Lompat ke isi

Biokompatibilitas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29271465; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Biokompatibilitas''' berkaitan dengan perilaku [[biomaterial]] dalam berbagai konteks. Istilah ini mengacu pada kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam situasi tertentu. Ambiguitas istilah ini mencerminkan perkembangan berkelanjutan dari wawasan tentang bagaimana biomaterial berinteraksi dengan [[tubuh manusia]] dan pada akhirnya bagaimana interaksi tersebut menentukan keberhasilan klinis suatu [[alat kesehatan]] (seperti [[pacu jantung buatan]], penggantian pinggul, atau [[stent]]). Alat medis dan [[prostesis]] modern seringkali terbuat dari lebih dari satu material sehingga mungkin tidak selalu cukup untuk berbicara tentang biokompatibilitas material tertentu.
[[File:Annualpublbiocompatibility19702007.jpg|thumb|right|280px|Annualpublbiocompatibility19702007]]


Karena [[respons imun]] dan fungsi perbaikan dalam tubuh sangat kompleks, tidak cukup untuk menggambarkan biokompatibilitas suatu material tunggal dalam kaitannya dengan satu jenis sel atau jaringan. Terkadang kita mendengar tentang pengujian biokompatibilitas yang merupakan serangkaian besar pengujian ''[[in vitro]]'' yang digunakan sesuai dengan ISO 10993 (atau standar serupa lainnya) untuk menentukan apakah suatu material tertentu (atau lebih tepatnya produk biomedis) bersifat biokompatibel. Pengujian ini tidak menentukan biokompatibilitas suatu material, tetapi merupakan langkah penting menuju [[percobaan pada hewan|pengujian pada hewan]] dan akhirnya [[uji klinis]] yang akan menentukan biokompatibilitas material dalam aplikasi tertentu, dan dengan demikian [[alat kesehatan]] seperti [[implan]] atau perangkat [[penghantaran obat]]. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa selama melakukan pengujian [[sitotoksisitas]] ''in vitro'' pada biomaterial, "penulis harus dengan cermat menentukan kondisi pengujian dan perbandingan berbagai penelitian harus dilakukan dengan hati-hati".
'''Biokompatibilitas''' berkaitan dengan perilaku [[biomaterial]] dalam berbagai konteks. Istilah ini mengacu pada kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam situasi tertentu.<ref>"Biological Performance of Materials", Jonathan Black, 2006,</ref> Ambiguitas istilah ini mencerminkan perkembangan berkelanjutan dari wawasan tentang bagaimana biomaterial berinteraksi dengan [[tubuh manusia]] dan pada akhirnya bagaimana interaksi tersebut menentukan keberhasilan klinis suatu [[alat kesehatan]] (seperti [[pacu jantung buatan]], penggantian pinggul, atau [[stent]]). Alat medis dan [[prostesis]] modern seringkali terbuat dari lebih dari satu material sehingga mungkin tidak selalu cukup untuk berbicara tentang biokompatibilitas material tertentu.<ref>[http://www.mddionline.com/article/considerations-biocompatibility-evaluation-medical-devices ''Considerations for the Biocompatibility Evaluation of Medical Devices''] , Kammula and Morris, Medical Device & Diagnostic Industry, May 2001</ref>
 
