Lompat ke isi

Batu mulia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29175697; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 8: Baris 8:


== Konsep ==
== Konsep ==
Batu mulia adalah [[batu]] yang sifatnya dimuliakan. Jenis bahan yang termasuk dalam batu mulia adalah segala jenis bebatuan, [[mineral]], dan bahan mentah dari alam yang memiliki keindahan dan ketahanan sebagai perhiasan setelah diolah dan diproses menjadi barang.
Batu mulia adalah [[batu]] yang sifatnya dimuliakan.<ref>Yuni Rahma Fitri. [https://www.google.co.id/books/edition/1001_Kreasi_Aksesori_dari_Batu_Mulia_Ens/eqNLDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&printsec=frontcover 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.</ref> Jenis bahan yang termasuk dalam batu mulia adalah segala jenis bebatuan, [[mineral]], dan bahan mentah dari alam yang memiliki keindahan dan ketahanan sebagai perhiasan setelah diolah dan diproses menjadi barang.<ref>Sujatmiko. [https://www.google.co.id/books/edition/100_Cerita_Batu_Mulia_Indonesia/Or08DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia+pdf&printsec=frontcover 100 Cerita Batu Mulia Indonesia]. Penerbti PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-1746-5.</ref>


== Pembentukan dan ciri-ciri ==
== Pembentukan dan ciri-ciri ==
Pembentukan batu mulia memerlukan waktu ribuan hingga ratusan juta [[tahun]]. Batu mulia terbentuk sebagai hasil perpaduan dari tekanan , suhu dan kandungan mineral di dalam [[Bumi]]. Proses pembentukannya menghasilkan batu mulia dengan beragam warna. Ciri-ciri dari batu mulia diamati berdasarkan warna, bentuk dan tingkat kekerasan dari unsur mineral yang membentuknya.
Pembentukan batu mulia memerlukan waktu ribuan hingga ratusan juta [[tahun]]. Batu mulia terbentuk sebagai hasil perpaduan dari tekanan , suhu dan kandungan mineral di dalam [[Bumi]]. Proses pembentukannya menghasilkan batu mulia dengan beragam warna. Ciri-ciri dari batu mulia diamati berdasarkan warna, bentuk dan tingkat kekerasan dari unsur mineral yang membentuknya.<ref>Yuni Rahma Fitri. [https://www.google.co.id/books/edition/1001_Kreasi_Aksesori_dari_Batu_Mulia_Ens/eqNLDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&printsec=frontcover 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.</ref>


=== Tingkat kekerasan ===
=== Tingkat kekerasan ===
Tingkat [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] dari tiap jenis batu mulia sangat berbeda. Pengukuran tingkat kekerasan tiap jenis batu mulia dapat dilakukan dengan sederhana dengan menggigitnya. Apabila terdapat retakan atau pecahan akibat gigitan, maka batu yang digigit bukanlah batu mulia. Pengukuran tingkat kekerasan juga dapat dilakukan menggunakan peralatan canggih bernama jarum uji permata.
Tingkat [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] dari tiap jenis batu mulia sangat berbeda. Pengukuran tingkat kekerasan tiap jenis batu mulia dapat dilakukan dengan sederhana dengan menggigitnya. Apabila terdapat retakan atau pecahan akibat gigitan, maka batu yang digigit bukanlah batu mulia. Pengukuran tingkat kekerasan juga dapat dilakukan menggunakan peralatan canggih bernama jarum uji permata.<ref>Arnaldo, M., dan Muslim, B. [https://www.google.co.id/books/edition/Ragam_Pesona_Batu_Nusantara/Y9xuCQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA6&printsec=frontcover Ragam Pesona Batu Nusantara: Mengenal Jenis dan Prospek Bisnis Batu Mulia]. Wahyumedia. hlm. 6-7. ISBN 979-795-996-1.</ref>


