Kabut: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27697278; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kabut''' adalah [[aerosol]] tampak yang terdiri dari [[tetesan]] [[air]] kecil atau [[kristal es]] yang melayang di udara dekat atau pada permukaan [[Bumi]]. Kabut dapat dianggap sebagai jenis awan rendah yang biasanya menyerupai awan stratus dan sangat dipengaruhi oleh perairan, topografi, dan kondisi angin di sekitarnya. Kabut juga memengaruhi banyak aktivitas manusia, seperti pelayaran, perjalanan, dan peperangan. | [[File:A_foggy_winter_morning.jpg|thumb|right|280px|A foggy winter morning]] | ||
'''Kabut''' adalah [[aerosol]] tampak yang terdiri dari [[tetesan]] [[air]] kecil atau [[kristal es]] yang melayang di udara dekat atau pada permukaan [[Bumi]].<ref>[https://books.google.com/books?id=QwzHZ-wV-BAC&pg=PA1126 Fog and Boundary Layer Clouds]. Springer. 2 January 2008. hlm. 1126. ISBN 978-3-7643-8418-0. Reprint from ''none''. ''Pure and Applied Geophysics''. 2007. Vol. 164 (6–7).</ref><ref>[https://scijinks.gov/fog/ What's the Difference Between Fog and Clouds?]. NOAA. 2022.</ref> Kabut dapat dianggap sebagai jenis awan rendah yang biasanya menyerupai awan stratus dan sangat dipengaruhi oleh perairan, topografi, dan kondisi angin di sekitarnya. Kabut juga memengaruhi banyak aktivitas manusia, seperti pelayaran, perjalanan, dan peperangan. | |||
Kabut muncul ketika [[uap air]] (air dalam bentuk gas) mengembun. Selama [[kondensasi]], molekul-molekul uap air bergabung membentuk tetesan-tetesan air kecil yang menggantung di udara. [[Lapisan laut|Kabut laut]], yang muncul di dekat perairan [[air asin]], terbentuk ketika uap air mengembun pada butiran garam. Kabut mirip dengan [[halimun]], tetapi lebih pekat dari halimun. | Kabut muncul ketika [[uap air]] (air dalam bentuk gas) mengembun. Selama [[kondensasi]], molekul-molekul uap air bergabung membentuk tetesan-tetesan air kecil yang menggantung di udara. [[Lapisan laut|Kabut laut]], yang muncul di dekat perairan [[air asin]], terbentuk ketika uap air mengembun pada butiran garam. Kabut mirip dengan [[halimun]], tetapi lebih pekat dari halimun. | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Istilah kabut biasanya dibedakan dari istilah awan yang lebih umum karena kabut berada di dataran rendah, dan kelembapan dalam kabut sering kali dihasilkan secara lokal (seperti dari badan air di ddekatnya, seperti [[danau]], [[laut]], [[tanah]] atau [[rawa]] lembap di dekatnya). Menurut definisi, kabut mengurangi jarak pandang hingga kurang dari , sedangkan halimun menyebabkan gangguan jarak pandang yang lebih kecil. Untuk tujuan penerbangan di Britania Raya, jarak pandang kurang dari tetapi lebih dari 999 m (3.278 kaki) dianggap kabut jika kelembapan relatifnya 95% atau lebih; di bawah 95%, dianggap sebagai [[kabur]]. | Istilah kabut biasanya dibedakan dari istilah awan yang lebih umum karena kabut berada di dataran rendah, dan kelembapan dalam kabut sering kali dihasilkan secara lokal (seperti dari badan air di ddekatnya, seperti [[danau]], [[laut]], [[tanah]] atau [[rawa]] lembap di dekatnya).<ref>Penggunaan istilah "kabut" untuk merujuk pada awan apa pun yang berada di atau dekat permukaan Bumi dapat menimbulkan ambiguitas, misalnya ketika awan stratokumulus menutupi puncak gunung. Seorang pengamat di gunung mungkin mengatakan bahwa ia berada dalam kabut, tetapi bagi pengamat luar, awan tersebut sedang menutupi gunung. (P. Thomas. [https://books.google.com/books?id=AIvBjD_HXpEC&pg=PR2 Standard practice for the design and operation of supercooled fog dispersal projects]. American Society of Civil Engineers. 