Lompat ke isi

Plastik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28863309; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Istilah '''plastik''' mencakup produk [[polimerisasi]] sintetik atau semi-sintetik. Plastik terbentuk dari [[reaksi kondensasi|kondensasi]] [[kimia organik|organik]] atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan kualitas plastik. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi [[film]] atau [[fiber sintetik]]. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, ketahanan, dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan, dipastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri dibelahan dunia.
Istilah '''plastik''' mencakup produk [[polimerisasi]] sintetik atau semi-sintetik. Plastik terbentuk dari [[reaksi kondensasi|kondensasi]] [[kimia organik|organik]] atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan kualitas plastik. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi [[film]] atau [[fiber sintetik]]. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, ketahanan, dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan, dipastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri dibelahan dunia.


'''Plastik''' dapat juga merujuk ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena [[shear stress]], lihat [[keplastikan (fisika)]] dan [[ductile]].
'''Plastik''' dapat juga merujuk ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena [[shear stress]], lihat [[keplastikan (fisika)]] dan [[ductile]].
Baris 8: Baris 7:
Plastik merupakan [[polimer]]; rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik umumnya terdiri dari polimer karbon saja atau dengan [[oksigen]], nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar [[silikon]]). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan [[abad 21]] dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.
Plastik merupakan [[polimer]]; rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik umumnya terdiri dari polimer karbon saja atau dengan [[oksigen]], nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar [[silikon]]). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan [[abad 21]] dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.


Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: [[permen karet]], "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: [[permen karet]], "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).<ref>[https://foresteract.com/plastik/ Plastik]</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Baris 17: Baris 16:
Berawal dari pembungkus roti, penggunaan plastik secara massal dimulai pada tahun [[1974]] ketika perusahaan-perusahaan ritel raksasa di [[Amerika Serikat]] seperti [[Sears]], Jordan Marsh, yang mulai menggunakan kantong plastik sebagai alternatif kantong kertas. Pada tahun [[1977]] [[kantong plastik]] mulai dipergunakan di [[Toko kelontong|toko-toko kelontong]] di Amerika Serikat dan [[Kanada]].
Berawal dari pembungkus roti, penggunaan plastik secara massal dimulai pada tahun [[1974]] ketika perusahaan-perusahaan ritel raksasa di [[Amerika Serikat]] seperti [[Sears]], Jordan Marsh, yang mulai menggunakan kantong plastik sebagai alternatif kantong kertas. Pada tahun [[1977]] [[kantong plastik]] mulai dipergunakan di [[Toko kelontong|toko-toko kelontong]] di Amerika Serikat dan [[Kanada]].


Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun [[2005]]. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara [[Eropa Barat]] mencapai 60&nbsp;kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80&nbsp;kg/orang/tahun, sementara di [[India]] hanya 2&nbsp;kg/orang/tahun.
Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun [[2005]]. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara [[Eropa Barat]] mencapai 60&nbsp;kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80&nbsp;kg/orang/tahun, sementara di [[India]] hanya 2&nbsp;kg/orang/tahun.<ref>Raija. Ahvenainen. ''Modern Plastics Handbook''. Woodhead Publishing Limited. 2003. hlm. 24.1.</ref>


== Jenis plastik ==
== Jenis plastik ==
Baris 65: Baris 64:


== Sifat polimer konduktif ==
== Sifat polimer konduktif ==
Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer. Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, tetapi pada molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadang-kadang dua) atom lain. Elektron yang tersisa membentuk ikatan π, elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul.
Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer. Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, tetapi pada molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadang-kadang dua) atom lain. Elektron yang tersisa membentuk ikatan π, elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul.
Suatu zat dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal ''(polyethylen)'', sedangkan
Suatu zat dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal ''(polyethylen)'', sedangkan
polimer konduktif antara lain: ''polyacetilen'', ''polpyrol'', ''polytiopen'', ''polyaniline'' dan lain lain.
polimer konduktif antara lain: ''polyacetilen'', ''polpyrol'', ''polytiopen'', ''polyaniline'' dan lain lain.
Indonesia merupakan salah satu penghasil biji plastik untuk jenis Polypropylene atau PP dan High Density PolyEthylene atau HDPE.
Indonesia merupakan salah satu penghasil biji plastik untuk jenis Polypropylene atau PP dan High Density PolyEthylene atau HDPE.


'''Pembuatan Polyacetilen'''
'''Pembuatan Polyacetilen'''
Baris 83: Baris 80:
Polyacetilen bentuk trans dibuat dengan kondisi temperatur yang berbeda. Katalis Ti(O-n-C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)4-(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>Al.
Polyacetilen bentuk trans dibuat dengan kondisi temperatur yang berbeda. Katalis Ti(O-n-C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)4-(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>Al.


