Air raja: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24512748; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Air raja''' ([[bahasa Latin]]: '''aqua regia''') adalah larutan yang dibuat dari percampuran [[asam klorida]] pekat (HCl) dan [[asam nitrat]] pekat () dengan perbandingan 3:1. Larutan ini bersifat sangat korosif mengeluarkan [[uap]] berwarna kuning. Hanya larutan inilah yang sanggup melarutkan [[raksa]], [[timbal]], [[emas]] dan [[platina]] ([[logam|logam-logam]] yang paling [[logam mulia|mulia]] menurut [[deret Volta]]), oleh karena itulah disebut sebagai ''aqua regia'' atau "air raja". Karena sifatnya yang kurang stabil, maka larutan ini baru dibuat jika akan dipakai. | [[File:Aqua_regia.svg|thumb|right|280px|Aqua regia]] | ||
'''Air raja''' ([[bahasa Latin]]: '''aqua regia''') adalah larutan yang dibuat dari percampuran [[asam klorida]] pekat (HCl) dan [[asam nitrat]] pekat () dengan perbandingan 3:1.<ref>Konsentrasi relatif kedua asam dalam air berbeda, nilainya berkisar 65% b/v untuk asam nitrat dan 35% b/v untuk asam klorida — artinya, perbandingan massa aktual :HCl adalah kurang dari 1:2</ref> Larutan ini bersifat sangat korosif mengeluarkan [[uap]] berwarna kuning. Hanya larutan inilah yang sanggup melarutkan [[raksa]], [[timbal]], [[emas]] dan [[platina]] ([[logam|logam-logam]] yang paling [[logam mulia|mulia]] menurut [[deret Volta]]), oleh karena itulah disebut sebagai ''aqua regia'' atau "air raja". Karena sifatnya yang kurang stabil, maka larutan ini baru dibuat jika akan dipakai. | |||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Kegunaan utama air raja adalah untuk membuat [[asam kloroaurat]], [[elektrolit]] dalam [[proses Wohlwill]] untuk pengolahan emas berkualitas tinggi (99.999%). | Kegunaan utama air raja adalah untuk membuat [[asam kloroaurat]], [[elektrolit]] dalam [[proses Wohlwill]] untuk pengolahan emas berkualitas tinggi (99.999%). | ||
Air raja juga digunakan dalam [[Penggilingan kimia|etsa]] dan dalam [[Kimia analitik|prosedur analisis kimia]]. Air raja juga digunakan dalam laboratorium untuk mencuci [[peralatan gelas laboratorium|peralatan gelas]] untuk [[senyawa organik]] dan partikel logam. Metode ini lebih disukai dibandingkan penangas [[asam kromat]] untuk mencuci [[tabung NMR]], karena tidak ada residu [[krom]] yang bersifat paramagnetik yang dapat mengganggu spektrum. Sementara penangas [[asam kromat]] kurang disukai karena toksisitas kromium yang tinggi dan berpotensi ledakan, air raja sangat korosif dan bertanggung jawab pada beberapa ledakan akibat salah penanganan. | Air raja juga digunakan dalam [[Penggilingan kimia|etsa]] dan dalam [[Kimia analitik|prosedur analisis kimia]]. Air raja juga digunakan dalam laboratorium untuk mencuci [[peralatan gelas laboratorium|peralatan gelas]] untuk [[senyawa organik]] dan partikel logam. Metode ini lebih disukai dibandingkan penangas [[asam kromat]] untuk mencuci [[tabung NMR]], karena tidak ada residu [[krom]] yang bersifat paramagnetik yang dapat mengganggu spektrum.<ref>Hoffman, R. (10 March 2005) [http://chem.ch.huji.ac.il/nmr/preparation/preparation.html How to make an NMR sample], Hebrew University. Diakses 31 Oktober 2006.</ref> Sementara penangas [[asam kromat]] kurang disukai karena toksisitas kromium yang tinggi dan berpotensi ledakan, air raja sangat korosif dan bertanggung jawab pada beberapa ledakan akibat salah penanganan.<ref>American Industrial Hygiene Association, [https://web.archive.org/web/20110718093018/http://www.aiha.org/insideaiha/volunteergroups/labHandScommittee/Pages/IncidentsExplosions.aspx Laboratory Safety Incidents: Explosions]. Diakses 8 September 2010.</ref> | ||
