Krisokola: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28962140; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Krisokola''' () adalah suatu [[mineral]] [[tembaga]] [[siklosilikat]] terhidrasi dengan rumus kimia: Cu<sub>2-x</sub>Al<sub>x</sub>(H<sub>2-x</sub>Si<sub>2</sub>O<sub>5</sub>)(OH)<sub>4</sub>·nH<sub>2</sub>O (x<1) or (Cu,Al)<sub>2</sub>H<sub>2</sub>Si<sub>2</sub>O<sub>5</sub>(OH)<sub>4</sub>·nH<sub>2</sub>O. Struktur mineral ini masih dipertanyakan, sebab studi spektrografik menunjukkan bahwa mineral krisokola ini kemungkinan merupakan campuran dari tembaga hidroksida [[spertiniite]] dan [[chalcedony|kalsedon]]. Di Indonesia, wilayah penghasil krisokola yang terkenal adalah di [[Pulau Bacan]], dan dikenal oleh kalangan pecinta [[batu akik]] dengan julukan ''[[Krisokola|Batu Bacan]]''. | [[File:Chrysocolla.jpg|thumb|right|280px|Chrysocolla]] | ||
'''Krisokola''' ()<ref>''[http://www.kamustambang.com/batu-krisokola.html Batu Krisokola]'', Kamus Istilah Pertambangan Umum, ©2015. Diakses 23 April 2015.</ref><ref>Irawan Khrisna (2015), ''[https://books.google.co.id/books?id=gdDZBgAAQBAJ&pg=PA19&dq=batu+bacan+chrysocolla&hl=id&sa=X&ei=i09TVf27MYuBuwS-yYHYBA&ved=0CCsQuwUwAA#v=onepage&q=batu%20bacan%20chrysocolla&f=false Kemilau Investasi Batu Cincin] '', Banana Books, hlm. 19, 25. Diakses 13 Mei 2015.</ref> adalah suatu [[mineral]] [[tembaga]] [[siklosilikat]] terhidrasi dengan rumus kimia: Cu<sub>2-x</sub>Al<sub>x</sub>(H<sub>2-x</sub>Si<sub>2</sub>O<sub>5</sub>)(OH)<sub>4</sub>·nH<sub>2</sub>O (x<1)<ref>[http://www.mindat.org/min-1040.html Mindat]</ref> or (Cu,Al)<sub>2</sub>H<sub>2</sub>Si<sub>2</sub>O<sub>5</sub>(OH)<sub>4</sub>·nH<sub>2</sub>O.<ref>[http://rruff.geo.arizona.edu/doclib/hom/chrysocolla.pdf Handbook of Mineralogy]</ref> Struktur mineral ini masih dipertanyakan, sebab studi spektrografik menunjukkan bahwa mineral krisokola ini kemungkinan merupakan campuran dari tembaga hidroksida [[spertiniite]] dan [[chalcedony|kalsedon]]. Di Indonesia, wilayah penghasil krisokola yang terkenal adalah di [[Pulau Bacan]], dan dikenal oleh kalangan pecinta [[batu akik]] dengan julukan ''[[Krisokola|Batu Bacan]]''. | |||
== Ciri-ciri == | == Ciri-ciri == | ||
Krisokola memiliki warna [[sian]] (biru-hijau) dan merupakan minor bijih tembaga, dengan [[Skala Mohs|kekerasan mineral]] mencapai 2.5 hingga 3.5. | Krisokola memiliki warna [[sian]] (biru-hijau) dan merupakan minor bijih tembaga, dengan [[Skala Mohs|kekerasan mineral]] mencapai 2.5 hingga 3.5. | ||
| Baris 9: | Baris 10: | ||
== Pembentukan dan lokasi == | == Pembentukan dan lokasi == | ||
Mineral ini memiliki asal sekunder dan terbentuk dalam lingkup zona [[oksidasi]] bijih [[tembaga]]. Mineral ikutannya adalah [[kuarsa]], [[limonit]], [[azurit]], [[malakit]], [[kuprit]], dan mineral sekunder tembaga lainnya. | Mineral ini memiliki asal sekunder dan terbentuk dalam lingkup zona [[oksidasi]] bijih [[tembaga]]. Mineral ikutannya adalah [[kuarsa]], [[limonit]], [[azurit]], [[malakit]], [[kuprit]], dan mineral sekunder tembaga lainnya. | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
== Penelitian status mineral == | == Penelitian status mineral == | ||
