Lompat ke isi

Peledak Sprengel: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27230897; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bahan peledak Sprengel''' adalah golongan bahan generik yang ditemukan oleh Hermann Sprengel pada tahun 1870-an. Bahan peledak ini terdiri dari campuran [[stoikiometri]]s [[oksidator]] kuat dan bahan bakar reaktif, yang dicampur sebelum digunakan untuk meningkatkan keselamatan. Baik oksidator atau bahan bakar, atau keduanya, harus berupa cairan untuk memudahkan pencampuran, dan kontak erat antara bahan-bahan untuk laju reaksi yang cepat.
'''Bahan peledak Sprengel''' adalah golongan bahan generik yang ditemukan oleh Hermann Sprengel pada tahun 1870-an. Bahan peledak ini terdiri dari campuran [[stoikiometri]]s [[oksidator]] kuat dan bahan bakar reaktif, yang dicampur sebelum digunakan untuk meningkatkan keselamatan. Baik oksidator atau bahan bakar, atau keduanya, harus berupa cairan untuk memudahkan pencampuran, dan kontak erat antara bahan-bahan untuk laju reaksi yang cepat.<ref>Messel, Rudolph. [http://www.rsc.org/Publishing/Journals/CT/article.asp?doi=CT9079100660 Hermann Johann Philipp Sprengel]. ''Journal of the Chemical Society''. 1907. Vol. 91. hlm. 661–663.</ref><ref>Toni Whitt. [https://mobile.nytimes.com/2006/06/02/nyregion/02islands.html The east river is cleaner now and the birds say so]. ''The New York Times''. 2 June 2006.</ref>


Sprengel menyarankan [[asam nitrat]], [[nitrat]], dan [[klorat]] sebagai oksidator, dan nitro aromatik (misalnya nitrobenzena) sebagai bahan bakar. Bahan peledak Sprengel lainnya yang digunakan pada berbagai waktu meliputi [[arang]] dengan [[oksigen cair]] ([[oksiliquit]]), "Rackarock", dan [[amonium nitrat]] [[ANFO]] (oksidator) yang dicampur dengan [[bahan bakar minyak]] (bahan bakar), biasanya [[solar]], [[minyak tanah]], atau [[Nitrometana|nitromethane]]. Akhirnya ANFO menggantikan semua yang lain karena oksidatornya adalah yang paling aman, dan - karena penggunaannya yang luas sebagai pupuk dalam pertanian - juga yang termurah.
Sprengel menyarankan [[asam nitrat]], [[nitrat]], dan [[klorat]] sebagai oksidator, dan nitro aromatik (misalnya nitrobenzena) sebagai bahan bakar. Bahan peledak Sprengel lainnya yang digunakan pada berbagai waktu meliputi [[arang]] dengan [[oksigen cair]] ([[oksiliquit]]), "Rackarock", dan [[amonium nitrat]] [[ANFO]] (oksidator) yang dicampur dengan [[bahan bakar minyak]] (bahan bakar), biasanya [[solar]], [[minyak tanah]], atau [[Nitrometana|nitromethane]]. Akhirnya ANFO menggantikan semua yang lain karena oksidatornya adalah yang paling aman, dan - karena penggunaannya yang luas sebagai pupuk dalam pertanian - juga yang termurah.
Baris 6: Baris 6:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peledak+Sprengel&oldid=27230897 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27230897 (2025-05-05T01:13:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peledak+Sprengel&oldid=27230897 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27230897 (2025-05-05T01:13:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.13

Bahan peledak Sprengel adalah golongan bahan generik yang ditemukan oleh Hermann Sprengel pada tahun 1870-an. Bahan peledak ini terdiri dari campuran stoikiometris oksidator kuat dan bahan bakar reaktif, yang dicampur sebelum digunakan untuk meningkatkan keselamatan. Baik oksidator atau bahan bakar, atau keduanya, harus berupa cairan untuk memudahkan pencampuran, dan kontak erat antara bahan-bahan untuk laju reaksi yang cepat.[1][2]

Sprengel menyarankan asam nitrat, nitrat, dan klorat sebagai oksidator, dan nitro aromatik (misalnya nitrobenzena) sebagai bahan bakar. Bahan peledak Sprengel lainnya yang digunakan pada berbagai waktu meliputi arang dengan oksigen cair (oksiliquit), "Rackarock", dan amonium nitrat ANFO (oksidator) yang dicampur dengan bahan bakar minyak (bahan bakar), biasanya solar, minyak tanah, atau nitromethane. Akhirnya ANFO menggantikan semua yang lain karena oksidatornya adalah yang paling aman, dan - karena penggunaannya yang luas sebagai pupuk dalam pertanian - juga yang termurah.

" Rackarock " terdiri dari kalium klorat dan nitrobenzena. Zat ini tersedia dalam bentuk kartrid klorat yang dapat ditembus air, yang ditempatkan dalam keranjang kawat dan dicelupkan ke dalam nitrobenzena selama beberapa detik sebelum digunakan. Untuk penggunaan di bawah air, zat ini dapat disediakan dalam kaleng. Zat ini terkenal digunakan dalam penghancuran besar-besaran Flood Rock oleh kapal selam, yang merupakan bahaya navigasi di Long Island Sound pada tahun 1885. Muatan lebih dari seratus ton bahan peledak (yang diletakkan di terowongan 20 meter di bawah permukaan laut) menghancurkan sekitar 600.000 ton batu.

Referensi

  1. Messel, Rudolph. Hermann Johann Philipp Sprengel. Journal of the Chemical Society. 1907. Vol. 91. hlm. 661–663.
  2. Toni Whitt. The east river is cleaner now and the birds say so. The New York Times. 2 June 2006.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27230897 (2025-05-05T01:13:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.