Downwelling: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28421423; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''''Downwelling''''' merujuk pada proses pergerakan air permukaan laut secara vertikal ke daerah yang lebih dalam, biasanya terjadi di sepanjang wilayah pantai karena adanya konvergensi arus permukaan atau pengaruh angin yang mendorong air laut menuju pantai. Gerakan ini mengakibatkan adanya akumulasi air di dekat pantai sehingga meningkatkan tinggi permukaan laut di sepanjang pantai dan membawa air permukaan turun ke dasar, | '''''Downwelling''''' merujuk pada proses pergerakan air permukaan laut secara vertikal ke daerah yang lebih dalam, biasanya terjadi di sepanjang wilayah pantai karena adanya konvergensi arus permukaan atau pengaruh angin yang mendorong air laut menuju pantai. Gerakan ini mengakibatkan adanya akumulasi air di dekat pantai sehingga meningkatkan tinggi permukaan laut di sepanjang pantai dan membawa air permukaan turun ke dasar, <ref>M. Schwartz. [https://books.google.com/books?id=VWnxpAxp6TMC&newbks=0&hl=id Encyclopedia of Coastal Science]. Springer Science & Business Media. 2006-11-08. ISBN 978-1-4020-3880-8.</ref> dalam kondisi ''downwelling'' angin biasanya bertiup dari darat ke laut, mendorong air permukaan dari lepas pantai menuju ke pantai. ''Downwelling'' merupakan kebalikan dari ''[[Pembalikan massa air|upwelling]]'', di mana air dingin yang kaya nutrisi dari lapisan dalam laut naik ke permukaan <ref>[https://education.nationalgeographic.org/resource/upwelling Upwelling]. ''education.nationalgeographic.org''.</ref> | ||
Proses ''downwelling'' terjadi ketika air di permukaan laut memiliki densitas lebih tinggi daripada air di bawahnya sehingga membuat air permukaan turun ke bagian yang lebih dalam, air laut memiliki densitas tinggi ketika berada dalam kondisi temperatur rendah atau salinitas tinggi Daerah di mana arus air tawar atau air payau bertemu dengan perairan pantai yang asin umumnya akan ditemukan [[Plume front,|''plume front'',]] pada kondisi ini air laut yang memiliki salinitas lebih rendah akan naik ke atas perairan dengan salinitas tinggi, membentuk arus balik atau ''retrograde fron''t di mana konvergensi permukaan dan ''downwelling'' terjadi. Daerah yang mengalami ''downwelling'' biasanya memiliki produktivitas biologis yang rendah. ''Downwelling'' penting bagi kehidupan laut karena membawa [[nutrien]] ke daerah-daerah yang dalam dan memberikan oksigen bagi organisme laut di kedalaman. Ini juga merupakan bagian penting dari siklus karbon di ekosistem laut, di mana oksigen yang terlarut dalam air laut akan ikut terbawa ke daerah [[laut dalam]]. | Proses ''downwelling'' terjadi ketika air di permukaan laut memiliki densitas lebih tinggi daripada air di bawahnya sehingga membuat air permukaan turun ke bagian yang lebih dalam, air laut memiliki densitas tinggi ketika berada dalam kondisi temperatur rendah atau salinitas tinggi<ref>[https://oceanexplorer.noaa.gov/edu/learning/8_ocean_currents/activities/currents.html#activity NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life]. ''oceanexplorer.noaa.gov''.</ref> Daerah di mana arus air tawar atau air payau bertemu dengan perairan pantai yang asin umumnya akan ditemukan [[Plume front,|''plume front'',]] pada kondisi ini air laut yang memiliki salinitas lebih rendah akan naik ke atas perairan dengan salinitas tinggi, membentuk arus balik atau ''retrograde fron''t di mana konvergensi permukaan dan ''downwelling'' terjadi.<ref>Kenneth H. Mann. ''Dynamics of marine ecosystems: biological-physical interactions in the oceans''. Blackwell Publ. 2009. ISBN 978-1-4051-1118-8.</ref> Daerah yang mengalami ''downwelling'' biasanya memiliki produktivitas biologis yang rendah. ''Downwelling'' penting bagi kehidupan laut karena membawa [[nutrien]] ke daerah-daerah yang dalam dan memberikan oksigen bagi organisme laut di kedalaman. Ini juga merupakan bagian penting dari siklus karbon di ekosistem laut, di mana oksigen yang terlarut dalam air laut akan ikut terbawa ke daerah [[laut dalam]]. <ref>Paul Webb. [https://rwu.pressbooks.pub/webboceanography/chapter/9-5-currents-upwelling-and-downwelling/ 9.5 Currents, Upwelling and Downwelling].</ref> | ||
''Downwelling'' berperan dalam menjaga ketersediaan oksigen di kedalaman laut. Fenomena ini terkait dengan ''global conveyor belt'' yang mengalirkan air kaya oksigen dari permukaan laut ke laut dalam. Tanpa proses ini oksigen terlarut di dalam [[Sedimen laut|sedimen]] dan air dasar laut akan cepat habis karena [[Pembusukan|dekomposisi]] materi [[Senyawa organik|organik]]. Akibatnya [[bakteri anaerob]] akan mengambil alih proses [[Pembusukan|dekomposisi]], menghasilkan [[hidrogen sulfida]] yang berbahaya bagi kehidupan laut. | ''Downwelling'' berperan dalam menjaga ketersediaan oksigen di kedalaman laut. Fenomena ini terkait dengan ''global conveyor belt'' yang mengalirkan air kaya oksigen dari permukaan laut ke laut dalam. Tanpa proses ini oksigen terlarut di dalam [[Sedimen laut|sedimen]] dan air dasar laut akan cepat habis karena [[Pembusukan|dekomposisi]] materi [[Senyawa organik|organik]]. Akibatnya [[bakteri anaerob]] akan mengambil alih proses [[Pembusukan|dekomposisi]], menghasilkan [[hidrogen sulfida]] yang berbahaya bagi kehidupan laut.<ref>[https://oceanexplorer.noaa.gov/edu/learning/8_ocean_currents/activities/currents.html#activity NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life]. ''oceanexplorer.noaa.gov''.</ref> | ||
