Lompat ke isi

Daur hidrogen: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29308112; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Daur hidrogen''' merupakan pertukaran [[hidrogen]] antara sumber dan tempat penyimpanan senyawa yang mengandung hidrogen, baik yang bersifat [[Komponen biotik|biotik]] maupun [[Komponen abiotik|abiotik]]. Daur hidrogen merupakan suatu proses daur energi yang menggunakan hidrogen sebagai medium energi untuk memungkinkan terjadinya konversi dan penyimpanan energi. Dalam siklus ini, hidrogen berperan sebagai pembawa energi yang dapat diproduksi, disimpan, dan digunakan kembali melalui berbagai reaksi kimia dan fisika, sehingga mendukung sistem energi yang berkelanjutan dan rendah emisi.
'''Daur hidrogen''' merupakan pertukaran [[hidrogen]] antara sumber dan tempat penyimpanan senyawa yang mengandung hidrogen, baik yang bersifat [[Komponen biotik|biotik]] maupun [[Komponen abiotik|abiotik]]. Daur hidrogen merupakan suatu proses daur energi yang menggunakan hidrogen sebagai medium energi untuk memungkinkan terjadinya konversi dan penyimpanan energi. Dalam siklus ini, hidrogen berperan sebagai pembawa energi yang dapat diproduksi, disimpan, dan digunakan kembali melalui berbagai reaksi kimia dan fisika, sehingga mendukung sistem energi yang berkelanjutan dan rendah emisi.<ref>Guanghui Xia. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1385894724048940 Recent progress in carbonaceous materials for the hydrogen cycle: Electrolytic water splitting, hydrogen storage and fuel cells]. ''Chemical Engineering Journal''. 2024-09-01. Vol. 495. hlm. 153405. doi:10.1016/j.cej.2024.153405.</ref>


Hidrogen (H) merupakan unsur yang paling melimpah di alam semesta. Di Bumi, [[senyawa anorganik]] yang umum mengandung H meliputi [[air]] (H₂O), gas [[hidrogen]] (H₂), [[hidrogen sulfida]] (H₂S), dan [[amonia]] (NH₃). Selain itu, banyak [[senyawa organik]], termasuk [[hidrokarbon]] dan materi organik lainnya, juga mengandung [[atom hidrogen]].
Hidrogen (H) merupakan unsur yang paling melimpah di alam semesta.<ref>A. G. W. Cameron. [https://doi.org/10.1007/BF00172440 Abundances of the elements in the solar system]. ''Space Science Reviews''. 1973-09-01. Vol. 15 (1). hlm. 121–146. doi:10.1007/BF00172440.</ref> Di Bumi, [[senyawa anorganik]] yang umum mengandung H meliputi [[air]] (H₂O), gas [[hidrogen]] (H₂), [[hidrogen sulfida]] (H₂S), dan [[amonia]] (NH₃). Selain itu, banyak [[senyawa organik]], termasuk [[hidrokarbon]] dan materi organik lainnya, juga mengandung [[atom hidrogen]].<ref>[https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/element/Hydrogen Hydrogen H (Element) - PubChem]. ''pubchem.ncbi.nlm.nih.gov''.</ref>


Gas hidrogen dapat terbentuk melalui metabolisme [[Mikroorganisme|mikroba]] atau interaksi alami antara air dan batuan. H₂ bebas dapat dikonsumsi oleh mikroorganisme atau mengalami [[Redoks|oksidasi]] [[fotokimia]] di atmosfer, serta dapat hilang ke luar angkasa. Hidrogen juga terlibat dalam reaksi kimia pra-biologis dan evolusi awal kehidupan di Bumi.
Gas hidrogen dapat terbentuk melalui metabolisme [[Mikroorganisme|mikroba]] atau interaksi alami antara air dan batuan. H₂ bebas dapat dikonsumsi oleh mikroorganisme atau mengalami [[Redoks|oksidasi]] [[fotokimia]] di atmosfer, serta dapat hilang ke luar angkasa. Hidrogen juga terlibat dalam reaksi kimia pra-biologis dan evolusi awal kehidupan di Bumi.<ref>Daniel R. Colman. [https://www.pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1701266114 The deep, hot biosphere: Twenty-five years of retrospection]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2017-07-03. Vol. 114 (27). hlm. 6895–6903. doi:10.1073/pnas.1701266114.</ref>


