Lompat ke isi

Alat batu: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29458346; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:National_park_stone_tools.jpg|thumb|right|280px|National park stone tools]]
'''Alat batu''' adalah alat yang dibuat sebagian atau seluruhnya dari [[batu]]. Istilah ini dikenal pula dengan nama Industri Litik. Walaupun kebudayaan dan masyarakat yang menggunakan alat batu masih bertahan hingga saat ini, kebanyakan dari alat batu dikaitkan dengan masyarakat [[prasejarah]], terutama [[kebudayaan]] [[Zaman Batu]] yang telah musnah.
'''Alat batu''' adalah alat yang dibuat sebagian atau seluruhnya dari [[batu]]. Istilah ini dikenal pula dengan nama Industri Litik. Walaupun kebudayaan dan masyarakat yang menggunakan alat batu masih bertahan hingga saat ini, kebanyakan dari alat batu dikaitkan dengan masyarakat [[prasejarah]], terutama [[kebudayaan]] [[Zaman Batu]] yang telah musnah.
[[Arkeologi|Arkeolog]] sering kali mempelajari masyarakat prasejarah, dan mengacu kepada ilmu yang mempelajari alat batu sebagai [[analisis litik]]. Batu telah dipergunakan untuk membuat berbagai macam variasi alat yang berbeda dalam catatan para peneliti sebelumnya, termasuk diantaranya untuk [[mata panah]], [[mata tombak]], dan [[batu penggiling]]. Bahan pembuatan alat batu, dapat berupa [[batu inti]] atau [[kepingan batu]]. Sedangkan orang yang membuat alat batu disebut sebagai [[pemangkas batu]].
[[Arkeologi|Arkeolog]] sering kali mempelajari masyarakat prasejarah, dan mengacu kepada ilmu yang mempelajari alat batu sebagai [[analisis litik]]. Batu telah dipergunakan untuk membuat berbagai macam variasi alat yang berbeda dalam catatan para peneliti sebelumnya, termasuk diantaranya untuk [[mata panah]], [[mata tombak]], dan [[batu penggiling]]. Bahan pembuatan alat batu, dapat berupa [[batu inti]] atau [[kepingan batu]]. Sedangkan orang yang membuat alat batu disebut sebagai [[pemangkas batu]].
Baris 5: Baris 7:


== Perkembangan evolusi teknik (teknokompleks) ==
== Perkembangan evolusi teknik (teknokompleks) ==
Sejak abad ke-19 Masehi, arkeolog telah membagi-bagi alat batu masa [[prasejarah]] menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipologi. Mereka menyebut kelompok tipologi ini sebagai industri, dan menamakannya berdasarkan situs tempat mereka ditemukan. Sebagai contoh: Industri Acheulean merupakan teknik alat batu yang pertama kali ditemukan di [[Saint Acheul]]. Contoh kedua adalah Oldowan, yang berasal dari [[Lembah Olduvai]]. Pada awal abad ke-20, industri ini menjadi lebih rumit dan menjadi sebuah teknologi. Pada akhirnya, disebut sebagai teknokompleks.
Sejak abad ke-19 Masehi, arkeolog telah membagi-bagi alat batu masa [[prasejarah]] menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipologi. Mereka menyebut kelompok tipologi ini sebagai industri, dan menamakannya berdasarkan situs tempat mereka ditemukan. Sebagai contoh: Industri Acheulean merupakan teknik alat batu yang pertama kali ditemukan di [[Saint Acheul]]. Contoh kedua adalah Oldowan, yang berasal dari [[Lembah Olduvai]]. Pada awal abad ke-20, industri ini menjadi lebih rumit dan menjadi sebuah teknologi. Pada akhirnya, disebut sebagai teknokompleks.


Pada tahun 1969 dalam buku edisi kedua ''World Prehistory'' yang ditulis oleh [[Grahame Clark]], proses pemecahan batu dibagi menjadi Mode 1 hingga Mode 5. Dia membaginya berdasarkan penanggalan: Mode 1 dan 2 berada pada masa [[Paleolitikum]] bawah, Mode 3 kepada [[Paleolitikum]] tengah, Mode 4 ke masa [[Paleolitikum]] lanjut, dan Mode 5 ke [[Mesolitikum]]. Masyarakat ilmiah yang membaca, tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan ini, karena di beberapa daerah tidak terdapat keseragaman periode. Sebagai contoh, Mode 1 digunakan di [[Eropa]] lama setelah Mode 2 menggantikan Mode 1 di [[Afrika]].
Pada tahun 1969 dalam buku edisi kedua ''World Prehistory'' yang ditulis oleh [[Grahame Clark]], proses pemecahan batu dibagi menjadi Mode 1 hingga Mode 5.<ref>Grahame Clarke. [https://archive.org/details/worldprehistoryn0000clar World Prehistory: a New Outline]. Cambridge University Press. 1969. hlm. [https://archive.org/details/worldprehistoryn0000clar/page/31 31].</ref> Dia membaginya berdasarkan penanggalan: Mode 1 dan 2 berada pada masa [[Paleolitikum]] bawah, Mode 3 kepada [[Paleolitikum]] tengah, Mode 4 ke masa [[Paleolitikum]] lanjut, dan Mode 5 ke [[Mesolitikum]]. Masyarakat ilmiah yang membaca, tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan ini, karena di beberapa daerah tidak terdapat keseragaman periode. Sebagai contoh, Mode 1 digunakan di [[Eropa]] lama setelah Mode 2 menggantikan Mode 1 di [[Afrika]].


