sinar gama.<ref>[http://atom.kaeri.re.kr/cgi-bin/decay?Po-210%20A 210Po A Decay]. ''Korea Atomic Energy Research Institute''.</ref> Tingkat produksi sinar gamma yang rendah ini membuat lebih sulit untuk menemukan dan mengidentifikasi isotop ini. Daripada [[spektroskopi sinar gama]], [[Spektroskopi partikel alfa|spektroskopi alfa]] adalah metode terbaik untuk mengukur isotop ini.


Karena waktu paruhnya yang jauh lebih pendek, satu miligram <sup>210</sup>Po memancarkan partikel alfa sebanyak 5&nbsp;gram [[Isotop radium|<sup>226</sup>Ra]]. Beberapa [[Curie (satuan)|curie]] <sup>210</sup>Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh [[eksitasi]] udara di sekitarnya.
Karena waktu paruhnya yang jauh lebih pendek, satu miligram <sup>210</sup>Po memancarkan partikel alfa sebanyak 5&nbsp;gram [[Isotop radium|<sup>226</sup>Ra]].<ref>C. R. Hammond. [http://www-d0.fnal.gov/hardware/cal/lvps_info/engineering/elements.pdf The Elements]. Fermi National Accelerator Laboratory. hlm. 4–22.</ref> Beberapa [[Curie (satuan)|curie]] <sup>210</sup>Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh [[eksitasi]] udara di sekitarnya.


<sup>210</sup>Po terjadi dalam jumlah kecil di alam, di mana ia adalah isotop kedua dari belakang dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|rantai peluruhan deret uranium]]. Ia dihasilkan melalui [[peluruhan beta]] dari [[Isotop timbal|<sup>210</sup>Pb]] dan [[Isotop bismut|<sup>210</sup>Bi]].
<sup>210</sup>Po terjadi dalam jumlah kecil di alam, di mana ia adalah isotop kedua dari belakang dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|rantai peluruhan deret uranium]]. Ia dihasilkan melalui [[peluruhan beta]] dari [[Isotop timbal|<sup>210</sup>Pb]] dan [[Isotop bismut|<sup>210</sup>Bi]].


[[Proses s]] [[astrofisika]] diakhiri dengan peluruhan <sup>210</sup>Po, karena [[fluks neutron]] tidak cukup untuk menyebabkan [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] lebih lanjut dalam masa hidup <sup>210</sup>Po yang singkat. Sebaliknya, <sup>210</sup>Po meluruh menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] melalui peluruhan alfa, yang kemudian menangkap lebih banyak neutron menjadi <sup>210</sup>Po dan mengulangi siklusnya, sehingga memakan sisa neutron. Hal ini menghasilkan penumpukan [[timbal]] dan [[bismut]], dan memastikan bahwa unsur-unsur yang lebih berat seperti [[torium]] dan [[uranium]] hanya diproduksi dalam [[proses r]] yang jauh lebih cepat.
[[Proses s]] [[astrofisika]] diakhiri dengan peluruhan <sup>210</sup>Po, karena [[fluks neutron]] tidak cukup untuk menyebabkan [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] lebih lanjut dalam masa hidup <sup>210</sup>Po yang singkat. Sebaliknya, <sup>210</sup>Po meluruh menjadi [[Isotop timbal|<sup>206</sup>Pb]] melalui peluruhan alfa, yang kemudian menangkap lebih banyak neutron menjadi <sup>210</sup>Po dan mengulangi siklusnya, sehingga memakan sisa neutron. Hal ini menghasilkan penumpukan [[timbal]] dan [[bismut]], dan memastikan bahwa unsur-unsur yang lebih berat seperti [[torium]] dan [[uranium]] hanya diproduksi dalam [[proses r]] yang jauh lebih cepat.<ref>E. M. Burbidge. ''Synthesis of the Elements in Stars''. ''Reviews of Modern Physics''. 1957. Vol. 29 (4). hlm. 547–650. doi:10.1103/RevModPhys.29.547.</ref>


