Belik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28587365; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Belik''' adalah [[mata air]] kecil, yang umumnya berupa mata air rembesan ([[bahasa Inggris|Ingg.]] ''seep''). Istilah ini berasal dari [[bahasa Jawa]], ''belik'', yang artinya sumber air. | [[File:Belik_121112-30933_blor.jpg|thumb|right|280px|Belik 121112-30933 blor]] | ||
'''Belik''' adalah [[mata air]] kecil,<ref>KBBI Daring: [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/belik ''belik'']. Diakses 02/02/2020</ref> yang umumnya berupa mata air rembesan ([[bahasa Inggris|Ingg.]] ''seep''). Istilah ini berasal dari [[bahasa Jawa]], ''belik'', yang artinya sumber air.<ref>Kamus UGM: [http://kamus.ugm.ac.id/jowo.php ''belik'']. Diakses 02/02/2020</ref> | |||
Belik pada umumnya muncul atau berada di tebing-tebing [[sungai]], atau di lekukan lembah kecil; baik di tengah ladang maupun di celah bongkahan batu-batu cadas. Belik sering muncul di bawah [[pohon]] besar yang tumbuh di pangkal lembah. Namun sebaliknya, karena peran pentingnya sebagai sumber air, lingkungan di sekitar belik acap kali dilindungi dan dijaga warga setempat agar selalu hijau berpohon-pohon. Dalam pengertian aslinya, belik juga mencakup lubang-lubang atau cekungan dangkal yang dibuat manusia untuk menampung air di tebing atau di dasar sungai kering. | Belik pada umumnya muncul atau berada di tebing-tebing [[sungai]], atau di lekukan lembah kecil; baik di tengah ladang maupun di celah bongkahan batu-batu cadas. Belik sering muncul di bawah [[pohon]] besar yang tumbuh di pangkal lembah. Namun sebaliknya, karena peran pentingnya sebagai sumber air, lingkungan di sekitar belik acap kali dilindungi dan dijaga warga setempat agar selalu hijau berpohon-pohon. Dalam pengertian aslinya, belik juga mencakup lubang-lubang atau cekungan dangkal yang dibuat manusia untuk menampung air di tebing atau di dasar sungai kering. | ||
== Hidrologi == | == Hidrologi == | ||
Belik atau mata air rembesan adalah tempat, biasanya kecil saja, di mana air tanah merembes keluar secara perlahan ke permukaan tanah. Secara hidrologis, belik merupakan bagian penting dari [[siklus hidrologi]], sebagai tempat-tempat di mana air tanah pertama kali keluar untuk kemudian mengalir dan bergabung dengan aliran air permukaan, seperti saliran, [[sungai]], sungai besar, hingga ke [[laut]]. | Belik atau mata air rembesan adalah tempat, biasanya kecil saja, di mana air tanah merembes keluar secara perlahan ke permukaan tanah.<ref>USGS: [https://or.water.usgs.gov/projs_dir/willgw/glossary.html#S ''seep'']. Diakses 02/02/2020</ref> Secara hidrologis, belik merupakan bagian penting dari [[siklus hidrologi]], sebagai tempat-tempat di mana air tanah pertama kali keluar untuk kemudian mengalir dan bergabung dengan aliran air permukaan, seperti saliran, [[sungai]], sungai besar, hingga ke [[laut]].<ref>. (2003) [http://www.fao.org/3/y4690e/y4690e07.htm Ch. 2. Hydrology, soil archithecture and water movement], in "Optimizing Soil Moisture for Plant Production, the significance of soil porosity." ''FAO Soils Bulletin'' '''79'''. Rome: Food and Agriculture Organization''. ISBN 92-5-104944-0</ref> | ||
== Belik dalam budaya Jawa == | == Belik dalam budaya Jawa == | ||
Karena nilai pentingnya, beberapa belik ada yang dikeramatkan oleh warga setempat. Misalnya dijadikan objek ritual acara adat penduduk setempat seperti untuk memandikan [[pengantin]], memandikan [[pusaka]], dan lain-lain. | Karena nilai pentingnya, beberapa belik ada yang dikeramatkan oleh warga setempat. Misalnya dijadikan objek ritual acara adat penduduk setempat seperti untuk memandikan [[pengantin]], memandikan [[pusaka]], dan lain-lain.<ref>(2012). [http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/detail/fungsi-kesenian-tradisional-jaranan-manggolo-yudho-dalam-upacara-adat-nyadran-belik-di-desa-sumbergedong-kabupaten-trenggalek-mareta-dewi-puspitasari-56367.html ''Fungsi kesenian tradisional jaranan Manggolo Yudho dalam upacara adat Nyadran Belik di Desa Sumbergedong Kabupaten Trenggalek'']. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Malang (tidak diterbitkan).