{| class="wikitable"
|-
! Temperatur (<sup>o</sup>C)
! % trans
|-
| 150
| 100
|-
| 100
| 92,5
|-
| 50
| 67,6
|-
| 18
| 40,7
|-
| 0
| 21,4
|-
| -18
| 4,6
|-
| -78
| 1,9
|}


Temperatur yang menunjukan proses isomerisasi ''irreversibel'' dengan bentuk cis terjadi pada temperatur yang lebih tinggi pada 145 <sup>o</sup>C menghasilkan bentuk trans. Bentuk cis secara termodinamika kurang stabil dibandingkan dengan bentuk trans. Pada temperatur tinggi, dan secara spontan isomer cis dapat berubah menjadi trans.
Temperatur yang menunjukan proses isomerisasi ''irreversibel'' dengan bentuk cis terjadi pada temperatur yang lebih tinggi pada 145 <sup>o</sup>C menghasilkan bentuk trans. Bentuk cis secara termodinamika kurang stabil dibandingkan dengan bentuk trans. Pada temperatur tinggi, dan secara spontan isomer cis dapat berubah menjadi trans.
Baris 95: Baris 118:


== Aditif ==
== Aditif ==
Antiblok (''anti-blocking'') adalah suatu [[aditif]] dalam proses produksi plastik yang memiliki fungsi atau kegunaan untuk mengurangi gesekan pada permukaan polimer dengan barang plastik lainnya sehingga memudahkan pada waktu memisahkan, begitu juga dalam proses penanganan berikutnya. Pada penggunaan akhir antiblok diaplikasikan misalnya pada [[kantong plastik]], menjadi tidak sukar dibuka dan bersifat [[licin]] (''slip'').
Antiblok (''anti-blocking'') adalah suatu [[aditif]] dalam proses produksi plastik yang memiliki fungsi atau kegunaan untuk mengurangi gesekan pada permukaan polimer dengan barang plastik lainnya sehingga memudahkan pada waktu memisahkan, begitu juga dalam proses penanganan berikutnya.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref> Pada penggunaan akhir antiblok diaplikasikan misalnya pada [[kantong plastik]], menjadi tidak sukar dibuka dan bersifat [[licin]] (''slip'').<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref><ref>[https://www.crodapolymeradditives.com/en-gb/discovery-zone/product-effects/anti-block Anti-block]. ''Coroda''. 2017-12-05.</ref>
Antiblok ''anorganik'' tradisional dibuat dari bahan [[silika]] yang ditambahkan kedalam [[Polimer|polimer film]], tetapi jenis ini memiliki dampak terhadap berkurangnya kejernihan (''transparent'') dari lembaran polimer itu sendiri.
Antiblok ''anorganik'' tradisional dibuat dari bahan [[silika]] yang ditambahkan kedalam [[Polimer|polimer film]], tetapi jenis ini memiliki dampak terhadap berkurangnya kejernihan (''transparent'') dari lembaran polimer itu sendiri.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref><ref>[https://www.crodapolymeradditives.com/en-gb/discovery-zone/product-effects/anti-block Anti-block]. ''Coroda''. 2017-12-05.</ref>


Di dalam proses [[blowing film]], antiblock juga mengacu kepada istilah yang menggambarkan suatu tindakan pencegahan terhadap lembaran plastik film agar tidak saling menempel satu sama lainnya.
Di dalam proses [[blowing film]], antiblock juga mengacu kepada istilah yang menggambarkan suatu tindakan pencegahan terhadap lembaran plastik film agar tidak saling menempel satu sama lainnya.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
Yang mana lembaran film [[poliolefin]] cenderung saling menempel satu sama lainnya dikarenakan adanya interaksi "''van der waals''" yang kuat, atau adanya muatan [[elektrostatik]] saat lembaran plastik saling mendekat, begitu juga kontak yang terjadi pada waktu proses [[produksi]] akan memberikan dampak elektrostatik terhadap poliolefin.
Yang mana lembaran film [[poliolefin]] cenderung saling menempel satu sama lainnya dikarenakan adanya interaksi "''van der waals''" yang kuat, atau adanya muatan [[elektrostatik]] saat lembaran plastik saling mendekat, begitu juga kontak yang terjadi pada waktu proses [[produksi]] akan memberikan dampak elektrostatik terhadap poliolefin.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>


=== Kegunaan ===
=== Kegunaan ===
Penggunaan antiblok sekaligus memecahkan dua masalah utama yang sering dihadapi dalam [[industri]] perfilman (baik selama pembuatan atau penggunaan):
Penggunaan antiblok sekaligus memecahkan dua masalah utama yang sering dihadapi dalam [[industri]] perfilman (baik selama pembuatan atau penggunaan):


