Lompat ke isi

Dikromasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28475663; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Dikromasi''' (dari kata ''di'' yang berarti "dua" dan ''chroma'' yang berarti "warna") adalah suatu keadaan ketika mata hanya mempunyai dua [[reseptor warna]] saja. Organisme yang dikromatik disebut dikromat. Penglihatan warna dikromat merupakan hasil dari penggabungan dua [[spektrum cahaya]] saja, sementara penglihatan [[trikromat]] merupakan penggabungan tiga spektrum.
'''Dikromasi''' (dari kata ''di'' yang berarti "dua" dan ''chroma'' yang berarti "warna") adalah suatu keadaan ketika mata hanya mempunyai dua [[reseptor warna]] saja. Organisme yang dikromatik disebut dikromat. Penglihatan warna dikromat merupakan hasil dari penggabungan dua [[spektrum cahaya]] saja, sementara penglihatan [[trikromat]] merupakan penggabungan tiga spektrum.


Manusia pada dasarnya adalah organisme trikromat, sehingga dikromasi merupakan suatu kelainan. Dikromasi diturunkan secara genetik dan utamanya memengaruhi laki-laki. Dikromasi muncul ketika salah satu pigmen kerucut pada mata tidak ada dan warna tereduksi menjadi dua dimensi.
Manusia pada dasarnya adalah organisme trikromat, sehingga dikromasi merupakan suatu kelainan. Dikromasi diturunkan secara genetik dan utamanya memengaruhi laki-laki.<ref>Cassin, B. and Solomon, S. ''Dictionary of Eye Terminology''. Gainesville, Florida: Triad Publishing Company, 1990.</ref> Dikromasi muncul ketika salah satu pigmen kerucut pada mata tidak ada dan warna tereduksi menjadi dua dimensi.<ref>[http://www.tiresias.org/guidelines/colour_blindness.htm "Guidelines: Colour Blindness."] Tiresias.org. Diakses 29 September 2006.</ref>


== Hewan yang dikromat ==
== Hewan yang dikromat ==
Meskipun nenek moyang mereka pada masa [[Triasik]] merupakan hewan yang trikromat, [[placentalia|hewan berplacenta]] merupakan hewan dikromat; kemampuan untuk melihat panjang gelombang yang panjang (dan maka hijau dan merah yang terpisah) telah hilang pada nenek moyang mereka, walaupun kemampuan ini masih ada pada [[marsupialia]] yang umumnya trikromat. Bukti genetik dan perilaku menunjukkan bahwa marsupialia ''[[Didelphis albiventris]]'' dari Amerika Selatan merupakan hewan dikromat, dan hanya terdapat dua kelompok opsin kerucut yang ditemukan pada genus ''Didelphis''. Kemampuan dikromatik dapat meningkatkan kemampuan hewan untuk membedakan warna dalam cahaya redup; maka, sifat yang [[hewan nokturnal|nokturnal]] mungkin mengakibatkan evolusi dikromasi pada hewan berplacenta.
Meskipun nenek moyang mereka pada masa [[Triasik]] merupakan hewan yang trikromat,<ref>G. H. Jacobs. [http://rstb.royalsocietypublishing.org/content/364/1531/2957.full.pdf Evolution of colour vision in mammals]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society B''. 2009. Vol. 364 (1531). hlm. 2957–67. doi:10.1098/rstb.2009.0039.</ref> [[placentalia|hewan berplacenta]] merupakan hewan dikromat;<ref>JK Bowmaker. ''Evolution of colour vision in vertebrates''. ''Eye (London, England)''. 1998. Vol. 12 ( Pt 3b). hlm. 541–7. doi:10.1038/eye.1998.143.</ref> kemampuan untuk melihat panjang gelombang yang panjang (dan maka hijau dan merah yang terpisah) telah hilang pada nenek moyang mereka, walaupun kemampuan ini masih ada pada [[marsupialia]] yang umumnya trikromat.<ref>C. A. Arrese. ''Cone topography and spectral sensitivity in two potentially trichromatic marsupials, the quokka (''Setonix brachyurus'') and quenda (''Isoodon obesulus'')''. ''Proceedings of the Royal Society of London Series B''. 2005. Vol. 272. hlm. 791–796.</ref> Bukti genetik dan perilaku menunjukkan bahwa marsupialia ''[[Didelphis albiventris]]'' dari Amerika Selatan merupakan hewan dikromat, dan hanya terdapat dua kelompok opsin kerucut yang ditemukan pada genus ''Didelphis''.<ref>E.A. Gutierrez. ''Behavioural evidence of dichromacy in a species of South American marsupial''. ''Animal Behaviour''. 2011. Vol. 81. hlm. 1049–1054.</ref> Kemampuan dikromatik dapat meningkatkan kemampuan hewan untuk membedakan warna dalam cahaya redup;<ref>M. Vorobyev. [http://www.perceptionweb.com/abstract.cgi?id=v060037 Evolution of colour vision: The story of lost visual pigments]. ''Perception''. ECVP Abstract Supplement. 2006. Vol. 35.</ref> maka, sifat yang [[hewan nokturnal|nokturnal]] mungkin mengakibatkan evolusi dikromasi pada hewan berplacenta.<ref>GH Neitz. [http://www.neitzvision.com/content/publications/1996-Jacobs-Mutations_in_s-cone_genes-ProBioSci.pdf Mutations in S-cone pigment genes and the absence of colour vision in two species of nocturnal primate]. ''Proceedings of the Royal Society B''. 1996. Vol. 263 (1371). hlm. 705–10. doi:10.1098/rspb.1996.0105.</ref>