== Produksi ==
== Produksi ==
=== Disengaja ===
=== Disengaja ===
Meskipun <sup>210</sup>Po terdapat dalam jumlah kecil di alam, namun tidak cukup melimpah (0,1 [[Ppm dan ppb|ppb]]) untuk ekstraksi dari bijih uranium menjadi layak. Sebaliknya, sebagian besar <sup>210</sup>Po diproduksi secara sintetis, melalui pemborbardiran neutron [[Bismut-209|<sup>209</sup>Bi]] dalam [[reaktor nuklir]]. Proses ini mengubah <sup>209</sup>Bi menjadi [[Isotop bismut|<sup>210</sup>Bi]], yang meluruh menjadi <sup>210</sup>Po melalui peluruhan beta dengan waktu paruh lima hari. Melalui metode ini, sekitar  of <sup>210</sup>Po diproduksi di [[Rusia]] dan dikirim ke [[Amerika Serikat]] setiap bulan untuk pengaplikasian komersial.
Meskipun <sup>210</sup>Po terdapat dalam jumlah kecil di alam, namun tidak cukup melimpah (0,1 [[Ppm dan ppb|ppb]]) untuk ekstraksi dari bijih uranium menjadi layak. Sebaliknya, sebagian besar <sup>210</sup>Po diproduksi secara sintetis, melalui pemborbardiran neutron [[Bismut-209|<sup>209</sup>Bi]] dalam [[reaktor nuklir]]. Proses ini mengubah <sup>209</sup>Bi menjadi [[Isotop bismut|<sup>210</sup>Bi]], yang meluruh menjadi <sup>210</sup>Po melalui peluruhan beta dengan waktu paruh lima hari. Melalui metode ini, sekitar  of <sup>210</sup>Po diproduksi di [[Rusia]] dan dikirim ke [[Amerika Serikat]] setiap bulan untuk pengaplikasian komersial.<ref>G. Roessler. [https://hps.org/documents/polonium_210_story.pdf Why 210 Po?]. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).</ref>


=== Produk sampingan ===
=== Produk sampingan ===
Baris 29: Baris 27:


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Satu gram <sup>210</sup>Po menghasilkan daya 140 watt. Karena memancarkan banyak [[Peluruhan alfa|partikel alfa]], yang berhenti dalam jarak yang sangat pendek pada media padat dan melepaskan energinya, <sup>210</sup>Po telah digunakan sebagai [[Panas|sumber panas]] ringan untuk menggerakkan [[Generator termoelektrik radioisotop|sel termoelektrik]] pada [[Satelit|satelit buatan]]; misalnya, sumber panas <sup>210</sup>Po juga ada di setiap penjelajah [[Program Lunokhod|Lunokhod]] yang ditempatkan di permukaan [[Bulan]], untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam di bulan. Beberapa sikat anti-statis, yang digunakan untuk menetralkan [[listrik statis]] pada bahan seperti film fotografi, mengandung beberapa [[Curie (satuan)|mikrocurie]] <sup>210</sup>Po sebagai sumber partikel bermuatan. <sup>210</sup>Po juga digunakan sebagai [[Inisiator neutron termodulasi|inisiator]] untuk bom atom melalui reaksi (α,n) dengan [[berilium]]. [[Sumber neutron]] kecil yang bergantung pada reaksi (α,n) juga biasanya menggunakan polonium sebagai sumber partikel alfa yang nyaman karena emisi gama yang relatif rendah (memungkinkan perlindungan yang mudah) dan [[aktivitas spesifik]] yang tinggi.
Satu gram <sup>210</sup>Po menghasilkan daya 140 watt.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/polonium.pdf Polonium]. Argonne National Laboratory.</ref> Karena memancarkan banyak [[Peluruhan alfa|partikel alfa]], yang berhenti dalam jarak yang sangat pendek pada media padat dan melepaskan energinya, <sup>210</sup>Po telah digunakan sebagai [[Panas|sumber panas]] ringan untuk menggerakkan [[Generator termoelektrik radioisotop|sel termoelektrik]] pada [[Satelit|satelit buatan]]; misalnya, sumber panas <sup>210</sup>Po juga ada di setiap penjelajah [[Program Lunokhod|Lunokhod]] yang ditempatkan di permukaan [[Bulan]], untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam di bulan.<ref>A. Wilson, ''Solar System Log'', (London: Jane's Publishing Company Ltd, 1987), hlm. 64.</ref> Beberapa sikat anti-statis, yang digunakan untuk menetralkan [[listrik statis]] pada bahan seperti film fotografi, mengandung beberapa [[Curie (satuan)|mikrocurie]] <sup>210</sup>Po sebagai sumber partikel bermuatan.<ref>[http://www.company7.com/staticmaster/products/staticmaster.html Staticmaster Alpha Ionizing Brush]. Company 7.</ref> <sup>210</sup>Po juga digunakan sebagai [[Inisiator neutron termodulasi|inisiator]] untuk bom atom melalui reaksi (α,n) dengan [[berilium]].<ref>L. Hoddeson. [https://books.google.com/books?id=KoTve97yYB8C Critical Assembly: A Technical History of Los Alamos During the Oppenheimer Years, 1943–1945]. Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-54117-6.</ref> [[Sumber neutron]] kecil yang bergantung pada reaksi (α,n) juga biasanya menggunakan polonium sebagai sumber partikel alfa yang nyaman karena emisi gama yang relatif rendah (memungkinkan perlindungan yang mudah) dan [[aktivitas spesifik]] yang tinggi.


