Lompat ke isi

Seismik refleksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22909819; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Seismik Refleksi''' adalah salah satu dari dua [[metode seismik]]. Seismik Refleksi termasuk metode [[geofisika]] eksplorasi yang menggunakan prinsip [[seismologi]] untuk dapat mengetahui sifat-sifat [[batu]]an yang ada di bawah permukaan [[bumi]] dari respon [[gelombang seismik]] refleksinya (gelombang pantul). Metode refleksi ini membutuhkan sumber energi sebagai sumber getarannya. Contoh sumber energinya seperti [[dinamit]], [[seismik vibrator]] atau yang biasa disebut dengan [[Vibroseis]], dan [[Air Gun]]. Hasil dari pengukuran seismik refleksi berupa penampang seismik yang memperlihatkan penampang lapisan di bawah permukaan bumi beserta strukturnya.
[[File:Types_of_noise_on_a_seismic_record.png|thumb|right|280px|Types of noise on a seismic record]]


'''Seismik Refleksi''' adalah salah satu dari dua [[metode seismik]].<ref>Telford W.M. 2004. "Applied Geophysics: Second Edition"</ref> Seismik Refleksi termasuk metode [[geofisika]] eksplorasi yang menggunakan prinsip [[seismologi]] untuk dapat mengetahui sifat-sifat [[batu]]an yang ada di bawah permukaan [[bumi]] dari respon [[gelombang seismik]] refleksinya (gelombang pantul). Metode refleksi ini membutuhkan sumber energi sebagai sumber getarannya. Contoh sumber energinya seperti [[dinamit]], [[seismik vibrator]] atau yang biasa disebut dengan [[Vibroseis]], dan [[Air Gun]]. Hasil dari pengukuran seismik refleksi berupa penampang seismik yang memperlihatkan penampang lapisan di bawah permukaan bumi beserta strukturnya.
<ref>Sheriff, R. E., Geldart, L. P.1995. "Exploration Seismology: Second Edition"</ref>
Sumber energi seismik refleksi menghasilkan getaran yang menjalar di bawah permukaan bumi yang kemudian akan terpantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. [[Gelombang]] yang terpantulkan tersebut direkam dan diterima oleh alat perekam gelombang bernama [[geophone]] yang terpasang di permukaan.
Sumber energi seismik refleksi menghasilkan getaran yang menjalar di bawah permukaan bumi yang kemudian akan terpantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. [[Gelombang]] yang terpantulkan tersebut direkam dan diterima oleh alat perekam gelombang bernama [[geophone]] yang terpasang di permukaan.


Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama adalah akuisisi data seismik, pengolahan data dan interpretasi data seismik.
Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama adalah akuisisi data seismik, pengolahan data dan interpretasi data seismik.<ref>Sismanto. 1996. "Seismik Eksplorasi"</ref>
== Akuisisi data seismik ==
== Akuisisi data seismik ==
Akuisisi data seismik merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvey. Akuisisi yang baik sangat penting untuk mendapatkan data yang baik dan benar. Persiapan awal yang harus dilakukan adalah menentukan parameter-parameter lapangan yang cocok dari daerah survey. Penentuan parameter tersebut dilakukan untuk menetapkan parameter awal dalam suatu racangan survey yang dipilih sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target selengkap mungkin dengan [[noise]] serendah mungkin. Di dalam survey kemungkinan pasti adanya masalah yang timbul pada saat pengukuran. Conthnya:
Akuisisi data seismik merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvey. Akuisisi yang baik sangat penting untuk mendapatkan data yang baik dan benar. Persiapan awal yang harus dilakukan adalah menentukan parameter-parameter lapangan yang cocok dari daerah survey. Penentuan parameter tersebut dilakukan untuk menetapkan parameter awal dalam suatu racangan survey yang dipilih sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target selengkap mungkin dengan [[noise]] serendah mungkin. Di dalam survey kemungkinan pasti adanya masalah yang timbul pada saat pengukuran. Conthnya:
# Kedalaman Target
# Kedalaman Target
Baris 29: Baris 30:
# Panjang, Arah, dan Spasi Lintasan
# Panjang, Arah, dan Spasi Lintasan
== Pengolahan data seismik ==
== Pengolahan data seismik ==
Pengolahan Data Seismik adalah proses pemrosesan data agar mendapatkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan. Tahap-tahap Pengolahan data seismik adalah:
Pengolahan Data Seismik adalah proses pemrosesan data agar mendapatkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan. Tahap-tahap Pengolahan data seismik adalah:
# Pemrosesan Rutin data Seismik
# Pemrosesan Rutin data Seismik
Baris 45: Baris 45:
# Interpretasi 3D, VSP, AVO
# Interpretasi 3D, VSP, AVO
# Interpretasi Tomografi
# Interpretasi Tomografi
== Referensi ==
== Pranala ==
== Pranala ==
[https://en.wikipedia.org/wiki/Reflection_seismology Reflection Seismology]
[https://en.wikipedia.org/wiki/Reflection_seismology Reflection Seismology]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seismik+refleksi&oldid=22909819 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22909819 (2023-02-09T17:40:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seismik+refleksi&oldid=22909819 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22909819 (2023-02-09T17:40:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.06

