Lompat ke isi

Defisiensi kalsium (kelainan tanaman): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28969182; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Defisiensi kalsium''' (Ca) adalah kelainan tanaman yang dapat disebabkan oleh tingkat [[kalsium]] yang tersedia secara biologis yang tidak mencukupi dalam media tanam, tetapi lebih sering merupakan akibat dari transpirasi rendah dari seluruh tanaman atau lebih umum jaringan yang terpengaruh. Tanaman rentan terhadap defisiensi kalsium lokal seperti itu pada jaringan yang transpirasinya rendah atau tidak ada karena kalsium tidak diangkut dalam [[pembuluh tapis]]. Hal ini mungkin disebabkan oleh kekurangan [[air]], yang memperlambat pengangkutan kalsium ke tanaman, penyerapan kalsium yang buruk melalui batang, atau terlalu banyak [[nitrogen]] dalam tanah.
[[File:Blossom_end_rot.JPG|thumb|right|280px|Blossom end rot]]
 
'''Defisiensi kalsium''' (Ca) adalah kelainan tanaman yang dapat disebabkan oleh tingkat [[kalsium]] yang tersedia secara biologis yang tidak mencukupi dalam media tanam, tetapi lebih sering merupakan akibat dari transpirasi rendah dari seluruh tanaman atau lebih umum jaringan yang terpengaruh. Tanaman rentan terhadap defisiensi kalsium lokal seperti itu pada jaringan yang transpirasinya rendah atau tidak ada karena kalsium tidak diangkut dalam [[pembuluh tapis]].<ref>[http://4e.plantphys.net/article.php?ch=t&id=289 Plant Physiology Online: 5.1 Symptoms of Deficiency In Essential Minerals].</ref> Hal ini mungkin disebabkan oleh kekurangan [[air]], yang memperlambat pengangkutan kalsium ke tanaman, penyerapan kalsium yang buruk melalui batang,<ref>University of Zurich. [https://phys.org/news/2011-11-blossom-protein.html Blossom end rot: Transport protein identified]. ''phys.org''.</ref> atau terlalu banyak [[nitrogen]] dalam tanah.<ref>[https://www.tomatodirt.com/blossom-end-rot.html Blossom End Rot: How to Identify, Treat, and Prevent It]. ''TomatoRot.com''.</ref>


== Penyebab ==
== Penyebab ==
[[Tanah]] asam, berpasir, atau bertekstur kasar seringkali mengandung lebih sedikit kalsium. Kelembapan tanah yang tidak merata dan penggunaan [[pupuk]] yang berlebihan juga dapat menyebabkan defisiensi kalsium. Terkadang, bahkan dengan kalsium yang cukup di dalam tanah, kalsium tersebut dapat berada dalam bentuk tidak larut dan tidak dapat digunakan oleh tanaman atau dapat dikaitkan dengan "protein pengangkut". Tanah yang mengandung [[fosfor]] tinggi sangat rentan terhadap pembentukan bentuk kalsium yang tidak larut.
[[Tanah]] asam, berpasir, atau bertekstur kasar seringkali mengandung lebih sedikit kalsium. Kelembapan tanah yang tidak merata dan penggunaan [[pupuk]] yang berlebihan juga dapat menyebabkan defisiensi kalsium. Terkadang, bahkan dengan kalsium yang cukup di dalam tanah, kalsium tersebut dapat berada dalam bentuk tidak larut dan tidak dapat digunakan oleh tanaman atau dapat dikaitkan dengan "protein pengangkut".<ref>University of Zurich. [https://phys.org/news/2011-11-blossom-protein.html Blossom end rot: Transport protein identified]. ''phys.org''.</ref> Tanah yang mengandung [[fosfor]] tinggi sangat rentan terhadap pembentukan bentuk kalsium yang tidak larut.