# Mengurangi risiko udara terjebaknya (''air trap'') pada waktu [[balon]] plastik dilipat dimenara mesin (''collapsing'') kemudian digulung membentuk roll, gelembung [[udara]] yang terjebak dapat mengakibatkan gulungan tidak [[silindris]] dan film yang dihasilkan menjadi tidak rata saat dibuka.
# Mengurangi risiko udara terjebaknya (''air trap'') pada waktu [[balon]] plastik dilipat dimenara mesin (''collapsing'') kemudian digulung membentuk roll, gelembung [[udara]] yang terjebak dapat mengakibatkan gulungan tidak [[silindris]] dan film yang dihasilkan menjadi tidak rata saat dibuka.<ref>[https://www.polytechs.fr/anti-block-masterbatch-ienfdb3 Anti-block masterbatches]. ''Polytech''. 2017-12-05.</ref>
# Efek "pemblokiran" (''blocking'') di mana adanya lapisan tipis dan halus yang memisahkan [[area]] kontak satu samalain, baik dalam proses "CAST" atau "inflasi" (BLOWN). Fenomena ini terutama terkait dengan film [[polietilen]] dan [[polipropilena]], bahkan setelah proses laminasi.
# Efek "pemblokiran" (''blocking'') di mana adanya lapisan tipis dan halus yang memisahkan [[area]] kontak satu samalain, baik dalam proses "CAST" atau "inflasi" (BLOWN). Fenomena ini terutama terkait dengan film [[polietilen]] dan [[polipropilena]], bahkan setelah proses laminasi.<ref>[https://www.polytechs.fr/anti-block-masterbatch-ienfdb3 Anti-block masterbatches]. ''Polytech''. 2017-12-05.</ref><ref>[https://www.polytechs.fr/anti-block-masterbatch-ienfdb3 Anti-block masterbatches]. ''Polytech''. 2017-12-05.</ref>


=== Cara kerja ===
=== Cara kerja ===
Untuk menghindari risiko lengket saat terjadi kontak, ''partikulat'' dimasukan kedalam film dengan [[konsentrasi]] yang sangat tipis.
Untuk menghindari risiko lengket saat terjadi kontak, ''partikulat'' dimasukan kedalam film dengan [[konsentrasi]] yang sangat tipis.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
Dengan maksud memberikan lapisan pada permukaan, untuk meminimalkan area kontak pada lapisan film; jarak antara lembaran film dimaksimalkan dan elektrostatik dapat ditekan.
Dengan maksud memberikan lapisan pada permukaan, untuk meminimalkan area kontak pada lapisan film; jarak antara lembaran film dimaksimalkan dan elektrostatik dapat ditekan.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
[[Mineral]] yang digunakan dalam [[aplikasi]] ini, harus tidak berdapak terhadap sifat [[mekanik]] film itu sendiri; tidak memberi dampak berkabut, warna, sehingga mengurangi kejernihan dan kilau (''glossy'') dari lembaran filmnya.
[[Mineral]] yang digunakan dalam [[aplikasi]] ini, harus tidak berdapak terhadap sifat [[mekanik]] film itu sendiri; tidak memberi dampak berkabut, warna, sehingga mengurangi kejernihan dan kilau (''glossy'') dari lembaran filmnya.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
Beberapa mineral yang digunakan untuk tujuan ini seperti: [[talek]], [[kaolin]] dikasinasi, [[kristobalit]], endapan [[silika]], [[tanah]] diatom (''diatomaceous earth''), [[mika]], [[kalsium karbonat]], [[kalsium sulfat]] (anhidrit), [[magnesium karbonat]], [[magnesium sulfat]], dan [[feldspars]].
Beberapa mineral yang digunakan untuk tujuan ini seperti: [[talek]], [[kaolin]] dikasinasi, [[kristobalit]], endapan [[silika]], [[tanah]] diatom (''diatomaceous earth''), [[mika]], [[kalsium karbonat]], [[kalsium sulfat]] (anhidrit), [[magnesium karbonat]], [[magnesium sulfat]], dan [[feldspars]].<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
[[Alternatif]] [[Senyawa organik|organik]] yang digunakan untuk anti-blocking atau anti ''stick'' adalah [[amida]], amida [[asam lemak]], asam lemak, [[garam]] asam lemak, [[Silikon]], atau yang lainnya.
[[Alternatif]] [[Senyawa organik|organik]] yang digunakan untuk anti-blocking atau anti ''stick'' adalah [[amida]], amida [[asam lemak]], asam lemak, [[garam]] asam lemak, [[Silikon]], atau yang lainnya.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
Mekanisme kerja ''antiblocking'' organik, berbeda dengan antiblocking anorganik.
Mekanisme kerja ''antiblocking'' organik, berbeda dengan antiblocking anorganik.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
aditif anorganik, bermigrasi ke permukaan film saat proses pendinginan berlangsung dan membentuk lapisan pelepas.
aditif anorganik, bermigrasi ke permukaan film saat proses pendinginan berlangsung dan membentuk lapisan pelepas.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>
aditive organik memiliki sifat pemblokiran yang kurang bagus dibanding dengan anorganik, tetapi memiliki efek slip yang lebih baik.
aditive organik memiliki sifat pemblokiran yang kurang bagus dibanding dengan anorganik, tetapi memiliki efek slip yang lebih baik.<ref>R.E Shalin. ''polymer Matrix Composite''. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.</ref>