Namun, skema Clarke diadopsi dengan baik oleh komunitas arkeologi. Salah satu keuntungannya adalah penggunaan terminologi yang mudah. Sebagai konsekuensinya, alat batu pada periode [[Paleolitikum]] terbagi menjadi 4 mode dengan tingkat kerumitan yang berbeda dan di beberapa kasus berdasarkan susunan kronologis.
Namun, skema Clarke diadopsi dengan baik oleh komunitas arkeologi. Salah satu keuntungannya adalah penggunaan terminologi yang mudah. Sebagai konsekuensinya, alat batu pada periode [[Paleolitikum]] terbagi menjadi 4 mode dengan tingkat kerumitan yang berbeda dan di beberapa kasus berdasarkan susunan kronologis.


=== Mode I: Industri Oldowan ===
=== Mode I: Industri Oldowan ===
Alat batu paling awal yang dipergunakan oleh genus ''[[Homo]]'' adalah Mode 1,<ref>Clarke's "chopper tools and flakes."</ref> berasal dari Industri Oldowan, yang dinamakan berdasarkan situs di [[Lembah Olduvai]], [[Tanzania]]. Alat batu Oldowan memiliki karakteristik konstruksi yang sederhana, dan didominasi dengan penggunaan batu inti. Batu inti ini dibuat dari batu kerakal sungai atau batu yang memiliki kemiripan karakteristik, dan dipukul menggunakan batu palu untuk menciptakan patahan konkoidal yang memisahkan serpihan dari satu permukaan, sehingga menciptakan pinggiran yang tajam. pada alat batu ini biasanya terdapat dua sisi, satu sisi yang tajam, dan sisi lainnya yang membulat dan tumpul. Teknologi Oldowan merupakan teknologi perkusi.


 
Bukti awal penggunaan alat batu diperkirakan memiliki penanggalan sekitar 3,4 juta tahun yang lalu.<ref>Shannon P. McPherron. ''Evidence for Stone-tool-assisted Consumption of Animal Tissues before 3.39 Million Years Ago at Dikika, Ethiopia''. ''Nature''. 2010. Vol. 466 (7308). hlm. 857-860. doi:10.1038/nature09248.</ref><ref>[http://www.calacademy.org/newsroom/releases/2010/oldest_tool_use.php Scientists Discover Oldest Evidence of Stone Tool Use and Meat-Eating Among Human Ancestors].</ref> Namun alat batu Oldowan yang tertua diperkirakan berasal dari 2,6 juta tahun yang lalu, yang berasal dari masa [[paleolitikum|paleolitik]] bawah, yang ditemukan di [[Gona]], [[Etiopia]].<ref>Semaw, S. ''2.6-Million-year-old stone tools and associated bones from OGS-6 and OGS-7, Gona, Afar, Ethiopia''. ''Journal of Human Evolution''. 2003. Vol. 45. hlm. 169–177. doi:10.1016/S0047-2484(03)00093-9.</ref> Setelah masa ini, Industri Oldowan menyebar di seluruh [[Afrika]], walaupun arkeolog belum dapat memutuskan [[Hominid]] mana yang menyebarkannya. Beberapa berspekulasi bahwa ''[[Australopithecus garhi]]'' yang menyebarkan, sementara lainnya berpendapat bahwa teknologi tersebut disebarkan oleh ''[[Homo habilis]]''.<ref>Nicholas Toth. ''The Human Past: World Prehistory and the Development of Human Societies''. Thames and Hudson. 2009. hlm. 67–68.</ref> ''Homo habilis'' merupakan hominin yang menggunakan alat batu dengan teknologi Oldowan yang paling banyak di [[Afrika]]. Sekitar 1,9-1,8 juta tahun lalu, teknologi tersebut diwariskan kepada ''[[Homo erectus]]''. Industri ini kemudian keluar dari [[Afrika]] dan dibawa oleh ''[[Homo erectus]]'' hingga pulau [[Jawa]] pada 1,8 juta tahun lalu dan [[Tiongkok]] utara pada 1,6 juta tahun lalu.
Alat batu paling awal yang dipergunakan oleh genus ''[[Homo]]'' adalah Mode 1, berasal dari Industri Oldowan, yang dinamakan berdasarkan situs di [[Lembah Olduvai]], [[Tanzania]]. Alat batu Oldowan memiliki karakteristik konstruksi yang sederhana, dan didominasi dengan penggunaan batu inti. Batu inti ini dibuat dari batu kerakal sungai atau batu yang memiliki kemiripan karakteristik, dan dipukul menggunakan batu palu untuk menciptakan patahan konkoidal yang memisahkan serpihan dari satu permukaan, sehingga menciptakan pinggiran yang tajam. pada alat batu ini biasanya terdapat dua sisi, satu sisi yang tajam, dan sisi lainnya yang membulat dan tumpul. Teknologi Oldowan merupakan teknologi perkusi.
 
Bukti awal penggunaan alat batu diperkirakan memiliki penanggalan sekitar 3,4 juta tahun yang lalu. Namun alat batu Oldowan yang tertua diperkirakan berasal dari 2,6 juta tahun yang lalu, yang berasal dari masa [[paleolitikum|paleolitik]] bawah, yang ditemukan di [[Gona]], [[Etiopia]]. Setelah masa ini, Industri Oldowan menyebar di seluruh [[Afrika]], walaupun arkeolog belum dapat memutuskan [[Hominid]] mana yang menyebarkannya. Beberapa berspekulasi bahwa ''[[Australopithecus garhi]]'' yang menyebarkan, sementara lainnya berpendapat bahwa teknologi tersebut disebarkan oleh ''[[Homo habilis]]''. ''Homo habilis'' merupakan hominin yang menggunakan alat batu dengan teknologi Oldowan yang paling banyak di [[Afrika]]. Sekitar 1,9-1,8 juta tahun lalu, teknologi tersebut diwariskan kepada ''[[Homo erectus]]''. Industri ini kemudian keluar dari [[Afrika]] dan dibawa oleh ''[[Homo erectus]]'' hingga pulau [[Jawa]] pada 1,8 juta tahun lalu dan [[Tiongkok]] utara pada 1,6 juta tahun lalu.


