Batu laterit kalimantan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28742034; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Batu Laterit Kalimantan''' adalah tanah yang mengeras menyerupai batu dari hasil pengendapan zat-zat seperti nikel dan besi. Laterit sendiri terbentuk secara alami yang didalamnya banyak terkandung unsur dan zat-zat hara yang membentuk lapisan tanah tersebut mengeras seperti batu. Dahulu kala batu laterit sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bata karena ketika lembap laterit mudah dipotong, tetapi setelah terkena udara dalam waktu yang lama akan mengeras seperti batu. | [[File:Laterit_Kalimantan.jpg|thumb|right|280px|Laterit Kalimantan]] | ||
'''Batu Laterit Kalimantan''' adalah tanah yang mengeras menyerupai batu dari hasil pengendapan zat-zat seperti nikel dan besi. Laterit sendiri terbentuk secara alami yang didalamnya banyak terkandung unsur dan zat-zat hara yang membentuk lapisan tanah tersebut mengeras seperti batu. Dahulu kala batu laterit sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bata karena ketika lembap laterit mudah dipotong, tetapi setelah terkena udara dalam waktu yang lama akan mengeras seperti batu.<ref>[http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-batuan-dan-jenis-batuan.html#_ Pengertian batuan dan jenis batuan]. 2013.</ref> | |||
== Komposisi Batu Laterit == | == Komposisi Batu Laterit == | ||
Laterit banyak ditemui diwilayah beriklim tropis yang panas dan lembap. akibat dari kandungan oksida besi dan nikel yang begitu banyak sehingga menjadikan tanah laterit mengeras menyerupai batu. | Laterit banyak ditemui diwilayah beriklim tropis yang panas dan lembap. akibat dari kandungan oksida besi dan nikel yang begitu banyak sehingga menjadikan tanah laterit mengeras menyerupai batu.<ref>PT INCO. ''Nickel Laterites''. PT INCO. 12 Mei 2005.</ref> | ||
Komposisi mineral dan kimia di dalam batu [[laterit]] sangat berpengaruh pada batuan induknya, laterit umumnya mengandung sejumlah besar kwarsa dan oksida titanium, zirkon, besi, timah, mangan dan alumunium, yang tertinggal dari dari proses pengausan. | Komposisi mineral dan kimia di dalam batu [[laterit]] sangat berpengaruh pada batuan induknya, laterit umumnya mengandung sejumlah besar kwarsa dan oksida titanium, zirkon, besi, timah, mangan dan alumunium, yang tertinggal dari dari proses pengausan.<ref>Anne Ahira. [http://www.anneahira.com/tanah-laterit.htm Tanah laterit kaya akan logam]. 2014.</ref><ref>Santho Tandiarrang. ''Komposisi Kimia Batuan Ultramafik dan Peta Sebaran Laterit''. Universitas Hassanudin. 2011. hlm. 1-3.</ref> | ||
== Karakteristik Laterit Kalimantan == | == Karakteristik Laterit Kalimantan<ref>Muhamad Nahrowi. ''Studi Kuat Lentur Balok Beton dengan Material Laterit''. Politeknik Negeri Samarinda. 2014. hlm. 5-7.</ref> == | ||
Laterit Kalimantan memiliki ciri khas: | Laterit Kalimantan memiliki ciri khas: | ||
* [[Berwarna merah]] | * [[Berwarna merah]] | ||
| Baris 19: | Baris 21: | ||
== Manfaat Laterit Kalimantan == | == Manfaat Laterit Kalimantan == | ||
Batu Laterit Kalimantan setelah melewati hasil uji di Laboratorium [[Politeknik Negeri Samarinda]], mendapatkan hasil di mana berat jenisnya mendekati berat jenis bebatuan untuk agregat kasar beton. Dari hasil tersebut maka batu [[laterit]] dapat dimanfaatkan untuk keperluan: | Batu Laterit Kalimantan setelah melewati hasil uji di Laboratorium [[Politeknik Negeri Samarinda]], mendapatkan hasil di mana berat jenisnya mendekati berat jenis bebatuan untuk agregat kasar beton. Dari hasil tersebut maka batu [[laterit]] dapat dimanfaatkan untuk keperluan: | ||
* [[Pembuatan beton]] | * [[Pembuatan beton]] | ||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
Negara-negara yang kaya akan jenis laterit adalah Brazil, Australia, Guatemala, Kolombia, Eropa Tengah, Myanmar, Kuba, [[Indonesia]] dan Filipina. Beberapa penemuan geografis menunjukan bahwa deretan batu laterit banyak digunakan sebagai fondasi kuil-kuil di Kamboja pada abad ke-9 dan ke-12. Indonesia adalah salah satu penghasil laterit terbesar di dunia dengan total 1,063,843,000 ton dari hasil pemetaan tahun 2004 di mana 50% terdapat di [[Pulau Kalimantan]]. | Negara-negara yang kaya akan jenis laterit adalah Brazil, Australia, Guatemala, Kolombia, Eropa Tengah, Myanmar, Kuba, [[Indonesia]] dan Filipina. Beberapa penemuan geografis menunjukan bahwa deretan batu laterit banyak digunakan sebagai fondasi kuil-kuil di Kamboja pada abad ke-9 dan ke-12. Indonesia adalah salah satu penghasil laterit terbesar di dunia dengan total 1,063,843,000 ton dari hasil pemetaan tahun 2004 di mana 50% terdapat di [[Pulau Kalimantan]]. | ||