=== Unsur pembentuk ===
=== Unsur pembentuk ===
Batu mulia dapat terbuat dari bahan mineral dan [[Senyawa organik|bahan organik]]. Bebatuan yang terbuat dari bahan organik berasal dari hewan atau tumbuhan dan disebut sebagai batu mulia organik. Jenisnya antara lain adalah batu amber, mutiara dan cangkang.
Batu mulia dapat terbuat dari bahan mineral dan [[Senyawa organik|bahan organik]]. Bebatuan yang terbuat dari bahan organik berasal dari hewan atau tumbuhan dan disebut sebagai batu mulia organik. Jenisnya antara lain adalah batu amber, mutiara dan cangkang.<ref>John Malam. [https://www.google.co.id/books/edition/Intisari_Ilmu_Planet_Bumi/G-g--fBcAD8C?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA32&printsec=frontcover Seri Intisari Ilmu: Planet Bumi]. Erlangga for Kids. 2005. hlm. 33.</ref>


== Penemuan dan penambangan ==
== Penemuan dan penambangan ==
Batu mulia pada awalnya hanya ditemukan dalam ukuran [[kerikil]] di sungai-sungai dan pantai-pantai. Penemuannya dalam beragam jenis warna. Perkembangan teknologi manusia membuat pertambangan batu mulia dapat dilakukan. Pertambangan batu mulia diadakan di daerah-daerah tertentu secara teratur. Penambangan diadakan oleh orang-orang Mesir Kuno di Semenanjung Sinai untuk batu [[pirus]] dan di Aswan untuk [[batu kecubung]]. Sementara itu, penduduk Mesir Kuno mengimpor batu lapis lazuli. Tempat asalnya di Badakhshan yang terletak di [[Afganistan]].
Batu mulia pada awalnya hanya ditemukan dalam ukuran [[kerikil]] di sungai-sungai dan pantai-pantai. Penemuannya dalam beragam jenis warna. Perkembangan teknologi manusia membuat pertambangan batu mulia dapat dilakukan. Pertambangan batu mulia diadakan di daerah-daerah tertentu secara teratur. Penambangan diadakan oleh orang-orang Mesir Kuno di Semenanjung Sinai untuk batu [[pirus]] dan di Aswan untuk [[batu kecubung]]. Sementara itu, penduduk Mesir Kuno mengimpor batu lapis lazuli. Tempat asalnya di Badakhshan yang terletak di [[Afganistan]].<ref>Mahardi Paramita. [https://www.google.co.id/books/edition/Kemilau_Batu_Permata/-mHmhf_6z50C?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PT4&printsec=frontcover Kemilau Batu Permata: Pengenalan, Asal-usul, Sifat dan Keasliannya]. Gramedia Pustaka Utama. 2008. hlm. 12. ISBN 978-979-223-790-0.</ref>


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Akik ===
=== Akik ===
[[Akik]] merupakan jenis batu mulia yang ditemukan di pertambangan batu mulia manapun di dunia. Jumlahnya juga selalu banyak.
[[Akik]] merupakan jenis batu mulia yang ditemukan di pertambangan batu mulia manapun di dunia. Jumlahnya juga selalu banyak.<ref>Wind, A., dan Ayub. [https://www.google.co.id/books/edition/A_to_Z_Pesona_Batu_Mulia/ZlFJDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PR9&printsec=frontcover A to Z Pesona Batu Mulia]. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2015. hlm. 1. ISBN 978-602-251-953-9.</ref>


=== Batu kecubung ===
=== Batu kecubung ===
[[Batu kecubung]] adalah batu mulia yang ciri utamanya adalah berwarna ungu. Variasi warna ungu pada batu kecubung mulai dari ungu kemerahan hingga ungu muda. Bentuk batu kecubung ketika ditemukan di pertambangan adalah heksagonal dengan warna transparan. Tingkat kekerasannya adalah 7,0 [[Skala Mohs]]. Batu kecubung terbentuk dari [[silikon dioksida]] dengan massa jenis 2,60–2,65 gram tiap sentimeter kubik. Awalnya, batu kecubung dijadikan sebagai bahan pembuatan gelas anggur di Yunani karena kemampuannya dalam mencegah mabuk. Batu kecubung juga telah digunakan sebagai perhiasan sejak zaman Mesir Kuno. Penambangan batu kecubung terdapat di Indonesia, Brasil, Zambia, Amerika Serikat dan Uruguay.
[[Batu kecubung]] adalah batu mulia yang ciri utamanya adalah berwarna ungu. Variasi warna ungu pada batu kecubung mulai dari ungu kemerahan hingga ungu muda. Bentuk batu kecubung ketika ditemukan di pertambangan adalah heksagonal dengan warna transparan. Tingkat kekerasannya adalah 7,0 [[Skala Mohs]]. Batu kecubung terbentuk dari [[silikon dioksida]] dengan massa jenis 2,60–2,65 gram tiap sentimeter kubik. Awalnya, batu kecubung dijadikan sebagai bahan pembuatan gelas anggur di Yunani karena kemampuannya dalam mencegah mabuk. Batu kecubung juga telah digunakan sebagai perhiasan sejak zaman Mesir Kuno. Penambangan batu kecubung terdapat di Indonesia, Brasil, Zambia, Amerika Serikat dan Uruguay.<ref>Ag. Restu Timurawan. [https://www.google.co.id/books/edition/Indahnya_Kilau_Batu_Mulia/Sq4oDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PP15&printsec=frontcover Indahnya Kilau Batu Mulia]. Wilis. hlm. 3.</ref>


