Korundum: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29601437; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Corundum_USGOV.jpg|thumb|right|280px|Corundum USGOV]] | |||
Korundum | '''Korundum''' adalah [[mineral]] [[oksida]] [[aluminium]] dengan [[rumus kimia]] Al₂O₃ yang mengkristal dalam [[sistem kristal trigonal|sistem trigonal]].<ref>[https://www.mindat.org/min-1136.html Corundum]. ''Mindat.org''.</ref> Mineral ini terkenal sebagai mineral terkeras kedua setelah [[intan]] dengan nilai kekerasan 9 pada [[skala Mohs]], menjadikannya material abrasif yang sangat baik dan batu permata yang tahan lama.<ref>[http://webmineral.com/data/Corundum.shtml Corundum Mineral Data]. ''Webmineral.com''.</ref> Nama "korundum" berasal dari kata [[Sanskerta]] kuruvinda atau [[Tamil]] kurundam, yang merujuk pada batu permata ini. | ||
Korundum murni tidak berwarna (leukosafir), tetapi kehadiran unsur [[unsur transisi|pengotor]] (trace elements) menghasilkan berbagai variasi warna yang indah. Kehadiran [[kromium]] (Cr) menghasilkan warna merah yang dikenal sebagai '''[[Ruby]]''', sementara kombinasi [[besi]] (Fe) dan [[titanium]] (Ti) menghasilkan warna biru yang dikenal sebagai '''[[Safir]]'''.<ref>[http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/corundum.pdf Handbook of Mineralogy]. Mineralogical Society of America.</ref> Varietas safir juga dapat ditemukan dalam warna kuning, hijau, ungu, merah muda, dan jingga-merah muda yang langka (padparadscha). Beberapa korundum memperlihatkan fenomena [[asterisme]] (bintang) ketika dipotong cabochon, disebabkan oleh inklusi jarum [[rutil]] yang tersusun teratur. | |||
Korundum terbentuk dalam berbagai lingkungan [[geologi]], terutama pada [[batuan beku]] miskin silika seperti [[sienit]] dan [[pegmatit]], serta pada [[batuan metamorf]] seperti [[marmer]] kristalin, [[gnais]], dan [[mika sekis]]. Deposit korundum berkualitas permata ditemukan di berbagai belahan dunia, dengan sumber terkenal termasuk [[Myanmar]] (ruby Mogok), [[Sri Lanka]] (safir), [[Kashmir]] (safir biru), [[Thailand]], [[Kamboja]], [[Madagaskar]], dan [[Australia]]. Korundum sintetis diproduksi secara luas melalui metode [[Verneuil process|proses Verneuil]] untuk penggunaan industri (sebagai abrasif) dan permata. | Secara fisik, korundum memiliki [[berat jenis]] antara 3.98 hingga 4.10, dengan [[kilap (mineralogi)|kilau]] intan hingga kaca. Mineral ini tidak memiliki [[belahan (mineral)|belahan]] yang sempurna, tetapi menunjukkan belahan separasi pada bidang {0001} dan {1011} akibat [[kembaran (mineral)|kembaran]] polisintetik.<ref>[https://www.mindat.org/min-1136.html Corundum]. ''Mindat.org''.</ref> [[Fraktur (mineral)|Fraktur]]-nya konkoidal hingga tidak rata, dan [[gores (mineral)|gores]]-nya berwarna putih. Secara optik, korundum bersifat uniaksial negatif dengan [[indeks bias]] nω = 1.768–1.772 dan nε = 1.760–1.764.<ref>[http://webmineral.com/data/Corundum.shtml Corundum Mineral Data]. ''Webmineral.com''.</ref> | ||
Korundum terbentuk dalam berbagai lingkungan [[geologi]], terutama pada [[batuan beku]] miskin silika seperti [[sienit]] dan [[pegmatit]], serta pada [[batuan metamorf]] seperti [[marmer]] kristalin, [[gnais]], dan [[mika sekis]].<ref>[http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/corundum.pdf Handbook of Mineralogy]. Mineralogical Society of America.</ref> Deposit korundum berkualitas permata ditemukan di berbagai belahan dunia, dengan sumber terkenal termasuk [[Myanmar]] (ruby Mogok), [[Sri Lanka]] (safir), [[Kashmir]] (safir biru), [[Thailand]], [[Kamboja]], [[Madagaskar]], dan [[Australia]]. Korundum sintetis diproduksi secara luas melalui metode [[Verneuil process|proses Verneuil]] untuk penggunaan industri (sebagai abrasif) dan permata. | |||
== Kristalografi == | == Kristalografi == | ||