Oleh karena reaksi antar komponennya menyebabkan [[#Dekomposisi air raja|dekomposisi]], air raja cepat kehilangan efektivitasnya (meski tetap asam kuat), sehingga komponen-komponennya biasanya dicampur segera sebelum digunakan. | Oleh karena reaksi antar komponennya menyebabkan [[#Dekomposisi air raja|dekomposisi]], air raja cepat kehilangan efektivitasnya (meski tetap asam kuat), sehingga komponen-komponennya biasanya dicampur segera sebelum digunakan. | ||
Meskipun peraturan lokal bervariasi, air raja dapat dinetralisasi dengan hati-hati sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Jika ada kontaminasi oleh logam terlarut, larutan hasil netralisasi harus dikumpulkan untuk dibuang. | Meskipun peraturan lokal bervariasi, air raja dapat dinetralisasi dengan hati-hati sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Jika ada kontaminasi oleh logam terlarut, larutan hasil netralisasi harus dikumpulkan untuk dibuang.<ref>Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories, National Research Council. [http://www.nap.edu/catalog.php?record_id=4911 Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals]. National Academies Press. 1995. hlm. 160–161.</ref><ref>[http://web.princeton.edu/sites/ehs/labsafetymanual/cheminfo/aquaregia.htm Aqua Regia]. ''Laboratory Safety Manual''. Princeton University.</ref> | ||
== Kimia == | == Kimia == | ||
=== Melarutkan emas === | === Melarutkan emas === | ||
Air raja melarutkan [[emas]], meski asam penyusunnya tidak dapat melakukannya jika berdiri sendiri, karena, dalam kombinasi, masing-masing asam melakukan tugas yang berbeda. Asam nitrat adalah oksidator kuat, yang melarutkan sejumlah emas yang hampir tidak terdeteksi, membentuk [[ion]] emas (). Asam klorida menyediakan pasokan ion klorida (), yang bereaksi dengan ion emas menghasilkan [[anion]] tetrakloroaurat(III), juga dalam larutan. Reaksi dengan asam hidroklorida adalah reaksi kesetimbangan yang disertai pembentukan anion kloroaurat (). Hal ini menyebabkan pengangkatan ion emas dari larutannya dan memungkinkan terjadinya oksidasi emas lebih lanjut. Emas larut menjadi [[asam kloroaurat]]. Selain itu, emas dapat dilarutkan oleh klor bebas yang terdapat dalam air raja. [[Persamaan kimia|Persamaan]] yang sesuai adalah: | Air raja melarutkan [[emas]], meski asam penyusunnya tidak dapat melakukannya jika berdiri sendiri, karena, dalam kombinasi, masing-masing asam melakukan tugas yang berbeda. Asam nitrat adalah oksidator kuat, yang melarutkan sejumlah emas yang hampir tidak terdeteksi, membentuk [[ion]] emas (). Asam klorida menyediakan pasokan ion klorida (), yang bereaksi dengan ion emas menghasilkan [[anion]] tetrakloroaurat(III), juga dalam larutan. Reaksi dengan asam hidroklorida adalah reaksi kesetimbangan yang disertai pembentukan anion kloroaurat (). Hal ini menyebabkan pengangkatan ion emas dari larutannya dan memungkinkan terjadinya oksidasi emas lebih lanjut. Emas larut menjadi [[asam kloroaurat]]. Selain itu, emas dapat dilarutkan oleh klor bebas yang terdapat dalam air raja. [[Persamaan kimia|Persamaan]] yang sesuai adalah: | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
: atau | : atau | ||
: Au + + 4 HCl + [NO] + + | : Au + + 4 HCl + [NO] + + | ||
Jika larutan air raja hanya mengandung emas, [[asam tetrakloroaurat]] padat dapat dibuat dengan merebus kelebihan air raja, dan menghilangkan sisa asam nitrat dengan pemanasan berulang-ulang menggunakan asam klorida. Langkah tersebut mereduksi asam nitrat (lihat [[#Dekomposisi air raja|dekomposisi air raja]]). Jika diinginkan emas elemental, ia dapat direduksi secara selektif menggunakan [[belerang dioksida]], [[hidrazin]], [[asam oksalat]], dll. [[Persamaan kimia|Persamaan]] yang sesuai adalah, sebagai contoh: | Jika larutan air raja hanya mengandung emas, [[asam tetrakloroaurat]] padat dapat dibuat dengan merebus kelebihan air raja, dan menghilangkan sisa asam nitrat dengan pemanasan berulang-ulang menggunakan asam klorida. Langkah tersebut mereduksi asam nitrat (lihat [[#Dekomposisi air raja|dekomposisi air raja]]). Jika diinginkan emas elemental, ia dapat direduksi secara selektif menggunakan [[belerang dioksida]], [[hidrazin]], [[asam oksalat]], dll.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+raja&oldid=24512748 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Persamaan kimia|Persamaan]] yang sesuai adalah, sebagai contoh: | ||
