Novopangaea: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28462944; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Novopangaea''' atau '''Novopangea''' (Greco - Kata Latin untuk "Pangea Baru") adalah superbenua masa depan yang mungkin dipostulasikan oleh [[Roy Livermore]] (sekarang di [[Universitas Cambridge]]) pada akhir 1990-an. ia berpendapat bahwa Penutupan Pasifik, tabrakan Australia dengan Asia Timur, dan Pergerakan Antarktika ke arah utara. | [[File:Image_200.00my_(Novopangea).jpg|thumb|right|280px|Image 200.00my (Novopangea)]] | ||
'''Novopangaea''' atau '''Novopangea''' (Greco - Kata Latin untuk "Pangea Baru") adalah superbenua masa depan yang mungkin dipostulasikan oleh [[Roy Livermore]] (sekarang di [[Universitas Cambridge]]) pada akhir 1990-an. ia berpendapat bahwa Penutupan Pasifik, tabrakan Australia dengan Asia Timur, dan Pergerakan Antarktika ke arah utara.<ref>Wilkins, Alasdair. "[https://gizmodo.com/a-history-of-supercontinents-on-planet-earth-5744636 A history of supercontinents on planet Earth]" at ''io9''. 27 Jan 2011. Diakses tanggal 22 Juli 2014.</ref> | |||
== Skenario alternatif == | == Skenario alternatif == | ||
Seorang [[geologi sejarah|paleogeolog]] bernama [[Ronald Blakey]] menggambarkan bagaimana perkembangan [[Tektonika lempeng|tektonika]] 15 hingga 100 juta tahun ke depan untuk dapat memprediksi, akan tetapi tidak ada benua super yang akan terbentuk dalam waktu selama itu. Selain itu, ia mengatakan bahwa catatan geologis penuh dengan perubahan tak terduga dalam aktivitas tektonik yang membuat proyeksi lebih lanjut "sangat, sangat spekulatif" ujarnya. Selain Novopangaea, dua superbenua hipotetis lainnya, yaitu "[[Amasia (benua)|Amasia]]" dan "[[Pangea Ultima]]" karya [[Christopher Scotese]] dan diilustrasikan dalam artikelnya yang berjudul "''[[New Scientist]]"'' pada Oktober 2007. | Seorang [[geologi sejarah|paleogeolog]] bernama [[Ronald Blakey]] menggambarkan bagaimana perkembangan [[Tektonika lempeng|tektonika]] 15 hingga 100 juta tahun ke depan untuk dapat memprediksi, akan tetapi tidak ada benua super yang akan terbentuk dalam waktu selama itu. Selain itu, ia mengatakan bahwa catatan geologis penuh dengan perubahan tak terduga dalam aktivitas tektonik yang membuat proyeksi lebih lanjut "sangat, sangat spekulatif" ujarnya.<ref>Manaugh, Geoff & al. [https://www.theatlantic.com/technology/archive/2013/09/what-did-the-continents-look-like-millions-of-years-ago/279892/ "What Did the Continents Look Like Millions of Years Ago?"] in ''The Atlantic'' online. 23 Sept 2013. Diakses tanggal 22 Juli 2014.</ref> Selain Novopangaea, dua superbenua hipotetis lainnya, yaitu "[[Amasia (benua)|Amasia]]" dan "[[Pangea Ultima]]" karya [[Christopher Scotese]] dan diilustrasikan dalam artikelnya yang berjudul "''[[New Scientist]]"'' pada Oktober 2007.<ref>Caroline Williams. [http://www.science.org.au/nova/newscientist/104ns_011.htm Pangaea, the comeback]. ''New Scientist''. 20 October 2007.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Novopangaea&oldid=28462944 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28462944 (2025-11-13T13:51:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.14
Novopangaea atau Novopangea (Greco - Kata Latin untuk "Pangea Baru") adalah superbenua masa depan yang mungkin dipostulasikan oleh Roy Livermore (sekarang di Universitas Cambridge) pada akhir 1990-an. ia berpendapat bahwa Penutupan Pasifik, tabrakan Australia dengan Asia Timur, dan Pergerakan Antarktika ke arah utara.[1]
Skenario alternatif
Seorang paleogeolog bernama Ronald Blakey menggambarkan bagaimana perkembangan tektonika 15 hingga 100 juta tahun ke depan untuk dapat memprediksi, akan tetapi tidak ada benua super yang akan terbentuk dalam waktu selama itu. Selain itu, ia mengatakan bahwa catatan geologis penuh dengan perubahan tak terduga dalam aktivitas tektonik yang membuat proyeksi lebih lanjut "sangat, sangat spekulatif" ujarnya.[2] Selain Novopangaea, dua superbenua hipotetis lainnya, yaitu "Amasia" dan "Pangea Ultima" karya Christopher Scotese dan diilustrasikan dalam artikelnya yang berjudul "New Scientist" pada Oktober 2007.[3]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Wilkins, Alasdair. "A history of supercontinents on planet Earth" at io9. 27 Jan 2011. Diakses tanggal 22 Juli 2014.
- ↑ Manaugh, Geoff & al. "What Did the Continents Look Like Millions of Years Ago?" in The Atlantic online. 23 Sept 2013. Diakses tanggal 22 Juli 2014.
- ↑ Caroline Williams. Pangaea, the comeback. New Scientist. 20 October 2007.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28462944 (2025-11-13T13:51:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.