Lompat ke isi

Penglihatan warna: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28060079; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Penglihatan warna''' atau '''visi warna''' adalah salah satu kemampuan [[penglihatan]] dalam menentukan perbedaan antarcahaya yang disusun atas gelombang yang berbeda (perbedaan edaran kekuatan [[spektrum cahaya]]) yang terpisah dari [[intensitas cahaya]]. Persepsi warna adalah bagian dari [[sistem penglihatan]] yang lebih besar. Persepsi warna ditengahi oleh proses rumit antara [[neuron]] yang dimulai dengan rangsangan betbeda dari berbagai jenis [[Fotoreseptor invertebrata|fotoreseptor]] oleh cahaya yang masuk ke mata. Fotoreseptor tersebut lalu memancarkan luaran yang disebarkan melalui banyak lapisan neuron lalu akhirnya ke [[otak]]. Penglihatan warna banyak ditemukan pada hewan dan ditengahi oleh mekanisme dasar yang serupa dengan jenis [[molekul]] [[biologis]] umum. Penglihatan warna memiliki sejarah evolusi yang kompleks dalam taksa hewan yang berbeda.
'''Penglihatan warna''' atau '''visi warna''' adalah salah satu kemampuan [[penglihatan]] dalam menentukan perbedaan antarcahaya yang disusun atas gelombang yang berbeda (perbedaan edaran kekuatan [[spektrum cahaya]]) yang terpisah dari [[intensitas cahaya]]. Persepsi warna adalah bagian dari [[sistem penglihatan]] yang lebih besar. Persepsi warna ditengahi oleh proses rumit antara [[neuron]] yang dimulai dengan rangsangan betbeda dari berbagai jenis [[Fotoreseptor invertebrata|fotoreseptor]] oleh cahaya yang masuk ke mata. Fotoreseptor tersebut lalu memancarkan luaran yang disebarkan melalui banyak lapisan neuron lalu akhirnya ke [[otak]]. Penglihatan warna banyak ditemukan pada hewan dan ditengahi oleh mekanisme dasar yang serupa dengan jenis [[molekul]] [[biologis]] umum. Penglihatan warna memiliki sejarah evolusi yang kompleks dalam taksa hewan yang berbeda.<ref>Misha Vorobyev. [https://doi.org/10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x Ecology and evolution of primate colour vision]. ''Clinical and Experimental Optometry''. 2004. Vol. 87 (4-5). hlm. 230–238. doi:10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x.</ref><ref>Livia S. Carvalho. [https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fevo.2017.00034 The Genetic and Evolutionary Drives behind Primate Color Vision]. ''Frontiers in Ecology and Evolution''. 2017. Vol. 5. doi:10.3389/fevo.2017.00034/full.</ref><ref>Chihiro Hiramatsu. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5474062/ Experimental evidence that primate trichromacy is well suited for detecting primate social colour signals]. ''Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences''. 2017. Vol. 284 (1856). hlm. 20162458. doi:10.1098/rspb.2016.2458.</ref>


