Transisi energi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28433217; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Transisi energi''' atau '''transformasi sistem energi''' adalah sebuah perubahan struktural signifikan pada suatu [[sistem energi]] mengenai [[Pasokan dan konsumsi energi dunia|pasokan dan konsumsi]]. Saat ini, sebuah transisi ke [[energi berkelanjutan]] (kebanyakan darinya adalah [[energi terbarukan]]) sedang berlangsung untuk [[Mitigasi perubahan iklim|membatasi perubahan iklim]]. Transisi ini didorong dengan kesadaran dan pengakuan bahwa [[emisi gas rumah kaca]] global harus benar-benar dikurangi. Proses ini melibatkan [[penghapusan bertahap bahan bakar fosil]], dan pengembangan ulang keseluruhan sistem-sistem untuk dapat beroprasi pada [[Tenaga rendah-karbon|listrik rendah-karbon]]. Sebelumnya, transisi energi juga pernah terjadi saat [[revolusi industri]] dan melibatkan transisi dari kayu dan [[biomassa]] lainnya ke [[batu bara]], lalu diikuti dengan [[Minyak bumi|minyak]] dan belakangan ini, [[gas alam]]. | '''Transisi energi''' atau '''transformasi sistem energi''' adalah sebuah perubahan struktural signifikan pada suatu [[sistem energi]] mengenai [[Pasokan dan konsumsi energi dunia|pasokan dan konsumsi]]. Saat ini, sebuah transisi ke [[energi berkelanjutan]] (kebanyakan darinya adalah [[energi terbarukan]]) sedang berlangsung untuk [[Mitigasi perubahan iklim|membatasi perubahan iklim]]. Transisi ini didorong dengan kesadaran dan pengakuan bahwa [[emisi gas rumah kaca]] global harus benar-benar dikurangi. Proses ini melibatkan [[penghapusan bertahap bahan bakar fosil]], dan pengembangan ulang keseluruhan sistem-sistem untuk dapat beroprasi pada [[Tenaga rendah-karbon|listrik rendah-karbon]].<ref>Jinfang Tian. ''Global low-carbon energy transition in the post-COVID-19 era''. ''Applied Energy''. 2022-02-01. Vol. 307. hlm. 118205. doi:10.1016/j.apenergy.2021.118205.</ref> Sebelumnya, transisi energi juga pernah terjadi saat [[revolusi industri]] dan melibatkan transisi dari kayu dan [[biomassa]] lainnya ke [[batu bara]], lalu diikuti dengan [[Minyak bumi|minyak]] dan belakangan ini, [[gas alam]].<ref>Simon Davidsson. [https://www.diva-portal.org/smash/get/diva2:791155/FULLTEXT01.pdf Global Energy Transitions]. 2015.</ref><ref>Vaclav Smil. [http://vaclavsmil.com/wp-content/uploads/tarifWEF_EN_IndustryVision-12.pdf Energy Transitions].</ref> | ||
Lebih dari tiga-perempat dari kebutuhan energi dunia terpenuhi oleh bahan bakar fosil, namun penggunaan ini mengeluarkan gas rumah kaca. Produksi dan konsumsi energi menghasilkan sebagian besar dari gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Untuk memenuhi target [[Persetujuan Paris|Persetujuan Paris 2015]] tentang perubahan iklim, emisi perlu dikurangi secepat mungkin dan mencapai emisi nol bersih di pertengahan abad. Sejak akhir tahun 2010an, transisi energi terbarukan didorong oleh jatuhnya biaya tenaga solar dan angin. Setelah 2024, energi bersih paling murah secara historis. Manfaat lain dari transisi energi terbarukan adalah potensi mengurangi dampak negatif industri energi pada kesehatan dan lingkungan. | Lebih dari tiga-perempat dari kebutuhan energi dunia terpenuhi oleh bahan bakar fosil, namun penggunaan ini mengeluarkan gas rumah kaca.<ref>Hannah Ritchie. [https://ourworldindata.org/fossil-fuels Fossil fuels]. ''Our World in Data''. 2017-10-02.</ref> Produksi dan konsumsi energi menghasilkan sebagian besar dari gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Untuk memenuhi target [[Persetujuan Paris|Persetujuan Paris 2015]] tentang perubahan iklim, emisi perlu dikurangi secepat mungkin dan mencapai emisi nol bersih di pertengahan abad.