== Bahaya ==
== Bahaya ==
<sup>210</sup>Po sangat beracun; ia dan isotop polonium lainnya adalah beberapa zat yang paling [[Radiasi pengion#Efek kesehatan|radiotoksik]] bagi manusia.<ref>R. B. McFee. [https://www.researchgate.net/publication/24206298 Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko]. ''Seminars in Diagnostic Pathology''. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.</ref><ref>B. Skwarzec. [http://www.nukleonika.pl/www/back/full/vol51_2006/v51s2p45f.pdf Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment]. ''Nukleonika''. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.</ref> Dengan satu [[mikrogram]] lebih dari cukup untuk membunuh rata-rata orang dewasa, <sup>210</sup>Po 250.000 kali lebih beracun daripada [[hidrogen sianida]] menurut beratnya;<ref>M. F. Ahmed. ''Health risk of polonium-210 ingestion via drinking water: An experience of Malaysia''. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. 2018. Vol. 15 (10). hlm. 2056–1–2056–19. doi:10.3390/ijerph15102056.</ref> juga diperkirakan bahwa satu gram <sup>210</sup>Po cukup untuk membunuh 50 juta orang dan membuat 50 juta lainnya jatuh sakit.<ref>R. B. McFee. [https://www.researchgate.net/publication/24206298 Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko]. ''Seminars in Diagnostic Pathology''. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.</ref> Hal ini merupakan konsekuensi dari [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] [[Radiasi pengion|pengionnya]], karena partikel alfa sangat merusak jaringan organik di dalam tubuh. Namun, <sup>210</sup>Po tidak menimbulkan ancaman di luar tubuh, karena [[partikel alfa]] tidak dapat menembus kulit manusia.<ref>R. B. McFee. [https://www.researchgate.net/publication/24206298 Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko]. ''Seminars in Diagnostic Pathology''. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.</ref>


Toksisitas <sup>210</sup>Po sepenuhnya berasal dari radioaktivitasnya. Ia sendiri tidak beracun secara kimia, tetapi kelarutannya dalam [[larutan berair]] serta garamnya menimbulkan bahaya karena penyebarannya ke seluruh tubuh difasilitasi dalam larutan.<ref>R. B. McFee. [https://www.researchgate.net/publication/24206298 Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko]. ''Seminars in Diagnostic Pathology''. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.</ref> Asupan <sup>210</sup>Po terjadi terutama melalui udara, makanan, atau air yang terkontaminasi, serta melalui luka terbuka. Begitu berada di dalam tubuh, <sup>210</sup>Po terkonsentrasi di [[jaringan lunak]] (terutama di [[sistem retikuloendotelial]]) dan [[Sistem peredaran darah|aliran darah]]. [[Waktu paruh biologis]]nya sekitar 50 hari.<ref>[https://www.cdc.gov/nceh/radiation/fallon/Polonium_factsheet.pdf Frequently asked questions about polonium-210]. Centers for Disease Control and Prevention.</ref>