=== Obsidian ===
=== Obsidian ===
[[Obsidian]] memiliki sifat kompak sehingga dapat dijadikan sebagai batu mulia khususnya yang berwarna terang.
[[Obsidian]] memiliki sifat kompak sehingga dapat dijadikan sebagai batu mulia khususnya yang berwarna terang.<ref>Sukandarrumidi. [https://www.google.co.id/books/edition/Bahan_Galian_Industri/pF1nDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1 Bahan Galian Industri]. Gadjah Mada University Press. 2018. hlm. 110. ISBN 978-979-420-449-8.</ref>


=== Korundum ===
=== Korundum ===
[[Korundum]] adalah jenis batu mulia yang terbuat dari mineral yang tersusun dari [[aluminium oksida]]. Namanya berasal dari [[bahasa Hindi]] yaitu ''kurund'' dan ''kuruvinda''. Sistem kristal pada korundum adalah rombohedral. Korundum yang murni akan berwarna bening. Namun setelah pencampuran dengan mineral lain, warnanya akan berubah. Mirah delima dan safir merupakan batuan yang terbentuk sebagai pencampuran korundum dengan mineral lainnya.
[[Korundum]] adalah jenis batu mulia yang terbuat dari mineral yang tersusun dari [[aluminium oksida]]. Namanya berasal dari [[bahasa Hindi]] yaitu ''kurund'' dan ''kuruvinda''. Sistem kristal pada korundum adalah rombohedral. Korundum yang murni akan berwarna bening. Namun setelah pencampuran dengan mineral lain, warnanya akan berubah. Mirah delima dan safir merupakan batuan yang terbentuk sebagai pencampuran korundum dengan mineral lainnya.<ref>Mahardi Paramita. [https://www.google.co.id/books/edition/Mengulas_Tuntas_Ruby_Sapphire_Beserta_Sy/vi0rJHEG0rIC?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA6&printsec=frontcover Mengulas Tuntas Ruby dan Sapphire Beserta Synthetic dan Tiruannya]. Gramedia Pustaka Utama. 1999. hlm. 14. ISBN 978-979-225-757-1.</ref>