=== Mode II: Industri Acheulean ===
=== Mode II: Industri Acheulean ===
 
Mode 2 yang lebih kompleks mulai berkembang melalui Industri Acheulean, yang dinamakan berdasarkan situs [[Saint-Acheul (Amiens)|Saint-Acheul]], di [[Prancis]]. Teknologi ini dikarakterisasi bukan oleh inti, tetapi oleh [[bifasial]], yang merupakan bentuk yang umum terdapat pada [[kapak genggam]].<ref>Clarke's "bifacially flaked hand axes."</ref> Teknologi ini berkisar pada 1,7 juta tahun yang lalu dari Lembah Turkana di [[Kenya]] dan [[Afrika Selatan]].
 
Mode 2 yang lebih kompleks mulai berkembang melalui Industri Acheulean, yang dinamakan berdasarkan situs [[Saint-Acheul (Amiens)|Saint-Acheul]], di [[Prancis]]. Teknologi ini dikarakterisasi bukan oleh inti, tetapi oleh [[bifasial]], yang merupakan bentuk yang umum terdapat pada [[kapak genggam]]. Teknologi ini berkisar pada 1,7 juta tahun yang lalu dari Lembah Turkana di [[Kenya]] dan [[Afrika Selatan]].


=== Mode III: Industri Mousterian ===
=== Mode III: Industri Mousterian ===
 
Industri Acheulean di [[Eropa]] digantikan oleh teknologi litik yang dikenal dengan nama Industri Mousterian, yang dinamakan berdasarkan situs [[Le Moustier]] di [[Prancis]] yang ditemukan pada tahun 1860-an. Teknologi ini memproduksi peralatan yang mirip dengan pisau, dengan bentuk yang lebih kecil dan lebih tajam.<ref>Clarke's "flake tools from prepared cores."</ref> Teknologi ini dikembangkan dan dipergunakan oleh [[Neanderthal]], sebuah spesies hominin yang berasal dari Eropa dan Timur Tengah.<ref>Paul Pettitt. ''The Human Past: World Prehistory and the Development of Human Societies''. Thames and Hudson. 2009. hlm. 149–151.</ref>
 
Industri Acheulean di [[Eropa]] digantikan oleh teknologi litik yang dikenal dengan nama Industri Mousterian, yang dinamakan berdasarkan situs [[Le Moustier]] di [[Prancis]] yang ditemukan pada tahun 1860-an. Teknologi ini memproduksi peralatan yang mirip dengan pisau, dengan bentuk yang lebih kecil dan lebih tajam. Teknologi ini dikembangkan dan dipergunakan oleh [[Neanderthal]], sebuah spesies hominin yang berasal dari Eropa dan Timur Tengah.


=== Mode IV: Industri Aurignacian ===
=== Mode IV: Industri Aurignacian ===
Pisau batu panjang yang merupakan industri Mode 4, muncul pada masa [[Paleolitik]] akhir. Budaya [[Aurignacian]] merupakan contoh yang baik untuk produksi alat dari Mode 4.
Pisau batu panjang yang merupakan industri Mode 4, muncul pada masa [[Paleolitik]] akhir.<ref>R. Lewin. [https://archive.org/details/principlesofhuma0000lewi Principles of Human Evolution]. Blackwell Science. 2004. hlm. [https://archive.org/details/principlesofhuma0000lewi/page/311 311].</ref> Budaya [[Aurignacian]] merupakan contoh yang baik untuk produksi alat dari Mode 4.<ref>Clarke's "punch-struck blades with steep retouch."</ref>


=== Mode V: Industri Mikrolit ===
=== Mode V: Industri Mikrolit ===
Alat batu Mode 5 melibatkan industri [[mikrolit]], yang digunakan dalam alat, biasanya diikatkan ke tangkai atau tongkat. Contohnya adalah budaya [[Magdalenia]].
Alat batu Mode 5 melibatkan industri [[mikrolit]], yang digunakan dalam alat, biasanya diikatkan ke tangkai atau tongkat.<ref>Clarke's "microlithic components of composite artifacts."</ref> Contohnya adalah budaya [[Magdalenia]].
=== Industri Neolitik ===
=== Industri Neolitik ===
Pada masa [[Neolitik]], batu padasan menjadi sangat penting. Batu ini biasanya dibuat dari batu [[basalt]], [[giok]], dan beberapa bentuk [[rhyolite]] yang tidak sesuai untuk proses pengelupasan. Industri ini sangat penting pada Distrik Danau Inggris, dan lebih dikenal dengan nama Industri Kapak Langdale. Perkakas yang menggunakan batu padasan termasuk diantaranya beliung dan kapak genggam, dibuat dengan menggunakan metode yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu dengan berulang kali menggosok salah satu sisi batu tersebut dengan batu penggosok (batu kasar) dan sering kali menggunakan air sebagai pelumas. Karena permukaannya yang kasar, beberapa batu padasan digunakan untuk menggiling makanan yang berasal dari tumbuhan dan batu tersebut digosok bukan hanya untuk dibentuk saja, tetapi juga karena penggunaan yang berulang kali. Penggosokan batu secara berulang kali, meningkatkan tingkat ketajaman dan kekuatan kapak. Kapak batu yang digosok sangat penting untuk pembersihan lahan dan hutan pada periode [[Neolitikum|neolitik]], terutama ketika tanaman pangan dan hewan ternak mulai berkembang dalam tingkatan yang lebih besar.
Pada masa [[Neolitik]], batu padasan menjadi sangat penting. Batu ini biasanya dibuat dari batu [[basalt]], [[giok]], dan beberapa bentuk [[rhyolite]] yang tidak sesuai untuk proses pengelupasan. Industri ini sangat penting pada Distrik Danau Inggris, dan lebih dikenal dengan nama Industri Kapak Langdale. Perkakas yang menggunakan batu padasan termasuk diantaranya beliung dan kapak genggam, dibuat dengan menggunakan metode yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu dengan berulang kali menggosok salah satu sisi batu tersebut dengan batu penggosok (batu kasar) dan sering kali menggunakan air sebagai pelumas. Karena permukaannya yang kasar, beberapa batu padasan digunakan untuk menggiling makanan yang berasal dari tumbuhan dan batu tersebut digosok bukan hanya untuk dibentuk saja, tetapi juga karena penggunaan yang berulang kali. Penggosokan batu secara berulang kali, meningkatkan tingkat ketajaman dan kekuatan kapak. Kapak batu yang digosok sangat penting untuk pembersihan lahan dan hutan pada periode [[Neolitikum|neolitik]], terutama ketika tanaman pangan dan hewan ternak mulai berkembang dalam tingkatan yang lebih besar.