<sup>210</sup>Po sangat beracun; ia dan isotop polonium lainnya adalah beberapa zat yang paling [[Radiasi pengion#Efek kesehatan|radiotoksik]] bagi manusia. Dengan satu [[mikrogram]] lebih dari cukup untuk membunuh rata-rata orang dewasa, <sup>210</sup>Po 250.000 kali lebih beracun daripada [[hidrogen sianida]] menurut beratnya; juga diperkirakan bahwa satu gram <sup>210</sup>Po cukup untuk membunuh 50 juta orang dan membuat 50 juta lainnya jatuh sakit. Hal ini merupakan konsekuensi dari [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] [[Radiasi pengion|pengionnya]], karena partikel alfa sangat merusak jaringan organik di dalam tubuh. Namun, <sup>210</sup>Po tidak menimbulkan ancaman di luar tubuh, karena [[partikel alfa]] tidak dapat menembus kulit manusia.
Di lingkungan, <sup>210</sup>Po dapat terakumulasi dalam makanan laut.<ref>F. Richter. [https://www.researchgate.net/publication/224869922 Polonium – on the Trace of a Powerful Alpha Nuclide in the Environment]. ''CHIMIA International Journal for Chemistry''. 2012. Vol. 66 (3). hlm. 131. doi:10.2533/chimia.2012.131.</ref> Ia telah terdeteksi di berbagai organisme di [[Laut Baltik]], di mana ia dapat menyebar, dan dengan demikian mencemari [[rantai makanan]].<ref>B. Skwarzec. [http://www.nukleonika.pl/www/back/full/vol51_2006/v51s2p45f.pdf Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment]. ''Nukleonika''. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.</ref> <sup>210</sup>Po juga diketahui mencemari [[vegetasi]], terutama yang berasal dari peluruhan [[radon-222]] di atmosfer dan penyerapan dari tanah.<ref>B. R. R. Persson. [https://www.researchgate.net/publication/256456252 Polonium-210 and Lead-210 in the Terrestrial environment: A historical review]. 2009.</ref>
 
Toksisitas <sup>210</sup>Po sepenuhnya berasal dari radioaktivitasnya. Ia sendiri tidak beracun secara kimia, tetapi kelarutannya dalam [[larutan berair]] serta garamnya menimbulkan bahaya karena penyebarannya ke seluruh tubuh difasilitasi dalam larutan. Asupan <sup>210</sup>Po terjadi terutama melalui udara, makanan, atau air yang terkontaminasi, serta melalui luka terbuka. Begitu berada di dalam tubuh, <sup>210</sup>Po terkonsentrasi di [[jaringan lunak]] (terutama di [[sistem retikuloendotelial]]) dan [[Sistem peredaran darah|aliran darah]]. [[Waktu paruh biologis]]nya sekitar 50 hari.


