Lompat ke isi

Stabilitas kimia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29584119; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Stabilitas kimia''' bila digunakan dalam arti teknis dalam [[kimia]], merupakan '''stabilitas termodinamika''' dari suatu sistem kimia.
'''Stabilitas kimia''' bila digunakan dalam arti teknis dalam [[kimia]], merupakan '''stabilitas termodinamika''' dari suatu sistem kimia.<ref>[http://goldbook.iupac.org/S05900.html Definition of Stable in IUPAC Gold Book]</ref>


Stabilitas termodinamika terjadi ketika sebuah sistem berada dalam keadaan [[energi]] terendah, atau [[kesetimbangan kimia]] dengan lingkungannya. Hal ini mungkin merupakan suatu [[kesetimbangan dinamis]], di mana [[atom]] atau [[molekul]] individu berubah bentuk, tetapi jumlah keseluruhannya dalam bentuk tertentu terjaga. Jenis kesetimbangan termodinamika kimia ini akan bertahan tanpa batas kecuali bila sistem mengalami perubahan. Sistem kimia mungkin termasuk perubahan dalam [[Fase benda|fase materi]] atau pada satu set [[reaksi kimia]].
Stabilitas termodinamika terjadi ketika sebuah sistem berada dalam keadaan [[energi]] terendah, atau [[kesetimbangan kimia]] dengan lingkungannya. Hal ini mungkin merupakan suatu [[kesetimbangan dinamis]], di mana [[atom]] atau [[molekul]] individu berubah bentuk, tetapi jumlah keseluruhannya dalam bentuk tertentu terjaga. Jenis kesetimbangan termodinamika kimia ini akan bertahan tanpa batas kecuali bila sistem mengalami perubahan. Sistem kimia mungkin termasuk perubahan dalam [[Fase benda|fase materi]] atau pada satu set [[reaksi kimia]].<ref>Robert D. Coffee. ''Evaluation of chemical stability''. ''J. Chem. Educ''. 1972. Vol. 49 (6). hlm. A343. doi:10.1021/ed049pA343.</ref>


Keadaan A dikatakan lebih stabil secara termodinamik daripada keadaan B jika [[Energi bebas Gibbs|perubahan energi Gibbs]] dari A ke B bernilai positif.
Keadaan A dikatakan lebih stabil secara termodinamik daripada keadaan B jika [[Energi bebas Gibbs|perubahan energi Gibbs]] dari A ke B bernilai positif.<ref>S. H. Laurie. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1972-11_49_11/page/746 Kinetic stability versus thermodynamic stability]. ''J. Chem. Educ''. 1972. Vol. 49 (11). hlm. 746. doi:10.1021/ed049p746.</ref>


Dalam bahasa sehari-hari, dan sering dalam [[ilmu material]], suatu [[zat kimia]] dikatakan "stabil" jika tidak secara khusus [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] di lingkungan atau selama penggunaan normal, dan mempertahankan sifatnya yang berguna pada skala waktu kegunaan yang diharapkan. Secara khusus, kegunaannya dipertahankan dalam paparan [[udara]], [[kelembaban]] atau [[panas]], dan di bawah kondisi yang diharapkan dari aplikasinya. Dalam arti ini, material dikatakan tidak stabil jika dapat menimbulkan [[korosi]], [[Dekomposisi|terurai]], [[polimerisasi]], [[Pembakaran|terbakar]] atau meledak di bawah [[Keadaan standar|kondisi penggunaan yang diantisipasi]] atau kondisi lingkungan normal.
Dalam bahasa sehari-hari, dan sering dalam [[ilmu material]], suatu [[zat kimia]] dikatakan "stabil" jika tidak secara khusus [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] di lingkungan atau selama penggunaan normal, dan mempertahankan sifatnya yang berguna pada skala waktu kegunaan yang diharapkan. Secara khusus, kegunaannya dipertahankan dalam paparan [[udara]], [[kelembaban]] atau [[panas]], dan di bawah kondisi yang diharapkan dari aplikasinya. Dalam arti ini, material dikatakan tidak stabil jika dapat menimbulkan [[korosi]], [[Dekomposisi|terurai]], [[polimerisasi]], [[Pembakaran|terbakar]] atau meledak di bawah [[Keadaan standar|kondisi penggunaan yang diantisipasi]] atau kondisi lingkungan normal.<ref>Stull, D. R. ''Identification of Potential Chemical Reaction Hazards''. ''Loss Prev''. 1970. Vol. 4.</ref>