==Penggunaan oleh Pribumi Australia==
==Penggunaan oleh Pribumi Australia==
[[Kapak batu]] yang berasal dari 35.000 tahun yang lalu adalah penggunaan alat batu tertua yang diketahui di Australia. Alat-alat batu lainnya bervariasi jenis dan penggunaannya di antara berbagai suku [[Pribumi Australia]], tergantung pada wilayah geografis, dan jenis serta struktur alat-alat tersebut bervariasi di antara kelompok budaya dan linguistik yang berbeda. Lokasi berbagai artefak ini, serta fitur geologi yang utuh, menandai batas-batas wilayah dan budaya dari berbagai kelompok bahasa dan budaya. Mereka mengembangkan jaringan perdagangan dan menunjukkan kecakapan dalam mengolah berbagai jenis batu untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai alat, peralatan makan, senjata, dan memodifikasi alat batu mereka selama ribuan tahun untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan. [[Tradisi lisan]] mewariskan keterampilan ini dari generasi ke generasi.<ref>Matt Poll. [https://medium.com/@mattpoll2/terukir-dalam-batu-memahami-alat-batu-pribumi-australia-3ca392cef994 Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia]. ''Medium''. 20 Februari 2017.</ref>


[[Kapak batu]] yang berasal dari 35.000 tahun yang lalu adalah penggunaan alat batu tertua yang diketahui di Australia. Alat-alat batu lainnya bervariasi jenis dan penggunaannya di antara berbagai suku [[Pribumi Australia]], tergantung pada wilayah geografis, dan jenis serta struktur alat-alat tersebut bervariasi di antara kelompok budaya dan linguistik yang berbeda. Lokasi berbagai artefak ini, serta fitur geologi yang utuh, menandai batas-batas wilayah dan budaya dari berbagai kelompok bahasa dan budaya. Mereka mengembangkan jaringan perdagangan dan menunjukkan kecakapan dalam mengolah berbagai jenis batu untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai alat, peralatan makan, senjata, dan memodifikasi alat batu mereka selama ribuan tahun untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan. [[Tradisi lisan]] mewariskan keterampilan ini dari generasi ke generasi.
Alat batu kompleks digunakan oleh suku [[Gunditjmara]] di bagian barat [[Victoria, Australia|Victoria]]<ref>Emily Bissland. [https://www.abc.net.au/news/2022-01-23/gunditjmara-tools-leonhard-adam-collection-sparks-exhibition/100659198 Alat batu Gunditjmara yang ditemukan dalam koleksi universitas memicu pameran seni dan harapan repatriasi]. ''ABC News''. Australian Broadcasting Corporation. 23 Januari 2022.</ref> sampai saat yang relatif baru.<ref>Alice Gorman. [http://theconversation.com/arkeolog-australia-telah-menghentikan-penggunaan-istilah-zaman-batu-beberapa-dekade-yang-lalu-dan-begitu-pula-seharusnya-anda-47275 Arkeolog Australia telah menghentikan penggunaan istilah 'Zaman Batu' beberapa dekade yang lalu, dan begitu pula seharusnya Anda]. ''The Conversation''. 27 Agustus 2018.</ref> Banyak contoh sekarang ada di museum-museum.<ref>Matt Poll. [https://medium.com/@mattpoll2/terukir-dalam-batu-memahami-alat-batu-pribumi-australia-3ca392cef994 Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia]. ''Medium''. 20 Februari 2017.</ref><ref>Emily Bissland. [https://www.abc.net.au/news/2022-01-23/gunditjmara-tools-leonhard-adam-collection-sparks-exhibition/100659198 Alat batu Gunditjmara yang ditemukan dalam koleksi universitas memicu pameran seni dan harapan repatriasi]. ''ABC News''. Australian Broadcasting Corporation. 23 Januari 2022.</ref>


