Lompat ke isi

Bom kotor: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26069397; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bom kotor''' atau '''perangkat dispersi radiologis''' adalah [[Peperangan radiologis|senjata radiologis]] yang menggabungkan bahan radioaktif dengan bahan peledak konvensional. Tujuan dari senjata ini adalah untuk mencemari area di sekitar bahan penyebar/ledakan konvensional dengan bahan radioaktif, yang berfungsi terutama sebagai perangkat [[Senjata penyangkalan area|penyangkalan area]] terhadap warga sipil. Senjata ini tidak boleh disamakan dengan ledakan nuklir, seperti [[Senjata nuklir#Senjata fisi|bom fisi]], yang menghasilkan efek [[ledakan]] yang jauh lebih besar daripada yang dapat dicapai dengan menggunakan bahan peledak konvensional. Tidak seperti [[awan jamur|awan radiasi dari bom fisi pada umumnya]], radiasi bom kotor hanya dapat tersebar dalam jarak beberapa ratus meter atau beberapa mil dari ledakan.
'''Bom kotor''' atau '''perangkat dispersi radiologis''' adalah [[Peperangan radiologis|senjata radiologis]] yang menggabungkan bahan radioaktif dengan bahan peledak konvensional. Tujuan dari senjata ini adalah untuk mencemari area di sekitar bahan penyebar/ledakan konvensional dengan bahan radioaktif, yang berfungsi terutama sebagai perangkat [[Senjata penyangkalan area|penyangkalan area]] terhadap warga sipil.<ref>[http://www.bioterrorism.slu.edu/bt/products/ahec_rad/ppt/Dirty%20Bomb.ppt Dirty Bomb].</ref><ref>[http://video.yahoo.com/watch/213659/1198382 Yahoo Screen - Watch videos online]. ''Yahoo Screen''. 23 Maret 2015.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/5173310.stm BBC NEWS - Science/Nature - Chernobyl's 'nuclear nightmares']. 13 Juli 2006.</ref> Senjata ini tidak boleh disamakan dengan ledakan nuklir, seperti [[Senjata nuklir#Senjata fisi|bom fisi]], yang menghasilkan efek [[ledakan]] yang jauh lebih besar daripada yang dapat dicapai dengan menggunakan bahan peledak konvensional. Tidak seperti [[awan jamur|awan radiasi dari bom fisi pada umumnya]], radiasi bom kotor hanya dapat tersebar dalam jarak beberapa ratus meter atau beberapa mil dari ledakan.<ref>[https://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/fact-sheets/fs-dirty-bombs.html Backgrounder on Dirty Bombs]. ''NRC.gov''. 23 Februari 2022.</ref>


Bom kotor tidak pernah digunakan, hanya diuji coba. Bom ini dirancang untuk menyebarkan bahan radioaktif di area tertentu. Bom ini bekerja melalui efek [[pencemaran radioaktif|kontaminasi radioaktif]] terhadap lingkungan dan [[Pencemaran radioaktif#Efek kesehatan dari kontaminasi|efek kesehatan terkait]] [[sindrom radiasi akut|keracunan radiasi]] pada populasi yang terkena dampak. Penahanan dan [[dekontaminasi manusia|dekontaminasi]] korban, serta dekontaminasi daerah yang terkena dampak membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, membuat daerah tersebut sebagian tidak dapat digunakan dan menyebabkan kerusakan ekonomi. Bom kotor dapat digunakan untuk menciptakan [[Penyakit psikogenik massal|kepanikan massal]] sebagai senjata [[terorisme|teror]].
Bom kotor tidak pernah digunakan, hanya diuji coba. Bom ini dirancang untuk menyebarkan bahan radioaktif di area tertentu. Bom ini bekerja melalui efek [[pencemaran radioaktif|kontaminasi radioaktif]] terhadap lingkungan dan [[Pencemaran radioaktif#Efek kesehatan dari kontaminasi|efek kesehatan terkait]] [[sindrom radiasi akut|keracunan radiasi]] pada populasi yang terkena dampak. Penahanan dan [[dekontaminasi manusia|dekontaminasi]] korban, serta dekontaminasi daerah yang terkena dampak membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, membuat daerah tersebut sebagian tidak dapat digunakan dan menyebabkan kerusakan ekonomi. Bom kotor dapat digunakan untuk menciptakan [[Penyakit psikogenik massal|kepanikan massal]] sebagai senjata [[terorisme|teror]].
==Pengobatan==
==Pengobatan==
, penelitian sedang dilakukan untuk menemukan obat dekontaminasi radioaktif untuk menghilangkan unsur radioaktif dari tubuh. Salah satu kandidat obat yang sedang diteliti adalah [[HOPO 14-1]].
, penelitian sedang dilakukan untuk menemukan obat dekontaminasi radioaktif untuk menghilangkan unsur radioaktif dari tubuh. Salah satu kandidat obat yang sedang diteliti adalah [[HOPO 14-1]].<ref>[https://www.nih.gov/news-events/news-releases/first-human-trial-oral-drug-remove-radioactive-contamination-begins First-in-human trial of oral drug to remove radioactive contamination begins]. ''National Institutes of Health (NIH)''. 15 Mei 2023.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Bom bergaram]]
* [[Bom bergaram]]
* [[Daftar bencana nuklir dan insiden radioaktif]]
* [[Daftar bencana nuklir dan insiden radioaktif]]
Baris 18: Baris 17:
* [[Terorisme nuklir]]
* [[Terorisme nuklir]]