: 2<sub>(aq)</sub> + 3<sub>(g)</sub> + 6<sub>(l)</sub> → 2Au<sub>(s)</sub> + 12<sub>(aq)</sub> + 3<sub>(aq)</sub> + 8<sub>(aq)</sub> | : 2<sub>(aq)</sub> + 3<sub>(g)</sub> + 6<sub>(l)</sub> → 2Au<sub>(s)</sub> + 12<sub>(aq)</sub> + 3<sub>(aq)</sub> + 8<sub>(aq)</sub> | ||
| Baris 49: | Baris 49: | ||
Melarutkan platina dalam air raja adalah cara untuk mendapatkan logam yang paling padat, [[iridium]] dan [[osmium]], keduanya ditemukan dalam bijih platina dan tidak dapat larut dalam asam, sehingga mengendap di dasar bejana. | Melarutkan platina dalam air raja adalah cara untuk mendapatkan logam yang paling padat, [[iridium]] dan [[osmium]], keduanya ditemukan dalam bijih platina dan tidak dapat larut dalam asam, sehingga mengendap di dasar bejana. | ||
Secara praktis, ketika logam golongan platina dimurnikan melalui pelarutan dalam air raja, emas (umumnya dikaitkan dengan PGM) diendapkan melalui perlakuan dengan [[besi(II) klorida]]. Platina dalam filtrat, seperti heksakloroplatinat(VI), diubah menjadi [[amonium heksakloroplatinat]] dengan penambahan [[amonium klorida]]. Garam amonium ini sangat tidak larut, dan bisa disaring. Pengapian (pemanasan kuat) mengubahnya menjadi logam platina: | Secara praktis, ketika logam golongan platina dimurnikan melalui pelarutan dalam air raja, emas (umumnya dikaitkan dengan PGM) diendapkan melalui perlakuan dengan [[besi(II) klorida]]. Platina dalam filtrat, seperti heksakloroplatinat(VI), diubah menjadi [[amonium heksakloroplatinat]] dengan penambahan [[amonium klorida]]. Garam amonium ini sangat tidak larut, dan bisa disaring. Pengapian (pemanasan kuat) mengubahnya menjadi logam platina:<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v13-i4-126-138.pdf Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses]. ''Platinum Metals Review''. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.</ref> | ||
:3 → 3Pt + 2 + 2 + 16HCl | :3 → 3Pt + 2 + 2 + 16HCl | ||
Heksakloroplatinat(IV) yang tak mengendap direduksi dengan unsur [[zinc]], dan metode serupa cocok untuk pemulihan platina dalam skala kecil dari residu laboratorium. | Heksakloroplatinat(IV) yang tak mengendap direduksi dengan unsur [[zinc]], dan metode serupa cocok untuk pemulihan platina dalam skala kecil dari residu laboratorium.<ref>Kauffman, George B. ''Recovery of Platinum from Laboratory Residues''. ''Inorg. Synth''. 1963. Vol. 7. hlm. 232. doi:10.1002/9780470132388.ch61. ISBN 9780470132388.</ref> | ||
=== Reaksi dengan timah === | === Reaksi dengan timah === | ||
| Baris 77: | Baris 76: | ||
Air raja pertama kali dibuat oleh Ibnu Al-Hayyan pada abad ke-8 dengan melarutkan amonium klorida ke dalam asam nitrat. | Air raja pertama kali dibuat oleh Ibnu Al-Hayyan pada abad ke-8 dengan melarutkan amonium klorida ke dalam asam nitrat. | ||
