Perpindahan momentum: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29505188; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[fisika partikel]], [[gelombang|mekanika gelombang]], dan [[optika]], '''perpindahan momentum''' adalah jumlah [[momentum]] yang dipindahkan oleh satu partikel kepada partikel lainnya. Perpindahan momentum juga disebut '''vektor hamburan''' karena menggambarkan perpindahan [[vektor gelombang]] dalam mekanika gelombang. Pada contoh paling sederhana, yaitu [[penyebaran|hamburan]] dua partikel yang bertumbukan dengan momentum awal <math>\vec{p}_{i1},\vec{p}_{i2}</math>, yang menghasilkan momentum akhir <math>\vec{p}_{f1},\vec{p}_{f2}</math>, perpindahan momentumnya diberikan oleh | Dalam [[fisika partikel]], [[gelombang|mekanika gelombang]], dan [[optika]], '''perpindahan momentum''' adalah jumlah [[momentum]] yang dipindahkan oleh satu partikel kepada partikel lainnya. Perpindahan momentum juga disebut '''vektor hamburan''' karena menggambarkan perpindahan [[vektor gelombang]] dalam mekanika gelombang. Pada contoh paling sederhana, yaitu [[penyebaran|hamburan]] dua partikel yang bertumbukan dengan momentum awal <math>\vec{p}_{i1},\vec{p}_{i2}</math>, yang menghasilkan momentum akhir <math>\vec{p}_{f1},\vec{p}_{f2}</math>, perpindahan momentumnya diberikan oleh | ||
:<math> \vec q = \vec{p}_{i1} - \vec{p}_{f1} = \vec{p}_{f2} - \vec{p}_{i2} </math> | :<math> \vec q = \vec{p}_{i1} - \vec{p}_{f1} = \vec{p}_{f2} - \vec{p}_{i2} </math> | ||
dengan identitas terakhir menyatakan [[Momentum#Kekekalan|hukum kekekalan momentum]]. Perpindahan momentum merupakan besaran yang penting karena <math>\Delta x = \hbar / |q|</math> memberikan ukuran yang lebih baik terhadap resolusi jarak khas suatu reaksi dibandingkan dengan menggunakan momentum itu sendiri. | dengan identitas terakhir menyatakan [[Momentum#Kekekalan|hukum kekekalan momentum]]. Perpindahan momentum merupakan besaran yang penting karena <math>\Delta x = \hbar / |q|</math> memberikan ukuran yang lebih baik terhadap resolusi jarak khas suatu reaksi dibandingkan dengan menggunakan momentum itu sendiri. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Gelombang memiliki momentum <math> p = \hbar k </math>, yang merupakan besaran vektor. Selisih momentum antara gelombang yang terhambur dan gelombang datang disebut ''perpindahan momentum''. [[Bilangan gelombang]] <math>k</math> adalah besar dari vektor gelombang <math>k</math>, yaitu <math> k = p / \hbar</math>, dan berhubungan dengan [[panjang gelombang]] melalui persamaan <math> k = 2\pi / \lambda</math>. Perpindahan momentum dinyatakan dalam satuan bilangan gelombang pada [[kisi resiprokal|ruang resiprokal]] sebagai <math> Q = k_f - k_i </math>. | Gelombang memiliki momentum <math> p = \hbar k </math>, yang merupakan besaran vektor. Selisih momentum antara gelombang yang terhambur dan gelombang datang disebut ''perpindahan momentum''. [[Bilangan gelombang]] <math>k</math> adalah besar dari vektor gelombang <math>k</math>, yaitu <math> k = p / \hbar</math>, dan berhubungan dengan [[panjang gelombang]] melalui persamaan <math> k = 2\pi / \lambda</math>. Perpindahan momentum dinyatakan dalam satuan bilangan gelombang pada [[kisi resiprokal|ruang resiprokal]] sebagai <math> Q = k_f - k_i </math>. | ||
===Difraksi=== | ===Difraksi=== | ||
Perpindahan momentum memegang peranan penting dalam analisis [[difraksi neutron]], [[Difraksi sinar-X|sinar-X]], dan [[difraksi elektron|elektron]] untuk menyelidiki sifat-sifat [[Fisika materi terkondensasi|materi terkondensasi]]. [[Hukum Bragg|Difraksi Laue–Bragg]] terjadi pada [[struktur kristal|kisi kristal]] atom, mempertahankan energi gelombang sehingga disebut [[hamburan elastis]]. Pada proses ini, bilangan gelombang partikel datang (<math>k_i</math>) dan partikel terhambur (<math>k_f</math>) memiliki besar yang sama; yang berubah hanyalah arahnya, sesuai dengan suatu vektor [[kisi resiprokal]] <math>G</math>, sehingga <math> G = Q = k_f - k_i</math>, dengan hubungan terhadap jarak antarbidang kisi <math> G = 2\pi / d </math>. Karena momentum tetap kekal, maka perpindahan momentum terjadi menuju [[momentum kristal]]. | Perpindahan momentum memegang peranan penting dalam analisis [[difraksi neutron]], [[Difraksi sinar-X|sinar-X]], dan [[difraksi elektron|elektron]] untuk menyelidiki sifat-sifat [[Fisika materi terkondensasi|materi terkondensasi]]. [[Hukum Bragg|Difraksi Laue–Bragg]] terjadi pada [[struktur kristal|kisi kristal]] atom, mempertahankan energi gelombang sehingga disebut [[hamburan elastis]]. Pada proses ini, bilangan gelombang partikel datang (<math>k_i</math>) dan partikel terhambur (<math>k_f</math>) memiliki besar yang sama; yang berubah hanyalah arahnya, sesuai dengan suatu vektor [[kisi resiprokal]] <math>G</math>, sehingga <math> G = Q = k_f - k_i</math>, dengan hubungan terhadap jarak antarbidang kisi <math> G = 2\pi / d </math>.<ref>R. Navarro Pérez. [https://journals.aps.org/prc/abstract/10.1103/PhysRevC.88.024002 Partial-wave analysis of nucleon-nucleon scattering below the pion-production threshold]. ''Physical Review C''. 2013. Vol. 88 (2). doi:10.1103/PhysRevC.88.024002.</ref> Karena momentum tetap kekal, maka perpindahan momentum terjadi menuju [[momentum kristal]]. | ||