=== Intan ===
=== Intan ===
[[Intan]] merupakan batu mulia yang terbuat dari karbon. Harga dari intan ditentukan oleh tingkat transparan dan kejernihan warna kuningnya. Tingkat kekerasannya adalah 10 Skala Mohs dan merupakan batu mulia dengan tingkat kekerasan yang tertinggi. Intan merupakan batu mulia yang dibuat menjadi perhiasan bernama berlian. Sekitar 80% intan yang ditemukan di pertambangan di seluruh dunia memiliki kualitas yang buruk. Hanya sekitar 20% saja yang dapat dibuat menjadi berlian. Sementara itu, harga berlian yang sangat mahal hanya pada intan yang berkualitas baik. Jumlahnya hanya sekitar 1–2% dari total intan di  seluruh dunia. Intan yang berkualitas buruk kemudian dijadikan sebagai bubuk untuk keperluan industri produksi. Peralatan yang dibuat menggunakan intan berkualitas buruk antara lain gergaji, bor, pisau bedah, komponen elektronik dan komponen pesawat terbang.
[[Intan]] merupakan batu mulia yang terbuat dari karbon. Harga dari intan ditentukan oleh tingkat transparan dan kejernihan warna kuningnya.<ref>Hariyanto, S., dkk. [https://www.google.co.id/books/edition/Lingkungan_Abiotik_Jilid_2/JZmwDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA53&printsec=frontcover Lingkungan Abiotik Jilid II: Mineral, Batuan, Gempa, Tanah dan Iklim]. Airlangga University Press. 2016. hlm. 54. ISBN 978-602-7924-96-3.</ref> Tingkat kekerasannya adalah 10 Skala Mohs dan merupakan batu mulia dengan tingkat kekerasan yang tertinggi.<ref>[https://www.google.co.id/books/edition/Iklan_Pos_Mei_2015_Edisi_82/rO3DCAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PT19&printsec=frontcover Batu Cincin Bikin Pede]. ''Iklan Pos''. 2015. Vol. 82. hlm. 18.</ref> Intan merupakan batu mulia yang dibuat menjadi perhiasan bernama berlian. Sekitar 80% intan yang ditemukan di pertambangan di seluruh dunia memiliki kualitas yang buruk. Hanya sekitar 20% saja yang dapat dibuat menjadi berlian. Sementara itu, harga berlian yang sangat mahal hanya pada intan yang berkualitas baik. Jumlahnya hanya sekitar 1–2% dari total intan di  seluruh dunia. Intan yang berkualitas buruk kemudian dijadikan sebagai bubuk untuk keperluan industri produksi. Peralatan yang dibuat menggunakan intan berkualitas buruk antara lain gergaji, bor, pisau bedah, komponen elektronik dan komponen pesawat terbang.<ref>Mahardi Paramita. [https://www.google.co.id/books/edition/Pedoman_Lengkap_Cara_Menilai_Berlian/0Lvn7-69pYYC?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA9&printsec=frontcover Pedoman Lengkap Cara Menilai Berlian]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2009. hlm. 10.</ref>


== Produk ==
== Produk ==
=== Batu permata ===
=== Batu permata ===
[[Batu permata]] merupakan produk perhiasan yang dibuat melalui pengolahan dan pemolesan batu mulia. Jenis produk batu permata terbagi menjadi dua, yaitu batu permata mulia dan batu permata setengah mulia. Beberapa jenis batu permata mulia adalah mirah delima, zamrud, berlian dan safir.  Tingkat kekerasannya mulai dari 7,5–10 skala Mohs. Harga jual dari batu permata mulia sangat tinggi. Sementara jenis batu permata setengah mulia adalah batu lapis lazuli, batu kecubung, batu giok, batu kuarsa, batu akik, batu bacan, batu kalimaya, batu kyanite dan batu labradorite.
[[Batu permata]] merupakan produk perhiasan yang dibuat melalui pengolahan dan pemolesan batu mulia. Jenis produk batu permata terbagi menjadi dua, yaitu batu permata mulia dan batu permata setengah mulia. Beberapa jenis batu permata mulia adalah mirah delima, zamrud, berlian dan safir.  Tingkat kekerasannya mulai dari 7,5–10 skala Mohs. Harga jual dari batu permata mulia sangat tinggi. Sementara jenis batu permata setengah mulia adalah batu lapis lazuli, batu kecubung, batu giok, batu kuarsa, batu akik, batu bacan, batu kalimaya, batu kyanite dan batu labradorite.<ref>Yuni Rahma Fitri. [https://www.google.co.id/books/edition/1001_Kreasi_Aksesori_dari_Batu_Mulia_Ens/eqNLDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&printsec=frontcover 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.</ref>


