Asam kloroplatinat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22411897; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asam kloroplatinat''' juga dikenal sebagai '''asam heksakloroplatinat''') adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus [H<sub>3</sub>O]<sub>2</sub>[PtCl<sub>6</sub>](H<sub>2</sub>O)<sub>''x''</sub> (0 ≤ ''x'' ≤ 6). Berbentuk padatan merah, ia merupakan sumber komersial yang penting dari [[platina]], biasanya sebagai larutan berair. Meskipun sering ditulis dengan singkatan sebagai H<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub>, ia adalah garam [[hidronium]] (H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>) dari anion heksakloroplatinat (). Asam heksakloroplatinat bersifat sangat [[higroskopi]]s. | [[File:(H3O)2PtCl6_structure_from_Xray_diffraction.tif|thumb|right|280px|(H3O)2PtCl6 structure from Xray diffraction]] | ||
'''Asam kloroplatinat''' juga dikenal sebagai '''asam heksakloroplatinat''') adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus [H<sub>3</sub>O]<sub>2</sub>[PtCl<sub>6</sub>](H<sub>2</sub>O)<sub>''x''</sub> (0 ≤ ''x'' ≤ 6). Berbentuk padatan merah, ia merupakan sumber komersial yang penting dari [[platina]], biasanya sebagai larutan berair. Meskipun sering ditulis dengan singkatan sebagai H<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub>, ia adalah garam [[hidronium]] (H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>) dari anion heksakloroplatinat ().<ref>A. E. Schweizer. ''Thermal Decomposition of Hexachloroplatinic Acid''. ''Inorganic Chemistry''. 1978. Vol. 17 (8). hlm. 2326–2327. doi:10.1021/ic50186a067.</ref><ref>Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref><ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Elsevier Butterworth-Heinemann. 1997. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref> Asam heksakloroplatinat bersifat sangat [[higroskopi]]s. | |||
== Produksi == | == Produksi == | ||
Asam heksakloroplatinat dapat diproduksi melalui berbagai metode. Yang paling umum dari metode ini melibatkan pelarutan platina dalam [[air raja]]. Metode lain termasuk memaparkan suspensi berair partikel platina ke gas [[klorin]], atau melalui [[elektrolisis]]. | Asam heksakloroplatinat dapat diproduksi melalui berbagai metode. Yang paling umum dari metode ini melibatkan pelarutan platina dalam [[air raja]]. Metode lain termasuk memaparkan suspensi berair partikel platina ke gas [[klorin]], atau melalui [[elektrolisis]]. | ||
Ketika diproduksi menggunakan rute air raja, asam heksakloroplatinat diperkirakan muncul dengan persamaan berikut: | Ketika diproduksi menggunakan rute air raja, asam heksakloroplatinat diperkirakan muncul dengan persamaan berikut:<ref>George B. Kauffman. ''Ammonium Hexachloroplatinate(IV)''. ''Inorganic Syntheses''. 1967. Vol. 9. hlm. 182–185. doi:10.1002/9780470132401.ch51. ISBN 9780470132401.</ref><ref>H. Grube. ''Handbook of Preparative Inorganic Chemistry''. Academic Press. 1963. Vol. 2. hlm. 1569.</ref> | ||
Larutan berwarna jingga/merah yang dihasilkan dapat diuapkan hingga menghasilkan kristal berwarna merah kecoklatan. Beberapa penulis memperkirakan bahwa asam heksakloroplatinat yang dihasilkan menggunakan metode ini terkontaminasi dengan nitrosonium heksakloroplatinat. Literatur yang lebih baru menunjukkan bahwa ini bukan masalahnya, dan setelah [[asam nitrat]] dihilangkan, sampel yang disiapkan melalui metode ini tidak mengandung [[nitrogen]] yang terdeteksi. | Larutan berwarna jingga/merah yang dihasilkan dapat diuapkan hingga menghasilkan kristal berwarna merah kecoklatan. Beberapa penulis memperkirakan bahwa asam heksakloroplatinat yang dihasilkan menggunakan metode ini terkontaminasi dengan nitrosonium heksakloroplatinat. Literatur yang lebih baru menunjukkan bahwa ini bukan masalahnya, dan setelah [[asam nitrat]] dihilangkan, sampel yang disiapkan melalui metode ini tidak mengandung [[nitrogen]] yang terdeteksi. | ||
Metode alternatif telah diselidiki dan dijelaskan, seringkali dimotivasi oleh penghindaran kontaminasi nitrogen. | Metode alternatif telah diselidiki dan dijelaskan, seringkali dimotivasi oleh penghindaran kontaminasi nitrogen.<ref>Paul Rudnick. [https://zenodo.org/record/1429058 The Preparation of Hydrochloroplatinic Acid by Means of Hydrogen Peroxide]. ''J. Am. Chem. Soc''. 1917. Vol. 39 (4). hlm. 633–635. doi:10.1021/ja02249a011.</ref> | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
