Lompat ke isi

Sistem Satelit Quasi-Zenith: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28610259; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sistem Satelit Quasi-Zenith''' atau '''Quasi-Zenith Satellite System''' ('''QZSS''') adalah sistem transfer waktu regional tiga [[satelit]] dalam pengembangan dan sistem augmentasi berbasis satelit untuk [[Global Positioning System]] yang akan menjadi penerima di [[Jepang]]. Satelit pertama "Michibiki" diluncurkan pada 11 September 2010. Status operasional penuh diperkirakan pada 2013. Pada bulan Maret 2013, Kantor Kabinet Jepang mengumumkan perluasan Sistem Satelit Kuasi-Zenit dari tiga satelit ke empat. Kontrak senilai $ 526 juta dengan [[Mitsubishi Electric]] untuk pembangunan tiga satelit dijadwalkan diluncurkan sebelum akhir 2017. Sistem empat satelit dasar direncanakan akan beroperasi pada tahun 2018.
'''Sistem Satelit Quasi-Zenith''' atau '''Quasi-Zenith Satellite System''' ('''QZSS''') adalah sistem transfer waktu regional tiga [[satelit]] dalam pengembangan dan sistem augmentasi berbasis satelit untuk [[Global Positioning System]] yang akan menjadi penerima di [[Jepang]]. Satelit pertama "Michibiki" diluncurkan pada 11 September 2010.<ref>[http://www.jaxa.jp/press/2010/09/20100911_h2af18_e.html Launch Result of the First Quasi-Zenith Satellite 'MICHIBIKI' by H-IIA Launch Vehicle No. 18]. 2010-09-11.</ref> Status operasional penuh diperkirakan pada 2013.<ref>[http://www.asmmag.com/news/qzss-in-2010 QZSS in 2010]. ''Magazine article''. Asian Surveying and Mapping. 2009-05-07.</ref><ref>[http://www.gpsworld.com/gnss-system/the-system-november-2007-4187 GNSS All Over the World]. ''The System''. GPS World Online. 2007-11-01.</ref> Pada bulan Maret 2013, Kantor Kabinet Jepang mengumumkan perluasan Sistem Satelit Kuasi-Zenit dari tiga satelit ke empat.<ref>http://www.spaceflightnow.com/news/n1304/04qzss/ Japan to build fleet of navigation satellites 2013-04-04 Retrieved 2013-04-05</ref> Kontrak senilai $ 526 juta dengan [[Mitsubishi Electric]] untuk pembangunan tiga satelit dijadwalkan diluncurkan sebelum akhir 2017. Sistem empat satelit dasar direncanakan akan beroperasi pada tahun 2018.<ref>[http://qzss.go.jp/en/overview/services/sv02_why.html Service Overview - What is the QZSS?]. Cabinet Office, Government of Japan.</ref>


Berita resmi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2002, mengerjakan sebuah konsep untuk Sistem Satelit Kuasi-Zenit (QZSS), atau ''Juntencho eisei shisutemu'' ( [[bahasa Jepang]]), mulai dikembangkan oleh tim Advanced Space Business Corporation (ASBC), termasuk Mitsubishi Electric, Hitachi, dan GNSS Technologies Inc. Namun, ASBC ambruk pada tahun 2007. Pekerjaan diambil alih oleh Satellite Positioning Research and Application Center. SPAC dimiliki oleh empat departemen pemerintah Jepang: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, dan Kementerian Tanah, [[Infrastruktur]], Transportasi dan Pariwisata.
Berita resmi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2002, mengerjakan sebuah konsep untuk Sistem Satelit Kuasi-Zenit (QZSS), atau ''Juntencho eisei shisutemu'' ( [[bahasa Jepang]]), mulai dikembangkan oleh tim Advanced Space Business Corporation (ASBC), termasuk Mitsubishi Electric, Hitachi, dan GNSS Technologies Inc. Namun, ASBC ambruk pada tahun 2007. Pekerjaan diambil alih oleh Satellite Positioning Research and Application Center. SPAC dimiliki oleh empat departemen pemerintah Jepang: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, dan Kementerian Tanah, [[Infrastruktur]], Transportasi dan Pariwisata.<ref>[http://www.aprsaf.org/data/aprsaf15_data/csawg/CSAWG_6d.pdf Service Status of QZSS]. 2008-12-12.</ref>


QZSS ditargetkan untuk memberikan layanan posisi yang sangat tepat dan stabil di wilayah Asia-Oceania, sambil menjaga kompatibilitas dengan GPS. Satelit ketiga diluncurkan ke orbit pada tanggal 19 Agustus 2017. Yang keempat diluncurkan pada tanggal 10 Oktober 2017. The fourth was launched on October 10, 2017.
QZSS ditargetkan untuk memberikan layanan posisi yang sangat tepat dan stabil di wilayah Asia-Oceania, sambil menjaga kompatibilitas dengan GPS.<ref>[http://qzss.go.jp/en/overview/downloads/movie_qzss.html [Movie] Quasi-Zenith Satellite System "QZSS"]. ''Quasi-Zenith Satellite System(QZSS)''.</ref> Satelit ketiga diluncurkan ke orbit pada tanggal 19 Agustus 2017. Yang keempat diluncurkan pada tanggal 10 Oktober 2017.<ref>https://spaceflightnow.com/2017/08/19/japan-launches-navigation-satellite-after-week-long-delay/</ref> The fourth was launched on October 10, 2017.<ref>https://spaceflightnow.com/launch-schedule/</ref>