=== Jenis material ===
=== Jenis material ===
Pilihan antiblock tergantung kepada [[polimer]] yang digunakan dan persyaratan [[kualitas]] akhir [[produk]], jenis yang banyak beredar di antaranya:
Pilihan antiblock tergantung kepada [[polimer]] yang digunakan dan persyaratan [[kualitas]] akhir [[produk]], jenis yang banyak beredar di antaranya:
# [[Silika]] sintetis: bentuk ''amorf'' dari silikon dioksida dengan ''microporsity'' yang tinggi, permukaan ''hidroksilasi'' yang luas. Dapat digunakan pada film berkualitas tingggi dan memiliki indek bias mendekati [[PE]] dan [[PP]], ini akan menghasilkan film dengan tingkat kejernih yang tinggi.
# [[Silika]] sintetis: bentuk ''amorf'' dari silikon dioksida dengan ''microporsity'' yang tinggi, permukaan ''hidroksilasi'' yang luas. Dapat digunakan pada film berkualitas tingggi dan memiliki indek bias mendekati [[PE]] dan [[PP]], ini akan menghasilkan film dengan tingkat kejernih yang tinggi.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
# [[Limestone]]: kalsium karbonat kadang-kadang bersama dengan magnesium karbonat tergantung pada depositnya. Ini cenderung digunakan sebagai antiblok di bawahnya aplikasi film berkualitas.
# [[Limestone]]: kalsium karbonat kadang-kadang bersama dengan magnesium karbonat tergantung pada depositnya. Ini cenderung digunakan sebagai antiblok di bawahnya aplikasi film berkualitas.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
# Silika alam: Silika alami adalah batuan [[sedimen]] yang tersusun dari kerangka diatom bersel tunggal. Kerangka itu terbuat dari silika ''amorf'' dan memiliki berbagai struktur dan bentuk berpori. Kotoran seperti air dan organik bisa dengan mudah dilepas, tetapi penghilangan kuarsa itu sendiri lebih kompleks sehingga penggunaan silika alami cenderung memiliki tingkat kuarsa berbeda tergantung kebutuhan.
# Silika alam: Silika alami adalah batuan [[sedimen]] yang tersusun dari kerangka diatom bersel tunggal. Kerangka itu terbuat dari silika ''amorf'' dan memiliki berbagai struktur dan bentuk berpori. Kotoran seperti air dan organik bisa dengan mudah dilepas, tetapi penghilangan kuarsa itu sendiri lebih kompleks sehingga penggunaan silika alami cenderung memiliki tingkat kuarsa berbeda tergantung kebutuhan.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
# [[Talek]] (Talc): magnesium hidrosilikat. Ini memiliki kekerasan yang sangat rendah dan indeks bias yang dekat dengan PE dan PP. Banyak terdapat hampir diseluruh negara, meskipun harus melewati proses [[penyulingan]] terlebih dahulu, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.
# [[Talek]] (Talc): magnesium hidrosilikat. Ini memiliki kekerasan yang sangat rendah dan indeks bias yang dekat dengan PE dan PP. Banyak terdapat hampir diseluruh negara, meskipun harus melewati proses [[penyulingan]] terlebih dahulu, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
# [[Zeolit]]: Ini adalah alumosilikat yang terhidrogenasi. memiliki sifat sangat seragam, struktur tiga dimensi berpori dan lagi indeks bias dekat dengan PE dan PP. Zeolit terjadi secara alami mineral atau bisa disintesis.
# [[Zeolit]]: Ini adalah alumosilikat yang terhidrogenasi. memiliki sifat sangat seragam, struktur tiga dimensi berpori dan lagi indeks bias dekat dengan PE dan PP.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref> Zeolit terjadi secara alami mineral atau bisa disintesis.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
# [[Aditif]] organik: Bahan organik tertentu seperti lilin keras dan amida asam lemak menunjukkan efek antiblok. Dibandingkan dengan anorganik aditif ini memiliki [[efisiensi]] antiblocking rendah tetapi efek slip sangat baik.
# [[Aditif]] organik: Bahan organik tertentu seperti lilin keras dan amida asam lemak menunjukkan efek antiblok.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref> Dibandingkan dengan anorganik aditif ini memiliki [[efisiensi]] antiblocking rendah tetapi efek slip sangat baik.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>
Sering slip dan antiblock aditif digunakan bersamaan untuk memberikan keseimbangan antara ''slip''
Sering slip dan antiblock aditif digunakan bersamaan untuk memberikan keseimbangan antara ''slip''
dan kinerja antiblok.
dan kinerja antiblok.<ref>[https://www.pharosproject.net/uploads/files/sources/1828/1371736392.pdf Slip and anti block products]. ''Wells Plastics''. 2017-12-5.</ref>