Alat batu kompleks digunakan oleh suku [[Gunditjmara]] di bagian barat [[Victoria, Australia|Victoria]] sampai saat yang relatif baru. Banyak contoh sekarang ada di museum-museum.
Alat batu terkelupas dibuat dengan cara mengekstrak pecahan tajam dari batu yang lebih besar, yang disebut inti, dengan memukulnya dengan "batu palu". Baik pecahan maupun batu palu dapat digunakan sebagai alat. Jenis batu terbaik untuk alat-alat ini adalah batu keras dan rapuh, kaya akan [[silika]], seperti [[kuarsit]], [[kerikil]], flint, [[silikat]] dan [[kuarsa]] (terutama di [[Kimberleys]] di [[Australia Barat]]<ref>Matt Poll. [https://medium.com/@mattpoll2/terukir-dalam-batu-memahami-alat-batu-pribumi-australia-3ca392cef994 Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia]. ''Medium''. 20 Februari 2017.</ref>). Batu-batu ini diperoleh dari [[batuan dasar]] atau diambil sebagai kerikil dari aliran air dan pantai, dan sering kali dibawa dalam jarak yang jauh.<ref>[http://www.firstpeoplesrelations.vic.gov.au/fact-sheet-aboriginal-flaked-stone-tools Lembar Fakta: Alat batu terkelupas Pribumi]. ''First Peoples''. Pemerintah Negara Bagian Victoria.</ref> Pecahan ini bisa langsung digunakan untuk memotong atau mengikis, tetapi terkadang dimodifikasi dalam proses yang disebut reduksi untuk mengasah atau mengasah ulang pecahan tersebut.<ref>[https://www.aboriginalheritage.tas.gov.au/cultural-heritage/aboriginal-stone-artefacts Artefak Batu Pribumi]. Pemerintah. 13 November 2017.</ref>


Alat batu terkelupas dibuat dengan cara mengekstrak pecahan tajam dari batu yang lebih besar, yang disebut inti, dengan memukulnya dengan "batu palu". Baik pecahan maupun batu palu dapat digunakan sebagai alat. Jenis batu terbaik untuk alat-alat ini adalah batu keras dan rapuh, kaya akan [[silika]], seperti [[kuarsit]], [[kerikil]], flint, [[silikat]] dan [[kuarsa]] (terutama di [[Kimberleys]] di [[Australia Barat]]). Batu-batu ini diperoleh dari [[batuan dasar]] atau diambil sebagai kerikil dari aliran air dan pantai, dan sering kali dibawa dalam jarak yang jauh. Pecahan ini bisa langsung digunakan untuk memotong atau mengikis, tetapi terkadang dimodifikasi dalam proses yang disebut reduksi untuk mengasah atau mengasah ulang pecahan tersebut.
Di seluruh Australia utara, terutama di [[Arnhem Land|Tanah Arnhem]], "Leilira blade", sejenis pecahan batu persegi panjang yang dibentuk dengan memukul batu kuarsit atau silikat, digunakan sebagai ujung tombak dan juga sebagai pisau, kadang-kadang berukuran  panjang. Tasmania tidak memiliki tombak atau kapak batu, tetapi suku-suku di sana menggunakan alat-alat yang diadaptasi untuk iklim dan lingkungan, seperti penggunaan [[spongolit]]. Di bagian barat laut Australia, "Kimberley point", sebuah titik batu segitiga kecil, dibuat menggunakan tulang [[kanguru]] yang telah dibentuk dengan batu menjadi sejenis jarum, untuk membuat [[serrasi]] kecil pada bilah.<ref>Matt Poll. [https://medium.com/@mattpoll2/terukir-dalam-batu-memahami-alat-batu-pribumi-australia-3ca392cef994 Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia]. ''Medium''. 20 Februari 2017.</ref>


Di seluruh Australia utara, terutama di [[Arnhem Land|Tanah Arnhem]], "Leilira blade", sejenis pecahan batu persegi panjang yang dibentuk dengan memukul batu kuarsit atau silikat, digunakan sebagai ujung tombak dan juga sebagai pisau, kadang-kadang berukuran  panjang. Tasmania tidak memiliki tombak atau kapak batu, tetapi suku-suku di sana menggunakan alat-alat yang diadaptasi untuk iklim dan lingkungan, seperti penggunaan [[spongolit]]. Di bagian barat laut Australia, "Kimberley point", sebuah titik batu segitiga kecil, dibuat menggunakan tulang [[kanguru]] yang telah dibentuk dengan batu menjadi sejenis jarum, untuk membuat [[serrasi]] kecil pada bilah.
Selain digunakan sebagai senjata dan untuk pemotongan, penghalusan ([[batu gerinda]]), menembus dan meremukkan, beberapa batu, terutama [[Hartal|ochre]], digunakan sebagai [[pigmen]] untuk melukis.<ref>Matt Poll. [https://medium.com/@mattpoll2/terukir-dalam-batu-memahami-alat-batu-pribumi-australia-3ca392cef994 Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia]. ''Medium''. 20 Februari 2017.</ref>
 
Selain digunakan sebagai senjata dan untuk pemotongan, penghalusan ([[batu gerinda]]), menembus dan meremukkan, beberapa batu, terutama [[Hartal|ochre]], digunakan sebagai [[pigmen]] untuk melukis.


== Penggunaan modern ==
== Penggunaan modern ==
Penemuan mekanisme [[Kancing batu-api]] senjata pada abad ke-16 masehi membuat permintaan yang tinggi terhadap senjata yang menggunakan batu api. Industri senjata ini bertahan hingga pertengahan abad ke-20 di beberapa tempat, termasuk kota di [[Inggris]] bernama [[Brandon]].
Penemuan mekanisme [[Kancing batu-api]] senjata pada abad ke-16 masehi membuat permintaan yang tinggi terhadap senjata yang menggunakan batu api. Industri senjata ini bertahan hingga pertengahan abad ke-20 di beberapa tempat, termasuk kota di [[Inggris]] bernama [[Brandon]].<ref>Clarke, R (1935), The Flint-knapping Industry at Brandon, ''Antiquity'', vol. IX</ref>


Untuk tujuan khusus, [[pisau kaca]] masih dibuat dan dipergunakan hingga saat ini, terutama untuk memotong lapisan tipis untuk [[Mikroskop elektron]] dengan teknik yang disebut [[mikrotom]]. Pisau ini digunakan karena ketajamannya sangat bagus. Pisau ini dibuat dari [[kaca]] yang dibuat dengan kualitas tinggi. Pisau operasi yang terbuat dari [[obsidian]] masih dipergunakan pada operasi tertentu.
Untuk tujuan khusus, [[pisau kaca]] masih dibuat dan dipergunakan hingga saat ini, terutama untuk memotong lapisan tipis untuk [[Mikroskop elektron]] dengan teknik yang disebut [[mikrotom]]. Pisau ini digunakan karena ketajamannya sangat bagus. Pisau ini dibuat dari [[kaca]] yang dibuat dengan kualitas tinggi. Pisau operasi yang terbuat dari [[obsidian]] masih dipergunakan pada operasi tertentu.