Hewan berplacenta yang tidak dikromat adalah [[Catarrhini|primata yang berkerabat erat dengan manusia]] (yang biasanya trikromat) dan mamalia laut (baik [[pinniped]] maupun [[cetacea]]) yang [[monokromasi|monokromat]]. [[Monyet Dunia Baru]] dapat menjadi pengecualian: pada beberapa spesies, monyet jantan merupakan dikromat, sementara 60% betina merupakan trikromat; tetapi, [[monyet malam]] merupakan hewan [[monokromat]], dan [[monyet howler]] merupakan monyet trikromat.
Hewan berplacenta yang tidak dikromat adalah [[Catarrhini|primata yang berkerabat erat dengan manusia]] (yang biasanya trikromat) dan mamalia laut (baik [[pinniped]] maupun [[cetacea]]) yang [[monokromasi|monokromat]].<ref>M Vorobyev. [http://www.csh.rit.edu/~oguns/school/psychology/Articles/EcologyEvolutionPrimateColorVision.pdf Ecology and evolution of primate colour vision]. ''Clinical & experimental optometry : journal of the Australian Optometrical Association''. Jul 2004. Vol. 87 (4–5). hlm. 230–8. doi:10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x.</ref> [[Monyet Dunia Baru]] dapat menjadi pengecualian: pada beberapa spesies, monyet jantan merupakan dikromat, sementara 60% betina merupakan trikromat; tetapi, [[monyet malam]] merupakan hewan [[monokromat]], dan [[monyet howler]] merupakan monyet trikromat.<ref>G. H. Jacobs. ''''Photopigments and colour vision in New World monkeys from the family Atelidae. ''Proceedings of the Royal Society of London''. '', Series B,''. 2001. Vol. 268. hlm. 695–702.</ref><ref>G. H. Jacobs. ''Photopigments and colour vision in the nocturnal monkey, ''Aotus''''. ''Vision Research''. 1993. Vol. 33. hlm. 1773–1783. doi:10.1016/0042-6989(93)90168-V.</ref><ref>J. D. Mollon. ''''Variations of colour vision in a New World primate can be explained by polymorphism of retinal photopigments. ''Proceedings of the Royal Society of London''. '', Series B,''. 1984. Vol. 222. hlm. 373–399.</ref><ref>Sternberg, Robert J. (2006) Cognitive Psychology. 4th Ed. Thomson Wadsworth.</ref>


Penyelidikan terkini menunjukkan bahwa beberapa [[tupai]] tanah merupakan dikromat. [[Gajah]] juga merupakan hewan dikromat.
Penyelidikan terkini menunjukkan bahwa beberapa [[tupai]] tanah merupakan dikromat.<ref>G. H. Jacobs. ''Dichromacy in the ground squirrel''. ''Nature''. July 1969. Vol. 223 (5204). hlm. 414–415. doi:10.1038/223414a0.</ref> [[Gajah]] juga merupakan hewan dikromat.<ref>Yokoyama, S.; Takenaka, N.; Agnew, D. W.; Shoshani, J. ''Elephants and human color-blind deuteranopes have identical sets of visual pigments''. ''Genetics''. 2005. Vol. 170 (1). hlm. 335–44. doi:10.1534/genetics.104.039511.</ref>
 
== Catatan kaki ==
 
 
== Referensi ==
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 22: Baris 16:
* [http://www.colblindor.com/ Colblindor -- Color Blindness Viewed Through Colorblind Eyes] by Daniel Flück
* [http://www.colblindor.com/ Colblindor -- Color Blindness Viewed Through Colorblind Eyes] by Daniel Flück


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dikromasi&oldid=28475663 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28475663 (2025-11-14T04:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dikromasi&oldid=28475663 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28475663 (2025-11-14T04:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.00

Dikromasi (dari kata di yang berarti "dua" dan chroma yang berarti "warna") adalah suatu keadaan ketika mata hanya mempunyai dua reseptor warna saja. Organisme yang dikromatik disebut dikromat. Penglihatan warna dikromat merupakan hasil dari penggabungan dua spektrum cahaya saja, sementara penglihatan trikromat merupakan penggabungan tiga spektrum.