Sebuah studi tahun 2006 memberikan bukti bahwa krisokola kemungkinan merupakan percampuran mikroskopik antarak mineral tembaga hidroksida [[spertiniite]], silika amorf, dan air. | Sebuah studi tahun 2006 memberikan bukti bahwa krisokola kemungkinan merupakan percampuran mikroskopik antarak mineral tembaga hidroksida [[spertiniite]], silika amorf, dan air.<ref>[http://www.mindat.org/min-1040.html Mindat]</ref><ref>[http://www.slac.stanford.edu/cgi-wrap/getdoc/slac-pub-12232.pdf François Farges, Karim Benzerara, Gordon E. Brown, Jr.; ''Chrysocolla Redefined as Spertiniite''; SLAC-PUB-12232; 13th International Conference On X-Ray Absorption Fine Structure (XAFS13); July 9-14, 2006; Stanford, California]</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Krisokola&oldid=28962140 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28962140 (2026-02-15T01:24:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 27 Agustus 2026 23.07

Krisokola ()[1][2] adalah suatu mineral tembaga siklosilikat terhidrasi dengan rumus kimia: Cu2-xAlx(H2-xSi2O5)(OH)4·nH2O (x<1)[3] or (Cu,Al)2H2Si2O5(OH)4·nH2O.[4] Struktur mineral ini masih dipertanyakan, sebab studi spektrografik menunjukkan bahwa mineral krisokola ini kemungkinan merupakan campuran dari tembaga hidroksida spertiniite dan kalsedon. Di Indonesia, wilayah penghasil krisokola yang terkenal adalah di Pulau Bacan, dan dikenal oleh kalangan pecinta batu akik dengan julukan Batu Bacan.
Ciri-ciri
Krisokola memiliki warna sian (biru-hijau) dan merupakan minor bijih tembaga, dengan kekerasan mineral mencapai 2.5 hingga 3.5.
Nama dan penemuan
Nama mineral ini dalam bahasa Inggris "Chrysocolla" dari bahasa Yunani chrysos, "emas", dan kolla, "lem", yaitu merujuk pada nama bahan yang digunakan untuk menyolder emas, yang pertama kali digunakan oleh Theophrastus pada 315 SM.
Pembentukan dan lokasi
Mineral ini memiliki asal sekunder dan terbentuk dalam lingkup zona oksidasi bijih tembaga. Mineral ikutannya adalah kuarsa, limonit, azurit, malakit, kuprit, dan mineral sekunder tembaga lainnya.
Umumnya ia ditemukan berbentuk bergugus (botryoidal), gumpalan bulat atau kerak, atau guratan urat. Karena warnanya yang terang, ia terkadang dikelirukan dengan pirus.
Lokasi kemunculan yang terkenal antara lain di Pulau Bacan (Indonesia), Israel, Republik Demokratik Kongo, Chili, Cornwall (Inggris), dan di Arizona, Utah, Idaho, New Mexico, Michigan, dan Pennsylvania (Amerika Serikat).
Penelitian status mineral
Sebuah studi tahun 2006 memberikan bukti bahwa krisokola kemungkinan merupakan percampuran mikroskopik antarak mineral tembaga hidroksida spertiniite, silika amorf, dan air.[5][6]
Referensi
- ↑ Batu Krisokola, Kamus Istilah Pertambangan Umum, ©2015. Diakses 23 April 2015.
- ↑ Irawan Khrisna (2015), Kemilau Investasi Batu Cincin , Banana Books, hlm. 19, 25. Diakses 13 Mei 2015.
- ↑ Mindat
- ↑ Handbook of Mineralogy
- ↑ Mindat
- ↑ François Farges, Karim Benzerara, Gordon E. Brown, Jr.; Chrysocolla Redefined as Spertiniite; SLAC-PUB-12232; 13th International Conference On X-Ray Absorption Fine Structure (XAFS13); July 9-14, 2006; Stanford, California
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28962140 (2026-02-15T01:24:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.