== Batu alat ==
== Batu alat ==
Di [[arkeologi]], [[batu alat]] adalah sebuah tipe batu yang digunakan untuk membuat alat batu. [[Batu alat]] juga dapat mengacu kepada batu yang dipergunakan sebagai bahan mentah dari alat.
Di [[arkeologi]], [[batu alat]] adalah sebuah tipe batu yang digunakan untuk membuat alat batu. [[Batu alat]] juga dapat mengacu kepada batu yang dipergunakan sebagai bahan mentah dari alat.


Baris 63: Baris 54:
* [[Rantai operasi]]
* [[Rantai operasi]]
* [[Arkeologi]]
* [[Arkeologi]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+batu&oldid=29458346 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29458346 (2026-07-14T15:25:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+batu&oldid=29458346 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29458346 (2026-07-14T15:25:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.56

National park stone tools

Alat batu adalah alat yang dibuat sebagian atau seluruhnya dari batu. Istilah ini dikenal pula dengan nama Industri Litik. Walaupun kebudayaan dan masyarakat yang menggunakan alat batu masih bertahan hingga saat ini, kebanyakan dari alat batu dikaitkan dengan masyarakat prasejarah, terutama kebudayaan Zaman Batu yang telah musnah. Arkeolog sering kali mempelajari masyarakat prasejarah, dan mengacu kepada ilmu yang mempelajari alat batu sebagai analisis litik. Batu telah dipergunakan untuk membuat berbagai macam variasi alat yang berbeda dalam catatan para peneliti sebelumnya, termasuk diantaranya untuk mata panah, mata tombak, dan batu penggiling. Bahan pembuatan alat batu, dapat berupa batu inti atau kepingan batu. Sedangkan orang yang membuat alat batu disebut sebagai pemangkas batu.

Alat batu yang terbuat dari kepingan batu, biasanya terbuat dari bahan Kriptokristalin, seperti chert, rijang, radiolarit, kalsedon, basalt, Qwartz, dan obsidian melalui proses yang dinamakan reduksi litik. Salah satu cara yang sederhana dari proses reduksi adalah dengan memukul batu inti menggunakan batu palu atau benda yang mirip dengannya. Tujuan dari proses reduksi adalah untuk memproduksi kepingan batu yang lebih kecil, dan sisa dari inti batu tersebut akan dibuang setelah menjadi terlalu kecil untuk dipergunakan. Dalam beberapa cara, seorang pemangkas batu mengurangi inti batu menjadi sebuah alat unifasial atau bifasial yang kemudian dikurangi kembali dengan dipukul menggunakan batu palu yang lunak atau dengan menekan ujungnya agar terpecah menjadi serpihan. Proses reduksi yang lebih kompleks termasuk diantaranya pembuatan pisau dengan standar tinggi, yang dapat dipergunakan untuk berbagai alat seperti pengikis, pisau, sabit dan mikrolit. Secara umum, alat batu kikisan terdapat di banyak tempat pada masyarakat manapun sebelum penggunaan logam, karena mudah untuk dibuat, dan batu sumbernya didapatkan dengan mudah. Selain itu, mereka dapat dibawa dengan mudah dan dapat ditajamkan kembali.

Perkembangan evolusi teknik (teknokompleks)

Sejak abad ke-19 Masehi, arkeolog telah membagi-bagi alat batu masa prasejarah menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipologi. Mereka menyebut kelompok tipologi ini sebagai industri, dan menamakannya berdasarkan situs tempat mereka ditemukan. Sebagai contoh: Industri Acheulean merupakan teknik alat batu yang pertama kali ditemukan di Saint Acheul. Contoh kedua adalah Oldowan, yang berasal dari Lembah Olduvai. Pada awal abad ke-20, industri ini menjadi lebih rumit dan menjadi sebuah teknologi. Pada akhirnya, disebut sebagai teknokompleks.

Pada tahun 1969 dalam buku edisi kedua World Prehistory yang ditulis oleh Grahame Clark, proses pemecahan batu dibagi menjadi Mode 1 hingga Mode 5.[1] Dia membaginya berdasarkan penanggalan: Mode 1 dan 2 berada pada masa Paleolitikum bawah, Mode 3 kepada Paleolitikum tengah, Mode 4 ke masa Paleolitikum lanjut, dan Mode 5 ke Mesolitikum. Masyarakat ilmiah yang membaca, tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan ini, karena di beberapa daerah tidak terdapat keseragaman periode. Sebagai contoh, Mode 1 digunakan di Eropa lama setelah Mode 2 menggantikan Mode 1 di Afrika.

Namun, skema Clarke diadopsi dengan baik oleh komunitas arkeologi. Salah satu keuntungannya adalah penggunaan terminologi yang mudah. Sebagai konsekuensinya, alat batu pada periode Paleolitikum terbagi menjadi 4 mode dengan tingkat kerumitan yang berbeda dan di beberapa kasus berdasarkan susunan kronologis.