== Sekilas ==
== Sekilas ==
Baris 132: Baris 155:


== Film dokumenter ==
== Film dokumenter ==
telah menjadi media yang efektif untuk mengkaji secara kritis berbagai aspek penggunaan plastik, tujuan penggunaannya, penyebaran sampah plastik yang semakin meluas, serta masalah-masalah yang terkait dengan penggunaan barang-barang plastik sekali pakai. Beberapa contoh film dokumenter yang mengangkat isu ini meliputi:
telah menjadi media yang efektif untuk mengkaji secara kritis berbagai aspek penggunaan plastik, tujuan penggunaannya, penyebaran sampah plastik yang semakin meluas, serta masalah-masalah yang terkait dengan penggunaan barang-barang plastik sekali pakai.<ref>[https://ppkl.menlhk.go.id/website/reduksiplastik/02_doc.php Kendalikan Sampah Plastik - Ditjen PPKL]. ''ppkl.menlhk.go.id''.</ref> Beberapa contoh film dokumenter yang mengangkat isu ini meliputi:


* 2008: ''Plastic Addict'' (Kanada)
* 2008: ''Plastic Addict'' (Kanada)
Baris 138: Baris 161:
* 2019: ''The Plastic Problem'' (Amerika Serikat), sebuah dokumenter dari PBS News Hour yang secara khusus membahas polusi laut yang disebabkan oleh plastik.
* 2019: ''The Plastic Problem'' (Amerika Serikat), sebuah dokumenter dari PBS News Hour yang secara khusus membahas polusi laut yang disebabkan oleh plastik.
* 2023: ''Plastic Fantastic'' (Jerman, disutradarai oleh Isa Willinger), yang menyoroti berbagai masalah termasuk limbah kemasan, mikroplastik, dan perlindungan konsumen yang dianggap tidak memadai.
* 2023: ''Plastic Fantastic'' (Jerman, disutradarai oleh Isa Willinger), yang menyoroti berbagai masalah termasuk limbah kemasan, mikroplastik, dan perlindungan konsumen yang dianggap tidak memadai.
* 2008: ''Plastic People'' (Kanada), yang mengangkat isu mengenai keberadaan [[mikroplastik]], dan khususnya [[nanoplastik]], yang telah mencapai tubuh manusia.
* 2008: ''Plastic People'' (Kanada), yang mengangkat isu mengenai keberadaan [[mikroplastik]], dan khususnya [[nanoplastik]], yang telah mencapai tubuh manusia.<ref>[https://www.aa.com.tr/id/dunia/peneliti-kanada-temukan-mikroplastik-dalam-tubuh-manusia/1498295 Peneliti Kanada temukan mikroplastik dalam tubuh manusia]. ''www.aa.com.tr''.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Material]]
* [[Material]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plastik&oldid=28863309 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28863309 (2026-01-17T13:13:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plastik&oldid=28863309 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28863309 (2026-01-17T13:13:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.58

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan kualitas plastik. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, ketahanan, dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan, dipastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri dibelahan dunia.

Plastik dapat juga merujuk ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile.

Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara, tetapi paling umum dengan melihat "tulang belakang" polimernya (vinil klorida, polietilena, akrilik, silikon, uretana, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum.

Plastik merupakan polimer; rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik umumnya terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.

Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).[1]

Sejarah

Sejarah plastik di muka bumi ini diawali oleh Alexander Parkes yang pertama kali memperkenalkan plastik pada sebuah eksibisi internasional di London, Inggris pada tahun 1862. Plastik temuan Parkes disebut Parkesine ini dibuat dari bahan organik dari selulosa. Parkes mengatakan bahwa temuannya ini mempunyai karakteristik mirip karet, tetapi dengan harga yang lebih murah. Ia juga menemukan bahwa Parkesine ini bisa dibuat transparan dan mampu dibuat dalam berbagai bentuk. Sayangnya, temuannya ini tidak bisa dimasyarakatkan karena mahalnya bahan baku yang digunakan. Kemudian pada tahun 1907 bahan sintetis pertama buatan manusia ditemukan oleh seorang ahli kimia dari New York, Leo Baekeland. Dirinya mengembangkan resin cair yang diberi nama Bakelite. Material baru ini tidak terbakar, tidak meleleh dan tidak mencair di dalam larutan asam cuka. Dengan demikian, sekali bahan ini terbentuk maka tidak akan bisa berubah. Bakelite ini bisa ditambahkan ke berbagai material lainnya seperti kayu lunak.