Kalsium dan [[magnesium]] saling berlawanan di dalam sel tumbuhan, dan memiliki interaksi antagonistik. Akibatnya, keseimbangan homeostasis antara Ca dan Mg di dalam tumbuhan diperlukan untuk pertumbuhan optimal dan perkembangan yang tepat.
Kalsium dan [[magnesium]] saling berlawanan di dalam sel tumbuhan, dan memiliki interaksi antagonistik. Akibatnya, keseimbangan homeostasis antara Ca dan Mg di dalam tumbuhan diperlukan untuk pertumbuhan optimal dan perkembangan yang tepat.<ref>Ren-Jie Tang. ''Regulation of calcium and magnesium homeostasis in plants: from transporters to signaling network''. ''Current Opinion in Plant Biology''. 10 Januari 2017. Vol. 39. hlm. 97–105. doi:10.1016/j.pbi.2017.06.009.</ref>


== Gejala ==
== Gejala ==
 
Gejala defisiensi kalsium awalnya muncul sebagai [[nekrosis]] jaringan lokal yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, tepi daun nekrotik pada [[daun]] muda atau penggulungan daun, dan akhirnya kematian [[kuncup]] dan ujung [[akar]]. Umumnya, pertumbuhan baru dan jaringan yang tumbuh cepat pada tanaman akan terpengaruh terlebih dahulu. Daun dewasa jarang atau bahkan tidak pernah terpengaruh karena kalsium terakumulasi hingga konsentrasi tinggi pada daun yang lebih tua.<ref>E. W. Simon. ''The Symptoms of Calcium Deficiency in Plants''. ''The New Phytologist''. 1978. Vol. 80 (1). hlm. 2–4. doi:10.1111/j.1469-8137.1978.tb02259.x.</ref> Defisiensi kalsium pada tanaman dikaitkan dengan berkurangnya tinggi tanaman, berkurangnya jumlah ruas, dan berkurangnya lebar daun.<ref>Chang-Tsern Chen. [http://hortsci.ashspublications.org/content/53/6/795 Effects of Nitrogen, Phosphorus, Potassium, Calcium, or Magnesium Deficiency on Growth and Photosynthesis of Eustoma]. ''HortScience''. 2018-06-01. Vol. 53 (6). hlm. 795–798. doi:10.21273/HORTSCI12947-18.</ref>
Gejala defisiensi kalsium awalnya muncul sebagai [[nekrosis]] jaringan lokal yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, tepi daun nekrotik pada [[daun]] muda atau penggulungan daun, dan akhirnya kematian [[kuncup]] dan ujung [[akar]]. Umumnya, pertumbuhan baru dan jaringan yang tumbuh cepat pada tanaman akan terpengaruh terlebih dahulu. Daun dewasa jarang atau bahkan tidak pernah terpengaruh karena kalsium terakumulasi hingga konsentrasi tinggi pada daun yang lebih tua. Defisiensi kalsium pada tanaman dikaitkan dengan berkurangnya tinggi tanaman, berkurangnya jumlah ruas, dan berkurangnya lebar daun.


== Pengobatan ==
== Pengobatan ==
Defisiensi kalsium terkadang dapat ditangani dengan menambahkan kapur pertanian ke tanah asam, dengan tujuan mencapai [[pH tanah|pH]] 6,5,<ref>Cindy Fake. [https://ucanr.edu/sites/placernevadasmallfarms/files/86509.pdf Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers]. ''Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties''. UCANR. March 2010.</ref> kecuali jika tanaman yang bersangkutan secara khusus lebih menyukai tanah asam. Bahan organik harus ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan kapasitas penahan airnya.<ref>Cindy Fake. [https://ucanr.edu/sites/placernevadasmallfarms/files/86509.pdf Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers]. ''Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties''. UCANR. March 2010.</ref> Namun, karena sifat gangguan tersebut (yaitu transportasi kalsium yang buruk ke jaringan yang transpirasinya rendah), masalah ini umumnya tidak dapat disembuhkan dengan penambahan kalsium ke akar.<ref>Cindy Fake. [https://ucanr.edu/sites/placernevadasmallfarms/files/86509.pdf Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers]. ''Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties''. UCANR. March 2010.</ref> Pada beberapa spesies, masalah ini dapat dikurangi dengan penyemprotan profilaksis dengan [[kalsium klorida]] pada jaringan yang berisiko.<ref>[https://www.tomatodirt.com/blossom-end-rot.html Blossom End Rot: How to Identify, Treat, and Prevent It]. ''TomatoRot.com''.</ref>