Mode I: Industri Oldowan

Alat batu paling awal yang dipergunakan oleh genus Homo adalah Mode 1,[2] berasal dari Industri Oldowan, yang dinamakan berdasarkan situs di Lembah Olduvai, Tanzania. Alat batu Oldowan memiliki karakteristik konstruksi yang sederhana, dan didominasi dengan penggunaan batu inti. Batu inti ini dibuat dari batu kerakal sungai atau batu yang memiliki kemiripan karakteristik, dan dipukul menggunakan batu palu untuk menciptakan patahan konkoidal yang memisahkan serpihan dari satu permukaan, sehingga menciptakan pinggiran yang tajam. pada alat batu ini biasanya terdapat dua sisi, satu sisi yang tajam, dan sisi lainnya yang membulat dan tumpul. Teknologi Oldowan merupakan teknologi perkusi.

Bukti awal penggunaan alat batu diperkirakan memiliki penanggalan sekitar 3,4 juta tahun yang lalu.[3][4] Namun alat batu Oldowan yang tertua diperkirakan berasal dari 2,6 juta tahun yang lalu, yang berasal dari masa paleolitik bawah, yang ditemukan di Gona, Etiopia.[5] Setelah masa ini, Industri Oldowan menyebar di seluruh Afrika, walaupun arkeolog belum dapat memutuskan Hominid mana yang menyebarkannya. Beberapa berspekulasi bahwa Australopithecus garhi yang menyebarkan, sementara lainnya berpendapat bahwa teknologi tersebut disebarkan oleh Homo habilis.[6] Homo habilis merupakan hominin yang menggunakan alat batu dengan teknologi Oldowan yang paling banyak di Afrika. Sekitar 1,9-1,8 juta tahun lalu, teknologi tersebut diwariskan kepada Homo erectus. Industri ini kemudian keluar dari Afrika dan dibawa oleh Homo erectus hingga pulau Jawa pada 1,8 juta tahun lalu dan Tiongkok utara pada 1,6 juta tahun lalu.

Mode II: Industri Acheulean

Mode 2 yang lebih kompleks mulai berkembang melalui Industri Acheulean, yang dinamakan berdasarkan situs Saint-Acheul, di Prancis. Teknologi ini dikarakterisasi bukan oleh inti, tetapi oleh bifasial, yang merupakan bentuk yang umum terdapat pada kapak genggam.[7] Teknologi ini berkisar pada 1,7 juta tahun yang lalu dari Lembah Turkana di Kenya dan Afrika Selatan.

Mode III: Industri Mousterian

Industri Acheulean di Eropa digantikan oleh teknologi litik yang dikenal dengan nama Industri Mousterian, yang dinamakan berdasarkan situs Le Moustier di Prancis yang ditemukan pada tahun 1860-an. Teknologi ini memproduksi peralatan yang mirip dengan pisau, dengan bentuk yang lebih kecil dan lebih tajam.[8] Teknologi ini dikembangkan dan dipergunakan oleh Neanderthal, sebuah spesies hominin yang berasal dari Eropa dan Timur Tengah.[9]

Mode IV: Industri Aurignacian

Pisau batu panjang yang merupakan industri Mode 4, muncul pada masa Paleolitik akhir.[10] Budaya Aurignacian merupakan contoh yang baik untuk produksi alat dari Mode 4.[11]

Mode V: Industri Mikrolit

Alat batu Mode 5 melibatkan industri mikrolit, yang digunakan dalam alat, biasanya diikatkan ke tangkai atau tongkat.[12] Contohnya adalah budaya Magdalenia.

Industri Neolitik

Pada masa Neolitik, batu padasan menjadi sangat penting. Batu ini biasanya dibuat dari batu basalt, giok, dan beberapa bentuk rhyolite yang tidak sesuai untuk proses pengelupasan. Industri ini sangat penting pada Distrik Danau Inggris, dan lebih dikenal dengan nama Industri Kapak Langdale. Perkakas yang menggunakan batu padasan termasuk diantaranya beliung dan kapak genggam, dibuat dengan menggunakan metode yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu dengan berulang kali menggosok salah satu sisi batu tersebut dengan batu penggosok (batu kasar) dan sering kali menggunakan air sebagai pelumas. Karena permukaannya yang kasar, beberapa batu padasan digunakan untuk menggiling makanan yang berasal dari tumbuhan dan batu tersebut digosok bukan hanya untuk dibentuk saja, tetapi juga karena penggunaan yang berulang kali. Penggosokan batu secara berulang kali, meningkatkan tingkat ketajaman dan kekuatan kapak. Kapak batu yang digosok sangat penting untuk pembersihan lahan dan hutan pada periode neolitik, terutama ketika tanaman pangan dan hewan ternak mulai berkembang dalam tingkatan yang lebih besar.

Penggunaan oleh Pribumi Australia

Kapak batu yang berasal dari 35.000 tahun yang lalu adalah penggunaan alat batu tertua yang diketahui di Australia. Alat-alat batu lainnya bervariasi jenis dan penggunaannya di antara berbagai suku Pribumi Australia, tergantung pada wilayah geografis, dan jenis serta struktur alat-alat tersebut bervariasi di antara kelompok budaya dan linguistik yang berbeda. Lokasi berbagai artefak ini, serta fitur geologi yang utuh, menandai batas-batas wilayah dan budaya dari berbagai kelompok bahasa dan budaya. Mereka mengembangkan jaringan perdagangan dan menunjukkan kecakapan dalam mengolah berbagai jenis batu untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai alat, peralatan makan, senjata, dan memodifikasi alat batu mereka selama ribuan tahun untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Tradisi lisan mewariskan keterampilan ini dari generasi ke generasi.[13]

Alat batu kompleks digunakan oleh suku Gunditjmara di bagian barat Victoria[14] sampai saat yang relatif baru.[15] Banyak contoh sekarang ada di museum-museum.[16][17]

