Lompat ke isi

Paleobenua: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28601893; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Paleobenua''' adalah sebuah wilayah khas dari [[kerak benua]] yang dahulunya merupakan sebuah massa daratan utama di masa lampau geologis. Derdapat banyak jenis benua selama Bumi ada. Ukuran mereka berbeda-beda, beberapa hanyalah kumpulan mikrobenua sementara lainnya adalah sebuah kumpulan besar kerak. Seiring waktu berjalan dan ketinggian air laut naik dan turun, lebih banyak kerak dapat muncul ke permukaan, menghasilkan massa daratan yang lebih besar. Benua-benua di masa lampau membentuk evolusi organisme di Bumi, serta berkontribusi pada iklim global. Seiring massa daratan pecah, spesies terpisah dan mereka yang awalnya merupakan spesies yang sama akan berevolusi menjadi spesies baru untuk menyesuaikan iklim yang baru. Pergerakan terus-menerus massa-massa daratan ini sangat menentukan distribusi organisme pada permukaan Bumi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya fosil-fosil serupa yang ditemukan pada massa benua yang berbeda. Selain itu, pergerakan benua juga menghasilkan peristiwa pembangunan gunung ([[orogeni]]), yang menyebabkan perubahan pada iklim global seiring batuan baru naik ke permukaan dan lebih banyak batu terpapar di permukaan pada ketinggian yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan penyebaran es glasial, dan secara keseluruhan iklim global yang lebih dingin. Pergerakan benua juga sangat memengaruhi penyebaran organisme secara keseluruhan ke seluruh dunia, dan tren cuaca selama [[sejarah Bumi]]. Contohnya paleobenua adalah [[Laurentia]], [[Baltica]] dan [[Avalonia]], yang bertubrukan bersama selama [[orogeni Kaledonia]] untuk memebentuk paleobenua [[Batu pasir merah tua]] [[Laurussia]]. Contoh lainnya mencakup tumbukan yang terjadi pada Pennsylvanium akhir dan [[Kisuralium]] antara benua Tarimsky dan Kirgiz-Kazakh. Tumbukan ini disebabkan oleh konvergensi miring mereka, saat cekungan laut kunonya tertutup.
[[File:Laurasia-Gondwana.png|thumb|right|280px|Prakiraan bentuk Laurasia-Gondwana]]
 
'''Paleobenua''' adalah sebuah wilayah khas dari [[kerak benua]] yang dahulunya merupakan sebuah massa daratan utama di masa lampau geologis.<ref>Nance R.D. [https://www.geosociety.org/gsatoday/archive/18/12/pdf/i1052-5173-18-12-4.pdf The Rheic Ocean: Origin, Evolution, and Significance]. ''GSA Today''. 2008. Vol. 18 (12). hlm. 4–12. doi:10.1130/GSATG24A.1.</ref> Derdapat banyak jenis benua selama Bumi ada. Ukuran mereka berbeda-beda, beberapa hanyalah kumpulan mikrobenua sementara lainnya adalah sebuah kumpulan besar kerak. Seiring waktu berjalan dan ketinggian air laut naik dan turun, lebih banyak kerak dapat muncul ke permukaan, menghasilkan massa daratan yang lebih besar. Benua-benua di masa lampau membentuk evolusi organisme di Bumi, serta berkontribusi pada iklim global. Seiring massa daratan pecah, spesies terpisah dan mereka yang awalnya merupakan spesies yang sama akan berevolusi menjadi spesies baru untuk menyesuaikan iklim yang baru. Pergerakan terus-menerus massa-massa daratan ini sangat menentukan distribusi organisme pada permukaan Bumi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya fosil-fosil serupa yang ditemukan pada massa benua yang berbeda.<ref>[https://pubs.usgs.gov/gip/dynamic/continents.html Rejoined continents [This Dynamic Earth, USGS]]. ''pubs.usgs.gov''.</ref> Selain itu, pergerakan benua juga menghasilkan peristiwa pembangunan gunung ([[orogeni]]), yang menyebabkan perubahan pada iklim global seiring batuan baru naik ke permukaan dan lebih banyak batu terpapar di permukaan pada ketinggian yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan penyebaran es glasial, dan secara keseluruhan iklim global yang lebih dingin. Pergerakan benua juga sangat memengaruhi penyebaran organisme secara keseluruhan ke seluruh dunia, dan tren cuaca selama [[sejarah Bumi]].<ref>[https://www.britannica.com/place/Caledonian-Orogenic-Belt Caledonian orogenic belt geological region, Europe].</ref> Contohnya paleobenua adalah [[Laurentia]], [[Baltica]] dan [[Avalonia]], yang bertubrukan bersama selama [[orogeni Kaledonia]] untuk memebentuk paleobenua [[Batu pasir merah tua]] [[Laurussia]].<ref>Nance R.D. [https://www.geosociety.org/gsatoday/archive/18/12/pdf/i1052-5173-18-12-4.pdf The Rheic Ocean: Origin, Evolution, and Significance]. ''GSA Today''. 2008. Vol. 18 (12). hlm. 4–12. doi:10.1130/GSATG24A.1.</ref> Contoh lainnya mencakup tumbukan yang terjadi pada Pennsylvanium akhir dan [[Kisuralium]] antara benua Tarimsky dan Kirgiz-Kazakh. Tumbukan ini disebabkan oleh konvergensi miring mereka, saat cekungan laut kunonya tertutup.<ref>Yu Biske. [https://www.researchgate.net/publication/285306591 Late Paleozoic collision of the Tarimskiy and Kirghiz-Kazakh paleocontinents]. ''Geotectonics''. August 1995. Vol. 29. hlm. 26.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paleobenua&oldid=28601893 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28601893 (2025-11-22T09:13:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paleobenua&oldid=28601893 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28601893 (2025-11-22T09:13:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.09