== Siklus Abiotik ==
== Siklus Abiotik ==
=== Sumber ===
=== Sumber ===
Sumber abiotik gas hidrogen meliputi berbagai proses geokimia dan fotokimia yang tidak melibatkan aktivitas biologis. Salah satu mekanisme utamanya adalah reaksi air-batuan, seperti serpentinisasi, yaitu reaksi eksotermik antara air dan mineral olivin yang menghasilkan gas H₂ di lingkungan bawah permukaan laut maupun daratan. Selain itu, [[ventilasi hidrotermal]] di dasar laut juga dapat menghasilkan H₂ melalui interaksi antara magma dan air laut yang telah mengalami perubahan kimia, dengan laju dan jumlah produksi yang bergantung pada suhu serta komposisi batuan. Di sisi lain, hidrogen molekuler juga dapat terbentuk melalui reaksi fotooksidasi terhadap mineral tertentu, misalnya siderit (FeCO₃) di lingkungan akuatik yang anoksik (minim oksigen).
Sumber abiotik gas hidrogen meliputi berbagai proses geokimia dan fotokimia yang tidak melibatkan aktivitas biologis. Salah satu mekanisme utamanya adalah reaksi air-batuan, seperti serpentinisasi, yaitu reaksi eksotermik antara air dan mineral olivin yang menghasilkan gas H₂ di lingkungan bawah permukaan laut maupun daratan.<ref>M. J. Russell. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1472-4669.2010.00249.x Serpentinization as a source of energy at the origin of life]. ''Geobiology''. 2010. Vol. 8 (5). hlm. 355–371. doi:10.1111/j.1472-4669.2010.00249.x.</ref><ref>C. Konn. [https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/ast.2014.1198 The Production of Methane, Hydrogen, and Organic Compounds in Ultramafic-Hosted Hydrothermal Vents of the Mid-Atlantic Ridge]. ''Astrobiology''. 2015-05. Vol. 15 (5). hlm. 381–399. doi:10.1089/ast.2014.1198.</ref> Selain itu, [[ventilasi hidrotermal]] di dasar laut juga dapat menghasilkan H₂ melalui interaksi antara magma dan air laut yang telah mengalami perubahan kimia, dengan laju dan jumlah produksi yang bergantung pada suhu serta komposisi batuan.<ref>C. Konn. [https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/ast.2014.1198 The Production of Methane, Hydrogen, and Organic Compounds in Ultramafic-Hosted Hydrothermal Vents of the Mid-Atlantic Ridge]. ''Astrobiology''. 2015-05. Vol. 15 (5). hlm. 381–399. doi:10.1089/ast.2014.1198.</ref><ref>Jillian M. Petersen. [https://www.nature.com/articles/nature10325 Hydrogen is an energy source for hydrothermal vent symbioses]. ''Nature''. 2011-08. Vol. 476 (7359). hlm. 176–180. doi:10.1038/nature10325.</ref> Di sisi lain, hidrogen molekuler juga dapat terbentuk melalui reaksi fotooksidasi terhadap mineral tertentu, misalnya siderit (FeCO₃) di lingkungan akuatik yang anoksik (minim oksigen).<ref>J. Dongun Kim. [https://www.pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1308958110 Anoxic photochemical oxidation of siderite generates molecular hydrogen and iron oxides]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2013-06-18. Vol. 110 (25). hlm. 10073–10077. doi:10.1073/pnas.1308958110.</ref>


