Lompat ke isi

Emas-198: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26694877; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Gold-198.svg|thumb|right|280px|Gold-198]]
'''Emas-198''' ('''<sup>198</sup>Au''' atau '''Au-198''') adalah sebuah [[isotop]] [[emas]] yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Ia mengalami [[peluruhan beta]] menjadi [[Isotop raksa|<sup>198</sup>Hg]] yang stabil dengan [[waktu paruh]] 2,697 hari.
'''Emas-198''' ('''<sup>198</sup>Au''' atau '''Au-198''') adalah sebuah [[isotop]] [[emas]] yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Ia mengalami [[peluruhan beta]] menjadi [[Isotop raksa|<sup>198</sup>Hg]] yang stabil dengan [[waktu paruh]] 2,697 hari.


Baris 4: Baris 6:


== Penemuan ==
== Penemuan ==
<sup>198</sup>Au mungkin diamati untuk pertama kalinya pada tahun 1935 oleh [[Enrico Fermi]] dkk., meskipun tidak diidentifikasi dengan benar pada saat itu. Isotop ini secara meyakinkan diidentifikasi pada tahun 1937 setelah [[Tangkapan neutron|iradiasi neutron]] [[Isotop emas|<sup>197</sup>Au]] yang stabil dan dianggap memiliki waktu paruh sekitar 2,7 hari.
<sup>198</sup>Au mungkin diamati untuk pertama kalinya pada tahun 1935 oleh [[Enrico Fermi]] dkk., meskipun tidak diidentifikasi dengan benar pada saat itu. Isotop ini secara meyakinkan diidentifikasi pada tahun 1937 setelah [[Tangkapan neutron|iradiasi neutron]] [[Isotop emas|<sup>197</sup>Au]] yang stabil dan dianggap memiliki waktu paruh sekitar 2,7 hari.<ref>A. Schuh. [https://people.nscl.msu.edu/~thoennes/2009/gold-adndt.pdf Discovery of the gold isotopes]. ''Atomic Data and Nuclear Data Tables''. 2010. Vol. 96 (3). hlm. 307–314. doi:10.1016/j.adt.2009.12.001.</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
=== Pengobatan nuklir ===
=== Pengobatan nuklir ===
<sup>198</sup>Au digunakan untuk radioterapi dalam beberapa perawatan kanker.
<sup>198</sup>Au digunakan untuk radioterapi dalam beberapa perawatan kanker.<ref>[http://web.missouri.edu/~kattik/katti/katres.html Nanoscience and Nanotechnology in Nanomedicine: Hybrid Nanoparticles In Imaging and Therapy of Prostate Cancer]. Radiopharmaceutical Sciences Institute, University of Missouri-Columbia.</ref><ref>James F. Hainfeld. ''Radiotherapy enhancement with gold nanoparticles''. ''Journal of Pharmacy and Pharmacology''. 2008. Vol. 60 (8). hlm. 977–85. doi:10.1211/jpp.60.8.0005.</ref>
Waktu paruh dan [[energi peluruhan]] betanya menguntungkan untuk digunakan dalam pengobatan karena jangkauan penetrasi 4&nbsp;[[Milimeter|mm]]-nya dalam jaringan memungkinkannya untuk menghancurkan [[tumor]] tanpa jaringan non-kanker di dekatnya terpengaruh oleh radiasi. Untuk alasan ini, nanopartikel <sup>198</sup>Au sedang diselidiki sebagai pengobatan suntikan untuk [[kanker prostat]].
Waktu paruh dan [[energi peluruhan]] betanya menguntungkan untuk digunakan dalam pengobatan karena jangkauan penetrasi 4&nbsp;[[Milimeter|mm]]-nya dalam jaringan memungkinkannya untuk menghancurkan [[tumor]] tanpa jaringan non-kanker di dekatnya terpengaruh oleh radiasi.<ref>K.V. Katti. [https://www.researchgate.net/publication/323525522 Radioactive Gold-198 Nanoparticles In Nanomedicine: Green Nanotechnology and Radiochemical Approaches in Oncology]. 2017.</ref> Untuk alasan ini, nanopartikel <sup>198</sup>Au sedang diselidiki sebagai pengobatan suntikan untuk [[kanker prostat]].<ref>K.V. Katti. [https://www.researchgate.net/publication/323525522 Radioactive Gold-198 Nanoparticles In Nanomedicine: Green Nanotechnology and Radiochemical Approaches in Oncology]. 2017.</ref><ref>[http://www.genengnews.com/gen-news-highlights/green-tea-and-gold-nanoparticles-destroy-prostate-tumors/81247048/ Green Tea and Gold Nanoparticles Destroy Prostate Tumors]. 2012.</ref>


