Spektrum kontinu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23925344; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Spektrum kontinu''' adalah [[spektrum]] yang memiliki [[cahaya]] dengan beberapa jenis [[warna]] yang dihasilkan melalui berkas cahaya polikromatis. Keberadaan spektrum kontinu akan menghilang ketika mencapai [[panjang gelombang]] potong minimum akibat tumbukan [[elektron]] dengan [[atom]]. Salah satu [[fenomena alam]] yang menampilkan spektrum kontinu ialah [[radiasi benda-hitam]]. | '''Spektrum kontinu''' adalah [[spektrum]] yang memiliki [[cahaya]] dengan beberapa jenis [[warna]] yang dihasilkan melalui berkas cahaya polikromatis. Keberadaan spektrum kontinu akan menghilang ketika mencapai [[panjang gelombang]] potong minimum akibat tumbukan [[elektron]] dengan [[atom]]. Salah satu [[fenomena alam]] yang menampilkan spektrum kontinu ialah [[radiasi benda-hitam]]. | ||
== Sumber == | == Sumber == | ||
Spektrum kontinu terdiri dari berbagai [[warna]] penyusun yang bersumber dari berkas cahaya polikromatis. Kemunculannya dapat melalui [[Prisma (optik)|prisma]] dengan cahaya yang bersumber dari sinar matahari ataupun lampu listrik. | Spektrum kontinu terdiri dari berbagai [[warna]] penyusun yang bersumber dari berkas cahaya polikromatis. Kemunculannya dapat melalui [[Prisma (optik)|prisma]] dengan cahaya yang bersumber dari sinar matahari ataupun lampu listrik.<ref>Syafriyudin. [https://eprints.akprind.ac.id/609/1/buku%20bahan%20listrik.pdf Pengetahuan Bahan Listrik]. AKPRIND Press. Januari 2013. hlm. 3. ISBN 978-602-7619-25-8.</ref> | ||
== Batas == | == Batas == | ||
Spektrum kontinu akan menghilang setelah mencapai panjang gelombang potong. Batas untuk panjang gelombang potong ialah panjang gelombang minimum yang menyebabkan terjadinya tumbukan elektron dengan atom target. Tumbukan ini membuat elektron kehilangan seluruh energi kinetik awalnya hanya dengan sekali tumbukan. Energi kinetik ini berasal dari sebuah foton tunggal dengan panjang gelombang minimum berbentuk [[sinar-X]]. | Spektrum kontinu akan menghilang setelah mencapai panjang gelombang potong. Batas untuk panjang gelombang potong ialah panjang gelombang minimum yang menyebabkan terjadinya tumbukan elektron dengan atom target. Tumbukan ini membuat elektron kehilangan seluruh energi kinetik awalnya hanya dengan sekali tumbukan. Energi kinetik ini berasal dari sebuah foton tunggal dengan panjang gelombang minimum berbentuk [[sinar-X]].<ref>Subagiyo, L., dan Nuryadin, A. [https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/20722/Pengantar%20Fisika%20Kuantum.pdf?sequence=1&isAllowed=y Pengantar Fisika Kuantum]. Mulawarman University Press. Maret 2018. hlm. 55.</ref> | ||
== Fenomena alam == | == Fenomena alam == | ||
=== Radiasi benda-hitam === | === Radiasi benda-hitam === | ||
Spektrum kontinu terdapat pada spektrum [[radiasi benda-hitam]]. Keberagaman spektrum radiasi benda-hitam ditentukan oleh tingkat radiasi pada masing-masing komponen spektrum. Tingkat radiasi yang sangat lemah terdapat pada komponen spektrum dengan [[frekuensi sangat rendah]]. Kenaikan frekuensi turut serta menaikkan tingkat radiasi hingga mencapai batas tertentu secara bertahap. Setelah mencapai puncak tingkatan radiasi yang terkuat, tingkat radiasi secara perlahan kembali melemah. Tingkat radiasi yang terkuat pada satu komponen spektrum dapat tercapai pada kondisi suhu tertentu. | Spektrum kontinu terdapat pada