Lompat ke isi

Senyawa terner: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23712301; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[kimia anorganik]] dan [[teknik material|kimia material]], '''senyawa terner''' atau '''fase terner''' adalah [[senyawa kimia]] yang mengandung tiga [[unsur kimia|unsur]] berbeda.
Dalam [[kimia anorganik]] dan [[teknik material|kimia material]], '''senyawa terner''' atau '''fase terner''' adalah [[senyawa kimia]] yang mengandung tiga [[unsur kimia|unsur]] berbeda.  


Beberapa senyawa terner bersifat molekuler, misalnya [[kloroform]] (), sedangkan fase terner yang lebih khas mengacu pada padatan yang diperluas. Contoh terkenalnya adalah [[perovskit]].
Beberapa senyawa terner bersifat molekuler, misalnya [[kloroform]] (), sedangkan fase terner yang lebih khas mengacu pada padatan yang diperluas. Contoh terkenalnya adalah [[perovskit]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+terner&oldid=23712301 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


[[Senyawa biner|Fase biner]], dengan hanya dua unsur, memiliki tingkat kompleksitas yang lebih rendah daripada fase terner. Dengan empat unsur, [[fase kuaterner]] menjadi lebih kompleks.
[[Senyawa biner|Fase biner]], dengan hanya dua unsur, memiliki tingkat kompleksitas yang lebih rendah daripada fase terner. Dengan empat unsur, [[fase kuaterner]] menjadi lebih kompleks.


Jumlah [[isomer]] senyawa terner memberikan perbedaan antara kimia anorganik dan organik: "Dalam kimia anorganik satu atau, paling banyak, hanya beberapa senyawa yang terdiri dari dua atau tiga unsur telah diketahui, sedangkan dalam kimia organik situasinya sangat berbeda."
Jumlah [[isomer]] senyawa terner memberikan perbedaan antara kimia anorganik dan organik: "Dalam kimia anorganik satu atau, paling banyak, hanya beberapa senyawa yang terdiri dari dua atau tiga unsur telah diketahui, sedangkan dalam kimia organik situasinya sangat berbeda."<ref>Theodor Benfey (1964) ''From Vital Force to Structural Formulas'', halaman 12, Houghton Mifflin Company</ref>
==Senyawa kristal terner==
==Senyawa kristal terner==
Contohnya adalah [[natrium fosfat]], . Ion [[natrium]] memiliki muatan 1+ dan ion [[fosfat]] memiliki muatan 3–. Oleh karena itu, diperlukan tiga ion natrium untuk menyeimbangkan muatan satu ion fosfat. Contoh lain dari senyawa terner adalah [[kalsium karbonat]], . Dalam penamaan dan penulisan rumus senyawa terner, aturannya mirip dengan senyawa biner.
Contohnya adalah [[natrium fosfat]], . Ion [[natrium]] memiliki muatan 1+ dan ion [[fosfat]] memiliki muatan 3–. Oleh karena itu, diperlukan tiga ion natrium untuk menyeimbangkan muatan satu ion fosfat. Contoh lain dari senyawa terner adalah [[kalsium karbonat]], . Dalam penamaan dan penulisan rumus senyawa terner, aturannya mirip dengan senyawa biner.
===Klasifikasi kristal terner===
===Klasifikasi kristal terner===
Menurut [[Rustum Roy]] dan Olaf Müller, "kimia dari seluruh dunia mineral memberi tahu kita bahwa kerumitan ''kimiawi'' dapat dengan mudah diakomodasi dalam kesederhanaan struktural." Contoh [[zirkon]] dikutip, di mana berbagai atom logam diganti dalam [[struktur kristal]] yang sama. "Entitas struktural ... tetap berkarakter terner dan mampu menampung sejumlah besar unsur kimia." Oleh karena itu, berbagai macam senyawa terner akan direduksi menjadi struktur yang relatif sedikit: "Dengan membahas sekitar sepuluh pengelompokan struktur terner, kita dapat mencakup struktur paling penting dari sains dan teknologi khusus untuk dunia nonlogam. Ini adalah contoh luar biasa dari [[simpleksitas|kesederhanaan]] alam."
Menurut [[Rustum Roy]] dan Olaf Müller,<ref>Rustum Roy & Olaf Müller (1974) ''The Major Ternary Structural Families'', Springer-Verlag</ref> "kimia dari seluruh dunia mineral memberi tahu kita bahwa kerumitan ''kimiawi'' dapat dengan mudah diakomodasi dalam kesederhanaan struktural." Contoh [[zirkon]] dikutip, di mana berbagai atom logam diganti dalam [[struktur kristal]] yang sama. "Entitas struktural ... tetap berkarakter terner dan mampu menampung sejumlah besar unsur kimia." Oleh karena itu, berbagai macam senyawa terner akan direduksi menjadi struktur yang relatif sedikit: "Dengan membahas sekitar sepuluh pengelompokan struktur terner, kita dapat mencakup struktur paling penting dari sains dan teknologi khusus untuk dunia nonlogam. Ini adalah contoh luar biasa dari [[simpleksitas|kesederhanaan]] alam."<ref>Rustum Roy & Olaf Müller (1974) ''The Major Ternary Structural Families'', Springer-Verlag</ref>
 