Pada tahun 1933, Ralph Wiley, pekerja lab di perusahaan kimia Dow, secara tidak sengaja menemukan plastik jenis lain yaitu Polyvinylidene Chloride atau populer dengan sebutan Saran. Saran pertama kali digunakan untuk peralatan militer, tetapi belakangan diketahui bahwa bahan ini cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. Saran dapat melekat di hampir setiap perabotan seperti mangkuk, piring, panci, dan bahkan di lapisan saran sendiri. Tidak heran jika saran digunakan untuk menyimpan makanan agar kesegaran makanan tersebut terjaga. Kemudian pada tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett dan R.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory, menemukan Polyethylene. Temuan mereka ini mempunyai dampak yang amat besar bagi dunia. Karena ringan dan tipis, pada masa Perang Dunia II bahan ini digunakan sebagai pelapis untuk kabel bawah air dan sebagai isolasi untuk radar. Pada tahun 1940 penggunaan polyethylene sebagai bahan isolasi mampu mengurangi berat radar sebesar 600 pounds atau sekitar 270 kg. Setelah perang berakhir, plastik inilah yang menjadi semakin populer, dan saat ini digunakan untuk membuat botol minuman, jerigen, tas belanja atau tas kresek, dan kontainer untuk menyimpan makanan.

Berawal dari pembungkus roti, penggunaan plastik secara massal dimulai pada tahun 1974 ketika perusahaan-perusahaan ritel raksasa di Amerika Serikat seperti Sears, Jordan Marsh, yang mulai menggunakan kantong plastik sebagai alternatif kantong kertas. Pada tahun 1977 kantong plastik mulai dipergunakan di toko-toko kelontong di Amerika Serikat dan Kanada.

Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60 kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80 kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2 kg/orang/tahun.[2]

Jenis plastik

Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

  • Sifat fisikanya
    • Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
    • Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida
  • Kinerja dan penggunaanya
    • Plastik komoditas
      • sifat mekanik tidak terlalu bagus
      • tidak tahan panas
      • Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN
      • Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman
    • Plastik teknik
      • Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 °C
      • Sifat mekanik bagus
      • Contohnya: PA, POM, PC, PBT
      • Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik
    • Plastik teknik khusus
      • Temperatur operasi di atas 150 °C
      • Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm²)
      • Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR
      • Aplikasi: komponen pesawat
  • Berdasarkan jumlah rantai karbonnya
    • 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
    • 5 ~ 11 Cair (bensin)
    • 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
    • 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
    • 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
    • 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)
  • Berdasarkan sumbernya
    • Polimer alami: kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut
    • Polimer sintetis:
      • Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren
      • Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
      • Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)

Proses manufaktur plastik

Biji plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas diinjeksikan ke dalam cetakan.

Biji plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinu ditekan melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan penampang yang kontinu.

Lembaran plastik yang dipanaskan ditekan ke dalam suatu cetakan.

Biji plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinu diekstrusi membentuk pipa (parison) kemudian ditiup di dalam cetakan.

Sifat polimer konduktif

Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer. Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, tetapi pada molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadang-kadang dua) atom lain. Elektron yang tersisa membentuk ikatan π, elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul. Suatu zat dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal (polyethylen), sedangkan polimer konduktif antara lain: polyacetilen, polpyrol, polytiopen, polyaniline dan lain lain. Indonesia merupakan salah satu penghasil biji plastik untuk jenis Polypropylene atau PP dan High Density PolyEthylene atau HDPE.

Pembuatan Polyacetilen

Polimer konduktif dapat dibuat dari polyacetilen. Polyacetilen merupakan polimer terkonjugasi sederhana yang mempunyai dua bentuk: yaitu bentuk cis dan trans polyacetilen.

Sedangkan pembuatan polyacetilen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu

  • 1. cara pemanasan
  • 2. cara dopping.

Polyacetilen bentuk trans dibuat dengan kondisi temperatur yang berbeda. Katalis Ti(O-n-C4H9)4-(C2H5)3Al.

