Lompat ke isi

Mirah kuning: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28481520; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Olivin''' atau '''Mirah kuning''' (sebagai batu mulia disebut juga '''[[peridot]]''' atau krisolit), adalah mineral [[magnesium]] [[besi]] [[silikat]] dengan rumus ([[Magnesium|Mg]],[[Besi|Fe]])<sub>2</sub>[[Silikon|Si]][[Oksigen|O]]<sub>4</sub>. Banyak ditemukan di bawah permukaan bumi tetapi lapuk dengan cepat di permukaan bumi.
[[File:Peridot2.jpg|thumb|right|280px|Peridot2]]
 
'''Olivin''' atau '''Mirah kuning'''<ref>[http://anekapermatamulia.blogspot.com/2014/05/batu-mirah-kuning-peridot-olivin-atau.html BATU MIRAH KUNING (PERIDOT, OLIVIN, ATAU CHRISOLITE)]. ''RAHASIA BATU MULIA''.</ref> (sebagai batu mulia disebut juga '''[[peridot]]''' atau krisolit), adalah mineral [[magnesium]] [[besi]] [[silikat]] dengan rumus ([[Magnesium|Mg]],[[Besi|Fe]])<sub>2</sub>[[Silikon|Si]][[Oksigen|O]]<sub>4</sub>. Banyak ditemukan di bawah permukaan bumi tetapi lapuk dengan cepat di permukaan bumi.


Rasio magnesium dan besi bervariasi: forsterit (bila Mg dominan) ataupun fayalit (bila Fe dominan). Komposisi olivin umumnya dinyatakan sebagai persentase molar forsterit (Fo) dan fayalit (Fa) (contoh: Fo<sub>70</sub>Fa<sub>30</sub>). Forsterit memiliki titik lebur yang sangat tinggi dalam tekanan atmosfer, yaitu mencapai 1900&nbsp;°C, tetapi fayalit memiliki titik lebur yang lebih rendah (kira-kira 1200&nbsp;°C). Titik lebur bervariasi antara kedua pembentuknya, sebagaimana sifat-sifat lainnya. Olivin bisa menggabungkan unsur selain [[oksigen]], [[silikon]], [[magnesium]], dan [[besi]]; hanya dalam jumlah sedikit. Umumnya mangan dan nikel merupakan unsur tambahan dengan konsentrasi tertinggi.
Rasio magnesium dan besi bervariasi: forsterit (bila Mg dominan) ataupun fayalit (bila Fe dominan). Komposisi olivin umumnya dinyatakan sebagai persentase molar forsterit (Fo) dan fayalit (Fa) (contoh: Fo<sub>70</sub>Fa<sub>30</sub>). Forsterit memiliki titik lebur yang sangat tinggi dalam tekanan atmosfer, yaitu mencapai 1900&nbsp;°C, tetapi fayalit memiliki titik lebur yang lebih rendah (kira-kira 1200&nbsp;°C). Titik lebur bervariasi antara kedua pembentuknya, sebagaimana sifat-sifat lainnya. Olivin bisa menggabungkan unsur selain [[oksigen]], [[silikon]], [[magnesium]], dan [[besi]]; hanya dalam jumlah sedikit. Umumnya mangan dan nikel merupakan unsur tambahan dengan konsentrasi tertinggi.
Baris 6: Baris 8:


== Identifikasi dan paragenesis ==
== Identifikasi dan paragenesis ==
Olivin dinamai berdasarkan warnanya yang hijau seperti zaitun (dianggap sebagai hasil dari bekas [[nikel]]), meskipun bisa juga berubah menjadi kemerahan sebagai hasil dari perkaratan [[besi]].
Olivin dinamai berdasarkan warnanya yang hijau seperti zaitun (dianggap sebagai hasil dari bekas [[nikel]]), meskipun bisa juga berubah menjadi kemerahan sebagai hasil dari perkaratan [[besi]].


Baris 17: Baris 17:


Olivin kaya-Mg bersifat stabil pada tekanan yang ekuivalen terhadap kedalaman 410&nbsp;km di dalam tanah. Karena dianggap sebagai mineral paling berlimpah di bagian atas mantel bumi pada kedalaman yang dangkal, sifat-sifat olivin banyak berpengaruh secara dominan pada ilmu reologi pada bagian tersebut dan juga pada aliran padatan yang mengalirkan [[lempeng tektonik]].
Olivin kaya-Mg bersifat stabil pada tekanan yang ekuivalen terhadap kedalaman 410&nbsp;km di dalam tanah. Karena dianggap sebagai mineral paling berlimpah di bagian atas mantel bumi pada kedalaman yang dangkal, sifat-sifat olivin banyak berpengaruh secara dominan pada ilmu reologi pada bagian tersebut dan juga pada aliran padatan yang mengalirkan [[lempeng tektonik]].
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 26: Baris 23:
* [http://www.und.nodak.edu/instruct/mineral/320petrology/opticalmin/olivine.htm Geological information and several microscopic images] University of North Dakota
* [http://www.und.nodak.edu/instruct/mineral/320petrology/opticalmin/olivine.htm Geological information and several microscopic images] University of North Dakota


