Manajemen data penelitian: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28608743; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Manajemen data penelitian (''research data management'')''' atau yang sering disingkat RDM merupakan kegiatan mengelola dan memelihara [[data]] secara aktif selama proses penelitian berlangsung dan mengarsipkan data sesuai dengan kepentingan [[penelitian]]. Pengelolaan data ini bertujuan agar data yang dihasilkan dalam sebuah penelitian dapat lebih mudah ditemukan, diakses, dipahami, dan dimanfaatkan kembali secara luas di luar penelitinya sendiri. Manajemen data penelitian telah banyak diterapkan di organisasi dan lembaga penelitian, terutama di [[Eropa]], [[Amerika]], dan [[Australia]]. Dengan pengelolaan data riset yang terbuka akan memudahkan upaya berbagi data di kalangan peneliti. Praktik manajemen data penelitian juga merupakan bagian dari praktik baik [[sains terbuka]] (''open science''). | '''Manajemen data penelitian (''research data management'')''' atau yang sering disingkat RDM merupakan kegiatan mengelola dan memelihara [[data]] secara aktif selama proses penelitian berlangsung dan mengarsipkan data sesuai dengan kepentingan [[penelitian]].<ref>[https://biblio.uottawa.ca/en/services/faculty/research-data-management/what-research-data-management What is research data management?]. ''Library''.</ref> Pengelolaan data ini bertujuan agar data yang dihasilkan dalam sebuah penelitian dapat lebih mudah ditemukan, diakses, dipahami, dan dimanfaatkan kembali secara luas di luar penelitinya sendiri.<ref>[https://www.worldcat.org/oclc/836873497 Managing research data]. Facet Publishing. 2012. ISBN 978-1-85604-891-0.</ref> Manajemen data penelitian telah banyak diterapkan di organisasi dan lembaga penelitian, terutama di [[Eropa]], [[Amerika]], dan [[Australia]]. Dengan pengelolaan data riset yang terbuka akan memudahkan upaya berbagi data di kalangan peneliti. Praktik manajemen data penelitian juga merupakan bagian dari praktik baik [[sains terbuka]] (''open science''). | ||
Sebelum ada sistem RDM, peneliti umumnya menyimpan data digital secara mandiri, misalnya di komputer, laptop, layanan penyimpanan awan, dan kandar kilas (''flashdisk''). Penyimpanan sendiri oleh peneliti rentan akan beberapa risiko, seperti data yang hilang, terhapus, rusak, termasuk kecurian perangkat. Sedangkan data fisik biasanya dikelola secara manual. Selain rawan rusak dan hilang, data yang tidak dikelola dengan sistem yang baik juga sulit untuk ditemukan dan digunakan kembali. | Sebelum ada sistem RDM, peneliti umumnya menyimpan data digital secara mandiri, misalnya di komputer, laptop, layanan penyimpanan awan, dan kandar kilas (''flashdisk''). Penyimpanan sendiri oleh peneliti rentan akan beberapa risiko, seperti data yang hilang, terhapus, rusak, termasuk kecurian perangkat. Sedangkan data fisik biasanya dikelola secara manual. Selain rawan rusak dan hilang, data yang tidak dikelola dengan sistem yang baik juga sulit untuk ditemukan dan digunakan kembali.<ref>Andrew Cox. [https://books.google.com/books?id=mHZaDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&dq=exploring+research+data+management&hl=en Exploring Research Data Management]. Facet Publishing. 2018-05-11. ISBN 978-1-78330-280-2.</ref> | ||
Ada sejumlah faktor yang mendorong perkembangan RDM selama kurang lebih satu dekade terakhir, yaitu penelitian sains yang saat ini semakin bersifat data-intensif, kebijakan lembaga donor yang mensyaratkan RDM dalam proposal penelitian, kesadaran bersama mengenai pentingnya manajemen data di lembaga riset, serta dorongan sosial ekonomi untuk memudahkan akses lembaga pendidikan, publik, dan perdagangan terhadap hasil riset. | Ada sejumlah faktor yang mendorong perkembangan RDM selama kurang lebih satu dekade terakhir, yaitu penelitian sains yang saat ini semakin bersifat data-intensif, kebijakan lembaga donor yang mensyaratkan RDM dalam proposal penelitian, kesadaran bersama mengenai pentingnya manajemen data di lembaga riset, serta dorongan sosial ekonomi untuk memudahkan akses lembaga pendidikan, publik, dan perdagangan terhadap hasil riset.<ref>Andrew M. Cox. [https://asistdl.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/asi.23781 Developments in research data management in academic libraries: Towards an understanding of research data service maturity]. ''Journal of the Association for Information Science and Technology''. 2017. Vol. 68 (9). hlm. 2182–2200. doi:10.1002/asi.23781.</ref> | ||