=== Pelepasan ===
=== Pelepasan ===
Hidrogen atmosferik (H₂) dapat hilang ke luar angkasa melalui proses pelarian Jeans (Jeans escape), yaitu mekanisme di mana molekul-molekul ringan, seperti hidrogen, memperoleh kecepatan termal yang cukup untuk melampaui gravitasi planet. Pelepasan utama bagi H₂ di atmosfer adalah oksidasi fotokimia oleh [[radikal hidroksil]] (OH), yang mengubah H₂ menjadi air (H₂O). Selain itu, penyerapan oleh tanah (soil uptake) melalui aktivitas mikroba juga merupakan penyerap penting hidrogen atmosfer.
Hidrogen atmosferik (H₂) dapat hilang ke luar angkasa melalui proses pelarian Jeans (Jeans escape), yaitu mekanisme di mana molekul-molekul ringan, seperti hidrogen, memperoleh kecepatan termal yang cukup untuk melampaui gravitasi planet.<ref>David C. Catling. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.1061976 Biogenic Methane, Hydrogen Escape, and the Irreversible Oxidation of Early Earth]. ''Science''. 2001-08-03. Vol. 293 (5531). hlm. 839–843. doi:10.1126/science.1061976.</ref> Pelepasan utama bagi H₂ di atmosfer adalah oksidasi fotokimia oleh [[radikal hidroksil]] (OH), yang mengubah H₂ menjadi air (H₂O). Selain itu, penyerapan oleh tanah (soil uptake) melalui aktivitas mikroba juga merupakan penyerap penting hidrogen atmosfer.<ref>[https://h2envimpacts.org.uk/atmospheric-budget/ Global Hydrogen Cycle – Hydrogen Environmental Impacts Programme]. ''h2envimpacts.org.uk''.</ref><ref>A. M. Batenburg. [https://acp.copernicus.org/articles/11/6985/2011/ Temporal and spatial variability of the stable isotopic composition of atmospheric molecular hydrogen: observations at six EUROHYDROS stations]. ''Atmospheric Chemistry and Physics''. 2011-07-20. Vol. 11 (14). hlm. 6985–6999. doi:10.5194/acp-11-6985-2011.</ref>


Di sisi lain, aktivitas manusia memanfaatkan hidrogen dalam berbagai proses industri, seperti produksi bahan bakar sintetis melalui reaksi Fischer-Tropsch dan fiksasi nitrogen buatan melalui proses Haber-Bosch untuk menghasilkan pupuk nitrogen. Namun, proses-proses ini tidak berperan sebagai penyerapan atmosferik H₂, melainkan sebagai bagian dari penggunaan dan potensi sumber emisi hidrogen di sistem industri.
Di sisi lain, aktivitas manusia memanfaatkan hidrogen dalam berbagai proses industri, seperti produksi bahan bakar sintetis melalui reaksi Fischer-Tropsch dan fiksasi nitrogen buatan melalui proses Haber-Bosch untuk menghasilkan pupuk nitrogen. Namun, proses-proses ini tidak berperan sebagai penyerapan atmosferik H₂, melainkan sebagai bagian dari penggunaan dan potensi sumber emisi hidrogen di sistem industri.<ref>Alessandro Arrigoni. [https://publications.jrc.ec.europa.eu/repository/handle/JRC130362 Hydrogen emissions from a hydrogen economy and their potential global warming impact]. ''JRC Publications Repository''. 2022.</ref>


