Ion zwitter: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26719487; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia]], '''ion zwitter''' atau '''''zwitterion''''' ( ), juga disebut '''garam dalam''' atau '''ion dipolar''', adalah [[molekul]] yang mengandung [[gugus fungsi]] bermuatan positif dan negatif dalam jumlah yang sama. Ion zwitter kebanyakan dibentuk oleh [[asam amino]]. Pada [[pH]] netral, ion zwitter akan bermuatan positif ([[kation]]) maupun bermuatan negatif ([[anion]]). Biasanya, ion zwitter mudah larut dalam [[air]] karena bermuatan (air adalah [[pelarut polar]]) dan sukar larut dalam pelarut nonpolar. | [[File:Amino_Acid_Zwitterion_Structural_Formulae_V.1.svg|thumb|right|280px|Amino Acid Zwitterion Structural Formulae V.1]] | ||
Dalam [[kimia]], '''ion zwitter''' atau '''''zwitterion''''' ( ), juga disebut '''garam dalam''' atau '''ion dipolar''',<ref>[https://chem.libretexts.org/Ancillary_Materials/Reference/Organic_Chemistry_Glossary/Zwitterion Zwitterion]. ''Chemistry LibreTexts''. 2015-11-03.</ref> adalah [[molekul]] yang mengandung [[gugus fungsi]] bermuatan positif dan negatif dalam jumlah yang sama.<ref>Douglas A. Skoog. ''Fundamentals of Analytical Chemistry''. Thomson/Brooks/Cole. 2004. hlm. 231, 385, 419, 460. ISBN 0-03-035523-0. :Douglas A. Skoog. ''Fundamentals of Analytical Chemistry''. 2013. hlm. 415–416. ISBN 978-1-285-60719-1.</ref> Ion zwitter kebanyakan dibentuk oleh [[asam amino]].<ref>Hassan Shadily. ''Ensiklopedi Indonesia 7''. Ichtiar Baru - Van Hoeve. 1984.</ref> Pada [[pH]] netral, ion zwitter akan bermuatan positif ([[kation]]) maupun bermuatan negatif ([[anion]]). Biasanya, ion zwitter mudah larut dalam [[air]] karena bermuatan (air adalah [[pelarut polar]]) dan sukar larut dalam pelarut nonpolar. | |||
Karena perilakunya, ion zwitter merupakan [[larutan penyangga]] yang baik. Apabila terdapat ion hidrogen berlebih (larutan bersifat asam), ion zwitter akan menangkapnya (berperan sebagai basa). Sebaliknya, apabila larutan bersifat basa, ion zwitter akan melepas ion hidrogen ke dalam larutan. Akibatnya pH tidak mudah berubah. Zat dengan karakteristik ini dikenal sebagai [[amfoterisme|zat amfoter]]. | Karena perilakunya, ion zwitter merupakan [[larutan penyangga]] yang baik. Apabila terdapat ion hidrogen berlebih (larutan bersifat asam), ion zwitter akan menangkapnya (berperan sebagai basa). Sebaliknya, apabila larutan bersifat basa, ion zwitter akan melepas ion hidrogen ke dalam larutan. Akibatnya pH tidak mudah berubah. Zat dengan karakteristik ini dikenal sebagai [[amfoterisme|zat amfoter]]. | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
*[[Amfoterisme]] | *[[Amfoterisme]] | ||
*[[Azometina ilida]] | *[[Azometina ilida]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ion+zwitter&oldid=26719487 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26719487 (2025-01-01T03:47:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.14
Dalam kimia, ion zwitter atau zwitterion ( ), juga disebut garam dalam atau ion dipolar,[1] adalah molekul yang mengandung gugus fungsi bermuatan positif dan negatif dalam jumlah yang sama.[2] Ion zwitter kebanyakan dibentuk oleh asam amino.[3] Pada pH netral, ion zwitter akan bermuatan positif (kation) maupun bermuatan negatif (anion). Biasanya, ion zwitter mudah larut dalam air karena bermuatan (air adalah pelarut polar) dan sukar larut dalam pelarut nonpolar.
Karena perilakunya, ion zwitter merupakan larutan penyangga yang baik. Apabila terdapat ion hidrogen berlebih (larutan bersifat asam), ion zwitter akan menangkapnya (berperan sebagai basa). Sebaliknya, apabila larutan bersifat basa, ion zwitter akan melepas ion hidrogen ke dalam larutan. Akibatnya pH tidak mudah berubah. Zat dengan karakteristik ini dikenal sebagai zat amfoter.
Contoh umum ion zwitter:
- Asam amino, yang memiliki gugus karboksil yang bersifat asam dan gugus amina yang bersifat basa.
- Beberapa alkaloid alami seperti psilosibin dan asam lisergat.
- Senyawa penyangga seperti HEPES, PIPES, CAPS, atau MOPS.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Zwitterion. Chemistry LibreTexts. 2015-11-03.
- ↑ Douglas A. Skoog. Fundamentals of Analytical Chemistry. Thomson/Brooks/Cole. 2004. hlm. 231, 385, 419, 460. ISBN 0-03-035523-0. :Douglas A. Skoog. Fundamentals of Analytical Chemistry. 2013. hlm. 415–416. ISBN 978-1-285-60719-1.
- ↑ Hassan Shadily. Ensiklopedi Indonesia 7. Ichtiar Baru - Van Hoeve. 1984.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26719487 (2025-01-01T03:47:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.