=== Pelacakan radioaktif ===
=== Pelacakan radioaktif ===
[[Sedimen]] dan aliran air dapat diselidiki menggunakan pelacak radioaktif seperti <sup>198</sup>Au. Ia telah digunakan secara luas sejak [[Radioisotop sintetis|radioisotop buatan]] menjadi tersedia pada 1950-an, sebagai suplemen untuk ribuan tahun penyelidikan menggunakan teknik penelusuran lainnya.
[[Sedimen]] dan aliran air dapat diselidiki menggunakan pelacak radioaktif seperti <sup>198</sup>Au. Ia telah digunakan secara luas sejak [[Radioisotop sintetis|radioisotop buatan]] menjadi tersedia pada 1950-an, sebagai suplemen untuk ribuan tahun penyelidikan menggunakan teknik penelusuran lainnya.<ref>A. Plata-Bedmar. [https://www.iaea.org/sites/default/files/publications/magazines/bulletin/bull30-1/30105683538.pdf Artificial radioisotopes in hydrological investigation: A review of specific applications]. IAEA Bulletin. 1988. hlm. 35–38.</ref>


Di dalam [[unit koker]] di [[kilang minyak]], <sup>198</sup>Au digunakan untuk mempelajari perilaku hidrodinamika padatan di unggun terfluidisasi dan juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengotoran bagian dalam unggun.
Di dalam [[unit koker]] di [[kilang minyak]], <sup>198</sup>Au digunakan untuk mempelajari perilaku hidrodinamika padatan di unggun terfluidisasi dan juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengotoran bagian dalam unggun.<ref>Francisco J. Sanchez. ''Application of radioactive particle tracking to indicate shed fouling in the stripper section of a fluid coker''. ''Canadian Journal of Chemical Engineering''. 2012. Vol. 91 (6). hlm. 1175–1182. doi:10.1002/cjce.21740.</ref>


=== Senjata nuklir ===
=== Senjata nuklir ===
Emas telah diusulkan sebagai bahan untuk membuat [[Bom bergaram|senjata nuklir bergaram]] ([[kobalt]] adalah bahan penggaraman lain yang lebih terkenal). Sebuah jaket alami <sup>197</sup>Au (satu-satunya [[isotop emas]] yang stabil), diiradiasi oleh fluks neutron energi tinggi yang intens dari [[senjata termonuklir]] yang meledak, akan berubah menjadi isotop <sup>198</sup>Au yang radioaktif dengan waktu paruh 2,697 hari dan menghasilkan sekitar 0,411&nbsp;[[Elektronvolt|MeV]] [[Sinar gama|radiasi gama]], secara signifikan meningkatkan radioaktivitas [[Luruhan nuklir|luruhan]] senjata selama beberapa hari. Senjata semacam itu tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.
Emas telah diusulkan sebagai bahan untuk membuat [[Bom bergaram|senjata nuklir bergaram]] ([[kobalt]] adalah bahan penggaraman lain yang lebih terkenal). Sebuah jaket alami <sup>197</sup>Au (satu-satunya [[isotop emas]] yang stabil), diiradiasi oleh fluks neutron energi tinggi yang intens dari [[senjata termonuklir]] yang meledak, akan berubah menjadi isotop <sup>198</sup>Au yang radioaktif dengan waktu paruh 2,697 hari dan menghasilkan sekitar 0,411&nbsp;[[Elektronvolt|MeV]] [[Sinar gama|radiasi gama]], secara signifikan meningkatkan radioaktivitas [[Luruhan nuklir|luruhan]] senjata selama beberapa hari. Senjata semacam itu tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.<ref>D. T. Win. [http://www.journal.au.edu/au_techno/2003/apr2003/aujt6-4_article07.pdf Weapons of Mass Destruction]. ''Assumption University Journal of Technology''. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199–219.</ref>


Jumlah tertinggi <sup>198</sup>Au yang terdeteksi dalam setiap uji coba nuklir Amerika Serikat terjadi pada tembakan [[Sedan (uji coba nuklir)|"Sedan"]] yang diledakkan di [[Nevada Test Site|Situs Uji Nevada]] pada 6 Juli 1962.
Jumlah tertinggi <sup>198</sup>Au yang terdeteksi dalam setiap uji coba nuklir Amerika Serikat terjadi pada tembakan [[Sedan (uji coba nuklir)|"Sedan"]] yang diledakkan di [[Nevada Test Site|Situs Uji Nevada]] pada 6 Juli 1962.<ref>R. L. Miller. [https://books.google.com/books?id=EC03ta0ErHAC&q=sedan+shot+fallout&pg=PA340 U.S. Atlas of Nuclear Fallout, 1951–1970]. Two Sixty Press. 2002. Vol. 1. hlm. 340. ISBN 978-1-881043-13-3.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 25: Baris 27:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emas-198&oldid=26694877 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26694877 (2024-12-27T11:42:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emas-198&oldid=26694877 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26694877 (2024-12-27T11:42:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.00

Berkas:Gold-198.svg
Gold-198

Emas-198 (198Au atau Au-198) adalah sebuah isotop emas yang radioaktif. Ia mengalami peluruhan beta menjadi 198Hg yang stabil dengan waktu paruh 2,697 hari.