Di lingkungan, <sup>210</sup>Po dapat terakumulasi dalam makanan laut. Ia telah terdeteksi di berbagai organisme di [[Laut Baltik]], di mana ia dapat menyebar, dan dengan demikian mencemari [[rantai makanan]]. <sup>210</sup>Po juga diketahui mencemari [[vegetasi]], terutama yang berasal dari peluruhan [[radon-222]] di atmosfer dan penyerapan dari tanah.
Secara khusus, <sup>210</sup>Po menempel dan terkonsentrasi pada daun tembakau.<ref>G. Roessler. [https://hps.org/documents/polonium_210_story.pdf Why 210 Po?]. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).</ref><ref>[https://www.cdc.gov/nceh/radiation/fallon/Polonium_factsheet.pdf Frequently asked questions about polonium-210]. Centers for Disease Control and Prevention.</ref> Peningkatan konsentrasi <sup>210</sup>Po dalam tembakau didokumentasikan pada awal tahun 1964, dan dengan demikian [[Pengisapan tembakau|perokok]] diketahui terkena dosis radiasi yang jauh lebih besar dari <sup>210</sup>Po dan induknya <sup>210</sup>Pb.<ref>B. R. R. Persson. [https://www.researchgate.net/publication/256456252 Polonium-210 and Lead-210 in the Terrestrial environment: A historical review]. 2009.</ref> Perokok berat mungkin terkena jumlah radiasi yang sama (perkiraan bervariasi dari 100&nbsp;[[Sievert|µSv]]<ref>B. Skwarzec. [http://www.nukleonika.pl/www/back/full/vol51_2006/v51s2p45f.pdf Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment]. ''Nukleonika''. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.</ref> hingga 160&nbsp;mSv<ref>[http://www.ors.od.nih.gov/sr/drs/training/GRS/Pages/sectionf.aspx F. Typical Sources of Radiation Exposure]. National Institute of Health.</ref> per tahun) karena individu di Polandia berasal dari luruhan [[Bencana Chernobyl|Chernobyl]] yang bepergian dari Ukraina.<ref>B. Skwarzec. [http://www.nukleonika.pl/www/back/full/vol51_2006/v51s2p45f.pdf Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment]. ''Nukleonika''. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.</ref> Akibatnya, <sup>210</sup>Po paling berbahaya ketika dihirup dari asap rokok, memberikan bukti lebih lanjut untuk hubungan antara merokok dan [[kanker paru-paru]].<ref>E. P. Radford. [https://archive.org/details/sim_science_1964-01-17_143_3603/page/246 Polonium-210: A Volatile Radioelement in Cigarettes]. ''Science''. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 247–249. doi:10.1126/science.143.3603.247.</ref>
 
Secara khusus, <sup>210</sup>Po menempel dan terkonsentrasi pada daun tembakau. Peningkatan konsentrasi <sup>210</sup>Po dalam tembakau didokumentasikan pada awal tahun 1964, dan dengan demikian [[Pengisapan tembakau|perokok]] diketahui terkena dosis radiasi yang jauh lebih besar dari <sup>210</sup>Po dan induknya <sup>210</sup>Pb. Perokok berat mungkin terkena jumlah radiasi yang sama (perkiraan bervariasi dari 100&nbsp;[[Sievert|µSv]] hingga 160&nbsp;mSv per tahun) karena individu di Polandia berasal dari luruhan [[Bencana Chernobyl|Chernobyl]] yang bepergian dari Ukraina. Akibatnya, <sup>210</sup>Po paling berbahaya ketika dihirup dari asap rokok, memberikan bukti lebih lanjut untuk hubungan antara merokok dan [[kanker paru-paru]].


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium-210&oldid=28112212 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28112212 (2025-10-19T01:42:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium-210&oldid=28112212 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28112212 (2025-10-19T01:42:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.57

Polonium-210 (210Po atau Po-210, dahulu radium F) adalah sebuah isotop polonium. Ia mengalami peluruhan alfa menjadi 206Pb yang stabil dengan waktu paruh 138,376 hari (sekitar bulan), waktu paruh terpanjang dari semua isotop polonium yang terjadi secara alami.[1] Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1898, dan juga menandai penemuan unsur polonium, 210Po dihasilkan dalam rantai peluruhan uranium-238 dan radium-226. 210Po adalah kontaminan utama di lingkungan, sebagian besar memengaruhi makanan laut dan tembakau. Toksisitas ekstremnya dikaitkan dengan radioaktivitas yang intens, yang mampu membahayakan manusia.