Temperatur (oC) % trans
150 100
100 92,5
50 67,6
18 40,7
0 21,4
-18 4,6
-78 1,9

Temperatur yang menunjukan proses isomerisasi irreversibel dengan bentuk cis terjadi pada temperatur yang lebih tinggi pada 145 oC menghasilkan bentuk trans. Bentuk cis secara termodinamika kurang stabil dibandingkan dengan bentuk trans. Pada temperatur tinggi, dan secara spontan isomer cis dapat berubah menjadi trans.

Konduktifitas polyacetilen dapat ditingkatkan dengan proses halogenasi. Struktur polyacetilen dapat mengalami resonansi sehingga konduktifitasnya menjadi lebih besar. Adanya resonansi pada poliasetilen menyebabkan material dapat menghantarkan arus listrik.

Bila klorin ditambahkan pada film, ternyata tidak menghasilkan spektrum garis, tetapi reaksi adisi klorin menghasilkan spektrum polyacetilen yang jelas. Sekarang dikenal doping-induced pita IR yang disusun dari 3 pita yaitu pada 1397, 1288 dan 888 cm−1, absorbsi kuat jelas dibanding undoped polymer.

Industri

Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka adalah polietilena, polipropilena, polivinil klorida, polietilena tereftalat, polistirena, dan polikarbonat. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas, cahaya, dan kimia.

Aditif

Antiblok (anti-blocking) adalah suatu aditif dalam proses produksi plastik yang memiliki fungsi atau kegunaan untuk mengurangi gesekan pada permukaan polimer dengan barang plastik lainnya sehingga memudahkan pada waktu memisahkan, begitu juga dalam proses penanganan berikutnya.[3] Pada penggunaan akhir antiblok diaplikasikan misalnya pada kantong plastik, menjadi tidak sukar dibuka dan bersifat licin (slip).[4][5] Antiblok anorganik tradisional dibuat dari bahan silika yang ditambahkan kedalam polimer film, tetapi jenis ini memiliki dampak terhadap berkurangnya kejernihan (transparent) dari lembaran polimer itu sendiri.[6][7]

Di dalam proses blowing film, antiblock juga mengacu kepada istilah yang menggambarkan suatu tindakan pencegahan terhadap lembaran plastik film agar tidak saling menempel satu sama lainnya.[8] Yang mana lembaran film poliolefin cenderung saling menempel satu sama lainnya dikarenakan adanya interaksi "van der waals" yang kuat, atau adanya muatan elektrostatik saat lembaran plastik saling mendekat, begitu juga kontak yang terjadi pada waktu proses produksi akan memberikan dampak elektrostatik terhadap poliolefin.[9]

Kegunaan

Penggunaan antiblok sekaligus memecahkan dua masalah utama yang sering dihadapi dalam industri perfilman (baik selama pembuatan atau penggunaan):

  1. Mengurangi risiko udara terjebaknya (air trap) pada waktu balon plastik dilipat dimenara mesin (collapsing) kemudian digulung membentuk roll, gelembung udara yang terjebak dapat mengakibatkan gulungan tidak silindris dan film yang dihasilkan menjadi tidak rata saat dibuka.[10]
  2. Efek "pemblokiran" (blocking) di mana adanya lapisan tipis dan halus yang memisahkan area kontak satu samalain, baik dalam proses "CAST" atau "inflasi" (BLOWN). Fenomena ini terutama terkait dengan film polietilen dan polipropilena, bahkan setelah proses laminasi.[11][12]

Cara kerja

Untuk menghindari risiko lengket saat terjadi kontak, partikulat dimasukan kedalam film dengan konsentrasi yang sangat tipis.[13] Dengan maksud memberikan lapisan pada permukaan, untuk meminimalkan area kontak pada lapisan film; jarak antara lembaran film dimaksimalkan dan elektrostatik dapat ditekan.[14] Mineral yang digunakan dalam aplikasi ini, harus tidak berdapak terhadap sifat mekanik film itu sendiri; tidak memberi dampak berkabut, warna, sehingga mengurangi kejernihan dan kilau (glossy) dari lembaran filmnya.[15] Beberapa mineral yang digunakan untuk tujuan ini seperti: talek, kaolin dikasinasi, kristobalit, endapan silika, tanah diatom (diatomaceous earth), mika, kalsium karbonat, kalsium sulfat (anhidrit), magnesium karbonat, magnesium sulfat, dan feldspars.[16] Alternatif organik yang digunakan untuk anti-blocking atau anti stick adalah amida, amida asam lemak, asam lemak, garam asam lemak, Silikon, atau yang lainnya.[17] Mekanisme kerja antiblocking organik, berbeda dengan antiblocking anorganik.[18] aditif anorganik, bermigrasi ke permukaan film saat proses pendinginan berlangsung dan membentuk lapisan pelepas.[19] aditive organik memiliki sifat pemblokiran yang kurang bagus dibanding dengan anorganik, tetapi memiliki efek slip yang lebih baik.[20]