==  Perkembangan  ==
==  Perkembangan  ==
Proses persepsi warna sangat dipengaruhi oleh [[evolusi]]. Penglihatan warna banyak ditemui pada hewan terutama untuk mengenali sumber makanan. Penglihatan warna penting bagi primata [[herbivora]] untuk menemui daun yang cocok. Pada [[primata]], penglihatan warna telah berkembang secara terpilah untuk berbagai tugas dalam penglihatan misal mencari makanan berupa daun muda bergizi, buah matang, bunga dan mendeteksi [[kamuflase]] [[predator]] serta keadaan emosional pada primata lainnya. Penglihatan warna juga digunakan oleh [[kolibri]] untuk mengenali jenis bunga yang berbeda. [[Binatang menyusui|Mamalia]] [[Hewan nokturnal|nokturnal]] punya penglihatan warna sedikit berkembang dibanding jenis mamalia lain karena hanya membutuhkan sedikit cahaya untuk berkegiatan. [[Sinar ultraungu]] berperan dalam persepsi warna pada berbagai spesies hewan, terutama serangga. Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein peka cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Penglihatan [[trikromatik]] berevolusi karena bermanfaat dalam mengumpulkan makanan. Namun, manusia tidak dapat membedakan perbedaan warna dalam makanan secara langsung karena penglihatan manusia tidak sepenuhnya sempurna.
Proses persepsi warna sangat dipengaruhi oleh [[evolusi]]. Penglihatan warna banyak ditemui pada hewan terutama untuk mengenali sumber makanan. Penglihatan warna penting bagi primata [[herbivora]] untuk menemui daun yang cocok. Pada [[primata]], penglihatan warna telah berkembang secara terpilah untuk berbagai tugas dalam penglihatan misal mencari makanan berupa daun muda bergizi, buah matang, bunga dan mendeteksi [[kamuflase]] [[predator]] serta keadaan emosional pada primata lainnya. Penglihatan warna juga digunakan oleh [[kolibri]] untuk mengenali jenis bunga yang berbeda. [[Binatang menyusui|Mamalia]] [[Hewan nokturnal|nokturnal]] punya penglihatan warna sedikit berkembang dibanding jenis mamalia lain karena hanya membutuhkan sedikit cahaya untuk berkegiatan. [[Sinar ultraungu]] berperan dalam persepsi warna pada berbagai spesies hewan, terutama serangga.<ref>[https://www.vedantu.com/biology/color-vision Color Vision]. ''VEDANTU''.</ref> Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein peka cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Penglihatan [[trikromatik]] berevolusi karena bermanfaat dalam mengumpulkan makanan. Namun, manusia tidak dapat membedakan perbedaan warna dalam makanan secara langsung karena penglihatan manusia tidak sepenuhnya sempurna.<ref>almegakm. [http://analisawarna.com/2017/06/02/sejarah-color-vision/ Sejarah Color Vision]. ''AnalisaWarna''. 2 Juni 2017.</ref>


== Panjang gelombang ==
== Panjang gelombang ==
Baris 15: Baris 15:
* Biru, 450-485&nbsp;nm.
* Biru, 450-485&nbsp;nm.


Panjang gelombang yang lebih panjang atau lebih pendek dari kisaran tersebut disebut inframerah atau ultraungu. Manusia umumnya tidak dapat melihat panjang gelombang ini, tetapi dapat dilihat oleh [[spesies]] lain yang punya kemampuan tersebut.
Panjang gelombang yang lebih panjang atau lebih pendek dari kisaran tersebut disebut inframerah atau ultraungu. Manusia umumnya tidak dapat melihat panjang gelombang ini, tetapi dapat dilihat oleh [[spesies]] lain yang punya kemampuan tersebut.<ref>[https://www.vedantu.com/biology/color-vision Color Vision]. ''VEDANTU''.</ref>


== Buta warna ==
== Buta warna ==
[[Buta warna]] adalah salah satu kondisi di mana seseorang memiliki gangguan dalam melihat warna secara normal. Buta warna dapat mempersulit seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari misal memetik buah yang matang, berpakaian dengan benar, dan membaca lampu lalu lintas. Jenis-jenis buta warna yaitu buta warna merah dan hijau, buta warna kuning dan biru, dan buta warna total.
[[Buta warna]] adalah salah satu kondisi di mana seseorang memiliki gangguan dalam melihat warna secara normal. Buta warna dapat mempersulit seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari misal memetik buah yang matang, berpakaian dengan benar, dan membaca lampu lalu lintas. Jenis-jenis buta warna yaitu buta warna merah dan hijau, buta warna kuning dan biru, dan buta warna total.<ref>[https://www.vedantu.com/biology/color-vision Color Vision]. ''VEDANTU''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penglihatan+warna&oldid=28060079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28060079 (2025-10-17T09:26:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penglihatan+warna&oldid=28060079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28060079 (2025-10-17T09:26:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.02

