Lompat ke isi

Minyak: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28944348; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Minyak''' adalah istilah umum untuk semua cairan [[kimia organik|organik]] yang tidak [[larutan|larut]]/bercampur dalam [[air]] (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam: terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke [[minyak bumi]] (''petroleum'') atau produk olahannya: [[minyak tanah]] (kerosena). Namun, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya minyak [[rem]]), sebagai medium pemindahan [[energi]], maupun sebagai [[wangi-wangian]] (misalnya minyak nilam).
[[File:Motor_oil_refill_with_funnel.JPG|thumb|right|280px|Motor oil refill with funnel]]


Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan [[lipid]], yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya [[dietil eter]] (C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OC<sub>2</sub>H<sub>5</sub>), [[Kloroform]] (CHCl<sub>3</sub>), benzena dan hidrokarbon lainnya yang polaritasnya sama.
'''Minyak''' adalah istilah umum untuk semua cairan [[kimia organik|organik]] yang tidak [[larutan|larut]]/bercampur dalam [[air]] (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam: terasa licin apabila dipegang.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke [[minyak bumi]] (''petroleum'') atau produk olahannya: [[minyak tanah]] (kerosena).<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Namun, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya minyak [[rem]]), sebagai medium pemindahan [[energi]], maupun sebagai [[wangi-wangian]] (misalnya minyak nilam).<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref>


Minyak merupakan senyawaan [[trigliserida]] atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”. Jadi minyak juga merupakan senyawaan [[ester]]. Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan [[gliserol]]. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.
Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan [[lipid]], yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya [[dietil eter]] (C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OC<sub>2</sub>H<sub>5</sub>), [[Kloroform]] (CHCl<sub>3</sub>), benzena dan hidrokarbon lainnya yang polaritasnya sama.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref>
 
Minyak merupakan senyawaan [[trigliserida]] atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Jadi minyak juga merupakan senyawaan [[ester]].<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan [[gliserol]].<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref> Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref>


== Jenis-jenis minyak ==
== Jenis-jenis minyak ==
Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan ('''minyak nabati''') dan hewan ('''minyak hewani'''), dan minyak yang diperoleh dari kegiatan [[pertambangan|penambangan]] ([[minyak bumi]]).
Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan ('''minyak nabati''') dan hewan ('''minyak hewani'''), dan minyak yang diperoleh dari kegiatan [[pertambangan|penambangan]] ([[minyak bumi]]).<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref>


=== Minyak tumbuhan dan hewan ===
=== Minyak tumbuhan dan hewan ===
Minyak tumbuhan dan hewan merupakan [[lipid]]. Dari sudut pandang [[kimia]], minyak kelompok ini sama saja dengan lemak. Minyak dibedakan dari [[lemak]] berdasarkan sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<. Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan hanya tersusun dari dua golongan saja:
Minyak tumbuhan dan hewan merupakan [[lipid]].<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref> Dari sudut pandang [[kimia]], minyak kelompok ini sama saja dengan lemak.<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref> Minyak dibedakan dari [[lemak]] berdasarkan sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<.<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref> Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan hanya tersusun dari dua golongan saja:<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref>
* [[Gliserida]] dan atau [[asam lemak]], yang mencakup minyak makanan ([[minyak masak]] atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran minyak pelumas, dan bahan baku [[biodiesel]]. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
* [[Gliserida]] dan atau [[asam lemak]], yang mencakup minyak makanan ([[minyak masak]] atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran minyak pelumas, dan bahan baku [[biodiesel]]. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
* [[Terpena]] dan [[terpenoid]], yang dikenal sebagai [[minyak atsiri]], atau minyak eteris, atau minyak esensial (bukan [[asam lemak|asam lemak esensial]]!) dan merupakan bahan dasar wangi-wangian ([[parfum]]) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari [[tumbuhan]], dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan ([[aromaterapi]]).. Kelompok minyak ini memiliki aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut juga minyak "aromatik").
* [[Terpena]] dan [[terpenoid]], yang dikenal sebagai [[minyak atsiri]], atau minyak eteris, atau minyak esensial (bukan [[asam lemak|asam lemak esensial]]!) dan merupakan bahan dasar wangi-wangian ([[parfum]]) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari [[tumbuhan]], dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan ([[aromaterapi]]).<ref>Taiz L, Zeiger E. 2006. Plant physiology ed ke-4. Sinaver associates, inc., publishers:Massachusetts.Page 56-57.</ref>. Kelompok minyak ini memiliki aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut juga minyak "aromatik").


Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan:
Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan:<ref>[http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/minyak_tumbuhan_sumber_energi_alami/. Iskandar S. 2005. Minyak Tumbuhan, Sumber Energi Alami] Diakses pada 13 Apr 2010.</ref>
* Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak
* Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak
* Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi transfer
* Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi transfer
Baris 19: Baris 21:


=== Minyak bumi ===
=== Minyak bumi ===
 
Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat [[Senyawa organik|organik]], tetapi komponen pokoknya adalah [[hidrokarbon]].<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Minyak bumi disebut juga ''minyak mineral'' karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain.<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari [[fosil]].<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari '''bahan bakar fosil'''.<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Beberapa [[ilmuwan]] menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat [[abiotik]], yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi.<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref> Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref>
Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat [[Senyawa organik|organik]], tetapi komponen pokoknya adalah [[hidrokarbon]]. Minyak bumi disebut juga ''minyak mineral'' karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain. Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari [[fosil]]. Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari '''bahan bakar fosil'''. Beberapa [[ilmuwan]] menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat [[abiotik]], yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi. Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.