Karena [[respons imun]] dan fungsi perbaikan dalam tubuh sangat kompleks, tidak cukup untuk menggambarkan biokompatibilitas suatu material tunggal dalam kaitannya dengan satu jenis sel atau jaringan. Terkadang kita mendengar tentang pengujian biokompatibilitas yang merupakan serangkaian besar pengujian ''[[in vitro]]''<ref>[http://www.emdt.co.uk/article/vitro-biocompatibility-testing-biomaterials-and-medical-devices “In Vitro Biocompatibility Testing of Biomaterials and Medical Devices”] , U. Muller, Medical Device Technology, March 2008</ref> yang digunakan sesuai dengan ISO 10993 (atau standar serupa lainnya) untuk menentukan apakah suatu material tertentu (atau lebih tepatnya produk biomedis) bersifat biokompatibel. Pengujian ini tidak menentukan biokompatibilitas suatu material,<ref>[http://www.mddionline.com/article/biocompatibility-safety-assessment-medical-devices-fdaiso-and-japanese-guidelines Biocompatibility Safety Assessment of Medical Devices: FDA/ISO and Japanese Guidelines]. Mddionline.com.</ref> tetapi merupakan langkah penting menuju [[percobaan pada hewan|pengujian pada hewan]] dan akhirnya [[uji klinis]] yang akan menentukan biokompatibilitas material dalam aplikasi tertentu, dan dengan demikian [[alat kesehatan]] seperti [[implan]] atau perangkat [[penghantaran obat]].<ref>I. V. Reshetov. ''Three-dimensional biocompatible matrix for reconstructive surgery''. ''AIP Conference Proceedings''. 2016. Vol. 1760 (1). hlm. 020056. doi:10.1063/1.4960275.</ref> Hasil penelitian menyimpulkan bahwa selama melakukan pengujian [[sitotoksisitas]] ''in vitro'' pada biomaterial, "penulis harus dengan cermat menentukan kondisi pengujian dan perbandingan berbagai penelitian harus dilakukan dengan hati-hati".<ref>Eva Jablonská. ''Test conditions can significantly affect the results of in vitro cytotoxicity testing of degradable metallic biomaterials''. ''Scientific Reports''. 2021-03-23. Vol. 11 (1). hlm. 6628. doi:10.1038/s41598-021-85019-6.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Kata "biokompatibilitas" pertama kali disebutkan dalam jurnal dan pertemuan ''peer-review'' pada tahun 1970 oleh RJ Hegyeli (abstrak Pertemuan Tahunan ''American Chemical Society'') dan ''CA Homsy''.
Kata "biokompatibilitas" pertama kali disebutkan dalam jurnal dan pertemuan ''peer-review'' pada tahun 1970 oleh RJ Hegyeli (abstrak Pertemuan Tahunan ''American Chemical Society'') dan ''CA Homsy''.<ref>Charles Homsy. ''Bio-Compatibility in selection of materials for implantation''. ''Journal of Biomedical Materials Research''. 1970. Vol. 4 (3). hlm. 341–356. doi:10.1002/jbm.820040306.</ref>


Williams telah mencoba mengevaluasi kembali status pengetahuan saat ini mengenai faktor-faktor apa yang menentukan keberhasilan klinis. Dengan demikian, ia mencatat bahwa implan mungkin tidak selalu harus bioaktif secara positif tetapi tidak boleh menimbulkan bahaya (baik secara lokal maupun sistemik).
Williams telah mencoba mengevaluasi kembali status pengetahuan saat ini mengenai faktor-faktor apa yang menentukan keberhasilan klinis. Dengan demikian, ia mencatat bahwa implan mungkin tidak selalu harus bioaktif secara positif tetapi tidak boleh menimbulkan bahaya (baik secara lokal maupun sistemik).<ref>David F. Williams. ''On the mechanisms of biocompatibility''. ''Biomaterials''. 2008. Vol. 29 (20). hlm. 2941–2953. doi:10.1016/j.biomaterials.2008.04.023.</ref>


==Definisi-definisi biokompatibilitas==
==Definisi-definisi biokompatibilitas==
#"Kualitas tidak memiliki efek [[toksisitas|toksik]] atau berbahaya pada sistem biologis".
#"Kualitas tidak memiliki efek [[toksisitas|toksik]] atau berbahaya pada sistem biologis".<ref>''Dorland's Medical Dictionary''</ref>
#“Kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam aplikasi spesifik”, definisi Williams.
#“Kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam aplikasi spesifik”, definisi Williams.<ref>''The Williams dictionary of Biomaterials'', D.F. Williams, 1999,</ref>
#“Mengacu pada kemampuan biomaterial untuk melakukan fungsi yang diinginkan sehubungan dengan terapi medis, tanpa menimbulkan efek lokal atau sistemik yang tidak diinginkan pada penerima atau penerima manfaat terapi tersebut, tetapi menghasilkan respons seluler atau jaringan yang paling tepat dan bermanfaat dalam situasi spesifik tersebut, dan mengoptimalkan kinerja terapi tersebut yang relevan secara klinis”.
#“Mengacu pada kemampuan biomaterial untuk melakukan fungsi yang diinginkan sehubungan dengan terapi medis, tanpa menimbulkan efek lokal atau sistemik yang tidak diinginkan pada penerima atau penerima manfaat terapi tersebut, tetapi menghasilkan respons seluler atau jaringan yang paling tepat dan bermanfaat dalam situasi spesifik tersebut, dan mengoptimalkan kinerja terapi tersebut yang relevan secara klinis”.<ref>David F. Williams. ''On the mechanisms of biocompatibility''. ''Biomaterials''. 2008. Vol. 29 (20). hlm. 2941–2953. doi:10.1016/j.biomaterials.2008.04.023.</ref>
#“Biokompatibilitas adalah kemampuan prostesis yang diimplantasikan di dalam tubuh untuk hidup selaras dengan jaringan tanpa menyebabkan perubahan yang merugikan”.
#“Biokompatibilitas adalah kemampuan prostesis yang diimplantasikan di dalam tubuh untuk hidup selaras dengan jaringan tanpa menyebabkan perubahan yang merugikan”.<ref>''International dictionary of medicine and biology'', E. L. Becker, S. I. Landau, & A. Manuila, 1986, New York: Wiley.</ref>