Alat batu terkelupas dibuat dengan cara mengekstrak pecahan tajam dari batu yang lebih besar, yang disebut inti, dengan memukulnya dengan "batu palu". Baik pecahan maupun batu palu dapat digunakan sebagai alat. Jenis batu terbaik untuk alat-alat ini adalah batu keras dan rapuh, kaya akan silika, seperti kuarsit, kerikil, flint, silikat dan kuarsa (terutama di Kimberleys di Australia Barat[18]). Batu-batu ini diperoleh dari batuan dasar atau diambil sebagai kerikil dari aliran air dan pantai, dan sering kali dibawa dalam jarak yang jauh.[19] Pecahan ini bisa langsung digunakan untuk memotong atau mengikis, tetapi terkadang dimodifikasi dalam proses yang disebut reduksi untuk mengasah atau mengasah ulang pecahan tersebut.[20]

Di seluruh Australia utara, terutama di Tanah Arnhem, "Leilira blade", sejenis pecahan batu persegi panjang yang dibentuk dengan memukul batu kuarsit atau silikat, digunakan sebagai ujung tombak dan juga sebagai pisau, kadang-kadang berukuran panjang. Tasmania tidak memiliki tombak atau kapak batu, tetapi suku-suku di sana menggunakan alat-alat yang diadaptasi untuk iklim dan lingkungan, seperti penggunaan spongolit. Di bagian barat laut Australia, "Kimberley point", sebuah titik batu segitiga kecil, dibuat menggunakan tulang kanguru yang telah dibentuk dengan batu menjadi sejenis jarum, untuk membuat serrasi kecil pada bilah.[21]

Selain digunakan sebagai senjata dan untuk pemotongan, penghalusan (batu gerinda), menembus dan meremukkan, beberapa batu, terutama ochre, digunakan sebagai pigmen untuk melukis.[22]

Penggunaan modern

Penemuan mekanisme Kancing batu-api senjata pada abad ke-16 masehi membuat permintaan yang tinggi terhadap senjata yang menggunakan batu api. Industri senjata ini bertahan hingga pertengahan abad ke-20 di beberapa tempat, termasuk kota di Inggris bernama Brandon.[23]

Untuk tujuan khusus, pisau kaca masih dibuat dan dipergunakan hingga saat ini, terutama untuk memotong lapisan tipis untuk Mikroskop elektron dengan teknik yang disebut mikrotom. Pisau ini digunakan karena ketajamannya sangat bagus. Pisau ini dibuat dari kaca yang dibuat dengan kualitas tinggi. Pisau operasi yang terbuat dari obsidian masih dipergunakan pada operasi tertentu.

Batu alat

Di arkeologi, batu alat adalah sebuah tipe batu yang digunakan untuk membuat alat batu. Batu alat juga dapat mengacu kepada batu yang dipergunakan sebagai bahan mentah dari alat.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Grahame Clarke. World Prehistory: a New Outline. Cambridge University Press. 1969. hlm. 31.
  2. Clarke's "chopper tools and flakes."
  3. Shannon P. McPherron. Evidence for Stone-tool-assisted Consumption of Animal Tissues before 3.39 Million Years Ago at Dikika, Ethiopia. Nature. 2010. Vol. 466 (7308). hlm. 857-860. doi:10.1038/nature09248.
  4. Scientists Discover Oldest Evidence of Stone Tool Use and Meat-Eating Among Human Ancestors.
  5. Semaw, S. 2.6-Million-year-old stone tools and associated bones from OGS-6 and OGS-7, Gona, Afar, Ethiopia. Journal of Human Evolution. 2003. Vol. 45. hlm. 169–177. doi:10.1016/S0047-2484(03)00093-9.
  6. Nicholas Toth. The Human Past: World Prehistory and the Development of Human Societies. Thames and Hudson. 2009. hlm. 67–68.
  7. Clarke's "bifacially flaked hand axes."
  8. Clarke's "flake tools from prepared cores."
  9. Paul Pettitt. The Human Past: World Prehistory and the Development of Human Societies. Thames and Hudson. 2009. hlm. 149–151.
  10. R. Lewin. Principles of Human Evolution. Blackwell Science. 2004. hlm. 311.
  11. Clarke's "punch-struck blades with steep retouch."
  12. Clarke's "microlithic components of composite artifacts."
  13. Matt Poll. Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia. Medium. 20 Februari 2017.
  14. Emily Bissland. Alat batu Gunditjmara yang ditemukan dalam koleksi universitas memicu pameran seni dan harapan repatriasi. ABC News. Australian Broadcasting Corporation. 23 Januari 2022.
  15. Alice Gorman. Arkeolog Australia telah menghentikan penggunaan istilah 'Zaman Batu' beberapa dekade yang lalu, dan begitu pula seharusnya Anda. The Conversation. 27 Agustus 2018.
  16. Matt Poll. Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia. Medium. 20 Februari 2017.
  17. Emily Bissland. Alat batu Gunditjmara yang ditemukan dalam koleksi universitas memicu pameran seni dan harapan repatriasi. ABC News. Australian Broadcasting Corporation. 23 Januari 2022.
  18. Matt Poll. Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia. Medium. 20 Februari 2017.
  19. Lembar Fakta: Alat batu terkelupas Pribumi. First Peoples. Pemerintah Negara Bagian Victoria.
  20. Artefak Batu Pribumi. Pemerintah. 13 November 2017.
  21. Matt Poll. Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia. Medium. 20 Februari 2017.
  22. Matt Poll. Terukir dalam batu: Memahami Alat Batu Pribumi Australia. Medium. 20 Februari 2017.
  23. Clarke, R (1935), The Flint-knapping Industry at Brandon, Antiquity, vol. IX

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29458346 (2026-07-14T15:25:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.