Korundum mengkristal dalam [[sistem kristal trigonal]] dengan kelas kristal '''Hexagonal Scalenohedral (3m)''' dan grup ruang '''R3c'''. Parameter sel unitnya adalah a = 4.75 Å dan c = 12.982 Å, dengan rasio a : c = 1 : 2.733, volume sel unit 253.54 ų, dan jumlah unit formula per sel unit (Z) = 6. | Korundum mengkristal dalam [[sistem kristal trigonal]] dengan kelas kristal '''Hexagonal Scalenohedral (3m)''' dan grup ruang '''R3c'''. Parameter sel unitnya adalah a = 4.75 Å dan c = 12.982 Å, dengan rasio a : c = 1 : 2.733, volume sel unit 253.54 ų, dan jumlah unit formula per sel unit (Z) = 6.<ref>[https://www.mindat.org/min-1136.html Corundum: Morphology]. ''Mindat.org''.</ref> | ||
Secara morfologi, korundum menunjukkan kebiasaan kristal yang sangat bervariasi. Kristal sering berbentuk piramida curam dengan bentuk-bentuk yang ditandai pada bidang w, z, E, atau ω. Kristal berbentuk tong (barrel-shaped) sering ditemukan dengan permukaan yang kasar dan membulat, dan kadang-kadang dapat mencapai ukuran yang cukup besar. Variasi bentuknya berkisar dari prismatik pendek sejajar sumbu [0001] dengan bidang dasar yang lebar, hingga piramida yang curam. Lebih jarang, kristal dapat berbentuk tabular datar pada bidang {0001} atau berbentuk rombohedral. | Secara morfologi, korundum menunjukkan kebiasaan kristal yang sangat bervariasi. Kristal sering berbentuk piramida curam dengan bentuk-bentuk yang ditandai pada bidang w, z, E, atau ω. Kristal berbentuk tong (barrel-shaped) sering ditemukan dengan permukaan yang kasar dan membulat, dan kadang-kadang dapat mencapai ukuran yang cukup besar. Variasi bentuknya berkisar dari prismatik pendek sejajar sumbu [0001] dengan bidang dasar yang lebar, hingga piramida yang curam.<ref>C. Palache. ''The Crystallography of Corundum''. ''American Mineralogist''. 1944. Vol. 29. hlm. 1-30.</ref> Lebih jarang, kristal dapat berbentuk tabular datar pada bidang {0001} atau berbentuk rombohedral. | ||
Permukaan kristal korundum sering menunjukkan goresan (striae) pada bidang {0001} yang sejajar dengan arah [0110]. Garis-garis dalam arah [1120] kadang-kadang membagi bidang dasar menjadi enam sektor. Bentuk-bentuk kristal yang umum ditemukan meliputi: {0001}, {1000}, {1120}, {7180}, {1015}, {1013}, {1012}, {1011}, {7072}, {7071}, {0111}, {0221}, {0772}, {2245}, {2243}, {7·7·14·9}, {1121}, {7·7·14·6}, {4488}, {11·11·22·6}, {2241}, {7·7·14·3}, {8·8·16·3}, {4481}, {14·14·28·3}, {4265}, dan {3254}, serta {2·8·10·9}. | Permukaan kristal korundum sering menunjukkan goresan (striae) pada bidang {0001} yang sejajar dengan arah [0110]. Garis-garis dalam arah [1120] kadang-kadang membagi bidang dasar menjadi enam sektor. Bentuk-bentuk kristal yang umum ditemukan meliputi: {0001}, {1000}, {1120}, {7180}, {1015}, {1013}, {1012}, {1011}, {7072}, {7071}, {0111}, {0221}, {0772}, {2245}, {2243}, {7·7·14·9}, {1121}, {7·7·14·6}, {4488}, {11·11·22·6}, {2241}, {7·7·14·3}, {8·8·16·3}, {4481}, {14·14·28·3}, {4265}, dan {3254}, serta {2·8·10·9}.<ref>[https://www.mindat.org/min-1136.html Corundum]. ''Mindat.org''.</ref> | ||
'''Kembaran (twinning)''' pada korundum umumnya terjadi pada bidang {1011}, biasanya membentuk kembaran lamellar yang menghasilkan struktur berlapis dan goresan pada bidang c dan r. Lebih jarang, ditemukan kembaran penetrasi atau kembaran kepala panah (arrowhead twins) pada kristal yang berbentuk tabular sejajar bidang {1120}. Kembaran pada bidang {0001} juga ditemukan tetapi lebih jarang terjadi. Korundum juga dapat mengalami tekanan kembaran yang dihasilkan pada bidang {1011} dan {0001}. | '''Kembaran (twinning)''' pada korundum umumnya terjadi pada bidang {1011}, biasanya membentuk kembaran lamellar yang menghasilkan struktur berlapis dan goresan pada bidang c dan r. Lebih jarang, ditemukan kembaran penetrasi atau kembaran kepala panah (arrowhead twins) pada kristal yang berbentuk tabular sejajar bidang {1120}. Kembaran pada bidang {0001} juga ditemukan tetapi lebih jarang terjadi. Korundum juga dapat mengalami tekanan kembaran yang dihasilkan pada bidang {1011} dan {0001}.<ref>[http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/corundum.pdf Handbook of Mineralogy]. Mineralogical Society of America.</ref> | ||