</ref><ref>Radar Banyumas OL: [https://radarbanyumas.co.id/festival-ramadan-grebeg-onje-ritual-ambil-air-dari-tujuh-belik/ ''Festival Ramadan Grebeg Onje – Ritual Ambil Air dari Tujuh Belik''] . Berita Jumat, 19 Mei 2017; diakses 02/02/2020</ref><ref>Jawa Pos OL: [https://www.jawapos.com/jpg-today/21/07/2019/sudah-tujuh-generasi-kepala-desa-yang-meneruskan-tradisi-monggang/ ''Sudah Tujuh Generasi Kepala Desa yang Meneruskan Tradisi Monggang'']. Berita 21 Juli 2019, 16:23:15 WIB; diakses 02/02/2020</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* Disbud DIY: [http://www.tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=brta&id=NDA0&fle=Y29udGVudGRldGlsLnBocA==&lback=a2F0PWJydGEmaWQ9TXprMyZmbGU9WTI5dWRHVnVkQzV3YUhBPSZsYmFjaz1hMkYwUFdKeWRHRW1iR0poWTJzOQ== ''"Umbul Donga Kali Belik" Kelurahan Terban'']. Berita Rabu, 8 Agustus 2018 | * Disbud DIY: [http://www.tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=brta&id=NDA0&fle=Y29udGVudGRldGlsLnBocA==&lback=a2F0PWJydGEmaWQ9TXprMyZmbGU9WTI5dWRHVnVkQzV3YUhBPSZsYmFjaz1hMkYwUFdKeWRHRW1iR0poWTJzOQ== ''"Umbul Donga Kali Belik" Kelurahan Terban'']. Berita Rabu, 8 Agustus 2018 | ||
* Mongabay: [https://www.mongabay.co.id/2016/08/04/pesan-lingkungan-dari-ritual-ritual-adat-yogyakarta/ ''Pesan Lingkungan dari Ritual-ritual Adat Yogyakarta'']. Artikel 4 Agustus 2016 | * Mongabay: [https://www.mongabay.co.id/2016/08/04/pesan-lingkungan-dari-ritual-ritual-adat-yogyakarta/ ''Pesan Lingkungan dari Ritual-ritual Adat Yogyakarta'']. Artikel 4 Agustus 2016 | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belik&oldid=28587365 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28587365 (2025-11-21T12:08:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.04

Belik adalah mata air kecil,[1] yang umumnya berupa mata air rembesan (Ingg. seep). Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, belik, yang artinya sumber air.[2]
Belik pada umumnya muncul atau berada di tebing-tebing sungai, atau di lekukan lembah kecil; baik di tengah ladang maupun di celah bongkahan batu-batu cadas. Belik sering muncul di bawah pohon besar yang tumbuh di pangkal lembah. Namun sebaliknya, karena peran pentingnya sebagai sumber air, lingkungan di sekitar belik acap kali dilindungi dan dijaga warga setempat agar selalu hijau berpohon-pohon. Dalam pengertian aslinya, belik juga mencakup lubang-lubang atau cekungan dangkal yang dibuat manusia untuk menampung air di tebing atau di dasar sungai kering.
Hidrologi
Belik atau mata air rembesan adalah tempat, biasanya kecil saja, di mana air tanah merembes keluar secara perlahan ke permukaan tanah.[3] Secara hidrologis, belik merupakan bagian penting dari siklus hidrologi, sebagai tempat-tempat di mana air tanah pertama kali keluar untuk kemudian mengalir dan bergabung dengan aliran air permukaan, seperti saliran, sungai, sungai besar, hingga ke laut.[4]
Belik dalam budaya Jawa
Karena nilai pentingnya, beberapa belik ada yang dikeramatkan oleh warga setempat. Misalnya dijadikan objek ritual acara adat penduduk setempat seperti untuk memandikan pengantin, memandikan pusaka, dan lain-lain.[5][6][7]
Pranala luar
- Disbud DIY: "Umbul Donga Kali Belik" Kelurahan Terban. Berita Rabu, 8 Agustus 2018
- Mongabay: Pesan Lingkungan dari Ritual-ritual Adat Yogyakarta. Artikel 4 Agustus 2016
Referensi
- ↑ KBBI Daring: belik. Diakses 02/02/2020
- ↑ Kamus UGM: belik. Diakses 02/02/2020
- ↑ USGS: seep. Diakses 02/02/2020
- ↑ . (2003) Ch. 2. Hydrology, soil archithecture and water movement, in "Optimizing Soil Moisture for Plant Production, the significance of soil porosity." FAO Soils Bulletin 79. Rome: Food and Agriculture Organization. ISBN 92-5-104944-0
- ↑ (2012). Fungsi kesenian tradisional jaranan Manggolo Yudho dalam upacara adat Nyadran Belik di Desa Sumbergedong Kabupaten Trenggalek. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Malang (tidak diterbitkan).
- ↑ Radar Banyumas OL: Festival Ramadan Grebeg Onje – Ritual Ambil Air dari Tujuh Belik . Berita Jumat, 19 Mei 2017; diakses 02/02/2020
- ↑ Jawa Pos OL: Sudah Tujuh Generasi Kepala Desa yang Meneruskan Tradisi Monggang. Berita 21 Juli 2019, 16:23:15 WIB; diakses 02/02/2020
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28587365 (2025-11-21T12:08:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.