Air raja pertama kali muncul dalam karya ahli kimia Eropa [[Pseudo-Geber]], yang berasal dari awal abad ke-14.<ref>Lawrence M. Principe. [https://archive.org/details/secretsofalchemy0000prin The secrets of alchemy]. University of Chicago Press. 2012. ISBN 0226682951.</ref> Kunci ketiga [[Basil Valentine]] menunjukkan naga di latar depan dan seekor rubah yang sedang memakan ayam jantan di latar belakang. Ayam jantan melambangkan emas (dari hubungannya dengan matahari terbit dan hubungan matahari dengan emas), dan rubah mewakili air raja. Pelarutan berulang, pemanasan, dan pelarutan kembali (ayam jantan yang memakan rubah memakan ayam jantan) menyebabkan penumpukan gas klor di dalam labu. Emas kemudian mengkristal dalam bentuk [[emas(III) klorida]], yang kristal merahnya dikenal sebagai darah naga. Reaksi tersebut tidak dilaporkan dalam literatur kimia modern hingga tahun 1890.<ref>Lawrence M. Principe. [https://archive.org/details/secretsofalchemy0000prin The secrets of alchemy]. University of Chicago Press. 2012. ISBN 0226682951.</ref> | |||
[[Antoine Lavoisier]] menyebut air raja sebagai asam nitro-muriatat pada tahun 1789.<ref>Lavoisier, Antoine (1790). [https://archive.org/details/elementschemist00kerrgoog ''Elements of Chemistry, in a New Systematic Order, Containing All the Modern Discoveries'']. Edinburgh: William Creech. p. 116. ISBN 978-0-486-64624-4.</ref> Ketika [[Operasi Weserübung|Jerman menginvasi Denmark]] pada Perang Dunia II, kimiawan Hungaria [[George de Hevesy]] melarutkan emas [[Hadiah Nobel]] milik fisikawan Jerman [[Max von Laue]] (1914) dan [[James Franck]] (1925) dalam air raja untuk mencegah agar tidak disita Nazi. Pemerintah Jerman telah melarang warga Jerman untuk menerima atau menyimpan Hadiah Nobel apapun setelah aktivis perdamaian terpidana [[Carl von Ossietzky]] menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1935. De Hevesy meletakkan larutan yang dihasilkan pada sebuah rak dalam laboratoriumnya di [[Institut Niels Bohr]]. Hal itu kemudian diabaikan oleh Nazi yang menganggap botol—satu dari ratusan kemungkinan yang ada di atas rak—berisi bahan kimia umum. Setelah perang, Hevesy kembali menemukan larutannya yang tidak terganggu dan mengendapkan emas keluar dari asam. Emas itu dikembalikan ke ''Royal Swedish Academy of Sciences'' dan Yayasan Nobel. Mereka membuat ulang medali tersebut dan mempersembahkan kembali kepada Laue dan Frank.<ref>[https://archive.org/stream/adventuresinradi01heve#page/27/mode/1up/search/medals "Adventures in radioisotope research"], George Hevesy</ref><ref>Birgitta Lemmel. [http://nobelprize.org/nobel_prizes/about/medals/ The Nobel Prize Medals and the Medal for the Prize in Economics]. The Nobel Foundation. 2006.</ref> | |||
[[Antoine Lavoisier]] menyebut air raja sebagai asam nitro-muriatat pada tahun 1789. Ketika [[Operasi Weserübung|Jerman menginvasi Denmark]] pada Perang Dunia II, kimiawan Hungaria [[George de Hevesy]] melarutkan emas [[Hadiah Nobel]] milik fisikawan Jerman [[Max von Laue]] (1914) dan [[James Franck]] (1925) dalam air raja untuk mencegah agar tidak disita Nazi. Pemerintah Jerman telah melarang warga Jerman untuk menerima atau menyimpan Hadiah Nobel apapun setelah aktivis perdamaian terpidana [[Carl von Ossietzky]] menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1935. De Hevesy meletakkan larutan yang dihasilkan pada sebuah rak dalam laboratoriumnya di [[Institut Niels Bohr]]. Hal itu kemudian diabaikan oleh Nazi yang menganggap botol—satu dari ratusan kemungkinan yang ada di atas rak—berisi bahan kimia umum. Setelah perang, Hevesy kembali menemukan larutannya yang tidak terganggu dan mengendapkan emas keluar dari asam. Emas itu dikembalikan ke ''Royal Swedish Academy of Sciences'' dan Yayasan Nobel. Mereka membuat ulang medali tersebut dan mempersembahkan kembali kepada Laue dan Frank. | |||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 86: | Baris 84: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://jchemed.chem.wisc.edu/JCESoft/CCA/CCA3/MAIN/AQREGIA/PAGE1.HTM Chemistry Comes Alive! ''Aqua Regia''] | * [http://jchemed.chem.wisc.edu/JCESoft/CCA/CCA3/MAIN/AQREGIA/PAGE1.HTM Chemistry Comes Alive! ''Aqua Regia''] | ||