Misalkan A dan B menyatakan [[Ion#Anion dan kation|kation]] dan X adalah [[Ion#Anion dan kation|anion]], pengelompokan terner ini diatur menurut jenis [[stoikiometri]] , , dan .
Misalkan A dan B menyatakan [[Ion#Anion dan kation|kation]] dan X adalah [[Ion#Anion dan kation|anion]], pengelompokan terner ini diatur menurut jenis [[stoikiometri]] , , dan .  


Senyawa terner tipe  mungkin berada di kelas [[olivin]], [[golongan spinel]], atau [[fenakit]]. Contohnya meliputi , -β, dan .
Senyawa terner tipe  mungkin berada di kelas [[olivin]], [[golongan spinel]], atau [[fenakit]]. Contohnya meliputi , -β, dan .
Baris 19: Baris 17:
Salah satu tipe  mungkin berasal dari kelas [[zirkon]], [[skilit]], [[barit]], atau [[turunan (kimia)|turunan]] [[silikon dioksida]] yang berurutan.
Salah satu tipe  mungkin berasal dari kelas [[zirkon]], [[skilit]], [[barit]], atau [[turunan (kimia)|turunan]] [[silikon dioksida]] yang berurutan.


Pada senyawa terner kelas , terdapat struktur [[perovskit (struktur)|perovskit]], [[kalsium karbonat]], [[piroksen]], [[korundum]], dan jenis  heksagon.
Pada senyawa terner kelas , terdapat struktur [[perovskit (struktur)|perovskit]], [[kalsium karbonat]], [[piroksen]], [[korundum]], dan jenis  heksagon.<ref>Rustum Roy & Olaf Müller (1974) ''The Major Ternary Structural Families'', Springer-Verlag</ref>


Senyawa terner lainnya dijelaskan sebagai kristal jenis , , , , dan .
Senyawa terner lainnya dijelaskan sebagai kristal jenis , , , , dan .
Baris 29: Baris 27:
Dalam [[kimia organik]], [[karbohidrat]] dan [[Asam alkanoat|asam karboksilat]] adalah senyawa terner yang terdiri dari karbon, oksigen, dan hidrogen. Senyawa terner [[senyawa organik|organik]] lainnya akan menggantikan oksigen dengan atom lain untuk membentuk [[gugus fungsi]].
Dalam [[kimia organik]], [[karbohidrat]] dan [[Asam alkanoat|asam karboksilat]] adalah senyawa terner yang terdiri dari karbon, oksigen, dan hidrogen. Senyawa terner [[senyawa organik|organik]] lainnya akan menggantikan oksigen dengan atom lain untuk membentuk [[gugus fungsi]].


Banyaknya senyawa terner berdasarkan {C, H, O} telah dicatat. Misalnya, <chem>C9 H10 O3</chem> berhubungan dengan lebih dari 60 senyawa terner.
Banyaknya senyawa terner berdasarkan {C, H, O} telah dicatat. Misalnya, <chem>C9 H10 O3</chem> berhubungan dengan lebih dari 60 senyawa terner.<ref>F. K. Beilstein ''Handbuch der organischen Chemie'', halaman 58</ref><ref>Theodor Benfey (1964) ''From Vital Force to Structural Formulas'', halaman 12, Houghton Mifflin Company</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Senyawa biner]]
* [[Senyawa biner]]
Baris 35: Baris 33:
* [[Fase kuarterner]]
* [[Fase kuarterner]]
* [[Isomorfisme (kristalografi)#Hukum Mitscherlich|Hukum isomorfisme Mitscherlich]]
* [[Isomorfisme (kristalografi)#Hukum Mitscherlich|Hukum isomorfisme Mitscherlich]]
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+terner&oldid=23712301 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23712301 (2023-06-19T15:16:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+terner&oldid=23712301 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23712301 (2023-06-19T15:16:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.01

Dalam kimia anorganik dan kimia material, senyawa terner atau fase terner adalah senyawa kimia yang mengandung tiga unsur berbeda.