Defisiensi kalsium terkadang dapat ditangani dengan menambahkan kapur pertanian ke tanah asam, dengan tujuan mencapai [[pH tanah|pH]] 6,5, kecuali jika tanaman yang bersangkutan secara khusus lebih menyukai tanah asam. Bahan organik harus ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan kapasitas penahan airnya. Namun, karena sifat gangguan tersebut (yaitu transportasi kalsium yang buruk ke jaringan yang transpirasinya rendah), masalah ini umumnya tidak dapat disembuhkan dengan penambahan kalsium ke akar. Pada beberapa spesies, masalah ini dapat dikurangi dengan penyemprotan profilaksis dengan [[kalsium klorida]] pada jaringan yang berisiko.
Kerusakan tanaman sulit untuk dipulihkan, sehingga tindakan korektif harus segera dilakukan, misalnya dengan pemberian tambahan [[kalsium nitrat]] pada 200 ppm nitrogen. pH tanah harus diuji, dan dikoreksi jika perlu, karena defisiensi kalsium sering dikaitkan dengan [[pH]] rendah.<ref>[https://www.spectrumanalytic.com/support/library/ff/Ca_Basics.htm Calcium Basics]. ''www.spectrumanalytic.com''.</ref><ref>[http://www.greenersideoflife.com/uncategorized/diagnosing-and-treating-calcium-deficiencies/ Diagnosing and treating Calcium Deficiencies]. ''Greener Side Of Life''. 20 Mei 2016.</ref><ref>Elex John. [https://tomatomentor.com Tomato Mentor].</ref> Buah awal umumnya akan memiliki gejala terburuk, yang biasanya berkurang seiring berjalannya musim. Tindakan pencegahan, seperti irigasi sebelum suhu sangat tinggi dan irigasi yang stabil akan meminimalkan kejadian tersebut.
 
Kerusakan tanaman sulit untuk dipulihkan, sehingga tindakan korektif harus segera dilakukan, misalnya dengan pemberian tambahan [[kalsium nitrat]] pada 200 ppm nitrogen. pH tanah harus diuji, dan dikoreksi jika perlu, karena defisiensi kalsium sering dikaitkan dengan [[pH]] rendah. Buah awal umumnya akan memiliki gejala terburuk, yang biasanya berkurang seiring berjalannya musim. Tindakan pencegahan, seperti irigasi sebelum suhu sangat tinggi dan irigasi yang stabil akan meminimalkan kejadian tersebut.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Nutrisi tumbuhan]]
* [[Nutrisi tumbuhan]]
* [[Hortikultura]]
* [[Hortikultura]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*Hopkins, William G., Norman P.A. Hüner. ''Introduction to Plant Physiology''. London: [[Wiley & Sons]], 2009.
*Hopkins, William G., Norman P.A. Hüner. ''Introduction to Plant Physiology''. London: [[Wiley & Sons]], 2009.  
*Nguyen, Ivy. “Increasing Vitamin D2 with Ergosterol for Calcium Absorption in Sugarcane.” [[UC Davis]] COSMOS. July 2009. 17 October 2010. [https://web.archive.org/web/20100610173026/http://www.cosmos.ucdavis.edu/archives/2009/cluster1/NGUYEN_IVY.pdf NGUYEN_IVY.pdf]
*Nguyen, Ivy. “Increasing Vitamin D2 with Ergosterol for Calcium Absorption in Sugarcane.” [[UC Davis]] COSMOS. July 2009. 17 October 2010. [https://web.archive.org/web/20100610173026/http://www.cosmos.ucdavis.edu/archives/2009/cluster1/NGUYEN_IVY.pdf NGUYEN_IVY.pdf]
*Simon, E.W. “The Symptoms of Calcium Deficiency in Plants.” ''[[New Phytologist]]'' 80 (1978):1-15.
*Simon, E.W. “The Symptoms of Calcium Deficiency in Plants.” ''[[New Phytologist]]'' 80 (1978):1-15.
Baris 30: Baris 27:
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://web.archive.org/web/20100623004204/http://www.infoagro.com/video/video_agricola.asp?id=16 Blossom end Rot video]
* [https://web.archive.org/web/20100623004204/http://www.infoagro.com/video/video_agricola.asp?id=16 Blossom end Rot video]
* [http://tinypic.com/6739yo Example of blossom end rot on Roma tomatoes]
* [http://tinypic.com/6739yo Example of blossom end rot on Roma tomatoes]  
* [https://web.archive.org/web/20011224215250/http://ohioline.osu.edu/hyg-fact/3000/3117.html Blossom End Rot - symptoms, cause and management] - The Ohio State University Extension
* [https://web.archive.org/web/20011224215250/http://ohioline.osu.edu/hyg-fact/3000/3117.html Blossom End Rot - symptoms, cause and management] - The Ohio State University Extension


