Zona litoral: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28099540; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Zona litoral''' atau '''mintakat antara pasut''' adalah [[area]] antara garis pantai dan kedalaman maksimum [[fotosintesis]] signifikan oleh tumbuhan [[alga]] epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari [[radiasi]] fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona "litoral" adalah zona "[[pesisir]]". Di daerah saat [[Air Pasang|air pasang]] menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi [[daratan]]. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan [[zona pasang surut]]. Zona litoral ini juga disebut sebagai zona [[pesisir]] [[pantai]], yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga [[pasir]] pantai. Pengaruh [[suhu]] udara dan [[sinar matahari]] di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral [[relatif]] dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis ''hypsometric'' dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum. | '''Zona litoral''' atau '''mintakat antara pasut''' adalah [[area]] antara garis pantai dan kedalaman maksimum [[fotosintesis]] signifikan oleh tumbuhan [[alga]] epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari [[radiasi]] fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona "litoral" adalah zona "[[pesisir]]". Di daerah saat [[Air Pasang|air pasang]] menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi [[daratan]]. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan [[zona pasang surut]].<ref>[https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/12/120000869/zona-laut-berdasarkan-kedalamannya Zona Laut Berdasarkan Kedalamannya]. ''Kompas.com''. 2020-04-12.</ref> Zona litoral ini juga disebut sebagai zona [[pesisir]] [[pantai]], yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga [[pasir]] pantai. Pengaruh [[suhu]] udara dan [[sinar matahari]] di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral [[relatif]] dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis ''hypsometric'' dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum.<ref>D. Seekell. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1029/2021GL095046 Patterns and Variation of Littoral Habitat Size Among Lakes]. ''Geophysical Research Letters''. 2021. Vol. 48 (20). hlm. e2021GL095046. doi:10.1029/2021GL095046.</ref> | ||
Zona litoral merupakan suatu [[habitat]] dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, [[kepiting]], dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan. Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas. Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang. [[Radiasi matahari]], variasi [[temperatur]] dan [[salinitas]] mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang. | Zona litoral merupakan suatu [[habitat]] dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, [[kepiting]], dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan.<ref>[https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/zona-laut Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya]. ''IlmuGeografi.com''. 2015-09-13.</ref> Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas.<ref>[https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/zona-laut Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya]. ''IlmuGeografi.com''. 2015-09-13.</ref> Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang.<ref>Ansari Hasyim. [https://aceh.tribunnews.com/2021/04/26/begini-gambaran-bawah-laut-di-kedalaman-838-meter-dimana-kri-nanggala-420-ditemukan Begini Gambaran Bawah Laut di Kedalaman 838 Meter Dimana KRI Nanggala 402 Ditemukan]. ''Tribunnews.com''.</ref> [[Radiasi matahari]], variasi [[temperatur]] dan [[salinitas]] mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+litoral&oldid=28099540 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+litoral&oldid=28099540 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.12
Zona litoral atau mintakat antara pasut adalah area antara garis pantai dan kedalaman maksimum fotosintesis signifikan oleh tumbuhan alga epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari radiasi fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona "litoral" adalah zona "pesisir". Di daerah saat air pasang menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi daratan. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan zona pasang surut.[1] Zona litoral ini juga disebut sebagai zona pesisir pantai, yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga pasir pantai. Pengaruh suhu udara dan sinar matahari di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral relatif dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis hypsometric dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum.[2]
Zona litoral merupakan suatu habitat dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, kepiting, dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan.[3] Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas.[4] Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang.[5] Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang.
Referensi
- ↑ Zona Laut Berdasarkan Kedalamannya. Kompas.com. 2020-04-12.
- ↑ D. Seekell. Patterns and Variation of Littoral Habitat Size Among Lakes. Geophysical Research Letters. 2021. Vol. 48 (20). hlm. e2021GL095046. doi:10.1029/2021GL095046.
- ↑ Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya. IlmuGeografi.com. 2015-09-13.
- ↑ Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya. IlmuGeografi.com. 2015-09-13.
- ↑ Ansari Hasyim. Begini Gambaran Bawah Laut di Kedalaman 838 Meter Dimana KRI Nanggala 402 Ditemukan. Tribunnews.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.