== Siklus Biotik ==
== Siklus Biotik ==
=== Produksi ===
=== Produksi ===
Hidrogen (H₂) diproduksi secara biologis oleh berbagai mikroorganisme melalui aktivitas enzim hidrogenase dan nitrogenase, yang ditemukan di ketiga domain kehidupan yaitu [[bakteri]], [[arkea]], dan [[eukariota]]. Pada sistem fermentatif, fermentasi mikroba menghasilkan H₂ dari bahan organik melalui jalur metabolik yang dapat bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fotosintetik anoksigenik) maupun tidak bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fermentatif heterotrof). Proses ini berperan penting dalam daur energi ekosistem anaerob, terutama di sedimen, rawa, dan usus hewan.
Hidrogen (H₂) diproduksi secara biologis oleh berbagai mikroorganisme melalui aktivitas enzim hidrogenase dan nitrogenase, yang ditemukan di ketiga domain kehidupan yaitu [[bakteri]], [[arkea]], dan [[eukariota]].<ref>Wanthanee Khetkorn. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960852417312014 Microalgal hydrogen production – A review]. ''Bioresource Technology''. 2017-11-01. Vol. 243. hlm. 1194–1206. doi:10.1016/j.biortech.2017.07.085.</ref><ref>Debabrata Das. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0360319900000586 Hydrogen production by biological processes: a survey of literature]. ''International Journal of Hydrogen Energy''. 2001-01-01. Vol. 26 (1). hlm. 13–28. doi:10.1016/S0360-3199(00)00058-6.</ref> Pada sistem fermentatif, fermentasi mikroba menghasilkan H₂ dari bahan organik melalui jalur metabolik yang dapat bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fotosintetik anoksigenik) maupun tidak bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fermentatif heterotrof).<ref>John W. Peters. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0167488914004194 [FeFe]- and [NiFe]-hydrogenase diversity, mechanism, and maturation]. ''Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Molecular Cell Research''. 2015-06-01. Vol. 1853 (6). hlm. 1350–1369. doi:10.1016/j.bbamcr.2014.11.021.</ref> Proses ini berperan penting dalam daur energi ekosistem anaerob,<ref>David L. Kirchman. [https://academic.oup.com/book/27888 Processes in Microbial Ecology]. Oxford University PressOxford. 2011-02-02. doi:10.1093/acprof:oso/9780199586936.001.0001. ISBN 978-0-19-958693-6.</ref> terutama di sedimen, rawa, dan usus hewan.<ref>Wanthanee Khetkorn. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960852417312014 Microalgal hydrogen production – A review]. ''Bioresource Technology''. 2017-11-01. Vol. 243. hlm. 1194–1206. doi:10.1016/j.biortech.2017.07.085.</ref>


=== Konsumsi ===
=== Konsumsi ===
Penyerapan hidrogen (H₂) oleh tanah merupakan sink dominan bagi H₂ atmosferik di Bumi. Proses ini terutama terjadi melalui oksidasi biologis oleh mikroorganisme, baik dalam kondisi aerob maupun anaerob. Dalam lingkungan aerob, H₂ dioksidasi melalui reaksi Knallgas, di mana gas hidrogen bereaksi dengan oksigen membentuk air, seperti yang dilakukan oleh bakteri kemoautotrof dari genus ''Hydrogenobacter'' dan [[Ralstonia eutropha|Ralstonia]]. Di sisi lain, dalam kondisi anaerob, H₂ dimanfaatkan melalui transfer hidrogen antarspesies, yakni proses di mana hidrogen yang dihasilkan selama fermentasi ditransfer ke mikroorganisme lain sebagai donor elektron. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya berbagai reaksi reduksi, seperti reduksi karbon dioksida (CO₂) menjadi [[metana]] (CH₄) oleh metanogen, reduksi [[sulfat]] (SO₄²⁻) menjadi hidrogen sulfida (H₂S) oleh bakteri pereduksi sulfat, serta reduksi [[besi(III)]] (Fe³⁺) menjadi [[besi(II)]] (Fe²⁺) oleh bakteri pereduksi besi. Proses transfer hidrogen antarspesies ini menjaga konsentrasi H₂ tetap rendah di sebagian besar lingkungan alami, sehingga mendukung stabilitas ekosistem mikroba dan mempertahankan keseimbangan biogeokimia global .
Penyerapan hidrogen (H₂) oleh tanah merupakan sink dominan bagi H₂ atmosferik di Bumi.<ref>T. S. Rhee. [https://acp.copernicus.org/articles/6/1611/2006/ The overwhelming role of soils in the global atmospheric hydrogen cycle]. ''Atmospheric Chemistry and Physics''. 2006-05-19. Vol. 6 (6). hlm. 1611–1625. doi:10.5194/acp-6-1611-2006.</ref> Proses ini terutama terjadi melalui oksidasi biologis oleh mikroorganisme, baik dalam kondisi aerob maupun anaerob. Dalam lingkungan aerob, H₂ dioksidasi melalui reaksi Knallgas, di mana gas hidrogen bereaksi dengan oksigen membentuk air, seperti yang dilakukan oleh bakteri kemoautotrof dari genus ''Hydrogenobacter'' dan [[Ralstonia eutropha|Ralstonia]].<ref>Sara Seager. [https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/ast.2010.0489 An Astrophysical View of Earth-Based Metabolic Biosignature Gases]. ''Astrobiology''. 2012-01. Vol. 12 (1). hlm. 61–82. doi:10.1089/ast.2010.0489.</ref> Di sisi lain, dalam kondisi anaerob, H₂ dimanfaatkan melalui transfer hidrogen antarspesies, yakni proses di mana hidrogen yang dihasilkan selama fermentasi ditransfer ke mikroorganisme lain sebagai donor elektron. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya berbagai reaksi reduksi, seperti reduksi karbon dioksida (CO₂) menjadi [[metana]] (CH₄) oleh metanogen, reduksi [[sulfat]] (SO₄²⁻) menjadi hidrogen sulfida (H₂S) oleh bakteri pereduksi sulfat, serta reduksi [[besi(III)]] (Fe³⁺) menjadi [[besi(II)]] (Fe²⁺) oleh bakteri pereduksi besi. Proses transfer hidrogen antarspesies ini menjaga konsentrasi H₂ tetap rendah di sebagian besar lingkungan alami, sehingga mendukung stabilitas ekosistem mikroba dan mempertahankan keseimbangan biogeokimia global .<ref>David L. Kirchman. [https://academic.oup.com/book/27888 Processes in Microbial Ecology]. Oxford University PressOxford. 2011-02-02. doi:10.1093/acprof:oso/9780199586936.001.0001. ISBN 978-0-19-958693-6.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daur+hidrogen&oldid=29308112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29308112 (2026-06-03T00:51:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daur+hidrogen&oldid=29308112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29308112 (2026-06-03T00:51:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.58

