Lompat ke isi

Integritas tubuh: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28421856; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Integritas tubuh ([[bahasa Inggris]]:''' bodily integrity''')''' adalah gambaran mengenai [[tubuh]] yang ideal terkait dengan serangkaian kelengkapan dalam [[tubuh manusia]] antara jiwa dan raga. Bukan hanya tangan, hidung, kepala, kaki, mata, rambut, rahim, vagina, penis, jantung, dan lain lain. [[Friedrich Nietzsche|Nietzche]] dalam Listiyono menyatakan bahwa tubuh tidak hanya dapat di manfaatkan dan dialami dalam banyak cara, bahwa hasratnya dapat diubah oleh interpretasi budaya, bahwa setiap aspek tubuh dapat secara menyeluruh dimodifikasi oleh teknik yang sesuai, yaitu tubuh yang lunak yang dapat di tundukkan dan dapat ditempa. Integritas tubuh juga merangkum hak setiap manusia, termasuk perempuan dan anak-anak atas otonomi dan penentuan nasib atas tubuh mereka sendiri.
'''Integritas tubuh ([[bahasa Inggris]]:''' bodily integrity''')''' adalah gambaran mengenai [[tubuh]] yang ideal terkait dengan serangkaian kelengkapan dalam [[tubuh manusia]] antara jiwa dan raga. Bukan hanya tangan, hidung, kepala, kaki, mata, rambut, rahim, vagina, penis, jantung, dan lain lain. [[Friedrich Nietzsche|Nietzche]] dalam Listiyono menyatakan bahwa tubuh tidak hanya dapat di manfaatkan dan dialami dalam banyak cara, bahwa hasratnya dapat diubah oleh interpretasi budaya, bahwa setiap aspek tubuh dapat secara menyeluruh dimodifikasi oleh teknik yang sesuai, yaitu tubuh yang lunak yang dapat di tundukkan dan dapat ditempa.<ref>Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S. Dr. Lusiana Margareth Tijow, S.H., M.H. ''Perempuan Menggugat Atas Integritas Tubuh Dirinya Tidak Terpenuhinya Janji Kawin''. Surya Pena Gemilang. Agustus 2017. hlm. 26. ISBN 978-602-6854-23-0.</ref> Integritas tubuh juga merangkum hak setiap manusia, termasuk perempuan dan anak-anak atas otonomi dan penentuan nasib atas tubuh mereka sendiri.<ref>[http://bodily-integrity.html/ Bodily integrity]. ''bodily-integrity.html''.</ref>


== Defenisi ==
== Defenisi ==
Kata integritas berasal dari [[bahasa Latin]] integritas yang berarti “utuh”  yang kemudian berkembang dalam bidang moral/etika menjadi “Soundness of moral character”. Dalam Kamus Besar [[bahasa Indonesia]] menyebutkan pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Integritas didefinisikan sebagai cara untuk mengenali maupun mengetahui kemampuan diri. Yang membedakan integritas dengan yang lainnya adalah kemampuan memperbaiki diri itu berasal dari diri sendiri, bukan dari luar sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih terhadap diri kita sendiri.
Kata integritas berasal dari [[bahasa Latin]] integritas yang berarti “utuh”  yang kemudian berkembang dalam bidang moral/etika menjadi “Soundness of moral character”.<ref>Istiadjid Eddy Santoso Moch. ''Etik Penelitian Kesehatan''. 2013. hlm. 102.</ref> Dalam Kamus Besar [[bahasa Indonesia]] menyebutkan pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Integritas didefinisikan sebagai cara untuk mengenali maupun mengetahui kemampuan diri. Yang membedakan integritas dengan yang lainnya adalah kemampuan memperbaiki diri itu berasal dari diri sendiri, bukan dari luar sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih terhadap diri kita sendiri.<ref>Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S. Dr. Lusiana Margareth Tijow, S.H., M.H. ''Perempuan Menggugat Atas Integritas Tubuh Dirinya Tidak Terpenuhinya Janji Kawin''. Surya Pena Gemilang. Agustus 2017. hlm. 26. ISBN 978-602-6854-23-0.</ref>


== Integritas Menurut Para Ahli ==
== Integritas Menurut Para Ahli ==
Baris 12: Baris 12:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Integritas+tubuh&oldid=28421856 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28421856 (2025-11-12T07:13:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Integritas+tubuh&oldid=28421856 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28421856 (2025-11-12T07:13:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.03

Integritas tubuh (bahasa Inggris: bodily integrity) adalah gambaran mengenai tubuh yang ideal terkait dengan serangkaian kelengkapan dalam tubuh manusia antara jiwa dan raga. Bukan hanya tangan, hidung, kepala, kaki, mata, rambut, rahim, vagina, penis, jantung, dan lain lain. Nietzche dalam Listiyono menyatakan bahwa tubuh tidak hanya dapat di manfaatkan dan dialami dalam banyak cara, bahwa hasratnya dapat diubah oleh interpretasi budaya, bahwa setiap aspek tubuh dapat secara menyeluruh dimodifikasi oleh teknik yang sesuai, yaitu tubuh yang lunak yang dapat di tundukkan dan dapat ditempa.[1] Integritas tubuh juga merangkum hak setiap manusia, termasuk perempuan dan anak-anak atas otonomi dan penentuan nasib atas tubuh mereka sendiri.[2]

Defenisi

Kata integritas berasal dari bahasa Latin integritas yang berarti “utuh” yang kemudian berkembang dalam bidang moral/etika menjadi “Soundness of moral character”.[3] Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia menyebutkan pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Integritas didefinisikan sebagai cara untuk mengenali maupun mengetahui kemampuan diri. Yang membedakan integritas dengan yang lainnya adalah kemampuan memperbaiki diri itu berasal dari diri sendiri, bukan dari luar sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih terhadap diri kita sendiri.[4]

Integritas Menurut Para Ahli

Francis L. Macrin Mendefinisikan manusia yang berintegritas sebagai “morally upright, honest, fair and sincere”. Jadi, integritas adalah karakter manusia yang menyangkut inti terdalam kepribadian manusia.

Henry Cloud Ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan efektivitas seseorang sebagai insan manusia.

Ippho Santoso Integritas sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh-penuhnya.

Referensi

  1. Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S. Dr. Lusiana Margareth Tijow, S.H., M.H. Perempuan Menggugat Atas Integritas Tubuh Dirinya Tidak Terpenuhinya Janji Kawin. Surya Pena Gemilang. Agustus 2017. hlm. 26. ISBN 978-602-6854-23-0.
  2. Bodily integrity. bodily-integrity.html.
  3. Istiadjid Eddy Santoso Moch. Etik Penelitian Kesehatan. 2013. hlm. 102.
  4. Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S. Dr. Lusiana Margareth Tijow, S.H., M.H. Perempuan Menggugat Atas Integritas Tubuh Dirinya Tidak Terpenuhinya Janji Kawin. Surya Pena Gemilang. Agustus 2017. hlm. 26. ISBN 978-602-6854-23-0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28421856 (2025-11-12T07:13:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.