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Defisiensi+kalsium+%28kelainan+tanaman%29&oldid=28969182 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28969182 (2026-02-16T21:06:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Defisiensi+kalsium+%28kelainan+tanaman%29&oldid=28969182 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28969182 (2026-02-16T21:06:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.00

Blossom end rot

Defisiensi kalsium (Ca) adalah kelainan tanaman yang dapat disebabkan oleh tingkat kalsium yang tersedia secara biologis yang tidak mencukupi dalam media tanam, tetapi lebih sering merupakan akibat dari transpirasi rendah dari seluruh tanaman atau lebih umum jaringan yang terpengaruh. Tanaman rentan terhadap defisiensi kalsium lokal seperti itu pada jaringan yang transpirasinya rendah atau tidak ada karena kalsium tidak diangkut dalam pembuluh tapis.[1] Hal ini mungkin disebabkan oleh kekurangan air, yang memperlambat pengangkutan kalsium ke tanaman, penyerapan kalsium yang buruk melalui batang,[2] atau terlalu banyak nitrogen dalam tanah.[3]

Penyebab

Tanah asam, berpasir, atau bertekstur kasar seringkali mengandung lebih sedikit kalsium. Kelembapan tanah yang tidak merata dan penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan defisiensi kalsium. Terkadang, bahkan dengan kalsium yang cukup di dalam tanah, kalsium tersebut dapat berada dalam bentuk tidak larut dan tidak dapat digunakan oleh tanaman atau dapat dikaitkan dengan "protein pengangkut".[4] Tanah yang mengandung fosfor tinggi sangat rentan terhadap pembentukan bentuk kalsium yang tidak larut.

Kalsium dan magnesium saling berlawanan di dalam sel tumbuhan, dan memiliki interaksi antagonistik. Akibatnya, keseimbangan homeostasis antara Ca dan Mg di dalam tumbuhan diperlukan untuk pertumbuhan optimal dan perkembangan yang tepat.[5]

Gejala

Gejala defisiensi kalsium awalnya muncul sebagai nekrosis jaringan lokal yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, tepi daun nekrotik pada daun muda atau penggulungan daun, dan akhirnya kematian kuncup dan ujung akar. Umumnya, pertumbuhan baru dan jaringan yang tumbuh cepat pada tanaman akan terpengaruh terlebih dahulu. Daun dewasa jarang atau bahkan tidak pernah terpengaruh karena kalsium terakumulasi hingga konsentrasi tinggi pada daun yang lebih tua.[6] Defisiensi kalsium pada tanaman dikaitkan dengan berkurangnya tinggi tanaman, berkurangnya jumlah ruas, dan berkurangnya lebar daun.[7]