Manusia pada dasarnya adalah organisme trikromat, sehingga dikromasi merupakan suatu kelainan. Dikromasi diturunkan secara genetik dan utamanya memengaruhi laki-laki.[1] Dikromasi muncul ketika salah satu pigmen kerucut pada mata tidak ada dan warna tereduksi menjadi dua dimensi.[2]

Hewan yang dikromat

Meskipun nenek moyang mereka pada masa Triasik merupakan hewan yang trikromat,[3] hewan berplacenta merupakan hewan dikromat;[4] kemampuan untuk melihat panjang gelombang yang panjang (dan maka hijau dan merah yang terpisah) telah hilang pada nenek moyang mereka, walaupun kemampuan ini masih ada pada marsupialia yang umumnya trikromat.[5] Bukti genetik dan perilaku menunjukkan bahwa marsupialia Didelphis albiventris dari Amerika Selatan merupakan hewan dikromat, dan hanya terdapat dua kelompok opsin kerucut yang ditemukan pada genus Didelphis.[6] Kemampuan dikromatik dapat meningkatkan kemampuan hewan untuk membedakan warna dalam cahaya redup;[7] maka, sifat yang nokturnal mungkin mengakibatkan evolusi dikromasi pada hewan berplacenta.[8]

Hewan berplacenta yang tidak dikromat adalah primata yang berkerabat erat dengan manusia (yang biasanya trikromat) dan mamalia laut (baik pinniped maupun cetacea) yang monokromat.[9] Monyet Dunia Baru dapat menjadi pengecualian: pada beberapa spesies, monyet jantan merupakan dikromat, sementara 60% betina merupakan trikromat; tetapi, monyet malam merupakan hewan monokromat, dan monyet howler merupakan monyet trikromat.[10][11][12][13]

Penyelidikan terkini menunjukkan bahwa beberapa tupai tanah merupakan dikromat.[14] Gajah juga merupakan hewan dikromat.[15]

Pranala luar

Referensi

  1. Cassin, B. and Solomon, S. Dictionary of Eye Terminology. Gainesville, Florida: Triad Publishing Company, 1990.
  2. "Guidelines: Colour Blindness." Tiresias.org. Diakses 29 September 2006.
  3. G. H. Jacobs. Evolution of colour vision in mammals. Philosophical Transactions of the Royal Society B. 2009. Vol. 364 (1531). hlm. 2957–67. doi:10.1098/rstb.2009.0039.
  4. JK Bowmaker. Evolution of colour vision in vertebrates. Eye (London, England). 1998. Vol. 12 ( Pt 3b). hlm. 541–7. doi:10.1038/eye.1998.143.
  5. C. A. Arrese. Cone topography and spectral sensitivity in two potentially trichromatic marsupials, the quokka (Setonix brachyurus) and quenda (Isoodon obesulus). Proceedings of the Royal Society of London Series B. 2005. Vol. 272. hlm. 791–796.
  6. E.A. Gutierrez. Behavioural evidence of dichromacy in a species of South American marsupial. Animal Behaviour. 2011. Vol. 81. hlm. 1049–1054.
  7. M. Vorobyev. Evolution of colour vision: The story of lost visual pigments. Perception. ECVP Abstract Supplement. 2006. Vol. 35.
  8. GH Neitz. Mutations in S-cone pigment genes and the absence of colour vision in two species of nocturnal primate. Proceedings of the Royal Society B. 1996. Vol. 263 (1371). hlm. 705–10. doi:10.1098/rspb.1996.0105.
  9. M Vorobyev. Ecology and evolution of primate colour vision. Clinical & experimental optometry : journal of the Australian Optometrical Association. Jul 2004. Vol. 87 (4–5). hlm. 230–8. doi:10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x.
  10. G. H. Jacobs. 'Photopigments and colour vision in New World monkeys from the family Atelidae. Proceedings of the Royal Society of London. , Series B,. 2001. Vol. 268. hlm. 695–702.
  11. G. H. Jacobs. Photopigments and colour vision in the nocturnal monkey, Aotus'. Vision Research. 1993. Vol. 33. hlm. 1773–1783. doi:10.1016/0042-6989(93)90168-V.
  12. J. D. Mollon. 'Variations of colour vision in a New World primate can be explained by polymorphism of retinal photopigments. Proceedings of the Royal Society of London. , Series B,. 1984. Vol. 222. hlm. 373–399.
  13. Sternberg, Robert J. (2006) Cognitive Psychology. 4th Ed. Thomson Wadsworth.
  14. G. H. Jacobs. Dichromacy in the ground squirrel. Nature. July 1969. Vol. 223 (5204). hlm. 414–415. doi:10.1038/223414a0.
  15. Yokoyama, S.; Takenaka, N.; Agnew, D. W.; Shoshani, J. Elephants and human color-blind deuteranopes have identical sets of visual pigments. Genetics. 2005. Vol. 170 (1). hlm. 335–44. doi:10.1534/genetics.104.039511.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28475663 (2025-11-14T04:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.