| Baris 96: | Baris 89: | ||
* [https://www.youtube.com/watch?v=XoqU1GfIOkI Demonstration of ''Gold Coin Dissolving in Acid (Aqua Regia)''] | * [https://www.youtube.com/watch?v=XoqU1GfIOkI Demonstration of ''Gold Coin Dissolving in Acid (Aqua Regia)''] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+raja&oldid=24512748 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24512748 (2023-10-12T10:32:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.57
Air raja (bahasa Latin: aqua regia) adalah larutan yang dibuat dari percampuran asam klorida pekat (HCl) dan asam nitrat pekat () dengan perbandingan 3:1.[1] Larutan ini bersifat sangat korosif mengeluarkan uap berwarna kuning. Hanya larutan inilah yang sanggup melarutkan raksa, timbal, emas dan platina (logam-logam yang paling mulia menurut deret Volta), oleh karena itulah disebut sebagai aqua regia atau "air raja". Karena sifatnya yang kurang stabil, maka larutan ini baru dibuat jika akan dipakai.
Aplikasi
Kegunaan utama air raja adalah untuk membuat asam kloroaurat, elektrolit dalam proses Wohlwill untuk pengolahan emas berkualitas tinggi (99.999%).
Air raja juga digunakan dalam etsa dan dalam prosedur analisis kimia. Air raja juga digunakan dalam laboratorium untuk mencuci peralatan gelas untuk senyawa organik dan partikel logam. Metode ini lebih disukai dibandingkan penangas asam kromat untuk mencuci tabung NMR, karena tidak ada residu krom yang bersifat paramagnetik yang dapat mengganggu spektrum.[2] Sementara penangas asam kromat kurang disukai karena toksisitas kromium yang tinggi dan berpotensi ledakan, air raja sangat korosif dan bertanggung jawab pada beberapa ledakan akibat salah penanganan.[3]
Oleh karena reaksi antar komponennya menyebabkan dekomposisi, air raja cepat kehilangan efektivitasnya (meski tetap asam kuat), sehingga komponen-komponennya biasanya dicampur segera sebelum digunakan.
Meskipun peraturan lokal bervariasi, air raja dapat dinetralisasi dengan hati-hati sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Jika ada kontaminasi oleh logam terlarut, larutan hasil netralisasi harus dikumpulkan untuk dibuang.[4][5]
Kimia
Melarutkan emas
Air raja melarutkan emas, meski asam penyusunnya tidak dapat melakukannya jika berdiri sendiri, karena, dalam kombinasi, masing-masing asam melakukan tugas yang berbeda. Asam nitrat adalah oksidator kuat, yang melarutkan sejumlah emas yang hampir tidak terdeteksi, membentuk ion emas (). Asam klorida menyediakan pasokan ion klorida (), yang bereaksi dengan ion emas menghasilkan anion tetrakloroaurat(III), juga dalam larutan. Reaksi dengan asam hidroklorida adalah reaksi kesetimbangan yang disertai pembentukan anion kloroaurat (). Hal ini menyebabkan pengangkatan ion emas dari larutannya dan memungkinkan terjadinya oksidasi emas lebih lanjut. Emas larut menjadi asam kloroaurat. Selain itu, emas dapat dilarutkan oleh klor bebas yang terdapat dalam air raja. Persamaan yang sesuai adalah:
- Au + 3 + 4 HCl + 3 + + 2
- atau
- Au + + 4 HCl + [NO] + +
Jika larutan air raja hanya mengandung emas, asam tetrakloroaurat padat dapat dibuat dengan merebus kelebihan air raja, dan menghilangkan sisa asam nitrat dengan pemanasan berulang-ulang menggunakan asam klorida. Langkah tersebut mereduksi asam nitrat (lihat dekomposisi air raja). Jika diinginkan emas elemental, ia dapat direduksi secara selektif menggunakan belerang dioksida, hidrazin, asam oksalat, dll.[6] Persamaan yang sesuai adalah, sebagai contoh:
- 2(aq) + 3(g) + 6(l) → 2Au(s) + 12(aq) + 3(aq) + 8(aq)
Melarutkan platina
Persamaan serupa dapat ditulis untuk platina. Seperti emas, reaksi oksidasi dapat ditulis dengan nitrogen oksida atau nitrogen dioksida sebagai produk oksida nitrogen.