Di lembaga penelitian, [[pustakawan]] dapat bekerja sebagai Pustakawan Data Penelitian. Pustakawan yang menempati posisi ini bertanggung jawab dalam melakukan manajemen data penelitian. Pengelolaan data penelitian dilakukan di sebuah [[repositori institusi]] dengan mengacu pada 4 aspek yang terdiri dari Findable (mudah ditemukan), Accessible (mudah diakses), Interoperability (interoperabilitas), dan Reusable (dapat digunakan kembali). | Di lembaga penelitian, [[pustakawan]] dapat bekerja sebagai Pustakawan Data Penelitian. Pustakawan yang menempati posisi ini bertanggung jawab dalam melakukan manajemen data penelitian. Pengelolaan data penelitian dilakukan di sebuah [[repositori institusi]] dengan mengacu pada 4 aspek yang terdiri dari Findable (mudah ditemukan), Accessible (mudah diakses), Interoperability (interoperabilitas), dan Reusable (dapat digunakan kembali).<ref>Cahyo Trianggoro. [https://jurnal.unpad.ac.id/jkip/article/view/26733 Pengembangan repositori data pada lembaga riset dengan status Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi]. ''Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan''. 2021-06-30. Vol. 9 (1). hlm. 1–18.</ref> | ||
== Daftar referensi == | == Daftar referensi == | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manajemen+data+penelitian&oldid=28608743 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28608743 (2025-11-23T01:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manajemen+data+penelitian&oldid=28608743 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28608743 (2025-11-23T01:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.30
Manajemen data penelitian (research data management) atau yang sering disingkat RDM merupakan kegiatan mengelola dan memelihara data secara aktif selama proses penelitian berlangsung dan mengarsipkan data sesuai dengan kepentingan penelitian.[1] Pengelolaan data ini bertujuan agar data yang dihasilkan dalam sebuah penelitian dapat lebih mudah ditemukan, diakses, dipahami, dan dimanfaatkan kembali secara luas di luar penelitinya sendiri.[2] Manajemen data penelitian telah banyak diterapkan di organisasi dan lembaga penelitian, terutama di Eropa, Amerika, dan Australia. Dengan pengelolaan data riset yang terbuka akan memudahkan upaya berbagi data di kalangan peneliti. Praktik manajemen data penelitian juga merupakan bagian dari praktik baik sains terbuka (open science).
Sebelum ada sistem RDM, peneliti umumnya menyimpan data digital secara mandiri, misalnya di komputer, laptop, layanan penyimpanan awan, dan kandar kilas (flashdisk). Penyimpanan sendiri oleh peneliti rentan akan beberapa risiko, seperti data yang hilang, terhapus, rusak, termasuk kecurian perangkat. Sedangkan data fisik biasanya dikelola secara manual. Selain rawan rusak dan hilang, data yang tidak dikelola dengan sistem yang baik juga sulit untuk ditemukan dan digunakan kembali.[3]
Ada sejumlah faktor yang mendorong perkembangan RDM selama kurang lebih satu dekade terakhir, yaitu penelitian sains yang saat ini semakin bersifat data-intensif, kebijakan lembaga donor yang mensyaratkan RDM dalam proposal penelitian, kesadaran bersama mengenai pentingnya manajemen data di lembaga riset, serta dorongan sosial ekonomi untuk memudahkan akses lembaga pendidikan, publik, dan perdagangan terhadap hasil riset.[4]
Di lembaga penelitian, pustakawan dapat bekerja sebagai Pustakawan Data Penelitian. Pustakawan yang menempati posisi ini bertanggung jawab dalam melakukan manajemen data penelitian. Pengelolaan data penelitian dilakukan di sebuah repositori institusi dengan mengacu pada 4 aspek yang terdiri dari Findable (mudah ditemukan), Accessible (mudah diakses), Interoperability (interoperabilitas), dan Reusable (dapat digunakan kembali).[5]
Daftar referensi
Referensi
- ↑ What is research data management?. Library.
- ↑ Managing research data. Facet Publishing. 2012. ISBN 978-1-85604-891-0.
- ↑ Andrew Cox. Exploring Research Data Management. Facet Publishing. 2018-05-11. ISBN 978-1-78330-280-2.
- ↑ Andrew M. Cox. Developments in research data management in academic libraries: Towards an understanding of research data service maturity. Journal of the Association for Information Science and Technology. 2017. Vol. 68 (9). hlm. 2182–2200. doi:10.1002/asi.23781.
- ↑ Cahyo Trianggoro. Pengembangan repositori data pada lembaga riset dengan status Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan. 2021-06-30. Vol. 9 (1). hlm. 1–18.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28608743 (2025-11-23T01:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.