Representasi dalam ruang resiprokal bersifat umum dan tidak bergantung pada jenis [[radiasi]] maupun panjang gelombang yang digunakan, melainkan hanya bergantung pada sistem sampel. Hal ini memungkinkan perbandingan hasil yang diperoleh dari berbagai metode yang berbeda. Beberapa komunitas, seperti [[difraksi serbuk]], menggunakan sudut difraksi <math> 2\theta </math> sebagai variabel bebas. Pendekatan ini sangat sesuai pada masa awal ketika hanya tersedia beberapa [[panjang gelombang karakteristik]], seperti Cu-K<math>\alpha</math>. Hubungan antara sudut difraksi dan ruang <math>Q</math> diberikan oleh | Representasi dalam ruang resiprokal bersifat umum dan tidak bergantung pada jenis [[radiasi]] maupun panjang gelombang yang digunakan, melainkan hanya bergantung pada sistem sampel. Hal ini memungkinkan perbandingan hasil yang diperoleh dari berbagai metode yang berbeda. Beberapa komunitas, seperti [[difraksi serbuk]], menggunakan sudut difraksi <math> 2\theta </math> sebagai variabel bebas. Pendekatan ini sangat sesuai pada masa awal ketika hanya tersedia beberapa [[panjang gelombang karakteristik]], seperti Cu-K<math>\alpha</math>. Hubungan antara sudut difraksi dan ruang <math>Q</math> diberikan oleh | ||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
* [[Penampang lintang perpindahan momentum]] | * [[Penampang lintang perpindahan momentum]] | ||
* [[Variabel Mandelstam]] | * [[Variabel Mandelstam]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perpindahan+momentum&oldid=29505188 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29505188 (2026-07-29T16:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perpindahan+momentum&oldid=29505188 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29505188 (2026-07-29T16:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.03
Dalam fisika partikel, mekanika gelombang, dan optika, perpindahan momentum adalah jumlah momentum yang dipindahkan oleh satu partikel kepada partikel lainnya. Perpindahan momentum juga disebut vektor hamburan karena menggambarkan perpindahan vektor gelombang dalam mekanika gelombang. Pada contoh paling sederhana, yaitu hamburan dua partikel yang bertumbukan dengan momentum awal , yang menghasilkan momentum akhir , perpindahan momentumnya diberikan oleh
dengan identitas terakhir menyatakan hukum kekekalan momentum. Perpindahan momentum merupakan besaran yang penting karena memberikan ukuran yang lebih baik terhadap resolusi jarak khas suatu reaksi dibandingkan dengan menggunakan momentum itu sendiri.
Mekanika gelombang dan optika
Gelombang memiliki momentum , yang merupakan besaran vektor. Selisih momentum antara gelombang yang terhambur dan gelombang datang disebut perpindahan momentum. Bilangan gelombang adalah besar dari vektor gelombang , yaitu , dan berhubungan dengan panjang gelombang melalui persamaan . Perpindahan momentum dinyatakan dalam satuan bilangan gelombang pada ruang resiprokal sebagai .
Difraksi
Perpindahan momentum memegang peranan penting dalam analisis difraksi neutron, sinar-X, dan elektron untuk menyelidiki sifat-sifat materi terkondensasi. Difraksi Laue–Bragg terjadi pada kisi kristal atom, mempertahankan energi gelombang sehingga disebut hamburan elastis. Pada proses ini, bilangan gelombang partikel datang () dan partikel terhambur () memiliki besar yang sama; yang berubah hanyalah arahnya, sesuai dengan suatu vektor kisi resiprokal , sehingga , dengan hubungan terhadap jarak antarbidang kisi .[1] Karena momentum tetap kekal, maka perpindahan momentum terjadi menuju momentum kristal.
Representasi dalam ruang resiprokal bersifat umum dan tidak bergantung pada jenis radiasi maupun panjang gelombang yang digunakan, melainkan hanya bergantung pada sistem sampel. Hal ini memungkinkan perbandingan hasil yang diperoleh dari berbagai metode yang berbeda. Beberapa komunitas, seperti difraksi serbuk, menggunakan sudut difraksi sebagai variabel bebas. Pendekatan ini sangat sesuai pada masa awal ketika hanya tersedia beberapa panjang gelombang karakteristik, seperti Cu-K. Hubungan antara sudut difraksi dan ruang diberikan oleh
- ,
dengan , yang pada dasarnya menunjukkan bahwa semakin besar nilai , maka semakin besar pula nilai .
Lihat pula
Referensi
- ↑ R. Navarro Pérez. Partial-wave analysis of nucleon-nucleon scattering below the pion-production threshold. Physical Review C. 2013. Vol. 88 (2). doi:10.1103/PhysRevC.88.024002.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29505188 (2026-07-29T16:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.