==Biokompatibel==
==Biokompatibel==
Kaca metalik berbasis magnesium dengan tambahan seng dan kalsium diuji sebagai biomaterial metalik biokompatibel potensial untuk implan medis yang dapat terurai secara hayati
Kaca metalik berbasis magnesium dengan tambahan seng dan kalsium diuji sebagai biomaterial metalik biokompatibel potensial untuk implan medis yang dapat terurai secara hayati<ref>Nowosielski R., Cesarz-Andraczke K., Sakiewicz P., Maciej A., Jakóbik-Kolon A., Babilas R., Corrosion of biocompatible Mg66+XZn30-XCa4 (X=0.2) bulk metallic glasses, Arch. Metall. Mater. 2016 vol. 61 iss. 2, s. 807-810,</ref>


Biokompatibilitas (atau kompatibilitas jaringan) menggambarkan kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai ketika diterapkan sesuai tujuan. Suatu bahan biokompatibel mungkin tidak sepenuhnya "inert", bahkan kesesuaian respons inanglah yang menentukan.
Biokompatibilitas (atau kompatibilitas jaringan) menggambarkan kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai ketika diterapkan sesuai tujuan. Suatu bahan biokompatibel mungkin tidak sepenuhnya "inert", bahkan kesesuaian respons inanglah yang menentukan.<ref>SCHMALZ, G; ARENHOLT-BINDSLEV, D. Biocompatibility of Dental Materials. Germany: Springer, 2009</ref>


==Lihat juga==
==Lihat juga==
Baris 28: Baris 30:
*Biokompatibilitas titanium
*Biokompatibilitas titanium


==Referensi==
== Referensi ==
;Catatan kaki
<references />
 
 
;Catatan


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biokompatibilitas&oldid=29271465 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29271465 (2026-05-25T13:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biokompatibilitas&oldid=29271465 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29271465 (2026-05-25T13:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.02

Annualpublbiocompatibility19702007

Biokompatibilitas berkaitan dengan perilaku biomaterial dalam berbagai konteks. Istilah ini mengacu pada kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam situasi tertentu.[1] Ambiguitas istilah ini mencerminkan perkembangan berkelanjutan dari wawasan tentang bagaimana biomaterial berinteraksi dengan tubuh manusia dan pada akhirnya bagaimana interaksi tersebut menentukan keberhasilan klinis suatu alat kesehatan (seperti pacu jantung buatan, penggantian pinggul, atau stent). Alat medis dan prostesis modern seringkali terbuat dari lebih dari satu material sehingga mungkin tidak selalu cukup untuk berbicara tentang biokompatibilitas material tertentu.[2]

Karena respons imun dan fungsi perbaikan dalam tubuh sangat kompleks, tidak cukup untuk menggambarkan biokompatibilitas suatu material tunggal dalam kaitannya dengan satu jenis sel atau jaringan. Terkadang kita mendengar tentang pengujian biokompatibilitas yang merupakan serangkaian besar pengujian in vitro[3] yang digunakan sesuai dengan ISO 10993 (atau standar serupa lainnya) untuk menentukan apakah suatu material tertentu (atau lebih tepatnya produk biomedis) bersifat biokompatibel. Pengujian ini tidak menentukan biokompatibilitas suatu material,[4] tetapi merupakan langkah penting menuju pengujian pada hewan dan akhirnya uji klinis yang akan menentukan biokompatibilitas material dalam aplikasi tertentu, dan dengan demikian alat kesehatan seperti implan atau perangkat penghantaran obat.[5] Hasil penelitian menyimpulkan bahwa selama melakukan pengujian sitotoksisitas in vitro pada biomaterial, "penulis harus dengan cermat menentukan kondisi pengujian dan perbandingan berbagai penelitian harus dilakukan dengan hati-hati".[6]