Pengobatan

Defisiensi kalsium terkadang dapat ditangani dengan menambahkan kapur pertanian ke tanah asam, dengan tujuan mencapai pH 6,5,[8] kecuali jika tanaman yang bersangkutan secara khusus lebih menyukai tanah asam. Bahan organik harus ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan kapasitas penahan airnya.[9] Namun, karena sifat gangguan tersebut (yaitu transportasi kalsium yang buruk ke jaringan yang transpirasinya rendah), masalah ini umumnya tidak dapat disembuhkan dengan penambahan kalsium ke akar.[10] Pada beberapa spesies, masalah ini dapat dikurangi dengan penyemprotan profilaksis dengan kalsium klorida pada jaringan yang berisiko.[11]

Kerusakan tanaman sulit untuk dipulihkan, sehingga tindakan korektif harus segera dilakukan, misalnya dengan pemberian tambahan kalsium nitrat pada 200 ppm nitrogen. pH tanah harus diuji, dan dikoreksi jika perlu, karena defisiensi kalsium sering dikaitkan dengan pH rendah.[12][13][14] Buah awal umumnya akan memiliki gejala terburuk, yang biasanya berkurang seiring berjalannya musim. Tindakan pencegahan, seperti irigasi sebelum suhu sangat tinggi dan irigasi yang stabil akan meminimalkan kejadian tersebut.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

  • Hopkins, William G., Norman P.A. Hüner. Introduction to Plant Physiology. London: Wiley & Sons, 2009.
  • Nguyen, Ivy. “Increasing Vitamin D2 with Ergosterol for Calcium Absorption in Sugarcane.” UC Davis COSMOS. July 2009. 17 October 2010. NGUYEN_IVY.pdf
  • Simon, E.W. “The Symptoms of Calcium Deficiency in Plants.” New Phytologist 80 (1978):1-15.

Pranala luar

Referensi

  1. Plant Physiology Online: 5.1 Symptoms of Deficiency In Essential Minerals.
  2. University of Zurich. Blossom end rot: Transport protein identified. phys.org.
  3. Blossom End Rot: How to Identify, Treat, and Prevent It. TomatoRot.com.
  4. University of Zurich. Blossom end rot: Transport protein identified. phys.org.
  5. Ren-Jie Tang. Regulation of calcium and magnesium homeostasis in plants: from transporters to signaling network. Current Opinion in Plant Biology. 10 Januari 2017. Vol. 39. hlm. 97–105. doi:10.1016/j.pbi.2017.06.009.
  6. E. W. Simon. The Symptoms of Calcium Deficiency in Plants. The New Phytologist. 1978. Vol. 80 (1). hlm. 2–4. doi:10.1111/j.1469-8137.1978.tb02259.x.
  7. Chang-Tsern Chen. Effects of Nitrogen, Phosphorus, Potassium, Calcium, or Magnesium Deficiency on Growth and Photosynthesis of Eustoma. HortScience. 2018-06-01. Vol. 53 (6). hlm. 795–798. doi:10.21273/HORTSCI12947-18.
  8. Cindy Fake. Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers. Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties. UCANR. March 2010.
  9. Cindy Fake. Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers. Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties. UCANR. March 2010.
  10. Cindy Fake. Managing Blossom-End Rot in Tomatoes and Peppers. Horticulture and Small Farms Advisor, Nevada & Placer Counties. UCANR. March 2010.
  11. Blossom End Rot: How to Identify, Treat, and Prevent It. TomatoRot.com.
  12. Calcium Basics. www.spectrumanalytic.com.
  13. Diagnosing and treating Calcium Deficiencies. Greener Side Of Life. 20 Mei 2016.
  14. Elex John. Tomato Mentor.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28969182 (2026-02-16T21:06:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.