Beberapa senyawa terner bersifat molekuler, misalnya kloroform (), sedangkan fase terner yang lebih khas mengacu pada padatan yang diperluas. Contoh terkenalnya adalah perovskit.[1]

Fase biner, dengan hanya dua unsur, memiliki tingkat kompleksitas yang lebih rendah daripada fase terner. Dengan empat unsur, fase kuaterner menjadi lebih kompleks.

Jumlah isomer senyawa terner memberikan perbedaan antara kimia anorganik dan organik: "Dalam kimia anorganik satu atau, paling banyak, hanya beberapa senyawa yang terdiri dari dua atau tiga unsur telah diketahui, sedangkan dalam kimia organik situasinya sangat berbeda."[2]

Senyawa kristal terner

Contohnya adalah natrium fosfat, . Ion natrium memiliki muatan 1+ dan ion fosfat memiliki muatan 3–. Oleh karena itu, diperlukan tiga ion natrium untuk menyeimbangkan muatan satu ion fosfat. Contoh lain dari senyawa terner adalah kalsium karbonat, . Dalam penamaan dan penulisan rumus senyawa terner, aturannya mirip dengan senyawa biner.

Klasifikasi kristal terner

Menurut Rustum Roy dan Olaf Müller,[3] "kimia dari seluruh dunia mineral memberi tahu kita bahwa kerumitan kimiawi dapat dengan mudah diakomodasi dalam kesederhanaan struktural." Contoh zirkon dikutip, di mana berbagai atom logam diganti dalam struktur kristal yang sama. "Entitas struktural ... tetap berkarakter terner dan mampu menampung sejumlah besar unsur kimia." Oleh karena itu, berbagai macam senyawa terner akan direduksi menjadi struktur yang relatif sedikit: "Dengan membahas sekitar sepuluh pengelompokan struktur terner, kita dapat mencakup struktur paling penting dari sains dan teknologi khusus untuk dunia nonlogam. Ini adalah contoh luar biasa dari kesederhanaan alam."[4]

Misalkan A dan B menyatakan kation dan X adalah anion, pengelompokan terner ini diatur menurut jenis stoikiometri , , dan .

Senyawa terner tipe mungkin berada di kelas olivin, golongan spinel, atau fenakit. Contohnya meliputi , -β, dan .

Salah satu tipe mungkin berasal dari kelas zirkon, skilit, barit, atau turunan silikon dioksida yang berurutan.

Pada senyawa terner kelas , terdapat struktur perovskit, kalsium karbonat, piroksen, korundum, dan jenis heksagon.[5]

Senyawa terner lainnya dijelaskan sebagai kristal jenis , , , , dan .

Semikonduktor terner

Kelas tertentu dari senyawa terner adalah semikonduktor terner, khususnya dalam keluarga semikonduktor III-V. Dalam jenis semikonduktor ini, senyawa terner dapat dianggap sebagai paduan dari dua titik ujung biner. Memvariasikan komposisi antara titik akhir memungkinkan penyesuaian konstanta kisi dan celah pita untuk menghasilkan sifat yang diinginkan, misalnya dalam memancarkan cahaya (misalnya, sebagai LED) atau menyerap cahaya (sebagai sensor cahaya atau sel fotovoltaik). Salah satu contohnya adalah semikonduktor indium galium arsenida (), sebuah bahan dengan celah pita yang bergantung pada rasio In/Ga.

Contoh penting dari semikonduktor terner juga dapat ditemukan di keluarga semikonduktor lainnya, seperti keluarga II-VI (misalnya raksa kadmium telurida, ), atau keluarga I-II-VI2, dengan contoh seperti .

Bahan organik

Dalam kimia organik, karbohidrat dan asam karboksilat adalah senyawa terner yang terdiri dari karbon, oksigen, dan hidrogen. Senyawa terner organik lainnya akan menggantikan oksigen dengan atom lain untuk membentuk gugus fungsi.

Banyaknya senyawa terner berdasarkan {C, H, O} telah dicatat. Misalnya, CA9HA10OA3 berhubungan dengan lebih dari 60 senyawa terner.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Theodor Benfey (1964) From Vital Force to Structural Formulas, halaman 12, Houghton Mifflin Company
  3. Rustum Roy & Olaf Müller (1974) The Major Ternary Structural Families, Springer-Verlag
  4. Rustum Roy & Olaf Müller (1974) The Major Ternary Structural Families, Springer-Verlag
  5. Rustum Roy & Olaf Müller (1974) The Major Ternary Structural Families, Springer-Verlag
  6. F. K. Beilstein Handbuch der organischen Chemie, halaman 58
  7. Theodor Benfey (1964) From Vital Force to Structural Formulas, halaman 12, Houghton Mifflin Company

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23712301 (2023-06-19T15:16:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.