Sejarah

Pada tahun 1898, Marie dan Pierre Curie menemukan zat radioaktif kuat dalam bijih uranium dan menetapkan bahwa itu adalah unsur baru; itu adalah salah satu unsur radioaktif pertama yang ditemukan. Setelah mengidentifikasinya seperti itu, mereka menamai unsur itu sebagai polonium, dinamai dari negara asal Marie, Polandia. Willy Marckwald menemukan aktivitas radioaktif serupa pada tahun 1902 dan menamakannya radio-telurium, dan pada waktu yang hampir bersamaan, Ernest Rutherford mengidentifikasi aktivitas yang sama dalam analisisnya tentang rantai peluruhan uranium dan menamainya radium F (aslinya radium E). Pada tahun 1905, Rutherford menyimpulkan bahwa semua pengamatan ini disebabkan oleh zat yang sama, 210Po. Penemuan lebih lanjut dan konsep isotop, pertama kali diusulkan pada tahun 1913 oleh Frederick Soddy, dengan tegas menempatkan 210Po sebagai isotop kedua dari belakang dalam deret uranium.[2]

Pada tahun 1943, 210Po dipelajari sebagai kemungkinan inisiator neutron dalam senjata nuklir, sebagai bagian dari Proyek Dayton. Dalam dekade berikutnya, kekhawatiran akan keselamatan pekerja yang menangani 210Po menyebabkan penelitian ekstensif tentang efek kesehatannya.[3]

Pada 1950-an, para ilmuwan dari Komisi Energi Atom Amerika Serikat di Laboratorium Mound, Ohio mengeksplorasi kemungkinan penggunaan 210Po dalam generator termoelektrik radioisotop (radioisotope thermoelectric generator RTG) sebagai sumber panas untuk menggerakkan satelit. Baterai atom 2,5 watt yang menggunakan 210Po dikembangkan pada tahun 1958. Namun, isotop plutonium-238 dipilih sebagai gantinya, karena memiliki waktu paruh yang lebih lama yaitu 87,7 tahun.[4]

Polonium-210 digunakan untuk membunuh pembangkang Rusia dan mantan perwira FSB Alexander V. Litvinenko pada tahun 2006,[5][6] dan diduga sebagai kemungkinan penyebab kematian Yasser Arafat, setelah penggalian dan analisis mayatnya pada 2012–2013.[7]

Sifat peluruhan

210Po adalah pemancar alfa yang memiliki waktu paruh 138,376 hari;[8] ia meluruh langsung menjadi 206Pb yang stabil. Sebagian besar dari total waktu, 210Po meluruh hanya dengan emisi partikel alfa, bukan dengan emisi partikel alfa dan sinar gama; sekitar satu dari 100.000 peluruhan menghasilkan emisi sinar gama.[9] Tingkat produksi sinar gamma yang rendah ini membuat lebih sulit untuk menemukan dan mengidentifikasi isotop ini. Daripada spektroskopi sinar gama, spektroskopi alfa adalah metode terbaik untuk mengukur isotop ini.

Karena waktu paruhnya yang jauh lebih pendek, satu miligram 210Po memancarkan partikel alfa sebanyak 5 gram 226Ra.[10] Beberapa curie 210Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh eksitasi udara di sekitarnya.

210Po terjadi dalam jumlah kecil di alam, di mana ia adalah isotop kedua dari belakang dalam rantai peluruhan deret uranium. Ia dihasilkan melalui peluruhan beta dari 210Pb dan 210Bi.

Proses s astrofisika diakhiri dengan peluruhan 210Po, karena fluks neutron tidak cukup untuk menyebabkan penangkapan neutron lebih lanjut dalam masa hidup 210Po yang singkat. Sebaliknya, 210Po meluruh menjadi 206Pb melalui peluruhan alfa, yang kemudian menangkap lebih banyak neutron menjadi 210Po dan mengulangi siklusnya, sehingga memakan sisa neutron. Hal ini menghasilkan penumpukan timbal dan bismut, dan memastikan bahwa unsur-unsur yang lebih berat seperti torium dan uranium hanya diproduksi dalam proses r yang jauh lebih cepat.[11]

Produksi

Disengaja

Meskipun 210Po terdapat dalam jumlah kecil di alam, namun tidak cukup melimpah (0,1 ppb) untuk ekstraksi dari bijih uranium menjadi layak. Sebaliknya, sebagian besar 210Po diproduksi secara sintetis, melalui pemborbardiran neutron 209Bi dalam reaktor nuklir. Proses ini mengubah 209Bi menjadi 210Bi, yang meluruh menjadi 210Po melalui peluruhan beta dengan waktu paruh lima hari. Melalui metode ini, sekitar of 210Po diproduksi di Rusia dan dikirim ke Amerika Serikat setiap bulan untuk pengaplikasian komersial.[12]

Produk sampingan

Produksi polonium-210 adalah kerugian dari reaktor yang didinginkan dengan eutektik timbal-bismut daripada timbal murni, namun, mengingat sifat eutektik dari paduan ini, beberapa desain reaktor Generasi IV yang diusulkan masih mengandalkan timbal-bismut.