- Pt(s) + 4(aq) + 8H+(aq) → (aq) + 4(g) + 4(l)
- 3Pt(s) + 4(aq) + 16(aq) → 3(aq) + 4NO(g) + 8(l)
Ion platina yang teroksidasi kemudian bereaksi dengan ion klorida menghasilkan ion kloroplatinat.
- (aq) + 6Cl−(aq) → (aq)
Bukti eksperimental menunjukkan bahwa reaksi platina dengan air raja jauh lebih kompleks. Reaksi awal menghasilkan campuran asam kloroplatina(II) () dan nitrosoplatinat klorida (). Nitrosoplatinat klorida berupa padatan. Jika diinginkan pelarutan platina secara total, harus dilakukan ekstraksi padatan residu secara berulang dengan asam klorida pekat.
- 2Pt(s) + 2(aq) + 8HCl(aq) → (s) + (aq) + 4(l)
- (s) + 2HCl(aq) (aq) + 2NOCl(g)
Asam kloroplatina(II) dapat dioksidasi menjadi asam kloroplatinat dengan cara menjenuhkan larutan dengan klorin saat pemanasan.
- (aq) + (g) → (aq)
Melarutkan platina dalam air raja adalah cara untuk mendapatkan logam yang paling padat, iridium dan osmium, keduanya ditemukan dalam bijih platina dan tidak dapat larut dalam asam, sehingga mengendap di dasar bejana.
Secara praktis, ketika logam golongan platina dimurnikan melalui pelarutan dalam air raja, emas (umumnya dikaitkan dengan PGM) diendapkan melalui perlakuan dengan besi(II) klorida. Platina dalam filtrat, seperti heksakloroplatinat(VI), diubah menjadi amonium heksakloroplatinat dengan penambahan amonium klorida. Garam amonium ini sangat tidak larut, dan bisa disaring. Pengapian (pemanasan kuat) mengubahnya menjadi logam platina:[7]
- 3 → 3Pt + 2 + 2 + 16HCl
Heksakloroplatinat(IV) yang tak mengendap direduksi dengan unsur zinc, dan metode serupa cocok untuk pemulihan platina dalam skala kecil dari residu laboratorium.[8]
Reaksi dengan timah
Air raja bereaksi dengan timah membentuk timah(IV) klorida, yang mengandung timah dalam tingkat oksidasi tertingginya:
- 4HCl + 2 + Sn → + + NO + 3
Dekomposisi air raja
Reaksi kimia terjadi saat pencampuran asam klorida pekat dan asam nitrat pekat. Reaksi ini menghasilkan produk volatil nitrosil klorida dan klor yang dibuktikan dengan sifat dan karakteristik asap kuning air raja. Oleh karena produk volatil keluar dari larutan, air raja kehilangan potensinya.
- (aq) + 3HCl(aq) → NOCl(g) + (g) + 2(l)
Nitrosil klorida dapat terurai lebih lanjut menjadi nitrogen monoksida dan klor. Disosiasi ini adalah kesetimbangan terbatas. Oleh karena itu, selain nitrosil klorida dan klorin, asap di atas air raja mengandung nitrogen monoksida.
- 2NOCl(g) → 2NO(g) + (g)
Oleh karena nitrogen monoksida mudah bereaksi dengan oksigen atmosfer, gas yang dihasilkan juga mengandung nitrogen dioksida, .