Penglihatan warna atau visi warna adalah salah satu kemampuan penglihatan dalam menentukan perbedaan antarcahaya yang disusun atas gelombang yang berbeda (perbedaan edaran kekuatan spektrum cahaya) yang terpisah dari intensitas cahaya. Persepsi warna adalah bagian dari sistem penglihatan yang lebih besar. Persepsi warna ditengahi oleh proses rumit antara neuron yang dimulai dengan rangsangan betbeda dari berbagai jenis fotoreseptor oleh cahaya yang masuk ke mata. Fotoreseptor tersebut lalu memancarkan luaran yang disebarkan melalui banyak lapisan neuron lalu akhirnya ke otak. Penglihatan warna banyak ditemukan pada hewan dan ditengahi oleh mekanisme dasar yang serupa dengan jenis molekul biologis umum. Penglihatan warna memiliki sejarah evolusi yang kompleks dalam taksa hewan yang berbeda.[1][2][3]

Perkembangan

Proses persepsi warna sangat dipengaruhi oleh evolusi. Penglihatan warna banyak ditemui pada hewan terutama untuk mengenali sumber makanan. Penglihatan warna penting bagi primata herbivora untuk menemui daun yang cocok. Pada primata, penglihatan warna telah berkembang secara terpilah untuk berbagai tugas dalam penglihatan misal mencari makanan berupa daun muda bergizi, buah matang, bunga dan mendeteksi kamuflase predator serta keadaan emosional pada primata lainnya. Penglihatan warna juga digunakan oleh kolibri untuk mengenali jenis bunga yang berbeda. Mamalia nokturnal punya penglihatan warna sedikit berkembang dibanding jenis mamalia lain karena hanya membutuhkan sedikit cahaya untuk berkegiatan. Sinar ultraungu berperan dalam persepsi warna pada berbagai spesies hewan, terutama serangga.[4] Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein peka cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Penglihatan trikromatik berevolusi karena bermanfaat dalam mengumpulkan makanan. Namun, manusia tidak dapat membedakan perbedaan warna dalam makanan secara langsung karena penglihatan manusia tidak sepenuhnya sempurna.[5]

Panjang gelombang

Isaac Newton menemukan bahwa setelah cahaya putih dipecah menjadi komponen warna ketika melewati prisma depresif, cahaya putih dapat digabungkan kembali. Cahaya putih digabungkan kembali untuk membuat cahaya putih baru yang dapat melewati prisma yang berbeda. Spektrum cahaya memilik panjang gelombang berkisar pada rentang 380 hingga 740 nanometer. Warna spektral (warna yang dihasilkan oleh pita panjang gelombang) seperti merah, kuning, biru, sian, jingga, hijau, dan ungu. Berikut warna spektral yang termasuk dalam kelompok panjang gelombang:

  • Merah, 625–740 nm;
  • Kuning, 565–590 nm;
  • Jingga, 590–625 nm;
  • Ungu, 380–450 nm;
  • Sian, 485–500 nm;
  • Hijau, 500–565 nm;
  • Biru, 450-485 nm.

Panjang gelombang yang lebih panjang atau lebih pendek dari kisaran tersebut disebut inframerah atau ultraungu. Manusia umumnya tidak dapat melihat panjang gelombang ini, tetapi dapat dilihat oleh spesies lain yang punya kemampuan tersebut.[6]

Buta warna

Buta warna adalah salah satu kondisi di mana seseorang memiliki gangguan dalam melihat warna secara normal. Buta warna dapat mempersulit seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari misal memetik buah yang matang, berpakaian dengan benar, dan membaca lampu lalu lintas. Jenis-jenis buta warna yaitu buta warna merah dan hijau, buta warna kuning dan biru, dan buta warna total.[7]

Referensi

  1. Misha Vorobyev. Ecology and evolution of primate colour vision. Clinical and Experimental Optometry. 2004. Vol. 87 (4-5). hlm. 230–238. doi:10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x.
  2. Livia S. Carvalho. The Genetic and Evolutionary Drives behind Primate Color Vision. Frontiers in Ecology and Evolution. 2017. Vol. 5. doi:10.3389/fevo.2017.00034/full.
  3. Chihiro Hiramatsu. Experimental evidence that primate trichromacy is well suited for detecting primate social colour signals. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 2017. Vol. 284 (1856). hlm. 20162458. doi:10.1098/rspb.2016.2458.
  4. Color Vision. VEDANTU.
  5. almegakm. Sejarah Color Vision. AnalisaWarna. 2 Juni 2017.
  6. Color Vision. VEDANTU.
  7. Color Vision. VEDANTU.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28060079 (2025-10-17T09:26:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.