Types of noise on a seismic record

Seismik Refleksi adalah salah satu dari dua metode seismik.[1] Seismik Refleksi termasuk metode geofisika eksplorasi yang menggunakan prinsip seismologi untuk dapat mengetahui sifat-sifat batuan yang ada di bawah permukaan bumi dari respon gelombang seismik refleksinya (gelombang pantul). Metode refleksi ini membutuhkan sumber energi sebagai sumber getarannya. Contoh sumber energinya seperti dinamit, seismik vibrator atau yang biasa disebut dengan Vibroseis, dan Air Gun. Hasil dari pengukuran seismik refleksi berupa penampang seismik yang memperlihatkan penampang lapisan di bawah permukaan bumi beserta strukturnya. [2] Sumber energi seismik refleksi menghasilkan getaran yang menjalar di bawah permukaan bumi yang kemudian akan terpantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. Gelombang yang terpantulkan tersebut direkam dan diterima oleh alat perekam gelombang bernama geophone yang terpasang di permukaan.

Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama adalah akuisisi data seismik, pengolahan data dan interpretasi data seismik.[3]

Akuisisi data seismik

Akuisisi data seismik merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvey. Akuisisi yang baik sangat penting untuk mendapatkan data yang baik dan benar. Persiapan awal yang harus dilakukan adalah menentukan parameter-parameter lapangan yang cocok dari daerah survey. Penentuan parameter tersebut dilakukan untuk menetapkan parameter awal dalam suatu racangan survey yang dipilih sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target selengkap mungkin dengan noise serendah mungkin. Di dalam survey kemungkinan pasti adanya masalah yang timbul pada saat pengukuran. Conthnya:

  1. Kedalaman Target
  2. Kualitas Refleksi
  3. Resolusi Vertikal yang di inginkan
  4. Kemiringan Target
  5. Ciri-ciri Jebakan
  6. Masalah Noise yang khusus
  7. Problem Logistik Team
  8. Proses Spesial yang di inginkan

Dari masalah yang timbul tersebut, cara untuk mengatasinya adalah dengan menentukan parameter-parameter yang diperlukan di lapangan. Parameter pokok yang berpengaruh pada kualitas data yaitu:

  1. Offset Terjauh dan Terdekat
  2. Grup Interval
  3. Ukuran Sumber Listrik
  4. Kedalaman Sumber
  5. Kelipatan Liputan (Fold Coverage)
  6. Laju Pencuplikan
  7. Tapis Potong Rendah (Low Cut Filter)
  8. Frekuensi Geophone
  9. Panjang Rekaman
  10. Rangkaian Geophone
  11. Larikan Bentang Geophone
  12. Panjang, Arah, dan Spasi Lintasan

Pengolahan data seismik

Pengolahan Data Seismik adalah proses pemrosesan data agar mendapatkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan. Tahap-tahap Pengolahan data seismik adalah:

  1. Pemrosesan Rutin data Seismik
  2. Proses Koreksi Statik
  3. Proses Konvolusi dan Koreasi
  4. Proses pembuatan Sintetik Seismogram
  5. Filtering (Filter frekuensi, wiener, spike, f-k dan lain-lain)
  6. Proses Migrasi
  7. Pemodelan Geometri

Interpretasi data seismik

Interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk memperkirakan material batuan di bawah permukaan.Interpretasi data seismik meliputi:

  1. Indentifikasi Perubahan Amplitudo dan Struktur
  2. Garis Kontur
  3. Interpretasi Stratigrafi
  4. Interpretasi 3D, VSP, AVO
  5. Interpretasi Tomografi

Pranala

Reflection Seismology

Referensi

  1. Telford W.M. 2004. "Applied Geophysics: Second Edition"
  2. Sheriff, R. E., Geldart, L. P.1995. "Exploration Seismology: Second Edition"
  3. Sismanto. 1996. "Seismik Eksplorasi"

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22909819 (2023-02-09T17:40:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.