== Stabilitas vs reaktivitas ==
== Stabilitas vs reaktivitas ==
Stabilitas termodinamika berlaku untuk sistem tertentu. [[Reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] dari suatu zat kimia adalah deskripsi tentang bagaimana ia mungkin bereaksi di berbagai sistem kimia yang potensial dan, untuk sistem yang diberikan, seberapa cepat reaksi semacam itu dapat dilanjutkan.
Stabilitas termodinamika berlaku untuk sistem tertentu. [[Reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] dari suatu zat kimia adalah deskripsi tentang bagaimana ia mungkin bereaksi di berbagai sistem kimia yang potensial dan, untuk sistem yang diberikan, seberapa cepat reaksi semacam itu dapat dilanjutkan.


Zat atau keadaan kimia dapat bertahan tanpa batas meskipun mereka tidak dalam keadaan energi terendah mereka jika mereka mengalami [[metastabilitas]] – keadaan yang stabil hanya jika tidak terlalu banyak terganggu. Suatu zat (atau keadaan) mungkin juga disebut sebagai "kinetik persisten" jika mengalami perubahan yang relatif lambat (dan karenanya tidak pada kesetimbangan termodinamika, tetapi tetap diamati). Spesi atau sistem metastabil dan kinetik persisten tidak dianggap benar-benar stabil dalam kimia. Oleh karena itu, istilah ''stabil secara kimia'' tidak boleh digunakan oleh kimiawan sebagai sinonim dari ''tidak reaktif'' karena hal ini dapat membingungkan konsep [[termodinamika]] dan [[kinetika]]. Di sisi lain, spesi yang sangat tidak stabil secara kimiawi cenderung mengalami [[dekomposisi]] unimolar [[eksotermik]] dengan laju tinggi. Dengan demikian, ketidakstabilan kimia yang tinggi terkadang bisa paralel dengan dekomposisi unimolar dengan laju yang tinggi.
Zat atau keadaan kimia dapat bertahan tanpa batas meskipun mereka tidak dalam keadaan energi terendah mereka jika mereka mengalami [[metastabilitas]] – keadaan yang stabil hanya jika tidak terlalu banyak terganggu. Suatu zat (atau keadaan) mungkin juga disebut sebagai "kinetik persisten" jika mengalami perubahan yang relatif lambat (dan karenanya tidak pada kesetimbangan termodinamika, tetapi tetap diamati). Spesi atau sistem metastabil dan kinetik persisten tidak dianggap benar-benar stabil dalam kimia. Oleh karena itu, istilah ''stabil secara kimia'' tidak boleh digunakan oleh kimiawan sebagai sinonim dari ''tidak reaktif'' karena hal ini dapat membingungkan konsep [[termodinamika]] dan [[kinetika]].<ref>Beegle, B. L., Modell, M. dan Reid, R. C. [https://archive.org/details/sim_american-institute-of-chemical-engineers-aiche-journal_1974-11_20_6/page/1200 Thermodynamic stability criterion for pure substances and mixtures]. ''AIChE J''. 1974. Vol. 20. hlm. 1200-1206. doi:10.1002/aic.690200621.</ref> Di sisi lain, spesi yang sangat tidak stabil secara kimiawi cenderung mengalami [[dekomposisi]] unimolar [[eksotermik]] dengan laju tinggi. Dengan demikian, ketidakstabilan kimia yang tinggi terkadang bisa paralel dengan dekomposisi unimolar dengan laju yang tinggi.<ref>[http://goldbook.iupac.org/U06569.html Definitions of Unstable in IUPAC Gold Book]</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 17: Baris 16:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stabilitas+kimia&oldid=29584119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29584119 (2026-08-15T17:29:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stabilitas+kimia&oldid=29584119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29584119 (2026-08-15T17:29:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.05