== Analisis untuk Lemak dan Minyak ==
== Analisis untuk Lemak dan Minyak ==
Jenis-jenis lemak dan minyak dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya.
Jenis-jenis lemak dan minyak dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya.<ref>[https://web.archive.org/web/20090824074947/http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak] Diakses pada 4 April 2010.</ref>
Pengujian sifat-sifat lemak dan minyak ini meliputi:
Pengujian sifat-sifat lemak dan minyak ini meliputi:<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref>
* angka penyabunan
* angka penyabunan
* angka ester
* angka ester
Baris 30: Baris 31:
* angka Reichert Meissel
* angka Reichert Meissel


Pengujian untuk menentukan kualitas minyak, seperti:
Pengujian untuk menentukan kualitas minyak, seperti:<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref>
* angka [[asam]]
* angka [[asam]]
* angka peroksida
* angka peroksida
Baris 37: Baris 38:


== Pengolahan minyak ==
== Pengolahan minyak ==
Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah [[larutan]]/[[campuran]]. Proses pengolahan minyak murni ([[penyulingan]] / [[kilang minyak]]) biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi). Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.
Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah [[larutan]]/[[campuran]].<ref>Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.</ref> Proses pengolahan minyak murni ([[penyulingan]] / [[kilang minyak]]) biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi).<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref>


Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak. Enzim akan terus bekerja berurutan hingga menghasilkan produk akhir yaitu minyak.
Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak.<ref>Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.</ref> Enzim akan terus bekerja berurutan hingga menghasilkan produk akhir yaitu minyak.<ref>Taiz L, Zeiger E. 2006. Plant physiology ed ke-4. Sinaver associates, inc., publishers:Massachusetts.Page 56-57.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minyak&oldid=28944348 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28944348 (2026-02-09T02:24:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minyak&oldid=28944348 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28944348 (2026-02-09T02:24:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.05

Berkas:Motor oil refill with funnel.JPG
Motor oil refill with funnel

Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik.[1] Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam: terasa licin apabila dipegang.[2] Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanah (kerosena).[3] Namun, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai wangi-wangian (misalnya minyak nilam).[4]

Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya yang polaritasnya sama.[5]

Minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”.[6] Jadi minyak juga merupakan senyawaan ester.[7] Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan gliserol.[8] Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.[9]

Jenis-jenis minyak

Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) dan hewan (minyak hewani), dan minyak yang diperoleh dari kegiatan penambangan (minyak bumi).[10]

Minyak tumbuhan dan hewan

Minyak tumbuhan dan hewan merupakan lipid.[11] Dari sudut pandang kimia, minyak kelompok ini sama saja dengan lemak.[12] Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<.[13] Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan hanya tersusun dari dua golongan saja:[14]

  • Gliserida dan atau asam lemak, yang mencakup minyak makanan (minyak masak atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran minyak pelumas, dan bahan baku biodiesel. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
  • Terpena dan terpenoid, yang dikenal sebagai minyak atsiri, atau minyak eteris, atau minyak esensial (bukan asam lemak esensial!) dan merupakan bahan dasar wangi-wangian (parfum) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari tumbuhan, dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan (aromaterapi).[15]. Kelompok minyak ini memiliki aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut juga minyak "aromatik").

Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan:[16]

  • Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak
  • Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi transfer
  • Biodiesel, bahan akar ramah lingkungan

Minyak bumi

Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon.[17] Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain.[18] Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari fosil.[19] Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil.[20] Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi.[21] Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.[22]

Analisis untuk Lemak dan Minyak

Jenis-jenis lemak dan minyak dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya.[23] Pengujian sifat-sifat lemak dan minyak ini meliputi:[24]

  • angka penyabunan
  • angka ester
  • angka iodin
  • angka Reichert Meissel

Pengujian untuk menentukan kualitas minyak, seperti:[25]

  • angka asam
  • angka peroksida
  • angka asam thiobarbiturat (TBA)
  • kadar minyak

Pengolahan minyak

Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah larutan/campuran.[26] Proses pengolahan minyak murni (penyulingan / kilang minyak) biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi).[27] Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.[28]

Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak.[29] Enzim akan terus bekerja berurutan hingga menghasilkan produk akhir yaitu minyak.[30]

Referensi

  1. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  2. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  3. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  4. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  5. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  6. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  7. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  8. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  9. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  10. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  11. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  12. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  13. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  14. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  15. Taiz L, Zeiger E. 2006. Plant physiology ed ke-4. Sinaver associates, inc., publishers:Massachusetts.Page 56-57.
  16. Iskandar S. 2005. Minyak Tumbuhan, Sumber Energi Alami Diakses pada 13 Apr 2010.
  17. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  18. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  19. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  20. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  21. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  22. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  23. Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan Minyak Diakses pada 4 April 2010.
  24. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  25. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  26. Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  27. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  28. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  29. Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.
  30. Taiz L, Zeiger E. 2006. Plant physiology ed ke-4. Sinaver associates, inc., publishers:Massachusetts.Page 56-57.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28944348 (2026-02-09T02:24:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.