Daur hidrogen merupakan pertukaran hidrogen antara sumber dan tempat penyimpanan senyawa yang mengandung hidrogen, baik yang bersifat biotik maupun abiotik. Daur hidrogen merupakan suatu proses daur energi yang menggunakan hidrogen sebagai medium energi untuk memungkinkan terjadinya konversi dan penyimpanan energi. Dalam siklus ini, hidrogen berperan sebagai pembawa energi yang dapat diproduksi, disimpan, dan digunakan kembali melalui berbagai reaksi kimia dan fisika, sehingga mendukung sistem energi yang berkelanjutan dan rendah emisi.[1]

Hidrogen (H) merupakan unsur yang paling melimpah di alam semesta.[2] Di Bumi, senyawa anorganik yang umum mengandung H meliputi air (H₂O), gas hidrogen (H₂), hidrogen sulfida (H₂S), dan amonia (NH₃). Selain itu, banyak senyawa organik, termasuk hidrokarbon dan materi organik lainnya, juga mengandung atom hidrogen.[3]

Gas hidrogen dapat terbentuk melalui metabolisme mikroba atau interaksi alami antara air dan batuan. H₂ bebas dapat dikonsumsi oleh mikroorganisme atau mengalami oksidasi fotokimia di atmosfer, serta dapat hilang ke luar angkasa. Hidrogen juga terlibat dalam reaksi kimia pra-biologis dan evolusi awal kehidupan di Bumi.[4]

Siklus Abiotik

Sumber

Sumber abiotik gas hidrogen meliputi berbagai proses geokimia dan fotokimia yang tidak melibatkan aktivitas biologis. Salah satu mekanisme utamanya adalah reaksi air-batuan, seperti serpentinisasi, yaitu reaksi eksotermik antara air dan mineral olivin yang menghasilkan gas H₂ di lingkungan bawah permukaan laut maupun daratan.[5][6] Selain itu, ventilasi hidrotermal di dasar laut juga dapat menghasilkan H₂ melalui interaksi antara magma dan air laut yang telah mengalami perubahan kimia, dengan laju dan jumlah produksi yang bergantung pada suhu serta komposisi batuan.[7][8] Di sisi lain, hidrogen molekuler juga dapat terbentuk melalui reaksi fotooksidasi terhadap mineral tertentu, misalnya siderit (FeCO₃) di lingkungan akuatik yang anoksik (minim oksigen).[9]

