Lompat ke isi

Alat tenun bukan mesin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25193655; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Alat tenun bukan mesin''' ('''ATBM''') merupakan alat untuk melakukan [[Menenun|penenunan]] yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk (biasa pada industri tekstil kecil dan tradisional) maupun berdiri. Dalam industri tekstil besar, ATBM tidak mungkin digunakan. ATBM dapat mempercepat dan mempermudah pembuatan kain tenun yang sebelumnya hanya menggunakan alat tenun tradisional atau alat tenun gedokan.
[[File:Samarinda_Sarong.jpg|thumb|right|280px|Samarinda Sarong]]
 
'''Alat tenun bukan mesin''' ('''ATBM''') merupakan alat untuk melakukan [[Menenun|penenunan]] yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk (biasa pada industri tekstil kecil dan tradisional) maupun berdiri. Dalam industri tekstil besar, ATBM tidak mungkin digunakan. ATBM dapat mempercepat dan mempermudah pembuatan kain tenun yang sebelumnya hanya menggunakan alat tenun tradisional atau alat tenun gedokan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+tenun+bukan+mesin&oldid=25193655 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di [[Textiel Inrichting Bandoeng]] (TIB) pada tahun 1912, sehingga alat ini juga dikenal sebagai alat tenun model TIB. Alat ini pertama kali digunakan di [[Kabupaten Wajo]] pada tahun 1950-an untuk memproduksi kain [[sarung Samarinda]].
ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di [[Textiel Inrichting Bandoeng]] (TIB) pada tahun 1912, sehingga alat ini juga dikenal sebagai alat tenun model TIB. Alat ini pertama kali digunakan di [[Kabupaten Wajo]] pada tahun 1950-an untuk memproduksi kain [[sarung Samarinda]].<ref>Cantika Nur Islami. [https://indonesiancraft.co.id/training-coaching/mempelajari-perbedaan-alat-tenun-gedog-dan-alat-tenun-bukan-mesin-atbm/ Mempelajari Perbedaan Alat Tenun Gedog dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)]. ''Indonesian Craft''. 2019-07-25.</ref>


Sejarah tenun ikat di Indonesia dimulai saat Indonesia berada di bawah pengaruh budaya asing yang berasal dari daratan tenggara asia dan bahkan lebih jauh lagi. Hal tersebut dikarenakan letak [[Indonesia]] yang berada di persimpangan jalur migrasi kuno sehingga menjadi rute perdagangan melalui Asia dan Pasifik. Negara-negara lain yang singgah di Indonesia seperti [[Republik Rakyat Tiongkok|Cina]], [[India]], [[Kekaisaran Persia|Persia]], [[Mesir]], dan Eropa membawa budaya mereka dan pada akhirnya memberikan pengaruh bagi budaya Indonesia.
Sejarah tenun ikat di Indonesia dimulai saat Indonesia berada di bawah pengaruh budaya asing yang berasal dari daratan tenggara asia dan bahkan lebih jauh lagi. Hal tersebut dikarenakan letak [[Indonesia]] yang berada di persimpangan jalur migrasi kuno sehingga menjadi rute perdagangan melalui Asia dan Pasifik. Negara-negara lain yang singgah di Indonesia seperti [[Republik Rakyat Tiongkok|Cina]], [[India]], [[Kekaisaran Persia|Persia]], [[Mesir]], dan Eropa membawa budaya mereka dan pada akhirnya memberikan pengaruh bagi budaya Indonesia.<ref>Novi Ariani. [https://www.tokotenun.com/sejarah-tenun-ikat-di-indonesia/ Sejarah Tenun Ikat di Indonesia]. ''Indonesian Handwoven''. 2020-03-05.</ref>


== Bagian-bagian ==
== Bagian-bagian ==
ATBM merupakan kesatuan dari beberapa alat yang memiliki tugas yang berbeda-beda, antara lain:
ATBM merupakan kesatuan dari beberapa alat yang memiliki tugas yang berbeda-beda, antara lain:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+tenun+bukan+mesin&oldid=25193655 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://lpkanugrah.co.id/alat-tenun-bukan-mesin-atbm-kasuksak/ Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)/ Kasuksak – LPK ANUGRAH – PENGRAJIN SONGKET TENUNAN].</ref>


* '''Boom lungsi''' yang digunakan untuk menggulung benang lungsi;
* '''Boom lungsi''' yang digunakan untuk menggulung benang lungsi;
Baris 16: Baris 18:
* '''Pemberat gulungan benang lungsi''' digunakan untuk menjaga kekencangan benang agar tetap stabil.
* '''Pemberat gulungan benang lungsi''' digunakan untuk menjaga kekencangan benang agar tetap stabil.


== Catatan kaki ==
== Referensi ==
 
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+tenun+bukan+mesin&oldid=25193655 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25193655 (2024-01-20T04:43:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+tenun+bukan+mesin&oldid=25193655 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25193655 (2024-01-20T04:43:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.13

Samarinda Sarong

Alat tenun bukan mesin (ATBM) merupakan alat untuk melakukan penenunan yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk (biasa pada industri tekstil kecil dan tradisional) maupun berdiri. Dalam industri tekstil besar, ATBM tidak mungkin digunakan. ATBM dapat mempercepat dan mempermudah pembuatan kain tenun yang sebelumnya hanya menggunakan alat tenun tradisional atau alat tenun gedokan.[1]

Sejarah

ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912, sehingga alat ini juga dikenal sebagai alat tenun model TIB. Alat ini pertama kali digunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950-an untuk memproduksi kain sarung Samarinda.[2]

Sejarah tenun ikat di Indonesia dimulai saat Indonesia berada di bawah pengaruh budaya asing yang berasal dari daratan tenggara asia dan bahkan lebih jauh lagi. Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia yang berada di persimpangan jalur migrasi kuno sehingga menjadi rute perdagangan melalui Asia dan Pasifik. Negara-negara lain yang singgah di Indonesia seperti Cina, India, Persia, Mesir, dan Eropa membawa budaya mereka dan pada akhirnya memberikan pengaruh bagi budaya Indonesia.[3]

Bagian-bagian

ATBM merupakan kesatuan dari beberapa alat yang memiliki tugas yang berbeda-beda, antara lain:[4][5]

  • Boom lungsi yang digunakan untuk menggulung benang lungsi;
  • Boom kain digunakan untuk menggulung kain yang sudah ditenun;
  • Guun digunakan untuk mengendalikan dan menggerakkan benang lungsi agar sekoci dapat masuk di sela-sela benang lungsi;
  • Injakan guun digunakan untuk mengatur guun;
  • Sisir digunakan untuk mengatur kerapatan benang lungsi;
  • Pemberat gulungan benang lungsi digunakan untuk menjaga kekencangan benang agar tetap stabil.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25193655 (2024-01-20T04:43:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.