Diprediksi hampir 70% jenis Batu Laterit yang ada di Kalimantan adalah yang kualitas baik dan dapat dimanfaatkan untuk bahan-bahan pembuatan [[elemen konstruksi]] bangunan sehingga dapat bernilai ekonomis dan dapat dijadikan mata pencarian warga sekitar yang memiliki gunung laterit. | Diprediksi hampir 70% jenis Batu Laterit yang ada di Kalimantan adalah yang kualitas baik dan dapat dimanfaatkan untuk bahan-bahan pembuatan [[elemen konstruksi]] bangunan sehingga dapat bernilai ekonomis dan dapat dijadikan mata pencarian warga sekitar yang memiliki gunung laterit. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu+laterit+kalimantan&oldid=28742034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28742034 (2025-12-26T08:56:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 27 Agustus 2026 23.09

Batu Laterit Kalimantan adalah tanah yang mengeras menyerupai batu dari hasil pengendapan zat-zat seperti nikel dan besi. Laterit sendiri terbentuk secara alami yang didalamnya banyak terkandung unsur dan zat-zat hara yang membentuk lapisan tanah tersebut mengeras seperti batu. Dahulu kala batu laterit sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bata karena ketika lembap laterit mudah dipotong, tetapi setelah terkena udara dalam waktu yang lama akan mengeras seperti batu.[1]
Komposisi Batu Laterit
Laterit banyak ditemui diwilayah beriklim tropis yang panas dan lembap. akibat dari kandungan oksida besi dan nikel yang begitu banyak sehingga menjadikan tanah laterit mengeras menyerupai batu.[2] Komposisi mineral dan kimia di dalam batu laterit sangat berpengaruh pada batuan induknya, laterit umumnya mengandung sejumlah besar kwarsa dan oksida titanium, zirkon, besi, timah, mangan dan alumunium, yang tertinggal dari dari proses pengausan.[3][4]
Karakteristik Laterit Kalimantan[5]
Laterit Kalimantan memiliki ciri khas:
Namun secara garis besar batu laterit Kalimantan memiliki indeks propertis:
Manfaat Laterit Kalimantan
Batu Laterit Kalimantan setelah melewati hasil uji di Laboratorium Politeknik Negeri Samarinda, mendapatkan hasil di mana berat jenisnya mendekati berat jenis bebatuan untuk agregat kasar beton. Dari hasil tersebut maka batu laterit dapat dimanfaatkan untuk keperluan:
Laterit yang baru di ambil dari penambangan gunung laterit biasanya digunakan oleh masyarakat Kalimantan terutama Kalimantan Timur sebagai lapis perkerasan jalan yang murah dan juga kuat untuk dilewati kendaraan besar sekali pun.
Lokasi Keberadaan Laterit
Menurut Yves Tardy, peneliti dari French Institut National Polytechnique De Toulouse And The Centre National De La Recherche Scientifique, memperkirakan bahwa jenis laterit menutupi sekitar sepertiga dari seluruh daratan di dunia. Lapisan ini adalah sublapisan dari hutan-hutan di khatulistiwa, sabana-sabana di wilayah tropis yang lembap. Negara-negara yang kaya akan jenis laterit adalah Brazil, Australia, Guatemala, Kolombia, Eropa Tengah, Myanmar, Kuba, Indonesia dan Filipina. Beberapa penemuan geografis menunjukan bahwa deretan batu laterit banyak digunakan sebagai fondasi kuil-kuil di Kamboja pada abad ke-9 dan ke-12. Indonesia adalah salah satu penghasil laterit terbesar di dunia dengan total 1,063,843,000 ton dari hasil pemetaan tahun 2004 di mana 50% terdapat di Pulau Kalimantan. Diprediksi hampir 70% jenis Batu Laterit yang ada di Kalimantan adalah yang kualitas baik dan dapat dimanfaatkan untuk bahan-bahan pembuatan elemen konstruksi bangunan sehingga dapat bernilai ekonomis dan dapat dijadikan mata pencarian warga sekitar yang memiliki gunung laterit.
Referensi
- ↑ Pengertian batuan dan jenis batuan. 2013.
- ↑ PT INCO. Nickel Laterites. PT INCO. 12 Mei 2005.
- ↑ Anne Ahira. Tanah laterit kaya akan logam. 2014.
- ↑ Santho Tandiarrang. Komposisi Kimia Batuan Ultramafik dan Peta Sebaran Laterit. Universitas Hassanudin. 2011. hlm. 1-3.
- ↑ Muhamad Nahrowi. Studi Kuat Lentur Balok Beton dengan Material Laterit. Politeknik Negeri Samarinda. 2014. hlm. 5-7.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28742034 (2025-12-26T08:56:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.