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mirah+kuning&oldid=28481520 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481520 (2025-11-14T07:33:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mirah+kuning&oldid=28481520 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481520 (2025-11-14T07:33:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.03

Peridot2

Olivin atau Mirah kuning[1] (sebagai batu mulia disebut juga peridot atau krisolit), adalah mineral magnesium besi silikat dengan rumus (Mg,Fe)2SiO4. Banyak ditemukan di bawah permukaan bumi tetapi lapuk dengan cepat di permukaan bumi.

Rasio magnesium dan besi bervariasi: forsterit (bila Mg dominan) ataupun fayalit (bila Fe dominan). Komposisi olivin umumnya dinyatakan sebagai persentase molar forsterit (Fo) dan fayalit (Fa) (contoh: Fo70Fa30). Forsterit memiliki titik lebur yang sangat tinggi dalam tekanan atmosfer, yaitu mencapai 1900 °C, tetapi fayalit memiliki titik lebur yang lebih rendah (kira-kira 1200 °C). Titik lebur bervariasi antara kedua pembentuknya, sebagaimana sifat-sifat lainnya. Olivin bisa menggabungkan unsur selain oksigen, silikon, magnesium, dan besi; hanya dalam jumlah sedikit. Umumnya mangan dan nikel merupakan unsur tambahan dengan konsentrasi tertinggi.

Olivin menamai sebuah kelompok mineral dengan struktur terkait (kelompok olivin)yang meliputi teproit ((Mn2SiO4)), montiselit (CaMgSiO4) and kirschsteinit (CaFeSiO4).

Identifikasi dan paragenesis

Olivin dinamai berdasarkan warnanya yang hijau seperti zaitun (dianggap sebagai hasil dari bekas nikel), meskipun bisa juga berubah menjadi kemerahan sebagai hasil dari perkaratan besi.

Olivin dengan sifat tembus cahaya kadang-kadang juga digunakan sebagai batu mulia yang disebut peridot (péridot, kata bahasa Prancis untuk olivin), juga disebut krisolit (dari kata bahasa Yunani χρυσός, "emas" dan λίθος, "batu"). Beberapa batu olivin berkualitas terbaik didapatkan dari lapisan mantel pada bebatuan di pulau Zabargad di Laut Merah.

Olivin terdapat pada batuan beku mafik dan ultramafik dan sebagai mineral dasar dari beberapa batuan metamorf. Olivin yang kaya akan magnesium mengkristal dari magma yang kaya akan magnesium dan rendah silika. Magma itu mengkristal menjadi batuan mafik seperti gabbro dan basalt. Batuan ultramafik seperti peridotit dan dunit bisa jadi merupakan sisa yang tertinggal setelah proses ekstrasi magma, dan secara khas mereka lebih diperkaya pada olivin setelah ekstraksi peleburan parsial. Olivin dan varian struktral bertekanan tinggi lainnya meliputi lebih dari 50% dari mantel atas bumi, dan olivin adalah salah satu mineral yang paling sering dijumpai di Bumi menurut volumenya. Proses metamorfisme dari batuan dolomit tidak murni atau batuan sedimen lain yang kaya magnesium dan kurang silikat juga menghasilkan olivin kaya-Mg atau forsterit.

Olivin kaya-Fe relatif jauh lebih sedikit tetapi terdapat pada batuan beku dalam jumlah kecil pada granit dan riolit langka, dan olivin sangat-kaya Fe bisa berada dengan stabil dalam kuarsa dan tridymite. Sebaliknya, olivin kaya-Mg tidak dapat berada dengan stabil pada mineral silikat karena akan bereaksi membentuk orthopiroksin ((Mg,Fe)2Si2O6).

Olivin kaya-Mg bersifat stabil pada tekanan yang ekuivalen terhadap kedalaman 410 km di dalam tanah. Karena dianggap sebagai mineral paling berlimpah di bagian atas mantel bumi pada kedalaman yang dangkal, sifat-sifat olivin banyak berpengaruh secara dominan pada ilmu reologi pada bagian tersebut dan juga pada aliran padatan yang mengalirkan lempeng tektonik.

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28481520 (2025-11-14T07:33:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.