== Mineral sejenis == | == Mineral sejenis == | ||
{| class="wikitable sortable" | |||
! Kode Strunz !! Nama Mineral !! Rumus Kimia | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Magnesiohögbomite-6N12S]] || Mg<sub>5</sub>Al<sub>11</sub>TiO<sub>23</sub>(OH) | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Kidodite]] || BaMg<sub>2</sub>Fe<sub>16</sub>O<sub>27</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Ferrohögbomite-2N2S]] || [(Fe<sup>2+</sup>,Mg,Zn,Al)<sub>3</sub>(Al,Ti,Fe<sup>3+</sup>)<sub>8</sub>O<sub>15</sub>(OH)]<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Zhenruite]] || (MoO<sub>3</sub>)<sub>2</sub> · H<sub>2</sub>O | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Fuyuanite]] || Mg<sub>7</sub>Nb<sub>6</sub>O<sub>18</sub>(OH)<sub>8</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Virgilluethite]] || MoO<sub>3</sub> · H<sub>2</sub>O | |||
|- | |||
| 4.CB. || [[Pengite]] || (Pb<sub>8</sub>Sb<sup>3+</sup><sub>3</sub>)<sub>Σ11</sub>Sb<sup>5+</sup><sub>9</sub>O<sub>35</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Brizziite]] || NaSb<sup>5+</sup>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Tistarite]] || Ti<sup>3+</sup><sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Hematite]] || Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Ecandrewsite]] || ZnTiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Melanostibite]] || Mn<sup>2+</sup><sub>2</sub>Fe<sup>3+</sup>Sb<sup>5+</sup>O<sub>6</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || '[[UM1998-11-O-AuHSb]]' || Au<sup>+</sup><sub>2</sub>Sb<sup>3+</sup>O<sub>2</sub>(OH) | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Karelianite]] || V<sup>3+</sup><sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Eskolaite]] || Cr<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Geikielite]] || MgTiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Akimotoite]] || MgSiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || '[[Unnamed (Fe-Cr Oxide)]]' || FeCrO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || '[[Auroantimonate]]' || AuSbO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Hemleyite]] || Fe<sup>2+</sup>SiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Ilmenite]] || Fe<sup>2+</sup>TiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.05 || [[Pyrophanite]] || Mn<sup>2+</sup>TiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.10 || [[Bixbyite-(Fe)]] || (Fe,Mn)<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.10 || [[Bixbyite-(Mn)]] || Mn<sup>3+</sup><sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.10 || [[Avicennite]] || Tl<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.15 || [[Armalcolite]] || MgTi<sup>4+</sup><sub>2</sub>O<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.15 || [[Ferropseudobrookite]] || Fe<sup>2+</sup>Ti<sup>4+</sup><sub>2</sub>O<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.15 || [[Griffinite]] || Al<sub>2</sub>TiO<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.15 || [[Pseudobrookite Group]] || | |||
= | |- | ||
