Angin laut: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28634515; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Angin laut''' adalah [[angin]] yang bergerak dari lautan ke daratan. Angin ini muncul akibat adanya perbedaan suhu dan tekanan antara permukaan laut dengan daratan pada waktu pagi hingga sore hari. Para nelayan sering memanfaatkan angin ini untuk kembali ke daratan setelah menangkap ikan pada malam hari. | '''Angin laut''' adalah [[angin]] yang bergerak dari lautan ke daratan.<ref>[http://carapedia.com/pengertian_angin_laut_angin_darat_info938.html Pengertian Angin Laut dan Angin Darat].</ref> Angin ini muncul akibat adanya perbedaan suhu dan tekanan antara permukaan laut dengan daratan pada waktu pagi hingga sore hari. Para nelayan sering memanfaatkan angin ini untuk kembali ke daratan setelah menangkap ikan pada malam hari.<ref>Faqihah Muharroroh Itsnaini. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5561215/angin-darat-dan-angin-laut-ini-pengertian-karakteristik-dan-prosesnya Angin Darat dan Angin Laut, Ini Pengertian, Karakteristik dan Prosesnya]. ''detikedu''.</ref><ref>Mamat Ruhimat. [https://www.google.co.id/books/edition/IPS_Terpadu_Sosiologi_Geografi_Ekonomi_S/dn-TUg43OHEC?hl=en&gbpv=1&dq=angin+laut&pg=PA184&printsec=frontcover IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah)]. PT Grafindo Media Pratama. hlm. 185. ISBN 978-979-758-337-8.</ref> | ||
== Proses terjadinya angin laut == | == Proses terjadinya angin laut == | ||
Pada siang hari, ketika matahari bersinar terik, wilayah daratan akan lebih cepat menerima [[kalor]] dari panas matahari. Hal ini menyebabkan suhu meningkat di wilayah daratan. Sebaliknya, proses penyerapan kalor di wilayah lautan berjalan lebih lambat dibandingkan di wilayah daratan yang mengakibatkan suhu udara turun. Kedua kondisi tersebut menimbulkan adanya perbedaan suhu dan [[kerapatan udara]]. Udara panas akan cenderung bergerak naik karena massanya yang ringan, sebaliknya udara dingin yang massanya berat akan cenderung bergerak turun. Sehingga, udara akan bergerak dari wilayah lautan ke wilayah daratan. | Pada siang hari, ketika matahari bersinar terik, wilayah daratan akan lebih cepat menerima [[kalor]] dari panas matahari. Hal ini menyebabkan suhu meningkat di wilayah daratan. Sebaliknya, proses penyerapan kalor di wilayah lautan berjalan lebih lambat dibandingkan di wilayah daratan yang mengakibatkan suhu udara turun. Kedua kondisi tersebut menimbulkan adanya perbedaan suhu dan [[kerapatan udara]]. Udara panas akan cenderung bergerak naik karena massanya yang ringan, sebaliknya udara dingin yang massanya berat akan cenderung bergerak turun. Sehingga, udara akan bergerak dari wilayah lautan ke wilayah daratan.<ref>Faqihah Muharroroh Itsnaini. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5561215/angin-darat-dan-angin-laut-ini-pengertian-karakteristik-dan-prosesnya Angin Darat dan Angin Laut, Ini Pengertian, Karakteristik dan Prosesnya]. ''detikedu''.</ref> | ||
Sumber lain mengatakan bahwa terjadinya angin laut karena tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin.<ref>[http://cimss.ssec.wisc.edu/wxwise/seabrz.html Sea and Land Breezes].</ref> Hal ini sesuai dengan [[hukum Buys Ballot]], di mana udara atau angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.<ref>Mamat Ruhimat. [https://www.google.co.id/books/edition/IPS_Terpadu_Sosiologi_Geografi_Ekonomi_S/dn-TUg43OHEC?hl=en&gbpv=1&dq=angin+laut&pg=PA184&printsec=frontcover IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah)]. PT Grafindo Media Pratama. hlm. 185. ISBN 978-979-758-337-8.</ref> Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga hal itu yang menyebabkan terjadinya angin laut, di mana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan.<ref>[http://cimss.ssec.wisc.edu/wxwise/seabrz.html Sea and Land Breezes].</ref> Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dengan kecepetan lebih dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.<ref>[http://cimss.ssec.wisc.edu/wxwise/seabrz.html Sea and Land Breezes].</ref> | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 14: | Baris 10: | ||
* [[Angin darat]] | * [[Angin darat]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angin+laut&oldid=28634515 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28634515 (2025-11-27T14:52:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angin+laut&oldid=28634515 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28634515 (2025-11-27T14:52:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.06
Angin laut adalah angin yang bergerak dari lautan ke daratan.[1] Angin ini muncul akibat adanya perbedaan suhu dan tekanan antara permukaan laut dengan daratan pada waktu pagi hingga sore hari. Para nelayan sering memanfaatkan angin ini untuk kembali ke daratan setelah menangkap ikan pada malam hari.[2][3]
Proses terjadinya angin laut
Pada siang hari, ketika matahari bersinar terik, wilayah daratan akan lebih cepat menerima kalor dari panas matahari. Hal ini menyebabkan suhu meningkat di wilayah daratan. Sebaliknya, proses penyerapan kalor di wilayah lautan berjalan lebih lambat dibandingkan di wilayah daratan yang mengakibatkan suhu udara turun. Kedua kondisi tersebut menimbulkan adanya perbedaan suhu dan kerapatan udara. Udara panas akan cenderung bergerak naik karena massanya yang ringan, sebaliknya udara dingin yang massanya berat akan cenderung bergerak turun. Sehingga, udara akan bergerak dari wilayah lautan ke wilayah daratan.[4]
Sumber lain mengatakan bahwa terjadinya angin laut karena tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin.[5] Hal ini sesuai dengan hukum Buys Ballot, di mana udara atau angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.[6] Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga hal itu yang menyebabkan terjadinya angin laut, di mana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan.[7] Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dengan kecepetan lebih dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.[8]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Pengertian Angin Laut dan Angin Darat.
- ↑ Faqihah Muharroroh Itsnaini. Angin Darat dan Angin Laut, Ini Pengertian, Karakteristik dan Prosesnya. detikedu.
- ↑ Mamat Ruhimat. IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah). PT Grafindo Media Pratama. hlm. 185. ISBN 978-979-758-337-8.
- ↑ Faqihah Muharroroh Itsnaini. Angin Darat dan Angin Laut, Ini Pengertian, Karakteristik dan Prosesnya. detikedu.
- ↑ Sea and Land Breezes.
- ↑ Mamat Ruhimat. IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah). PT Grafindo Media Pratama. hlm. 185. ISBN 978-979-758-337-8.
- ↑ Sea and Land Breezes.
- ↑ Sea and Land Breezes.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28634515 (2025-11-27T14:52:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.