Ketika dipanaskan, asam heksakloroplatinat akan terurai menjadi [[platina(IV) klorida]]. | Ketika dipanaskan, asam heksakloroplatinat akan terurai menjadi [[platina(IV) klorida]].<ref>A. E. Schweizer. ''Thermal Decomposition of Hexachloroplatinic Acid''. ''Inorganic Chemistry''. 1978. Vol. 17 (8). hlm. 2326–2327. doi:10.1021/ic50186a067.</ref> | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
=== Determinasi kalium === | === Determinasi kalium === | ||
Asam kloroplatinat dipopulerkan sebagai [[Analisis kuantitatif (kimia)|analisis kuantitatif]] kalium. [[Kalium]] secara selektif diendapkan dari [[larutan]] sebagai kalium heksakloroplatinat. Determinasi dilakukan dalam larutan alkohol 85% (v/v) dengan ion platinat berlebih, dan produk yang diendapkan kemudian ditimbang. Kalium dapat dideteksi sebagai larutan seencer 0,02% hingga 0,2% (m/v).<ref>G. Frederick Smith. ''The Separation and Determination of the Alkali Metals Using Perchloric Acid. V. Perchloric Acid and Chloroplatinic Acid in the Determination of Small Amounts of Potassium in the Presence of Large Amounts of Sodium''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1933. Vol. 55 (10). hlm. 3957–3961. doi:10.1021/ja01337a007.</ref> | |||
Metode determinasi kalium ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode [[natrium kobaltinitrit]] yang digunakan sebelumnya, karena memerlukan reaksi [[Reaksi pengendapan|pengendapan]] tunggal.<ref>G. Frederick Smith. ''The Separation and Determination of the Alkali Metals Using Perchloric Acid. V. Perchloric Acid and Chloroplatinic Acid in the Determination of Small Amounts of Potassium in the Presence of Large Amounts of Sodium''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1933. Vol. 55 (10). hlm. 3957–3961. doi:10.1021/ja01337a007.</ref> Analisis [[gravimetri]] produk yang diendapkan telah digantikan oleh metode [[analisis instrumental]] modern, seperti [[elektrode selektif ion]], [[Fotometer api fotolistrik|fotometri api]], [[Spektroskopi emisi atom plasma gandeng induktif|ICP-AES]] atau [[Spektrometri massa plasma gandeng induktif|ICP-MS]]. | |||
Metode determinasi kalium ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode [[natrium kobaltinitrit]] yang digunakan sebelumnya, karena memerlukan reaksi [[Reaksi pengendapan|pengendapan]] tunggal. Analisis [[gravimetri]] produk yang diendapkan telah digantikan oleh metode [[analisis instrumental]] modern, seperti [[elektrode selektif ion]], [[Fotometer api fotolistrik|fotometri api]], [[Spektroskopi emisi atom plasma gandeng induktif|ICP-AES]] atau [[Spektrometri massa plasma gandeng induktif|ICP-MS]]. | |||
=== Pemurnian platina === | === Pemurnian platina === | ||
Setelah ditambah dengan garam amonium, seperti [[amonium klorida]], asam kloroplatinat berubah menjadi [[amonium heksakloroplatinat]], yang mengendap sebagai padatan.<ref>George B. Kauffman. ''Ammonium Hexachloroplatinate(IV)''. ''Inorganic Syntheses''. 1967. Vol. 9. hlm. 182–185. doi:10.1002/9780470132401.ch51. ISBN 9780470132401.</ref> Setelah dipanaskan dalam atmosfer [[hidrogen]], garam amonium berubah menjadi unsur platina. Platina sering diisolasi dari bijih atau didaur ulang dari residu menggunakan metode ini.<ref>S. A. Cotton. ''Chemistry of Precious Metals''. Chapman and Hall. 1997. ISBN 0-7514-0413-6.</ref> | |||
Setelah ditambah dengan garam amonium, seperti [[amonium klorida]], asam kloroplatinat berubah menjadi [[amonium heksakloroplatinat]], yang mengendap sebagai padatan. Setelah dipanaskan dalam atmosfer [[hidrogen]], garam amonium berubah menjadi unsur platina. Platina sering diisolasi dari bijih atau didaur ulang dari residu menggunakan metode ini. | |||
=== Katalisis === | === Katalisis === | ||