Prakiraan bentuk Laurasia-Gondwana

Paleobenua adalah sebuah wilayah khas dari kerak benua yang dahulunya merupakan sebuah massa daratan utama di masa lampau geologis.[1] Derdapat banyak jenis benua selama Bumi ada. Ukuran mereka berbeda-beda, beberapa hanyalah kumpulan mikrobenua sementara lainnya adalah sebuah kumpulan besar kerak. Seiring waktu berjalan dan ketinggian air laut naik dan turun, lebih banyak kerak dapat muncul ke permukaan, menghasilkan massa daratan yang lebih besar. Benua-benua di masa lampau membentuk evolusi organisme di Bumi, serta berkontribusi pada iklim global. Seiring massa daratan pecah, spesies terpisah dan mereka yang awalnya merupakan spesies yang sama akan berevolusi menjadi spesies baru untuk menyesuaikan iklim yang baru. Pergerakan terus-menerus massa-massa daratan ini sangat menentukan distribusi organisme pada permukaan Bumi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya fosil-fosil serupa yang ditemukan pada massa benua yang berbeda.[2] Selain itu, pergerakan benua juga menghasilkan peristiwa pembangunan gunung (orogeni), yang menyebabkan perubahan pada iklim global seiring batuan baru naik ke permukaan dan lebih banyak batu terpapar di permukaan pada ketinggian yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan penyebaran es glasial, dan secara keseluruhan iklim global yang lebih dingin. Pergerakan benua juga sangat memengaruhi penyebaran organisme secara keseluruhan ke seluruh dunia, dan tren cuaca selama sejarah Bumi.[3] Contohnya paleobenua adalah Laurentia, Baltica dan Avalonia, yang bertubrukan bersama selama orogeni Kaledonia untuk memebentuk paleobenua Batu pasir merah tua Laurussia.[4] Contoh lainnya mencakup tumbukan yang terjadi pada Pennsylvanium akhir dan Kisuralium antara benua Tarimsky dan Kirgiz-Kazakh. Tumbukan ini disebabkan oleh konvergensi miring mereka, saat cekungan laut kunonya tertutup.[5]

Referensi

  1. Nance R.D. The Rheic Ocean: Origin, Evolution, and Significance. GSA Today. 2008. Vol. 18 (12). hlm. 4–12. doi:10.1130/GSATG24A.1.
  2. Rejoined continents [This Dynamic Earth, USGS]. pubs.usgs.gov.
  3. Caledonian orogenic belt geological region, Europe.
  4. Nance R.D. The Rheic Ocean: Origin, Evolution, and Significance. GSA Today. 2008. Vol. 18 (12). hlm. 4–12. doi:10.1130/GSATG24A.1.
  5. Yu Biske. Late Paleozoic collision of the Tarimskiy and Kirghiz-Kazakh paleocontinents. Geotectonics. August 1995. Vol. 29. hlm. 26.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28601893 (2025-11-22T09:13:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.