Jenis material

Pilihan antiblock tergantung kepada polimer yang digunakan dan persyaratan kualitas akhir produk, jenis yang banyak beredar di antaranya:

  1. Silika sintetis: bentuk amorf dari silikon dioksida dengan microporsity yang tinggi, permukaan hidroksilasi yang luas. Dapat digunakan pada film berkualitas tingggi dan memiliki indek bias mendekati PE dan PP, ini akan menghasilkan film dengan tingkat kejernih yang tinggi.[21]
  2. Limestone: kalsium karbonat kadang-kadang bersama dengan magnesium karbonat tergantung pada depositnya. Ini cenderung digunakan sebagai antiblok di bawahnya aplikasi film berkualitas.[22]
  3. Silika alam: Silika alami adalah batuan sedimen yang tersusun dari kerangka diatom bersel tunggal. Kerangka itu terbuat dari silika amorf dan memiliki berbagai struktur dan bentuk berpori. Kotoran seperti air dan organik bisa dengan mudah dilepas, tetapi penghilangan kuarsa itu sendiri lebih kompleks sehingga penggunaan silika alami cenderung memiliki tingkat kuarsa berbeda tergantung kebutuhan.[23]
  4. Talek (Talc): magnesium hidrosilikat. Ini memiliki kekerasan yang sangat rendah dan indeks bias yang dekat dengan PE dan PP. Banyak terdapat hampir diseluruh negara, meskipun harus melewati proses penyulingan terlebih dahulu, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.[24]
  5. Zeolit: Ini adalah alumosilikat yang terhidrogenasi. memiliki sifat sangat seragam, struktur tiga dimensi berpori dan lagi indeks bias dekat dengan PE dan PP.[25] Zeolit terjadi secara alami mineral atau bisa disintesis.[26]
  6. Aditif organik: Bahan organik tertentu seperti lilin keras dan amida asam lemak menunjukkan efek antiblok.[27] Dibandingkan dengan anorganik aditif ini memiliki efisiensi antiblocking rendah tetapi efek slip sangat baik.[28]

Sering slip dan antiblock aditif digunakan bersamaan untuk memberikan keseimbangan antara slip dan kinerja antiblok.[29]

Sekilas

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi.

Film dokumenter

telah menjadi media yang efektif untuk mengkaji secara kritis berbagai aspek penggunaan plastik, tujuan penggunaannya, penyebaran sampah plastik yang semakin meluas, serta masalah-masalah yang terkait dengan penggunaan barang-barang plastik sekali pakai.[30] Beberapa contoh film dokumenter yang mengangkat isu ini meliputi:

  • 2008: Plastic Addict (Kanada)
  • 2009: Plastic Planet (Jerman/Austria, disutradarai oleh Isa Willinger), sebuah film yang mendokumentasikan penggunaan dan distribusi plastik. Film ini tersedia secara bebas di perpustakaan media Badan Federal untuk Pendidikan Kewarganegaraan (Jerman).
  • 2019: The Plastic Problem (Amerika Serikat), sebuah dokumenter dari PBS News Hour yang secara khusus membahas polusi laut yang disebabkan oleh plastik.
  • 2023: Plastic Fantastic (Jerman, disutradarai oleh Isa Willinger), yang menyoroti berbagai masalah termasuk limbah kemasan, mikroplastik, dan perlindungan konsumen yang dianggap tidak memadai.
  • 2008: Plastic People (Kanada), yang mengangkat isu mengenai keberadaan mikroplastik, dan khususnya nanoplastik, yang telah mencapai tubuh manusia.[31]

Lihat pula

Referensi

  1. Plastik
  2. Raija. Ahvenainen. Modern Plastics Handbook. Woodhead Publishing Limited. 2003. hlm. 24.1.
  3. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  4. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  5. Anti-block. Coroda. 2017-12-05.
  6. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  7. Anti-block. Coroda. 2017-12-05.
  8. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  9. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  10. Anti-block masterbatches. Polytech. 2017-12-05.
  11. Anti-block masterbatches. Polytech. 2017-12-05.
  12. Anti-block masterbatches. Polytech. 2017-12-05.
  13. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  14. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  15. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  16. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  17. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  18. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  19. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  20. R.E Shalin. polymer Matrix Composite. Springer Science & Business Media. 1995. ISBN 9780412613302.
  21. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  22. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  23. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  24. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  25. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  26. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  27. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  28. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  29. Slip and anti block products. Wells Plastics. 2017-12-5.
  30. Kendalikan Sampah Plastik - Ditjen PPKL. ppkl.menlhk.go.id.
  31. Peneliti Kanada temukan mikroplastik dalam tubuh manusia. www.aa.com.tr.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28863309 (2026-01-17T13:13:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.