Sifat peluruhan 198Au telah menyebabkan minat luas dalam penggunaan potensialnya dalam radioterapi untuk perawatan kanker. Isotop ini juga digunakan dalam penelitian senjata nuklir dan sebagai pelacak radioaktif dalam penelitian hidrologi.

Penemuan

198Au mungkin diamati untuk pertama kalinya pada tahun 1935 oleh Enrico Fermi dkk., meskipun tidak diidentifikasi dengan benar pada saat itu. Isotop ini secara meyakinkan diidentifikasi pada tahun 1937 setelah iradiasi neutron 197Au yang stabil dan dianggap memiliki waktu paruh sekitar 2,7 hari.[1]

Aplikasi

Pengobatan nuklir

198Au digunakan untuk radioterapi dalam beberapa perawatan kanker.[2][3] Waktu paruh dan energi peluruhan betanya menguntungkan untuk digunakan dalam pengobatan karena jangkauan penetrasi 4 mm-nya dalam jaringan memungkinkannya untuk menghancurkan tumor tanpa jaringan non-kanker di dekatnya terpengaruh oleh radiasi.[4] Untuk alasan ini, nanopartikel 198Au sedang diselidiki sebagai pengobatan suntikan untuk kanker prostat.[5][6]

Pelacakan radioaktif

Sedimen dan aliran air dapat diselidiki menggunakan pelacak radioaktif seperti 198Au. Ia telah digunakan secara luas sejak radioisotop buatan menjadi tersedia pada 1950-an, sebagai suplemen untuk ribuan tahun penyelidikan menggunakan teknik penelusuran lainnya.[7]

Di dalam unit koker di kilang minyak, 198Au digunakan untuk mempelajari perilaku hidrodinamika padatan di unggun terfluidisasi dan juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengotoran bagian dalam unggun.[8]

Senjata nuklir

Emas telah diusulkan sebagai bahan untuk membuat senjata nuklir bergaram (kobalt adalah bahan penggaraman lain yang lebih terkenal). Sebuah jaket alami 197Au (satu-satunya isotop emas yang stabil), diiradiasi oleh fluks neutron energi tinggi yang intens dari senjata termonuklir yang meledak, akan berubah menjadi isotop 198Au yang radioaktif dengan waktu paruh 2,697 hari dan menghasilkan sekitar 0,411 MeV radiasi gama, secara signifikan meningkatkan radioaktivitas luruhan senjata selama beberapa hari. Senjata semacam itu tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.[9]

Jumlah tertinggi 198Au yang terdeteksi dalam setiap uji coba nuklir Amerika Serikat terjadi pada tembakan "Sedan" yang diledakkan di Situs Uji Nevada pada 6 Juli 1962.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. A. Schuh. Discovery of the gold isotopes. Atomic Data and Nuclear Data Tables. 2010. Vol. 96 (3). hlm. 307–314. doi:10.1016/j.adt.2009.12.001.
  2. Nanoscience and Nanotechnology in Nanomedicine: Hybrid Nanoparticles In Imaging and Therapy of Prostate Cancer. Radiopharmaceutical Sciences Institute, University of Missouri-Columbia.
  3. James F. Hainfeld. Radiotherapy enhancement with gold nanoparticles. Journal of Pharmacy and Pharmacology. 2008. Vol. 60 (8). hlm. 977–85. doi:10.1211/jpp.60.8.0005.
  4. K.V. Katti. Radioactive Gold-198 Nanoparticles In Nanomedicine: Green Nanotechnology and Radiochemical Approaches in Oncology. 2017.
  5. K.V. Katti. Radioactive Gold-198 Nanoparticles In Nanomedicine: Green Nanotechnology and Radiochemical Approaches in Oncology. 2017.
  6. Green Tea and Gold Nanoparticles Destroy Prostate Tumors. 2012.
  7. A. Plata-Bedmar. Artificial radioisotopes in hydrological investigation: A review of specific applications. IAEA Bulletin. 1988. hlm. 35–38.
  8. Francisco J. Sanchez. Application of radioactive particle tracking to indicate shed fouling in the stripper section of a fluid coker. Canadian Journal of Chemical Engineering. 2012. Vol. 91 (6). hlm. 1175–1182. doi:10.1002/cjce.21740.
  9. D. T. Win. Weapons of Mass Destruction. Assumption University Journal of Technology. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199–219.
  10. R. L. Miller. U.S. Atlas of Nuclear Fallout, 1951–1970. Two Sixty Press. 2002. Vol. 1. hlm. 340. ISBN 978-1-881043-13-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26694877 (2024-12-27T11:42:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.