Lompat ke isi

Cincau: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29231440; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Cincau''' (; ) adalah [[makanan manis|penganan]] semacam agar-agar yang dibuat dari daun beberapa jenis tumbuhan. [[gel|Agar-agar]] cincau merupakan [[agar-agar|gel]] yang diperoleh dari perendaman [[daun]] (atau organ lain) tumbuhan cincau dalam [[air]]. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung [[karbohidrat]] yang mampu mengikat molekul-molekul air.
[[File:GrassJellyBlocks.jpg|thumb|right|280px|Cincau hitam]]
 
'''Cincau'''<ref>Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata cincau pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan].</ref> (; ) adalah [[makanan manis|penganan]] semacam agar-agar yang dibuat dari daun beberapa jenis tumbuhan. [[gel|Agar-agar]] cincau merupakan [[agar-agar|gel]] yang diperoleh dari perendaman [[daun]] (atau organ lain) tumbuhan cincau dalam [[air]]. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung [[karbohidrat]] yang mampu mengikat molekul-molekul air.


Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian ([[Rumpun bahasa Min Selatan|Minnan]]) ''chhin-chháu'' yang lazim dilafalkan di kalangan [[Tionghoa]] di [[Asia Tenggara]]. Dalam bahasa asalnya, cincau sebenarnya merujuk pada tumbuhan ''[[Platostoma palustre]]'' (sering dirujuk sebagai tumbuhan [[cincau hitam]]) yang daunnya sering digunakan sebagai bahan pembuat penganan cincau secara umum. Di Indonesia, tanaman "cincau" merujuk pada tumbuhan ''[[Cincau (tumbuhan)|Cyclea barbata]]'' (sering juga disebut "cincau hijau" sebagai pembeda dengan cincau hitam) yang juga digunakan sebagai obat-obatan [[herba]]l di [[Jawa]].
Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian ([[Rumpun bahasa Min Selatan|Minnan]]) ''chhin-chháu'' yang lazim dilafalkan di kalangan [[Tionghoa]] di [[Asia Tenggara]]. Dalam bahasa asalnya, cincau sebenarnya merujuk pada tumbuhan ''[[Platostoma palustre]]'' (sering dirujuk sebagai tumbuhan [[cincau hitam]]) yang daunnya sering digunakan sebagai bahan pembuat penganan cincau secara umum. Di Indonesia, tanaman "cincau" merujuk pada tumbuhan ''[[Cincau (tumbuhan)|Cyclea barbata]]'' (sering juga disebut "cincau hijau" sebagai pembeda dengan cincau hitam) yang juga digunakan sebagai obat-obatan [[herba]]l di [[Jawa]].
Baris 9: Baris 11:


== Tumbuhan penghasil cincau ==
== Tumbuhan penghasil cincau ==
Tumbuhan penghasil cincau bermacam-macam.
Tumbuhan penghasil cincau bermacam-macam.
* Tumbuhan dari genus ''[[Platostoma]]'', terutama ''P. palustre'' ([[cincau hitam]], juga dikenal dengan nama lokal ''janggelan'') yang banyak diproduksi di [[Tiongkok]] bagian selatan serta [[Indochina]].
* Tumbuhan dari genus ''[[Platostoma]]'', terutama ''P. palustre'' ([[cincau hitam]], juga dikenal dengan nama lokal ''janggelan'') yang banyak diproduksi di [[Tiongkok]] bagian selatan serta [[Indochina]].
* Tumbuhan ''Cyclea barbata'' ([[cincau hijau]]) atau ''Premna trichistoma'' (cincau perdu), yang menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya.
* Tumbuhan ''Cyclea barbata'' ([[cincau hijau]]) atau ''Premna trichistoma'' (cincau perdu), yang menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya.<ref>[http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=141 Salinan arsip].</ref>
* Tanaman ''[[Cuwing|Tiliacora triandra]]'' juga menghasilkan cincau. ini populer di [[Bali]] dan [[Lombok]], di mana tanaman ini dan cincau yang dihasilkannya dikenal dengan nama ''Daluman''.
* Tanaman ''[[Cuwing|Tiliacora triandra]]'' juga menghasilkan cincau. ini populer di [[Bali]] dan [[Lombok]], di mana tanaman ini dan cincau yang dihasilkannya dikenal dengan nama ''Daluman''.


"Buah" (secara [[botani]] bukan [[buah]], tetapi ''[[syconia]]'') ''[[Ficus pumila]]'' (fikus rambat) di Tiongkok juga digunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang disebut "pai-liang-fen" dan diperdagangkan sebagai ''grass jelly'' (sama seperti cincau) atau ''ai-yu jelly''.
"Buah" (secara [[botani]] bukan [[buah]], tetapi ''[[syconia]]'') ''[[Ficus pumila]]'' (fikus rambat) di Tiongkok juga digunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang disebut "pai-liang-fen"<ref>[http://waynesword.palomar.edu/ecoph37.htm Salinan arsip].</ref> dan diperdagangkan sebagai ''grass jelly'' (sama seperti cincau) atau ''ai-yu jelly''.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 22: Baris 23:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cincau&oldid=29231440 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29231440 (2026-05-15T09:29:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cincau&oldid=29231440 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29231440 (2026-05-15T09:29:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.06

Cincau hitam

Cincau[1] (; ) adalah penganan semacam agar-agar yang dibuat dari daun beberapa jenis tumbuhan. Agar-agar cincau merupakan gel yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan cincau dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.

Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian (Minnan) chhin-chháu yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Dalam bahasa asalnya, cincau sebenarnya merujuk pada tumbuhan Platostoma palustre (sering dirujuk sebagai tumbuhan cincau hitam) yang daunnya sering digunakan sebagai bahan pembuat penganan cincau secara umum. Di Indonesia, tanaman "cincau" merujuk pada tumbuhan Cyclea barbata (sering juga disebut "cincau hijau" sebagai pembeda dengan cincau hitam) yang juga digunakan sebagai obat-obatan herbal di Jawa.

Di Indonesia, cincau biasanya disajikan dengan air gula aren atau minuman manis serupa, misalnya dalam minuman es cincau atau es campur.

Proses pembuatan

Proses pembuatan diawali dengan perendaman, yang biasanya dilakukan setelah daun diremas-remas atau dihancurkan. Ada juga yang menyertakan perebusan terlebih dahulu. Pemberian soda kue dapat dilakukan sebagai pengawet. Warna cincau bervariasi, berkisar dari hijau hingga hijau pekat, bahkan hitam, tetapi disertai dengan kesan tembus pandang (transparan). Konsistensinya juga berbeda-beda. Warna dan konsistensi cincau berbeda-beda karena tumbuhan yang dipakai berbeda-beda.

Tumbuhan penghasil cincau

Tumbuhan penghasil cincau bermacam-macam.

  • Tumbuhan dari genus Platostoma, terutama P. palustre (cincau hitam, juga dikenal dengan nama lokal janggelan) yang banyak diproduksi di Tiongkok bagian selatan serta Indochina.
  • Tumbuhan Cyclea barbata (cincau hijau) atau Premna trichistoma (cincau perdu), yang menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya.[2]
  • Tanaman Tiliacora triandra juga menghasilkan cincau. ini populer di Bali dan Lombok, di mana tanaman ini dan cincau yang dihasilkannya dikenal dengan nama Daluman.

"Buah" (secara botani bukan buah, tetapi syconia) Ficus pumila (fikus rambat) di Tiongkok juga digunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang disebut "pai-liang-fen"[3] dan diperdagangkan sebagai grass jelly (sama seperti cincau) atau ai-yu jelly.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29231440 (2026-05-15T09:29:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.