- 2NO(g) + (g) → 2(g)
Sejarah
Air raja pertama kali dibuat oleh Ibnu Al-Hayyan pada abad ke-8 dengan melarutkan amonium klorida ke dalam asam nitrat.
Air raja pertama kali muncul dalam karya ahli kimia Eropa Pseudo-Geber, yang berasal dari awal abad ke-14.[9] Kunci ketiga Basil Valentine menunjukkan naga di latar depan dan seekor rubah yang sedang memakan ayam jantan di latar belakang. Ayam jantan melambangkan emas (dari hubungannya dengan matahari terbit dan hubungan matahari dengan emas), dan rubah mewakili air raja. Pelarutan berulang, pemanasan, dan pelarutan kembali (ayam jantan yang memakan rubah memakan ayam jantan) menyebabkan penumpukan gas klor di dalam labu. Emas kemudian mengkristal dalam bentuk emas(III) klorida, yang kristal merahnya dikenal sebagai darah naga. Reaksi tersebut tidak dilaporkan dalam literatur kimia modern hingga tahun 1890.[10]
Antoine Lavoisier menyebut air raja sebagai asam nitro-muriatat pada tahun 1789.[11] Ketika Jerman menginvasi Denmark pada Perang Dunia II, kimiawan Hungaria George de Hevesy melarutkan emas Hadiah Nobel milik fisikawan Jerman Max von Laue (1914) dan James Franck (1925) dalam air raja untuk mencegah agar tidak disita Nazi. Pemerintah Jerman telah melarang warga Jerman untuk menerima atau menyimpan Hadiah Nobel apapun setelah aktivis perdamaian terpidana Carl von Ossietzky menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1935. De Hevesy meletakkan larutan yang dihasilkan pada sebuah rak dalam laboratoriumnya di Institut Niels Bohr. Hal itu kemudian diabaikan oleh Nazi yang menganggap botol—satu dari ratusan kemungkinan yang ada di atas rak—berisi bahan kimia umum. Setelah perang, Hevesy kembali menemukan larutannya yang tidak terganggu dan mengendapkan emas keluar dari asam. Emas itu dikembalikan ke Royal Swedish Academy of Sciences dan Yayasan Nobel. Mereka membuat ulang medali tersebut dan mempersembahkan kembali kepada Laue dan Frank.[12][13]
Lihat juga
Catatan
Pranala luar
- Chemistry Comes Alive! Aqua Regia
- Aqua Regia at The Periodic Table of Videos (University of Nottingham)
- Demonstration of Gold Coin Dissolving in Acid (Aqua Regia)
Referensi
- ↑ Konsentrasi relatif kedua asam dalam air berbeda, nilainya berkisar 65% b/v untuk asam nitrat dan 35% b/v untuk asam klorida — artinya, perbandingan massa aktual :HCl adalah kurang dari 1:2
- ↑ Hoffman, R. (10 March 2005) How to make an NMR sample, Hebrew University. Diakses 31 Oktober 2006.
- ↑ American Industrial Hygiene Association, Laboratory Safety Incidents: Explosions. Diakses 8 September 2010.
- ↑ Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories, National Research Council. Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals. National Academies Press. 1995. hlm. 160–161.
- ↑ Aqua Regia. Laboratory Safety Manual. Princeton University.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ L. B. Hunt. Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses. Platinum Metals Review. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.
- ↑ Kauffman, George B. Recovery of Platinum from Laboratory Residues. Inorg. Synth. 1963. Vol. 7. hlm. 232. doi:10.1002/9780470132388.ch61. ISBN 9780470132388.
- ↑ Lawrence M. Principe. The secrets of alchemy. University of Chicago Press. 2012. ISBN 0226682951.
- ↑ Lawrence M. Principe. The secrets of alchemy. University of Chicago Press. 2012. ISBN 0226682951.
- ↑ Lavoisier, Antoine (1790). Elements of Chemistry, in a New Systematic Order, Containing All the Modern Discoveries. Edinburgh: William Creech. p. 116. ISBN 978-0-486-64624-4.
- ↑ "Adventures in radioisotope research", George Hevesy
- ↑ Birgitta Lemmel. The Nobel Prize Medals and the Medal for the Prize in Economics. The Nobel Foundation. 2006.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24512748 (2023-10-12T10:32:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.