<ref>[https://unfccc.int/process-and-meetings/the-paris-agreement sumber]. ''unfccc.int''.</ref> Sejak akhir tahun 2010an, transisi energi terbarukan didorong oleh jatuhnya biaya tenaga solar dan angin.<ref>Matthew Green. [https://www.reuters.com/article/us-energy-renewables-costs/plunging-cost-of-wind-and-solar-marks-turning-point-in-energy-transition-irena-idUSKBN2390I8?il=0 Plunging cost of wind and solar marks turning point in energy transition: IRENA]. ''U.S''.</ref> Setelah 2024, energi bersih paling murah secara historis. Manfaat lain dari transisi energi terbarukan adalah potensi mengurangi dampak negatif industri energi pada kesehatan dan lingkungan.<ref>[https://climatepromise.undp.org/news-and-stories/what-sustainable-energy-transition-and-why-it-key-tackling-climate-change What is the sustainable energy transition and why is it key to tackling climate change? UNDP Climate Promise]. ''climatepromise.undp.org''. 2024-02-29.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transisi+energi&oldid=28433217 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28433217 (2025-11-12T17:24:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transisi+energi&oldid=28433217 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28433217 (2025-11-12T17:24:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.11
Transisi energi atau transformasi sistem energi adalah sebuah perubahan struktural signifikan pada suatu sistem energi mengenai pasokan dan konsumsi. Saat ini, sebuah transisi ke energi berkelanjutan (kebanyakan darinya adalah energi terbarukan) sedang berlangsung untuk membatasi perubahan iklim. Transisi ini didorong dengan kesadaran dan pengakuan bahwa emisi gas rumah kaca global harus benar-benar dikurangi. Proses ini melibatkan penghapusan bertahap bahan bakar fosil, dan pengembangan ulang keseluruhan sistem-sistem untuk dapat beroprasi pada listrik rendah-karbon.[1] Sebelumnya, transisi energi juga pernah terjadi saat revolusi industri dan melibatkan transisi dari kayu dan biomassa lainnya ke batu bara, lalu diikuti dengan minyak dan belakangan ini, gas alam.[2][3]
Lebih dari tiga-perempat dari kebutuhan energi dunia terpenuhi oleh bahan bakar fosil, namun penggunaan ini mengeluarkan gas rumah kaca.[4] Produksi dan konsumsi energi menghasilkan sebagian besar dari gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Untuk memenuhi target Persetujuan Paris 2015 tentang perubahan iklim, emisi perlu dikurangi secepat mungkin dan mencapai emisi nol bersih di pertengahan abad.[5] Sejak akhir tahun 2010an, transisi energi terbarukan didorong oleh jatuhnya biaya tenaga solar dan angin.[6] Setelah 2024, energi bersih paling murah secara historis. Manfaat lain dari transisi energi terbarukan adalah potensi mengurangi dampak negatif industri energi pada kesehatan dan lingkungan.[7]
Referensi
- ↑ Jinfang Tian. Global low-carbon energy transition in the post-COVID-19 era. Applied Energy. 2022-02-01. Vol. 307. hlm. 118205. doi:10.1016/j.apenergy.2021.118205.
- ↑ Simon Davidsson. Global Energy Transitions. 2015.
- ↑ Vaclav Smil. Energy Transitions.
- ↑ Hannah Ritchie. Fossil fuels. Our World in Data. 2017-10-02.
- ↑ sumber. unfccc.int.
- ↑ Matthew Green. Plunging cost of wind and solar marks turning point in energy transition: IRENA. U.S.
- ↑ What is the sustainable energy transition and why is it key to tackling climate change? UNDP Climate Promise. climatepromise.undp.org. 2024-02-29.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28433217 (2025-11-12T17:24:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.