Seperti banyak senyawa platina lain, asam kloroplatinat adalah katalis (atau prakatalis) untuk [[hidrogenasi]] dan reaksi terkait. Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh John Speier dan rekan-rekannya dari [[Dow Corning]], senyawa, ini mengkatalisis penambahan hidrosilan ke olefin, yaitu [[hidrosilasi]]. Reaksi demonstrasi awal menggunakan larutan isopropanol [[triklorosilana]] (SiHCl<sub>3</sub>) dengan [[pentena]]. Pekerjaan sebelumnya pada penambahan silan ke alkena membutuhkan reaksi radikal yang tidak efisien. Seperti halnya dengan [[katalis Karstedt]], katalis Speier juga digunakan secara luas untuk hidrosilasi, kelemahan utamanya adalah sifat ''deliquescent'' dari katalis tersebut. | Seperti banyak senyawa platina lain, asam kloroplatinat adalah katalis (atau prakatalis) untuk [[hidrogenasi]] dan reaksi terkait. Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh John Speier dan rekan-rekannya dari [[Dow Corning]], senyawa, ini mengkatalisis penambahan hidrosilan ke olefin, yaitu [[hidrosilasi]]. Reaksi demonstrasi awal menggunakan larutan isopropanol [[triklorosilana]] (SiHCl<sub>3</sub>) dengan [[pentena]]. Pekerjaan sebelumnya pada penambahan silan ke alkena membutuhkan reaksi radikal yang tidak efisien.<ref>J. L. Speier. ''The Addition of Silicon Hydrides to Olefinic Double Bonds. Part II. The Use of Group VIII Metal Catalysts''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1957. Vol. 79 (4). hlm. 974–979. doi:10.1021/ja01561a054.</ref><ref>John C. Saam. ''The Addition of Silicon Hydrides to Olefinic Double Bonds. Part III. The Addition to Non-terminal Olefins in the Presence of Chloroplatinic Acid''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1958. Vol. 80 (15). hlm. 4104–4106. doi:10.1021/ja01548a073.</ref> Seperti halnya dengan [[katalis Karstedt]], katalis Speier juga digunakan secara luas untuk hidrosilasi, kelemahan utamanya adalah sifat ''deliquescent'' dari katalis tersebut.<ref>Mukund P. Sibi. ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 8 Volume Set''. John Wiley & Sons. 2001. doi:10.1002/047084289X.rh038. ISBN 0471936235.</ref> | ||
Secara umum disepakati bahwa asam kloroplatinat adalah prekursor untuk katalis yang sebenarnya. Kemungkinan peran platina koloid atau kompleks [[Valensi|nol-valensi]] juga telah dipertimbangkan. | Secara umum disepakati bahwa asam kloroplatinat adalah prekursor untuk katalis yang sebenarnya. Kemungkinan peran platina koloid atau kompleks [[Valensi|nol-valensi]] juga telah dipertimbangkan.<ref>L. N. Lewis. ''Platinum-catalyzed hydrosilylation of alkynes''. ''Organometallics''. 1991. Vol. 10 (10). hlm. 3750–3759. doi:10.1021/om00056a055.</ref> | ||
== Senyawa terkait == | == Senyawa terkait == | ||
Asam kloroplatinat yang dibuat dari [[air raja]] diusulkan untuk mengandung nitrosonium heksakloroplatinat, (NO)<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub>. Nitrosonium heksakloroplatinat diperoleh dengan reaksi [[nitrosil klorida]] (NOCl) dan logam platina. Telah diketahui jika nitrosonium heksakloroplatinat bereaksi hebat dengan [[air]] dan [[asam klorida]], membuat kontaminasi asam kloroplatinat yang dibuat dengan air raja dengan nitrosonium heksakloroplatinat tidak mungkin terjadi. | Asam kloroplatinat yang dibuat dari [[air raja]] diusulkan untuk mengandung nitrosonium heksakloroplatinat, (NO)<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub>. Nitrosonium heksakloroplatinat diperoleh dengan reaksi [[nitrosil klorida]] (NOCl) dan logam platina.<ref>R. T. Moravek. ''Nitrosyl Hexachloroplatinate(IV)''. ''Inorganic Syntheses''. 1967. Vol. 9. hlm. 217–220. doi:10.1002/9780470132555.ch63. ISBN 9780470132555.</ref> Telah diketahui jika nitrosonium heksakloroplatinat bereaksi hebat dengan [[air]] dan [[asam klorida]], membuat kontaminasi asam kloroplatinat yang dibuat dengan air raja dengan nitrosonium heksakloroplatinat tidak mungkin terjadi. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+kloroplatinat&oldid=22411897 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22411897 (2022-12-21T17:57:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.59

Asam kloroplatinat juga dikenal sebagai asam heksakloroplatinat) adalah senyawa anorganik dengan rumus [H3O]2[PtCl6](H2O)x (0 ≤ x ≤ 6). Berbentuk padatan merah, ia merupakan sumber komersial yang penting dari platina, biasanya sebagai larutan berair. Meskipun sering ditulis dengan singkatan sebagai H2PtCl6, ia adalah garam hidronium (H3O+) dari anion heksakloroplatinat ().[1][2][3] Asam heksakloroplatinat bersifat sangat higroskopis.