| 4.CB.15 || [[Sassite]] || Ti<sup>3+</sup><sub>2</sub>Ti<sup>4+</sup>O<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.15 || [[Pseudobrookite]] || Fe<sub>2</sub>TiO<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Zincovelesite-6N6S]] || Zn<sub>3</sub>(Fe<sup>3+</sup>,Mn<sup>3+</sup>,Al,Ti)<sub>8</sub>O<sub>15</sub>(OH) | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Magnesiohögbomite-2N4S]] || (Mg<sub>8.43</sub>Fe<sup>2+</sup><sub>1.57</sub>)<sub>Σ=10</sub>Al<sub>22</sub>Ti<sup>4+</sup><sub>2</sub>O<sub>46</sub>(OH)<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Magnesiobeltrandoite-2N3S]] || (Mg<sub>6</sub>Al<sub>2</sub>)(Al<sub>18</sub>Fe<sup>3+</sup><sub>2</sub>)O<sub>38</sub>(OH)<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Zincohögbomite-2N6S]] || [(Zn,Mg)<sub>7</sub>(Al,Fe<sup>3+</sup>,Ti)<sub>16</sub>O<sub>31</sub>(OH)]<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Magnesiohögbomite-6N6S]] || [(Mg,Fe<sup>2+</sup>)<sub>3</sub>(Al,Ti,Fe<sup>3+</sup>)<sub>8</sub>O<sub>15</sub>(OH)]<sub>6</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Magnesiohögbomite-2N3S]] || [(Mg,Fe<sup>2+</sup>,Zn)<sub>4</sub>(Al,Ti,Fe<sup>3+</sup>)<sub>10</sub>O<sub>19</sub>(OH)]<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Magnesiohögbomite-2N2S]] || [(Mg,Fe<sup>2+</sup>)<sub>3</sub>[Al<sub>7</sub>(Ti,Fe<sup>3+</sup>)]O<sub>15</sub>(OH)]<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || '[[Ferrohögbomite-6N12S]]' || [(Fe<sup>2+</sup>,Mg,Zn)<sub>5</sub>(Al,Ti,Fe<sup>3+</sup>)<sub>12</sub>O<sub>23</sub>(OH)]<sub>6</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.20 || [[Zincohögbomite-2N2S]] || [(Zn,Al,Fe<sup>2+</sup>)<sub>3</sub>(Al,Fe<sup>3+</sup>,Ti)<sub>8</sub>O<sub>15</sub>(OH)]<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.25 || [[Kleberite]] || FeTi<sub>6</sub>O<sub>11</sub>(OH)<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.25 || [[Pseudorutile]] || Fe<sup>3+</sup><sub>2</sub>Ti<sup>4+</sup><sub>3</sub>O<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.30 || [[Oxyvanite]] || V<sup>3+</sup><sub>2</sub>V<sup>4+</sup>O<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.30 || [[Berdesinskiite]] || V<sup>3+</sup><sub>2</sub>TiO<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.30 || [[Kaitianite]] || Ti<sup>3+</sup><sub>2</sub>Ti<sup>4+</sup>O<sub>5</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.35 || [[Machiite]] || Al<sub>2</sub>Ti<sub>3</sub>O<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.35 || [[Vestaite]] || (Ti<sup>4+</sup>Fe<sup>2+</sup>)Ti<sup>4+</sup><sub>3</sub>O<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.35 || [[Olkhonskite]] || (Cr,V)<sub>2</sub>Ti<sub>3</sub>O<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.35 || [[Schreyerite]] || V<sup>3+</sup><sub>2</sub>Ti<sup>4+</sup><sub>3</sub>O<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Zincorinmanite-(Zn)]] || Zn<sub>2</sub>Sb<sub>2</sub>(Fe<sup>3+</sup><sub>4</sub>Zn<sub>2</sub>)O<sub>14</sub>(OH)<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Majindeite]] || Mg<sub>2</sub>Mo<sub>3</sub>O<sub>8</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Almagreraite]] || CuZnMn<sup>4+</sup><sub>3</sub>O<sub>8</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Kamiokite]] || Fe<sub>2</sub>Mo<sub>3</sub>O<sub>8</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Nolanite]] || V<sup>3+</sup><sub>8</sub>Fe<sup>3+</sup><sub>2</sub>O<sub>14</sub>(OH)<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Iseite]] || Mn<sub>2</sub>Mo<sub>3</sub>O<sub>8</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.40 || [[Rinmanite]] || Zn<sub>2</sub>Sb<sub>2</sub>Mg<sub>2</sub>Fe<sub>4</sub>O<sub>14</sub>(OH)<sub>2</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.45 || [[Stibioclaudetite]] || AsSbO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.45 || [[Claudetite]] || As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.50 || [[Senarmontite]] || Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.50 || [[Arsenolite]] || As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.55 || [[Valentinite]] || Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.60 || [[Bismite]] || Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.65 || [[Sphaerobismoite]] || Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.70 || [[Sillénite]] || Bi<sub>12</sub>SiO<sub>20</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.75 || [[Kyzylkumite]] || V<sup>3+</sup>Ti<sub>2</sub>O<sub>5</sub>(OH) | |||