QZSS menggunakan tiga satelit, masing-masing 120 ° terpisah, dengan orbit yang sangat miring, sedikit elips, dan geosynchronous. Karena kecenderungan ini, mereka tidak [[Orbit geostasioner|geostasioner]]; Mereka tidak tinggal di tempat yang sama di langit. Sebagai gantinya, jejak tanah mereka adalah pola angka-8 asimetris (analemma), dirancang untuk memastikan bahwa muatannya hampir di atas kepala (ketinggian 60 ° atau lebih) di atas Jepang setiap saat.
QZSS menggunakan tiga satelit, masing-masing 120 ° terpisah, dengan orbit yang sangat miring, sedikit elips, dan geosynchronous. Karena kecenderungan ini, mereka tidak [[Orbit geostasioner|geostasioner]]; Mereka tidak tinggal di tempat yang sama di langit. Sebagai gantinya, jejak tanah mereka adalah pola angka-8 asimetris (analemma), dirancang untuk memastikan bahwa muatannya hampir di atas kepala (ketinggian 60 ° atau lebih) di atas Jepang setiap saat.
Baris 25: Baris 25:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
* [https://web.archive.org/web/20061111095113/http://www.gpsworld.com/gpsworld/article/articleDetail.jsp?id=61200 Petrovski, Ivan G. QZSS - Japan's New Integrated Communication and Positioning Service for Mobile Users.] GPS World Online. June 1, 2003.
* [https://web.archive.org/web/20081206183659/http://www.space.com/spacenews/archive04/budgetarch_090704.html Kallender-Umezu, Paul. Japan Seeking 13 Percent Budget Hike for Space Activities.] Space.com. September 7, 2004.
* [https://web.archive.org/web/20110614022238/http://www.navcen.uscg.gov/pdf/cgsicMeetings/47/%5B24%5Dqzzmsas.pdf QZSS / MSAS Status] Kogure, Satoshi. Presentation at the 47th Meeting of the Civil Global Positioning System Service Interface Committee (CGSIC). September 25, 2007.
 
* [http://www.qzss.jp/en/ Government Of Japan QZSS site]
* [http://qzss.jaxa.jp JAXA QZSS site]
* [https://web.archive.org/web/20100817162351/http://qz-vision.jaxa.jp/ JAXA MICHIBIKI data site]
* [http://qz-vision.jaxa.jp/USE/en/ JAXA MICHIBIKI data site, English subsite]
* [http://www.jaxa.jp/projects/sat/qzss/index_e.html JAXA Quasi-Zenith Satellite-1 "MICHIBIKI"]
* [http://www.jaxa.jp/countdown/f18/index_e.html JAXA MICHIBIKI Special Site]
* [https://twitter.com/QZSS JAXA QZSS Twitter account]
* [http://www.navipedia.net/index.php/QZSS ESA Navipedia QZSS article]
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sistem+Satelit+Quasi-Zenith&oldid=28610259 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28610259 (2025-11-23T04:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sistem+Satelit+Quasi-Zenith&oldid=28610259 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28610259 (2025-11-23T04:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.58

Sistem Satelit Quasi-Zenith atau Quasi-Zenith Satellite System (QZSS) adalah sistem transfer waktu regional tiga satelit dalam pengembangan dan sistem augmentasi berbasis satelit untuk Global Positioning System yang akan menjadi penerima di Jepang. Satelit pertama "Michibiki" diluncurkan pada 11 September 2010.[1] Status operasional penuh diperkirakan pada 2013.[2][3] Pada bulan Maret 2013, Kantor Kabinet Jepang mengumumkan perluasan Sistem Satelit Kuasi-Zenit dari tiga satelit ke empat.[4] Kontrak senilai $ 526 juta dengan Mitsubishi Electric untuk pembangunan tiga satelit dijadwalkan diluncurkan sebelum akhir 2017. Sistem empat satelit dasar direncanakan akan beroperasi pada tahun 2018.[5]

Berita resmi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2002, mengerjakan sebuah konsep untuk Sistem Satelit Kuasi-Zenit (QZSS), atau Juntencho eisei shisutemu ( bahasa Jepang), mulai dikembangkan oleh tim Advanced Space Business Corporation (ASBC), termasuk Mitsubishi Electric, Hitachi, dan GNSS Technologies Inc. Namun, ASBC ambruk pada tahun 2007. Pekerjaan diambil alih oleh Satellite Positioning Research and Application Center. SPAC dimiliki oleh empat departemen pemerintah Jepang: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, dan Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata.[6]

QZSS ditargetkan untuk memberikan layanan posisi yang sangat tepat dan stabil di wilayah Asia-Oceania, sambil menjaga kompatibilitas dengan GPS.[7] Satelit ketiga diluncurkan ke orbit pada tanggal 19 Agustus 2017. Yang keempat diluncurkan pada tanggal 10 Oktober 2017.[8] The fourth was launched on October 10, 2017.[9]

QZSS menggunakan tiga satelit, masing-masing 120 ° terpisah, dengan orbit yang sangat miring, sedikit elips, dan geosynchronous. Karena kecenderungan ini, mereka tidak geostasioner; Mereka tidak tinggal di tempat yang sama di langit. Sebagai gantinya, jejak tanah mereka adalah pola angka-8 asimetris (analemma), dirancang untuk memastikan bahwa muatannya hampir di atas kepala (ketinggian 60 ° atau lebih) di atas Jepang setiap saat.