Pelepasan

Hidrogen atmosferik (H₂) dapat hilang ke luar angkasa melalui proses pelarian Jeans (Jeans escape), yaitu mekanisme di mana molekul-molekul ringan, seperti hidrogen, memperoleh kecepatan termal yang cukup untuk melampaui gravitasi planet.[10] Pelepasan utama bagi H₂ di atmosfer adalah oksidasi fotokimia oleh radikal hidroksil (OH), yang mengubah H₂ menjadi air (H₂O). Selain itu, penyerapan oleh tanah (soil uptake) melalui aktivitas mikroba juga merupakan penyerap penting hidrogen atmosfer.[11][12]

Di sisi lain, aktivitas manusia memanfaatkan hidrogen dalam berbagai proses industri, seperti produksi bahan bakar sintetis melalui reaksi Fischer-Tropsch dan fiksasi nitrogen buatan melalui proses Haber-Bosch untuk menghasilkan pupuk nitrogen. Namun, proses-proses ini tidak berperan sebagai penyerapan atmosferik H₂, melainkan sebagai bagian dari penggunaan dan potensi sumber emisi hidrogen di sistem industri.[13]

Siklus Biotik

Produksi

Hidrogen (H₂) diproduksi secara biologis oleh berbagai mikroorganisme melalui aktivitas enzim hidrogenase dan nitrogenase, yang ditemukan di ketiga domain kehidupan yaitu bakteri, arkea, dan eukariota.[14][15] Pada sistem fermentatif, fermentasi mikroba menghasilkan H₂ dari bahan organik melalui jalur metabolik yang dapat bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fotosintetik anoksigenik) maupun tidak bergantung pada cahaya (seperti pada bakteri fermentatif heterotrof).[16] Proses ini berperan penting dalam daur energi ekosistem anaerob,[17] terutama di sedimen, rawa, dan usus hewan.[18]

Konsumsi

Penyerapan hidrogen (H₂) oleh tanah merupakan sink dominan bagi H₂ atmosferik di Bumi.[19] Proses ini terutama terjadi melalui oksidasi biologis oleh mikroorganisme, baik dalam kondisi aerob maupun anaerob. Dalam lingkungan aerob, H₂ dioksidasi melalui reaksi Knallgas, di mana gas hidrogen bereaksi dengan oksigen membentuk air, seperti yang dilakukan oleh bakteri kemoautotrof dari genus Hydrogenobacter dan Ralstonia.[20] Di sisi lain, dalam kondisi anaerob, H₂ dimanfaatkan melalui transfer hidrogen antarspesies, yakni proses di mana hidrogen yang dihasilkan selama fermentasi ditransfer ke mikroorganisme lain sebagai donor elektron. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya berbagai reaksi reduksi, seperti reduksi karbon dioksida (CO₂) menjadi metana (CH₄) oleh metanogen, reduksi sulfat (SO₄²⁻) menjadi hidrogen sulfida (H₂S) oleh bakteri pereduksi sulfat, serta reduksi besi(III) (Fe³⁺) menjadi besi(II) (Fe²⁺) oleh bakteri pereduksi besi. Proses transfer hidrogen antarspesies ini menjaga konsentrasi H₂ tetap rendah di sebagian besar lingkungan alami, sehingga mendukung stabilitas ekosistem mikroba dan mempertahankan keseimbangan biogeokimia global .[21]