==Referensi==
===Rujukan===
===Karya yang dikutip===
* .
* Burgess, M. (2003) "Pascal's New Wager: The Dirty Bomb Threat Heightens", [https://web.archive.org/web/20070509100037/http://www.cdi.org/terrorism/dirty-bomb.cfm Center for Defense Information].
* .
* .
* [[Adam Curtis]]'s [[The Power of Nightmares|The Power of Nightmares, Part III]] &ndash; [https://web.archive.org/web/20050507114115/http://www.informationclearinghouse.info/video1040.htm Video/Transcript] at ''informationclearinghouse.info''.
* Ferguson, C.D., Kazi, T. and Perera J. (2003) ''Commercial Radioactive Sources: Surveying the Security Risks'', Monterey Institute of International Studies, Center for Nonproliferation Studies, Occasional Paper #11, , [http://webarchive.loc.gov/all/20030319222743/http%3A//cns.miis.edu/pubs/opapers/op11/index.htm Webpage with PDF file of paper].
* .
* .
* Hosenball, M., Hirsch, M. and Moreau, R. (2002) "War on Terror: Nabbing a "Dirty Bomb" Suspect", ''Newsweek (Int. ed.)'', ID: X7835733: 28–33.
* .
* .
* Liolios, T.E. (2008) ''The effects of using Cesium-137 teletherapy sources as a radiological weapon (dirty bomb)'', [http://www.armscontrol.info Hellenic Arms Control Center], Occasional Paper May 2008, [https://web.archive.org/web/20110721184504/http://www.armscontrol.info/reports/authors/liolios/cesium-137%20dirty%20bomb%20occasional%20paper.pdf].
* Mullen, E., Van Tuyle, G. and York, R. (2002) "Potential radiological dispersal device threats and related technology", ''Transactions of the American Nuclear Society'', '''87''': 309.
* .
* .
* .
* Sohier, A. and Hardeman, F. (2006) "Radiological Dispersion Devices: are we prepared?", ''Journal of Environmental Radioactivity'', '''85''': 171–181.
* Van Tuylen, G.J. and Mullen, E. (2003) "Large radiological source applications: RDD implications and proposed alternative technologies", ''Global 2003: Atoms for Prosperity: Updating Eisenhouwer's Global Vision for Nuclear Energy'', LA-UR-03-6281: 622–631, .
* Vantine, H.C. and Crites, T.R. (2002) "Relevance of nuclear weapons cleanup experience to dirty bomb response", ''Transactions of the American Nuclear Society'', '''87''': 322–323.
*
* Zimmerman, P.D. and Loeb, C. (2004) "Dirty Bombs: The Threat Revisited", ''Defense Horizons'', '''38''': 1-11.
* .
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  U.S. Nuclear Regulatory Commission, [https://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/fact-sheets/fs-dirty-bombs.html Factsheet on Dirty Bombs]
*  U.S. Nuclear Regulatory Commission, [https://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/fact-sheets/fs-dirty-bombs.html Factsheet on Dirty Bombs]
Baris 60: Baris 33:
*  [https://fas.org/sgp/crs/nuke/R41890.pdf "Dirty Bombs": Technical Background, Attack Prevention and Response, Issues for Congress] Congressional Research Service
*  [https://fas.org/sgp/crs/nuke/R41890.pdf "Dirty Bombs": Technical Background, Attack Prevention and Response, Issues for Congress] Congressional Research Service


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bom+kotor&oldid=26069397 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26069397 (2024-07-21T15:58:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bom+kotor&oldid=26069397 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26069397 (2024-07-21T15:58:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.58

Bom kotor atau perangkat dispersi radiologis adalah senjata radiologis yang menggabungkan bahan radioaktif dengan bahan peledak konvensional. Tujuan dari senjata ini adalah untuk mencemari area di sekitar bahan penyebar/ledakan konvensional dengan bahan radioaktif, yang berfungsi terutama sebagai perangkat penyangkalan area terhadap warga sipil.[1][2][3] Senjata ini tidak boleh disamakan dengan ledakan nuklir, seperti bom fisi, yang menghasilkan efek ledakan yang jauh lebih besar daripada yang dapat dicapai dengan menggunakan bahan peledak konvensional. Tidak seperti awan radiasi dari bom fisi pada umumnya, radiasi bom kotor hanya dapat tersebar dalam jarak beberapa ratus meter atau beberapa mil dari ledakan.[4]

Bom kotor tidak pernah digunakan, hanya diuji coba. Bom ini dirancang untuk menyebarkan bahan radioaktif di area tertentu. Bom ini bekerja melalui efek kontaminasi radioaktif terhadap lingkungan dan efek kesehatan terkait keracunan radiasi pada populasi yang terkena dampak. Penahanan dan dekontaminasi korban, serta dekontaminasi daerah yang terkena dampak membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, membuat daerah tersebut sebagian tidak dapat digunakan dan menyebabkan kerusakan ekonomi. Bom kotor dapat digunakan untuk menciptakan kepanikan massal sebagai senjata teror.

Pengobatan

, penelitian sedang dilakukan untuk menemukan obat dekontaminasi radioaktif untuk menghilangkan unsur radioaktif dari tubuh. Salah satu kandidat obat yang sedang diteliti adalah HOPO 14-1.[5]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26069397 (2024-07-21T15:58:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.