== Perdagangan ==
== Perdagangan ==
Pada awal abad ke-17 hingga akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah mencapai [[Konstantinopel]], [[India]] dan Afrika Selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, batu mulia menyebar ke berbagai wilayah lainnya. Penetapan harga untuk batu mulia memperhatikan rentang warnanya. Harga batu mulia umumnya semakin mahal jika warnanya semakin pekat dan tajam. Harga batu mulia juga sebanding dengan tingkat kelangkaannya. Semakin langka suatu batu mulia, maka semakin berharga batu mulia tersebut dan semakin mahal harganya.
Pada awal abad ke-17 hingga akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah mencapai [[Konstantinopel]], [[India]] dan Afrika Selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, batu mulia menyebar ke berbagai wilayah lainnya.<ref>Ariful Hakim. [https://www.google.co.id/books/edition/Hobi_dan_Investasi_Batu_Mulia/aAteDAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA83&printsec=frontcover Hobi dan Investasi Batu Mulia]. Kanaya Press. 2015. hlm. 84. ISBN 978-602-9173-39-0.</ref> Penetapan harga untuk batu mulia memperhatikan rentang warnanya. Harga batu mulia umumnya semakin mahal jika warnanya semakin pekat dan tajam.<ref>Yusuf, F., dan Dewi, A. [https://www.google.co.id/books/edition/Little_Pink_Book/gsKenkROrM4C?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA102&printsec=frontcover Little Pink Book]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2009. hlm. 102. ISBN 978-979-22-4818-0.</ref> Harga batu mulia juga sebanding dengan tingkat kelangkaannya. Semakin langka suatu batu mulia, maka semakin berharga batu mulia tersebut dan semakin mahal harganya.<ref>Schulz, B., Wegener, A., dan Zinner, C. [https://www.google.co.id/books/edition/Tau_Gak_Sih_Mengapa_Langit_Biru/cIFcM57SFJcC?hl=id&gbpv=1&dq=batu+mulia&pg=PA109&printsec=frontcover Tau Gak Sih? Mengapa Langit Biru? dan Mengapa-Mengapa Lainnya yang Sering Ditanyakan Anak]. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2006. hlm. 109. ISBN 979-22-1494-1.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu+mulia&oldid=29175697 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29175697 (2026-04-29T01:33:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu+mulia&oldid=29175697 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29175697 (2026-04-29T01:33:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.58

Batu mulia merupakan bahan alam berbentuk mineral atau batuan yang memiliki nilai keindahan, kelangkaan, serta tingkat kekerasan tertentu, sehingga dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan perhiasan dan benda bernilai estetis lainnya. Batu mulia terbentuk melalui proses geologis alami yang berlangsung dalam jangka waktu sangat lama, mulai dari jutaan hingga ratusan juta tahun, akibat tekanan, suhu tinggi, serta reaksi kimia di dalam lapisan bumi.

Perbedaan jenis batu mulia ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain warna, struktur kristal, tingkat kejernihan, bentuk, serta tingkat kekerasan yang umumnya diukur menggunakan skala Mohs. Pada awalnya, batu mulia banyak ditemukan secara alami di daerah aliran sungai dan pesisir pantai sebagai hasil pelapukan dan erosi batuan. Seiring meningkatnya nilai ekonomi dan kebutuhan pasar, eksplorasi batu mulia kemudian berkembang melalui kegiatan pertambangan yang lebih terstruktur.

Beberapa jenis batu mulia yang dikenal dan banyak digunakan antara lain akik, kecubung, intan, korundum (yang mencakup safir dan ruby), serta obsidian. Setelah melalui proses pemotongan dan pemolesan, batu mulia tersebut diolah menjadi permata yang memiliki nilai jual tinggi dan digunakan dalam berbagai produk perhiasan.

Perdagangan batu mulia telah berkembang sejak awal abad ke-17 dan mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya mobilitas global. Pada akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah menjangkau hampir seluruh wilayah dunia dan menjadi bagian penting dalam industri perhiasan internasional, sekaligus berperan dalam kegiatan ekonomi, budaya, dan simbol status sosial masyarakat.

Konsep

Batu mulia adalah batu yang sifatnya dimuliakan.[1] Jenis bahan yang termasuk dalam batu mulia adalah segala jenis bebatuan, mineral, dan bahan mentah dari alam yang memiliki keindahan dan ketahanan sebagai perhiasan setelah diolah dan diproses menjadi barang.[2]

Pembentukan dan ciri-ciri

Pembentukan batu mulia memerlukan waktu ribuan hingga ratusan juta tahun. Batu mulia terbentuk sebagai hasil perpaduan dari tekanan , suhu dan kandungan mineral di dalam Bumi. Proses pembentukannya menghasilkan batu mulia dengan beragam warna. Ciri-ciri dari batu mulia diamati berdasarkan warna, bentuk dan tingkat kekerasan dari unsur mineral yang membentuknya.[3]