2005. hlm. 3. ISBN 0-7844-0795-9.) Faktanya, beberapa orang sering salah mengira "halimun" sebagai "kabut". Keduanya sedikit berbeda karena "halimun" lebih tipis daripada "kabut". Perbedaan lebih lanjut antara kedua istilah ini adalah kabut jarang menghasilkan hujan, sementara awan merupakan sumber hujan yang umum.</ref> Menurut definisi, kabut mengurangi jarak pandang hingga kurang dari , sedangkan halimun menyebabkan gangguan jarak pandang yang lebih kecil.<ref>[http://www.ofcm.gov/fmh-1/pdf/H-CH8.pdf Federal Meteorological Handbook Number 1: Chapter 8 – Present Weather]. Office of the Federal Coordinator for Meteorology. 1 September 2005. hlm. 8–1, 8–2.</ref> Untuk tujuan penerbangan di Britania Raya, jarak pandang kurang dari tetapi lebih dari 999 m (3.278 kaki) dianggap kabut jika kelembapan relatifnya 95% atau lebih; di bawah 95%, dianggap sebagai [[kabur]].<ref>''Annex 3''. July 2010.</ref> | ||
== Galeri == | == Galeri == | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabut&oldid=27697278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27697278 (2025-08-19T06:50:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.10

Kabut adalah aerosol tampak yang terdiri dari tetesan air kecil atau kristal es yang melayang di udara dekat atau pada permukaan Bumi.[1][2] Kabut dapat dianggap sebagai jenis awan rendah yang biasanya menyerupai awan stratus dan sangat dipengaruhi oleh perairan, topografi, dan kondisi angin di sekitarnya. Kabut juga memengaruhi banyak aktivitas manusia, seperti pelayaran, perjalanan, dan peperangan.
Kabut muncul ketika uap air (air dalam bentuk gas) mengembun. Selama kondensasi, molekul-molekul uap air bergabung membentuk tetesan-tetesan air kecil yang menggantung di udara. Kabut laut, yang muncul di dekat perairan air asin, terbentuk ketika uap air mengembun pada butiran garam. Kabut mirip dengan halimun, tetapi lebih pekat dari halimun.
Definisi
Istilah kabut biasanya dibedakan dari istilah awan yang lebih umum karena kabut berada di dataran rendah, dan kelembapan dalam kabut sering kali dihasilkan secara lokal (seperti dari badan air di ddekatnya, seperti danau, laut, tanah atau rawa lembap di dekatnya).[3] Menurut definisi, kabut mengurangi jarak pandang hingga kurang dari , sedangkan halimun menyebabkan gangguan jarak pandang yang lebih kecil.[4] Untuk tujuan penerbangan di Britania Raya, jarak pandang kurang dari tetapi lebih dari 999 m (3.278 kaki) dianggap kabut jika kelembapan relatifnya 95% atau lebih; di bawah 95%, dianggap sebagai kabur.[5]
Galeri
Referensi
- ↑ Fog and Boundary Layer Clouds. Springer. 2 January 2008. hlm. 1126. ISBN 978-3-7643-8418-0. Reprint from none. Pure and Applied Geophysics. 2007. Vol. 164 (6–7).
- ↑ What's the Difference Between Fog and Clouds?. NOAA. 2022.
- ↑ Penggunaan istilah "kabut" untuk merujuk pada awan apa pun yang berada di atau dekat permukaan Bumi dapat menimbulkan ambiguitas, misalnya ketika awan stratokumulus menutupi puncak gunung. Seorang pengamat di gunung mungkin mengatakan bahwa ia berada dalam kabut, tetapi bagi pengamat luar, awan tersebut sedang menutupi gunung. (P. Thomas. Standard practice for the design and operation of supercooled fog dispersal projects. American Society of Civil Engineers. 2005. hlm. 3. ISBN 0-7844-0795-9.) Faktanya, beberapa orang sering salah mengira "halimun" sebagai "kabut". Keduanya sedikit berbeda karena "halimun" lebih tipis daripada "kabut". Perbedaan lebih lanjut antara kedua istilah ini adalah kabut jarang menghasilkan hujan, sementara awan merupakan sumber hujan yang umum.
- ↑ Federal Meteorological Handbook Number 1: Chapter 8 – Present Weather. Office of the Federal Coordinator for Meteorology. 1 September 2005. hlm. 8–1, 8–2.
- ↑ Annex 3. July 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27697278 (2025-08-19T06:50:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.