Produksi
Asam heksakloroplatinat dapat diproduksi melalui berbagai metode. Yang paling umum dari metode ini melibatkan pelarutan platina dalam air raja. Metode lain termasuk memaparkan suspensi berair partikel platina ke gas klorin, atau melalui elektrolisis.
Ketika diproduksi menggunakan rute air raja, asam heksakloroplatinat diperkirakan muncul dengan persamaan berikut:[4][5]
Larutan berwarna jingga/merah yang dihasilkan dapat diuapkan hingga menghasilkan kristal berwarna merah kecoklatan. Beberapa penulis memperkirakan bahwa asam heksakloroplatinat yang dihasilkan menggunakan metode ini terkontaminasi dengan nitrosonium heksakloroplatinat. Literatur yang lebih baru menunjukkan bahwa ini bukan masalahnya, dan setelah asam nitrat dihilangkan, sampel yang disiapkan melalui metode ini tidak mengandung nitrogen yang terdeteksi.
Metode alternatif telah diselidiki dan dijelaskan, seringkali dimotivasi oleh penghindaran kontaminasi nitrogen.[6]
Reaksi
Ketika dipanaskan, asam heksakloroplatinat akan terurai menjadi platina(IV) klorida.[7]
Aplikasi
Determinasi kalium
Asam kloroplatinat dipopulerkan sebagai analisis kuantitatif kalium. Kalium secara selektif diendapkan dari larutan sebagai kalium heksakloroplatinat. Determinasi dilakukan dalam larutan alkohol 85% (v/v) dengan ion platinat berlebih, dan produk yang diendapkan kemudian ditimbang. Kalium dapat dideteksi sebagai larutan seencer 0,02% hingga 0,2% (m/v).[8]
Metode determinasi kalium ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode natrium kobaltinitrit yang digunakan sebelumnya, karena memerlukan reaksi pengendapan tunggal.[9] Analisis gravimetri produk yang diendapkan telah digantikan oleh metode analisis instrumental modern, seperti elektrode selektif ion, fotometri api, ICP-AES atau ICP-MS.
Pemurnian platina
Setelah ditambah dengan garam amonium, seperti amonium klorida, asam kloroplatinat berubah menjadi amonium heksakloroplatinat, yang mengendap sebagai padatan.[10] Setelah dipanaskan dalam atmosfer hidrogen, garam amonium berubah menjadi unsur platina. Platina sering diisolasi dari bijih atau didaur ulang dari residu menggunakan metode ini.[11]
Katalisis
Seperti banyak senyawa platina lain, asam kloroplatinat adalah katalis (atau prakatalis) untuk hidrogenasi dan reaksi terkait. Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh John Speier dan rekan-rekannya dari Dow Corning, senyawa, ini mengkatalisis penambahan hidrosilan ke olefin, yaitu hidrosilasi. Reaksi demonstrasi awal menggunakan larutan isopropanol triklorosilana (SiHCl3) dengan pentena. Pekerjaan sebelumnya pada penambahan silan ke alkena membutuhkan reaksi radikal yang tidak efisien.[12][13] Seperti halnya dengan katalis Karstedt, katalis Speier juga digunakan secara luas untuk hidrosilasi, kelemahan utamanya adalah sifat deliquescent dari katalis tersebut.[14]
Secara umum disepakati bahwa asam kloroplatinat adalah prekursor untuk katalis yang sebenarnya. Kemungkinan peran platina koloid atau kompleks nol-valensi juga telah dipertimbangkan.[15]
Senyawa terkait
Asam kloroplatinat yang dibuat dari air raja diusulkan untuk mengandung nitrosonium heksakloroplatinat, (NO)2PtCl6. Nitrosonium heksakloroplatinat diperoleh dengan reaksi nitrosil klorida (NOCl) dan logam platina.[16] Telah diketahui jika nitrosonium heksakloroplatinat bereaksi hebat dengan air dan asam klorida, membuat kontaminasi asam kloroplatinat yang dibuat dengan air raja dengan nitrosonium heksakloroplatinat tidak mungkin terjadi.