Tingkat kekerasan

Tingkat kekerasan dari tiap jenis batu mulia sangat berbeda. Pengukuran tingkat kekerasan tiap jenis batu mulia dapat dilakukan dengan sederhana dengan menggigitnya. Apabila terdapat retakan atau pecahan akibat gigitan, maka batu yang digigit bukanlah batu mulia. Pengukuran tingkat kekerasan juga dapat dilakukan menggunakan peralatan canggih bernama jarum uji permata.[4]

Unsur pembentuk

Batu mulia dapat terbuat dari bahan mineral dan bahan organik. Bebatuan yang terbuat dari bahan organik berasal dari hewan atau tumbuhan dan disebut sebagai batu mulia organik. Jenisnya antara lain adalah batu amber, mutiara dan cangkang.[5]

Penemuan dan penambangan

Batu mulia pada awalnya hanya ditemukan dalam ukuran kerikil di sungai-sungai dan pantai-pantai. Penemuannya dalam beragam jenis warna. Perkembangan teknologi manusia membuat pertambangan batu mulia dapat dilakukan. Pertambangan batu mulia diadakan di daerah-daerah tertentu secara teratur. Penambangan diadakan oleh orang-orang Mesir Kuno di Semenanjung Sinai untuk batu pirus dan di Aswan untuk batu kecubung. Sementara itu, penduduk Mesir Kuno mengimpor batu lapis lazuli. Tempat asalnya di Badakhshan yang terletak di Afganistan.[6]

Jenis

Akik

Akik merupakan jenis batu mulia yang ditemukan di pertambangan batu mulia manapun di dunia. Jumlahnya juga selalu banyak.[7]

Batu kecubung

Batu kecubung adalah batu mulia yang ciri utamanya adalah berwarna ungu. Variasi warna ungu pada batu kecubung mulai dari ungu kemerahan hingga ungu muda. Bentuk batu kecubung ketika ditemukan di pertambangan adalah heksagonal dengan warna transparan. Tingkat kekerasannya adalah 7,0 Skala Mohs. Batu kecubung terbentuk dari silikon dioksida dengan massa jenis 2,60–2,65 gram tiap sentimeter kubik. Awalnya, batu kecubung dijadikan sebagai bahan pembuatan gelas anggur di Yunani karena kemampuannya dalam mencegah mabuk. Batu kecubung juga telah digunakan sebagai perhiasan sejak zaman Mesir Kuno. Penambangan batu kecubung terdapat di Indonesia, Brasil, Zambia, Amerika Serikat dan Uruguay.[8]

Obsidian

Obsidian memiliki sifat kompak sehingga dapat dijadikan sebagai batu mulia khususnya yang berwarna terang.[9]

Korundum

Korundum adalah jenis batu mulia yang terbuat dari mineral yang tersusun dari aluminium oksida. Namanya berasal dari bahasa Hindi yaitu kurund dan kuruvinda. Sistem kristal pada korundum adalah rombohedral. Korundum yang murni akan berwarna bening. Namun setelah pencampuran dengan mineral lain, warnanya akan berubah. Mirah delima dan safir merupakan batuan yang terbentuk sebagai pencampuran korundum dengan mineral lainnya.[10]

Intan

Intan merupakan batu mulia yang terbuat dari karbon. Harga dari intan ditentukan oleh tingkat transparan dan kejernihan warna kuningnya.[11] Tingkat kekerasannya adalah 10 Skala Mohs dan merupakan batu mulia dengan tingkat kekerasan yang tertinggi.[12] Intan merupakan batu mulia yang dibuat menjadi perhiasan bernama berlian. Sekitar 80% intan yang ditemukan di pertambangan di seluruh dunia memiliki kualitas yang buruk. Hanya sekitar 20% saja yang dapat dibuat menjadi berlian. Sementara itu, harga berlian yang sangat mahal hanya pada intan yang berkualitas baik. Jumlahnya hanya sekitar 1–2% dari total intan di seluruh dunia. Intan yang berkualitas buruk kemudian dijadikan sebagai bubuk untuk keperluan industri produksi. Peralatan yang dibuat menggunakan intan berkualitas buruk antara lain gergaji, bor, pisau bedah, komponen elektronik dan komponen pesawat terbang.[13]