Stabilitas kimia bila digunakan dalam arti teknis dalam kimia, merupakan stabilitas termodinamika dari suatu sistem kimia.[1]

Stabilitas termodinamika terjadi ketika sebuah sistem berada dalam keadaan energi terendah, atau kesetimbangan kimia dengan lingkungannya. Hal ini mungkin merupakan suatu kesetimbangan dinamis, di mana atom atau molekul individu berubah bentuk, tetapi jumlah keseluruhannya dalam bentuk tertentu terjaga. Jenis kesetimbangan termodinamika kimia ini akan bertahan tanpa batas kecuali bila sistem mengalami perubahan. Sistem kimia mungkin termasuk perubahan dalam fase materi atau pada satu set reaksi kimia.[2]

Keadaan A dikatakan lebih stabil secara termodinamik daripada keadaan B jika perubahan energi Gibbs dari A ke B bernilai positif.[3]

Dalam bahasa sehari-hari, dan sering dalam ilmu material, suatu zat kimia dikatakan "stabil" jika tidak secara khusus reaktif di lingkungan atau selama penggunaan normal, dan mempertahankan sifatnya yang berguna pada skala waktu kegunaan yang diharapkan. Secara khusus, kegunaannya dipertahankan dalam paparan udara, kelembaban atau panas, dan di bawah kondisi yang diharapkan dari aplikasinya. Dalam arti ini, material dikatakan tidak stabil jika dapat menimbulkan korosi, terurai, polimerisasi, terbakar atau meledak di bawah kondisi penggunaan yang diantisipasi atau kondisi lingkungan normal.[4]

Stabilitas vs reaktivitas

Stabilitas termodinamika berlaku untuk sistem tertentu. reaktivitas dari suatu zat kimia adalah deskripsi tentang bagaimana ia mungkin bereaksi di berbagai sistem kimia yang potensial dan, untuk sistem yang diberikan, seberapa cepat reaksi semacam itu dapat dilanjutkan.

Zat atau keadaan kimia dapat bertahan tanpa batas meskipun mereka tidak dalam keadaan energi terendah mereka jika mereka mengalami metastabilitas – keadaan yang stabil hanya jika tidak terlalu banyak terganggu. Suatu zat (atau keadaan) mungkin juga disebut sebagai "kinetik persisten" jika mengalami perubahan yang relatif lambat (dan karenanya tidak pada kesetimbangan termodinamika, tetapi tetap diamati). Spesi atau sistem metastabil dan kinetik persisten tidak dianggap benar-benar stabil dalam kimia. Oleh karena itu, istilah stabil secara kimia tidak boleh digunakan oleh kimiawan sebagai sinonim dari tidak reaktif karena hal ini dapat membingungkan konsep termodinamika dan kinetika.[5] Di sisi lain, spesi yang sangat tidak stabil secara kimiawi cenderung mengalami dekomposisi unimolar eksotermik dengan laju tinggi. Dengan demikian, ketidakstabilan kimia yang tinggi terkadang bisa paralel dengan dekomposisi unimolar dengan laju yang tinggi.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. Definition of Stable in IUPAC Gold Book
  2. Robert D. Coffee. Evaluation of chemical stability. J. Chem. Educ. 1972. Vol. 49 (6). hlm. A343. doi:10.1021/ed049pA343.
  3. S. H. Laurie. Kinetic stability versus thermodynamic stability. J. Chem. Educ. 1972. Vol. 49 (11). hlm. 746. doi:10.1021/ed049p746.
  4. Stull, D. R. Identification of Potential Chemical Reaction Hazards. Loss Prev. 1970. Vol. 4.
  5. Beegle, B. L., Modell, M. dan Reid, R. C. Thermodynamic stability criterion for pure substances and mixtures. AIChE J. 1974. Vol. 20. hlm. 1200-1206. doi:10.1002/aic.690200621.
  6. Definitions of Unstable in IUPAC Gold Book

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29584119 (2026-08-15T17:29:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.