Sejarah

Kata "biokompatibilitas" pertama kali disebutkan dalam jurnal dan pertemuan peer-review pada tahun 1970 oleh RJ Hegyeli (abstrak Pertemuan Tahunan American Chemical Society) dan CA Homsy.[7]

Williams telah mencoba mengevaluasi kembali status pengetahuan saat ini mengenai faktor-faktor apa yang menentukan keberhasilan klinis. Dengan demikian, ia mencatat bahwa implan mungkin tidak selalu harus bioaktif secara positif tetapi tidak boleh menimbulkan bahaya (baik secara lokal maupun sistemik).[8]

Definisi-definisi biokompatibilitas

  1. "Kualitas tidak memiliki efek toksik atau berbahaya pada sistem biologis".[9]
  2. “Kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai dalam aplikasi spesifik”, definisi Williams.[10]
  3. “Mengacu pada kemampuan biomaterial untuk melakukan fungsi yang diinginkan sehubungan dengan terapi medis, tanpa menimbulkan efek lokal atau sistemik yang tidak diinginkan pada penerima atau penerima manfaat terapi tersebut, tetapi menghasilkan respons seluler atau jaringan yang paling tepat dan bermanfaat dalam situasi spesifik tersebut, dan mengoptimalkan kinerja terapi tersebut yang relevan secara klinis”.[11]
  4. “Biokompatibilitas adalah kemampuan prostesis yang diimplantasikan di dalam tubuh untuk hidup selaras dengan jaringan tanpa menyebabkan perubahan yang merugikan”.[12]

Biokompatibel

Kaca metalik berbasis magnesium dengan tambahan seng dan kalsium diuji sebagai biomaterial metalik biokompatibel potensial untuk implan medis yang dapat terurai secara hayati[13]

Biokompatibilitas (atau kompatibilitas jaringan) menggambarkan kemampuan suatu material untuk berfungsi dengan respons inang yang sesuai ketika diterapkan sesuai tujuan. Suatu bahan biokompatibel mungkin tidak sepenuhnya "inert", bahkan kesesuaian respons inanglah yang menentukan.[14]

Lihat juga

Referensi

  1. "Biological Performance of Materials", Jonathan Black, 2006,
  2. Considerations for the Biocompatibility Evaluation of Medical Devices , Kammula and Morris, Medical Device & Diagnostic Industry, May 2001
  3. “In Vitro Biocompatibility Testing of Biomaterials and Medical Devices” , U. Muller, Medical Device Technology, March 2008
  4. Biocompatibility Safety Assessment of Medical Devices: FDA/ISO and Japanese Guidelines. Mddionline.com.
  5. I. V. Reshetov. Three-dimensional biocompatible matrix for reconstructive surgery. AIP Conference Proceedings. 2016. Vol. 1760 (1). hlm. 020056. doi:10.1063/1.4960275.
  6. Eva Jablonská. Test conditions can significantly affect the results of in vitro cytotoxicity testing of degradable metallic biomaterials. Scientific Reports. 2021-03-23. Vol. 11 (1). hlm. 6628. doi:10.1038/s41598-021-85019-6.
  7. Charles Homsy. Bio-Compatibility in selection of materials for implantation. Journal of Biomedical Materials Research. 1970. Vol. 4 (3). hlm. 341–356. doi:10.1002/jbm.820040306.
  8. David F. Williams. On the mechanisms of biocompatibility. Biomaterials. 2008. Vol. 29 (20). hlm. 2941–2953. doi:10.1016/j.biomaterials.2008.04.023.
  9. Dorland's Medical Dictionary
  10. The Williams dictionary of Biomaterials, D.F. Williams, 1999,
  11. David F. Williams. On the mechanisms of biocompatibility. Biomaterials. 2008. Vol. 29 (20). hlm. 2941–2953. doi:10.1016/j.biomaterials.2008.04.023.
  12. International dictionary of medicine and biology, E. L. Becker, S. I. Landau, & A. Manuila, 1986, New York: Wiley.
  13. Nowosielski R., Cesarz-Andraczke K., Sakiewicz P., Maciej A., Jakóbik-Kolon A., Babilas R., Corrosion of biocompatible Mg66+XZn30-XCa4 (X=0.2) bulk metallic glasses, Arch. Metall. Mater. 2016 vol. 61 iss. 2, s. 807-810,
  14. SCHMALZ, G; ARENHOLT-BINDSLEV, D. Biocompatibility of Dental Materials. Germany: Springer, 2009

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29271465 (2026-05-25T13:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.