Contoh dampak dari rendahnya proses ''downwelling'' yaitu pada peristiwa kepunahan massal yang diperkirakan oleh para ahli [[paleontologi]] telah terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu. Ketika itu sirkulasi laut dalam melambat hingga hampir berhenti, menyebabkan stagnasi di lautan. Kondisi air yang rendah [[oksigen]], kaya [[belerang]] dan [[metana]] yang memenuhi daerah laut dalam dan menyebar ke perairan di lempeng benua, menyebabkan kepunahan massal sekitar 95% spesies laut dalam dan dikenal sebagai peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah bumi. | Contoh dampak dari rendahnya proses ''downwelling'' yaitu pada peristiwa kepunahan massal yang diperkirakan oleh para ahli [[paleontologi]] telah terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu. Ketika itu sirkulasi laut dalam melambat hingga hampir berhenti, menyebabkan stagnasi di lautan. Kondisi air yang rendah [[oksigen]], kaya [[belerang]] dan [[metana]] yang memenuhi daerah laut dalam dan menyebar ke perairan di lempeng benua, menyebabkan kepunahan massal sekitar 95% spesies laut dalam dan dikenal sebagai peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah bumi.<ref>[https://oceanexplorer.noaa.gov/edu/learning/8_ocean_currents/activities/currents.html#activity NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life]. ''oceanexplorer.noaa.gov''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Downwelling&oldid=28421423 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28421423 (2025-11-12T06:54:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Downwelling&oldid=28421423 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28421423 (2025-11-12T06:54:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.05
Downwelling merujuk pada proses pergerakan air permukaan laut secara vertikal ke daerah yang lebih dalam, biasanya terjadi di sepanjang wilayah pantai karena adanya konvergensi arus permukaan atau pengaruh angin yang mendorong air laut menuju pantai. Gerakan ini mengakibatkan adanya akumulasi air di dekat pantai sehingga meningkatkan tinggi permukaan laut di sepanjang pantai dan membawa air permukaan turun ke dasar, [1] dalam kondisi downwelling angin biasanya bertiup dari darat ke laut, mendorong air permukaan dari lepas pantai menuju ke pantai. Downwelling merupakan kebalikan dari upwelling, di mana air dingin yang kaya nutrisi dari lapisan dalam laut naik ke permukaan [2]
Proses downwelling terjadi ketika air di permukaan laut memiliki densitas lebih tinggi daripada air di bawahnya sehingga membuat air permukaan turun ke bagian yang lebih dalam, air laut memiliki densitas tinggi ketika berada dalam kondisi temperatur rendah atau salinitas tinggi[3] Daerah di mana arus air tawar atau air payau bertemu dengan perairan pantai yang asin umumnya akan ditemukan plume front, pada kondisi ini air laut yang memiliki salinitas lebih rendah akan naik ke atas perairan dengan salinitas tinggi, membentuk arus balik atau retrograde front di mana konvergensi permukaan dan downwelling terjadi.[4] Daerah yang mengalami downwelling biasanya memiliki produktivitas biologis yang rendah. Downwelling penting bagi kehidupan laut karena membawa nutrien ke daerah-daerah yang dalam dan memberikan oksigen bagi organisme laut di kedalaman. Ini juga merupakan bagian penting dari siklus karbon di ekosistem laut, di mana oksigen yang terlarut dalam air laut akan ikut terbawa ke daerah laut dalam. [5]
Downwelling berperan dalam menjaga ketersediaan oksigen di kedalaman laut. Fenomena ini terkait dengan global conveyor belt yang mengalirkan air kaya oksigen dari permukaan laut ke laut dalam. Tanpa proses ini oksigen terlarut di dalam sedimen dan air dasar laut akan cepat habis karena dekomposisi materi organik. Akibatnya bakteri anaerob akan mengambil alih proses dekomposisi, menghasilkan hidrogen sulfida yang berbahaya bagi kehidupan laut.[6]
Contoh dampak dari rendahnya proses downwelling yaitu pada peristiwa kepunahan massal yang diperkirakan oleh para ahli paleontologi telah terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu. Ketika itu sirkulasi laut dalam melambat hingga hampir berhenti, menyebabkan stagnasi di lautan. Kondisi air yang rendah oksigen, kaya belerang dan metana yang memenuhi daerah laut dalam dan menyebar ke perairan di lempeng benua, menyebabkan kepunahan massal sekitar 95% spesies laut dalam dan dikenal sebagai peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah bumi.[7]
Referensi
- ↑ M. Schwartz. Encyclopedia of Coastal Science. Springer Science & Business Media. 2006-11-08. ISBN 978-1-4020-3880-8.
- ↑ Upwelling. education.nationalgeographic.org.
- ↑ NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life. oceanexplorer.noaa.gov.
- ↑ Kenneth H. Mann. Dynamics of marine ecosystems: biological-physical interactions in the oceans. Blackwell Publ. 2009. ISBN 978-1-4051-1118-8.
- ↑ Paul Webb. 9.5 Currents, Upwelling and Downwelling.
- ↑ NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life. oceanexplorer.noaa.gov.
- ↑ NOAA Ocean Explorer: Education - Multimedia Discovery Missions Lesson 8 - Ocean Currents Activities: Currents and Marine Life. oceanexplorer.noaa.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28421423 (2025-11-12T06:54:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.