|- | |||
| 4.CB.80 || '[[Tietaiyangite]]' || Fe<sup>3+</sup><sub>4</sub>Fe<sup>2+</sup>TiO<sub>9</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.85 || [[Liuite]] || FeTiO<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.90 || [[Luogufengite]] || Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | |||
|- | |||
| 4.CB.95 || [[Wangdaodeite]] || FeTiO<sub>3</sub> | |||
|} | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 28: | Baris 168: | ||
* [[Batu permata]] | * [[Batu permata]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Korundum&oldid=29601437 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29601437 (2026-08-19T19:27:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.59

Korundum adalah mineral oksida aluminium dengan rumus kimia Al₂O₃ yang mengkristal dalam sistem trigonal.[1] Mineral ini terkenal sebagai mineral terkeras kedua setelah intan dengan nilai kekerasan 9 pada skala Mohs, menjadikannya material abrasif yang sangat baik dan batu permata yang tahan lama.[2] Nama "korundum" berasal dari kata Sanskerta kuruvinda atau Tamil kurundam, yang merujuk pada batu permata ini.
Korundum murni tidak berwarna (leukosafir), tetapi kehadiran unsur pengotor (trace elements) menghasilkan berbagai variasi warna yang indah. Kehadiran kromium (Cr) menghasilkan warna merah yang dikenal sebagai Ruby, sementara kombinasi besi (Fe) dan titanium (Ti) menghasilkan warna biru yang dikenal sebagai Safir.[3] Varietas safir juga dapat ditemukan dalam warna kuning, hijau, ungu, merah muda, dan jingga-merah muda yang langka (padparadscha). Beberapa korundum memperlihatkan fenomena asterisme (bintang) ketika dipotong cabochon, disebabkan oleh inklusi jarum rutil yang tersusun teratur.
Secara fisik, korundum memiliki berat jenis antara 3.98 hingga 4.10, dengan kilau intan hingga kaca. Mineral ini tidak memiliki belahan yang sempurna, tetapi menunjukkan belahan separasi pada bidang {0001} dan {1011} akibat kembaran polisintetik.[4] Fraktur-nya konkoidal hingga tidak rata, dan gores-nya berwarna putih. Secara optik, korundum bersifat uniaksial negatif dengan indeks bias nω = 1.768–1.772 dan nε = 1.760–1.764.[5]
Korundum terbentuk dalam berbagai lingkungan geologi, terutama pada batuan beku miskin silika seperti sienit dan pegmatit, serta pada batuan metamorf seperti marmer kristalin, gnais, dan mika sekis.[6] Deposit korundum berkualitas permata ditemukan di berbagai belahan dunia, dengan sumber terkenal termasuk Myanmar (ruby Mogok), Sri Lanka (safir), Kashmir (safir biru), Thailand, Kamboja, Madagaskar, dan Australia. Korundum sintetis diproduksi secara luas melalui metode proses Verneuil untuk penggunaan industri (sebagai abrasif) dan permata.
Kristalografi
Korundum mengkristal dalam sistem kristal trigonal dengan kelas kristal Hexagonal Scalenohedral (3m) dan grup ruang R3c. Parameter sel unitnya adalah a = 4.75 Å dan c = 12.982 Å, dengan rasio a : c = 1 : 2.733, volume sel unit 253.54 ų, dan jumlah unit formula per sel unit (Z) = 6.[7]
Secara morfologi, korundum menunjukkan kebiasaan kristal yang sangat bervariasi. Kristal sering berbentuk piramida curam dengan bentuk-bentuk yang ditandai pada bidang w, z, E, atau ω. Kristal berbentuk tong (barrel-shaped) sering ditemukan dengan permukaan yang kasar dan membulat, dan kadang-kadang dapat mencapai ukuran yang cukup besar. Variasi bentuknya berkisar dari prismatik pendek sejajar sumbu [0001] dengan bidang dasar yang lebar, hingga piramida yang curam.[8] Lebih jarang, kristal dapat berbentuk tabular datar pada bidang {0001} atau berbentuk rombohedral.