Produk

Batu permata

Batu permata merupakan produk perhiasan yang dibuat melalui pengolahan dan pemolesan batu mulia. Jenis produk batu permata terbagi menjadi dua, yaitu batu permata mulia dan batu permata setengah mulia. Beberapa jenis batu permata mulia adalah mirah delima, zamrud, berlian dan safir. Tingkat kekerasannya mulai dari 7,5–10 skala Mohs. Harga jual dari batu permata mulia sangat tinggi. Sementara jenis batu permata setengah mulia adalah batu lapis lazuli, batu kecubung, batu giok, batu kuarsa, batu akik, batu bacan, batu kalimaya, batu kyanite dan batu labradorite.[14]

Perdagangan

Pada awal abad ke-17 hingga akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah mencapai Konstantinopel, India dan Afrika Selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, batu mulia menyebar ke berbagai wilayah lainnya.[15] Penetapan harga untuk batu mulia memperhatikan rentang warnanya. Harga batu mulia umumnya semakin mahal jika warnanya semakin pekat dan tajam.[16] Harga batu mulia juga sebanding dengan tingkat kelangkaannya. Semakin langka suatu batu mulia, maka semakin berharga batu mulia tersebut dan semakin mahal harganya.[17]

Referensi

  1. Yuni Rahma Fitri. 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.
  2. Sujatmiko. 100 Cerita Batu Mulia Indonesia. Penerbti PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-1746-5.
  3. Yuni Rahma Fitri. 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.
  4. Arnaldo, M., dan Muslim, B. Ragam Pesona Batu Nusantara: Mengenal Jenis dan Prospek Bisnis Batu Mulia. Wahyumedia. hlm. 6-7. ISBN 979-795-996-1.
  5. John Malam. Seri Intisari Ilmu: Planet Bumi. Erlangga for Kids. 2005. hlm. 33.
  6. Mahardi Paramita. Kemilau Batu Permata: Pengenalan, Asal-usul, Sifat dan Keasliannya. Gramedia Pustaka Utama. 2008. hlm. 12. ISBN 978-979-223-790-0.
  7. Wind, A., dan Ayub. A to Z Pesona Batu Mulia. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2015. hlm. 1. ISBN 978-602-251-953-9.
  8. Ag. Restu Timurawan. Indahnya Kilau Batu Mulia. Wilis. hlm. 3.
  9. Sukandarrumidi. Bahan Galian Industri. Gadjah Mada University Press. 2018. hlm. 110. ISBN 978-979-420-449-8.
  10. Mahardi Paramita. Mengulas Tuntas Ruby dan Sapphire Beserta Synthetic dan Tiruannya. Gramedia Pustaka Utama. 1999. hlm. 14. ISBN 978-979-225-757-1.
  11. Hariyanto, S., dkk. Lingkungan Abiotik Jilid II: Mineral, Batuan, Gempa, Tanah dan Iklim. Airlangga University Press. 2016. hlm. 54. ISBN 978-602-7924-96-3.
  12. Batu Cincin Bikin Pede. Iklan Pos. 2015. Vol. 82. hlm. 18.
  13. Mahardi Paramita. Pedoman Lengkap Cara Menilai Berlian. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2009. hlm. 10.
  14. Yuni Rahma Fitri. 1001 Aksesori dari Batu Mulia: Ensiklopedi dan Tutorial Craft. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2015. hlm. 5. ISBN 978-602-03-2646-7.
  15. Ariful Hakim. Hobi dan Investasi Batu Mulia. Kanaya Press. 2015. hlm. 84. ISBN 978-602-9173-39-0.
  16. Yusuf, F., dan Dewi, A. Little Pink Book. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2009. hlm. 102. ISBN 978-979-22-4818-0.
  17. Schulz, B., Wegener, A., dan Zinner, C. Tau Gak Sih? Mengapa Langit Biru? dan Mengapa-Mengapa Lainnya yang Sering Ditanyakan Anak. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2006. hlm. 109. ISBN 979-22-1494-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29175697 (2026-04-29T01:33:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.