Aplikasi

Satu gram 210Po menghasilkan daya 140 watt.[13] Karena memancarkan banyak partikel alfa, yang berhenti dalam jarak yang sangat pendek pada media padat dan melepaskan energinya, 210Po telah digunakan sebagai sumber panas ringan untuk menggerakkan sel termoelektrik pada satelit buatan; misalnya, sumber panas 210Po juga ada di setiap penjelajah Lunokhod yang ditempatkan di permukaan Bulan, untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam di bulan.[14] Beberapa sikat anti-statis, yang digunakan untuk menetralkan listrik statis pada bahan seperti film fotografi, mengandung beberapa mikrocurie 210Po sebagai sumber partikel bermuatan.[15] 210Po juga digunakan sebagai inisiator untuk bom atom melalui reaksi (α,n) dengan berilium.[16] Sumber neutron kecil yang bergantung pada reaksi (α,n) juga biasanya menggunakan polonium sebagai sumber partikel alfa yang nyaman karena emisi gama yang relatif rendah (memungkinkan perlindungan yang mudah) dan aktivitas spesifik yang tinggi.

Bahaya

210Po sangat beracun; ia dan isotop polonium lainnya adalah beberapa zat yang paling radiotoksik bagi manusia.[17][18] Dengan satu mikrogram lebih dari cukup untuk membunuh rata-rata orang dewasa, 210Po 250.000 kali lebih beracun daripada hidrogen sianida menurut beratnya;[19] juga diperkirakan bahwa satu gram 210Po cukup untuk membunuh 50 juta orang dan membuat 50 juta lainnya jatuh sakit.[20] Hal ini merupakan konsekuensi dari radiasi alfa pengionnya, karena partikel alfa sangat merusak jaringan organik di dalam tubuh. Namun, 210Po tidak menimbulkan ancaman di luar tubuh, karena partikel alfa tidak dapat menembus kulit manusia.[21]

Toksisitas 210Po sepenuhnya berasal dari radioaktivitasnya. Ia sendiri tidak beracun secara kimia, tetapi kelarutannya dalam larutan berair serta garamnya menimbulkan bahaya karena penyebarannya ke seluruh tubuh difasilitasi dalam larutan.[22] Asupan 210Po terjadi terutama melalui udara, makanan, atau air yang terkontaminasi, serta melalui luka terbuka. Begitu berada di dalam tubuh, 210Po terkonsentrasi di jaringan lunak (terutama di sistem retikuloendotelial) dan aliran darah. Waktu paruh biologisnya sekitar 50 hari.[23]

Di lingkungan, 210Po dapat terakumulasi dalam makanan laut.[24] Ia telah terdeteksi di berbagai organisme di Laut Baltik, di mana ia dapat menyebar, dan dengan demikian mencemari rantai makanan.[25] 210Po juga diketahui mencemari vegetasi, terutama yang berasal dari peluruhan radon-222 di atmosfer dan penyerapan dari tanah.[26]

Secara khusus, 210Po menempel dan terkonsentrasi pada daun tembakau.[27][28] Peningkatan konsentrasi 210Po dalam tembakau didokumentasikan pada awal tahun 1964, dan dengan demikian perokok diketahui terkena dosis radiasi yang jauh lebih besar dari 210Po dan induknya 210Pb.[29] Perokok berat mungkin terkena jumlah radiasi yang sama (perkiraan bervariasi dari 100 µSv[30] hingga 160 mSv[31] per tahun) karena individu di Polandia berasal dari luruhan Chernobyl yang bepergian dari Ukraina.[32] Akibatnya, 210Po paling berbahaya ketika dihirup dari asap rokok, memberikan bukti lebih lanjut untuk hubungan antara merokok dan kanker paru-paru.[33]