Permukaan kristal korundum sering menunjukkan goresan (striae) pada bidang {0001} yang sejajar dengan arah [0110]. Garis-garis dalam arah [1120] kadang-kadang membagi bidang dasar menjadi enam sektor. Bentuk-bentuk kristal yang umum ditemukan meliputi: {0001}, {1000}, {1120}, {7180}, {1015}, {1013}, {1012}, {1011}, {7072}, {7071}, {0111}, {0221}, {0772}, {2245}, {2243}, {7·7·14·9}, {1121}, {7·7·14·6}, {4488}, {11·11·22·6}, {2241}, {7·7·14·3}, {8·8·16·3}, {4481}, {14·14·28·3}, {4265}, dan {3254}, serta {2·8·10·9}.[9]
Kembaran (twinning) pada korundum umumnya terjadi pada bidang {1011}, biasanya membentuk kembaran lamellar yang menghasilkan struktur berlapis dan goresan pada bidang c dan r. Lebih jarang, ditemukan kembaran penetrasi atau kembaran kepala panah (arrowhead twins) pada kristal yang berbentuk tabular sejajar bidang {1120}. Kembaran pada bidang {0001} juga ditemukan tetapi lebih jarang terjadi. Korundum juga dapat mengalami tekanan kembaran yang dihasilkan pada bidang {1011} dan {0001}.[10]
Mineral sejenis
| Kode Strunz | Nama Mineral | Rumus Kimia |
|---|---|---|
| 4.CB. | Magnesiohögbomite-6N12S | Mg5Al11TiO23(OH) |
| 4.CB. | Kidodite | BaMg2Fe16O27 |
| 4.CB. | Ferrohögbomite-2N2S | [(Fe2+,Mg,Zn,Al)3(Al,Ti,Fe3+)8O15(OH)]2 |
| 4.CB. | Zhenruite | (MoO3)2 · H2O |
| 4.CB. | Fuyuanite | Mg7Nb6O18(OH)8 |
| 4.CB. | Virgilluethite | MoO3 · H2O |
| 4.CB. | Pengite | (Pb8Sb3+3)Σ11Sb5+9O35 |
| 4.CB.05 | Brizziite | NaSb5+O3 |
| 4.CB.05 | Tistarite | Ti3+2O3 |
| 4.CB.05 | Hematite | Fe2O3 |
| 4.CB.05 | Ecandrewsite | ZnTiO3 |
| 4.CB.05 | Melanostibite | Mn2+2Fe3+Sb5+O6 |
| 4.CB.05 | 'UM1998-11-O-AuHSb' | Au+2Sb3+O2(OH) |
| 4.CB.05 | Karelianite | V3+2O3 |
| 4.CB.05 | Eskolaite | Cr2O3 |
| 4.CB.05 | Geikielite | MgTiO3 |
| 4.CB.05 | Akimotoite | MgSiO3 |
| 4.CB.05 | 'Unnamed (Fe-Cr Oxide)' | FeCrO3 |
| 4.CB.05 | 'Auroantimonate' | AuSbO3 |
| 4.CB.05 | Hemleyite | Fe2+SiO3 |
| 4.CB.05 | Ilmenite | Fe2+TiO3 |
| 4.CB.05 | Pyrophanite | Mn2+TiO3 |
| 4.CB.10 | Bixbyite-(Fe) | (Fe,Mn)2O3 |
| 4.CB.10 | Bixbyite-(Mn) | Mn3+2O3 |
| 4.CB.10 | Avicennite | Tl2O3 |
| 4.CB.15 | Armalcolite | MgTi4+2O5 |
| 4.CB.15 | Ferropseudobrookite | Fe2+Ti4+2O5 |
| 4.CB.15 | Griffinite | Al2TiO5 |
| 4.CB.15 | Pseudobrookite Group | |
| 4.CB.15 | Sassite | Ti3+2Ti4+O5 |
| 4.CB.15 | Pseudobrookite | Fe2TiO5 |
| 4.CB.20 | Zincovelesite-6N6S | Zn3(Fe3+,Mn3+,Al,Ti)8O15(OH) |