spektrum [[radiasi benda-hitam]]. Keberagaman spektrum radiasi benda-hitam ditentukan oleh tingkat radiasi pada masing-masing komponen spektrum. Tingkat radiasi yang sangat lemah terdapat pada komponen spektrum dengan [[frekuensi sangat rendah]]. Kenaikan frekuensi turut serta menaikkan tingkat radiasi hingga mencapai batas tertentu secara bertahap. Setelah mencapai puncak tingkatan radiasi yang terkuat, tingkat radiasi secara perlahan kembali melemah. Tingkat radiasi yang terkuat pada satu komponen spektrum dapat tercapai pada kondisi suhu tertentu.<ref>Nurlina dan Bancong, H. [https://www.researchgate.net/profile/Nurlina-Nurlina/publication/350835617_Fisika_Kuantum_untuk_Pemula_Panduan_Muda_untuk_Memahami_Teori_Fisika_Kuantum/links/607517de92851cb4a9d82167/Fisika-Kuantum-untuk-Pemula-Panduan-Muda-untuk-Memahami-Teori-Fisika-Kuantum.pdf Panduan Mudah untuk Memahami Teori Fisika Kuantum]. LPP Unismuh Makassar. 2020. hlm. 8. ISBN 978-623-7349-37-2.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrum+kontinu&oldid=23925344 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23925344 (2023-07-30T00:22:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrum+kontinu&oldid=23925344 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23925344 (2023-07-30T00:22:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.07
Spektrum kontinu adalah spektrum yang memiliki cahaya dengan beberapa jenis warna yang dihasilkan melalui berkas cahaya polikromatis. Keberadaan spektrum kontinu akan menghilang ketika mencapai panjang gelombang potong minimum akibat tumbukan elektron dengan atom. Salah satu fenomena alam yang menampilkan spektrum kontinu ialah radiasi benda-hitam.
Sumber
Spektrum kontinu terdiri dari berbagai warna penyusun yang bersumber dari berkas cahaya polikromatis. Kemunculannya dapat melalui prisma dengan cahaya yang bersumber dari sinar matahari ataupun lampu listrik.[1]
Batas
Spektrum kontinu akan menghilang setelah mencapai panjang gelombang potong. Batas untuk panjang gelombang potong ialah panjang gelombang minimum yang menyebabkan terjadinya tumbukan elektron dengan atom target. Tumbukan ini membuat elektron kehilangan seluruh energi kinetik awalnya hanya dengan sekali tumbukan. Energi kinetik ini berasal dari sebuah foton tunggal dengan panjang gelombang minimum berbentuk sinar-X.[2]
Fenomena alam
Radiasi benda-hitam
Spektrum kontinu terdapat pada spektrum radiasi benda-hitam. Keberagaman spektrum radiasi benda-hitam ditentukan oleh tingkat radiasi pada masing-masing komponen spektrum. Tingkat radiasi yang sangat lemah terdapat pada komponen spektrum dengan frekuensi sangat rendah. Kenaikan frekuensi turut serta menaikkan tingkat radiasi hingga mencapai batas tertentu secara bertahap. Setelah mencapai puncak tingkatan radiasi yang terkuat, tingkat radiasi secara perlahan kembali melemah. Tingkat radiasi yang terkuat pada satu komponen spektrum dapat tercapai pada kondisi suhu tertentu.[3]
Referensi
- ↑ Syafriyudin. Pengetahuan Bahan Listrik. AKPRIND Press. Januari 2013. hlm. 3. ISBN 978-602-7619-25-8.
- ↑ Subagiyo, L., dan Nuryadin, A. Pengantar Fisika Kuantum. Mulawarman University Press. Maret 2018. hlm. 55.
- ↑ Nurlina dan Bancong, H. Panduan Mudah untuk Memahami Teori Fisika Kuantum. LPP Unismuh Makassar. 2020. hlm. 8. ISBN 978-623-7349-37-2.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23925344 (2023-07-30T00:22:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.