Lompat ke isi

Octol: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24766926; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Octol''' adalah [[bahan peledak]] campuran yang dapat meleleh dan mudah meledak yang terdiri dari [[HMX]] dan [[Trinitrotoluena|TNT]] dalam proporsi berat yang berbeda. Octol juga disebut sebagai '''Oktol''', khususnya di Eropa Timur.
'''Octol''' adalah [[bahan peledak]] campuran yang dapat meleleh dan mudah meledak yang terdiri dari [[HMX]] dan [[Trinitrotoluena|TNT]] dalam proporsi berat yang berbeda.<ref>[https://books.google.de/books?id=PoqD9GyYHI0C&pg=RA1-PA88&lpg=RA1-PA88&dq=un-nummer+0266&source=web&ots=5PuAq-IMxW&sig=ZxG7Q0SZa05raeQFkNjuGIJhuy4&hl=de&sa=X&oi=book_result&ct=result/ Eintrag in "Recht & Praxis Gefahrgut" bei Google Books].</ref><ref>C. L. Meader: ''Numerical Modeling of Explosives and Propellants.'' CRC Press, 1998, ISBN 0-8493-3149-8.</ref><ref>R. P. Carlisle: ''Powder and Propellants: Energetic Materials at Indian Head.'' University of North Texas Press, 2002, ISBN 9781574411492.</ref> Octol juga disebut sebagai '''Oktol''', khususnya di Eropa Timur.


== Komposisi ==
== Komposisi ==
Baris 40: Baris 40:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Octol&oldid=24766926 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24766926 (2023-11-11T18:32:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Octol&oldid=24766926 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24766926 (2023-11-11T18:32:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.10

Octol adalah bahan peledak campuran yang dapat meleleh dan mudah meledak yang terdiri dari HMX dan TNT dalam proporsi berat yang berbeda.[1][2][3] Octol juga disebut sebagai Oktol, khususnya di Eropa Timur.

Komposisi

Dua formulasi yang umum digunakan:

  • 70% HMX & 30% TNT
  • 75% HMX & 25% TNT

Mengingat bahwa HMX memiliki kecepatan detonasi yang jauh lebih tinggi daripada TNT (lebih cepat lebih dari 2.000 meter per detik) dan merupakan bagian utama dari campuran bahan peledak ini, karakteristik brisance dari Octol dapat disimpulkan.

Aplikasi

Penerapan Octol umumnya bersifat militer; misalnya, muatan berbentuk dan hulu ledak yang digunakan dalam peluru kendali dan submunisi. Octol agak lebih mahal dibandingkan bahan peledak berbasis RDX, seperti Komposisi B dan Cyclotol. Keuntungan Octol adalah secara signifikan mengurangi ukuran dan berat bahan peledak yang diperlukan. Ini adalah pertimbangan penting terkait senjata pintar seperti peluru kendali. Hulu ledak yang ringan (tapi efektif) berarti rasio kekuatan terhadap berat yang unggul. Hal ini pada gilirannya menghasilkan rudal berkecepatan lebih tinggi dengan jangkauan lebih jauh dan waktu terbang lebih pendek. Akibatnya, target mempunyai lebih sedikit peluang untuk mengenali dan menghindari serangan.

Lihat pula

Referensi

  1. Eintrag in "Recht & Praxis Gefahrgut" bei Google Books.
  2. C. L. Meader: Numerical Modeling of Explosives and Propellants. CRC Press, 1998, ISBN 0-8493-3149-8.
  3. R. P. Carlisle: Powder and Propellants: Energetic Materials at Indian Head. University of North Texas Press, 2002, ISBN 9781574411492.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24766926 (2023-11-11T18:32:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.