Referensi
- ↑ A. E. Schweizer. Thermal Decomposition of Hexachloroplatinic Acid. Inorganic Chemistry. 1978. Vol. 17 (8). hlm. 2326–2327. doi:10.1021/ic50186a067.
- ↑ Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Elsevier Butterworth-Heinemann. 1997. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ George B. Kauffman. Ammonium Hexachloroplatinate(IV). Inorganic Syntheses. 1967. Vol. 9. hlm. 182–185. doi:10.1002/9780470132401.ch51. ISBN 9780470132401.
- ↑ H. Grube. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 2. hlm. 1569.
- ↑ Paul Rudnick. The Preparation of Hydrochloroplatinic Acid by Means of Hydrogen Peroxide. J. Am. Chem. Soc. 1917. Vol. 39 (4). hlm. 633–635. doi:10.1021/ja02249a011.
- ↑ A. E. Schweizer. Thermal Decomposition of Hexachloroplatinic Acid. Inorganic Chemistry. 1978. Vol. 17 (8). hlm. 2326–2327. doi:10.1021/ic50186a067.
- ↑ G. Frederick Smith. The Separation and Determination of the Alkali Metals Using Perchloric Acid. V. Perchloric Acid and Chloroplatinic Acid in the Determination of Small Amounts of Potassium in the Presence of Large Amounts of Sodium. J. Am. Chem. Soc. 1933. Vol. 55 (10). hlm. 3957–3961. doi:10.1021/ja01337a007.
- ↑ G. Frederick Smith. The Separation and Determination of the Alkali Metals Using Perchloric Acid. V. Perchloric Acid and Chloroplatinic Acid in the Determination of Small Amounts of Potassium in the Presence of Large Amounts of Sodium. J. Am. Chem. Soc. 1933. Vol. 55 (10). hlm. 3957–3961. doi:10.1021/ja01337a007.
- ↑ George B. Kauffman. Ammonium Hexachloroplatinate(IV). Inorganic Syntheses. 1967. Vol. 9. hlm. 182–185. doi:10.1002/9780470132401.ch51. ISBN 9780470132401.
- ↑ S. A. Cotton. Chemistry of Precious Metals. Chapman and Hall. 1997. ISBN 0-7514-0413-6.
- ↑ J. L. Speier. The Addition of Silicon Hydrides to Olefinic Double Bonds. Part II. The Use of Group VIII Metal Catalysts. J. Am. Chem. Soc. 1957. Vol. 79 (4). hlm. 974–979. doi:10.1021/ja01561a054.
- ↑ John C. Saam. The Addition of Silicon Hydrides to Olefinic Double Bonds. Part III. The Addition to Non-terminal Olefins in the Presence of Chloroplatinic Acid. J. Am. Chem. Soc. 1958. Vol. 80 (15). hlm. 4104–4106. doi:10.1021/ja01548a073.
- ↑ Mukund P. Sibi. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 8 Volume Set. John Wiley & Sons. 2001. doi:10.1002/047084289X.rh038. ISBN 0471936235.
- ↑ L. N. Lewis. Platinum-catalyzed hydrosilylation of alkynes. Organometallics. 1991. Vol. 10 (10). hlm. 3750–3759. doi:10.1021/om00056a055.
- ↑ R. T. Moravek. Nitrosyl Hexachloroplatinate(IV). Inorganic Syntheses. 1967. Vol. 9. hlm. 217–220. doi:10.1002/9780470132555.ch63. ISBN 9780470132555.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22411897 (2022-12-21T17:57:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.