Sistem Satelit Quasi-Zenith (QZSS) dapat digunakan di Indonesia karena bentuk orbitnya yang unik. QZSS adalah sistem navigasi satelit regional yang dikembangkan oleh pemerintah Jepang untuk meningkatkan sistem navigasi satelit regional yang dioperasikan oleh Amerika Serikat, yaitu GPS. QZSS dapat digunakan secara terintegrasi dengan GPS.

QZSS berfungsi sebagai sistem navigasi satelit regional yang menyediakan layanan komunikasi regional dan informasi posisi. Empat satelit yang berada dalam Orbit Quasi-Zenith (QSO) periodik dengan menggunakan frekuensi yang sama dengan GPS, jam juga yang disinkronkan dengan waktu GPS. Uji coba pada 12 Januari 2018, dan secara resmi dimulai pada 1 November 2018

QZSS dapat digunakan untuk wilayah Asia-Oseania, termasuk Indonesia. Potensi pemanfaatan layanan QZSS di Indonesia perlu didukung dengan kolaborasi penelitian dan pemanfaatan bersama antar institusi di Indonesia dan di Jepang.

Orbit kuasi-zenith

Orbit kuasi-zenith (QZO) berbeda dengan orbit GPS karena satelit GPS berada di Orbit Bumi Menengah (MEO) yang melingkar mengelilingi Bumi untuk cakupan global, sedangkan satelit di orbit QZO (seperti pada sistem QZSS Jepang) berada pada orbit geosinkron miring (GSO) yang elips, yang memungkinkan satelit tersebut "diam" di atas wilayah geografis tertentu untuk waktu yang lebih lama dan meningkatkan ketersediaan sinyal di lingkungan yang menantang seperti perkotaan.

Jenis Orbit GPS adalah Orbit Bumi Menengah (Medium Earth Orbit - MEO). Ketinggian sekitar 20.200 km di atas permukaan bumi. Satelit bergerak dalam orbit melingkar yang mencakup seluruh bumi, dengan setiap orbit memakan waktu sekitar 12 jam. Tujuannya adalah untuk memberikan cakupan global secara merata.

Jenis Orbit Kuasi-Zenith adalah Orbit geosinkron miring (GSO) yang sedikit elips. Orbitnya berbentuk angka delapan di langit (analemma), yang tidak seperti orbit GPS yang melingkar. Dirancang khusus untuk menghabiskan lebih banyak waktu di atas wilayah geografis tertentu, seperti Jepang, agar satelit "hampir selalu" berada di atas kepala. Satelit bergerak lebih lambat di belahan bumi utara (menjauhi bumi) dan lebih cepat di belahan bumi selatan (mendekati bumi). Tujuan melengkapi sistem GPS global dengan menyediakan sinyal yang stabil dan akurat, terutama di daerah perkotaan yang padat dan wilayah geografis tertentu.

GPS bertujuan untuk cakupan global, sedangkan QZO dirancang untuk meningkatkan cakupan dan akurasi di wilayah regional tertentu. Satelit GPS bergerak dalam orbit melingkar yang mencakup seluruh Bumi, sedangkan satelit QZO bergerak dalam pola angka delapan asimetris di langit untuk tinggal di atas zona tertentu lebih lama.

QZO dan sistem seperti QZSS berfungsi sebagai sistem augmentasi, meningkatkan kinerja sistem navigasi utama seperti GPS dan bukan sebagai pengganti penuh.

Referensi

  1. Launch Result of the First Quasi-Zenith Satellite 'MICHIBIKI' by H-IIA Launch Vehicle No. 18. 2010-09-11.
  2. QZSS in 2010. Magazine article. Asian Surveying and Mapping. 2009-05-07.
  3. GNSS All Over the World. The System. GPS World Online. 2007-11-01.
  4. http://www.spaceflightnow.com/news/n1304/04qzss/ Japan to build fleet of navigation satellites 2013-04-04 Retrieved 2013-04-05
  5. Service Overview - What is the QZSS?. Cabinet Office, Government of Japan.
  6. Service Status of QZSS. 2008-12-12.
  7. [Movie Quasi-Zenith Satellite System "QZSS"]. Quasi-Zenith Satellite System(QZSS).
  8. https://spaceflightnow.com/2017/08/19/japan-launches-navigation-satellite-after-week-long-delay/
  9. https://spaceflightnow.com/launch-schedule/

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28610259 (2025-11-23T04:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.