Referensi

  1. Guanghui Xia. Recent progress in carbonaceous materials for the hydrogen cycle: Electrolytic water splitting, hydrogen storage and fuel cells. Chemical Engineering Journal. 2024-09-01. Vol. 495. hlm. 153405. doi:10.1016/j.cej.2024.153405.
  2. A. G. W. Cameron. Abundances of the elements in the solar system. Space Science Reviews. 1973-09-01. Vol. 15 (1). hlm. 121–146. doi:10.1007/BF00172440.
  3. Hydrogen H (Element) - PubChem. pubchem.ncbi.nlm.nih.gov.
  4. Daniel R. Colman. The deep, hot biosphere: Twenty-five years of retrospection. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2017-07-03. Vol. 114 (27). hlm. 6895–6903. doi:10.1073/pnas.1701266114.
  5. M. J. Russell. Serpentinization as a source of energy at the origin of life. Geobiology. 2010. Vol. 8 (5). hlm. 355–371. doi:10.1111/j.1472-4669.2010.00249.x.
  6. C. Konn. The Production of Methane, Hydrogen, and Organic Compounds in Ultramafic-Hosted Hydrothermal Vents of the Mid-Atlantic Ridge. Astrobiology. 2015-05. Vol. 15 (5). hlm. 381–399. doi:10.1089/ast.2014.1198.
  7. C. Konn. The Production of Methane, Hydrogen, and Organic Compounds in Ultramafic-Hosted Hydrothermal Vents of the Mid-Atlantic Ridge. Astrobiology. 2015-05. Vol. 15 (5). hlm. 381–399. doi:10.1089/ast.2014.1198.
  8. Jillian M. Petersen. Hydrogen is an energy source for hydrothermal vent symbioses. Nature. 2011-08. Vol. 476 (7359). hlm. 176–180. doi:10.1038/nature10325.
  9. J. Dongun Kim. Anoxic photochemical oxidation of siderite generates molecular hydrogen and iron oxides. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2013-06-18. Vol. 110 (25). hlm. 10073–10077. doi:10.1073/pnas.1308958110.
  10. David C. Catling. Biogenic Methane, Hydrogen Escape, and the Irreversible Oxidation of Early Earth. Science. 2001-08-03. Vol. 293 (5531). hlm. 839–843. doi:10.1126/science.1061976.
  11. Global Hydrogen Cycle – Hydrogen Environmental Impacts Programme. h2envimpacts.org.uk.
  12. A. M. Batenburg. Temporal and spatial variability of the stable isotopic composition of atmospheric molecular hydrogen: observations at six EUROHYDROS stations. Atmospheric Chemistry and Physics. 2011-07-20. Vol. 11 (14). hlm. 6985–6999. doi:10.5194/acp-11-6985-2011.
  13. Alessandro Arrigoni. Hydrogen emissions from a hydrogen economy and their potential global warming impact. JRC Publications Repository. 2022.
  14. Wanthanee Khetkorn. Microalgal hydrogen production – A review. Bioresource Technology. 2017-11-01. Vol. 243. hlm. 1194–1206. doi:10.1016/j.biortech.2017.07.085.
  15. Debabrata Das. Hydrogen production by biological processes: a survey of literature. International Journal of Hydrogen Energy. 2001-01-01. Vol. 26 (1). hlm. 13–28. doi:10.1016/S0360-3199(00)00058-6.
  16. John W. Peters. [FeFe- and [NiFe]-hydrogenase diversity, mechanism, and maturation]. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Molecular Cell Research. 2015-06-01. Vol. 1853 (6). hlm. 1350–1369. doi:10.1016/j.bbamcr.2014.11.021.
  17. David L. Kirchman. Processes in Microbial Ecology. Oxford University PressOxford. 2011-02-02. doi:10.1093/acprof:oso/9780199586936.001.0001. ISBN 978-0-19-958693-6.
  18. Wanthanee Khetkorn. Microalgal hydrogen production – A review. Bioresource Technology. 2017-11-01. Vol. 243. hlm. 1194–1206. doi:10.1016/j.biortech.2017.07.085.
  19. T. S. Rhee. The overwhelming role of soils in the global atmospheric hydrogen cycle. Atmospheric Chemistry and Physics. 2006-05-19. Vol. 6 (6). hlm. 1611–1625. doi:10.5194/acp-6-1611-2006.
  20. Sara Seager. An Astrophysical View of Earth-Based Metabolic Biosignature Gases. Astrobiology. 2012-01. Vol. 12 (1). hlm. 61–82. doi:10.1089/ast.2010.0489.
  21. David L. Kirchman. Processes in Microbial Ecology. Oxford University PressOxford. 2011-02-02. doi:10.1093/acprof:oso/9780199586936.001.0001. ISBN 978-0-19-958693-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29308112 (2026-06-03T00:51:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.