| 4.CB.20 | Magnesiohögbomite-2N4S | (Mg8.43Fe2+1.57)Σ=10Al22Ti4+2O46(OH)2 |
| 4.CB.20 | Magnesiobeltrandoite-2N3S | (Mg6Al2)(Al18Fe3+2)O38(OH)2 |
| 4.CB.20 | Zincohögbomite-2N6S | [(Zn,Mg)7(Al,Fe3+,Ti)16O31(OH)]2 |
| 4.CB.20 | Magnesiohögbomite-6N6S | [(Mg,Fe2+)3(Al,Ti,Fe3+)8O15(OH)]6 |
| 4.CB.20 | Magnesiohögbomite-2N3S | [(Mg,Fe2+,Zn)4(Al,Ti,Fe3+)10O19(OH)]2 |
| 4.CB.20 | Magnesiohögbomite-2N2S | [(Mg,Fe2+)3[Al7(Ti,Fe3+)]O15(OH)]2 |
| 4.CB.20 | 'Ferrohögbomite-6N12S' | [(Fe2+,Mg,Zn)5(Al,Ti,Fe3+)12O23(OH)]6 |
| 4.CB.20 | Zincohögbomite-2N2S | [(Zn,Al,Fe2+)3(Al,Fe3+,Ti)8O15(OH)]2 |
| 4.CB.25 | Kleberite | FeTi6O11(OH)5 |
| 4.CB.25 | Pseudorutile | Fe3+2Ti4+3O9 |
| 4.CB.30 | Oxyvanite | V3+2V4+O5 |
| 4.CB.30 | Berdesinskiite | V3+2TiO5 |
| 4.CB.30 | Kaitianite | Ti3+2Ti4+O5 |
| 4.CB.35 | Machiite | Al2Ti3O9 |
| 4.CB.35 | Vestaite | (Ti4+Fe2+)Ti4+3O9 |
| 4.CB.35 | Olkhonskite | (Cr,V)2Ti3O9 |
| 4.CB.35 | Schreyerite | V3+2Ti4+3O9 |
| 4.CB.40 | Zincorinmanite-(Zn) | Zn2Sb2(Fe3+4Zn2)O14(OH)2 |
| 4.CB.40 | Majindeite | Mg2Mo3O8 |
| 4.CB.40 | Almagreraite | CuZnMn4+3O8 |
| 4.CB.40 | Kamiokite | Fe2Mo3O8 |
| 4.CB.40 | Nolanite | V3+8Fe3+2O14(OH)2 |
| 4.CB.40 | Iseite | Mn2Mo3O8 |
| 4.CB.40 | Rinmanite | Zn2Sb2Mg2Fe4O14(OH)2 |
| 4.CB.45 | Stibioclaudetite | AsSbO3 |
| 4.CB.45 | Claudetite | As2O3 |
| 4.CB.50 | Senarmontite | Sb2O3 |
| 4.CB.50 | Arsenolite | As2O3 |
| 4.CB.55 | Valentinite | Sb2O3 |
| 4.CB.60 | Bismite | Bi2O3 |
| 4.CB.65 | Sphaerobismoite | Bi2O3 |
| 4.CB.70 | Sillénite | Bi12SiO20 |
| 4.CB.75 | Kyzylkumite | V3+Ti2O5(OH) |
| 4.CB.80 | 'Tietaiyangite' | Fe3+4Fe2+TiO9 |
| 4.CB.85 | Liuite | FeTiO3 |
| 4.CB.90 | Luogufengite | Fe2O3 |
| 4.CB.95 | Wangdaodeite | FeTiO3 |
Lihat pula
Referensi
- ↑ Corundum. Mindat.org.
- ↑ Corundum Mineral Data. Webmineral.com.
- ↑ Handbook of Mineralogy. Mineralogical Society of America.
- ↑ Corundum. Mindat.org.
- ↑ Corundum Mineral Data. Webmineral.com.
- ↑ Handbook of Mineralogy. Mineralogical Society of America.
- ↑ Corundum: Morphology. Mindat.org.
- ↑ C. Palache. The Crystallography of Corundum. American Mineralogist. 1944. Vol. 29. hlm. 1-30.
- ↑ Corundum. Mindat.org.
- ↑ Handbook of Mineralogy. Mineralogical Society of America.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29601437 (2026-08-19T19:27:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.