Referensi

  1. Nuclear Data Center di KAERI; Table of Nuclides http://atom.kaeri.re.kr/nuchart/?zlv=1
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. G. Roessler. Why 210 Po?. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).
  4. Idaho National Laboratory. Atomic power in space II: a history of space nuclear power and propulsion in the United States. 2015. hlm. 2–5.
  5. R. B. McFee. Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko. Seminars in Diagnostic Pathology. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.
  6. A. Cowell. Radiation Poisoning Killed Ex-Russian Spy. The New York Times. 24 November 2006.
  7. Arafat's death: what is Polonium-210?. Al Jazeera. 10 Juli 2012.
  8. Nuclear Data Center di KAERI; Table of Nuclides http://atom.kaeri.re.kr/nuchart/?zlv=1
  9. 210Po A Decay. Korea Atomic Energy Research Institute.
  10. C. R. Hammond. The Elements. Fermi National Accelerator Laboratory. hlm. 4–22.
  11. E. M. Burbidge. Synthesis of the Elements in Stars. Reviews of Modern Physics. 1957. Vol. 29 (4). hlm. 547–650. doi:10.1103/RevModPhys.29.547.
  12. G. Roessler. Why 210 Po?. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).
  13. Polonium. Argonne National Laboratory.
  14. A. Wilson, Solar System Log, (London: Jane's Publishing Company Ltd, 1987), hlm. 64.
  15. Staticmaster Alpha Ionizing Brush. Company 7.
  16. L. Hoddeson. Critical Assembly: A Technical History of Los Alamos During the Oppenheimer Years, 1943–1945. Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-54117-6.
  17. R. B. McFee. Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko. Seminars in Diagnostic Pathology. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.
  18. B. Skwarzec. Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment. Nukleonika. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.
  19. M. F. Ahmed. Health risk of polonium-210 ingestion via drinking water: An experience of Malaysia. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2018. Vol. 15 (10). hlm. 2056–1–2056–19. doi:10.3390/ijerph15102056.
  20. R. B. McFee. Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko. Seminars in Diagnostic Pathology. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.
  21. R. B. McFee. Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko. Seminars in Diagnostic Pathology. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.
  22. R. B. McFee. Death by polonium-210: lessons learned from the murder of former Soviet spy Alexander Litvinenko. Seminars in Diagnostic Pathology. 2009. Vol. 26 (1). hlm. 61–67. doi:10.1053/j.semdp.2008.12.003.
  23. Frequently asked questions about polonium-210. Centers for Disease Control and Prevention.
  24. F. Richter. Polonium – on the Trace of a Powerful Alpha Nuclide in the Environment. CHIMIA International Journal for Chemistry. 2012. Vol. 66 (3). hlm. 131. doi:10.2533/chimia.2012.131.
  25. B. Skwarzec. Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment. Nukleonika. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.
  26. B. R. R. Persson. Polonium-210 and Lead-210 in the Terrestrial environment: A historical review. 2009.
  27. G. Roessler. Why 210 Po?. Health Physics Society. 2007. Vol. 35 (2).
  28. Frequently asked questions about polonium-210. Centers for Disease Control and Prevention.
  29. B. R. R. Persson. Polonium-210 and Lead-210 in the Terrestrial environment: A historical review. 2009.
  30. B. Skwarzec. Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment. Nukleonika. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.
  31. F. Typical Sources of Radiation Exposure. National Institute of Health.
  32. B. Skwarzec. Radionuclides of iron ( 55 Fe), nickel ( 63 Ni), polonium ( 210 Po), uranium ( 234 U, 235 U, 238 U), and plutonium ( 238 Pu, 239+240 Pu, 241 Pu) in Poland and Baltic Sea environment. Nukleonika. 2006. Vol. 51. hlm. S45–S51.
  33. E. P. Radford. Polonium-210: A Volatile Radioelement in Cigarettes. Science. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 247–249. doi:10.1126/science.143.3603.247.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28112212 (2025-10-19T01:42:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.